• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

i

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI BARANG KERAJINAN

Oleh :

SATRIYA NUGRAHA, S.H., M.Hum. YANDI UGANG, S.H., M.Hum.

MAHDI SURYA APRILIANSYAH, S.E., S.H., M.H. NOVARIA MARISSA, S.Pd., M.Pd.

THERESIA DESSY WARDANI, S.Pd., M.Pd.

UNIVERSITAS PGRI PALANGKA RAYA PALANGKA RAYA

(2)

ii

1. Judul Pengabdian : Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Barang Kerajinan.

2. Ketua Tim :

a. Nama : Satriya Nugraha, S.H., M.Hum

b. NIDN : 1112018901

c. Jabatan/Golongan : Asisten Ahli/ IIIb d. Program Studi : Hukum

e. Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Palangka Raya f. Bidang Keahlian : Ilmu Hukum

g. Alamat Kantor : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangka Raya Jalan Hiu Putih, Km. 7 Tjilik Riwut Palangka Raya

3. Anggota Tim :

a. Jumlah Anggota : 4 Orang

b. Nama Anggota : Yandi Ugang, S.H., M.Hum.

c. Nama Anggota : Mahdi Surya Apriliansyah, S.E., S.H., M.H. d. Nama Anggota : Novaria Marissa, S.Pd., M.Pd.

e. Nama Anggota : Theresia Dessy Wardani, S.Pd., M.Pd. 4. Lokasi Kegiatan : Aula Universitas PGRI Palangka Raya

(3)

iii

BAB II. METODE PELAKSANAAN ...

1. Waktu dan Tempat ...

2. Metode Pelaksanaan ... 9

9

9

BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN ...

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Di dunia masyarakat yang maju dan modern saat ini, jumlah limbah juga

semakin banyak seiring perkembangan zaman. Sebagai contoh kecil, dahulu orang

menggunakan jeruk nipis untuk menghilangkan noda pada pakaian, namu saat ini

orang sudah menggunkan sabun. Sabun merupakan salah satu bentuk limbah, baik

itu sabun cuci piring, pakaian, bahkan pewangi pakaian. Limbah adalah suatu

benda/barang yang merupakan sisa dari kegiatan produksi yang sudah tidak

dimanfaatkan lagi atau tidak memiliki nilai ekonomis lagi. Limbah memiliki

anegaram berdasrkan dari tempat asalnya. Limbah itu sendiri ada yeng merupakan

limbah hasil rumah tangga (domestik), limbah dari hasil dari suatu kegiatan

tertentu, seperti limbah industri pabrik besar maupun kecil.

Menurut Suharto (2011:226) Limbah adalah bahan atau zat yang dibuah

setelah proses kegiatan manusia. Lingkungan memiliki batas toleransi, apa bila

limbah sudah melebihi ambang batas toleransinya, maka keseimbangan

lingkungan akan terganggu. Keberadaan limbah yang melebihi ambang batas

toleransi bagi lingkungan dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan ini

tentunya juga akan mengganggu kesehatan manusia dan sekitarnya. Tidak hanya

manusia yang akan mendapak negatif tetapi tumbuhan dan hewan yang ada di

sekitar juga akan merasakannya. Oleh karen hal itu, untuk mennggulangi hal ini

perlu adanya penanggulangan secara khusus terhadap keberadaan limbah itu

sendiri. Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh limbah itu sendiri tergantung dari

jenis limbah tersebut. Limbah dapat berupa sisa sayuran, sisa makanan, kotoran

hewan dan manusia, tumpukan barang bekas, serta sisa tanaman.

Menurut Said (2011), limbah dibagi menjadi beberapa macam berdasrkan

karakteristiknya, yaitu sebagai berikut.

1. Limbah berukuran mikro

Limbah berukuran mikro adalah limbah yang ukurannya kecil terdiri

dari partikel-partikel kecil, namun masih dapat dilihat oleh manusia.

2. Penyebarannya berdampak banyak, maksudnya bukan hanya

(5)

berdampak pada sector-sektor kehidupan lainnya, seperti sektor

ekonomi, sektor kesehatan dll.

