• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok 9 Tanin Teh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kelompok 9 Tanin Teh"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Analisa Kadar Tanin Pada Teh Hitam Yang

Analisa Kadar Tanin Pada Teh Hitam Yang

Diproduksi PTPN IV Bah Bu

Diproduksi PTPN IV Bah Butong Secara Titr

tong Secara Titrasi

asi

Permanganometri.

(2)

Latar Belakang

Latar Belakang

Teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang

Teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang

penting untuk lingkup internasional dan termasuk

penting untuk lingkup internasional dan termasuk

untuk Indonesia. Tanaman teh (

untuk Indonesia. Tanaman teh (

Camellia sinensis

Camellia sinensis

))

dibudidayakan secara luas di berbagai negara dan telah

dibudidayakan secara luas di berbagai negara dan telah

memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi

memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi

perekonomian negara-negara tersebut. Produksi teh

perekonomian negara-negara tersebut. Produksi teh

dunia saat ini me

(3)

Salah satu perkebunan di Sumatera Utara yang

Salah satu perkebunan di Sumatera Utara yang

memproduksi teh hitam adalah PT Perkebunan

memproduksi teh hitam adalah PT Perkebunan

Nusantara IV Unit Kebun Bah Butong, yang telah

Nusantara IV Unit Kebun Bah Butong, yang telah

memproduk

memproduksi

si dan mengolah teh hitam.

dan mengolah teh hitam.

Pengolahan teh hitam pada dasarnya adalah upaya

Pengolahan teh hitam pada dasarnya adalah upaya

pemanfaatan senyawa kimia dalam daun teh terutama

pemanfaatan senyawa kimia dalam daun teh terutama

senyawa polifenol. Tanin merupakan senyawa polifenol

senyawa polifenol. Tanin merupakan senyawa polifenol

utama pada teh yaitu sebesar 9

utama pada teh yaitu sebesar 90% dari total kandungan

0% dari total kandungan

polifenol yang terdapat pada teh tergantung pada

polifenol yang terdapat pada teh tergantung pada

varietas dan lingkungan tumbuhnya.

(4)

Apakah kadar tanin yang

Apakah kadar tanin yang

terdapat

terdapat

dalam teh hitam yang diproduksi

dalam teh hitam yang diproduksi

oleh PTPN IV Unit kebun Bah

oleh PTPN IV Unit kebun Bah

Butong

(5)

1. Penelitian ini dibatasi pada penentuan

1. Penelitian ini dibatasi pada penentuan

kadar

kadar

tanin dalam teh hitam sesuai standar SNI

tanin dalam teh hitam sesuai standar SNI

2.Par

2.Par

ameter yang dianalisa

ameter yang dianalisa

yaitu tannin

yaitu tannin

dan diukur dengan metode titrasi

dan diukur dengan metode titrasi

permanganat.

(6)

1.Untuk mengetahui apakah

1.Untuk mengetahui apakah

kadar tanin teh hitam yang

kadar tanin teh hitam yang

diolah PTPN IV unit kebun

diolah PTPN IV unit kebun

Bah Butong sesuai dengan

Bah Butong sesuai dengan

standar SNI

standar SNI

2. Sebagai khazanah ilmiah

(7)

Untuk dapat memperoleh dan

Untuk dapat memperoleh dan

memberikan

informasi

ilmiah

memberikan

informasi

ilmiah

tentang kadar Tanin yang terdapat

tentang kadar Tanin yang terdapat

dalam

teh

hitam

agar

dapat

dalam

teh

hitam

agar

dapat

memperoleh manfaat dari teh hitam

memperoleh manfaat dari teh hitam

tersebut.

(8)

Tinjauan Pustaka 

Tinjauan Pustaka 

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di

dunia.Minuman berwarna coklat ini umum menjadi minuman penjamu tamu.

dunia.Minuman berwarna coklat ini umum menjadi minuman penjamu tamu.

Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak

Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak

dikonsumsi .

dikonsumsi .

