• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PELAKSANAAN TRACER STUDY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PEDOMAN PELAKSANAAN TRACER STUDY"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

PEDOMAN PELAKSANAAN TRACER STUDY

(3)

ii

PEDOMAN PELAKSANAAN TRACER STUDY

TIM PENYUSUN

Penanggung Jawab Dr. H. A. Luthfi Hamidi, M.Ag

Ketua Dr. H. Suwito, M.Ag

Anggota Ahmad Muttaqin, M.Si. Kholil Lur Rochman, S.Ag., M.Pd.I.

Safrudin Aziz, S.IP., M.Pd.I Rofina Dienasari, S.H.I.

Nursalim, M.Pd.I Risqi Dias Kurniawan, S.Kom

Editor

Arif Hidayat, S.Pd., M.Hum

Penerbit

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

Jl. Jend. A. Yani No. 40 A Purwokerto Telp. 0281-635624, Fax. 0281-636553

All Right Reserved

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Buku Panduan Pelaksanaan Tracer Study lulusan dibuat bertujuan untuk meningkatkan manajemen mutu agar perencanaan, pengendalian dan peningkatan mutu lulusan berjalan dengan baik. Perencanaan mutu adalah merupakan langkah dan prosedur yang paling efektif untuk menghasilkan dan menyajikan jasa lulusan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna (stakeholders) teruatama mahasiswa dan dunia kerja. Dalam menunjang program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja, maka data kebutuhan mahasiswa, lulusan dan dunia kerja harus diidentifikasi dan dianalisis.

Pelaksanaan tracer study perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang obyektif tentang informasi kesuksesan lulusan di dunia kerja yang meliputi status, karir, pendapatan, serta relevansi antara pengetahuan dan keterampilan dengan pekerjaannya yang merupakaan salah satu kegiatan yang tercakup dalam langkah-langkah perencanaan mutu. Pedoman pelaksanaan ini disusun untuk dapat digunakan sebagai panduan pelaksanaan tracer study IAIN Purwokerto, serta program studi dapat lebih mempersiapkan calon lulusannya untuk besaing di pasar kerja yang kompetitif, sebgai bentuk tanggung jawab.

(5)
(6)

v

D.

Keluaran yang Diharapkan ... 3

E.

Manfaat ... 3

BAB II. METODE SURVEI ... 5

A.

Konsep dan Pengembangan Instrumen ... 5

B.

Pengumpulan Data ... 6

C.

Analisis Data dan Pelaporan ... 6

BAB III. RANCANGAN ELEMEN SURVEI ... 7

A.

Waktu Setelah Lulusan ... 7

B.

Metode Pengambilan Sampel ... 7

C.

Uji Coba Produk ... 8

BAB IV. PELAPORAN HASIL TRACER STUDY ... 16

BAB V. MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRACER STUDY ... 17

A.

Sasaran Monitoring dan Evaluasi ... 17

B.

Mekanisme Pelaksanaan ... 17

(7)

vi

BAB VI. TINDAK LANJUT TRACER STUDY ... 19

A.

Perbaikan Kurikulum ... 19

B.

Pemutakhiran Basis Data ... 20

C.

Informasi Profil Lulusan ... 20

D.

Sumbangan dari Alumni ... 20

BAB VII. PENUTUP ... 21

(8)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Evaluasi terhadap kualitas lulusan perguruan tinggi merupakan sebuah keharusan dalam rangka meningkatkan mutu lulusan dan wahana korektif atas kebijakan yang diterapkan dalam suatu program studi. Stakeholder atau masyarakat pengguna lulusan perguruan tinggi akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan apabila harapan dan keinginan mereka tercapai melalui pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian mengenai keterampilan lulusan sebagai pekerja sangat dibutuhkan untuk mengerti spesifikasi kompetensi dasar lulusan yang diinginkan oleh pasar kerja. Alasan lainnya adalah kebutuhan institusi untuk memperoleh informasi, kebijakan atau permintaan dari pemerintah maupun industri. Studi tentang penelusuran lulusan umumnya disebut tracer study. Ada beberapa istilah yang sering digunakan yang memiliki pengertian hampir sama dengan tracer study, yaitu seperti graduate survey, alumni research, follow up study dan labor market signal.

(9)

2

kurikulum yang diajarkan dengan yang dibutuhkan pasar dan teridentifikasikannya agenda-agenda perbaikan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas lulusan. Oleh karena itu, lulusan dari IAIN Purwokerto dapat bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain, baik secara lokal, nasional dan bahkan internasional. Prodi di IAIN Purwokerto hendaknya dapat melakukan usaha yang semaksimal mungkin dalam menyiapkan lulusan (alumni) tidak hanya melalui sistem pendidikan yang berkualitas dan professional, namun juga melalui jaringan alumni yang efektif dan efisien.

