• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Tepung Dari Buah Sukun (Artocarpus Altilis) bab 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembuatan Tepung Dari Buah Sukun (Artocarpus Altilis) bab 1"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user Laporan Tugas Akhir

Pembuatan tepung dari buah sukun (Artocarpus altilis)

DIII Teknik Kimia

Universitas Sebelas Maret

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Buah sukun yang diperoleh dari tanaman sukun (Artocarpus altilis)

merupakan komoditi hasil pertanian yang sangat berpotensi untuk dijadikan bahan

baku pangan sumber karbohidrat. Tanaman sukun sangat memungkinkan

dikembangkan sebagai bahan pangan sumber karbohidrat alternatif karena mudah

ditanam dan dirawat, beradaptasi luas, dapat tumbuh dengan baik pada areal

kering dan marjinal, dapat berbuah sepanjang tahun, serta jarang terserang hama

dan penyakit yang membahayakan. Sayangnya pemanfaatan buah sukun sebagai

bahan pangan sumber karbohidrat belum dilakukan secara optimal. Di Indonesia,

sukun kebanyakan dikonsumsi dalam bentuk olahan sederhana misalnya direbus,

dikukus, digoreng atau dibuat keripik biasa. Hal ini menunjukkan

penganekaragaman produk dari buah sukun masih sangat terbatas. Pemanfaatan

buah sukun belum dilakukan secara terintegrasi karena kurangnya informasi

tentang komoditi sukun itu sendiri serta belum diperolehnya data yang cukup dan

tepat mengenai teknik-teknik dan penanganan pasca panen buah sukun.

Tepung terigu merupakan bahan dasar yang banyak digunakan sebagai bahan

dasar dalam pengolahan pembuatan kue. Tepung terigu merupakan salah satu

bentuk alternatif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan

disimpan, mudah dicampur, diperkaya zat gizi (difortifikasi), dibentuk, dan lebih

cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis.

Permasalahannya adalah terigu masih diimpor dari negara lain : bahwa impor

tepung terigu tahun 1998 meningkat menjadi 24 ribu ton dari tahun 1997 yang

hanya 15,2 ribu ton. Oleh karena itu perlu diupayakan bahan pengganti tepung

terigu yang dapat dibuat dari bahan yang diperoleh secara lokal (Thomas, 1998).

Pengembangan buah sukun menjadi produk makanan berkalori tinggi (hight

calori food) diharapkan dapat menjadi komoditi alternatif dalam rangka

(2)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user Laporan Tugas Akhir

Pembuatan tepung dari buah sukun (Artocarpus altilis)

DIII Teknik Kimia

Universitas Sebelas Maret

digunakan sebagai pangan darurat (emergency food) pada keadaan darurat,

misalnya pada saat terjadi bencana alam.

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian diatas, timbul permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimanakah cara pembuatan tepung dari buah sukun?

2. Bagaimana kandungan gizi dari tepung sukun yang dihasilkan?

C. TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai dari tugas akhir ini adalah :

1. Mengetahui cara pembuatan tepung dari buah sukun.

2. Mengetahui kualitas produk tepung dari buah sukun.

D. MANFAAT

Manfaat hasil penelitian ini adalah :

1. Sebagai salah satu cara pengawetan buah sukun

2. Meningkatkan pemanfaatan buah sukun

3. Mengetahui kandungan gizi dari tepung sukun yang diperoleh

Referensi

Dokumen terkait

Mofidikasi yang dilakukan yaitu substitusi pati garut dan tepung terigu sebagai bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan kulit risoles serta penambahan tepung

Tepung merupakan bahan dasar pembuat makanan yang banyak digunakan baik dalam usaha skala besar maupun kecil. Singkong salah satu bahan sebagai pembuatan

Tepung sukun merupakan produk olahan dari buah sukun yang memiliki kandungan pati cukup tinggi yaitu sebesar 69% oleh karena itu tepung sukun berpotensi sebagai bahan makanan

Salah satu bahan pangan yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu. adalah tepung pisang dalam pembuatan

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan rasio tepung terigu dengan pasta sukun (R) serta kombinasi suhu dan lama pengeringan (L) berpengaruh sangat

Tepung terigu merupakan tepung yang berasal dari bahan dasar gandum yang diperoleh dengan cara penggilingan gandum yang banyak digunakan dalam industri

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kue basah adalah tepung, bak berupa tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, tepung tapioka, maupun sagu tergantung dari jenis kue

Kadar protein tepung terigu yang digunakan pada pembuatan cookies kentang lebih tinggi daripada kadar protein tepung kentang, sehingga semakin banyak tepung