• Tidak ada hasil yang ditemukan

perubahan pengaruh perubahan modal kerja (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "perubahan pengaruh perubahan modal kerja (1)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Minggu II

KOMUNIKASI DAN PRESENTASI DALAM LINGKUP

KEGIATAN ARSITEKTUR

CAKUPAN ISI

Dalam modul minggu kedua ini, akan dibahas hal-hal yang terkait dengan lingkup kegiatan arsitektur, serta komunikasi atau presentasi-presentasi yang dibutuhkan didalamnya, yang meliputi:

1. Pengertian lingkup kegiatan arsitektur 2. Pengertian proses desain

3. Pengertian jenis-jenis komunikasi dan presentasi dalam arsitektur

TUJUAN PEMBELAJARAN

Dali modul minggu kedua ini, mahasiswa diharapkan mengetahui dan memahami pengertian lingkup kegiatan arsitektur, berbagai metode dan pengembangan dalam proses mendesain serta mengerti berbagai jenis komunikasi atau komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia arsitektur.

KRITERIA PENILAIAN

Mengerti dan mampu mempraktikkan tentang pengertian lingkup kegiatan arsitektur, berbagai metode dan pengembangan dalam proses mendesain serta mengerti berbagai jenis komunikasi atau komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia arsitektur

(2)

Metoda penyampaian materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang disebutkan diatas adalah:

1. Perkuliahan/ceramah 2. Diskusi

3. Visualisasi contoh-contoh 4. Kerja studio

Sedangkan metode penilaian yang digunakan adalah: 1. Tanya-jawab

2. Pemberian tugas

Adapun materi penugasan terkait dengan materi di minggu kedua ini adalah merupakan tugas kecil, dimana mahasiswa diminta untuk menyusun dan menerangkan urutan tahapan/proses dalam mendesain, dengan cara mengunjungi beberapa biro konsultan arsitektur atau interior atau dengan mencari dalam alamat web-site mereka.

KAITAN KOMUNIKASI DAN PRESENTASI DENGAN LINGKUP KEGIATAN ARSITEKTUR

Terkait dengan tuntutan menjalankan profesi pekerjaannya, seorang arsitek dituntut mempunyai kemampuan untuk menciptakan sekaligus "menjual" ide gagasannya, sehingga seseorang atau instansi yang menjadi partner bisnis

("client")-nya, akan nemahami ide gagasannya dan akhirnya nemutuskan untuk

"membeli" ide gagasan tersebut.

(3)

KONSULTAN PERENCANA

Dalam bahasa sehari-hari kita mengenalnya juga sebagai Konsultan Arsitektur, Biro Arsitektur atau Arsitek. Adalah seorang atau badan usaha yang telah memenuhi persyaratan untuk melksanakan tugas konsultansi dalam bidang perencanaan (Planning) dan perancangan (Designing). Konsultan perencana berfungsi sebagai pembantu, pengelola atau manajemen proyek untuk melaksanakan pengadaan dokumen tender, memberikan penjelasan pada saat lelang, dan melakukan pengawasan berkala selama tahapan konstruksi.

Konsultan perencana mulai bertugas sejak tahap persiapan perancangan sampai dengan tahap penyerahan pertama pekerjaan konstruksi yang meliputi studi kelayakan (Seasibility Study), perencanaan, perancangan, manajemen konstruksi (Construction Management) dan pengawasan (Supervision). Jenis pelayanan jasa yang diberikan yaitu meliputi:

- Survey - Review - Master Plan - Site Engineering - Architectural Design - Structural Design - Civil Engineering - Mechanical & Electrical - Urban Planning

- Interior Design - Lanscape Design - Sanitary Engineering

ARCHITECTURAL DESIGN

Produk yang dihasilkan oleh konsultan perencana dalam proses Architectural design adalah:

1. Dokumen Tender, yang terdiri dari,

(4)

 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS/Spec.) 2. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

DOKUMEN TENDER

Proses atau tahapan dalam pembuatan dokumen tender meliputi: - kegiatan survey lapangan

- penyusunan programing - pembuatan sketsa ide

- pra-rancangan (preliminary design)

- pengembangan desain (detail engineering design) - penyusunan dokumen tender

PROGRAMING

Kegiatan penyusunan programing adalah kegiatan pengumpulan seluruh informasi dan data baik fisik maupun non fisik yang diperlukan dalam rangka mendesain sebagai langkah untuk dapat menyusun permasalahan desain.