Pada dasarnya, teh diproses menjadi tiga jenis, yaitu

Pada dasarnya, teh diproses menjadi tiga jenis, yaitu

teh

teh

hijau

hijau

:

:

(diproses

(diproses

tanpa

tanpa

fermen

fermen

tasi)

tasi)

teh

teh

hitam

hitam

:

:

(diproses

(diproses

dengan

dengan

fermen

fermen

tasi

tasi

penuh)

penuh)

teh

(9)

Sepucuk daun teh mengandung 3 komponen

Sepucuk daun teh mengandung 3 komponen

penting yang mempengaruhi mutu minuman,

penting yang mempengaruhi mutu minuman,

yaitu :

yaitu :

Kaf

Kafein

ein

:

: membe

memberikan

rikan rasa

rasa segar

segar

T

Tanin

anin

:

: membe

memberi

ri kkekuatan

ekuatan rasa

rasa (ketir)

(ketir)

Polifenol : memiliki khasiat kesehatan

Polifenol : memiliki khasiat kesehatan

(antioksidan)

(10)

Manfaat Teh

Manfaat Teh

Mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke

Mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke

Menghindari penuaan dini

Menghindari penuaan dini

Mengatasi

Mengatasi kank

kanker

er

Memperkuat tulang

Memperkuat tulang

Memutihkan gigi

(11)

PTPN IV Bah Butong

PTPN IV Bah Butong

Pabrik teh ini mengolah teh hitam dengan sistem

Pabrik teh ini mengolah teh hitam dengan sistem

ortodoks. Selain telah mendapatkan sertikfikat

ortodoks. Selain telah mendapatkan sertikfikat

MUI, kebun teh Bah Butong juga telah

MUI, kebun teh Bah Butong juga telah

mendapatkan sertifikat ISO 9001-2008 dan SNI

mendapatkan sertifikat ISO 9001-2008 dan SNI

01-1902-1995 tentang teh hitam.

01-1902-1995 tentang teh hitam.

Hampir seluruh hasil produksi ditujukan ke pasar

Hampir seluruh hasil produksi ditujukan ke pasar

ekspor dengan negara-negara tujuan seperti

ekspor dengan negara-negara tujuan seperti

Amerika, New Zealand, Australia, Malaysia,

Amerika, New Zealand, Australia, Malaysia,

Singapura, Irak, Iran, Saudi Arabia Pakistan dan

Singapura, Irak, Iran, Saudi Arabia Pakistan dan

lain-lain.

(12)
(13)

Teh asal Sumatera Utara

Teh asal Sumatera Utara

(14)

Teh hitam merupakan teh yang paling

Teh hitam merupakan teh yang paling

populer dan sering dikonsumsi. Teh hitam

populer dan sering dikonsumsi. Teh hitam

lebih lama mengalami proses oksidasi

lebih lama mengalami proses oksidasi

dibanding teh-teh lainnya. Jenis teh ini

dibanding teh-teh lainnya. Jenis teh ini

memiliki aroma kuat dan bisa bertahan lama

memiliki aroma kuat dan bisa bertahan lama

 jika disimpan deng

(15)

Pengolahan Teh Hitam

(16)

Tanin

Tanin

Senyawa ini tidak berwarna dan paling penting pada daun teh karena dapat

Senyawa ini tidak berwarna dan paling penting pada daun teh karena dapat

menentukan kualitas daun teh dimana dalam pengolahannya, perubahannya

menentukan kualitas daun teh dimana dalam pengolahannya, perubahannya

selalu dihubungkan dengan semua sifat teh kering yaitu rasa, warna dan

selalu dihubungkan dengan semua sifat teh kering yaitu rasa, warna dan

aroma. Tanin dalam istilah teh disebut katekin. Katekin teh merupakan

aroma. Tanin dalam istilah teh disebut katekin. Katekin teh merupakan

flavonoid yang termasuk dalam kelas flavanol.

flavonoid yang termasuk dalam kelas flavanol.

Katekin teh memiliki sifat tidak berwarna, larut dalam air, serta membawa

Katekin teh memiliki sifat tidak berwarna, larut dalam air, serta membawa

sifat pahit dan sepat pada seduhan teh. Hampir semua sifat produk teh

sifat pahit dan sepat pada seduhan teh. Hampir semua sifat produk teh

termasuk didalamnya warna, rasa dan aroma serta dapat menurunkan rasa

termasuk didalamnya warna, rasa dan aroma serta dapat menurunkan rasa

pahit dan sepat dari teh hijau.

(17)

Sifat fisik tanin

Sifat fisik tanin

Berbentuk serbuk dan

Berbentuk serbuk dan

rasanya sepat

rasanya sepat

Berwarna putih

Berwarna putih kek

kekuning

uning

 –  – 

kuningan

kuningan

Akan berwarna gelap

Akan berwarna gelap

apabila terkena cahaya

apabila terkena cahaya

langsung dan dibiarkan

langsung dan dibiarkan

diudara terbuka.

diudara terbuka.