3. Berdampak jangka panjang (antargenerasi), maksudnya masalah

limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga

dampaknya akan ada pada generasi yang akan datang.

Said (2011) juga membagi limbah menjadi beberapa golongan,

berdasarkan polimer penyusun mudah dan tidak terdegradasinya sebagai berikut.

1. Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami (mudah

terurai), yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri

dan jamur, seperti daun-daun, sisa makanan, kotoran, dan lain-lain.

2. Limbah yang lambat atau tidak mengalami perubahan secara alami

(tidak mudah terurai), misanya plastik, botol, kaca, kaleng, dan sampah

sejenisnya.

Suharto (2011) berpendapat bahwa limbah dibagi menjadi tiga

berdasarkan wujudnya, yaitu sebagai berikut.

1. Limbah padat, limbah padat adalah limbah yang berwujud padat.

Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang

memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran,

potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam.

2. Limbah cair, limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah

cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam.

Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas

pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.

3. Limbah gas, limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang

berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah

gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh

limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan

bahan bakar minyakjuga menghasilkan gas buangan yang berbahaya

bagi lingkungan.

Haghi (2011) membagi limbah menjadi beberapa berdasarkan sumbernya,

(6)

1. Limbah rumah tangga, limbah rumah tangga disebut juga limbah

domestik.

2. Limbah industri, limbah industri adalah limbah yang berasal dari

industry pabrik.

3. Limbah pertanian, limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan

pertanian, contohnya sisa daun-daunan, ranting, jerami, dan kayu.

4. Limbah konstruksi. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai

material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan dari proses

konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah konstruksi

dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek

pembangunan maupun proyek pembongkaran (contruction and

domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau penghancuran

bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah

yang berasal dari pembangunan perubahan bentuk (remodeling),

perbaikan (baik itu rumah atau bangunan komersial), digolongkan ke

dalam construction waste.

5. Limbah radioaktif, limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan

tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik

menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk

keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau

menjadi radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi

nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi peng-ion.

Haghi (2011) juga membagi limbah menjadi lima jenis berdasarkan

sifatnya, yaitu sebagai berikut.

1. Limbah mudah meledak, limbah mudah meledak adalah limbah yang

melalui proses kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu tekanan

tinggi serta dapat merusak lingkungan.

2. Limbah mudah terbakar, bahan limbah yang mudah terbakar adalah

limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau

(7)

3. Limbah reaktif, limbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat

mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang

tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran.

4. Limbah beracun, limbah beracun atau limbah B3 adalah limbah yang

mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah

ini mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.

5. Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada

kulit dan dapat membuat logam berkarat.

Adapun macam-macam limbah dapat dijabarkan sebagai berikut.

a. Limbah mudah meledak, adalah limbah yang melalui reaksi kimia

dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan

cepat dapat merusak lingkungan.

b. Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan

api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala

atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam

waktu lama.

c. Limbah reaktif, adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena

melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida

yang tidak stabil dalam suhu tinggi.

d. Limbah beracun, adalah limbah yang mengandung racun yang

berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat

menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui

pernapasan, kulit atau mulut.

e. Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang

terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit,

seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh

manusia yang terkena infeksi.

f. Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi

pada kulit atau mengkorosi baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang

dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5

(8)

Sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam peraturan pemerintah No.18

Tahun 2009 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah

B3 terbagi atas dua macam yaitu yang spesifik dan yang tidak spesifik.Perbedaan

pokok antara limbah B3 spesifik dan tidak spesifik terletak pada cara

penggolongannya. Pada limbah spesifik digolongkan kedalam jenis industri,

sumber pencemaran, asal limbah, dan pencemaran utama sedangkan pada limbah

tidak spesifik penggolongannya atas dasar kategori dan bahan pencemar.

Daur ulang adalah pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai,

misalkan serat, kertas, dan air untuk mendapat produk baru. Daur ulang yang

merupakan pemanfaatan kembali barang yang sudah dipakai memiliki tujuan,

antara lain sebagai berikut.

