• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN MATRIK KEBIJAKAN PENGELOLAAN SU (6)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAMPIRAN MATRIK KEBIJAKAN PENGELOLAAN SU (6)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR ... TAHUN 2015

TENTANG

KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

MATRIK KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

DAERAH

B. KEBIJAKAN KONSERVASI SUMBER DAYA AIR

NO KEBIJAKAN DAN STRATEGI TARGETWAKTU SKPD/LEMBAGATERKAIT UNTUK IMPLEMENTASINYAURAIAN KEGIATAN KETERANGAN

1 2 3 4 5 6

1. Peningkatan Upaya Perlindungan Dan Pelestarian Sumber Air

a. memelihara daerah tangkapan air dan menjaga kelangsungan fungsi resapan air berdasarkan rencana pengelolaan SDA pada suatu wilayah sungai oleh semua pemangku kepentingan, yang meliputi sub-sub program

1)meningkatkan pengendalian budi daya pertanian terutama di daerah hulu sesuai dengan kemiringan lahan dan kaidah konservasi tanah dan air

terus menerus

1)Dinas PU-P & ESDM

2)Dishutbun;

3)Dinas Pertanian;

4)BKPP

1)melaksanakan pembinaan pada petani dan masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu dalam pengendalian budi daya pertanian; 2)melaksanakan pembinaan dan

penyuluhan kepada masyarakat di kawasan hutan dan sekitarnya;

3)melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat untuk melaksanakan budidaya pertanian sesuai dengan kaidah konservasi tanah dan air pada kawasan yang menjadi kewenangan Daerah; dan 4)melaksanakan pencegahan dan

pembinaan kepada masyarakat di dalam dan sekitar hutan dalam budidaya pertanian lahan kering yang tidak sesuai dengan kaidah

OUTPUT:

1)terlaksananya pembinaan pada petani dan masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu dalam pengendalian budi daya pertanian; 2)terlaksananya pembinaan dan

penyuluhan kepada masyarakat di kawasan hutan dan sekitarnya;

3)terlaksananya pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat untuk melaksanakan budidaya pertanian sesuai dengan kaidah konservasi tanah dan air pada kawasan yang menjadi kewenangan Daerah; dan

(2)

1 2 3 4 5 6

konservasi;

5)melaksanakan koordinasi

penyelenggaraan penyuluhan

budidaya pertanian lahan kering yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi;

5)terlaksananya koordinasi

penyelenggaraan penyuluhan

OUTCOMES:

terwujudnya peningkatan budidaya pertanian sesuai dengan kaidah konservasi tanah dan air

2)meningkatkan tampungan air dengan membangun lebih banyak

1) menyampaikan masukan untuk penyusunan pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan kepada Pemerintah;

2) melaksanakan sosialisasi pedoman teknis pembuatan sumur resapan; 3) melaksanakan pemantauan dan

evaluasi efektifitas sumur resapan; 4) menyampaikan masukan untuk

penyusunan pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan;

OUTPUT:

1) tersampaikannya masukan utk penyusunan pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan;

2) terlaksananya sosialisasi pedoman teknis pembuatan sumur resapan;

3) terlaksananya pemantauan dan evaluasi efektifitas sumur resapan;

4) tersampaikannya masukan untuk penyusunan pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan;

5) melaksanakan sosialisasi pedoman teknis pembuatan sumur resapan;

6) melaksanakan pemantauan dan

evaluasi efektifitas sumur resapan;

7) meningkatkan pembangunan

waduk, embung dan telaga sebagai upaya pengawetan air;

8) mencantumkan ruang terbuka hijau dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

9) mengoordinasikan dan

mensinergikan penyusunan rencana pembangunan terkait dengan pengembangan tampungan air; 10) melaksanakan model percontohan

pembangunan sumur resapan dan

5) terlaksananya sosialisasi pedoman teknis pembuatan sumur resapan;

6) terlaksananya pemantauan dan evaluasi efektifitas sumur resapan;

7) meningkatnya pembangunan

waduk, embung dan telaga sebagai upaya pengawetan air;

8) termuatnya ruang terbuka hijau dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

9) terlaksananya koordinasi dan sinergi penyusunan rencana pembangunan terkait dengan pengembangan tampungan air;

10)terlaksananya model percontohan pembangunan sumur resapan dan penanaman pohon;

11)terlaksananya pengembangan

embung, dam parit, dan sumur resapan;

(3)

1 2 3 4 5 6

berupa pembangunan dam

pengendali, sumur resapan, biopori, dan parit buntu (rorak);

13) menyusun dan menetapkan pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan guna meningkatkan potensi air tanah; dan;

14) membangun kolam retensi, embung dan ruang terbuka hijau pada kawasan rawan kekeringan dan banjir;

15) melaksanakan pembangunan sarana tampungan air;

berupa pembangunan dam

pengendali, sumur resapan, biopori, dan parit buntu (rorak);

13)ditetapkannya pedoman teknis pembuatan sumur imbuhan guna meningkatkan potensi air tanah; dan

14)terbangunnya kolam retensi, embung dan ruang terbuka hijau pada kawasan rawan kekeringan dan banjir;

15)terlaksananya pembangunan sarana tampungan air;

OUTCOMES:

terwujudnya peningkatan tampungan

air guna

mendukung konservasi SDA

3)mengendalikan alih fungsi lahan untuk mencegah penurunan fungsi resapan air dari pembangunan permukiman, perkotaan dan industri

terus

menerus 1)2) BLH;Dinas Pertanian;

3) BKPRD;

4) Biro Ekonomi

5) BKPP

1)melaksanakan pembinaan teknis dalam mencegah penurunan fungsi resapan air;

2)melaksanakan pembinaan teknis dalam mencegah penurunan fungsi resapan air;

3)melaksanakan sosialisasi tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan kepada instansi pemerintah, satuan kerja Perangkat Daerah dan/atau masyarakat;

OUTPUT:

1)terlaksananya pembinaan teknis dalam mencegah penurunan fungsi resapan air;

2)terlaksananya pembinaan teknis dalam mencegah penurunan fungsi resapan air;