Sifat kimia tanin

Sifat kimia tanin

Memiliki gugus fenol

Memiliki gugus fenol

Larut dalam air

Larut dalam air

Larut dalam pelarut

Larut dalam pelarut

organik

organik

(18)

SNI 01-343-1992

SNI 01-343-1992

(19)

Komposisi Kandungan Kimia Teh Hitam

Komposisi Kandungan Kimia Teh Hitam

SNI 01-1902-1995

SNI 01-1902-1995

(20)

Titrasi Permanganat (metode

Titrasi Permanganat (metode

Lowenthal)

Lowenthal)

Metode ini didasari oksidasi fenolat oleh

Metode ini didasari oksidasi fenolat oleh

larutan kalium permanganat dengan

larutan kalium permanganat dengan

adanya

adanya

indigo carmine sebagai

indigo carmine sebagai

indikator redoks

indikator redoks

untuk menunjukkan titik akhir titras

(21)

Alat-alat

Alat-alat

1. Erlenmeyer 100 mL 1. Erlenmeyer 100 mL 2. Piala gelas 2. Piala gelas 3. Gelas ukur 50 mL 3. Gelas ukur 50 mL

4. Pipet volumetrik 5 dan 10 mL 4. Pipet volumetrik 5 dan 10 mL 5. Pipet tetes 5. Pipet tetes 6. Labu ukur 100 mL 6. Labu ukur 100 mL 7. Buret makro 7. Buret makro 8. Batang pengaduk 8. Batang pengaduk 9. Botol semprot 9. Botol semprot 10.Statif dan klem 10.Statif dan klem 11.Nerac

11.Neraca a analitikanalitik

Bahan-bahan

Bahan-bahan

1. Sampel daun teh

1. Sampel daun teh

2. KMnO

2. KMnO

44

0,1 N

0,1 N

3. Indigo carmine

3. Indigo carmine

4. Air suling

4. Air suling

5. NaCl

5. NaCl

6. Gelatin

6. Gelatin

7. Kaolin

7. Kaolin

(22)

Cara Menguji adanya tanin

Cara Menguji adanya tanin

Prinsip : Tanin dengan FeCl

Prinsip : Tanin dengan FeCl

3

3

berekasi

berekasi

membentuk warna bi

membentuk warna biru kehit

ru kehitaman

aman

Cara kerja :

Cara kerja :

1.Masukkan 5 tetes larutan cuplikan pada

1.Masukkan 5 tetes larutan cuplikan pada

lempeng tetes, tambah 5 tetes larutan FeCl

lempeng tetes, tambah 5 tetes larutan FeCl

3.3.

2.Terjadinya

warna

biru

kehitaman

2.Terjadinya

warna

biru

kehitaman

menunjukkan bahwa tanin positif.

(23)

Sebanyak 2 ml filtrat I ditambahkan beberapa

Sebanyak 2 ml filtrat I ditambahkan beberapa

tetes FeCl

tetes FeCl

3

3

1%. Keberadaan tanin ditunjukkan

1%. Keberadaan tanin ditunjukkan

dengan terbentuknya wana biru kehitaman.

(24)

Prosedur kerja

Prosedur kerja

1

1..

D

Dit

itim

imb

ban

ang 2

g 2,,5 g

5 g sa

sam

mp

pel

el d

dau

aun t

n teh

eh, k

, kem

emu

ud

dia

ian d

n dim

imas

asuk

ukka

kan k

n ke g

e gel

elas

as

piala 100 mL.

piala 100 mL.

2

2..

Di

Dita

tam

mb

bah

ahka

kan a

n air

ir m

men

end

did

idih

ih hi

hin

ng

gga

ga v

vo

olu

lum

me 5

e 50 m

0 mL

L,

, k

kem

emud

udia

ian

n

dimasukkan ke labu takar 100 mL dan ditera dengan air suling,

dimasukkan ke labu takar 100 mL dan ditera dengan air suling,

kemudian dihomogenkan. Didiamkan selama 20 menit, kemudian

kemudian dihomogenkan. Didiamkan selama 20 menit, kemudian

disaring.

disaring.

3.

3.

Di

Dip

pip

ipet

et 5

5 mL

mL fi

filt

ltra

rat

t ke

ke da

dala

lam

m er

erle

lenm

nmey

eyer

er,

, di

dita

tamb

mbah

ahka

kan

n 75

75 mL

mL ai

airr

dan 5 mL indigo carmine.

dan 5 mL indigo carmine.

4

4..

C

Ca

am

mp

pu

urra

an

n

d

diittiittrra

as

si

i

d

de

en

ng

ga

an

n

K

KM

Mn

nO

O

44

0,1

0,1

N

N

(yang

(yang

telah

telah

distandardisasi) hingga warna biru larutan berubah menjadi

distandardisasi) hingga warna biru larutan berubah menjadi

kuning.Volume titran yang diperoleh dicatat sebagai A.

kuning.Volume titran yang diperoleh dicatat sebagai A.

