• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISEMINASI HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DISEMINASI HASIL PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

DISEMINASI HASIL PENELITIAN

Open House dan Seminar Nasional Serealia

Tema “Inovasi Teknologi Serealai: Langkah Menuju Kemandirian Pangan dan Agroindustri” dilaksanakan di lingkungan kantor Balitsereal dan KP. Maros dari tanggal 28-30 Juli 2009 bertujuan untuk: 1) Menyampaikan teknologi hasil-hasil penelitian terkini melalui gelar teknologi di lapangan. 2) Menginformasikan hasil-hasil penelitian yang sudah terpublikasi, baik dalam bentuk poster, brosur dan media lainnya agar dapat diakses oleh pengguna. 3) Mengomunikasikan kepada stakeholder perihal hasil-hasil teknologi tanaman pangan di lapangan. dan 4) Mendiskusikan cara penerapan teknologi tersebut di lahan petani. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka open house ini meliputi; gelar teknologi, temu lapang, pameran, dan seminar nasional. Pelaksanaan open house ini melibatkan seluruh staf dan peneliti Balitsereal, dibantu oleh staf dari BB-Padi dan Balitkabi Malang. Peserta yang hadir selama acara ini berlansung sebanyak ±3000 peserta meliputi: peneliti, BPTP se Indonesia, dinas pertanian se Sulawesi Selatan, dinas pertanian Luwu Timur (Sulawesi Barat), dosen, mahasiswa, siswa SMA, SMP, SD, dan TK, kelompok

tani, penangkar benih, serta produsen benih swasta nasional/multinasional.

Gelar teknologi. dalam kegiatan gelar teknologi di lapangan ini, tidak hanya

teknologi komoditas serealia saja yang digelar, tetapi Balitsereal melibatkan juga Balitkabi dan Balai Besar Tanaman Padi turut berpartisipasi dalam kegiatan gelar teknologi ini, untuk itu disiapkan selain lahan kering juga lahan sawah. Lahan yang disiapkan seluas + 10 ha, terdiri atas lahan sawah dan lahan kering. Pembukaan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Gambar 18), dan dihadiri oleh seluruh kepala dinas pertanian tingkat dua. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan kunjungan gelar teknologi oleh para pengunjung, selain kepala Badan dan rombongan, Menteri Pertanian Malaysia yang disampingi oleh kepala Badan Litbang Pertanian juga melakukan kunjungan ke lapangan dengan acara panen padi pada lokasi Demplot IP 400 padi (Gambar 19). Dalam kegiatan gelar teknologi ini diperagakan varietas-varietas unggul baru padi dan show window IP Padi 400.

(2)

Gambar 18. Acara pembukaan open house Balitsereal tgl. 28-30 Juli 2009 oleh gubernur Sulawesi Selatan.

Gambar 19. Kunjungan dan panen perdana IP Padi 400 oleh menteri pertanian Malaysia dan Ka.Badan Litbang Departemen Pertanian pada

(3)

Disamping itu juga komponen-komponen teknologi utama untuk komoditas jagung, plasmanutfah jagung, plasmnutfah hermada, sorgum dan kacang-kacangan. Beberapa plasmanutfah jagung antara lain jagung unyil (pendek) koleksi Balitsereal juga dilaksanakan, selain beberapa varietas unggul produk Badan Litbang Pertanian (hibrida dan komposit). Jagunghibrida yang ditampilkan pada gelar teknologi tersebit antara lain Bima 1 sampai Bima 6 (Gambar 20) berikut. Beberapa varietas sorgum baik yang sesuai untuk pangan dan bahan baku bioetanol (Gambar 21), tanaman kedelai, kacang tanah dan Nermada juga diperagakan dalam acara Open House tersebut.

Gambar 20. Keragaan varietas jagung hibrida Bima 2 dan Bima 5 hasil Balitsereal.

(4)

Peragaan varietas ini dimaksudkan agar calon pengguna dapat melihat langsung penampilan varietas-varietas unggul baru tanaman pangan dan meresponnya untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian Balai akan mendapatkan umpan balik sebagai masukan untuk perbaikan varietas ke depan. Adanya peragaan varietas-varietas ini dikunjungi oleh anggota kelompok tani se Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Pertanian tingkat Kabupaten se Sulawesi Selatan.