1) Untuk terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

2) Mengurangi bakteri yang ada di sekeliling yang menempel pada limbah

tersebut.

3) Dapat dijual kembali, sehingga dapat memperoleh penghasilan.

4) Untuk mengurangi dampak dari kerusakan alam dan kerusakan lahan.

5) Untuk mengurangi dan menghilangkan pencemaran dalam lingkungan.

6) Untuk mengurangi jumlah sampah-sampah atau limbah yang berserakan

dilingkungan yang mengganggu keasrian lingkungan.

7) Menghemat menggunakan bahan baku yang baru, Karena bisa memakai

bahan dari hasil daur ulang limbah itu.

8) Untuk mengurangi penggunaan SDA.

9) Untuk menekan, mengurangi serta menghilangkan polusi di lingkungan.

10)Dapat menciptakan barang baru yang mempunyai nilai.

11)Untuk menjadi cara alternative dalam memenuhi kebutuhan dalam

ekonomi.

12)Menciptakan suatu inovasi yaitu dengan menggabungkan beebrapa bahan

yang tidak berharga menjadi bahan yang mempunyai nilai.

Untuk memudahkan proses daur ulang dan pemanfaatan ulang,

langkah-langkah yang dilakukan adalah pemisahan, penyimpanan, limbah Pengiriman atau

(9)

membutuhkan material bekas sebagai bahan baku atau dapat dijual atau diberikan

untuk membuat botol, gelas, atau piring yang baru.

3. Aluminium. Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan

kembali sebagai kaleng pengemas.

4. Baja. Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku

pembuatan baja baru.

5. Plastik. Limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan

pembungkus (pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan

tas, botol minyak pelumas, botol minuman, dan botol sampo.

Mengurangi limbah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan

bebera cara, yaitu sebagai berikut.

a. Reuse yaitu memanfaatkan ulang, artinya menggunakan kembali barang

bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan yang sama atau berbeda dari

tujuan asalnya.Contohnya, penggunaan bahan-bahan plastik / kertas bekas

untuk benda-benda souvenir, bekas ban untuk tempat pot atau kursi taman,

botol-botol minuman yang telah kosong diisi kembali dan sebagainya.

b. Recycle yaitu mengolah kembali, yakni kegiatan yang memanfaatkan

barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih

lanjut.Contohnya, kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau

kaca, besi atau logam bekas dan sampah organik yang berasal dari dapur

atau pasar dapat didaur ulang menjadi kompos (pupuk).Proses daur ulang

ini juga dapat mengubah sampah menjadi energi panas yang dikenal

dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah ada yang melakukan

oleh beberapa industri misal di Jakarta, yaitu menggunakan limbah padat

(10)

ke tanah tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami

pengeringan.

c. Reduce yaitu mengurangi, adalah semua bentuk kegiatan atau perilaku

yang dapat mengurangi produksi sampah.Misalnya, ibu-ibu rumah tangga

kembali kepola lama yaitu membawa keranjang belanja ke pasar. Dengan

demikian jumlah kantong plastik yang di bawa ke rumah akan berkurang .

Selain itu bila setiap orang menggunakan saputangan daripada tissue, di

samping akan mengurangi sampahnya, dengan tidak menggunakan tissue

dapat terjadi penghematan terhadap bahan baku untuk tissue, yang tidak

lain adalah kayu dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut

beberapa ton sampah yang akan berkurang per bulan dan beberapa hasil

hutan dapat terselamatkan.

d. Replace yaitu menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang, adalah

upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah,

terutama sampah yang mempunyai sifat sukar diolah dan berbahaya.

e. Refill artinya mengisi kembali wadah-wadah produk yang dipakai.

f. Repair artinya melakukan pemeliharaan atau perawatan agat tidak

menambah produksi limbah.

Salah satu cara mengatasi masalah limbah plastik adalah dengan

melakukan daur ulang (recycle). Beragam barang dapat dihasilkan dari limbah

plastik. Hanya diperlukan kreativitas dan inovasi serta kemauan untuk membuat

limbah plastik tersebut menjadi barang yang dapat dipergunakan kembali.