Paduan tracer study melalui evaluasi lulusan perlu disiapkan secara matang oleh IAIN Purwokerto adalah untuk mengidentifikasi kualitas lulusan, di samping itu juga untuk mengidentifikasi profil kompetensi alumni, mengetahui relevansi kurikulum yang diterapkan di IAIN Purwokerto dengan kebutuhan stakeholder dalam memberikan masukan pada pengembangan kurikulum, memperoleh gambaran kompetensi yang dibutuhkan pengguna lulusan serta memberikan masukan untuk akreditasi. Oleh karena itu dipandang perlu Buku Paduan Tracer Study IAIN Purwokerto dapat terus melakukan secara berkesinambungan dalam mengidentifikasi mengenai profil lulusan mahasiswa IAIN Purwokerto sehingga dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kurikulum dan sekaligus digunakan sebagai jaringan alumni untuk memperoleh data pekerjaan alumni.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2014 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1290);

(10)

3

4. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata kerja IAIN Purwokerto; dan 5. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 61 Tahun

2016 tentang Statuta IAIN Purwokerto.

C. Tujuan Tracer Study

Beberapa tujuan dilaksanakan kegiatan tracer study adalah sebagai berikut:

1. Mengevaluasi output/outcome perguruan tinggi.

2. Memperoleh informasi keberadaan lulusan (Alumni) serta menjalin komunikasi secara kontinyu dan up to date dari alumni. 3. Mengidentifikasi profil kompetensi dan ketrampilan lulusan dari

alumni.

4. Sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran.

5. Sebagai dasar untuk pengembangan institusi selanjutnya dalam memenuhi kriteria akreditasi/sertifikasi (BAN-PT, ISO, dan lain-lain).

6. Sebagai tanggung jawab (akuntabilitas) perguruan tinggi dalam menyiapkan anak didiknya dalam menghadapi dunia kerja pada masa mendatang.

D. Keluaran yang Diharapkan

Keluaran yang diperoleh dari penelusuran atau tracer study ini adalah:

1. Dokumen Profil Lulusan Program Studi di IAIN Purwokerto dari seluruh angkatan yang diperoleh dari hasil survei.

2. Rekomendasi Perbaikan Sistem penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran Program Studi di IAIN Purwokerto.

E. Manfaat

Hasil studi penelusuran lulusan atau tracer study memiliki beberapa manfaat yaitu:

(11)

4

pendidikan dan pengajaran di IAIN Purwokerto.

(12)

5 BAB II METODE SURVEI

Tahap-tahap pelaksanaan tracer study mencakup tiga langkah yaitu: (1) konsep dan pengembangan instrumen, (2) pengumpulan data, dan (3) analisis data dan pelaporan. Ketiga langkah ini akan diuraikan sebagai berikut:

A. Konsep dan Pengembangan Instrumen

Konsep dan pengembangan instrumen dapat ditunjukkan sebagai berikut:

1. Mendefinisikan tujuan survei.

2. Mendisain survei (menyeleksi lulusan yang akan menjadi responden dan menentukan strategi dalam penelusuran lulusan. 3. Penentuan konsep teknis untuk pelaksanaan survei.

4. Merumuskan item-item pertanyaan dan tanggapan-tanggapan. 5. Membuat Kuesioner.

Berkaitan dengan pengembangan instrumen penelitian dibutuhkan tanggapan-tanggapan terhadap:

1. Institusi, yang meliputi tentang: a) Identitas responden,

b) Substansi, menyangkut jumlah karyawan, kurikulum, IPK, lama studi, waktu tunggu pekerjaan pertama, dan bursa kerja.

2. Mahasiswa, yang meliputi tentang a) Identitas responden,

b) Latar belakang pendidikan, tanggapan terhadap fasilitas dan harapan dari pekerjaan dan karir dimasa yang akan dating. 3. Pengguna lulusan (user) yang meliputi tentang:

a) Karakterisasi tempat kerja, b) Data pekerja;

c) Rekrutment; d) Training, dan

(13)

6

4. Lulusan/pekerja yang meliputi tentang: a) Identitas responden,

b) Latar belakang pendidikan,

c) Informasi selama mencari pekerjaan, dan d) Komentar terhadap program studi.