3)terlaksananya sosialisasi ttg

perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan kepada instansi

6) BPN;

7) Biro Hukum

4)melaksanakan percepatan

pembentukan produk hukum daerah turunan dari Peraturan Daerah tntang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

5)melaksanakan pemantauan dan evaluasi penerapan pelaksanaan

Peraturan Daerah tntang

Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

6)mencegah alih fungsi lahan dengan

pemerintah, satuan kerja Perangkat Daerah dan/atau masyarakat;

4)terlaksananya percepatan

pembentukan produk hukum daerah turunan dari Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

5)terlaksananya pemantauan dan evaluasi penerapan pelaksanaan

Peraturan Daerah tntang

(4)

1 2 3 4 5 6

tidak memberikan ijin pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang wilayah yang ditetapkan;

7)melaksanakan koordinasi pencegahan pengendalian masalah pangan akibat penurunan ketersediaan pangan;

Berkelanjutan;

6)terjaganya alih fungsi lahan dngan tidak memberikan ijin pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang yg ditetapkan;

7)terlaksananya koordinasi pencegahan pengendalian masalah pangan akibat penurunan ketersediaan pangan

OUTCOMES:

terwujudnya pengendalian alih fungsi lahan untuk mencegah penurunan fungsi resapan air dari pembangunan permukiman, perkotaan dan industri

4)menentukan zona imbuhan dan zona pengambilan air tanah yang hasilnya dapat di akses oleh masyarakat dan sebagai salah satu

dasar penyusunan atau

penyempurnaan rencana tata ruang wilayah Daerah

dua tahun setelah Peratura

n Daerah tentang Cekunga

n Air Tanah Yogyakar

ta-Sleman ditetapk

an

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)Dishutbun; 3)BLH; 4)BAPPEDA; 5)Dinas

Pertanahan & TR

1)menyusun pedoman tentang

penetapan kawasan lindung air tanah;

2)menyusun pedoman tentang

penentuan dan penetapan zona konservasi air tanah;

3)memetakan dan menetapkan serta mensosialisasikan zona imbuhan air tanah dan zona pengambilan air tanah pada cekungan air tanah Di Daerah; dan

4)menetapkan zona imbuhan dan zona pengambilan air tanah di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah

OUTPUT:

1)tersusunnya pedoman tentang penetapan kawasan lindung air tanah;

2)tersusunnya pedoman tentang

penentuan dan penetapan zona konservasi air tanah;

3)terlaksananya pemetaan dan penetapan serta terlaksananya sosialisasi zona imbuhan air tanah dan zona pengambilan air tanah pada cekungan air tanah Di Daerah; dan 4)penetapan zona imbuhan dan zona

pengambilan air tanah di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah

OUTCOMES:

terwujudnya penentuan zona imbuhan dan zona pengambilan air tanah yang dapat diakses oleh masyarakat dan sebagai salah satu dasar penyusunan atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah Daerah

(5)

1 2 3 4 5 6

dan lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan secara partisipatif dan terpadu

tahun

2)Dishutbun konservasi untuk mendukung

rehabilitasi dan konservasi lahan; 2)melaksanakan rehabilitasi hutan dan

lahan secara partisipatif pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai kewenangan Daerah; dan

3)melaksanakan sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat untuk pemanfaatan lahan terbuka dan pekarangan berbasis konservasi air;

1)terlaksananya pembinaan usaha tani konservasi untuk mendukung rehabilitasi dan konservasi lahan; 2)terlaksananya rehabilitasi hutan dan

lahan secara partisipatif pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai kewenangan Daerah; dan

3)terlaksananya sosialisasi & pemberdayaan kepada masyarakat untuk pemanfaatan lahan terbuka dan pekarangan berbasis konservasi air

OUTCOMES:

berkurangnya lahan kritis pada Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui pelaksanaan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan secara

menerus 1)DinasPertanahan & TR 2)Dishutbun

1)melaksanakan analisis kebutuhan luas daerah tangkapan dan resapan air dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

2)melaksanakan tata batas dan pengukuhan kawasan hutan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

3)melaksanakan reboisasi dan

rehabilitasi hutan dan lahan untuk memenuhi luas kawasan hutan minimal dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS);

4)menetapkan dan menjaga tata batas, reboisasi dan rehabilitasi serta program sosial ekonomi masyarakat

sekitar hutan, untuk

mempertahankan luas kawasan hutan; dan

5)Melaksanakan ketetapan untuk mempertahankan luas kawasan hutan minimal sesuai peraturan perundang-undangan

OUTPUT:

1)terlaksananya analisis kebutuhan luas daerah tangkapan dan resapan air dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

2)terlaksananya tata batas dan pengukuhan kawasan hutan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah;

3)terlaksananya melaksanakan

reboisasi dan rehabilitasi hutan dan lahan untuk memenuhi luas kawasan hutan minimal dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS);

4)ditetapkan dan terjaganya tata batas, reboisasi dan rehabilitasi serta program sosial ekonomi masyarakat

sekitar hutan, untuk

mempertahankan luas kawasan hutan;

(6)

perundang-1 2 3 4 5 6

undangan

OUTCOMES:

terwujudnya kawasan hutan minimal dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan sebaran yg proporsional untuk menjamin keseimbangan tata air dan lingkungan

7)menambah luas kawasan hutan dan penutupan vegetasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mempunyai luas kawasan hutan dengan fungsi optimal kurang dari 30% (tiga puluh per seratus)

terus

menerus 1)2)Dishutbun;Dinas Pertanian;

3)BLH

1)melaksanakan inventarisasi luas kawasan hutan dan penutupan vegetasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS);

2)memfasilitasi pengembangan hutan rakyat dan penghijauan untuk menambah luas hutan;

3)melaksanakan reboisasi dan

rehabilitasi hutan dan lahan;

4)melaksanakan optimasi pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman keras;

5)melaksanakan penambahan luas kawasan hutan dan penutupan vegetasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai kewenangan Daerah; dan

6)melaksanakan peningkatan tutupan vegetasi pada tanah kas desa melalui program Wana Desa

OUTPUT:

1)terlaksananya inventarisasi luas kawasan hutan dan penutupan vegetasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS);

2)terfasilitasi pengembangan hutan rakyat dan penghijauan untuk menambah luas hutan;

3)terlaksananya reboisasi dan

rehabilitasi hutan dan lahan;

4)terlaksananya optimasi pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman keras;

5)terlaksananya penambahan luas kawasan hutan dan penutupan vegetasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai kewenangan Daerah; dan

6)terlaksananya peningkatan tutupan vegetasi pada tanah kas desa melalui program Wana Desa

OUTCOMES:

terwujudnya kawasan hutan dan penutupan vegetasi minimal 30% (tiga puluh per seratus) pada pada Daerah Aliran Sungai (DAS)

(7)

1 2 3 4 5 6

meliputi sub-sub program:

1)meningkatkan perlindungan & pelestarian seluruh sumber air melalui pencegahan, pengaturan, dan pengendalian terhadap

pelaksanaan kegiatan

1) menyusun penetapan sempadan sumber air dan pemanfaatan ruangnya;

2) melaksanakan penertiban dan pengawasan penggunaan sempadan sumber air bekerja sama dengan Pemerintah;

3) membangun prasarana pelindung sempadan sumber air pada lokasi

pengendalian pencemaran air pada sumber air dari kegiatan

OUTPUT:

1) tersusunnya penetapan sempadan sumber air dan pemanfaatan ruangnya;

2) terlaksananya penertiban dan pengawasan penggunaan sempadan sumber air;

3) tersedianya prasarana pelindung sempadan sumber air pada lokasi yang memerlukan;

4) meningkatnya kepedulian

masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air; sub-sub kegiatan yang meliputi:

dari keg. industri dan komersial lainnya, kegiatan usaha skala kecil, domestik dan jasa melalui sub-sub kegiatan yang meiputi:

5.1)menyediakan informasi daya tampung beban pencemaran sungai;

5.2)menyusun baku mutu air limbah berbagai jenis usaha dan/atau industri, prasarana dan jasa;

5.4)melaksanakan pengawasan,

pembinaan dan pengendalian pencemaran air terhadap usaha dan/atau kegiatan industri, prasarana dan jasa; dan

5.5)mengembangkan percontohan pengendalian pencemaran air; 6) meningkatkan pembinaan terhadap

5.1) tersedianya informasi daya tampung beban pencemaran sungai;

5.2) tersusunnya baku mutu air limbah berbagai jenis usaha dan/atau kegiatan industri, prasarana dan jasa;

5.3) tersusunnya pedoman teknis perijinan pengelolaan air limbah dari usaha dan/atau kegiatan industri, prasarana dan jasa;

5.4) trlaksananya pengawasan,

pembinaan dan pengendalian pencemaran air terhadap usaha dan/atau kegiatan industri, prasarana dan jasa; dan

5.5) terlaksananya pengembangan

percontohan pengendalian

(8)

1 2 3 4 5 6

kegiatan usaha tani sesuai kaidah konservasi untuk melindungi sumber air pada lahan pertanian;

7) melaksanakan strategi sanitasi total brbasis msyarakat kepada para pemangku kepentingan;

8) meningkatkan pengawasan

terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik pada sumber air serta pemanfaatan sumber air dan lahan di kawasan hutan lindung; 9) melaksanakan rehabilitasi hutan dan

lahan;

10) memberi masukan terhadap pengaturan pemanfaatan air dan energi air pada kawasan hutan yang memiliki fungsi lindung;

11) menyusun pedoman pengelolaan sempadan mata air serta kawasan lindung imbuhan air tanah; dan 12) melaksanakan koordinasi dengan

Pemerintah dan/atau Pemerintah Kabupaten/Kota yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam pengelolaan sempadan mata air dan pengelolaan kawasan lindung imbuhan air tanah

6) meningkatnya pembinaan terhadap kegiatan usaha tani sesuai kaidah konservasi untuk melindungi sumber air pada lahan pertanian;

7) terlaksananya strategi sanitasi total berbasis masyarakat kepada para pemangku kepentingan;

8) meningkatnya pengawasan

terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik pada sumber air serta pemanfaatan sumber air dan lahan di kawasan hutan lindung; 9) terlaksananya rehabilitasi hutan dan

lahan;

10) tersampaikannya masukan terhadap pengaturan pemanfaatan air dan energi air pada kawasan hutan yang memiliki fungsi lindung;

11) tersusunnya pedoman pengelolaan sempadan mata air serta kawasan lindung imbuhan air tanah; dan 12) terlaksananya koordinasi dgn

Pemerintah dan/atau Pemerintah Kabupaten/Kota yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam pengelolaan sempadan mata air dan pengelolaan kawasan lindung imbuhan air tanah

OUTCOMES:

terwujudnya perlindungan dan

pelestarian seluruh sumber air melalui pencegahan, pengaturan, dan

pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik pada sumber air, pemanfaatan sumber air dan lahan, terutama yang berada di kawasan permukiman

2)meningkatkan pengendalian izin

(9)

1 2 3 4 5 6

kawasan lindung sumber air dan hutan lindung

2)BLH;

3)Dishutbun

penambangan pada kawasan lindung sumber air;

2)melaksanakan pengawasan dan evaluasi penerapan izin lingkungan terhadap kegiatan penambangan

1)terlaksananya penyusunan

rekomendasi teknis untuk perizinan penambangan pada kawasan lindung sumber air;

pada kawasan lindung sumber air dan hutan lindung;

3)meningkatkan pengendalian terhadap penggunaan hutan lindung;

4)melaksanakan inventarisasi dan evaluasi kegiatan penambangan pada kawasan lindung sumber air dan hutan lindung;

5)mengatur mengenai penetapan izin

penambangan brdasarkan

rekomendasi teknis sesuai

kewenangan Daerah; dan

6)melaksanakan pengawasan

pelaksanaan kegiatan penambangan pada kawasan lindung sumber air sesuai kewenangan Daerah

2)terlaksananya pengawasan dan evaluasi penerapan izin lingkungan terhadap kegiatan penambangan pada kawasan lindung sumber air dan hutan lindung;