Limbah seperti koran, plastik sedotan, kresek bekas, dan kardus bekas

dapat diolah menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis cukup

tinggi, seperti bunga hias, kotak serba guna, tas, sendal, vas bunga, souvenir.

Keterampilan inilah yang akan diberikan kepada mahasiswa dan warga sekitar

kampus Universitas PGRI Palangka Raya. Dengan memiliki keterampilan ini

diharapkan nantinya mahasiswa dapat mendaur ulang limbah rumah tangga untuk

dijadikan barang yang memiliki nilai ekonomis. Hal ini juga dapat melatih jiwa

(11)

B. Tujuan

Adapun tujuan dari pengolahan limbah rumah tangga dalam pengabdian

kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut.

a. Meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus

pentingnya memisah dan mendaur ulang limbah rumah tangga.

b. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus

untuk kreatif dalam mengolah limbah rumah tangga.

c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dan kelompok masyarakat dalam

berwirausaha.

C. Sasaran

Sasaran pelatihan pengolahan limbah rumah tangga dalam pengabdian

kepada masyarakat ini adalah mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus

Universitas PGRI Palangka Raya.

D. Manfaat

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman

akan pentingnya mendaur ulang kembali limbah rumah tangga, meningkatkan

kreativitas dalam daur ulang limbah rumah tangga, dan menumbuhkan jiwa

(12)

BAB II METODE PELAKSANAAN A. Waktu dan Tempat

Kegiatan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga dilaksanakan pada

bulan agustus 2017. Tempat pelaksanaan pelatihan ini dilakukan di aula kampus

Universitas PGRI Palangka Raya.

B. Metode Pelaksanaan Kegiatan

Sasaran pelatihan adalah mahasiswadan masyarakat sekitar kampus

Universitas PGRI Palangka Raya. Metode pelaksanaan pengabdian kepada

masyarakat ini adalah sebagai berikut.

1. Tahap Observasi

Tahap observasi adalah pengamatan langsung ke lapangan. Mengamati

lansung merupakan tahap awal untuk kegiatan pemberdayaan kepada

masyarakat. Observasi meliputi studi kondisi sosial masyarakat, sumber

daya manusia, dan sumber daya pendukung lainnya. Hasil observasi

digunakan untuk dasar proses selanjutnya.

2. Tahap Pelatihan

Pada tahap pelatihan dilakukan untuk memberikan informasi dan tata cara

mendaur ulang limbah rumah tangga mulai dari pemisahan limbah hingga

cara mengolah limbah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai

ekonomis cukup tinggi.

3. Tahap Evaluasi

Evaluasi pemahaman mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus tentang

materi pelatihan pengolahan limbah rumah tangga dilakukan dengan

melihat langsung hasil barang yang dibuat sendiri oleh peserta pelatihan.

Evaluasi pelatihan pengolahan limbah rumah tangga ini dilakukan secara

periodik sesuai tahap pendampingan.

Jadwal Kegiatan

Jenis Kegiatan Juli Agustus September Observasi

Pelatihan

(13)

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan acara

tatap muka dan praktek pengolahan limbah rumah tangga berjalan dengan baik

dan lancar. Pertemuantatap muka dengan metode demonstrasi, dilanjutkan

latihan/praktekuntuk membuat bunga hias, korak serba guna, tas, sendal dan vas

bunga, mulai dari pemilihan memilah limbah, menentukan bahan baku yang akan

digunakan, menyiapkan alat, hingga praktik pembuatan daur ulang limbahrumah

tanggatersebut menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini

pelatihan dilaksanakan sehari yaitu pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2017 dari

pukul 08.00-14.00 WIB. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang terdiri dari

mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus Universitas PGRI Palangka Raya.

Pelaksanan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh 5

(lima) orang dosen yang terdiri dari 3 (tiga) orang dosen Fakultas Hukum dan 2

(dua) orang dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka

Raya. Dalam pelatihan ini juga melibatkan dua orang instruktur dengan pokok

bahasan sebagai berikut.

