i
TECHNICALASSISTANCE FOR SUPPORT OF THE PROJECT I\4ANAGEIVENT UNIT CORE TEAM CONSULTANTS (CTC)
LAPORAN PELAKSANAAN SOSIALISASI
HIV-AIDS
PAKET
NO.05:
PS.PEDATI
-
KERKAP
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIp
DAFTAR
ISI
Daftar Isi
Daftar l,ampiran
L
Latar BelakangII.
Perkembangan Epidemi dan Kebijakan HIV-AIDSIII.
Metodologi dan PendekatanIV.
FIasil Pelaksanaan Sosialisasi HIV-AIDSV.
KesimpulanI
tl 1
^
10
t7
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Lampiran 6
Lampiran 7
DAFTARLAMPIRAN
Daftar Hadir Peserta dan Narasumber
Berita Acara Kegiatan
Tanda Terima Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
Undangan Kegiatan Sosialisasi FilV/AIDS
Hasil Pre Tes
Dokumentasi Kegiatan
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
I.
Latar BelakangInfrastruktur jalan sebagai bagian sistem transportasi jalan nasional" berperan
Jaringan jafan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseirnbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah, membentuk dan menrperkukuh kesatuan nasional serta membentuk
struktur
ruang dalamrangka mewujudkan sasaran peribangunan nasional.
Namun demikian kegiatan pembangunan tersebut tidak terlepas dari timbulnya dampak yang bersifat negatif terhadap lingkungan sekitar, antara
lain adalah
dampak terhadap perilaku sosial dan kesehatan masyarakat.
Perilaku para pelaksana pembangunan yallg rentan terhadap gangguan kesehatan dan yang menjadi perhatian nasional nuupun global adalah penyebaran Human Immunodeficienry Virus/ Acquired
Inrrruno
Deficiency Syndrom (HIV/ AIDS)yang
merupakanpenyakit
menurunnya kekebalantubuh
manusia
yangmenyebabkan kematian dan menyebar secara cepat.
Sejak dilaporkan pertama
kali
di
Indonesia pada tahun 1982jumlah
kasusHIV/AIDS meningkat dengan cepa! pada tahun 2006 kasus HIV dari 33 Provinsi
terdapat 7.195 kasus HIV dan 3.692 kasus AIDS, dan terjadi penanrbahan signifikat pada tahun 20L0 menjadi 2L.591. kasus
HIV
dan 7.179 kasus AIDS, Data dari Kementerian Kesehatanper
Sepember 2OL4, selcankumulafif
di
33 wilayahProvinsi dijunrpai 32.21
kasus
HIV
dan
5.494kasus AIDS.
(LaporanPerkembangan HIV-AIDS Tahun 2014. Kemkes), secara
jumla}
kumulatif sejak 1.987 di 33 wilayah Provinsijunlah
kasus AIDS yang dilaporkan mencapai 65.790kasus sedangkan kasus inJeksi HIV sebanyak 1.60.138 kasus.
Perilaku para peke4a proyek meniadikannya sebagai kelompok yang rawan
tertular
HIV sehingga
pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan meniadisalah
satu
sektor kegiatanyang
potensial memberikan kontribusi terharrAFPerumahan Rakyat diharapkan akan menjadi bagian
dari
komitmen nasional untuk penanggulangan epidemi HIV/ AIDS.Upaya-upaya penanganan penyebaran melalui pendekatan berbasis tempat kerja
yang sebagian besar pekerjanya adalah kaum
lali-laki,
dan lelaki yang berisikoumumnya memiliki mobilitas tinggi dan
/
atau jauh dari pasangan tetapnya.Bark Dunia mengupayakan program-program penanggulangan melalui kebijakan
dalam pendanaan pembangunan infrastruktur
di
negara-negara berkembang,Sebagai langkah awal untuk mewujudkan kegiatan penanggulangan
HIV/AIDS
adalah dengan melakukan sosialisasi terhadap peke4a dan pengelola proyek
Western Indonesia National Roads Improvenent Project (WINRIP).
1.1.
MaksudKegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan cara-cara menanggulangi
penyebaran
HIV/AIDS pada populasi
rawan
tertulardan
menularkar,khususnya kepada pekerja dan pengelola proyek pembangunan jalan ruas Ps.
Pedati - Kerkap (No.05).
1.2 Tuiuan
Tersosialisasikannya inJormasi cara-cara penanggulangan penyebaran
HIV/AfDS
kepada pekerja dan pengelola proyek pembangunaa jalanruas Ps. Pedati - Kerkap (No.05).
Tersosialisasikannya perangkat pencegahan penyebaran
HIV/AIDS
kepada para pekerja dan pengelola proyek. 1)
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
1.3.
SasaranMeningkatkan kesadaran akan resiko, bahaya dan akibat
HIV/AIDS
daripara pekerja dan pengelola proyek pembangunan jalan ps. pedati _ Kerkap
II.
Perkembangan Epidemi dan KebijakanHry-NDS
a)
Perkembangan Epidemi HIV-AIDS di IndonesiaData dari Kementerian Kesehatan pada November 2014 diketahui dari tahun
2O14 secan kumulatif terdapat 160.138 kasus
HIV
dari 33 provinsi dan 68.790kasus AIDS dari 33 provinsi (Ditjen PP & PL Kemenkes RI 17 oktober 2014 Edit
[image:7.596.7.571.46.801.2]terakhir l8 November 2014), disajikan pada gambar I . dibawah ini.
Gambar 1: Perkembangan Epidemi
HIV-NDS
di Indonesiasd.2ms 2m6
Sumhr : Inporm Perlembaryan HIV-AIDS Tnhun 2014
b)
Perkembangan Kebiiakan HIV dan AIDS dan ProgramBerawal
dari
penguatan kelembagaan, kemudian penetapan strategi dan Rencana Aksi Nasional 2010-20't 4. Program nacional diperkuat: penguranganDampak Buruk Penggunaan Napza Suntik (HR-Harm Reduction), Layanan
Komprehensif Berkesinambungan pKB), Pmcegahan penularan HIV dari Ibu
ke Anak (PPIA), Peningkatan Pengetahuan Remaja dan Strategic Use of ARV
(SUFA), untuk lebih lengkapnya disajikan pada Tabel. 1, dibawah ini:
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
Tabel.I. Perkembangan Kebijakan
HIV
dan AIDS di IndonesiaTahun Kebiiakan
r994 Perrbentukan Komisi Penangculanean AIDS Nasi,onal L999 Dimulainya Layanan Alat Suntik Steril (LASS)
?nni
Kenrrfircan hersama I(PAN .g BNN +errfano
FfarrnReduction:dimulainya Program Terapi Rumatan Metadon 2005
.
