Nama : WINDA PRATAMI
Federasi berasal dari kata Latin foedus yang berarti perjanjian atau persetujuan. Dalam federasi atau negara serikat (bondstaat, Bundesstaat) memiliki pengertian dua atau lebih kesatuan politik yang sudah atau belum berstatus negara berjanji untuk bersatu dalam suatu ikatan politik, ikatan dimana akan mewakili mereka sebagai keseluruhan. Miriam Budiardjo (2008:270) menyatakan bahwa Negara federal merupakan pertengahan antara negara kesatuan dan konfederasi. Sedangkan prinsip negara federal menurut K.C Wheare (dalam Budiardjo, 2008:270) bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga pemerintah federal dan pemerintah negara federal dan pemerintah Negara bagian dalam bidang-bidang tertentu adalah bebas satu sama lain.
C.F Strong (dalam Budiardjo, 2008:271) bahwasannya ada dua syarat untuk membentuk suatu negara federal yaitu :
1. Adanya perasaan sebangsa diantara kesatuan-kesatuan politik antara pihak yang ingin membentuk negara federal
2. Keinginan pada kesatuan-kesatuan politik yang hendak mengadakn federasi untuk mengadakan ikatan terbatas. Apabila kesatuan politik tersebut menghendaki persatuan maka bentuk negara yang terbentuk adalah negara kesatuan.
Untuk masalah mpenyelenggaraan pemerintahan lokal di negara federal memiliki ciri-ciri diantaranya:
1. Pembagian kekuasaan ditetapkan oleh UU dan negara bagian memiliki kekuatan menjalankan hukum sesuai dengan pembagian, mematuhi dan mengelolanya, bahkan pemerintahan federal memiliki kekuasaan atau kekuatan yang sama dalam pemerintahan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam undang- undang. Ada dua metode pendistribusian kekuasaan diantara nasional dan negara bagian. Ada kekuasaan pemerintahan dialokasikan kepada nasional dengan jumlah yg pasti, sedangkan selebihnya diberikan kepada negara bagian atau sebaliknya.
2. Di negara federal kedaulatan dibagi atas dua baik pusat dan daerah. Di sana tidak ada satu kedaulatan, namun banyak kedaulatan yang akan berlaku.
3. Hukum-hukum dibuat untuk autoritas didalam negara dan mungkin menerangkan Ultra Vires jika terjadi konflik dengan undang- undang.
4. Didirikan beberapa kekuasaan seperti mahkamah tertinggi dimana bertugas untuk menterjemahkan undang- undang dan memutuskan konflik yurisdiksi diantara pusat dan daerah.
Adapun negara-negara yang termask kedalam klasifikasi negara federal diantaranya Amerika Serikat, India, Brazil, Malaysia, Australia, Canada, Russia dan Switzerland.
B. Negara Kesatuan
bahwa pemerintah daerah itu berdaulat, sebab pengawasan kekuasaan tertinggi masih ada di tangan pemerintah pusat.
Miriam Budiardjo (2008:270) mengutip dari pendapat C.F Strong terdapat dua ciri mutlak yang melekat pada negara kesatuan yaitu adanya supremasi dari dewan perwakilan pusat dan tidak adanya badan-badan lain yang berdaulat. Itulah mengapa bentuk negara ini memiliki integrasi paling kokoh Karena warganya merasa hanya ada satu pemerintahan saja. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang memegang wewenang tertinggi dalam segala aspek pemerintahan.
Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu sentralisasi, dan desentralisasi. Dalam negara kesatuan bersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Semua kebijakan diproses dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Dengan demikian pemerintah daerah hanya melaksanakan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat saja. Daerah tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Daerah tidak berwewenang membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau mengurus rumah tangganya sendiri.
Sedangkan dalam negara kesatuan bersistem desentralisasi, daerah diberi kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri (otonomi, swatantra). Daerah diberikan kekuasaan untuk mengatur rumah tangga daerahnya, termasuk mengelola secara penuh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), berdasarkan inisiatif sendiri. Daerah seperti demikian lazim disebut dengan otonomi daerah (Otda) atau kekuasaan swantantra untuk menampung aspirasi rakyat di daerah, terdapat parlemen daerah. Meskipun demikian, pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi.
Dalam suatu negara kesatuan, terdapat asas bahwa segenap urusan-urusan negara tidak dibagi antara pemerintah pusat (central government) dengan pemerintah daerah (local government) sedemikian rupa, sehingga urusan-negara dalam negara kesatuan itu tetap merupakan suatu kebulatan dan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi di negara itu ialah pemerintah pusat. Dengan demikian, pemerintah nasional bisa, dan biasanya memang, melimpahkan banyak tugas kepada kota-kota, kabupaten-kabupaten, atau satuan-satuan pemerintahan lokal atau regional (local government). Namun otoritas ini dilimpahkan oleh undang-undang biasa yang disusun oleh dewan perwakilan rakyat nasional – tidak boleh konstitusi – dan tidak bisa ditarik kembali segera setelah diterima.
Sumber Penulisan:
Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
http://www.terpelajar.com/pengertian-dan-ciri-ciri-bentuk-negara-kesatuan-federasi-dan-konfederasi/ diakses pada 14 Maret 2015 pada pukul 20.15 WIB