B. Pengumpulan Data

Setelah dilakukan pengembangan instrumen dan penyelesaian penyusunan kuesioner untuk berbagai kelompok responden, maka tahap berikutnya adalah pengumpulan data. Pada tahap pengumpulan data juga disusun tahapan pekerjaan sebagai beikut: 1. Melakukan pelatihan terhadap tim survei.

2. Mendistribusikan dan mengumpulkan kuesioner (baik elektronik maupun manual).

3. Penjaminan terhadap partisipasi responden yang tinggi.

C. Analisis Data dan Pelaporan

Langkah ketiga adalah mencakup beberapa kegiatan yang secara berturut-turut disusun sebagai berikut:

1. Mendefinisikan sistem pengkodean untuk tanggapan-tanggapan dari pertanyaan terbuka

2. Melakukan pengkodean tanggapan dan pertanyaan terbuka 3. Data entry dan data editing (quality control)

4. Analisis data

5. Persiapan laporan hasil survei

(14)

7 BAB III

RANCANGAN ELEMEN SURVEI

Rancangan elemen survei mencakup pembahasan tentang waktu setelah wisuda, metode pengambilan sampel, metode pengumpulan data, dan panjang kuesioner. Masing-masing elemen survei tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

A. Waktu Setelah Lulusan

Tracer study IAIN Purwokerto dilakukan setelah mahasiswa tersebut di wisuda, namun waktu yang tepat dapat dilakukan setelah enam bulan wisuda, satu tahun wisuda, dan setelah tiga tahun wisuda. Tujuannya agar mendapatkan informasi atas pertanyaan transisi dunia pendidikan dengan dunia kerja, proses transisi pada pekerjaan pertama kali, tentang karir awal sebagai retrospeksi dan karir awal sebagai retrospeksi dan jenjang karir para lulusan.

B. Metode Pengambilan Sampel 1. Sampel survey

Sampel alumni IAIN Purwokerto yang dapat terdata, dilacak setidaknya angket disebarkan pada 50% alumni dan sebanyak 30% dari angket yang disebarkan telah diisi (mereka mengembalikan). Dalam studi penelusuran lulusan, penentuan target responden bisa berdasarkan survei terhadap populasi atau survei terhadap sampel.

2. Teknik penentuan sampel

Sampel alumni diperoleh melalui teknik Convenience Sampling atau Accidental Sampling. Teknik ini ditekankan pada cara pengambilan sampel semata-mata memilih siapa saja yang dapat diraih pada saat survei dilakukan sebagai respondennya. 3. Metode pengambilan data

(15)

8

sosial, sedangkan metode offline melalui media temu alumni, relasi dan sebagainya.

4. Verifikasi data

Verifikasi data dilakukan secara langsung, setiap responden yang menjadi objek dari tracer study ini datang langsung ke IAIN Purwokerto untuk mengisi quesioner yang telah disediakan melalui layanan online. Sedangkan melalui metode offline, data juga diperoleh secara langsung karena responden dan pihak panitia tracer study adalah rekan sejawat.

5. Jenis data

Pertanyaan-pertanyaan dikelompokkan dalam dua bagian: Pertama adalah identitas lulusan yang mencakup; Nama, Nomor Mahasiswa, Jenis Kelamin, Alamat Rumah, No. Telpon/Hp. Email dan status pekerjaan. Kedua mencakup data yang terkait selama studi dan setelah lulus dari IAIN Purwokerto. Setiap responden tidak menjawab seluruh pertanyaan, namun menjawab bagian yang relevan dengan aktifitas yang mereka lakukan pada saat survei.

C. Uji Coba Produk 1. Desain Uji Coba

(16)

9

Gambar

Desain Uji Coba Pengembangan Instrumen Evaluasi

2. Jenis Data

Data yang dikumpulkan terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa kumpulan keterangan dalam bentuk kata-kata yang merupakan hasil tanggapan dan pendapat para alumni dan pengguna terhadap instrumen yang dikembangkan. Adapun data kuantitatif merupakan data hasil uji coba instrumen dalam bentuk pedoman/panduan observasi untuk orang tua, guru, dan angket untuk siswa.

3. Instrumen Pengumpulan Data

Pada tahap uji coba di lapangan, baik pada tahap pertama maupun kedua instrumen yang diujicobakan adalah skala sikap dalam bentuk pedoman observasi dan angket. Angket diperuntukkan untuk alumni dan pengguna.