KPAN mendapat dulungan pendanaan IPF.
lmplmtentasi LA$9 di Puskesnns.
Pmdanaan GF R5 fokus pada pensobatan di 19 Provinsi2006 Penzuatan KPAN melalui Peraturan President 75 / 2006
2007
.
Pernbentukan KPA provinsi dan Kabupaten.Kota (Permendagri20/200n
.
SRAN
2007-XL0:
Dokumen Strategis pertama
untukdilaksanakanpara penungkukepentingan, pemerintah
&
nonpemerintah
2009 Pendanaan GF R8 fokus pada penangguJangan
2010
.
Intrulci
Presidm
kepadaseluruh Kepala
Daerah untukpercepatan pencapaian MDG, ternrasuk penanggulan HIV dan
AIDS
.
SRAN n10-2m4, fokus pada Populasi Kunci (Pemrenkokesra8/mlol
.
Diluncurkan PMTS (Pencegahmelalui
Transmisi Seksual) suatu intervensi struktural.
Pendanaan GF SSF diperluas ke 141 Kab/kota prioritas di 33 provinsi2012
.
Diluncurkan LKB (Layanan Konrpreheruif Berkesinambungan)2013
.
Dluncurkan
SLJFA (StrategicUse
of
ARV)
(SE Menkes 129/2013).
DiberlakunyaPMTCTOption B+ (PermenkesSl/2013)201,4 Strategi Kemandirian
:
APBDagar
mencakup pendanaanuntuk OMS termasuk petugas penjangkau dan kader, reagm untuk test HIV dan IMS, serta operasional Sekretariat KPA.
IKN
diluncurkan
:
mencakup
harpir
semua
infeksioportunistik
dan
IMS. KPAN
&
Kemkes
berupaya meningkatkan alses populasi kunci ke JKN.SRAN 201$2019 disiapkan berfokus pada PMTS, LKB dan SUFA
c)
Kebijakan HIV dan AIDS di Tempat Ke4a Kemenakertrans.
Kepmenakertrans 58/2004 : Pencegahan dan PenanggulanHIV
& AIDS di.
Kepdirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan 20/ 2005: PetunjukTeknis Pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulangan
HIV
dan AIDS diTempat Kerja
.
Kepdirjen Pembinaan Pengawasan KetenagakerjaanM/2072
:
PedomanPemberian Penghargaan dalam Penanggutangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja
.
Kebijakan Waskita HIV dan AIDS tahun 2013 KemenPU.
Surat EdaranMentri
Pekerjaan Umumnomor 13
tahun 2012 tentangProgram Penanggulangan
HW
dan AIDS
pada
sectorKontnrksi
diLingkungan Kementrian Pekerjaan Umum.
Sebagai tindak lanjut
dari
Surat Edaran Mentri Pekerjaan Umum nomor 13 tahun 2012 tentang Program PenanggulangahHIV
dan AIDS pada sectorKontrulsi, Ditjen Bina
Marga
Kementerian PekerjaanUmurn
telahmemasukan
program
pencegahanHIV
dan AIDS
kedalarn DokumenPenawaran (Bidding) yaitu di Persyaratan Spesifikasi Umum (GQ, Sub Pasal 6.7 disebutkan bahwa Kontaktor menyelenggarakan program sosialisasi
HIV-AIDS
dan Persyaratan Khusus (PC) sub pasal 6.7. yang menyebutkan bahwa Pemilik Proyek menyelenggarakan program sosialisasi HIV-AIDS.d)
Gambaran Umum mengenai HIV-AIDSHIV
adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaiht sejenis virus yang ada di dalam darah amanusia yang dapat melemahkan daya tahan tubuh,Sosialieasi HIV-AIDS WINRIP
sehingga pengidapnya mudah terserang infeksi
sariawan dan diare yang berkepanjangan.
AIDS
adalah singakatandan
Acquired lmmunolain,
seperti tuberkulosis,Defctency Synilrome yaitu
infeksi HIV.
Bagainrana Cara Penularan HfV ?
Penularan
HIV
akan teqiadi bila ada kontak atau percampuran dengan cairantubuh yang mengandung
vir6
HIV
yaitu:'
Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV.
Melalui transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV'
Melalui alat ,/ jarum suntik atau alat tusuk Iainya (akup'ntur,tindik,tato)yang tercemar virus HIV
.
Melalui ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi pada masa kehamil,arupersalinan atau selama menywui.
Berdasarkan data terbaru, penularan
infeksi
Hrv
terbanyakdi
indonesiapertama adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi tanpa menggunakan kondom, kedua adalah nrelalui penggunaan alat suntik yang tercemar darah yang mengandung
HIV
yang dimungkinlan antara lainkarena penggunaan
alat suntik
secara bersama diantarapara
pengguna NAPZA suntik, dan ketiga adalah ditularkan dari ibu pengidapHIV
kepadabayinya,
baik
selama kehamilan, persalinan atau selairn menyusui. Cara penularan lain adalah melalui transfirsi darah yang mengandung virus.Siapa Yang
Memiliki
Resiko Tinggi Untuk Terinfeksi HfV ?i
Perempuandan laki-laki
yang
memliki prilaku
seks beresiko, yaituberganti-ganti pasangan
dalam
melakukan hubungan
seks
tanpapelindung, berhubungan seks dengan orang yang tidak dikenal.
.
Penyalahgunaan narkotika dengan suntikan, yang menggunakan iarumsuntik secara bersama (bergantian)
.
Hidup serumah dengan pengidap HIV.
Be4abat tangan atau bersentuhan dengan pengidap HIV.
Pengidap HIV bersin atau batuk.
Kontak dengan peralatan makan/minum yang diapakai bersama pengidapHIV
.
Pakaiaru handuk dan sapu tangan yang dipakai bersama.
Menggunakan toilet bersama.
Berpelukan atau berciumanpipi
.
Gigitan nyamuk/ serangga.