1. Cara memilah limbah

2. Cara mengolah limbah menjadi barang kerajinan

3. Latihan pembuatan limbah menjadi barang kerajinan

4. Evaluasi hasil kerajinan yang telah dibuat

Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demonstrasi ini kemudian

dilanjutkan latihan. Dari kegiatan latihan tampak bahwa mahasiswa dan

masyarakat sekitar kampus memang belum menguasai cara memilah limbah dan

mengolah limbah tersebut menjadi barang kerajinan. Pada saat praktik pembuatan

barang kerajinan juga ada tanya jawab seputaran jumlah lipatan pada bahan,

akankah memengaruhi hasil kuntum bunga ataupun vas yang akan dibuat.

Program pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan pengolahan limbah

rumah tangga menjadi barang kerajinan yang sudah dilaksanakan ini diharapkan

dapat menambah pengetahuan, keterampilan dalam membuat barang kerajinan

bebahan limbah rumah tangga. Mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus akan

(14)

akan bermanfaat bagi mahasiwa dan mayarakat sekitar kampus, proses memilah

limbah akan lebih menarik dengan mengolahnya menjadi barang kerajinan yang

lebih bervariasi. Disamping itu dengan adanya pelatihan ini akan menambah

keterampilan para peserta pelatihan dalam memanfaatkan limbah rumah

tangganya.

a. Tim Pelatihan mempersiapkan tempat pelaksanaan.

(15)
(16)
(17)
(18)

B. Pembahasan

Menggunakan dan memanfaatkan kembali barang bekas tanpa pengolahan

bahan, untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan asalnya. Contohnya,

penggunaan bahan-bahan plastik/kertas bekas untuk benda-benda souvenir, bekas

ban untuk tempat pot atau kursi taman, botol-botol minuman yang telah kosong.

Limbah seperti koran, plastik sedotan, kresek bekas, dan kardus bekas dapat

diolah menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi,

seperti bunga hias, kotak serba guna, tas, sendal, vas bunga, souvenir.

Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara garis besar

mencakup beberapa komponen sebagai berikut:

1. Keberhasilan target jumlah peserta pelatihan

2. Ketercapaian tujuan pelatihan

3. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan

4. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi

Target peserta pelatihan seperti direncanakan sebelumnya adalah paling

tidak 25 orang di aula kampus Universitas PGRI Palangka Raya. Dalam

pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta. Dengan demikian

dapat dikatakan bahwa target peserta tercapai 100%. Angka tersebut menunjukkan

bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilihat dari jumlah peserta yang

mengikuti dapat dikatakan berhasil/sukses.

Ketercapaian tujuan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga secara

umum sudah baik, namun keterbatasan waktu yang disediakan mengakibatkan

tidak semua materi tentang cara mengolah kerajinan dari limbah rumah tangga

secara detil. Namun dilihat dari hasil latihan para peserta yaitu kualitas dan

kuantitas barang kerajinan yang telah dihasilkan, maka dapat disimpulkan bahwa

tujuan kegiatan ini dapat tercapai.

Ketercapaian target materi pada kegiatan pellatihan pengolahan limbah

rumah tangga ini cukup baik, karena materi pelatihan telah dapat disampaikan

secara keseluruhan. Materi elatihan yang telah disampaikan adalah sebagai

berikut.

a. Cara memisahkan limbah rumah tangga

(19)

c. Cara membuat kotak serba guna dari kardus bekas

d. Cara membuat sandal dari sedotan dan kardus

e. Cara membuat vas bunga dan tas dari koran bekas

Kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi masih kurang

dikarenakan waktu yang singkat dalam penyampaian materi dan kemampuan para

peserta yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan jumlah materi yang banyak hanya

disampaikan dalam waktu sehari, sehingga tidak cukup waktu bagi para peserta

untuk memahami dan mempraktekkan secara lengkap semua materi yang

diberikan.