4. Teknik Analisis Instrumen

(17)

10

a. Mengetahui validitas permukaan (face validity). Validitas ini merupakan tipe validitas yang paling rendah signifikansinya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan (appearance) instrumen. Apabila penampilan instrumen telah meyakinkan dan memberikan kesan mampu mengungkap apa yang hendak diukur, maka dapat dikatakan bahwa validitas ini telah terpenuhi.

b. Memeriksa kemungkinan terdapat instrumen yang kurang jelas maksudnya bagi pengguna instrumen (guru dan siswa), baik karena susunan kalimatnya maupun dalam pemaparan pokok pikiran sebagai inti pernyataan atau pertanyaan. c. Memeriksa kemungkinan terdapat kata atau istilah asing

sehingga tidak dimengerti pengguna instrumen. Demikian juga tidak mustahil terdapat kata-kata yang dimungkinkan terdapat ragam interpretasi dan bahkan mungkin terdapat pernyataan/pertanyaan yang bernada sentimentil dan menggiring pengguna untuk cenderung memilih jawaban tertentu.

d. Memeriksa kemungkinan terdapat instrumen yang terlalu dangkal dalam mengungkapkan indikator pencapaian, dalam arti informasi yang dkumpulkan dengan instrumen tersebut hanya menyentuh bagian luar dan tidak sampai mengungkapkan inti atau hakikat terdalam dari informasi yang dibutuhkan, bahkan mungkin pula terdapat instrumen yang belum memuat indikator yang yang seharusnya diungkap.

(18)

11

Berdasarkan tujuan uji coba instrumen di atas, maka pelaksanaan uji coba tidak hanya meminta pengguna instrumen (guru dan siswa) untuk mengisi atau menjawab instrumen yang dikembangkan, melainkan juga meminta saran-saran dan berdiskusi dengan pengguna instrumen untuk memperbaiki dan menyempurnakan instrumen.

Analisis hasil uji coba pada prinsipnya mengacu pada diperolehnya instrumen evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan domain afektif yang valid dan reliabel. Instrumen dikatakan valid dan reliabel mana kala memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Validitas atau ketepatan suatu instrumen ditunjukkan dengan kemampuan instrumen tersebut untuk “mengukur apa yang seharusnya diukur” (measures what it purpose to measure).

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid, artinya instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid sangat diperlukan dalam kegiatan penelitian dan evaluasi, kedua kegiatan ini menekankan diperolehnya data yang sahih. Jika instrumen yang dipergunakan untuk memperoleh data tidak valid, maka data yang terkumpul (diperoleh) adalah data yang tidak valid. Jika data yang tidak valid ini diolah, maka akan diperoleh simpulan yang tidak valid.

Sebagaimana dikatakan Sugiyono bahwa instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Instrumen yang tidak teruji validitas dan reliabilitasnya, bila dipergunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya.

(19)

12

validity), validitas konstruk (construct validity), validitas kriteria (criterion-related validity), dan validitas ada sekarang (concurrent validity).

Validitas logis disebut juga sebagai validitas sampling (sampling validity). Validitas tipe ini menunjuk pada sejauh mana instrumen telah mampu merepresentasikan dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur. Untuk memperoleh validitas logis yang tinggi, suatu instrumen harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar berisi butir-butir yang relevan dan perlu menjadi bagian dari instrumen secara keseluruhan. Untuk itu, objek ukur yang hendak diungkap oleh instrumen haruslah benar-benar dibatasi terlebih dahulu kawasan perilakunya secara seksama dan konkret.

Batasan perilaku yang kurang jelas akan menyebabkan terikutnya butir-butir yang tidak relevan dan tertinggalnya bagian penting dari objek ukur yang seharusnya masuk sebagai bagian dari instrumen yang bersangkutan. Analisis ini dilakukan dengan mencermati lagi secara seksama instrumen yang telah dibuat dan dibandingkan dengan tabel spesifikasi yang dikembangkan yang merupakan kisi-kisi yang dijadikan acuan dalam mengembangkan instrumen. Dengan menggunakan nalar dan akal sehat (common sense) serta konsultasi kepada pakar (ahli) dapat dilakukan penilaian apakah instrumen telah layak digunakan untuk mengungkap atribut yang dikehendaki.

(20)

variabel-13

variabel mana dari variabel-variabel semula tersebut yang merupakan faktor persekutuan.

Analisis faktor dipergunakan untuk memastikan apakah butir-butir tertentu mendukung faktornya dan faktor-faktor mendukung variabelnya. Analisis ini juga dapat dipergunakan untuk mengetahui variabel-variabel bebas mana yang mendukung penjelasan atas variabel terikat tertentu. Melalui pengujian ini dapat dihasilkan sejumlah faktor yang dapat menjelaskan atau menjadi indikator mengenai suatu variabel.

