Analisis Yuridis Peluang Pencatatan Perkawinan Sebagai Rukun Dalam Perkawinan Islam
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang harta kekayaan dalam perkawinan diatur pada Bab XIII pasal 85 – pasal 92. Pasal 85 mengatakan adanya harta bersama dalam perkawinan
Selanjutnya ketentuan Pasal 99 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan bahwa : “anak sah adalah : (a) anak yang lahir dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah ;
Pasal 7 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam (KHI), perkawinan “ hanya ” dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah.. Dengan
Dengan adanya PP No.9 Tahun 1975, diatur mengenai pencatatan perkawinan bagi mereka yang beragama Islam, yaitu dalam Pasal 2 ayat (1) yang menyatakan bahwa pencatatan
Mengenai keabsahan pencatatan perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam peristiwa Perkawinan. Karena dengan adanya pencatatan perkawinan juga bertujuan
Pencatatan perkawinan tersebut bertentangan dengan PMA Nomor 19 Tahun 2018 Pasal 6 mengenai Tertib Administrasi Pencatatan Perkawinan, bahwasannya pencatatan dalam
Pasal 5 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam menyatakan bahwa : “Agar terjamin ketertiban perkawinan bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat”, Pasal 5 ayat
Mukti Arto.1999, “Masalah Pencatatan Perkawinan dan Sahnya Perkawinan”, dalam Iskandar Ritonga, Hak-hak Wanita dalam Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam,Jakarta: Nuansa