5.

5.

Di

Dip

pip

ipet

et 10

10 mL

mL fi

filt

ltra

rat k

t ke d

e dal

alam

am er

erle

lenm

nmey

eyer

er, d

, dit

itam

amba

bahk

hkan

an 10

10 mL

mL Na

NaCl

Cl

asam, 5 mL gelatin dan 2 gram kaolin, diaduk hingga homogen dan

asam, 5 mL gelatin dan 2 gram kaolin, diaduk hingga homogen dan

disaring.

disaring.

6.

6.

Di

Dip

pip

ipet

et 5

5 mL

mL fi

filt

ltra

rat

t ke

ke da

dala

lam

m er

erle

lenm

nmey

eyer

er,

, di

dita

tamb

mbah

ahka

kan

n 75

75 mL

mL ai

airr

dan 5 mL indigo carmine.

dan 5 mL indigo carmine.

7

7..

C

Ca

am

mp

pu

urra

an

n d

diittiittrra

as

si

i

de

d

en

ng

ga

an

n K

KM

Mn

nO

O

44

0,1 N (yang telah

0,1 N (yang telah

distandardisasi) hingga warna biru larutan berubah menjadi

distandardisasi) hingga warna biru larutan berubah menjadi

kuning.Volume titran yang diperoleh dicatat sebagai B.

(25)

Penetapan kadar tanin dalam sampel teh

Penetapan kadar tanin dalam sampel teh

dapat

dilakukan

dengan

metode

dapat

dilakukan

dengan

metode

Lowenthal. Tanin dalam sampel teh

Lowenthal. Tanin dalam sampel teh

diekstrak dengan air, kemudian filtrat

diekstrak dengan air, kemudian filtrat

dititrasi dengan KMnO

(26)

1.

1. Di

Diti

timb

mban

ang ± 6

g ± 630

30 mg a

mg asa

sam o

m oks

ksal

alat

at,,

2.

2. Dil

Dilarut

arutka

kan da

n dalam

lam labu

labu ta

takkar

ar hin

hingga

gga vo

volume

lume

100 mL

100 mL

3.

3. Laru

Laruta

tan as

n asam o

am oksa

ksala

lat d

t dipi

ipipet

pet 25

25 mL k

mL ke d

e dala

alam

m

Erlenmeyer dan ditambahkan 25 mL H

Erlenmeyer dan ditambahkan 25 mL H

2

2

SO

SO

4

4

4 N

4 N

4.

4. Ca

Campu

mpurran

an di

dipan

panas

askkan h

an hing

ingg

ga s

a suhu

uhu 70

70

0

0

C

C

5.

5. Cam

Campu

purran

an dit

ditit

itrras

asi

i den

deng

gan

an KM

KMnO

nO

4

4

0,1 N

0,1 N

hingga terbentuk warna merah muda

(27)

T

Tabel

abel 1

1 Standardisasi KMnO

Standardisasi KMnO

44

menggunakan K

menggunakan K

22

C

C

22

O

O

44

Ulangan

Ulangan Bobot KBobot K22CC22OO44(g)(g)

Volume KMnO Volume KMnO44(ml)(ml)

[KMnO [KMnO44] (N)] (N) awal

awal akhirakhir terpakaiterpakai terkoreksiterkoreksi

Blanko Blanko -- 0,000,00 0,100,10 0,100,10 -- --1 1 0,31010,3101 0,000,00 32,6032,60 32,6032,60 32,5032,50 0,11480,1148 2 2 0,31850,3185 0,000,00 30,7030,70 30,7030,70 30,6030,60 0,12520,1252 3 3 0,31360,3136 0,000,00 31,0031,00 31,0031,00 30,9030,90 0,12210,1221 Rerata Rerata 0,12070,1207

(28)

Filtrat Ulangan

Filtrat Ulangan

Volume KMnO

Volume KMnO

44

(ml)

(ml)

Kadar

Kadar

tanin (%)

tanin (%)

awal

awal akhir

akhir terpakai

terpakai rerata

rerata

II

1 1

0,00 6,10

0,00

6,10 6,10

6,10

6,00

6,00

12,02

12,02

2 2

6,10 12,00

6,10

12,00 5,90

5,90

IIII

1 1

12,00 15,60

12,00

15,60 3,60

3,60

3,60

3,60

2 2

15,60 19,20

15,60

19,20 3,60

3,60

(29)

Kadar tanin dihitung dengan persamaan di

Kadar tanin dihitung dengan persamaan di

bawah ini.

bawah ini.