Selain analisis validitas, dilakukan pula análisis reliabilitas. Istilah yang senada untuk reliabilitas adalah keandalan, kemantapan, konsistensi, prediktabilitas/keteramalan, dan kejituan/ketepatan alias akurasi. Definisi keandalan dapat didekati dengan tiga ancangan. Pertama, keandalan berkaitan dengan stabilitas/kemantapan, ketepercayaan, dan keteramalan. Sebuah alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi manakala dipergunakan untuk mengukur himpunan objek yang sama berulang kali dengan instrumen yang sama atau mirip, akan diperoleh hasil yang sama atau mirip.

Kedua, reliabilitas dimaknai sebagai stabilitas dan kejituan (accuracy). Instrumen dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi manakala mampu mengukur keadaan yang sebenarnya. Sedangkan ancangan Ketiga, reliabilitas berkait dengan rendahnya kekeliruan atau galat dari suatu pengukuran. Keandalan dapat didefinisikan sebagai ketiadaan-relatif galat pengukuran dalam suatu instrumen pengukur.

Pengujian reliabilitas dalam dapat dilakukan dengan menggunakan teknik análisis reliabilitas Alpha Cronbach. Pemilihan teknik analisis ini didasarkan pada kemudahan dan kepraktisan dalam penghitungan. Di samping itu, penggunaan teknik ini sudah sangat popular dipergunakan.

(21)

14

sebagaimana dikatakan Saifuddin Azwar bahwa paling tidak terdapat dua alasan mengapa tidak mudah menetapkan angka koefisien reliabilitas yang baik. Pertama, dikarenakan koefisien reliabilitas yang diperoleh berdasarkan perhitungan terhadap data empiris dari sekelompok subjek pada dasarnya hanya merupakan estimasi dari reliabilitas yang sesungguhnya dan hanya berlaku bagi kelompok subjek yang dijadikan dasar perhitungan tersebut. Kedua, aneka macam jenis dan fungsi instrumen menuntut tingkat reliabilitas minimal yang tidak sama sehingga penafsiran atas koefisien reliabilitas suatu instrumen tidak dapat dilepaskan sama sekali dari fungsi dan tujuan pengukurannya.

Reliabilitas berhubungan dengan kecermatan instrumen dalam melakukan pengukuran. Instrumen yang mengukur dengan akurasi dan presisi yang tinggi akan meminimalkan kesalahan instrumen dalam melakukan pengukuran. Instrumen yang mampu melakukan pengukuran secara cermat dengan tingkat kesalahan pengukuran yang rendah akan memberikan hasil pengukuran yang relatif konsisten dan stabil.

Pembuatan keputusan apakah sebuah instrumen dapat dinyatakan reliabel atau tidak didasarkan pada batas untuk membuat keputusan reliabilitas. Angka koefisien reliabilitas yang dihitung masih harus dikonfirmasikan dengan batas tertentu untuk dapat ditafsirkan reliabel atau tidak. Instrumen dapat dinyatakan reliabel apabila koefisien yang diperoleh melalui perhitungan menggunakan metode pengujian reliabilitas tertentu lebih besar dibandingkan dengan batas keputusan reliabilitas.

Batas reliabilitas bersifat sangat relatif, bergantung pada kepentingan penilai atau pengumpul data. Menurut Saifudin Azwar, koefisien reliabilitas harus diusahakan setinggi mungkin, namun koefisien yang tidak tinggi dapat dianggap cukup dalam pengukuran tertentu yang tidak digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang bersifat individual.

(22)

15

menafsirkan reliabilitas instrumen. Menurutnya, reliabilitas adalah koefisien determinasi, proporsi varians bersama antara skor yang diperoleh (observed score) dengan skor murninya (true score). Oleh karenanya, penafsiran koefisien reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan tabel product moment setelah mengubah koefisien determinasi menjadi korelasi dengan mengakarkannya.

Aiken sebagaimana dikutip Purwanto mengutarakan seberapa tinggi seharusnya koefisien reliabilitas yang diperoleh dari skor instrumen sangat tergantung pada apa yang akan dilakukan atas skor. Beberapa petunjuknya: jika skor digunakan untuk menentukan apakah dua kelompok berbeda signifikan, maka koefisien reliabilitas 0,65 sudah memberikan konstribusi dalam keputusan. Tetapi, jika skor digunakan untuk membandingkan penampilan individu yang berbeda, maka koefisien reliabilitas paling tidak 0,85.