Berenang bersama di kolam renang dan hubungan sosial lainyaDengan demikian pengidap HIV-AIDS tidak perlu rtikucilkan !
Seseorang mengidap
HIV
hanya dapat diketahui apabila
dilakukanpemeriksaan darah di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut.
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
III.
Metodologi dan PendekatanMetode yang akan digunakan adalah sosialisasi secara tatap muka langsung dan
diharapkan akan terjadi dialog dengan penyampaian terlebih dahulu tentang
HIV/AIDS. Penyampaian dilakukan dengan bantuan rnedia dan dengan bahasa
yang sederhana sehingga mudah dipahami,
dulungan
alat peraga akan lebihefektif.
Disampingitu
untuk
menjaga kesinambunganupaya
pencegahandilakukan
juga
diseminasimelalui
media-media kampanyeyang
terpasang dilokasi proyek seperti poster atau spanduk serta media lainnya yang akan terlihatatau terbaca setiap saat.
Pendekatan yang dilakukan adalah merupakan pendekatan berbasis tempat kerja,
yaitu
sasaran kegiatan ditujukan kepada pekerja dan pengelola proyek yangdominan adalah kaum lelaki yang berisiko dan umumnya mempunyai mobilitas
tinggi
danr/ataujauh
dari
tempat kerja.Untuk
pelaksanaan tes dan layanankorueling dilaksanakan secara sukarela serta kerahasian yarrg terjaga dan haaya yang bersangkutan yang berhak untuk mendapat informasi mengenai status
HIV-nya.
IV.
Hasil Pelaksanaan Sosialisasi HIV-AIDSa) Tareet
Peserta:b)
konstruksi
pada
palet No. 06 ruas jalan Ps. Pedati - Kerkap serta unsur lainyang terkait didalam pelaksanaan proyek seperti:
r
Pejabat dan staf Satker Pelaksanaan Jalan Nasional WilayahI,
ProvinsiBengkulu
r
Pejabat dan staf PPK 0? Provinsi Bengkulu.
BBPIN III, Palembango
Design and Supervision Consultants (Field Supervision Team) Paket No. 05.Fasilitatot Sosialisasi & Narasumber
Kegiatan Sosialisasi
/
Penyuluhan PencegahanHIV/AIDS
kepada pekerjakonstuksi
ini
diselenggarakan oleh PT Waskita Karya sebagai Kontraktorpekerjaan Peningkatan ruas Jalan Paket No. 06: Ps. Pedati
-
Kerkap. Sebagai Narasurrrber adalahDinas
KesehatanProvinsi
Bengkulu, (programini
merupakan kolaborasi antara PPK/Kontraktor dan Dinas Kesehatan) dan yanghadir dari Dinas Kesehatan pada sosialisasi HIV-AIDS
ini sebanyak
8 orangyaitu:
1. [l[6pd
]rrliansyah, SKM, Kasi P2, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.2.
Reka lagora Marsofelp SST. M.Kes, Dosen Poltekkes Kemenkes3. W.
Ardeka M. SST. M.Kes Dosen Poltekkes Kemenkes4.
Nurdiru Staf P2, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.5.
Azhari Septiawan, Staf P2, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.6.
Desfa Atika Staf 12, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.7.
Wulan Suri Silvia Alviani, StaJ F2, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.8.
Nuspianah, Staf P2, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
Dan
Tim
CTC MNRIP
sebagai moderatordan
administrasidata
dan informasi, sebanyak 2 orang yaitu1.
Leti Hermawati (Ienaga Ahli Lingkungan WINRIP)Pelaksanaan Sosialiasi HIV/AIDS
Sosialisasi
HIV/AIDS
diadakan pada tanggal L2 Januari 2016, bertempat di Kantor Proyek Kontraktor/Base Camp PT Waskita Karya Paket No. 06: Psr.Pedati
-
Kerkap, Desa Pasar Pedatl Kecamatan Pondok Kelapa, KabupatenBengkulu Tengah Provinsi Bengkulu.
Dhadiri
62 orang yangterdiri
dari pimpinan dan staf Kontraktor serta pekerja konstruksi berjumlah 50 orangyang
merupakan target utama peserta sosialiasi/penyuluhan HIV/AIDS.Sedangkan unsur terkait proyek yang hadir adalah staf/perwakilan dari PJN 1
dan PPK 02
yalni
Tim pengawas lapangan ternrasuk supir sebanyak 5 orang dan dari Konsultan Design dan Supervisi sebanyak 7 orang.Acara sosialisasi dilaksanakan pada jam 08.00 WIB, dimulai dengan ucapan
selamat datang
dan
ucapanterinn
kasih atas kehadiramya dalam acara sosialiasi sekaligus pembukaan acara sosialiasi/penyuluhan PencegahanHIV/AIDS secara resmi oleh Bapak
Arifin
(Korlap Paket No. 06). Selanl'utnyasambutan dan penjelasan singkat tentang project MNRIP, maksud dan tujuan
diadakan sosialiasi pencegahan
HIV/AIDS
kepada Staf Kontraktor dan parapekerja konstruksi di Proyek WINRIP yang disanpaikan Ibu Leti Hermawati
(Tenaga Ahli Lingkungan, WINRIP).
Sebelum Materi
HIV/AIDS
disampaikan oleh Narasumber, terlebih dahuluTim
CTC merrberikan 1 leuibar berisikan 5 pertanyaan pengetahuan dasarHIV/AIDS
(Pre Test)
yang akan
dijawab
oleh
peserta sesuai dengan pengetahuan masing-masing peserta. FIalini
dimaksudkan untuk mengetahuisejauh
mana
tingkat
pengetahuan peserta sebelummateri
HIV/AIDSdijelaskan. Sebanyak 57 peserta ata!
