• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyek penguatan pengelolaan hutan dan d

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proyek penguatan pengelolaan hutan dan d"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai

Berbasiskan Masyarakat atau

Strengthening Community-Based

Forest and Watershed Management

(SCBFWM)

Buku Pembelajaran (Best Practice) SCBFWM Di Sub DAS Gopgopan Kabupaten Toba Samosir

Narasumber SAFOAN SP, M.MA

Ir. M. KHAIRUL RIZAL, M.Si. Ir. MANOGAR NAPITUPULU MANALUKSUK SIRAIT

Penulis

ISMED RAMADHAN S. Hut, MP

Editor

Ir. M. KHAIRUL RIZAL, M.Si. ISMED RAMADHAN S.Hut, MP

(2)

Ramadhan, I.et al

Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasiskan Masyarakat atauStrengthening Community-Based Forest and Watershed Management(SCBFWM) buku pembelajaran (Best Practice) dari Sub DAS Gopgopan Kabupaten Tobasa Sumatera Utara tahun 2009-2014 by Ismed Ramadhan, Fauzi Harun, Safoan, M.Khairul Rizal, Manogar Napitupulu, Manaluksuk Sirait. Parapat Indonesia, Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan (DITJEN BPDAS-PS) 2014).

ISBN :

Desain & Tata Letak oleh Khairuddin & Ismed Ramadhan

@ 2014 olehStrengthening Community-Based Forest and Watershed Management(SCBFWM) Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang

Dicetak oleh UNSYIAH PRESS

Diterbitkan oleh

N A T U R A L A C E H

LEMBAGA RISET, PELATIHAN & PUBLIKASI PUBLIK

(3)

v

KATA PENGANTAR

Kondisi DAS di Indonesia saat ini dinilai saat memprihatinkan yang ditandai oleh turunnya daya dukung DAS sebagai akibat dari perencanaan dan pola penggunaan lahan yang tidak ramah lingkungan. Turunnya daya dukung DAS dicirikan dengan naiknya frekuensi kejadian banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan kekeringan, yang mengakibatkan terganggunya perekonomian dan tata kehidupan masyarakat. Sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan daya dukung DAS, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2012 tentang pengelolaan daerah aliran sungai.

Atas dasar hal tersebut dan dalam rangka melaksanakan PP no 37 tahun 2012, Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan United Nation Development Programme(UNDP) danGlobal Environment Facillity(GEF) melaksanakan proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat (Strengthening Community Based Forest and Watershed Management, SCBFWM). Proyek ini dilaksanakan pada tahun 2009-2014 dengan lokasi proyek di 6 (enam) DAS, yaitu (1) Sub-DAS Gopgopan, Sumatera Utara, (2) Sub-DAS Way Besai, Lampung, (3) Sub-DAS Tulis, Jawa Tengah, (4) Sub-DAS Miu, Sulawesi Tengah, (5) Sub-DAS Jongkok, Nusa Tenggara Barat, (6) Sub-DAS Besiam, Nusa Tenggara Timur. Setiap lokasi proyek tersebut memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing yang menjadi pengalaman pengelolaannya menjadi cukup beragam.

(4)

kehutanan. Kegiatan dan pembelajaran tersebut antara lain kegiatan penanaman pohon baik di areal hutan maupun lahan masyarakat, konservasi tanah dan air, pengembangan hasil hutan bukan kayu, ekoturism, pengelolaan dan pengadaan air bersih berbasis masyarakat, pengembangan silvopasture, pelatihan dan pendampingan masyarakat serta peningkatan koordinasi parapihak pada berbagai tingkatan.

Pembelajaran dari Sub-DAS Gopgopan Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara ini diharapkan memberikan inspirasi tentang model pengelolaan DAS dengan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama. Atas dasar hal tersebut, Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Perhutanan Sosial (PEPDAS), Ditjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDAS-PS), Kementerian Kehutanan mempublikasikan buku ini untuk dijadikan sebagai wahana saling tukar menukar informasi kepada berbagai pemangku kepentingan sehingga dapat menjangkau parapihak yang lebih luas baik dari pemerintah, swasta maupun kalangan akademisi.

Atas selesainya buku ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penulisannya. Semoga buku ini menjadi pembelajaran dan bermanfaat kepada pembaca semua.