Gronlund dan Linn menyatakan bahwa koefisien korelasi yang digunakan untuk menentukan reliabilitas dihitung dan ditafsirkan sebagai indeks korelasi sehingga batas koefisien reliabilitas adalah korelasi berdasarkan hasil konfirmasi dengan tabel korelasi product moment pada jumlah sampel dan tingkat kesalahan tertentu. Bila korelasi hitung lebih tinggi dari tabel, maka instrumen pengukuran tersebut dikatakan reliabel.

(23)

16 BAB IV

PELAPORAN HASIL TRACER STUDY

Tahapan akhir dari suatu proses penelitian atau survei adalah penyusunan laporan. Pada tracer study IAIN Purwokerto akan diakhiri dengan kegiatan penyusunan laporan tracer study. Pada buku panduan ini, tracer study mencakup hal-hal pokok seperti yang tercantum pada struktur laporan berikut:

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Studi

C. Keluaran Yang Diharapkan D. Manfaat Keluaran

BAB II. TEORI A. Survei B. Alumni

C. Kepuasan Karir

BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Kajian B. Tahapan Pelaksanaan C. Analisa Data

BAB IV. HASIL SURVEI A. Data

B. Pembahasan

C. Tindak Lanjut dan Perbaikan BAB V. PENUTUP

(24)

17 BAB V

MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRACER STUDY

Pelaksanaan pelacakan jejak alumi harus dimonitoring dan dievaluasi untuk melihat kinerja yang telah dilakukan. Seiring dengan perkembangan dari zaman, sebuah perguruan tinggi perlu dilihat alumni dengan membuat ikatan yang terkoordinasi.

A. Sasaran Monitoring dan Evaluasi

Sasaran dalam monitoring pelaksanaan tracer study ini mengarah pada:

1. Efektivitas pelaksanaan tracer study terkait dengan metode, instrument, dan media yang digunakan.

2. Proses masuknya data, validitas, realibilitas, dan ketercapaian terget.

3. Pelaporan tracer study.

4. Dan tindak lanjut tracer study dan pengembanganya.

B. Mekanisme Pelaksanaan

Hal penting yang harus dilakukan dalam Monev Pelaksanaan Tracer Study adalah:

1. Merujuk pada semua Peraturan Pendidikan Tinggi yang terkait dengan kurikulum;

2. Memahami unsur-unsur deskripsi dalam tracer study seperti kesesuaian bidang kuliah dengan kerja, materi yang dibutuhkan oleh masyarakat, sistem pendidikan yang menunjang keterampilan kerja;

3. Standar minimal pendidikan yang harus dipenuhi pada SNPT; 4. Mengimplementasikan Standar dan Kebijakan Pengembangan

Kurikulum yang ditetapkan di IAIN Purwokerto; 5. Mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja lulusan;

(25)

18

1. Pembentukan Tim Monev Tracer Study melalui Surat Keputusan Rektor.

2. Penyiapan instrument Monitoring dan Evaluasi Tracer Study. 3. Penyusunan Agenda Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tracer

Study untuk persiapan

4. Pelaksanaan Tracer Study di Masing-Masing Fakultas/Pascasarjana dan Program Studi.

5. Identifikasi, Analisis Data hasil Monev.

6. Penyusunan Rekomendasi Hasil Monev Tim Monev.

7. Tindak Lanjut Hasil Monev Tracer Study melalui Rapat Pimpinan.

8. Dekan/Direktur Pascasarjana dan Program Studi melakukan rapat untuk tindak lanjut penetapan langkah dan strategi perbaikan/penyempurnaan pembelajaran.

C. Strategi Pelaksanaan

Tracer dilakukan multi media, yakni perpaduan antara banyak media meliputi (i) online di website:

(26)

19 BAB VI

TINDAK LANJUT TRACER STUDY

Tindak lanjut tracer study meliputi empat aspek. Keempat aspek tersebut adalah:

A. Perbaikan Kurikulum

Dari hasil tracer study, perbaikan kurikulum yang dilakukan oleh semua prodi melalui konsorsium masing-masing rumpun keilmuan. Berdasarkan rekomendasi dari tracer study, kelompok dosen minat/bidang keilmuan/laboratorium di tingkat jurusan melakukan diskusi tentang kurikulum yang perlu diperbaiki berdasarkan kompetensi lulusan yang telah disusun. Dalam diskusi tersebut dibahas:

 Silabus MK, isi MK, keterkaitan antar MK termasuk overlapping antar MK.

 Relevansi mata kuliah

 Pembaharuan buku teks dan diktat/hand out pembelajaran  Pengembangan materi dan silabus

 Proses pembelajaran

 Capaian pembelajaran dengan memperhatikan KKNI dan/atau IFT

 dan/atau PATPI

 Isu-isu mutakhir di tingkat nasional dan internasional

(27)

20

telah dilaksanakan. Laporan evaluasi kurikulum meliputi kompetensi lulusan, silabus MK, isi MK, bobot sks.