9l%
dari total peserta yang hadir telahmengisi jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan 9% atau 5 orang tidak
menerima pertanyaan karena terlambat hadir.
penggunaan kondom dengan baik pada saat hubungan seks dan saling setia
terhadap pasangan dapat mengurangi resiko terhrlar
HIV
(93% dan 88%).Selanjutnya sebanyak 79o/" lelah mengetahui bahwa HIV tidak tertular melalui
penggrrnaan alat makan bersama dan 86% menjawab bahwa seseorang yang
telah terinfeksi HIV tidak dapat diketahui hanya
dengan
Namuntidak demikian dengan cara penr laran HIV melalui gigitan serangga/nyamuk,
hampir separuh peserta (49%) menjawab gigitan serangga/nyamuk dapat
menularkan HIV. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 6,
Acara kemudian diserahkan kepada
TIM
Narasumber Program SosialiasiHIV/AIDS dari Dinas Kesehatan Propinsi Bmgkulu. Saributan disampaikan
oleh Bpk Akhmad Yulainsyah, SKM, serta apresiasi baik diberikan kepada
Projek
MNRIP
karena
ikut aktif
dan
peduli
dalam
programsosialiasi/penyuluhan pencegahan
HIV/AIDS,
sekaligus dilanjutkan denganpemaparan
dan
diskusimateri
sosialiasi/penyuluhanHIV/AIDS
denganmoderator oleh Ibu Leti Hemawati (Tenaga
Alili
Lingkungan, WINRIP).Adapun materi
-
materi yang disampaikan oleh Bpk Akhmad Yulainsyah,SKM berkaitan dengan pengetahuan tentang
HIV
dan AIDS
diantaranyaadalah :
1.
Pencegahan Penularan Infeksi Menular Seksual2.
Pencegahan Penularan HIV/AIDSDilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Beberapa pertanyaan dan saran
rliaiukan diantaranya :
Sosialisasi HJV-AIDS WINRIP
1.
2.
Apakah penularan
HMapat
terjadi dengan adanya perilaku seks oral? Apakah orangyang
sudah terinveksiHIV
dapatterlihat dari
fisiktubuhnva?
5.
6.
Apakah orang yang sudah terinfeksi
HIV
dan sudah minum obat ARVsecara teratur masih dapat menularkan HIV kepada pasangannya?
Seberapa siginifikan penularan HIV melalui pisau cukur?
Di Provinsi Bengkulu: jika seseorang sudah melalcukan test dan hasilnya
positif terpapar HIV, kemana orang tersebut akan berobat?
Di Provinsi Bengkulu: Rumah Sakit
/
Puskesmas mana yang dituju oleh masyarakat yang ingtn melalukan test HIV? Dan apakahuntuk
untukpemeriksaan dan pmgobatan
HfV/AfD6
dapat menggunakan BpJS?Di
Provinsi Bengkulu: apakah sosialiasiHIV/AIDS juga
disampaikan kepada masyarakatumum? Apakah
ada
program
dari
pernerintahProvinsi?
Diskusi dan tanya jawab antara peserta sosialiasi dan Narasumber berjalan lancar dan sangat komunikatif. Semua pertanyaan dari peserta telah dijawab
dengan baik dan tepat oleh narasumber.
Untuk 5 pertanyaan yang diberikan diawa/sebelum penielasan materi (pre test) juga telah disarnpaikan kembali melalui tanya jawab langsung dengan
peserta, hasilnya semua peserta telah mengetahui dengan benar jawaban dad pertanyaan ters€but.
Setelah acara diskusi dan tany a jawab, Tim Narasumber Sosialiasi/penyuluhan
HIV/AIDS
memberikan media komurrikasi infomasi dan edukasi pencegahanHIV/AIDS
berupa Posterdan
pamplet/brosurunhrk
dipasangdi
papaninformasi base camp atau kantor proyelg hal
ini
dimaksud agar materi tentangd)
pencegahan HIV/AIDS yang sudah disampaikan tetap diingat dan dipahami
sehingga dapat saling berbagi hforrnasi.
Test HIV - Rapid Test (rreening medis awal) bagi yang berminat. Dijelaskan
sebelumnya bahwa test tersebut bersifat sukarela dan dijamin kerahasiannya.
Dari 62 peserta yang hadir, sebanyak 29 orcng ataru 45o/o (28 peserta dan 1 orang moderator) mengikuti test tersebut dan hasil test 27 sample dinyatakan
negative (-), 2 sample gagal (jarum suntik tidak terpasang dengai baik).
Data Peserta Sosialisasi HIV/AIDS
t
Tingkat PendidikanTirykat Pendidlkan Peserta (%)
90 80
50 40 30 20
10
0
Jumlah peserta sosialisasi
HIV/AIDS
adalah 62 orang. Sebagian besarpeserta berlatar belakang
pendidikan
setingkat Sekolah MenengahUmum/Atas/Kejuruan (SMU/SMA/SMK/STM)
yakni
sebesar 79%.Sedangkan peserta dengan latar belakang pendidikan Sarjana/ University
(S1) adalah 16%, Diploma 3 (D3) adalah 3% dan sisanya 2% Sekolah Dasar
(SD).
Sosialisasi HIV-AIDS WINRIP
*
Status Kedudukan Perkawinan:Status Kedudukan Pemikahan (%f
f
MenikahI
Laja nggCerai
Sebagian besar perserta
yang
hadir
pada sosialiasiHIV/AIDS
sudahmenikah yakni 58%
at
i
42 orang. Sedangkan yang belum menikah ataumasih lajang 32% atau 20 orang.
{.
Status AsaI KaryawanfekeriaKaryawan/Pelterja Luar atau Lokal
a Lokal
I
LuarPeserta sosialisasi
yang
terdiri
dari
Kontraktor,Konsulta4
peke{a konstruksi, serta perwakilan dari PJN 1 dan PPK 02, sebagian besar yakni sebanyak 65% merupakan karyawan/pekerialuar
(berasaldari
luar Kabupaten Bengkulu Tengah). Mereka tidak tinggal dengan keluarganyanamun
tinggal
di
mess karyawan/base camp, kost/sewa). Sedangkansisanya
sebanyak35%
merupakan karyawan/pekerjalokal,
yakni bertempat tinggaldi
sekitar lokasi proyek (tinggal bersama keluarganya). Lokasi proyek paket No. 5 :Psr. Pedati-
Kerkap berada tidak jauh dari KotaBengkulu dengan jarak tempuh dari kota Bengkulu
t
45 menit, sehinggabagi yang tinggal
di kota
Bengkulupun
masih dikategorikan sebagaikaryawan/ pekerja lokal.
{.
Pernah Meneikuti Sosialiasi HIV/AIDS sebelumnvaMentikuti Soialisasi HIV/A|DS Sebelumnya
I Pemah a Belum
Sebagian besar atau 92"/o peserta yang hadir menyatakan belum pernah
mengikuti kegiatan sosialisasi/penyuluhan HIV/AIDS sebelumnya.