3)meningkatnya pengendalian terhadap penggunaan hutan lindung;

4)terlaksananya inventarisasi dan evaluasi kegiatan penambangan pada kawasan lindung sumber air dan hutan lindung;

5)adanya aturan mengenai penetapan

izin penambangan berdasarkan

rekomendasi teknis sesuai

kewenangan Daerah; dan

6)terlaksananya pengawasan

pelaksanaan kegiatan penambangan pada kawasan lindung sumber air sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

terwujudnya penggunaan kawasan lindung sumber air dan hutan lindung

sesuai dengan fungsi dan

peruntukannya

3)menetapkan dan menata ulang daerah sempadan sumber air terutama pada kawasan perkotaan dan mengatur penggunaannya

untuk mengamankan dan

mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana SDA melalui produk hukum daerah

dua

1)melaksanakan kajian untuk penataan daerah sempadan sumber air, terutama pada kawasan perkotaan; 2)melaksanakan penataan ulang daerah

sempadan sumber air, terutama pada kawasan perkotaan; dan

3)menetapkan produk hukum daerah tentang sempadan sumber air sesuai kewenangan Daerah

OUTPUT:

1)terlaksananya kajian untuk penataan daerah sempadan sumber air, terutama pada kawasan perkotaan; 2)terlaksananya penataan ulang daerah

sempadan sumber air, terutama pada kawasan perkotaan; dan

(10)

1 2 3 4 5 6

OUTCOMES:

tertatanya daerah sempadan sumber air, terutama pada kawasan perkotaan

4)meningkatkan kapasitas resapan air melalui produk hukum daerah pengembangan kawasan, berupa penerapan persyaratan pembuatan kolam penampungan, sumur resapan, atau berbagai teknologi resapan air

dua tahun setelah Kebijaka

n Pengelol aan SDA Daerah

di tetapkan

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)BLH;

1)menyusun dan menetapkan produk

hukum daerah tentang

pengembangan kawasan yang

memperhatikan peningkatan

kapasitas resapan air;

2)menyebarluaskan informasi mengenai kebutuhan kawasan yang berfungsi sebagai resapan air berdasarkan pola pengelolaan SDA;

3)melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap aspek lingkungan hidup dalam pembuatan kolam penampungan, sumur resapan, atau berbagai teknologi resapan air dalam pengembangan kawasan;

4)melaksanakan koordinasi dengan

instansi Pemerintah yang

membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam peningkatan kapasitas resapan air, khususnya di kawasan lindung imbuhan air tanah

OUTPUT:

1)tersusunnya dan ditetapkannya produk hukum daerah tentang pengembangan kawasan yang

memperhatikan peningkatan

kapasitas resapan air;

2)tersebarluaskannya informasi

mengenai kebutuhan kawasan yang berfungsi sebagai resapan air berdasarkan pola pengelolaan SDA; 3)terlaksananya pemantauan dan

evaluasi terhadap aspek lingkungan hidup dalam pembuatan kolam penampungan, sumur resapan, atau berbagai teknologi resapan air dalam pengembangan kawasan;

4)terlaksananya melaksanakan

koordinasi dengan instansi

Pemerintah yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam peningkatan kapasitas resapan air, khususnya di kawasan lindung imbuhan air tanah

OUTCOMES:

terwujudnya peningkatan kapasitas resapan air melalui produk hukum daerah pengembangan kawasan, berupa penerapan persyaratan pembuatan kolam penampungan, sumur resapan, atau berbagai teknologi resapan air

(11)

1 2 3 4 5 6 ketentuan zona pemanfaatan sumber air

1)melaksanakan penertiban dan pengawasan pemanfaatan sumber air bekerja sama dengan Pemerintah; 2)melaksanakan pemantauan dan

evaluasi kegiatan penertiban dan pengawasan pemanfaatan sumber air sesuai kewenangan Daerah; dan

OUTPUT:

1)terlaksananya penertiban dan pengawasan pemanfaatan sumber air bekerja sama dengan Pemerintah; 2)terlaksananya pemantauan dan

evaluasi kegiatan penertiban dan pengawasan pemanfaatan sumber air sesuai kewenangan Daerah; dan

3)menetapkan dan menerapkan produk hukum daerah tentang pengendalian pemanfaatan sumber air sesuai kewenangan Daerah

3)ditetapkan dan menerapkannya produk hukum daerah tentang pengendalian pemanfaatan sumber air sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

terkendalinya pemanfaatan sumber air yang sesuai dgn ketentuan zona pemanfaatannya

2)menetapkan produk hukum daerah

yang mewajibkan semua

pengembang kawasan untuk menyediakan dan mengoperasikan prasarana dan sarana sanitasi agar

tidak menambah beban

pencemaran di kawasan hilir

dua menyediakan dan mengoperasikan sarana prasarana sanitasi sesuai kewenangan Daerah;

2)menyusun produk hukum daerah di bidang kesehatan lingkungan;

3)menetapkan pedoman pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat; 4)melaksanakan sosialisasi pedoman

pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat kepada pengembang kawasan pemukiman

OUTPUT:

1)tersusunnya dan ditetapkannya produk hukum daerah yang mewajibkan semua pengembang

kawasan utk

menyediakan&mengoperasikan

sarana prasarana sanitasi sesuai kewenangan Daerah;

2)tersusunnya produk hukum daerah di bidang kesehatan lingkungan;

3)ditetapkannya pedoman pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat; 4)terlaksananya sosialisasi pedoman

(12)

1 2 3 4 5 6

OUTCOMES:

terwujudnya penyediaan dan

pengoperasian sarana prasarana sanitasi oleh pengembang kawasan agar tidak menambah beban pencemaran di kawasan hilir berdasarkan produk hukum daerah yang ditetapkan

2. Peningkatan Upaya Pengawetan Air

a. meningkatkan upaya penyimpanan air yang berlebih di musim hujan, yang meliputi sub-sub program: 1)meningkatkan dan memelihara

keberadaan sumber air dan ketersediaan air sesuai dengan fungsi dan manfaatnya, melalui pemeliharaan dan pembangunan waduk dan embung

terus

menerus 1)Dinas PU-P &ESDM;