PENGEMBANGAN DESAIN

Tahapan pengembangan desain atau ”detail engineering desain” adalah tahapan dimana pembuatan desain sudah mulai dimasukkan pertimbangan-pertimbangan teknis, harga dan biaya dari disiplin lain yang ada di luar arsitektur, seperti: Struktur, Mekanikal dan Elektrikal, Sanitasi, Detail Interior, lanskap dan juga estimasi biaya konstruksi.

WORK PLANNING

(5)

atau proses yang sangat terkait dan bermanfaat bagi “Business Transaction”. Work planning menerangkan pada client apa yang akan dia dapatkan selama dalam masa perancangan (desain) ini, juga apa saja yang menjadi tanggung jawabnya, dan apa pula tahapan yang harus dilakukan oleh desainer (Arsitek).

RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN

Rapat penjelasan pekerjaan atau sering disebut dengan istilah ”aanweizing” adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh konsultan arsitektur dihadapan para kontraktor peserta pelelangan/tender. Arsitek akan memberikan penjelasan secara mendetail tentang seluruh gambar perancangan yang telah dibuatnya.

PROSES DESAIN

Dengan membandingkan proses-proses yang telah diuraikan diatas, maka secara umum dapat dikatakan bahwa proses desain berisi sejumlah tahapan (langkah-langkah) yang harus dilakukan untuk dapat guna mendapatkan sebuah hasil akhir rancangan. Adapunlangkah-langkah tersebut dapat dirangkum secara garis besar sebagai berikut:

Tahap Pendahuluan

Dalam tahapan ini si perancang melakukan identifikasi permasalahan, yaitu tahapan pengenalan dan pendefinisian permasalahan dan kebutuhan khusus yang ada atau dibawa oleh client terkait dengan proyek yang diinginkan untuk selanjutnya dapat dipecahkan.

Pengumpulan Informasi dan Analisa

Setelah mendefinisikan needs & problems, tahapan selanjutnya adalah tahapan pengumpulan informasi tentang segala macam kebutuhan, persyaratan dan keadaan lingkungan sekitar serta melakukan analisa-analisa, untuk kemudian menterjemahkannya ke dalam sketsa-sketsa atau bagan-bagan.

(6)

Dalam tahapan ini dimaksudkan agar si perancang dapat mencari kemungkinan-kemungkinan untuk menjawab segala macam kebutuhan dan permasalahan client yang ada, melalui sketsa-sketsa atau bagan-bagan yang lebih nyata namun masih bersifat bebas (Sketsa Ide).

Tahapan Evaluasi

Tahapan evaluasi terjadi pada beberapa tingkatan (atau dapat terjadi lebih dari satu kali), dan melibatkan berbagai pihak pula. Evaluasi berupa diskusi yang dititik beratkan pada alternatif ide/gagasan-gagasan yang diajukan perancang. Rancangan dapat dievaluasi menurut persyaratan dan standar yang telah ditetapkan. Dalam tahapan ini si perancang harus dapat ”menjual” dan mempertahankan ide dan gagasannya. Hasil akhirnya adalah kesepakatan antara client dengan si perancang tentang ide/gagasan perancangan yang akan dikembangkan selanjutnya.

Tahap Pengembangan Desain (Design developing)

Merupakan tahapan pengembangan ide gagasan menjadi produk rancangan yang lebih mendetail, sudah mulai dimasukkan pertimbangan-pertimbangan teknis, harga dan biaya dari disiplin lain yang ada di luar arsitektur, seperti: dengan kesepakatan yang telah ditentukan.

Action

Tahapan ini melibatkan badan-badan yang bertugas untuk menyiapkan dan melaksanakan proyek.

Siklus, Umpan Balik & Pengulangan (Feed Back)

(7)

BEBERAPA METODE PROSES DESAIN

Untuk dapat mencapai tujuan atau hasil yang memuaskan, pada setiap proses perancangan, maka para ahli mencoba untuk mengembangkan berbagai metoda.