B. Pemutakhiran Basis Data

Pemutakhiran basis data dilakukan untuk revolusi data akademik. Penyempurnaan struktur database terdiri atas identifikasi kebutuhan masing-masing pengguna, penyesuaian dan penambahan data field sesuai kebutuhan, integrasi kodifikasi data terkait dengan pengelolaan sistem informasi. Berdasarkan pelaksanaan tracer study, dapat diidentifikasi dan diinventarisasi data alumni sebagai jejaring dalam kerja sama dalam berbagai hal.

C. Informasi Profil Lulusan

Informasi mengenai profil lulusan yang sukses dapat ditampilkan di:

- brosur pendaftaran mahasiswa baru, - buletin suara IAIN,

- tabloid Poin, - web IAIN.

Setidaknya ada empat alasan yang mendasari pentingnya Alumni bagi suatu Perguruan Tinggi : Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan Perguruan Tinggi; Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) Perguruan Tinggi; Alumni sebagai produk Perguruan Tinggi dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan Perguruan Tinggi/Mahasiswa dengan institusi di luar Perguruan Tinggi; Alumni dapat menjadi sumber informasi dunia kerja dan usaha bagi lulusan baru suatu Perguruan Tinggi, di samping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang ada di Perguruan Tinggi sekarang.

D. Sumbangan dari Alumni

(28)

21 BAB VII PENUTUP

(29)

22

LAMPIRAN

No. Dokumen: In-3/333-1/A-/LPM/IAIN-PWT/2017

INSTRUMEN

TRACER STUDY

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO TAHUN 2017

TERHADAP LULUSAN

Berilah tanda (  ) pada kotak yang telah disediakan sesuai dengan keadaan Saudara pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

IDENTITAS PRIBADI

1. Nama :

2. TTL :

3. Jenis kelamin :  Laki-laki

 Perempuan 4. Bidang studi :

5. Tahun lulus :

6. Status :  Sudah bekerja

 Belum bekerja 7. Alamat :

(30)

23

PEKERJAAN

1. Sebutkan nama lembaga tempat Saudara bekerja:

...

2. Setelah lulus, berapa lama Saudara menunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama?

 Sudah bekerja sebelum lulus

 kurang dari 3 bulan

 3 – 6 bulan

 6 – 12 bulan

 1 – 2 tahun

 lebih dari 2 tahun

3. Dari mana Saudara mendapatkan informasi tentang pekerjaan pertama yang saudara peroleh?

 Iklan

 Teman

 Keluarga

 Pengguna kerja (employer)

 Mencari sendiri: browsing di internet dan sebagainya 4. Kapan Saudara mulai mencari pekerjaan?

 Lebih dari satu bulan sebelum wisuda

 Segera setelah wisuda

 Lebih dari satu bulan setelah wisuda

 Lebih dari satu bulan setelah wisuda

 Belum memperoleh informasi lowongan pekerjaan yang relatif relevan

5. Bagaimana cara Saudara mendapatkan pekerjaan pertama?

 Berkompetisi (dengan tes)

 Rekomendasi (tanpa tes)

 Ditempatkan (karena ada ikatan dinas dsb.)

(31)

24

 Memanfaatkan koneksi

 Melalui agen tenaga kerja

 Melalui Unit Pengembangan Karir dan Penempatan Kerja

 Meng-iklankan diri sendiri melalui internet

 Berwirausaha

6. Berapa gaji Saudara per bulan untuk pekerjaan pertama?

 Kurang dari 1.000.000,00

7. Berapa lama Saudara menekuni pekerjaan Saudara saat ini?

 kurang dari 6 bulan

 6 – 12 bulan

 1 – 2 tahun

 2 – 3 tahun

 lebih dari 3 tahun

8. Bidang pekerjaan Saudara termasuk Sektor:

 Pendidikan

 Pemerintah daerah

 Swasta

 Wirausaha

(32)

25

9. Apakah bidang pekerjaan Saudara saat ini sesuai dengan bidang studi yang Saudara ambil?

 Sesuai

 Tidak sesuai

10. Berapa gaji Saudara per bulan untuk pekerjaan Saudara saat ini?

Pertama Sekarang Diharapkan

Kurang dari 1.000.000   

11. Permasalahan apa saja yang Saudara hadapi dalam rangka memperoleh pekerjaan?

... ... ...

12. Apabila Saudara bekerja pada bidang pendidikan, apakah Saudara pernah ditugaskan mengikuti pelatihan model pembelajaran inovatif?