2)Dinas Pertanian;

3)BKPP

1)melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kegiatan pemeliharaan waduk dan embung sesuai dengan pedoman;

2)menyelenggarakan rapat koordinasi dalam operasi dan pemeliharaan prasarana SDA;

OUTPUT:

1)trlaksananya pembangunan dan meningkatkan kegiatan pemeliharaan waduk dan embung sesuai dengan pedoman;

2)terselenggaranya rapat koordinasi dalam operasi dan pemeliharaan prasarana SDA

3)melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap peningkatan dan pemeliharaan sumber air sesuai kewenangan Daerah;

4)meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian melalui pembangunan embung;

5)melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan di daerah tangkapan air waduk, embung, dan cekungan air tanah; 6)melaksanakan pembangunan serta

pemeliharaan waduk dan embung untuk meningkatkan ketersediaan air; 7)melaksanakan koordinasi penyuluh

3)terlaksananya pemantauan dan evaluasi terhadap peningkatan dan pemeliharaan sumber air sesuai kewenangan Daerah;

4)meningkatnya ketersediaan air utk pertanian melalui pembangunan embung;

5)terlaksananya rehabilitasi hutan dan lahan di daerah tangkapan air waduk, embung, dan cekungan air tanah; 6)terlaksananya pembangunan serta

(13)

1 2 3 4 5 6

OUTCOMES:

meningkatnya dan terpeliharanya keberadaan sumber air dan ketersediaan air sesuai dengan fungsi dan manfaatnya, melalui pemeliharaan dan pembangunan waduk dan embung

2)menjaga dan melindungi

keberadaan dan fungsi serta merehabilitasi penampung air, baik alami maupun buatan, antara lain seperti: saluran irigasi, waduk, embung serta cekungan air tanah

terus menerus

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)BLH

3)Dinas Pertanian;

1)melaksanakan identifikasi keberadaan dan evaluasi fungsi tampungan air; 2)melaksanakan rehabilitasi tampungan

air yang telah mengalami penurunan fungsi;

OUTPUT:

1)terlaksananya identifikasi keberadaan dan evaluasi fungsi tampungan air;

3)melaksanakan pengawasan dalam upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan di daerah tangkapan air danau, rawa, waduk dan embung serta cekungan air tanah yang mengalami kerusakan;

4)melaksanakan pembinaan dalam menjaga dan melindungi embung yang dikelola oleh petani;

5)melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan di daerah tangkapan air waduk, embung, dan cekungan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

6)melaksanakan pemantauan kuantitas dan kualitas air tanah pada cekungan air tanah Di Daerah;

7)menyusun dan melaksanakan

pedoman penetapan zona

perlindungan air tanah di kawasan pemanfaatan air tanah

2)terlaksananya rehabilitasi tampungan air yang telah mengalami penurunan fungsi;

3)terlaksananya pengawasan dalam upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan di daerah tangkapan air danau, rawa, waduk dan embung serta cekungan air tanah yang mengalami kerusakan;

4)terlaksananya pembinaan dalam menjaga dan melindungi embung yang dikelola oleh petani;

5)terlaksananya rehabilitasi hutan dan lahan di daerah tangkapan air waduk, embung, dan cekungan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

6)terlaksananya pemantauan kuantitas dan kualitas air tanah pada cekungan air tanah Di Daerah;

7)tersusunnya dan terlaksananya

pedoman penetapan zona

perlindungan air tanah di kawasan pemanfaatan air tanah

8)melaksanakan penertiban dan

(14)

1 2 3 4 5 6

sesuai kewenangan Daerah; dan 9)melaksanakan rehabilitasi sumber air

buatan dan alami yang telah mengalami penurunan fungsi sesuai kewenangan Daerah

sesuai kewenangan Daerah; dan

9)terlaksananya rehabilitasi sumber air buatan dan alami yang telah mengalami penurunan fungsi sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

terjaga dan terlindunginya keberadaan dan fungsi serta terehabilitasinya penampung air, baik alami maupun buatan

3)meningkatkan pemanenan air hujan melalui pembangunan dan pemeliharaan penampung air hujan

terus menerus

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)BLH

1)memfasilitasi pembangunan dan pemeliharaan bangunan penampung air untuk memanen air hujan;

2)melaksanakan upaya replikasi percontohan peningkatan konservasi air melalui pembangunan sumur resapan;

3)meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian melalui pembangunan embung; dan

4)melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan bangunan penampung air dalam rangka memanen air hujan sesuai kewenangan Daerah

OUTPUT:

1)terfasilitasinya pembangunan dan pemeliharaan bangunan penampung air untuk memanen air hujan;

2)terlaksananya upaya replikasi percontohan peningkatan konservasi air melalui pembangunan sumur resapan;

3)meningkatnya ketersediaan air untuk pertanian melalui pembangunan embung; dan

4)terlaksananya pembangunan dan pemeliharaan bangunan penampung air dalam rangka memanen air hujan sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

meningkatnya ketersediaan air terutama pada musim kemarau melalui pembangunan dan pemeliharaan penampung air hujan

4)melaksanakan sosialisasi mengenai pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha

terus menerus

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)BLH;

3)Dinas

Perindustrian

1)melaksanakan sosialisasi pedoman pemanfaatan air hujan dalam upaya pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha;

2)melaksanakan sosialisasi pedoman teknis kawasan industri tentang kewajiban mengalokasikan ruang terbuka hijau untuk pengawetan air;

OUTPUT:

1)terlaksananya sosialisasi pedoman pemanfaatan air hujan dalam upaya pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha;

(15)

1 2 3 4 5 6

dan

3)melaksanakan sosialisasi mengenai pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha terkait air tanah;

terbuka hijau untuk pengawetan air; dan

3)terlaksananya sosialisasi mengenai pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha terkait air tanah

OUTCOMES:

terlaksananya pengawetan air oleh masyarakat dan dunia usaha

b. meningkatkan upaya penghematan air dan pengendalian penggunaan air tanah, yang meliputi sub-sub program:

1)menciptakan sistem insentif dan disinsentif melalui skema tarif progresif kepada pemanfaat air

tiga tahun setelah Kebijaka

n Pengelol aan SDA Daerah

di tetapkan

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)DPPKA

3)Biro Hukum

1)melaksanakan sosialisasi tentang pedoman penetapan tarif progresif penggunaan air; dan

2)menyusun dan menetapkan serta melaksanakan sosialisasi produk hukum daerah tentang sistem tarif progresif dalam penggunaan air sesuai kewenangan Daerah

OUTPUT:

1)terlaksananya sosialisasi tentang pedoman penetapan tarif progresif penggunaan air;

2)ditetapkannya dan terlaksananya sosialisasi produk hukum daerah tentang sistem tarif progresif dalam penggunaan air sesuai kewenangan Daerah;

OUTCOMES:

terciptanya sistem insentif & disinsentif melalui skema tarif progresif kepada pemanfaat air

2)mendorong penggunaan teknologi daur ulang air limbah untuk memanfaatkan kembali air daur ulang menjadi air baku

terus

menerus 1)Dinas PU-P &ESDM;

2)BLH;

3)Dinas Kesehatan;

4)Dinas

Perindustrian

1)memberikan penghargaan kepedulian

lingkungan terhadap upaya

penggunaan teknologi daur ulang air limbah;

2)melaksanakan sosialisasi penggunaan teknologi mengurangi (reduce), penggunaan ulang (reuse) dan daur ulang (recycle) dalam pengelolaan air limbah rumah tangga dan fasilitas pelayanan kesehatan;

OUTPUT:

1)diterimanya penghargaan kepedulian

lingkungan terhadap upaya

penggunaan teknologi daur ulang air limbah;

(16)

1 2 3 4 5 6

3)memberikan penghargaan kepada pelaku industri yang menerapkan teknologi daur ulang air limbah sebagai bagian dari pengembangan industri hijau;

4)melaksanakan sosialisasi tentang teknologi daur ulang; dan

5)menyusun dan menetapkan produk hukum daerah tentang insentif untuk mendorong penerapan teknologi daur ulang

rumah tangga dan fasilitas pelayanan kesehatan;

3)diterimanya penghargaan kepada pelaku industri yang menerapkan teknologi daur ulang air limbah sebagai bagian dari pengembangan industri hijau;

4)terlaksananya sosialisasi tentang teknologi daur ulang; dan

5)ditetapkan produk hukum daerah tentang insentif untuk mendorong penerapan teknologi daur ulang

OUTCOMES:

meningkatnya penggunaan teknologi daur ulang air limbah untuk memanfaatkan kembali air daur ulang menjadi air baku

3)mendorong pengembangan dan penerapan teknologi hemat air untuk pertanian, rumah tangga, perkotaan dan industri

terus

menerus 1)Dinas PU-P &ESDM;

2)BLH;

3)Dinas

Perindustrian;

4)Dinas Pertanian

1)menyediakan insentif kepada pengguna air yang menerapkan teknologi hemat air;

2)memberikan penghargaan kepedulian

lingkungan terhadap upaya

penggunaan teknologi hemat air;

3)memberikan penghargaan kepedulian lingkungan terkait penerapan teknologi hemat air;

4)memberikan penghargaan kepada pelaku industri yang menerapkan teknologi hemat air sebagai bagian dari pengembangan industri hijau;

5)meningkatkan pembinaan kepada petani dalam penerapan teknologi hemat air pada budidaya tanaman melalui SLI, SRI, dan SLPTT;

6)melaksanakan sosialisasi

bekerjasama dengan instansi Pemerintah yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam

OUTPUT:

1)tersedianya insentif kepada pengguna air yang menerapkan teknologi hemat air;

2)diterimanya penghargaan kepedulian

lingkungan terhadap upaya

penggunaan teknologi hemat air; 3)diterimanya penghargaan kepedulian

lingkungan terkait penerapan teknologi hemat air;

4)diterimanya penghargaan kepada pelaku industri yang menerapkan teknologi hemat air sebagai bagian dari pengembangan industri hijau; 5)meningkatnya pembinaan kepada

petani dalam penerapan teknologi hemat air pada budidaya tanaman melalui SLI, SRI, dan SLPTT;

(17)

1 2 3 4 5 6

penerapan teknologi hemat air bagi penggunaan air tanah;

7)melaksanakan sosialisasi tentang teknologi hemat air; dan

8)menetapkan produk hukum daerah tentang insentif untuk mendorong penerapan teknologi hemat air

membidangi Energi Sumber Daya Mineral dalam penerapan teknologi hemat air bagi penggunaan air tanah; 7)terlaksananya sosialisasi tentang

teknologi hemat air; dan

8)ditetapkan produk hukum daerah tentang insentif untuk mendorong penerapan teknologi hemat air

OUTCOMES:

terwujudnya pengembangan dan

penerapan teknologi

hemat air untuk pertanian, rumah tangga, perkotaan dan industri

4)mengendalikan pengambilan air tanah pada cekungan air tanah Di

Daerahdengan membatasi

pengambilan sesuai kapasitas spesifik

terus

menerus Dinas PU-P &ESDM 1)meningkatkan penyediaan prasaranapendaya gunaan air permukaan utk mengurangi penggunaan air tanah;

2)menetapkan zona konservasi air tanah sebagai dasar pemberian rekomendasi teknis penggunaan air tanah pada cekungan air tanah di Daerah; dan

3)melaksanakan pengendalian

pelaksanaan perizinan pengambilan air tanah pada cekungan air tanah di Daerah

OUTPUT:

1)meningkatnya penyediaan prasarana pendaya gunaan air permukaan utk mengurangi penggunaan air tanah; 2)ditetapkan zona konservasi air tanah

sebagai dasar pemberian

rekomendasi teknis penggunaan air tanah pada cekungan air tanah di Daerah; dan

3)terlaksananya pengendalian

pelaksanaan perizinan pengambilan air tanah pada cekungan air tanah di Daerah

OUTCOMES:

Terkendalinya pengambilan air tanah pada cekungan air tanah di Daerah dangan membatasi pengambilan sesuai kapasitas spesifik

5)merehabilitasi dan meningkatkan

(18)

1 2 3 4 5 6

imbuhan air tanah 2)BLH;

3)Dinas Pertanian;

4)BKPP

kawasan imbuhan air tanah;

2)meningkatkan bimbingan teknis kepada petani dalam kegiatan optimasi pemanfaatan lahan;

3)melaksanakan pembangunan sumur resapan dan teknologi resapan air;

4)melaksanakan inventarisasi rinci pada kawasan imbuhan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

5)melaksanakan rehabilitasi dan meningkatkan fungsi lahan sebagai kawasan imbuhan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

6)melaksanakan koordinasi penyuluh

meningkatkan fungsi lahan sebagai kawasan imbuhan air tanah;

2)meningkatnya bimbingan teknis kepada petani dalam kegiatan optimasi pemanfaatan lahan;

3)terlaksananya pembangunan sumur resapan dan teknologi resapan air; 4)terlaksananya inventarisasi rinci pada

kawasan imbuhan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

5)terlaksananya rehabilitasi dan meningkatkan fungsi lahan sebagai kawasan imbuhan air tanah sesuai kewenangan Daerah;

6)terlaksananya koordinasi penyuluh

OUTCOMES:

terwujudnya peningkatan fungsi lahan sebagai kawasan imbuhan air tanah

6)membatasi penggunaan air tanah dengan mengatur ulang alokasi penggunaan air di berbagai sumber air untuk meningkatkan manfaat air baku yang berasal dari air permukaan

tiga tahun setelah Kebijaka

n Pengelol aan SDA Daerah

di tetapkan

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)Biro Hukum

melaksanakan evaluasi produk hukum daerah tentang pemanfaatan air tanah dengan mengutamakan penggunaan air permukaan

OUTPUT:

terlaksanakan evaluasi produk hukum daerah tentang pemanfaatan air tanah dengan mengutamakan penggunaan air permukaan

OUTCOMES:

terkendalinya penggunaan air tanah

dan meningkatnya

pemanfaatan air baku yang berasal dari air permukaan

3. Peningkatan Upaya Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air

a. menetapkan kelas air pada sungai yang ada di Daerah dan menetapkan status tropik pada waduk, dan embung

terus menerus

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)BLH

1)menyampaikan masukan dalam penetapan status tropik pada kelas air pada sungai yng ada di Daerah;

OUTPUT:

(19)

1 2 3 4 5 6

2)melaksanakan pemantauan

penerapan standar kualitas air sesuai peruntukannya;

3)menetapkan kelas air pada sungai yang ada di Daerah; dan

4)menetapkan status tropik pada waduk, dan embung sesuai kewenangan Daerah

2)terlaksananya pemantauan

penerapan standar kualitas air sesuai peruntukannya;

3)ditetapkannya kelas air pada sungai yang ada di Daerah; dan

4)ditetapkannya status tropik pada waduk, dan embung sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

tersedianya kualitas air sesuai dengan peruntukannya

b. meningkatkan dan memulihkan kualitas air pada sumber air dengan melibatkan masyarakat dan dunia

1)mengupayakan dan memantau penerapan standar kualitas air pada sumber air sesuai peruntukan pada daerah yang menjadi kewenangan Daerah;

2)memantau status tropik pada waduk, dan embung sesuai kewenangan Daerah; dan

3)melaksanakan perbaikan kualitas air sesuai dengan kelas air dan status tropik yang ditetapkan

OUTPUT:

1)terlaksananya upaya dan

pemantauan penerapan standar kualitas air pada sumber air sesuai peruntukan pada daerah yang menjadi kewenangan Daerah;

2)terlaksananya pemantauan status tropik pada waduk, dan embung sesuai kewenangan Daerah; dan 3)terlaksananya perbaikan kualitas air

sesuai dengan kelas air dan status tropik yang ditetapkan

OUTCOMES:

terwujudnya peningkatan dan

pemulihan kualitas air pada sumber air sesuai dengan kelas air dan/atau status tropik yang telah ditetapkan

c. menetapkan beban maksimum limbah yang boleh di buang ke sungai dan saluran dari setiap kawasan permukiman dan industri

dua

2)melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap kegiatan dunia usaha dan masyarakat dalam pembuangan limbah ke sungai dan

OUTPUT:

1)ditetapkannya produk hukum daerah tentang beban maksimum limbah yang boleh di buang ke sungai dan saluran dari setiap kawasan permukiman dan industri; dan

(20)

1 2 3 4 5 6

saluran saluran

OUTCOMES:

tersedianya penetapan beban

maksimum limbah yang boleh di buang ke sungai dan saluran dari setiap kawasan permukiman dan industri

d.

membangun

dan

mengoperasikan

sistem

pengelolaan limbah cair

komunal

empat tahun setelah Kebijaka

n Pengelol aan SDA Daerah

di tetapkan

1)BLH;

2)Dinas

Perindustrian

1)membangun & mengoperasikan sistem pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan permukiman, kawasan industri dan/atau di luar kawasan;

2)melaksanakan pemantauan,

pengawasan dan evaluasi terhadap penerapan sistem pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan industri dan/atau di luar kawasan;

3)membangun percontohan dan replikasi model pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan permukiman dan/atau industri skala kecil; dan

4)melaksanakan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri

dalam pembangunan dan

pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan ketentuan perizinan

OUTPUT:

1)terlaksananya pembangunan dan pengoperasian sistem pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan permukiman, kawasan industri dan/atau di luar kawasan;

2)terlaksananya pemantauan,

pengawasan dan evaluasi terhadap penerapan sistem pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan industri dan/atau di luar kawasan;

3)terlaksananya pembangunan

percontohan dan replikasi model pengelolaan limbah cair komunal yang terpusat di kawasan permukiman dan/atau industri skala kecil; dan

4)terlaksananya pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri

dalam pembangunan dan

pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan ketentuan perizinan

OUTCOMES:

terkelolanya limbah cair komunal atau

terpusat di

(21)