Untuk
itu
kegiatan sosialisasiatau
penyuluhanHIV/AIDS
sangatdiperlukan diterapkan disetiap proyek khususnya di proyek proyek Bina
Marga mengingat kontraktor dan para pekerja konstruksi juga termasuk
kelompok masyarakat yang rentar terinfeksi
HIV
serta turut mendutung program pemerintahuntuk
memberi pemahaman kepada masyarakatumurnnya dan para pekerja konstruksi khususnya tentang pengertian dan
bagaimana penularannya HIV/AIDS serta cara pencegahannya.
Sosialisasi HIV-AIDS WINRtr
V.
Kesimpulan'
PPK telah mengirim surat permohonan Narasumber untuk kegiatan sosialisasi HIV-AIDS kepada Dinas Kesehatan provinsi Bengkulu..
PPK dan Konhaktor pT WaskitaHrV-AIDS kepada para pekerja konstrrksi paket No,06: psr pedati
-
Kerkap, di lokasi kantor proyek Paket No.06, pada tanggall2Jantwi20L6'
sosialisasi HIV-AIDSini
dihadiri oleh pimpinan/staf Kontraktorpr
waskita Karya, serta para pekerja konstruksi peningkatan ruas jalanpsr.
pedati _Kerkap perwakilan dari PPK 02 dan
pIN
r. serta Kon$ultan, seruruh peserta be{umlah62onng
.
Tingkat
pendidikan peserta sosiatisasi, adalah Z9% merupakan lulusanSMU/SMA/SMK dan sisanya LSYo S1.,3Zo D3, dan 2Zo SD, sedangkan status pernikahan peserta adalah d8% Menikah, 32% belum menikah. Kemudian
sebanyak 55% merupakan karyawan/pekerja
luar
dan g|o/" karyawan/pekerja lokal.'
sebagian besar yalcd 92% pexrta belum pernah mengikuti 2gar3 sesiarisasiHIV-AIDS sebelumnya dan baru mengetahui tentang penyakit HIV-AIDS
mencakup definisi, penyebaran, pmularan, bagaimana cara mmcegahnya
serta kondisi/status HIV/AIDS di Duni,a/Indonesia pada kegiatan sosialisasi ini.
'
Meskipun sebanyak 92o/o pesefta baru pertamakali
mengikuti sosialisasiHIV/AIDS,
namun pengetahuan dasar peserta tentangHIV/AIDS
cukupbaik, hal ini berdasarkan hasT Pre Test yang dilakukan.
.
Telah dilakukan Rapid Test-
HIV
secara sukarela terhadap27
peserta sosialisasi dan hasilnya semua teridentifikasi negative HIV.
Dinas
Kesehatan
Provinsi
Bengkulu
cukup
aktif
nelakukans6eialis65i/ft26panye pencegahan
HIV/AIDS di
wilayah prophsi Bengkuluseperti di Sekolah-Sekolah (SMU/SMK dan setingkatnya), posyandu, tempat lokalisasi dll. Progra'lainnya adalah konseling serta pengobatan kepada para
penderita HIV/AIDS yang tersebar di beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit
di wilayah Propinsi Bengkulu terrnasuk di Kabupaten Bengkulu Tengah.
215t2016
ft=-".:
I
.l
-
{;}JJifl-i'1ffi
R=-II I
P
Infeksi yang salah satu
penularannya melalui hubungan seksual
Beberapa IMS juga dapat
l. Bakacrl:
a.l. Neiss€na qooor.lttr€je, Chlenrvdra trachon'stis, Irqrlnemtr Dallidum-2. Vlrur:
Berhubulgan sek$ yang tidak aman dengan penderita IMS (tanpa menggunakan kondom)
3. PrDtoz,oa:
a I Trichomonas vaginalis
5. J{mui a I Candidn albicans
6, EktoFrraiift
u I Phtirus pubis, Surmptes scabei
ldelakukan hubungan seks secara anal,
karena hubungan ini
mudah menimbulkan luka.
Kefuar caimn lid€k normal dari vagino (keputihan) stau penis Rasa €akil pada v€gina atau penis Luk6 oEda dan sekitar alat kelamin Nyeri pemt bagian bawah pada perempuan
PCmbengkekaR t6sts , slff6ruIrl atau lipat paha
Tumbuhan / vegetasi di alat kelamin Radang mata pada bayi baru lahir
H : H'man (|i4anusis) A : Acq'iGd (ftaFt/
2
.
IMS meningkatkan risikotertular Hlv
.
Pengidap HIV menjadi rentan terhadap berbagai penyakit termasuk IMS.
Pengidap HIV yang juga IMS2t5t2016
menyarang sistim kekebalan tubuh (sol darah
putih / limfosit) sehingga kekebalan tubuh menurun
ft*-.
Hubungan Seks tidak aman/
Heteroseksual/
Homoseksual.
Darah/
Tranfusidarah/
Jarum suntik yanglercemat
.
lbu ke bayi/
K€hamilanr' Melahirkan r' Menyusui
I
TerutEma teriadi karen. adanye perilaku berisiko
Praktek seksual berisiko tanpa pengaman
Praktek Penggunaan Jarum Suntik yang tidak steril dan berganlian
Namun dapat iuga melalui
Penulafan dari lbu HIV posdif ke bayi
ft*-
I
rJ:trg Seni'rhtt Is"E|sn
<aL
r=
Berperilaku s€k6 yang aman
Tidak berbagi alat suntik
.
Prooram oenceoahanpen-utarad HIV ilari ibu ke anak
g
r.laring-fia3log tnhap nEmpunyil krraktcr dan mcmbuluhkan pcLyanan & dukungan yang borb€da
I
.
Ditemukannya antibodi HIVdlm darah
.
Jenis tes antibodi HIV: - Rapid Test_ ELISA
- Westem Blot
4
R.'-.
Masa dimana virus masuk dalam tubuh sampai dengan terbentuknya antibodi.
Antara 4-12 minggu.
Bila diperiksa pada masa tersebut, anti HIVnya negatif karena antibodi belum terbentuk, namun sudah dapat menularkan pada orang lain
Hubungan anal paling berisiko, karena epitel mukosa
yang tipis dan rapuh.
Hubungan vaginal, wanita lebih rentan karena anatomis
alat kelaminnva.
^?
-Zt,
?
.1,
*.rl
il-2t5t2016
Obal yang dapat menekan jumlah virus dolam darah
Dibedkan kepada odha apabila $Jdah
nemenul €yarat minum obat Bila belum muncul gejala, tidak
daDat terlihat terinfeksi atau tidak sementara dalam darah
sudah
^
?
.
Dapat diketahui siatusnyadengan tes antibodi
Htv
'
f 't'
.
Periksakan segera bilaperilaku JL
berisiko
.
Diminum secaro te,atur. tepal waktudan seumur hidup
. Di6ediakan Demerlntah GRATIS, di RS
ft*-
,,s
XE
v?
P)
""ir
LJw
T
LI
.-+_-<-
q'J'S
-{
(.F tr----i -'F i\i(
'&
\\
>\]
'-'€
Ns
t
-€!€-.\
-n
-Eq
-s
=+
'6
5 Ee
i
tE>€
t=r4
9g
dE
.€\
s
3
.{\t
5T
$ .f 3e
D trJ CiD.j
,J,l
,
\
J.'t
-11+\-I)
.Jf
i-,< iJtL
€Ct
,\)-:\
\
e
m +c
@ dz
o
d Pz
I
d
5€
s cE
q oz
t
E3
+
E"
L
5"o
v g?
&FF
aE
-- E>
E
E9
.\
UO-- oc
lcLqlg
Hp
o Ft
<u,9
*b9
!4Eo
x
ai 'a::>(,
.'g^E8
=8E
gaq
-dE
t>!
or5
z
z E !t
0,o- <,"\
<j
u
q
L-.ldF
i
"-j
N'
l-lF\
\i\
F
ESi
iJl h
t4a:
EZ
to(
F:
s
O, --r1Y d-" -t s,{
I
LJ
4
-!
I L'1t
.\,:-l
A
:
I
i.N
-l
--.F..
9c.=
*
o>.rs*
Y-c,J
.9 p.
-r_ld ,= o€5 O14
(
J5
-l^ 1R)-,5
i€
YF-9
I
\{
rl 5-1
+i-I .<
J,
-o*
Je
g
Jj
il
r5
s
-,.3
3
s,<
o
t-'-?:
?
rP
-i)J\
\{
-,s
Ioi:
{
':L
o. o-Fz
o
lr.\
s\ Ns
I
Rd
.[r-c-wF
s
q
{l
c^ LA ,:J\]
Y GA
ct-c.{ @a
A fl .rf\\_\ @a
!Jn
Ir-dl c,_,t\
.se
d--q) lF r'') x,)€
cJo
F.l q, <) t.l '.Ja
O z F atl F-L€
_--)P
(,
)
)
z
C,J tttq
il
5
0C6
iW
v,
.l:-1-!
+
a)t
a,:;)
G-2
t--I R' ,\1 D,l.-e==
,:l
z
F z O5
4
,
6 '-.J '--+'e
(A
$N
5ti
rLuaL-\L \t
')
s
x
j,
c-.-J
7
*
)J
_-?(i
\,
=
i--a::'j .1::,L-I
(
c\
\
F rr, IJJ 6. E zq
\l .aLf
t
r\c
7 gfi
7 I]Jx
E t4-6 ur, tra
-G
\.: 'i--2(\ -:', o2;
R
(
T-6T
D
(-\
Ea< ,E i "F! {Ilri
€
rb
J
z
>
ot
c
crU; rol.ri\ Ll.
-a
}Z
o
I
I(
( (o
<f 6 C'z
o
Ee
z
jg
2
=
C) .o 0,) o, eo
c;
t! o g (D .9 |!z
.g o o -c, o o=
c-:{ L-Y- C}
-vfi
jo :rJ a4 Qoc-P
!JE
;s
Jl
.99 o Esu
tr.E
q2Hb
cEodi
{ra
-6
=4.
trod
t=
o-s
\
\t
-\qJ
--\
ft
>E
6 5g
EZ
aot
-+<
.-9.
\vj
IFE
g 6i
FF
^1..,,s
-u.l
Jr
#
\
$
I ti
\v
-\--6
h.
\
:.1\
x
\#
\
'6*g
E$H3
iE>;
"*=g- s =
$
-t
"tr
(5---
\\
t--{
{
\
r
-.rL ..1s
*
'1-s
1 w. 'D e-tsx
rl .-15J
-f\t
t
)
ol SD\
SJI
Co
T artt
ut Ciz
o
Ee
z
^o
.FJ\ a-l
lt
6s
>
cc4q oz
-!.l- E =
r g5
-g
PE
,V o'd
* oo4
l6E
=
EE
rrv (i
c>
'a!;
-a
Q Otr
bP
*
i,ic:ir
,g
Hi?
;8.E
tr.b
Et r')
= ^
H
b';
;?9.
-E.E
-'g
!
c<E
Fofl
f=g
AI5
z
{
z
F G, trl !l !, EIV
,a
5
{
tr
3
ts
f
:f
,€
\-/i
t
e)
q
F
\)^ i|a'.:riE
q7 =-YE>
COE,
{
*
sa5
)
U
-tJ
:y
a
--:5 ----.'Q€
>-S
d
r
.l
--r
3
a
cO(
I
+
--..9
-EEJ
g$E
E.8.9
{J'+
dt
\s
9>(
.)
vt
s-^\
r:e
.,)
,1
qr
\l\)JI
*R
JtJ _g' 1zq:4
'1
r
<aJ,$
q$
-15
rl
Y{
t+
J5
6 ,lI\o
(
)
)
ta
,s
,.X I 4l oz
tt
t
\a o-\o F$*
z
k
ao .n_ Eo
s
s
A
s
\^
l:S
r..9
c) vJ)
c> (_\-..
*
p :9 \9E
\l)6
t
K -t{
+{++,
\SJ-*\
st
sL -.r]<
&
z
Fz
$ .l-=c
\
I I \ ^)l*-yi
-1Ft
q-Irt9*
\i tt-
G-3
\
I F E E{
z
o
5 .C\ .tO q \l\<
+
\\
r$ ,qa)
-:
,7s
3
-T
\fla
4z
\
2
t
r-;\
r(-'1
{..}+
c\
-:\s
i
F
:)
^tT
$
E
z
A
.\
.*<.