% Kadar tanin =

% Kadar tanin =



 

 −

− 



 

 ×

× 

 

,

, ×

× 

,

,







 

 

%

%

(30)

Pengelolaan Limbah

Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah yang dihasilkan sangat penting untuk dilakukan agar tidak mencemari Pengelolaan limbah yang dihasilkan sangat penting untuk dilakukan agar tidak mencemari lingkungan di sekitar pabrik walaupun pada dasarnya proses pengolahan teh tidak lingkungan di sekitar pabrik walaupun pada dasarnya proses pengolahan teh tidak menimbulkan limbah yang terlalu berbahaya bagi

menimbulkan limbah yang terlalu berbahaya bagi lingkungan.lingkungan.

Limbah Padat Limbah Padat

Limbah padat dari proses pengolahan teh berupa bubuk-bubuk teh yang jatuh ke lantai Limbah padat dari proses pengolahan teh berupa bubuk-bubuk teh yang jatuh ke lantai tidaklah terlalu berbahaya. Penanganannya hanya perlu dilakukan dengan cara menyapunya tidaklah terlalu berbahaya. Penanganannya hanya perlu dilakukan dengan cara menyapunya kemudian memasukkannya ke dalam karung untuk selanjutnya dibuang atau dijadikan kemudian memasukkannya ke dalam karung untuk selanjutnya dibuang atau dijadikan pupuk organik.

pupuk organik.

Limbah Cair Limbah Cair

Limbah cair yang dihasilkan juga sangat kecil bahkan dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Limbah cair yang dihasilkan juga sangat kecil bahkan dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Limbah cair hanya dihasilkan dari oli maupun bahan bakar yang tercecer yang bisa Limbah cair hanya dihasilkan dari oli maupun bahan bakar yang tercecer yang bisa dibersihkan dengan mengelap atau mengepelnya.

dibersihkan dengan mengelap atau mengepelnya.

Limbah Gas Limbah Gas

Sedangkan limbah gas lebih mendapat perhatian dengan pengaturan letak cerobong asap Sedangkan limbah gas lebih mendapat perhatian dengan pengaturan letak cerobong asap yang tepat sehingga tidak terlalu dekat dengan tempat dimana karyawan beraktivitas yang tepat sehingga tidak terlalu dekat dengan tempat dimana karyawan beraktivitas sehingga tidak mengganggu sama sekali. Ditambah dengan adanya tanaman penyejuk sehingga tidak mengganggu sama sekali. Ditambah dengan adanya tanaman penyejuk membuat kondisi udara di Bah Butong bisa tetap

(31)

Kesimpulan

Kesimpulan

Sampel teh hitam terbukti mengandung tanin

Sampel teh hitam terbukti mengandung tanin

dengan positifnya hasil uji warna . Konsentrasi

dengan positifnya hasil uji warna . Konsentrasi

KMnO

KMnO

4

4

yang digunakan dalam uji kualitatif 

yang digunakan dalam uji kualitatif 

berdasarkan hasil titrasi adalah 0,1207 N.

berdasarkan hasil titrasi adalah 0,1207 N.

Berdasarkan percobaan, kadar tanin pada teh

Berdasarkan percobaan, kadar tanin pada teh

hitam adalah 12,02%.

(32)

Terima Kasih

Gambar

Tabel  abel 1  1  Standardisasi KMnO Standardisasi KMnO 4 4 menggunakan K menggunakan K 2 2 C C 2 2 O O 4 4

Referensi

Dokumen terkait

Cangkang bekicot merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan, salah satu cara untuk mengurangi limbah tersebut adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan yang dapat

Agar kepala, dan tulang ikan lele tidak menjadi limbah yang dapat mencemari lingkungan maka perlu dilakukan upaya pengolahan limbah tersebut menjadi produk yang

Pengolahan limbah yang baik dan lebih bijak oleh pelaku industri dapat mendorong terciptanya lingkungan yang sehat. Pengelolaan limbah ini sangat penting baik

Peningkatan kebutuhan kayu sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan peningkatan jumlah limbah kayu yang dihasilkan. Di lain pihak, peningkatan jumlah limbah kayu

Keberadaan bottom ash selama ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar.Untuk mengatasi hal tersebut maka

perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap usaha dan/atau kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan hidup melalui penetapan baku mutu air limbah, telah

Pengelolaan limbah yang dilakukan dengan baik selain dapat mencegah Pengelolaan limbah yang dilakukan dengan baik selain dapat mencegah terjadinya pencemaran

Dari sekian banyak faktor yang dapat mencemari kualitas lingkungan hidup salah satunya adalah limbah medis yang dihasilkan oleh adanya aktifitas pelayanan di rumah sakit dan fasilitas