Temu Lapang. Kegiatan ini terkait dengan kegiatan gelar teknologi

varietas-varietas tanaman pangan dan komponen-komponen teknologi utama produksi jagung, padi, dan kacang-kacangan. Tujuan dari temu lapang ini adalah untuk menginformasikan dan sekaligus mendiskusikan tentang varietas-varietas yang ditampilkan. Dari pertemuan di lapangan ini diharapkan diperoleh umpan balik untuk perbaikan varietas-varietas baru yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan petani. Temu lapang ini dilangsungkan selama 3 hari secara bergilir, sehingga diskusi dapat berlangsung efektif. Para kelompok tani juga mengunjungi demplot pada acara temu lapang (Gambar 22).

(5)

Pameran. Kegiatan indoor berupa pameran hasil-hasil penelitian ini dilaksanakan

selama 3 hari di area halaman kantor Balitsereal. Materi yang dipamerkan berupa produk tanaman pangan hasil penelitian baik serealia (jagung, sorgum, gandum) olahan dan alat pendukung pascapanen, padi, maupun kacang-kacangan.

Gambar 23. Kunjungan Ka.Badan Litbang, Ditjen dan staf ahli Menteri pada salah satu stand pameran.

Bahan informasi yang dipamerkan tersebut dalam bentuk poster, leflet, brosur, demikian pula produk akhir tanaman pangan (baik produk primer maupun sekunder). Di stand pameran ini juga disediakan beberapa jenis benih tanaman pangan dengan harga terjangkau sehingga beberapa varietas unggul baru yang ada saat dapat lebih cepat tersebar luas di tingkat petani.

Seminar Nasional. Kegiatan seminar ini dilaksanakan hanya 1 hari di auditorium

Balitsereal. Materi yang disampaikan dalam seminar ini adalah hasil-hasil penelitian tanaman pangan (khususnya jagung), dan dihadiri oleh para peneliti dari berbagai institusi baik Balai, BPTP, Perguruan Tinggi, Penyuluh Pertanian Lapangan, Kelompok Tani, maupun instansi terkait. Jumlah peserta seminar sebanyak 250 orang. Pada Gambar berikut tampak kepala pusat penelitian tanaman pangan mewakilikepala Badan Litbang sedang membawakan makalah Antisipasi Penelitian Tanaman Serealia dalam menghadapi Pemanasan Global mendukung Kemandirian Pangan (Gambar 24).

(6)

Gambar 24. Seminar nasional yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2009 di Auditorium Balitsereal.

Seminar nasional dengan tema: “Teknologi Serealia Sebagai Pendukung Kemandirian Pangan dan Agro-Industrialisasi 2020” disampaikan sebanyak sepuluh makalah utama sebagai makalah. Makalah poster juga diberi kesempatan untuk menyampaikan secara oral terdiri dari enam makalah.

Seminar sehari yang dilaksanakan di Auditorium Balitsereal Maros tersebut telah menghasilkan beberapa rumusan sebagai berikut:

1. Swasembada jagung yang telah dicapai perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan peluang ekspor, dimana salah satunya adalah meningkatkan pengembangan jagung hibrida dan intensitas penggunaan lahan melalui penerapan IP Jagung 400.

2. Ketahanan dan kemandirian pangan nasional perlu didukung khususnya dengan penyediaan varietas jagung komposit berpotensi hasil tinggi, sedangkan varietas lokal yang telah digunakan untuk pangan perlu dukungan peningkatan potensi genetic yang telah dimiliki, mutu (rasa sesuai selera masyarakat) dan produktivitasnya juga perlu ditingkatkan.

3. Peran swasta dan pemerintah perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan petani jagung.

4. Pengembangan gandum tropis perlu dilakukan dan ditingkatkan sesuai dengan potensi yang ada untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

5. Pengembangan sorgum sebagai sumber pangan alternatif untuk bahan subtitusi tepung terigu dan sumber energi alternatif substitusi bioetanol perlu ditingkatkan.