Direktur PEPDAS, Kementerian Kehutanan Sekaligus Sebagai

National Project Director (NPD) SCBFWM

(5)

xii DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISTILAH ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN EKSEKUTIF ... viii

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL... xiv

DAFTAR GAMBAR... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

I.PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Tujuan ... 3

1.3. Keluaran ... 4

II.PROFIL SUB DAS GOPGOPAN ... 5

2.1. Biofisik Wilayah... 5

2.2. Sosial Kependudukan... 13

III. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) ... 20

3.1. SIG dalam Penguatan Pengelolaan Hutan ... 21

3.2. Pembelajaran Aplikasi Kepada Para Pihak... 25

3.3. Kesimpulan Pembelajaran ... 41

IV. DIVERSIFIKASI HASILAGROFORESTRYDI SEKITAR HUTAN ... 42

4.1. Manfaat dan Kerugian SistemAgroforestry... 43

4.2. Aspek Ekonomi AplikasiAgoforestry... 49

4.3. Kesimpulan dan Pembelajaran ... 53

V. STRATEGI PENGEMBANGAN IMBAL JASA LINGKUNGAN (PES) ... 54

5.1. Latar Belakang... 54

5.2. Pengertian dan Konsep Skema Imbal Jasa lingkungan ... 54

5.3. Peningkatan Kapasitas Skema Imbal Jasa Lingkungan... 59

5.4. Kebijakan dalam wacana skema imbal jasa Lingkungan... 60

5.5. Hal Penting Dalam Pelaksanaan Skema Jasa Lingkungan... 62

VI. KEBIJAKAN SKEMA HUTAN DESA (HD)... 64

6.1. Latar Belakang... 64

6.2. Prosedur Perizinan dan Pengelolaan Hutan Desa ... 65

6.3. Hutan Desa: Hak Kelola Rakyat Dan Penyelesaian Konflik ... 68

(6)

VII. PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TERPADU... 71

7.1. Latar Belakang... 71

7.2. Tujuan Pedoman Teknis Pengelolaan DAS Terpadu ... 72

7.3. Ruang Lingkup Pengelolaan DAS... 72

7.4. Terminologi dan Konsep Keterpaduan Pengelolaan DAS... 73

7.5. Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ... 75

7.6. Perencanaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai... 78

7.7. Pengorganisasian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai... 83

7.8. Implementasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai... 89

7.9. Monitoring Dan Evaluasi... 89

VIII. STRATEGI PENGGUNAAN DANA HIBAH ... 92

8.1. Latar Belakang... 92

8.2. Tujuan dan Keluaran Dana hibah... 93

8.3. Proses Dana hibah... 94

8.4. Beberapa Teladan (Best Practices) Pemberian Dana hibah... 96

8.5. Pembelajaran dari Pemberian Dana hibah ... 104

IX. PEMBELAJARAN DARI SUB DAS GOPGOPAN ... 105

9.1. Proses Pengenalan proyek SCBFWM ... 105

9.2. Proses Penguatan Kelembagaan... 109

X. KESIMPULAN DAN SARAN... 115

10.1.Kesimpulan ... 115

10.2.Saran ... 116

(7)

Perpustakaan Nasional RI. Data Katalog dalam Terbitan (KDT)

Ismed Ramadhan

Proyek penguatan pengelolaan hutan dan daerah aliran sungai berbasiskan masyarakat atau

strengthening community-based forest and watershed management (SCBFWM) : buku

pembelajaran (best practice) SCBFWM di sub DAS Gopgopan Kabupaten Toba Samosir / Ismed Ramadhan ; editor, M. Khairul Rizal, Ismed Ramadhan. -- Banda Aceh : Natural Aceh, 2014.

119 hlm. ; ... cm.

Bibliografi : hlm. ... ISBN 978-602-14984-3-9

1. Hutan -- Manajemen -- Toba Samosir. 2. Daerah aliran sungai -- Toba Samosir. I. Judul.

Referensi

Dokumen terkait

Hutan mangrove yang umumnya tumbuh di kawasan pesisir, teluk dan daerah aliran sungai merupakan salah satu bioindikator yang mempunyai fungsi secara fisik dapat membantu

Dari hasil analisis dan simulasi data dapat disimpulkan bahwa konversi hutan berakibat pada meningkatnya volume larian permukaan dan debit aliran di Sungai Bulili sebesar

(2) Dalam hal luas kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a kurang dari 30% (tiga puluh perseratus) dari luas daerah aliran sungai, pulau,

Perencanaan pembangunan jangka menengah Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Ditjen PDASHL) yang dituangkan dalam Rencana

Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang

menunjukkan besarnya kontribusi penggunaan lahan hutan untuk aliran sungai pada DAS Cisadane hasil simulasi model dibandingkan penggunaan lahan lain (pertanian (sawah dan

sesuai dengan batasan subjek hidrologi hutan, maka lingkup operasional kajian hidrologi hutan lebih fokus pada siklus hidrologi, dan daerah aliran sungai (DAS) terutama

Baik Masyarakat Kasepuhan maupun Dayak Iban Sungai Utik sama- sama memiliki kelembagaan pengaturan terhadap tata kelola hutan, sama-sama mengklaim memiliki right terhadap