1 2 3 4 5 6

e. mengembangkan dan menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk

1)memfasilitasi atau melaksanakan pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk perbaikan kualitas air; dan

1)terfasilitasinya atau terlaksananya pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk perbaikan kualitas air; dan

terwujudnya pengembangan dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk perbaikan kualitas air

f. membangun dan meningkatkan sistem pemantauan limbah sebelum masuk ke dalam sumber air dan sistem pemantauan kualitas air pada sumber air

1)membangun pos pemantauan kualitas air;

2)meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam pemantauan air limbah sebelum masuk sumber air;

3)melaksanakan penguatan kapasitas layanan

OUTPUT:

1)terbangunnya pos pemantauan kualitas air;

2)meningkatnya kapasitas pelaku usaha dalam pemantauan air limbah sebelum masuk sumber air;

SDA sebelum masuk ke sumber air;

5)melaksanakan pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi kualitas air secara periodik pada sumber air sesuai kewenangan Daerah

3)terlaksananya penguatan kapasitas layanan laboratorium uji kualitas air dan lingkungan;

4)terlaksananya sosialisasi peningkatan kemampuan pelaku industri dalam melakukan pemantauan air limbah sebelum masuk ke sumber air;

5)terlaksananya pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi kualitas air secara periodik pada sumber air sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

tersedianya sistem pemantauan limbah dan kualitas air

(22)

1 2 3 4 5 6

karamba atau jaring apung di waduk

atau embung dengan

mempertimbangkan fungsi sumber air dan daya tampung serta daya

dukung sesuai dengan

peruntukannya

menerus ESDM;

2)DKP

tampung dan daya dukung waduk atau embung yang berada di Daerah; 2)melaksanakan penetapan zona

pemanfaatan sumber air dan penertiban budidaya perikanan sesuai dengan penetapan zona;

3)melaksanakan pengawasan dan pengendalian budidaya perikanan pada sumber air yang ada di Daerah dengan cara bekerja sama dengan instansi Pemerintah dan/atau pemerintah Kabupaten/Kota;

4)melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis serta pengawasan dan pengendalian kepada pelaku usaha budidaya perikanan karamba atau jaring apung sesuai peruntukannya;

5)melaksanakan pengawasan dan pengendalian budi

1)terlaksananya kajian tentang daya tampung dan daya dukung waduk atau embung yang berada di Daerah; 2)terlaksananya penetapan zona

pemanfaatan sumber air dan penertiban budidaya perikanan sesuai dengan penetapan zona;

3)terlaksananya pengawasan dan pengendalian budidaya perikanan pada sumber air yang ada di Daerah dengan cara bekerja sama dengan instansi Pemerintah dan/atau pemerintah Kabupaten/Kota;

4)terlaksananya pembinaan dan

bimbingan teknis serta pengawasan dan pengendalian kepada pelaku usaha budidaya perikanan karamba atau jaring apung sesuai peruntukannya;

daya perikanan pada sumber air sesuai kewenangan Daerah; dan 6)melaksanakan penertiban budidaya

perikanan sesuai peruntukan sumber air sesuai kewenangan Daerah

5)terlaksananya pengawasan dan pengendalian budidaya perikanan pada sumber air sesuai kewenangan Daerah; dan

6)terlaksananya penertiban budidaya perikanan sesuai peruntukan sumber air sesuai kewenangan Daerah

OUTCOMES:

terkendalinya budidaya perikanan karamba atau jaring apung di waduk atau embung dgn mempertimbangkan fungsi sumber air dan daya tampung serta daya dukung sesuai dengan peruntukannya

h. memfasilitasi penyediaan sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman yang berada didekat

empat tahun setelah

1)Dinas PU-P & ESDM;

2)Dinas

1)melaksanakan sosialisasi pedoman penyediaan sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman;

OUTPUT:

(23)

1 2 3 4 5 6

dan/atau di atas badan air yang sesuai rencana tata ruang

Kebijaka n Pengelol aan SDA Daerah

di tetapkan

Pertanahan & TR

3)BLH;

4)Dinas Kesehatan

2)membangun percontohan sistem sanitasi komunal di permukiman padat penduduk;

3)memfasilitasi pemicuan perubahan perilaku higienis pada kawasan permukiman di dekat atau di atas badan air; dan

4)menyediakan sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman yang berada di dekat dan/atau di atas badan air

penyediaan sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman;

2)terlaksananya pembangunan

percontohan sistem sanitasi komunal di permukiman padat penduduk; 3)terfasilitasinya pemicuan perubahan

perilaku higienis pada kawasan permukiman di dekat atau di atas badan air; dan

4)tersedianya sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman yang berada di dekat dan/atau di atas badan air

OUTCOMES:

terwujudnya penyediaan sarana sanitasi umum untuk kawasan permukiman yang berada didekat

dan/atau di

Referensi

Dokumen terkait

Budidaya pertanian pada tanah pasiran di kawasan pesisir akan menjumpai kendala yang berkaitan dengan sifat fisik, kimia dan hidrologi tanah, serta iklim yang

Upaya meminimalkan emisi dari dalam tanah perlu dilakukan secara terintegrasi, antara penerapan tatacara budidaya pertanian yang baik, atau yang disini disebut pertanian

Melaksanak an kajian pada kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. Mengidenti fikasi permasalah an budidaya

41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Mengatur hal-hal yang berkenaan dengan resapan air, pembentukan wilayah pengelolaan, wilayah perlindungan dan konservasi berdasarkan

Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Direktorat Konservasi Tanah dan Air adalah Pembinaan Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, Rehabilitasi Lahan Serta Konservasi Tanah dan Air,

Oleh karena itu, orang RokanHilir harus bisa selain menjelaskan tanah adat juga mampu menunjukkan dimana letak kawasan sumber mata air, kawasan tanah pertanian dan

Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Konservasi Sumber Daya Tanah dan

Kepala Seksi Program Konservasi Tanah dan Air pada Sub Direktorat Pemolaan Konservasi Tanah dan Air, Direktorat Konservasi Tanah dan Air, Direktorat Jenderal