Secara keseluruhan kegiatan pelatihan mengolah limbah rumah tangga

menjadi barang kerajian ini dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini selain

diukur dari keempat komponen di atas, juga dapat dilihat dari kepuasan peserta

setelah mengikuti kegiatan. Manfaat yang diperoleh para peserta adalah dapat

memilah dan mengolah limbah rumah tangganya menjadi barang kerajinan

dengan kualitas yang lebih baik dan diharapkan kualitas tersebut dapat

(20)

BAB IV PENUTUP A. Simpulan

Kegiatan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi barang

kerajinan dilaksnakan pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 yang diikuti oleh 30

orang. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang dosen dari tiga program studi dan dua

fakultas di lingkungan Universitas PGRI Palangka Raya. Kegiatan pelatihan ini

melibatkan dosen dan dua orang instruktur. Peserta kegiatan pelatihan ini diikuti

oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus Universitas PGRI Palangka Raya.

kegiatan ini berlangsung kurang lebih 360 menit. Partisipasi masyarakat kampus

dalam kegiatan pelatihan ini relatif baik, baik mahasiswa maupun dosen. Lebih

dari separuh peserta kegiatan ini adalah mahasiwa.

Program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan

dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum

semua peserta pendampingan menguasai dengan baik materi yang disampaikan.

Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta

mengikuti pendampingan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu

pelatihan berakhir.

B. Saran

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dapat diajukan beberapa saran

sebagai berikut.

1. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu ditambah agar tujuan

kegiatan dapat tercapai sepenuhnya, tetapi dengan konsekuensi

penambahan biaya pelaksanaan. Oleh karena itu biaya kegiatan

pengabdian kepada masyarakat sebaiknya tidak sama antara beberapa

tim pengusul proposal, mengingat khalayak sasaran yang berbeda pula.

2. Adanya kegiatan lanjutan yang berupa pelatihan sejenis selalu

diselenggarakan secara periodik sehinga dapat meningkatkan

kemampuan para mahasiswadan masyarakat sekitar kampus dalam

(21)

DAFTAR RUJUKAN

A.K. Haghi. 2010. Waste Management. Canada :Nova Science.

Saan, Anita Van. 2008. 90 Kerajinan Tangan. Solo: Tiga Serangkai.

Said, Nusa Idaman.2011.Pengelolaan Limbah Domestik.Jakarta: BPPT.

Sari, Indah. 2011. Kreasi Tas dan Dompet Buatan Sendiri. Yogyakarta. Demedia Pustaka.

Suharto, Ign. 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Air dan Udara. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Yanti, Teteh. 2012. Daur Ulang, 'Sulap' Sampah Menjadi Barang Bermanfaat. Yogyakarta: Demedia Pustaka.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah.

Website

(22)
(23)

Limbah rumah tangga disebut juga limbah domestik. Limbah rumah tangga dibagi menjadi dua, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.

Limbah organik adalah limbah yang masih bisa diuraikan kembali oleh bakteri. Pada umumnya limbah atau sampah organik tersebut berasal dari sisa aktivitas manusia atau hewan yang bisa diuraikan. Contoh dari limbah organik seperti sisa makanan, dedauna, kotoran manusia, kulit telur, kulit pohon, sisa sayuran di dapur, dan tulang hewan.

Limbah anorganik adalah limbah atau sampah yang tidak bisa diuraikan kembali oleh dekomposer (bakteri). Contoh limbah anorganik adalah sampah plastik, sampah kain, limbah pabrik, limbah minyak, sampah botol plastik, dan sampah logam.

(24)

A. Cara membuat bunga hias dari kresek bekas Alat dan Bahan:

a. Kresek bekas

b. Gunting

c. Kawat bunga

Cara pembuatan:

1. Gunting kantong kresek memanjang selebar 4-5 cm. Potong menjadi beberapa

bagian, bentuk polanya, kemudian lipat. Sebaiknya Anda menggunakan

kantong kresek yang tebal, bukan kantong kresek tipis yang biasa diperoleh

dari minimarket.

2. Buat potongan pola sebanyak-banyaknya tergantung berapa banyak bunga

yang akan Anda buat.

3. Setelah semua pola dibuat, tahapan selanjutnya yang dilakukan dalam cara

membuat bunga dari kantong kresek ini adalah menyatukan semua pola

menggunakan kawat bunga. Satukan semua potongan dan susun secara

bersilangan.

4. Setelah diikat, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memberikan

sentuhan artistik agar bunga yang dibuat tampak lebih hidup. Caranya

lengkungkan kelopak yang berada paling atas untuk memberikan kesan

(25)

B. Cara membuat kotak serba guna dari kardus bekas Alat dan bahan:

1. Kardus bekas

2. Penggaris

3. Pisau

4. Pensil

5. Lem

6. Kertas kado

Cara pembuatan:

1. Potong kardus sesuai dengan bentuk yang diinginkan, Anda bisa memotong

bagian depan kotak lebih banyak agar menyerupai bentuk kotak pos.

2. Masukkan beberapa kotak sereal di dalam laci untuk mengetahui ukuran kotak

sereal yang sesuai. Tandai dan potong kotak menggunakan cutter.

3. Bungkus kotak tersebut menggunakan kertas kado dengan motif kesukaan.

Perhatikan ketika menempelkan kertas kado agar tidak ada yang

menggembung

4. Anda bisa menggunakan bagian ujung pensil untuk mendorong kertas kado di

bagian sudut. Setelah selesai, taruh semua barang-barang yang tadinya

(26)

C. Cara membuat vas bunga dari koran bekas Alat dan Bahan:

1. Kertas Koran / Kertas Bekas

2. Gunting.

3. Tang (untuk memudahkan membentuk kawat)

4. Rangka (bisa dari kawat /besi atau bambu)

5. Lem Tembak (Lem Bakar) atau bisa juga dengan menggunakan lem kartas

biasa

6. Cat dan Pernish

7. Asesoris tambahan.

Cara membuat:

1.Potonglah koran menjadi dua bagian yang sama dengan menggunakan

gunting.

2.Potongan kertas koran tadi di pelintir (Dilinting) hal ini bertujuan agar

memudahkan dalam penganyaman.

3.Langkah selanjutnya adalah menyiapkan kerangka berbentuk Vas bunga

dianjurkan menggunakan Kawat karena bahan dari kawat ini memudahkan

kita untuk membentuk Vas Bunga tersebut.

4.Setelah rangka Vas terbentuk maka sampailah kita pada tahap

penganyaman.

5.Penganyaman dilakukan dari bagian bawah vas hal ini bertujuan agar

memudahkan kita dalam proses pengeleman dan memadatkan lintingan

kertas.

6.Apabila langkah No. 5 diatas telah selesai maka sampai lah kita kepada

tahap pengecatan dan pemberian pernish.

7.langkah selanjutnya adalah menambahkan aksesoris sesuai selera anda

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Kertas daur ulang dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga lingkungan, sebab pembuatan kertas daur ulang selain dapat dibuat dari serat alami dapat pula menggunakan kertas

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini untuk mencari mata pencaharian alternatif bagi 41 perempuan pada masa gangguan dengan menggunakan produk daur ulang limbah

Polusi air yang tejadi di Kalikabong 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Menurut lembaga kajian ekologi

Limbah organik dapat bersumber dari limbah rumah tangga seperti sayur-sayuran, buah-buahan busuk dan dari dedaunan yang berasal dari lingkungan sekitar Limbah organik

Daur ulang e-waste yang dilakukan secara ilegal di India tidak ramah lingkungan karena proses solder untuk pengambilan emasnya mengakibatkan polusi udara dan

Sketsa Daur Ulang Aki Bekas Secara Tradisional Dari sketsa gambar diatas terlihat bahwa teknologi tradisional tersebut sangat tidak aman karena polusi udara yang mengandung

Solusi yang diberikan oleh Tim Pengusul kepada mitra adalah: 1 memberikan teknologi instalasi pengolahan air limbah IPAL rumah tangga, 2 memberikan teknologi pengolahan daur ulang

Salah satu bentuk mengurangi limbah dapur adalah dengan cara mengelolanya menjadi pembuatan pupuk organik dan pupuk organik cair yang bertujuan untuk mengurangi masalah limbah sekaligus