(7)

6. Strategi Peningkatan Produksi Jagung perlu didukung dengan: a. Jaminan Harga Dasar

b. Penyediaan Blending Plan (pupuk) c. Pembangunan Pabrik/Industri Benih d. Revitalisasi Kelompok Tani

e. Pelatihan kelompok tani dan SL-PTT

f. Pembangunan Irigasi (PATM) dan Jalan Agropolitan g. Show Window Jagung

h. Modal/Dana Penjaminan Petani

7. Sebagai antisipasi dampak perubahan iklim global diperlukan langkah strategis berupa varietas jagung umur genjah, toleran kekeringan, toleran kemasaman tanah, toleran salinitas dan genangan serta varietas yang toleran pemupukan N dan P rendah guna mengantisipasi kelangkaan pupuk.

8. Tantangan Peningkatan Produksi saat ini dan kedepan adalah a. Terjadinya konversi dan degradasi lahan sawah subur

b. Semakin terbatasnya ketersediaan air pengairan dan sumber air

c. Perubahan iklim akibat pengaruh pemanasan global yg termanifestasikan pada anomali iklim dalam bentuk kekeringan, kebanjiran dan suhu yg lebih tinggi

d. Banyaknya infrastruktur pertanian yang rusak, terutama prasarana irigasi dan pendangkalan bendungan/waduk

e. Sempitnya kepemilikan lahan usaha pertanian

9. Pada dasarnya pengembangan Industri dan Ekspor Jagung berfokus pada dua hal, yaitu Produk dan Pengembangan Pasar (Marketing Development), sehingga terbentuk kepastian produksi dan harga/nilai jual

10. Upaya Pengembangan Jagung untuk Ketahanan Pangan:

a. Litbang tentang penganekaragaman pangan perlu ditingkatkan b. Pengembangan teknologi pengolahan tepung jagung

c. Mendorong terbentuknya kemitraan antara industri pengolah dengan petani d. Percepatan penganekaragam konsumsi pangan lokal berbasis jagung

11. Perlunya ada keterikatan (link) antara petani, pemerintah, dan swasta nasional dalam pengembangan jagung untuk meningkatkan pendapatan petani.

(8)

Kerjasama

Selama tahun 2009 Balitsereal telah melakukan kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri (Tabel 15). Kerjasama dengan PT. Advanta Seed Indonesia dalam kegiatan ”Suporting the development of hybrid maize technology”,dengan tujuan uji multi lokasi jagung hibrida. Kegiatan ini dilakukan di, Jawa Timur, NTT, dan NTB, Gorontalo, Lampung, dan Sumatera Utara.

Selain dengan PT. Advanta, kerjasama penelitian yang sama telah dilakukan yaitu dengan PT. Tossa Ago. Kerjasama penelitian dalam kegiatan Produksi dan pengembangan benih jagung hibrida varietas Bima-1 (Tabel 15).

Tabel 15. Kerjasama penelitian Balitsereal dengan lembaga/institusi di dalam negeri, 2009

Kunjungan Tamu

Dengan dikenalnya Balitsereal sebagai sumber inovasi teknologi serealia, menjadikan Balai ini sebagai salah satu obyek kunjungan para pencari informasi teknologi utamanya jagung oleh berbagai pihak. Selama tahun 2009, Balitsereal telah menerima kunjungan dari berbagai pihak yang tertera pada Tabel 16.

Tabel 16. Kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Serealia. 2009

___________________________________________________________________

__________________________________________________________________ Judul Kerjasama Nama Mitra Jangka Waktu Suport the development of hybrid

Maize teknology

Potash and Phosphate Institute of Canada (PPI-PPIC)

2009 - 2010

Produksi dan pembangunan benih Jagung hibrida varietas Bima-1

PT. Tossa Agro 2009 - 2010

No. Uraian Jumlah

(orang) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kunjunga n lapang/kerja Perum Perhutani Sulawesi selatan

Kunjunga n lapang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Air Rahmah Kunjunga n lapang Madras Neg. Banggae

