KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan makalah berjudul “Dampak Energi Panas Bumi”.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua.
Bandung, 28 November 2013
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...
KATA PENGANTAR………... i
DAFTAR ISI………... ii
BAB I PENDAHULUAN………... 1
1.1 Latar Belakang...…... 1
1.2 Rumusan Masalah... 1
1.3 Tujuan Penulisan... 2
1.4 Manfaat Penulisan... 2
BAB II PEMBAHASAN... 3
2.1 Energi Panas Bumi... 3
2.1.1 Pengertian Energi Panas Bumi... 3
2.1.2 Manfaat Energi Panas Bumi ... 3
2.1.3 Kelebihan dari Energi Panas Bumi... 4
2.1.4 Kekurangan dari Energi Panas Bumi... 5
2.2 Proses Terjadinya Dampak Energi Panas Bumi... 5
2.3 Dampak – Dampak Energi Panas Bumi... 8
2.4 Solusi... 12
BAB III KESIMPULAN... 15
3.1 Kesimpulan... 15
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Panas bumi adalah anugerah alam yang merupakan sisa-sisa panas dari hasil reaksi nuklir yang pernah terjadi pada awal mula terbentuknya bumi dan alam semesta ini. Reaksi nuklir yang masih terjadi secara alamiah di alam semesta pada saat ini adalah reaksi fusi nuklir yang terjadi di matahari dan juga di bintang-bintang yang tersebar di jagat raya. Reaksi fusi nuklir alami tersebut menghasilkan panas berorde jutaan derajat Celcius. Permukaan bumi pada mulanya juga memiliki panas yang sangat dahsyat, namun dengan berjalannya waktu (dalam orde milyard tahun) suhu permukaan bumi mulai menurun dan akhirnya tinggal perut bumi saja yang masih panas berupa magma dan inilah yang menjadi sumber energi panas bumi.
Untuk mengatasi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat ini, usaha diversifikasi energi mutlak harus dilaksanakan. Salah satu usaha diversifikasi energi ini adalah dengan memikirkan pemanfaatan energi panas bumi sebagai penyedia kebutuhan energi listrik tersebut. Tetapi dalam pemanfaatannya masih banyak dampak yang dihasilkan dari energi panas bumi tersebut. Dampak inilah yang banyak berpengaruh dalam kehidupan kita , Dasar pemikiran dibuatnya makalah ini adalah salah satunya membahas bagaimana dampak tersebut dapat terjadi dan bagaimana cara pencegahanya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian dari energi panas bumi 1.2.2 Apa maanfaat dari energi panas bumi
1.2.3 Apa kelebihan dan kekurangan dari energi panas bumi
1.2.4 Bagaimana proses terjadinya dampak yang diakibatkan energi panas bumi 1.2.5 Apa dampak energi panas bumi
1
1.3 Tujuan Masalah
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari energi panas bumi 1.3.2 Untuk mengetahui maanfaat dari energi panas bumi
1.3.3 Untuk mengetahui proses terjadinya dampak yang diakibatkan energi panas bumi 1.3.4 Untuk mengetahui dampak energi panas bumi
1.3.5 Untuk mengetahui pencegahan dari dampak energi panas bumi 1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat tulisan ini antara lain :
1.4.1 Dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya dampak dari energi panas bumi 1.4.2 Dapat mengetahui apa dampak dari energi panas bumi
1.4.3 Dapat mengetahui bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak dari energi panas bumi
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Energi Panas Bumi
2.1.1 Pengertian Energi Panas Bumi
Energi geothermal atau panas bumi merupakan sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi. Istilah geothermal berakar dari bahasa Yunani dimana kata, "geo", berarti bumi dan, "thermos", berarti panas, menjadi geothermal yang juga sering disebut panas bumi. Energi panas di inti bumi sebagian besar berasal dari peluruhan radioaktif dari berbagai mineral di dalam inti bumi.
Energi geothermal merupakan sumber energi bersih bila dibandingkan dengan bahan bakar fosil karena sumur geothermal melepaskan sangat sedikit gas rumah kaca yang terperangkap jauh di dalam inti bumi, ini dapat diabaikan bila dibandingkan dengan jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pembakaran bahan bakar fosil.