Karena pada dasarnya setiap proses desain meliputi tahapan pengumpulan data, transformasi informasi, serta penilaian dan pengambilan keputusan, maka metode yang dikembangkan pun mengarah kearah tahapan-tahapan tersebut.

Proses Desain Menurut The American Institute of Architecture: 1. pre-design services

2. schematic design 3. design development 4. contract document 5. bidding

6. administration of contract 7. post-design services

Proses Desain Menurut Laseau: “Graphic Thinking for Architect and Designer” (1980:164):

1. building program 2. schematic design 3. preliminary design 4. design development 5. contract document 6. shop drawing 7. construction

(8)

Dari seluruh gambaran tersebut diatas, maka dapat dilihat kebutuhan komunikasi dan presentasi dalam bidang arsitektural dengan penekanan kebutuhan yang berbeda-beda, meliputi:

Dalam sebuah proses desain:

1. Dalam tahapan menjual atau memasarkan 2. Dalam penyampaian ide gagasan kepada client

3. Dalam penyampaian penawaran dan tahapan pekerjaan 4. Dalam evaluasi tahapan kemajuan pekerjaan (post design) 5. Dalam evaluasi final proses desain, dan

6. Dalam rapat penjelasan pekerjaan (aanweizing)

Selain Proses Desain: Proposals Second Edition" (New York, Me Graw Hill Inc, 1992)

3. Burden, Ernest, "Architectural Delineation", 2 nd Edition (New York, Mc Graw Hill Inc, 1982).

4. Busch, Akiko, "The Photography of Architecture" (New York, Van Nostrand Reinhold, 1993).

5. James C Snyder, Anthony J Catanese, "Introduction to Architecture" (New York, Mc Graw Hill Inc, 1979).

(9)

7. Kusmiati Artini R, “Teori Dasar Desain Komunikasi Visual” (Jakarta, Penerbit Djembatan, 1998).

8. Liebing, Ralph Wand Mimi Ford Paul, “Architectural Working Drawings" (New York; John Sons, 1877).

9. Mauro PR, et al; "Teknik Menggambar Arsitektur (Bandung, Universitas Parahiyangan, 1982).

10. Pangarso, Budi Widodo; "Teknik Presentasi Gambar Arsitektur" (Bandung; Penerbit Unpar, 1881).

11. Scott, Bill, "The Skill of Communicating” (England; Wildwood House, 1988). 12. White, Edward T, “Presentation Strategy in Architecture” (Arizona;

Architectural Media, Ltd., 1995)

Referensi

Dokumen terkait

Penulisan skripsi yang berjudul “ Etos Kerja Dan Gaya Hidup Pada Masyarakat Slum Area “ di gang Ksatria Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimoon, berawal dari ketertarikan

Pencatatan perkawinan tersebut bertentangan dengan PMA Nomor 19 Tahun 2018 Pasal 6 mengenai Tertib Administrasi Pencatatan Perkawinan, bahwasannya pencatatan dalam

Incapacitated horses, traffic policing and spectator morals in late Victorian London ビクトリア朝後期ロンドンにおける馬問題 光田, 達矢Mitsuda,

Upaya Puskesmas khususnya unit gigi yang bertujuan untuk bisa mewujudkan tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal khususnya

yaitu ada tidaknya pembangkit motivasi belajar, ada tidaknya soal-soal latihan pada setiap akhir bab, dan glosarium dan indeks. Kriteria keempat, dilihat dari kualitasi

Karena fraktur suprakondilitus yang pernah dialami waktu berusia 5 tahun yang menyebabkan dislokasi tulang sehingga mengakibatkan valgus deformitas sehingga  pada saat

Pada pengukuran produktivitas mengguna- kan metode Objective Matrix (Omax) digunakan 6 kriteria dengan data output yaitu total produk yang dihasilkan, data produk baik, data

Tentunya kesemua merek tersebut memiliki kelebihannya masing masing, untuk merasakannya tentu dibutuhkan kemampuan yang lebih, namun kita sebagai pengguna, tentu cukup