 Pernah

 Tidak pernah

13. Apabila Saudara bekerja pada bidang pendidikan, apakah Saudara pernah ditugaskan mengikuti pelatihan bidang keahlian (misalnya pelatihan desain pembelajaran atau yang lain)?

 Pernah

(33)

26

14. Apabila Saudara bekerja di Sekolah, apakah materi yang saudara peroleh dari kampus cukup memadai untuk mengajar di sekolah pada saat ini?

 Kurang

15. Apakah program praktek pengalaman lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sudah cukup membekali saudara untuk mengajar di sekolah? Berikan penjelasan pendapat saudara!

16. Berikan penilaian terhadap kondisi penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada program studi (kampus) Saudara. Diukur atas dasar kebutuhan di Sekolah

(34)

27 1 2 3 4 5

    a. Kegiatan akademik secara umum

    b. Isi mata kuliah

    c. Kompetensi dosen

    d. Pelayanan/bimbingan Dosen terhadap Mahasiswa

    e. Isi mata kuliah teori

    f. Isi mata kuliah praktek

    g. Kualitas pembelajaran

    h. Sistem penilaian

    i. Kesempatan terlibat dalam proyek Penelitian dosen

    j. Kualitas sarana dan prasarana akademik

    k. Kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja (praktek)

    l. Kesempatan ikut menentukan kebijakan yang berdampak terhadap kebijakan institut

    m. Suasana akademik

(35)

28

No. Dokumen: In-3/333-2/A /LPM/IAIN-PWT/2017

INSTRUMEN

TRACER STUDY

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO TAHUN 2017

TERHADAP PENGGUNA LULUSAN

IDENTITAS PENGISI

(36)

29

1. Lembaga yang Bapak/Ibu kelola bergerak dalam bidang apa?

 Pendidikan

 Industri, sebutkan jenis industrinya ...

 Jasa, sebutkan jenis jasanya ...

 Perdagangan/Bisnis

 Pertanian

 Kebudayaan dan Pariwisata

 Lain-lain, sebutkan ... 2. Adakah alumni dari Fakultas kami yang bekerja pada lembaga

Bapak/Ibu?

 Ada. Sebutkan jumlahnya: ……. orang

Jika ada, lanjutkan untuk menjawab pertanyaan no.3

 Tidak ada.

Jika saat ini tidak ada alumni kami yang bekerja pada lembaga ini, sebutkan alasannya:

 Tidak ada yang melamar

 Kalah bersaing

 Alasan lainnya (tuliskan)

Bila tidak ada alumni kami yang bekerja di lembaga ini, lanjutkan pengisian ke no.6

3. Bagaimanakah kinerja alumni tersebut menurut Bapak/Ibu?

 Sangat baik

 Baik

 Sedang

 Jelek

4. Bidang yang kurang dikuasai alumni kami adalah

 Komunikasi dan presentasi terutama penggunaan Bahasa Inggris

 Komputer atau pemanfaatan IT secara umum

 Numerik

(37)

30

 Mengembangkan pola kerja

 Bekerjasama dalam tim

 Lainnya, sebutkan ... 5. Perlukah diadakan mata kuliah–mata kuliah pilihan baru/

ketrampilan/ kompetensi tambahan untuk mengantipasi kemajuan di bidang yang Bapak/Ibu kelola?

 Perlu, sebutkan ...

 Tidak perlu

6. Tuliskan saran-saran umum Bapak/Ibu demi perbaikan program studi kami yang berkaitan dengan peningkatan kualitas lulusannya.

... ... ...

(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)

Gambar

Gambar Desain Uji Coba Pengembangan Instrumen Evaluasi

Referensi

Dokumen terkait

Sebab Kecamatan menurut Sadu Wasistiono (2009) adalah merupakan entitas pemerintahan yang memberikan pelayanan secara langsung maupun secara tidak langsung. 19 tahun 2008

う気持ちにな」 ( 「古里で再建できる」『長崎』 1991.11.9)( 図 3-30 )

Hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk memgatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan setempat sesuai dengan peraturan

perbedaan formulasi tepung ikan dan tepung tapioka berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar protein pempek nasi, dimana perlakuan S0, S1, S2, S3 dan S4 berbeda nyata

Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaaan pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran-ukuran panggul dalam semua bidang dan hubungan

Dari pemberian perlakuan anti MPS ecto CIK terhadap spermatozoa domba dengan konsentrasi 0 µl, 5 µl, 10 µl, 15 µl dan lama inkubasi 5 menit, 30 menit, 60 menit dan 120