Ada cukup energi geothermal di dalam inti bumi, lebih dari kebutuhan energi dunia saat ini. Namun, sangat sedikit dari total energi panas bumi yang dimanfaatkan pada skala global karena dengan teknologi saat ini hanya daerah di dekat batas-batas tektonik yang menguntungkan untuk dieksploitas.Energi geotehermal memiliki lebih dari cukup potensi untuk memainkan peran penting di pasar energi global masa depan. Kemajuan teknologi dan iptek harus membantu membuat biaya modal untuk proyek panas bumi menjadi turun sehingga listrik tenaga geothermal terjangkau di berbagai area di seluruh dunia
2.1.2 Manfaat Energi Panas Bumi
Pemanfaatan energi panas bumi dibagi menjadi dua , yaitu: 1. Pemanfaatan Langsung
3
Selain untuk kebutuhan listrik, banyak lainnya manfaat secara tidak langsung dari panas bumi, contohnya adalah seperti pemanas ruangan (space/district heating), pemanas rumah kaca (green house heating) dan untuk industri pertanian (antara lain untuk pemanasan tanah pertanian (soil heating), pengeringan hasil pertanian,
sterilisasi media tanaman, dan budi daya tanaman tertentu). Air panas yang dihasilkan dari panas bumi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka kawasan wisata pemandian air panas alami.
2. Pemanfaatan Tidak Langsung
Pemanfaatan tidak langsung yaitu memanfaatkan energi panas bumi untuk pembangkit listrik.
2.1.3 Keuntungan Energi Panas Bumi
Bila pembangkit listrik memanfaatkan tenaga panas bumi dilakukan dengan cara yang benar, tidak ada produk samping yang berbahaya bagi lingkungan.
Pada proses produksi, tidak digunakan bahan bakar fosil. Selain itu, energi geothermal tidak menyebabkan efek rumah kaca apapun. Setelah pembangunan pembangkit listrik tenaga geothermal, hanya ada sedikit pemeliharaan. Dalam hal konsumsi energi, pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah pembangkit energi mandiri.
Keuntungan lain untuk energi geothermal adalah bahwa pembangkit listrik tidak harus yang besar untuk melindungi lingkungan alam.
Beberapa keunggulan sumber energi panas bumi adalah:
1. Menyediakan tenaga listrik yang andal dengan pembangkit yang tidak memakan tempat
2.Terbarui dan berkesinambungan
3.Memberikan tenaga beban dasar yang konstan 4. Memberikan keuntungan ekonomi secara lokal 5.Dapat dikontrol secara jarak jauh
2.1.4 Kekurangan Energi Panas Bumi
Ada beberapa kekurangan pada energi geothermal. Pertama, tidak bisa membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di sembarang lahan kosong di suatu tempat. Daerah tempat pembangkit energi geothermal yang akan dibangun harus mengandung batu-batu panas yang cocok pada kedalaman yang tepat untuk pengeboran. Selain itu, jenis bebatuannya harus mudah untuk dibor ke dalam. Hal ini penting untuk menjaga area sekitar karena jika lubang dibor dengan tidak benar, maka mineral dan gas yang berpotensi membahayakan bisa menyembur dari bawah tanah. Pencemaran dapat terjadi karena pengeboran yang tidak tepat di stasiun panas bumi. Dan juga, memungkinkan pula pada suatu area panas bumi tertentu terjadi kekeringan 2.2 Proses Terjadinya Dampak Energi Panas Bumi
Secara umum prinsip kerja pembangkit listrik tenaga bumi memiliki kesamaan dengan prinsip kerja pembangkit listrik tenaga uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin yang serotor dengan generator sehingga generator dapat menghasilkan tenaga listrik. Yang membedakanya adalah , PLTU memanaskan air dengan cara memanaskan dalam boler dengan menggunakan bahan bakar batubara atau gas. Sedangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi menapatakan uap air langsung dari perut bumi melalui sumur produksi. Uap air yang telah digunakan untuk memutar turbin akan diembunkan menggunakan kondenser. Air hasil pengembunan akan diijeksikan ke perut bumi melalui sumur produksi. ). Sumur panasbumi yang disebut juga sebagai sumur produksi merupakan sumber pemasok utama energi uap yang akan disalurkan ke sistem PLTP sebagai pembangkit energi Listrik. Adanya pengaruh temperatur dan tekanan yang berasal dari perut bumi, akan menyebabkan fluida keluar menuju permukaan bumi.
Cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
1. Pada prinsipnya PLTP merupakan Pembangkit listrik tenaga uap seperti pada umumnya. Hanya untuk PLTP ini uap yang digunakan bukan berasal dari boiler tetapi uap berasal dari dapur di dalam perut bumi.
2. Secara sederhana cara kerja PLTP dapat digambarkan sebagai berikut
3. Air disuntikan kedalam perut bumi dimana terdapat sumber panas alami melalui injektor.
4. Air akan mengalami pemanasan dan menjadi uap bertekanan dan keluar melalui sumur produksi.
5. Uap yang keluar masih mengandung air sehingga harus dilakukan pemisahan antara uap dan air pada separator.
6
7. Setelah uap menyelesaikan tugasnya menggerakan turbin maka akan menuju kondensor untuk dijadikan air kembali. Air dari kondensor akan didinginkan pada tangki pendingin melalui sistim pendinginan udara untuk selanjutnya air dapat di injeksikan kembali pada sumur injeksi.
Salah satu proses dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah pengeboran ke dalam perut bumi untuk mengambil air panas langsung atau disebut juga sumber air panas. Pada sumber air panas ini mengandung banyak gas – gas kimia yang sangat berbahaya bagi kehiduapan , salah satunya adalah gas H2S.
Gas H2S adalah rumus kimia dari gas Hidrogen Sulfida yang terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Satuan ukur gas H2S adalah PPM ( part per milion ). Gas H2S disebut juga gas telur busuk, gas asam, asam belerang atau uap bau. Gas H2S terbentuk akibat adanya penguraian zat-zat organik oleh bakteri. Oleh karena itu gas ini dapat ditemukan di dalam operasi pengeboran minyak / gas dan panas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atau
pada lokasi pembuangan sampah.
Gas H2S mempunyai sifat dan karakteristik antara lain :
- Tidak berwarna tetapi mempunyai bau khas seperti telur busuk pada konsentrasi rendah sehingga sering disebut sebagai gas telur busuk. - Merupakan jenis gas beracun
- H2S dapat larut (bercampur) dengan air ( daya larut dalam air 437 ml/100 ml air pada 0 0C; 186 ml/100 ml air pada 40 0C ).
- H2S bersifat korosif sehingga dapat mengakibatkan karat pada peralatan logam.
H2O pada proses hujan asam yang akan menghasilkan H2SO4 yang bersifat asam kuat.
7
Hujan asam disebabkan oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena pencemaran udara di sekitar pembangkit listrik tenaga panas bumi. Gas yang sering menjadi penyebab hujan asam antara lain:
H2S / hidrogen sulfida, SO2 / sulfur dioksida, yang berasal dari pembakaran / pemanasan belerang. Umumnya ditemukan di daerah industri berat, yang ketika bertemu dengan uap air / H2O akan membentuk H2SO4 / asam sulfat yang termasuk asam kuat.
Partikel yang tersisa dan mengendap di udara akan membentuk tetesan halus yang dipindahkan oleh angin dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Ketika tempat jatuhnya air hujan sudah tepat, maka tetesan asam belerang (sulfat) dan butiran-butiran sulfat amonia akan terurai di air hujan dan jatuh ke permukaan bumi menjadi hujan asam. Derajat keasaman hujan asam tergantung kepekatan asamdalam udara, yang secara tidak langsung, sama artinya dengan derajat pencemaran udara di udara. Pada keadaan normal, hujan sebenarnya sudah bersifat asam karena keberadaan H2S di udara. Tapi pHnya tidak jauh di bawah 7.
Tapi pada daerah dengan pencemaran udara berat, keasamannya jauh lebih rendah lagi. Ada hubungan langsung antara hujan asam dengan korosi. Korosi, adalah pelapukan logam oleh zat zat oksidator. Asam, merupakan zat yang dapat dengan mudah mengoksidasi logam. Jadi ketika terjadi hujan asam, dapat dipastikan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut.