Kunjunga n lapang SMA Neg. 2. Bulukumba

Kunjunga n lapang Kelompok Tani Desa Biccoing Kabupaten Bone Kunjunga n dari Universitas Hasanuddin Makassar

Dinas Pertanian Tanaman dan Peternakan Kabupaten Ende, NTT S.M.K. Makassar 15 47 62 51 30 25 10 78

(9)

Balitsereal selain sebagai tempat kunjungan tamu yang berkunjung ke Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan, juga sebagai tempat untuk magang pada siswa dan mahasiswa yang dari tahun ke tahun semakin berkembang. Selama tahun 2007, Balitsereal telah menerima mahasiswa dan siswa dari berbagai sekolah kejuruan yang ada di Sulawesi untuk magang. Kegiatan magang ini telah menjadi komitmen Balai untuk dapat berpartisipasi aktif dalam memajukan bidang pendidikan akademik/sekolah kejuruan yang berkaitan dengan aktivitas Balitsereal, data siswa dan mahasiswa yang yang telah magang disajikan pada Tabel 17.

Tabel 17. Siswa dan mahasiswa yang magang di Balitsereal selama Tahun 2009

_________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ N o . N a m a se ko lah Ju m la h Sis w a ( o ra n g) Lam a m a ga n g ( b u lan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . 7 . 8 . 9 . 1 0. 1 1. 1 2. 1 3. 1 4. S M K N e g . T ut ar , M an d a r S M K N e g . 4 Je n ep o n to A M I K M ak as sa r

S M K N e g . T aliab u S ela tan

S M A N e g . I. Tu ta r

S M K Tr idh a rm a M ar os

S M K N e g . I M a ro s

S M K N e g . T up o yo M an d ar

S M K N e g . 2 . Jen e p on t o

U n ive rs itas H a sa n u d din M aka ss ar

S M K N e g . T ap an g o P o lm an S M K N e g . 2 E n re ka ng S M K N e g . 1 M am u j u U tar a S M K N e g To pa yo 2 0 1 8 3 1 2 8 8 5 1 3 8 2 8 1 0 2 6 1 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 1 3 3 3 3 Ju m lah 15 4

(10)

PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Sumberdaya Manusia

Sampai dengan Desember 2009, jumlah pegawai Balitsereal sebanyak 245 orang, terdiri atas 231 pegawai negeri dan 14 tenaga honorer. Rincian jumlah pegawai negeri menurut tingkat pendidikan dan golongan kepangkatan sesuai dengan peraturan Pegawai Negeri Sipil yang berlaku, masing-masing tersaji pada Tabel 18 dan 19.

Tabel 18. Jumlah dan Tingkat Pendidikan Pegawai Negeri Sipil pada setiap unit kerja Balai Penelitian tanaman Serealia, Keadaaan sampai 31 Desember 2009

____________________________________________________________________

Unit Ke rja Tin gkat P end idikan

S3 S2 S1 SM SLT A <SLTA Ju m lah Sub Bagian Tata Usaha 1 - 8 8 3 2 21 70 Seksi P elayan an Teknis - 1 4 1 6 1 13 Seksi Jasa Pen elitian - 1 5 - 6 1 13

KP . Mar os - - 1 2 5 3 11

KP . Bon tob ili - - - 2 2 5 9

KP . Bajeng - - 2 - 8 7 17

KP . Bulu ku m ba - - 1 - 2 - 3 Ke lti P em uliaan Tan am an dan

Plasm a Nut fah 2 9 5 1 1 0 - 27 Ke lti Eko fisio lo gi 4 6 6 - 5 2 23 Ke lti H am a dan P en yakit 4 4 6 2 6 1 23 Ke lti Fisiolo gi H asil 3 2 5 2 8 2 22

(11)

Tabel 19. Jumlah dan Golongan Pegawai Negeri Sipil pada setiap Unit Kerja Lingkup Balai Penelitian Tanaman Serealia. Keadaan sampai dengan

31 Desember 2009

_______________________

Dari 80 orang tenaga sarjana pegawai negeri sipil (Strata 1 - 3), 45 orang diantaranya yang mempunyai jabatan fungsional. Selain jabatan fungsional Peneliti, terdapat 5 orang fungsional Pustakawan, 10 orang fungsional Litkayasa, dan Arsiparis 1 orang. Jumlah pegawai yang mempunyai jabatan fungsional peneliti serta tingkat jabatannya disajikan pada Tabel 20.