2
ri-LD <J>+
3 U',6
5
..t G) o33
J
N<-i
etF
\
s
=l
,6
N
'\{
\\)
t-
s
e
\
'6
E.*q9
fl8;E
f
E>;
Ele';
E{
=
:$
-5 :Y\u ct-5
3
I
.-a
E-N
i
tt v-_) .3 /.eai-)
u)ca
I
(.]
U.)c4
F'\
)
p
PS,(--)
SA, .E \it-\e
(n s,o
€
dz
o
c,I
z
o
F
d oz
Ee
I
E=
{
:€
\- Fs
s oh
,\ trY
4
aF
v
,eX
(!l rr ooi, CLO cl C:
g
FE
<Li.9
tr.E5
frE.e
4EY.'
EgE
SrE
c<
FtroUE
|J-\ n
<-.:c
or5
z
2 d F E UJ ! ttt ssv
.l'..\
F
{
s
w
F-*
(lloL
9
IL-/) 90
I
t
\-
\<(
(I-A q,)
osr -= 3Ul i:
ttrJ! EZ (o
-1
s
G
+
-tttl
L
\)
bo a ..,oE
:-re!
t
.d)
6
<? P (.ts ? q.t
\<a.
(q,J
s
'i1
\)
eo,
x
I
(b >D.-.9.
5:zj5 $E
lEco y,atr(>.
nsJJ+
5btd
-ig
lc-q^6 -s.€?
7-l€
_si
dl \Jo
Jq
r-l
xt
rt
{A
Ya{
\'1 CJ {ids
.)-
'1---\)
t1'r
J o.t
o. J ul Fo
z
l](l N F,]\
\-9 Nz
F aoR
{)7
+
a
.N -\{a$
:
xt]
s
x
t7a(-s
t
F 1/1\-
S)e
\]F L of.
o
t-ID'i
N TD o4a
ci
TD G] Ic!
!D J \Drt
cl-dJJ
\-L
3
.-g
z
Fz
F
E
=,F*
h*\
AT .) A NiA-{
,r--:g}.-n
Y^2 <)r5
?
t\ .:( d ?t--a
dr-
v--.<.,r
r)
ts7
F
L.J:
\4
,3
$3
'F.,e
s
,T
)
3
r\
-!lrr
J
Nts F G UJ trl o.z
')a
.?;
s
\)
s
t:
Vd
:1s
{u 7?\
GIN
a\lF
r/)l \4 d .$T*
s
LE
€
@\t
63
dlgle*
n
o
z
!\
Q
G\'D
.> ci!l-.
z
.i'--)
-\ -\
\1(
*=
i?
€
- f
Y
\
tr
-N
.{.\
(4.
--
>+
\
s
\]
'6€g
53HE
EEiE
= E3
SNs
J
>b3
ctsA
s
\)\!
,i$--Ds
is
e
\L
t
L$}\
S3
cDt
t
R
c>-. qr
k
a+ C5
E
SN \-. .s -\-E T3
6 dz
e
z
s-9
,l e -l
-g 6g
q
cc
+
.94
:
gE,
:( 9x
&
6'6
!
ooo6:
FE
:o
<:
-!., E >
?
E9
\J 60=
a oc
dvl e{ ;6O
S'83
r==<(J.Y
t-P
fr.Ei
tAY ^ IJJ : .:cg9l
xgE
=EE
cta
EEoP
t>!
ar5
z
z
s
|lJ E !to \./) L,.J
I
\,c
st-.
s'-rc
J
\tr
+
+
-{
-+-e.l
-
Ut CItt
,^=E
r{.i
EEE
It J:E=
:
6 LbY
)
a
as
-_s € ---o c.\\
J\
s
\
t4
<
e,
J ,N s QI 6. - 0-.5d
-
1\^
E
(^J
-r5-f5
-€
?'
-...9
-g:25
g$E
t!co Y-T'Jq,
gd ,s -1.'sJlg-
ol
J{dJE
d<v6
65=
V
ii\
!:s
Ljs
-<
JE
irx
o-)
qG.
r€
.Ys'
-t:lt
*I
-)R
=-{ 6 ?i
€
Y4
"J9
Y156a-,+
Y€
*k
)J
,-\L 9GiR
JA
\1. 4 tr o z z 3 E.=
g
I
\3)*--\9-
s{j
C p f- S\-Y\f-v
s
\
F\\
l-Jt .-.\5 t-lD\
q
+
;
\=
+
*
35
5&
I
@ <)I
(-\*
3a
\)
\
-*
3
5-o
S
<-3
z
hz
*
)
- l-d
\
.F4
s)
c\i
\
s
CL,\
.:S a\ <J.<
vf\5
A-,=
-s
*
LJ"s
-+.q-F"
Y+{
Fi <4 S-l
-sJa
)
>.
Y _-:3 :+ _r!2
--t-
\-3 E uJ E z ..< 5 +Dv
fc\l
n\
s
s
f
\-\\
\
s
(:-d
\
\
)
\
\J*
(b
*-2
)€
h
5
4
r\,2
\i--,Q.E
u
5
'1 UI l=-T--6
O C-rt)z
e"{ c>N\ c.\d\J
.-,,\o
't
g
€
dz
a
c
-aa2
o
J !t o o cc IE o t!z
.q o o!t
o o3
o c .9 o (J bo o E-t
P,-= o!
{l' O :4.
3F.
":
rs \-, l cLMINISTRY
OF
PUBLIC WORKS
&
HOUSING
DIRECTORATE
GET{ERALOF
HIGHWAYS
DIRECTORATE OF ROAD NETWORK DEVELOPMENT Core Team Consultant for
Westem Indon€sb National Rosds Improyement Project (WINRIP)
IBRD Loan flo. 8041-ID
BERITA
AGARA
KAMPANYE PENCEGAHAN HIV & AIDS UNTUK PEKERJA KONSTRUKSI DI WINRIP
12 Januan 2016 di Paket No. 06 Psr. Pedati
-
Kerkap, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu telah dilaksanakan kegiatan dibawah ini..
fpn.n\ohon
feotltoran
ln4eFsr
].ienu/or
lex"ol
.
Fnrng.,lhon
'ft.'lo'o^
Htv
&
At>s
'?if\c"h
(
Ta,it1"
J^rr"-{r
'
Tqst
*tro(
(
1ra pi+ T€54)
H;v
{
Sipi lr .Sebagai tindak lanjut maka seluruh perangkat Satker, PPK dan Konsultan serta manajemen
proyek terkah bersama-sama akan melanjulkan kegiatan peneyabaran informasi selama
pengerjaan kegiatan konstruksi di Paket ini.
kec,
WnsF\:Bslrhlr
-
.{
,ro,u
Dilakukan oleh,
(Tim Kampanye)
Diketahui oleh. Diketahui oleh,
(Kontraktor)
L"h
r-f
.PT. PERENTJAIIJI DJAIA ih eulnohsultancy !f,ith A Yongma Engineering Co. Ltd and
=aFf, Epadasaoh Permata Engineering C.onsultant
CTC OfficerJI. Cinhu Vll No.25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12180
MINISTRYOF
PUBLIC WORI(S
&
HOUSING
DIRECTORATE GENERAL OF
HIGHWAYS
DIRECIORATE OF ROAD I{ETWORK DEVELOPMENT Core Team Consultant for
Westem Indon€si| ational Roarb Improy€nent Ptojeqt (WIt{RIp)
IBRO Loan o. 8lM:l-ID
Tanda
Terima
KAMPANYE PENCEGAHAN HIV & AIDS UNTUK PEKERJA KONSTRUKSI DI WTNRIP
No.06
Psr Pedati-
Kerkap, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, maka telahditerima seperangkat bahan-bahan KIE sebagai berikut :,
ilo. Jenis
tedia
Judul Jumlah1.
brll'e
fesceq^w"*
{1ivzfrip5
-Srap Hiv/*i
a) -
^ . n / lr
) uV fttW
ttll-DAlz1
\t^fl
1AO:7
J.
far,r,tgle*
kV+t
Qaw3r1"^ aLcv J4p1sto
Berbagai bahan KIE diatas dipasang disejumlah ternpat strategis di dalam lokasi proyek, ranror
Satker dan kantor Kontraklor serta dibagikan kepada para pekerja.
l.iec.,.P. sMsli. Lqqlfl,t.. t.'1... - ... /. .. .., zor e
Diserahkan oleh, Diterima oleh,
/')
Lk+
(
AVn^",l
ul,o^sfofr
PI. PEREN A A DJAJA in subconsultancy wlth f;l Yongma Ehgine€ring Co. Ltd and ;rtrl. Epadaecon Pehata Engioeering Consultant
cTc Office: ll. ciniru Vll No. 25, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, 12180
Phone/Fax: (0211 7229a23
I
/
.lr
Soqr
{\
dt/
PT.
WASKITA
](ARYA
( percero)
rbk.
*2h,,
INDUSTRIKONSTRUKSI
DIVISI REGIONALI-
CABANG BENGKULUlln. Jend. Ahmad Yani No. 19Padang25l12Tlp.(0751)33151 Fax.32622 email : waskitanadane@)rahoo.c0.id wwlv.waski1a.co.id
PENGUMUMAN
Diberitahukan kepada seluruh pegawai PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Proyek Pelebaran Jalan
Kerkap
-
Pasar Pedati agar dapat mengikuti sosialisasi kesehatan dan keselamatan keda (K3) danpenyuluhan HIV / AIDS yang akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 12 Januari 2016
Waktu
: 08.00 Wib sd SelesaiTempat
: Mes Pondok KelapaPemateri
: Dinas Kesehatan Propinsi BengkuluMengingat pentingnya aoara ini diharapkan kehadiran bapalc/ibu, saudara/i pada aoara tersebut,
Aeuns Noto Nesoro. ST
w
arcrra
INDUSTRI KONSTRUKSI DIVISI REGIONAL'BARAT Kantor Divisi : Jl. Dr. Sutomo No. 96 Pekanbaru 28141 ,Telp.(0761)33'l25Fa-r.(0761)3l40gEmail.Divregionatl@waskit"co-id'""""'.'"''Nomor
r
95 /WMINru/KERKAP-PEDAILP06/2016KepadaYth.
BenSkrlu, 1l Januari 2016
2.
Tlm Konrultal SupeniriProyek Pclcbrran Jalao Kcrkap - Psmr Pcdatl Palei : 06 IrVINRIP
di_
Bengkulu
Porlhrl
r
Undrnqrn SorhllmdHIV:AIDS
Dengan hormat,
Berdasa*an kontrak pelaksonaan pokot'aan Pmyok Polebaraa Jalan Kcrkap - Pasar Pedati nomor
04-26/06-WNRIP-WP2/CEiAI8043/02-15 tangeal 27 febrlcni 2015, dan sehubungan dengen Swat
Edaran Menteri Pekefaan Umum Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Program Penanggulangao
HIV-AIDS pada Sektor Konsruksi di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan F.akyat,
maka dengan
id
kami bermaksud mengundang Bapak / Ibu untuk hadir pada acara Sosialisasi HW-AIDS yang akan dilaksanaikan pada ;
Hari/Tangal
Jam Tempat
P€mator{
Selasa, 12 Januari 2016
08.00 Wib sd Selesai
Kantor Proyek Kerkap - PS. Pedati
Jln, Pasar Pedati no. 43 RT.
0l
Kec. Pondok Kelapa" Bengkulu TengatrBase Camp STA 3+500
Diras Kecshatan Propinsi Bongkulu
Dernikian kami sampaikan atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Jawaban Pesert8
Sejauh Mana psngetahuan Tentang HIV/AIDS
1
.
Bisakah seseorang mengurangi resiko tertular Hlv dengan cara menggunakan kondom2.
Apakah dengan saling setia pada pasangan dapat mengurangi resiko tertular HIV?lya
r
Tidaktt Tidak Tau
lYa
r
Tidaku Tidak Tau
lYa
I
Tidak8l Tidak Tau
5.
Dapatkan anda mengetahui seseorang sudah terinfeksi Hlv hanya dengan melihatnya?rYa
I
TidakLampiran
7:
Sosialisasr oleh Bp Anfin
Uc€pan Selamat Datang dan Pembukaan Sosialisasi oleh Bp. Arifrn
lbu Letti (CTC WINRI) menjelaskan maksud dan
tujuan.kesiatan Sosialisqs! llYlAlDS
Ucapan Selamat Datang dan pemouraan
rrl
lbu Letti (CTC WINRI) menjelaskan maksud dan