2.3 Dampak Energi Panas Bumi
Pada umumnya , dampak yang terjadi akibat dari pembagkit listrik dapat terjadi pada semua proses di pembangkit listrik tenaga panas bumi , misalnya pada proses
8
Dampak proses explorasi dan pengeboran pada lingkungaln adalah mengganggu habitat dan ekosistem lingkungan di sekitar area pengeboran dan penurunan stabilitas tanah yang akan berakibat pada bahaya erosi dan amblesan (subsidence) akibat pengeboran yang menyebabkan mengganggu habitat dan ekosistem hayati hingga punahnya biota hayati. Ada juga dampak pada saat operasi yaitu berubahnya tata guna lahan dan menyusut dan menurunnya debit maupun kwalitas sumber mata air tanah maupun danau-danau di sekitar area. Pada saat proses pembakaran dampak yang diakibatkan adalah sumber air panas atau uap mengeluarkan gas H2S yang menyebabkan hujan asam , H2S bersifat korosif dapat menyebabkan peralatan– peralatan mesin maupun listrik berkarat.
Korosi, adalah pelapukan logam oleh zat zat oksidator. Asam, merupakan zat yang dapat dengan mudah mengoksidasi logam. Jadi ketika terjadi hujan asam, dapat dipastikan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut.
9
Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Contoh yang paling umum, yaitu kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dampak yang
ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tanki bahan bakar atau jaringan pemipaan air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panasnya, dan lain sebagainya.
Korosi terbagi menjadi beberapa bentuk korosi :
1. Korosi merata adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan
logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu. Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan
pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan.
Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan.
2. Korosi galvanik terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada
di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi. Logam yang
mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi.
3. Korosi sumuran adalah korosi lokal yang terjadi pada permukaan yang terbuka
10
Sehingga terjadi pelarutan lapisan pasif secara perlahan-lahan dan menyebabkan lapisan pasif pecah sehingga terjadi korosi sumuran. Korosi sumuran ini sangat berbahaya karena lokasi terjadinya sangat kecil tetapi dalam, sehingga dapat menyebabkan peralatan atau struktur patah mendadak.
4. Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen.
Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.
5. Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosionfatique
cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion inducedhydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibatpengaruh lingkungannya. Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat. Korosi retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan.
6. Korosi intergranular adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat
terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya. Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas. Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir. Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut.
7. Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa
pembakaran. Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa.
Demikian dampak yang disebabakan oleh energi panas bumi , lebih khusunya dampak yang dihasilkan pada sumur air panas atau sumur produksi yang mengandung gas H2S yang berbahaya dan dapat menyebabkan hujan asam, hujan asam tersebut yang menyebabkan dampak korosi pada benda logam.
2.4 Solusi
Solusi yang dapat dilakukan dalam mencegah dampak energi panas bumi tersebut sebagai berikut :
12
2. Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak dengan air.
3. Pembalutan dengan Plastik. Plastik mencegah kontak dengan udara dan air.
4. Tin Plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat)
Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah (Eº Fe = -0,44 volt; Eº Sn = -0,44 volt).
Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel
elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink). Pipa besi, tiang telpon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi. Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
13
zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
7. Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.
8. Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat, misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni).
14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
A. Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi. Istilah geothermal berakar dari bahasa Yunani dimana kata, "geo", berarti bumi dan, "thermos", berarti panas, menjadi geothermal yang juga sering disebut panas bumi.
B. Sumber air panas yang merupakan salah satu bagian dari pembangkit listrik tenaga panas bumi yang memiliki dampak , yaitu mengandung gas H2S yang sangat
berbahaya. H2S merupakan zat kimia yang dapat menyebabkan hujan asam.
C. Hujan asam adalah hujan yang disebabkan oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena
pencemaran udara di sekitar pembangkit listrik tenaga panas bumi.
D. Dampak yang diakibatkan oleh hujan asam adalah korosi. Korosi adalah pelapukan logam oleh zat zat oksidator. Asam, merupakan zat yang dapat dengan mudah mengoksidasi logam.
E. Terdapat beberapa solusi yang untuk mencegah terjadinya korosi , solusi tersebut adalah pengecetan mesin yang berbahan logam , pelapisan menggunakan oli , pelapisan menggunakan plastik agar tidak secara langsung terkena air atau oksigen , pelapisan menggunakan timah atau zink kromium , dan alloy (paduan logam anti karat).
15
DAFTAR PUSTAKA
Pemanfaatan Energi Panas Bumi. (online), (http://www.distamben-jabar.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=6