Unit Kerja Golongan

IV III II I Jumlah

Sub Bagian Tata Usaha 1 25 28 16 70

Seksi Pelayanan Teknis - 8 4 1 13

Seksi Jasa Penelitian 2 8 2 1 13

KP. Maros - 4 4 3 11

KP. Bontobili - 2 2 5 9

KP. Bajeng - 4 8 5 17

KP. Bulukumba - 1 2 - 3

Kelti Pemuliaan Tanaman dan Plasma Nutfah 4 19 4 - 27

Kelti Ekofisiologi 7 11 3 2 23

Kelti Hama dan Penyakit 10 5 8 - 23

Kelti Fisiologi Hasil 4 9 7 2 22

(12)

Tabel 20. Jumlah dan jenjang fungsional peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia. Keadaan sampai dengan 31 Desember 2009

Pembinaan tenaga terus dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan mutu tenaga peneliti maupun tenaga penunjangnya. Pembinaan tenaga melalui pelatihan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pembinaan tenaga penunjang melalui pendidikan formal juga dinilai sangat penting untuk mengimbangi peningkatan mutu tenaga peneliti, sehingga proses pelaksanaan tugas dapat berlangsung dengan baik.

Unit Kerja Peneliti Utama Peneliti Madya Peneliti Muda Peneliti Pertama Jumlah

Sub Bagian Tata Usaha - 1 - - 1

Seksi Pelayanan Teknis - - - 1 -

Seksi Jasa Penelitian - - 1 - 1

KP.Maros - - - - -

KP. Bontobili - - - - -

KP. Bajeng - - - - -

KP. Bulukumba - - - - -

Kelti Pemuliaan Tanaman dan Plasma Nutfah

1 3 - 6 10

Kelti Ekofisiologi 2 7 1 2 12

Kelti Hama dan Penyakit 3 9 1 - 13

Kelti Fisiologi Hasil 2 2 1 2 7

(13)

Selama tahun 2009, Balitsereal melakukan peningkatan kemampuan staf (peneliti dan teknisi) dengan mengikutsertakan training baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Peneliti yang masih mengikuti training jangka panjang (pendidikan formal) untuk program S3 sampai 31 Desember 2007 sejumlah 6 orang, baik dananya dari bantuan luar negeri maupun biaya sendiri dan yang mengikuti program pendidikan S2 sejumlah 2 orang (Table 21).

Tabel 21. Staf Balitsereal yang mengikuti program pendidikan S3 dan S2. Keadaan sampai 31 Desember 2009

___________________________________________________________________

Nama Pegawai Program Perguruan

Tinggi

Sumber Dana

Nuning Argo Subekti,SP, MSc S3 UGM DIPA Badan Litbang

Rahmawary S2 UGM DIPA Badan Litbang

(14)

Sumber Dana

Selama tahun anggaran 2009, dana APBN yang diperoleh Balitsereal sebesar Rp 18.037.910.000,- dengan rincian seperti tersaji pada Tabel 22.

Tabel 22. Rekapitulasi Anggaran Balai Penelitian Tanaman Serealia yang bersumber dari dana APBN dan LOAN selama TA. 2009

______________________________________________________________________ _

Realisasi anggaran APBN dan LOAN tahun 2009 sebesar 15.700.501.651,- atau 93,22% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp 16.842.300.000,-.

Jenis Pengeluaran Anggaran (Rp) Realisasi

(Rp) (%) A P B N Belanja Pegawai Belanja barang Belanja Modal 10.769.583.000 2.804.717.000 268.000.000 10.188.765.229 2.506.656.025 264,903.000 94,61 89,37 98,84 Jumlah (I) 13.842.300.000 12.960.324.254 93.63 L O A N Belanja Pegawai Belanja barang Belanja Modal 0 2.500.000.000 500.000.000 0 2.293.792.306 446.385.091 0 91,75 89,28 Jumlah (II) 3.000.000.000 2.740.177.397 91.34 Jumlah (I + II) 16.842.300.000 15.700.501.651 93.22

(15)

Fasilitas Kantor dan Penelitian

Selama tahun anggaran 2009, dalam lingkup Balitsereal terdapat beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain penambahan, pengembangan, dan/atau perbaikan gedung/fasilitas kantor dan penelitian, sebagai berikut:

A. Pengadaaan Jasa Konsultasi

1. Pengembangan fasilitas dan rehabilitasi gedung operasional

B. Pengadaan Jasa Pemborongan

1. Perbaikan/penimbunan surjan KP. Maros

2. Penambahan ruang Perpustakaan dan ruang kepala Balai serta rehabilitasi lantai, pintu dan meja laboratorium

C. Pengadaana Barang

1. Mesin absensi sidik jari 2. Air Condation

3. Buku laporan penelitian 4. Semi tailler

5. Transportable water Pump 6. Gene Amp Per system 7. Freezer 30 deraja celcius 8. Detector HPLC 9. Lemari Es 10. PC Unit 11. IPC Suplier 12. GT Damp ICA 13. Vortex mixer

Fasilitas Perpustakaan yang dimiliki Balitsereal turut dikembangkan. Pengelolaan koleksi bahan pustaka diperoleh dari pembelian langsung, pertukaran dan hadiah dari lembaga ilmiah dalam negeri. Koleksi ini sebagian besar dalam bentuk majalah/jurnal ilmiah dan buku/laporan dari sub sektor tanaman pangan.

Informasi teknologi hasil penelitian dalam bentuk media cetak serta melalui internet yang tersedia di perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui jasa pelayanan perpustakaan, yang meliputi jasa penelusuran, peminjaman dan fotokopi. Kegiatan jasa penelusuran atas permintaan yang telah dilayani selama Tahun 2009 tidak kurang dari 19.988 judul/materi dalam berbagai disiplin ilmu, yang umumnya berasal dari perguruan tinggi. Selain itu tersedia pula informasi strategis hasil penelitian dalam bentuk Bibliografi dan Indeks, sebagai panduan dalam penelusuran. Pengunjung Perpustakaan Balitseral diluar peneliti dan staf administrasi, selama Tahun 2009 sejumlah 2.783 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Gambar

Gambar 18. Acara pembukaan open house Balitsereal tgl. 28-30 Juli 2009     oleh gubernur Sulawesi Selatan.
Gambar 20. Keragaan varietas jagung hibrida Bima 2 dan Bima 5 hasil Balitsereal.
Gambar 22. Kunjungan kelompok tani pada cara temu lapang di KP. Maros
Gambar 24. Seminar nasional yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2009                  di Auditorium Balitsereal.

Referensi

Dokumen terkait

Juang Jaya Abdi Alam maka konsumen diarahkan menuju ke bagian kasir kantor untuk pembayarannya kemudian konsumen akan mendapatkan semacam nota pembayaran yang

Dengan menggunakan kadar air sebagai parameter mutu penyimpanan, jika produk disimpan pada suhu 28 o C, produk pangan darurat banana bars memiliki umur simpan selama

Rendahnya angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi beberapa hal antara lain belum optimalnya penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui

Dampak Penggunaan teknologi pegawai kantor pertanahan Pemalang Jawa Tengah dapat membantu memberikan layanan yang baik, layanan prima kepada masyarakat berbagai inovasi

Kegiatan percepatan pengembangan inovasi teknologi pupuk dan bahan organik merupakan kegiatan diseminasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN PERTANIAN 2015 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA Peningkatan Sinergi dan Inovasi Teknologi Untuk Kedaulatan Pangan 507

Dalam kaitan itu diperlukan kajian untuk mengidentifikasi potensi sumber pangan lokal dan kemampuan masyarakat untuk mengolah sumber pangan tersebut dengan menerapkan

Subjek Putri Kamila Warda dilahirkan di Rembang tepatnya pada tanggal 28 Juli 2001 sehingga pada tahun ini telah berusia 25, subjek memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah