• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. informal dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang layak dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. informal dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang layak dalam"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

1

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan perekonomian suatu negara maupun daerah tidak terlepas dari aktivitas perekonomian masyarakat, perekonomian tersebut terbentuk dari beberapa sektor usaha baik sektor formal maupun sektor informal dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang layak dalam memenuhi kebutuhan hidup serta untuk mensejahterakan anggota keluarganya.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yang membuat mereka dituntut untuk selalu membuat keputusan yang tepat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Kondisi ekonomi yang meningkat setiap harinya sangat diharapkan seluruh masyarakat, sebab dengan kondisi ekonomi yang baik maka setiap kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Banyak pekerjaan yang sering dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi seperti, bertani, berdagang, dll.

Manusia muslim, individu maupun kelompok dalam lapangan ekonomi atau bisnis disatu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Namun, disisi lain ia terikat dengan iman dan etika sehingga ia tidak bebas mutlak dalam menginvestasikan

(2)

modalnya atau membelanjakan hartanya.1 Tidak diragukan lagi bahwa berbisnis tidak mengenal waktu akan menghasilkan keuntungan besar dan dapat mempercepat berputarnya roda perekonomian, namun Al-Qur’an mewajibkan umat islam meninggalkan aktivitas bisnisnya dan bersegera mengingat Allah jika mereka mendengar adzan pada hari jumat seperti yang telah dijelaskan pada QS Al-Jumu’ah Ayat 9.

Setiap orang berusaha dalam hal ini bekerja, tidak lain hanyalah mengharapkan pendapatan, semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin meningkat tingkat kesejahteraan anggota keluarganya serta semakin banyak kebutuhan dan keinginan dapat tercapai. Dengan demikian anggota masyarakat dewasa ini berlomba-lomba dalam meningkatkan tingkat pendapatannya. Untuk meningkatkan pendapatan seorang pedagang tidak boleh menjalankan usahanya dengan cara-cara yang tidak baik. Pedagang atau pengusaha tidak boleh melakukan hal–hal yang dilarang dalam Islam. Misalnya menjual barang yang tidak layak dan mengatakan bahwa barang tersebut baik dan ketika barang tersebut langka,tidak boleh menjual dengan harga yang mahal.

Sementara itu sektor usaha informal mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka peningkatan pendapatan, untuk itu diperlukan upaya-upaya dalam rangka peningkatan daya saing pasar tradisional demi menjaga keberadaan pasar tradisional yang ada di Indonesia.

1 Yusuf Qardhawi, Norma dan Etika Ekonomi Islam, (Jakarta: Gema Insani Perss,1997), hlm. 53.

(3)

Dalam melakukan suatu usaha, tidak semua masyarakat memiliki modal yang cukup dalam mengerjakannya. Modal merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan usaha, termasuk berdagang. Dalam penelitian ini modal yang dimaksud adalah modal awal dalam bentuk uang yang digunakan untuk membeli barang dagangan yang akan dijual kembali. Satuan modal awal yang dimaksud adalah rupiah. Modal awal yang diperlukan untuk berdagang di pasar tiban diperkirakan mulai Rp.200.000–Rp.1.000.000 bahkan sampai ada yang di atas Rp. 5.000.000 tergantung jenis barang dagangannya.2 Namun tidak dapat dipungkiri masyarakat membutuhkan sumber modal untuk dapat mengerjakan usaha atau pekerjaan tersebut terutama mereka yang berada dalam sektor usaha mikro dan kecil.

Sektor usaha mikro dan kecil sebenarnya memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai wahana utama dalam penyerapan tenaga kerja, selain itu juga sebagai penggerak roda ekonomi serta pelayanan masyarakat. Usaha kecil biasanya berbentuk usaha informal dan tradisional, usaha ini antara lain petani penggarap, industri rumah tangga, pedagang asongan, pedagang keliling, pemulung serta pedagang kaki lima dan berbagai usaha lainnya.

Pedagang kaki lima merupakan salah satu unit usaha yang berskala kecil dengan modal yang relatif minim dan lokasi yang tidak tetap.

2 Hasil wawancara dengan pedagang pasar tiban Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan, pada tanggal 8 Desember 2014.

(4)

Pedagang kaki lima yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pedagang pasar tiban yang berada di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

Pedagang merupakan pelaku ekonomi yang paling berpengaruh dalam sektor perdagangan karena kontribusinya adalah sebagai penghubung dari produsen ke konsumen. Kesejahteraan seorang pedagang dapat diukur dari penghasilannya, oleh karena itu faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang harus diperhatikan supaya pendapatan pedagang stabil dan kesejahteraannya meningkat sehingga kegiatan jualbeli di pasar tetap berjalan lancar, jumlah pedagang yang ada akan tetap bertahan dan semakin bertambah.

Definisi pasar secara sederhana yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung. Pasar bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan zaman, pasar mengalami perubahan bentuk tempat dan cara pengelolaannya, dari yang bersifat tradisional menjadi modern. Muncul berbagai macam pasar modern yang memiliki fasilitas lebih menarik dan nyaman dibandingkan dengan pasar tradisional. Akhirnya tidak sedikit masyarakat yang mulai berpaling dari pasar tradisional ke pasar modern.3

Pasar tiban sendiri merupakan salah satu pasar trdisional yang masih bertahan dalam gempuran munculnya pasar-pasar modern di Pekalongan. Adanya pasar tiban menunjukan eksistensi pasar tradisional yang tidak kalah saing dengan pasar-pasar modern.Hal ini disebabkan

3 Novi Marlina, Modal Sosial dalam Pasar Tiban Sunday Morning di Lembah UGM

(5)

barang-barang yang di jual di pasar tiban tidak kalah bagus dengan produk-produk yang di jual di swalayan atau pasar-pasar modern lainnya. Selain itu lokasi yang dekat dengan perkampungan menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar tiban dari pada harus jauh-jauh ke pasar modern.

Namun jika tidak mengikuti perkembangan, pasar tradisional akan mengalami penurunan omzet dan kalah bersaing dengan pasar-pasar lainnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena pasar tradisional merupakan tempat mencari nafkah bagi sebagian besar masyarakat pada tingkat ekonomi menengah kebawah.Keberadaan pasar tradisional harus diperhatikan agar sektor perdagangan di kalangan ekonomi menengah kebawah tetap memiliki akses dalam memasarkan produknya.

Dalam melakukan kegiatan perdagangannya seorang pedagang tidak hanya memerlukan modal untuk menjalani usahanya, masih ada beberapa faktor lain yang diperlukan. Faktor lain yang penting dalam menjalankan usahanya adalah lokasi berdagang. Lokasi merupakan letak atau tempat yang digunakan sebagai kegiatan dalam bergadang. Pentingnya lokasi yang strategis bagi para pedagang, berpengaruh terhadap interaksi konsumen dalam berbelanja. Suatu lokasi disebut strategis bila berada dipusat kota, kepadatan populasi, kemudahan mencapainya menyangkut kemudahan transportasi umum, kelancaran lalu lintas dan arahnya tidak membingungkan konsumen, kelancaran arus

(6)

pejalan kaki dan sebagainya. Dimana lokasi yang strategis, sangat mempengaruhi seorang konsumen untuk melakukan pembelian, sedangkan lokasi yang jauh dari jangkauan konsumen tidak akan diminati untuk dikunjungi.

Setelah usaha dimulai, yang diperlukan suatu usaha agar dapat berjalan lancar dan berkembang adalah keberagaman barang yang diperjual belikan. Konsumen cenderung memilih pasar yang memiliki kualitas keragaman barang dan kelengkapan barang-barang yang dijual. Sehingga keanekaragaman barang dagangan merupakan faktor yang penting untuk menarik konsumen. Semakin lengkap barang dagang yang dijual di pasar tiban maka semakin memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Sementara bagi pedagang dapat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh.

Dengan fenomena tersebut masyarakat mulai tertarik dengan usaha berdagang di pasar tiban. Selain modal yang dibutuhkan relatif kecil, usaha berdagang di pasar tiban juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh modal awal, lokasi, dan keanekaragaman barang terhadap tingkat pendapatan. Oleh karena itu, penulis memberikan judul Pengaruh Modal Awal, Lokasi, dan Keanekaragaman Barang terhadap Tingkat Pendapatan Pedagang Pasar Tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

(7)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas maka dapat di rumuskan identifikasi permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah modal awal berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan?

2. Apakah lokasi berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan?

3. Apakah keanekaragaman barang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan?

4. Apakah modal awal, lokasi dan keanekaragaman barang berpengaruh secara simultan terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan?

C. Batasan Masalah

Pembatasan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah hanya terkait dengan pedagang pasar tiban yang berada di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan. Selain itu variabel yang akan di teliti hanya terkait dengan modal awal (baik modal sendiri maupun berasal dari pinjaman kredit), lokasi, keanekaragaman produk, serta tingkat pendapatan pada pedagang pasar tiban yang berada di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

(8)

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah modal awal berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

2. Untuk mengetahui apakah lokasi berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

3. Untuk mengetahui apakah keanekaragaman barang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

4. Untuk mengetahui apakah modal awal, lokasi, dan keanekaragaman barang berpengaruh secara simultan terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

E. Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Keguanaan Teoritis

a. Bagi peneliti berikutnya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dibidang penelitian sejenis dan sebagai pengembangan penelitian lebih lanjut.

b. Bagi pembaca merupakan bahan informasi untuk mengetahui pengaruh modal awal, lokasi, dan keanekaragaman barang

(9)

terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

2. Keguunaan Praktis

a. Untuk memenuhi persyaratan kelulusan program studi S.1 Ekonomi Syariah.

b. Dapat berguna sebagai bahan informasi para pihak yang berkepentingan terutama masyarakat luas dalam meningkatkan pendapatan keluarga.

F. Tinjauan Pustaka 1. Penelitian Terdahulu

Penulis menyadari penelitian ini bukan merupakan penelitian yang pertama kalinya dilakukan. Hal ini dikarenakan penelitian-penelitian yang menyangkut pengaruh terhadap tingkat pendapatan telah banyak dilakukan namun variabel yang ditelti tidak memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu, adapun ada kesamaan dengan penelitian terdahulu itu tidak bersifat mutlak. Penelitian-penelitian terdahulu juga digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian ini, antara lain sebagai berikut:

Yustinus Nugroho Budi Santoso4 melakukan penelitian di Jalan Gejayan dan Jalan Malioboro untuk mengetahui apakah faktor

4

Yustinus Nugroho Budi Santoso, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya

Pendapatan Pedagang Kaki Lima Studi Kasus pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Gejayan dan Jalan Malioboro Yogyakarta, (Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2001), skripsi tidak di

(10)

modal dan lokasi dapat mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan pedagang kaki lima dan apakah faktor tersebut dapat menimbulkan perbedaan pendapatan pedagang kaki lima di lokasi penelitian. Peneliti mengambil sebanyak 25 sampel di Jalan Gejayan dan 25 sampel di Jalan Malioboro. Selain itu peneliti menggunakan metode regresi linear sederhana dan korelasi linear sederhana untuk mengetahui apakah dari kedua variabel dependen tersebut yaitu modal dan lokasi berpengaruh terhadap variabel independen yaitu pendapatan pedagang.

Dengan metode tersebut sehingga didapatkan hasil penelitian dimana faktor modal mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan pedagang kaki lima di Jalan Gejayan dan Jalan Malioboro. Sedangkan faktor lokasi menimbulkan perbedaan pendapatan antara pedagang kaki lima di Jalan Gejayan dan Jalan Malioboro.

Sedangkan Rosetyadi Artistyan Firdausa5 tertarik mengadakan studi di Pasar Bintoro Demak terkait dengan pengaruh modal awal, lama usaha, dan jam kerja terhadap pendapatan pedagang. Dimana tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui dan mengkaji tentang pengaruh faktor-faktor tersebut di atas terhadap tingkat pendapatan pedagang kios di pasar Bintoro Demak. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekonometrika. Selain itu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh

5 Rosetyadi Artistyan Firdausa, Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha, dan Jam Kerja terhadap

Pendapatan Pedagang Kios di Pasar Bintoro Demak, (Semarang: Universitas Diponegoro, 2012),

(11)

variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat, peneliti juga menggunakan teknik analisis data dengan metode kuadrat terkecil biasa.

Dengan penggunaan metode dan teknik tersebut di atas, maka didapatkan hasil penelitian bahwa variabel bebas(modal awal) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (tingkat pendapatan) dapat diterima. Laba usaha secara parsial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pendapatan dapat diterima, serta variabel bebas (jam kerja) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (tingkat pendapatan) dapat diterima. Sehingga kesimpulan dari hasil penelitian tersebut yaitu bahwa variabel bebas (modal awal, lama usaha, dan jam kerja) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (tingkat pendapatan).

Tidak jauh berbeda dengan peneliti sebelumnya, Tyas Sasetyowati dan Susanti Kurniawati6 melakukan penelitian yang dilatarbelakangi oleh penurunan pendapatan pedagang sembako. Lokasi penelitian pada Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan modal, perilaku kewirausahaan dan persaingan terhadap pendapatan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dan angket digunakan sebagai alat pengumpul data.

6 Tyas Sasetyowati dan Susanti Kurniawati, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Pendapatan Sembako (Suatu Kasus pada Pedagang Sembako di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran), tanpa tahun,Jurnal Ekonomi dan Manajemen.

(12)

Sedangkan analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda.

Hasil yang diperolehdalam penelitian ini adalah secara parsial maupun simultan modal, perilaku kewirausahaan dan persaingan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya di atas yang meneliti tentang pengaruh terhadap pendapatan pedagang, Karof Alfentino Lamia7melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Dan faktor-faktor tersebut meliputi faktor modal, tenaga kerja, pengalaman, dan lama pendidikan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Dimana pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linear berganda. Namun sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi normal, dilanjutkan dengan uji asumsi klasik.

Sehingga didapatkan hasil penelitian bahwa modal, tenaga kerja, dan pengalaman berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan, sedangkan untuk lama pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan.

7 Karof AlfentinoLamia, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan

(13)

Sementara Teguh Hany Wicaksono8 melakukan penelitian dengan mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang ada yaitu modal, tenaga kerja, biaya bahan baku dan lama usaha yang dapat diketahui pengaruhnya pada jumlah produksi industri kecil keripik tempe di Kota Malang. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis regesi berganda. Pengambilan sempel menggunakan teknik puposive

sampling dengan kriteria pengusaha yang tergolong sebagai industri

rumah tangga yang memiliki rata-rata 3-10 tenaga kerja.

Hasil analisis yang diperoleh dari hasil penelitian ini menyebutkan bahwa modal, tenaga kerja, dan biaya bahan baku dan lama usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang. Dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh yang dominan terhadap jumlah produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang.

Michell Rinda Nursandy9 meneliti tentang seberapa besar pengaruh modal, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan pengusaha tape di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso baik secara simultan maupun secara

8 Teguh Hany Wicaksono, Analisis Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Jumlah Produksi

pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang, (Malang: Universitas Brawijaya, 2014), jurnal

ilmiah.

9 Michell Rinda Nursandy, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pengusaha Tape

di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso, (Jember: Universitas Jember,

(14)

parsial. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahanalisis regresi linear berganda. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 35 pengusaha tape yang juga merupakan populasi penelitian.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara simultan variabel modal, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pengusaha tape di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso sedangkan secara parsial variabel modal dan lama usaha berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan sedangkan variabel jumlah tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan.

Nurhidayah Ilham10 melakukan penelitian pada pasar tradisional di Kabupaten Pangkep mengenai faktor modal, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan omzet penjualan yang dapat mempengaruhi pangsa pasar dan laba usaha dagang. Dimana untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat dalam hal ini pangsa pasar dan laba usaha dagang maka digunakan uji statistik linear berganda. Dengan sampel sebanyak 70 responden.

Namun berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya diatas, hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa secara parsial variabel modal tidak berpengaruh terhadap pangsa pasar, namun

10 Nurhidayah Ilham, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laba Usaha Dagang pada

Pasar Tradisional di Kabupaten Pangkep, (Makassar: Universitas Hasannudin, 2014), skripsi

(15)

variabel biaya tenaga kerja, lama usaha, dan omzet penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pangsa pasar pada pasar tradisional di Kabupaten Pangkep. Sedangkan terhadap laba usaha dagang modal, biaya tenaga kerja, dan lama usaha berpengaruh positif dan tidak signifikan namun pada variabel omzet penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba usaha daganga pada pasar tradisional di Kabupaten Pangkep.

Endi Rusmanhadi Pratama11 meneliti para pedagang kaki lima yang berjualan makanan dan minuman di Jalan Jawa Kabupaten Jember. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pendapatan pedagang kaki lima dengan variabel independen yaitu tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, lama usaha, dan keragaman menu. Penelitian ini menggunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Sedangkan pengambilan sampeldilakukan sebanyak 52 PKL dengan menggunakan metode wawancara langsung.

Dari analisis regresi linear berganda didapatkan hasil bahwa secara simultan variabel tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, lama usaha dan keragaman menu berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di Jalan jawa Kabupaten Jember.

11 Endi Rusmanhadi Pratama, Analisis Differensiasi Pendapatan Sektor Informal di Jalan Jawa

(16)

Ifany Damayanti12 melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel umur, lama usaha, modal, jam kerja, dan jenis dagangan (keanekaragaman barang) terhadap pendapatan pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta. Penelitian ini memiliki kesamaan beberapa variabel dengan penelitian diatas. Diantaranya pada variabel modal, lama usaha dan jam kerja. Namun dalam penelitian ini, terdapat variabel lain yang mempengaruhi tingkat pendapatan yaitu faktor umur dan jenis dagangan. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan teknik analisis data dengan analisis regresi linear berganda.

Dalam pengujian hipotesis didapatkan hasil bahwa variabel independen yang mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Gede yaitu modal dan jam kerja dengan tingkat signifikansi α= 5%. Sedangkan pada variabel jenis dagangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta dengan tingkat signifikansi α= 5%.

Erlangga Tahta Kusumanegara13 melakukan penelitian pada Baskin Robbins Ice Cream Mall ciputra Semarang untuk menganalisis seberapa besar pengaruh harga, keragaman produk, dan kualitas

12 Ifany Damayanti, Analisis FaktoroFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di

Pasar Gede Kota Surakarta, (Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2011), skripsi tidak

diterbitkan. 13

Erlangga Tahta Kusumanegara, Anaisis Pengaruh Harga, Keragaman Produk, dan Kualitas

Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen dalam Melakukan Pembelian di Baskin Robbins Ice Cream Mall Ciputra Semarang, (Semarang: Universitas Diponegoro, 2012), skripsi tidak

(17)

pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang dalam melakukan pembelian di Baskin Robbins Ice Cream Mal Ciputra Semarang yang dilakukan secara acak.

Berbeda dengan penelitian milik Ifany Damayanti dimana pada Variabel jenis dagangan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pendapatan pedagang di Pasar Gede Surakarta. Namun dalam penelitian ini keragaman produk (jenis dagangan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam mlakukan pembelian. Sedangkan pada variabel harga dan kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian di Baskin Robbins Ice Cream Mall Ciputra semarang.

Rani Mayasari14melakukan penelitian yang membahas tentang pengaruh citra pasar tradisional terhadap loyalitas konsumen. Penelitian ini dilakukan pada pasar Projo di Ambarawa tahun 2009. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dimensi citra pasar tradisional yang paling dominan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.dimensi citra pasar tersebut diukur melalui harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan

14 Rani Mayasari, Analisis Pengaruh Citra Pasar Tradisional terhadap Loyalitas Konsumen

(Studi pada Pasar Projo di Ambarawa), (Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2009), skripsi

(18)

menggunakan teknik accidental sampling. Jenis datanya adalah primer dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Variabel yang paling dominan mempengaruhi loyalitas konsumen adalah variabel harga.

Nursanah15 melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keragaman produk, kualitas pelayanan serta kepuasan pelanggan. Perusahan yang diteliti adalah Hero Supermarket dengan60 orang responden yang diambil dari pelanggan Herosupermarket di Jl. Terogong, Cilandak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Selain itu peneliti juga menggunakan metode regresi linier yang dimaksudkan untuk mengetahui keeratan, hubungan yang ada di antara kedua variabel.

Kemudian didapakan hasil penelitian dimana diketahui keragaman produk, kualitas pelayanan, dan kepuasan pelanggan secara signifikan berpengaruh simultan dan parsial terhadap loyalitas pelanggan Hero supermarket Tarogong, Cilandak.

15

Nursanah, Analisis Pengaruh Keragaman Produk, Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan

Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan pada PT Hero Supermarket (Studi Kasus pada PT Hero Supermarket Tbk, Tarogong Cilandak, Jak-Sel), (Jakarta: UIN Syarifhidayatullah, 2010), skripsi

(19)

Ismi Mahardini16 melakukan penelitian pada Perumahan Puri Dinar Mas di Semarang untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh harga, pendapatan, lokasi, dan fasilitas secara simultan terhadap permintaan rumah sederhana. Dalam penelitiannya metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.

Hasil analisis data menunjukan bahwa harga, pendapatan, lokasi, dan fasilitas secara simultan berpengaruh terhadap permintaan rumah sederhana di Perumahan Puri Dinar Mas. Dilihat dari besarnya koefisien yang mempengaruhi permintaan rumah yaitu variabel fasilitas sebesar 0,249; lokasi sebesar 0,231; pendapatan sebesar 0,195; dan harga sebesar 0,149. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa faktor fasilitas sangat berpengaruh terhadap permintaan rumah di Perumahan Puri Dinar Mas Semarang.

A. A. Istri Agung Vera Laksmi Dewi, dkk.17 melakukan penelitian yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinan dan juga meningkatkan perempuan ikut aktif pada kegiatan ekonomi kemasyarakatan. Dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curahan jam kerja, jumlah pekerja, modal usaha, dan lokasi usaha terhadap pendapatan pedagang canangsecara serempak dan parsial di Kabupaten Badung. Teknik analisis data yang digunakan

16 Ismi Mahardini, Analisis Pengaruh Harga, Pendapatan, Lokasi, dan Fasilitas terhadap

Permintaan Rumah Sederhana (Studi Kasus Perumahan Puri Dinar Mas Semarang), (Semarang:

Universitas Diponegoro, 2012), skripsi tidak diterbitkan.

17 A. A. Istri Agung Vera Laksmi Dewi, dkk., Analisis Pendapatan Pedagang Canang di

(20)

adalah analisis regresi linear berganda. Dengan sampel sebanyak 105 pedagang canangyang dikelola oleh Perusahaan Daerah Pasar.

Hasil penelitian menunjukan variabel curahan jam kerja, jumlah tenaga kerja, modal usaha dan lokasi usaha secara serempak maupaun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang canang di Kabupaten Badung.

Ifrina Nuritha, dkk.18 melakukan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh lokasi usaha terhadap tingkat keberhasilan usaha minimarket waralaba. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember dengan sistem informasi geografis. Jumlah minimarket yang dijadikan sampel sebanyak 29 minimarket waralaba. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yaitu dengan teknik analisis cluster, analisis spasial, dan analisis deskriptif.

Berdasarkan hasil interpretasi cluster yang mengelompokkan 29 minimarket waralaba di Kabupaten Jember ke dalam 4 tingkat keberhasilan usaha yang berbeda-beda, yaitu minimarket waralaba dengan tingkat sangat berhasil (4 minimarket), berhasil (11minimarket), cukup berhasil (10 minimarket) dan kurang berhasil (4 minimarket).Sedangkan analisis secara spasial menunjukkan bahwa kedekatan lokasi dengan perguruan tinggi serta tingginya kepadatan

18 Ifrina Nuritha, dkk, Identifikasi Pengaruh Lokasi Usaha terhadap Tingkat Keberhasilan

Usaha Minimarket Waralaba di Kabupaten Jember dengan Sistem Informasi Geografis, (Jember:

(21)

dan pendapatan per kapita penduduk berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan usaha minimarket waralaba di Kabupaten Jember.

Perbedaan dari penelitian terdahulu dengan sekarang adalah pada objek yang mempengaruhi pendapatan pedagang, selain itu lokasi penelitian yang sekarang berbeda dengan lokasi penelitian-penelitian sebelumnya. Perbedaan tersebut dapat terlihat pada tabel berikut.

(22)

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu

No Peneliti dan Tahun Judul Metode Penelitian Temuan Perbedaan Sumber

1. Teguh Hany Wicaksono. (2014) Analisis Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Jumlah Produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota

Malang.

Teknik analisis regresi berganda. Sampel yang diambil sesuai dengan kriteria yang ada. Independen: modal, tenaga kerja, biaya bahan baku, dan lama usaha. Dependen: jumlah produksi

Variabel modal, tenaga kerja, biaya bahan baku dan lama usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang. Dimana pada variabel jumlah tenaga kerja

mempunyai pengaruh yang paling dominan.

Variabel tenaga kerja, baiya bahan baku, dan lama usaha. Serta objek penelitian yang dilakukan. Jurnal Ilmiah 2. Nurhidayah Ilham. (2014) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laba Usaha Dagang pada Pasar Tradisional di Kabupaten

Pangkep.

Uji statistik linear berganda. Sampel sebanyak 70 responden. Independen: modal, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan omzet penjualan. Dependen: pangsa pasar dan laba usaha dagang.

Variabel modal tidak berpengaruh positif dan

signifikanterhadap pangsapasar namun modal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap laba usaha dagang. Sedangkan pada variabel biaya tenaga kerja, lama usaha, dan omzet penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pangsa pasar dan laba usaha dagang.

Variabel biaya tenaga kerja, lama usaha, dan omzet penjualan. Serta objek penelitian yang dilakukan.

(23)

3. Karof Alfentino Lamia. (2013) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan.

Analisis regresi linear berganda. Sampel berjumlah 30. Independen:

Modal. Tenaga kerja, pengalaman, dan lama pendidikan

Dependen:

Tingkat pendapatan

Variabel modal, tenaga kerja, dan pengalaman kerja yang mempunyai pengaruh

signifikan terhadap pendapatan nelayan Variabel tenaga kerja pengalaman, dan lama pendidikan. Serta objek penelitian yang dilakukan Jurnal EMBA Vol. 1 No. 4 Desember 2013 4. Endi Rusmanhadi Pratama. (2013) Analisis Differensiasi Pendapatan Sektor Informal di Jalan Jawa Kabupaten Jember.

Analisis Regresi Linier Berganda. Dengan pengambilan

sampelsebanyak 52 PKL. Independen: tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, lama usaha, dan keragaman menu. Dependen: pendapatan pedagang.

Secara simultan variabel tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, lama usaha dan

keragaman menu berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di Jalan jawa Kabupaten Jember.

Variabel tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, dan lama usaha. Serta objek penelitian yang dilakukan. Skripsi 5. Ifrina Nuritha, dkk. (2013) Identifikasi Pengaruh Lokasi Usaha terhadap Tingkat Keberhasilan Usaha Minimarket Waralaba di Kabupaten Jember dengan Sistem

Teknik analisis cluster, analisis spasial, dan analisis deskriptif. Sampel sebanyak 29 minimarket waralaba. Independen: lokasi usaha.

Berdasarkan hasil interpretasi

cluster keberhasilan

minimarket waralaba dibagi menjadi 4 tingkatan yang berbeda. Sedangkan pada analisis spasial, lokasi kedekatan usaha dapat

Metode analisis data yang digunakan dan objek penelitiannya. Jurnal Sainstek

(24)

Informasi Geografis. Dependen: tingkat keberhasilan usaha

berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan usaha. 6. Michell Rinda Nursandy. (2013) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pengusaha Tape di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso.

Analisis regresi linear berganda. Sampel yang sebanyak 35 pengusaha tape yang juga

merupakan populasi penelitian. Independen: modal, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja. Dependen: pendapatan pengusaha.

Secara simultan variabel modal, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan dansecara parsial variabel modal dan lama usaha berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan

sedangkan variabel jumlah tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan.

Variabel lama usaha dan jumlah tenaga kerja. Serta objek penelitian yang dilakukan. Skripsi 7. Rosetyadi Artistyan Firdausa. (2012) Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha, dan Jam Kerja terhadap Tingkat Pendapatan Pedagang Kios di Pasar Bintoro Demak.

Teknik Analisis data ekonometrika. Sampel penelitian 75.

Independen: Modal awal, Lama Usaha,dan Jam Kerja Dependen:

Tingkat Pendapatan

Ketiga variabel independen berpengaruh posistif dan signifikan terhadap tingkat pendapatan

Variabel

independen lama usaha dan jam kerja. Serta objek penelitian yang dilakukan

(25)

8. Ismi Mahardini. (2012)

Analisis Pengaruh Harga, Pendapatan, Lokasi, dan Fasilitas terhadap Permintaan Rumah Sederhana (Studi Kasus

Perumahan Puri Dinar Mas Semarang).

Analisis regresi linear berganda. Sampel sebanyak 100 orang. Independen:

Harga, pendapatan, lokasi, dan fasilitas. Dependen:

Tingkat permintaan

Keempat variabel independen berpengaruh positif dan

signifikan terhadap permintaan rumah. Variabel independen harga, pendapatan, dan fasilitas terhadap variabel dependen permintaan. Serta objek penelitian yang dilakukan. Skripsi 9. Erlangga Tahta Kusumanegara. (2012) Analisis Pengaruh Harga, Keragaman Produk, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen dalam Melakukan Pembelian di Baskin Robbins Ice Cream Mall Ciputra Semarang.

Teknik analisis regresi linear berganda dengan sampel sebanyak 100 orang. Independen: harga, keragaman produk, dan kualitas pelayanan. Dependen: kepuasan konsumen

Variabel harga, keragaman produk, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian di Baskin Robbins Ice Cream Mall ciputra Semarang.

Variabel harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Serta objek penelitian yang dilakukan. Skripsi 10. Ifany Damayanti. (2011) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta.

Analisis regresi linear berganda.

Sampel 150 pedagang dari 741 populasi yang ada.

Independen: Umur, lama usaha, modal, jam kerja, dan

Modal dan jam kerja yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang.

Sedangkan pada variabel lama usaha dan jenis dagangan tidak berpengaruh positif dan

signifikan terhadap

Variabel umur, lama usaha, dan jam kerja. Serta objek penelitian yang dilakukan.

(26)

jenis dagangan. Dependen: Pendapatan pendapatan. 11. Nursanah. (2010) Analisis Pengaruh Keragaman Produk, Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan pada PT. Hero Supermarket.

Analisis regresi linear berganda. Sampel sebanyak 60 responden. Independen: keragaman produk, kualitas

pelayanan, dan kepuasan pelanggan. Dependen: loyalitas pelanggan.

Variabel keragaman produk, kualitas pelayanan, dan kepuasan pelanggan secara signifikan berpengaruh simultan dan parsial terhadap loyalitas pelanggan Hero supermarket Tarogong, Cilandak. Variabel independen: kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Variabel dependen: loyalitas pelanggan. Serta objek penelitian. Skripsi 12. Rani Mayasari. (2009) Analisis Pengaruh Citra Pasar Tradisional terhadap Loyalitas Konsumen (Studi pada Pasar Projo di Ambarawa)

Analisis regresi linear berganda. Sampel 100. Independen:

harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang. Dependen:

Loyalitas Konsumen

harga,pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Variabel independen: harga, pelayanan, kualitas dan lingkungan fisik Variabel dependen: loyalitas konsumen. Serta objek penelitian. Skripsi 13. Yustinus Nugroho Budi Santoso. (2001) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya Pendapatan Pedagang

Metode regresi linear sederhana dan korelasi linear sederhana. Sampel sebanyak 25 di Jalan

faktor modal mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan dan faktor lokasi menimbulkan perbedaan pendapatan antara

Objek penelitian

(27)

Kaki Lima Studi Kasus pada Pedagang Kaki di Jalan Gejayan dan Jalan Malioborro Yogyakarta.

Gejayan dan 25 sampel di Jalan Malioboro. Independen: modal dan lokasi. Dependen: tinggi rendahnya pendapatan

pedagang kaki lima di Jalan Gejayan dan Jalan Malioboro.

14. Tyas Sasetyowati dan Susanti Kurniawati. (tanpa tahun). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Sembako(Suatu Kasus pada Pedagang Sembako di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran).

Analisis regresi linear berganda. Populasi sebanyak 44 pedagang sembako. Independen: Modal, perilaku kewirausahaan, dan persaingan. Dependen: Tingkat pendapatan

Ketiga vaviabel independen berpengaruh posistif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang sembako. Variabel perilaku kewirausahaan, dan persaingan. Serta objek penelitian yang dilakukan. Jurnal Ekonomi dan Manajemen 15. A. A. Istri Agung Vera Laksmi Dewi, dkk.

(tanpa tahun)

Analisis Pendapatan Pedagang Canang di Kabupaten Badung.

Analsis regresi linear berganda. Sampel sebanyak 105 pedagang. Independen: curahan jam kerja, jumlah pekerja, modal usaha, dan lokasi usaha. Dependen: pendapatan pedagang

variabel curahan jam kerja, jumlah tenaga kerja, modal usaha dan lokasi usaha secara serempak maupaun parsial berpengaruh positif dan

signifikan terhadap pendapatan pedagang canang di Kabupaten Badung.

Variabel curahan jam kerja dan jumlah tenaga kerja. Serta objek penelitian yang dilakukan.

Jurnal Ekonomi

(28)

2. Kerangka Teoritis

Di dalam penelitian ini, Penulis mengumpulkan beberapa referensi guna menghasilkan sebuah karya ilmiah, beberapa diantaranya adalah:

a. Pengaruh Modal Awal terhadap Tingkat Pendapatan

Modal merupakan salah satu faktor utama dalam menjalankan usaha berdagang. Tidak sedikit pedagang kecil yang membutuhkan modal untuk memperbaiki usahanya, dan hal ini menjadikan mereka berlomba-lomba untuk mencari modal yang lebih banyak.19 Peranan modal atau biaya sangat penting bagi setiap usaha, baik skala kecil, menengah maupun besar. Selain itu peranan modal juga sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya pendapatan.

Hal ini sebenarnya menjadi persoalan yang dihadapi hampir semua pengusaha, karena untuk memulai usaha dibutuhkan pengeluaran sejumlah uang sebagai modal awal. Modal awal yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu jumlah uang yang digunakan pada saat awal membuka usaha untuk memberi barang dagangan yang akan dijual kembali dan dinyatakan dalam rupiah.

19 Iva Rohmawati, Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Keputusan Pengambilan Modal

pada Lembaga Kredit Informal (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Pasar Singosari Malang), (Malang: Universitas Islam Negeri, 2008), skripsi tidak diterbitkan.

(29)

Menurut Ifany Damayanti20 dalam penelitiannya terhadap pedagang dalam sektor informal menunjukan terdapatnya kaitan langsung antara modal dengan tingkat pendapatan pedagang. Dimana modal yang relatif besar akan memungkinkan suatu unit penjualan menambah variasi komoditas dagangannya. Dengan cara ini berarti akan makin memungkinkan diraihnya pendapatan yang lebih besar. Pada umumnya sumber permodalan bisnis kecil dalam hal ini perdagangan berasal dari:

1) Uang tabungan sendiri 2) Dari kawan atau relasi 3) Kredit bank

4) Laba yang diperoleh

Namun cara mendapatkan modal dan mengembangkannya tidak dilakukan dengan yang dilarang Syariat Islam. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bazzar yang berbunyi:21

لمع( : لاق ؟بيطأ بسكلا ّيأ : لئس ص بينلا نأ عفار نب ةعافر نع

مكالحا وححصو راّزبلا هاور )روبرم عيب لكو ،هديب لجرلا

Dari Rifa’ah bin Rafi bahwasanya Nabi SAW. ditanya: Apa pencarian yang lebih baik. Jawabnya: “Bekerja seseorang dengan tangannya sendiri dan tiap jual beli yang bersih”. Diriwayatkan-dia oleh Bazzar dan disahkan-dia oleh hakim.

20

Ifany Damayanti, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di

Pasar Gede Kota Surakarta, skripsi tidak diterbitkan.

21 A. Hasan, TarjamahBulughul Maram, (Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2006), hlm. 341.

(30)

Maksudnya jika seseorang membuka usaha maka lebih baik dengan menggunakan modal sendiri. Jika harus menggunakan modal pinjaman maka harus berasal dari pinjaman yang bersih pula seperti tidak dengan jalan perjudian karena tanpa adanya usaha yang jelas serta bersifat spekulasi. Kemudian permodalan dengan jalan riba yaitu pengambilan keuntungan dengan cara mengeksploitasi tenaga orang lain, dan lain-lain.22 b. Pengaruh Lokasi terhadap Tingkat Pendapatan

Lokasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dipertimbangkan dalam pengelolaan bisnis perdagangan. Paradigma pengelolaan usaha perdagangan khususnya dari segi pedagang tradisional sering dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk memutuskan lokasi usaha karena terkendala permodalan yang terbatas, sehingga penetapan lokasi yang strategis menjadi salah satu hal yang di pandang dapat di korbankan. Sehingga aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi strategis sering terabaikan dalam konteks pengelolaan usaha tradisional.

Suatu lokasi disebut strategis bila berada dipusat kota, kepadatan populasi, kemudahan mencapainya menyangkut kemudahan transportasi umum, kelancaran lalu lintas dan arahnya

22 Adimas Fahmi Firmansyah, Praktek Etika Bisnis Islam (Studi Kasus pada Toko Santri

Syariah Surakarta), (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2013), skripsi tidak

(31)

tidak membingungkan konsumen, kelancaran arus pejalan kaki dan sebagainya.

Pentingnya lokasi bagi penjual sangat mempengaruhi laku tidaknya barang yang dijual, semakin strategis lokasi semakin banyak pembeli yang datang sehingga mereka akan semakin loyal. Dalam hal ini lokasi yang strategis dapat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan pedagang karena banyaknya pembeli yang semakin loyal tersebut.

Dalam penelitian ini lokasi pasar tiban yang dipilih oleh peneliti terletak di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan, dimana lokasi ini dianggap strategis untuk melakukan aktifitas perdagangan, karena dengan melakukan aktifitas perdagangan tersebut, pedagang tidak dituntut untuk membayar terlalu mahal hanya untuk penempatan lokasi yang dianggap strategis.

Lokasi, indikatornya antara lain: 1) Mudah transportasinya 2) Lokasi strategis

3) Lokasi dekat dengan pusat keramaian

Namun lokasi yang dianggap strategis saja tidak cukup apabila dalam berdagang seseorang harus meninggalkan kewajibannya sebagai Muslim. Karena dari sekian banyak pedagang yang ada, semuanya beragama Islam. Untuk itu para pedagang perlu memperhatikan lokasi yang digunakan untuk

(32)

berdagang. Sehingga disatu sisi tetap dapat berdagang dan disisi lain tidak akan meninggalkan kewajibannya sebagai Muslim.

Hal ini juga dijelaskan dalam QS. Al Jumu’ah ayat10 yang berbunyi:23               



“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.

Maksudnya bahwa ketika seseorang telah melakukan kewajibannya sebagai Muslim maka bergegaslah bekerja untuk mencari karunia Allah dalam hal ini kegiatan perdagangan. Karena sesungguhnya dengan karunia Allah dan mengingat Allahmaka kita akan memperoleh keuntungan yang besar.

c. Pengaruh Keanekaragaman Barang terhadap Tingkat Pendapatan Yang dimaksud dengan keanekaragaman barang disini adalah kelengkapan barang yang dijual dan ketersediaan barang-barang tersebut. Atau sama halnya dengan jenis dagangan. Jenis dagangan merupakan jenis barang yang dijual di pasar tradisional.Konsumen cenderung memilih pasar yang menawarkan produk yang bervariasi dan lengkap menyangkut kedalaman, luas dan kualitas keragaman barang yang ditawarkan oleh pedagang.

23Al Qur’an dan Terjemahan.

(33)

Ketersediaan barang yang diperdagangakan di pasar tiban Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan diantaranya meliputi pakaian, aksesoris, sepatu dan sandal, berbagai macam makanan, peralatan rumah tangga, dan mainan anak-anak. Kebutuhan masyarakat pada umumnya tersedia di pasar tiban dan proses transaksi yang dilakukan yaitu dengan cara tawar menawar sehingga konsumen dapat memperoleh barang yang diperoleh dengan harga yang relatif murah di pasar tiban.

Penelitian yang dilakukan oleh Ifany Damayanti24 menunjukkan bahwa jenis dagangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta. Hal ini disebabkan karena banyaknya pedagang di pasar tersebut yang kurang memperhatikan kualitas barang dagangannya, sehingga menjadikan konsumen lebih memilih pedagang yang memiliki kualitas dagangan yang lebih baik. Oleh karena itu variasi jenis dagangan harus diimbangi dengan kualitas barang dagangan agar dapat menarik konsumen lebih banyak, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan pedagang.

Keragaman, indikatornya antara lain: 1) Produk yang bervariasi dan berkualitas 2) Ketersediaan produk yang dijual

24 Ifany Damayanti, Analisis FaktoroFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di

(34)

Dalam melakukan kegiatan perdagangan, perilaku berdagang memiliki aturan yang bermacam-macam, ada yang menerapkan hukum Islam dan ada yang tidak menerapkannya. Selain itu keragaman pola dagang juga dapat menjadikan perilaku yang berbeda-beda mulai dari pengambilan keuntungan, cara menawarkan barang serta kejujuran tentang kualitas barang.

Seperti dalam hadits yang dishahkan oleh Ibnu Hibban yang berbunyi:25

نبا وحّحص ) اّرم ناكولو قلحا لق( ص بينلا لي لاق : لاق ّرذ بىأ نع

ليوط ثيدح نم نابح

Dari Abi Dzar ia berkata: Telah bersabda Nabi SAW. kepada saya: “Katakanlah kebenaran walaupun ia pahit”. Disahkan-dia oleh Ibnu Habban dari satu Hadits yang panjang.

Maksud dari hadits diatas adalah bahwasanya dalam berdagang seseorang tidak diperbolehkan menyembunyikan barang dagangannya yang rusak atau cacat. Karena sesungguhnya jual beli yang baik yaitu tidak mengandung penipuan dalam hal ini dari segi kualitas barang. Dimanapedagang harus mengatakan yang sesungguhnya mengenai kualitas barang yang diperdagangkannya kepada konsumen.

d. Tingkat Pendapatan

Pendapatan atau penghasilan itu sama artinya dengan hasil berupa uang atau material lainnya yang dicapai dari penggunaan

(35)

kekayaan atau jasa-jasa manusia bebas.Sedangkan definisi lain dari pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diperoleh dari hasil pekerjaan dan biasanya pendapatan seseorang dihitung setiap tahun atau setiap bulan.26

BPS memberikan pengertian pendapatan yang digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:27

1) Pendapatan berupa uang, yaitu sebagai penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan biasanya diterima sebagai balas jasa atau kontraprestasi yang meliputi:

a) Gaji dan upah yang diperoleh dari kerja pokok, kerja lembur, kerja sampingan dan kerja kadang-kadang. b) Pendapatan dari usaha sendiri yang meliputi hasil bersih

usaha sendiri, konsumsi dan penjualan dari kerajinan rumah tangga.

c) Pendapatan dari hasil investasi seperti bunga, modal dan tanah.

d) Pendapatan dari keuntungan sosial (dari kerja sosial) 2) Pendapatan berupa barang, adalah sebagai penghasilan yang

sifatnya reguler akan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa

26 Rosetyadi Artistyan Firdausa, Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha, dan Jam Kerja terhadap

Pendapatan Pedagang Kios di Pasar Bintoro Demak, skripsi tidak diterbitkan.

27 M. Rizki Wardhana Subono, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat

Pendapatan Pengrajin Sepatu (Studi Kasus Pengrajin Sepatu Register dan Non Register di Sooko Kabupaten Mojokerto), (Malang: Universitas Brawijaya, 2013), jurnal ilmiah.

(36)

yang diterima dalam bentuk barang dan jasa. Barang atau jasa yang diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak disertai transaksi uang oleh yang menikmati barang atau jaa tersebut.

3) Penerimaan yang bukan merupakan pendapatan, yaitu penerimaan yang berupa pengambilan tabungan, penjualan barang-barang yang dipakai, pinjaman uang, hadiah, warisan dan sebagainya.

e. Pasar Tiban

Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar-menawar.28

Pasar tiban merupakan salah satu bentuk pasar tradisional yang saat ini masih berkembang di masyarakat. Bentuk fisik dari

28 Rosetyadi Artistyan Firdausa, Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha, dan Jam Kerja terhadap

(37)

pasar dan terkesan kumuh. Salah satu karakteristik yang menonjol dari pasar tradisional dalam hal ini pasar tiban adalah banyaknya pedagang yang menjual jenis barang dagangan yang sama. Selain itu penentuan harga barang dilakukan melalui proses tawar menawar. Pada pasar tradisional tawar menawar mencari kesesuaian menjadi warna dan ciri dari pasar.

Pasar sangat penting keberadaannya dalam pertumbuhan kota. Pasar merupakan bagian “hilir” dari perkembangan kota atau kota merupakan bagian “hulu” dari kota. Pasar merupakan awal dari berdirinya suatu kota.29

Pasar tiban menempati kawasan permukiman Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan. Para pedagang memanfaatkan tepi jalan antara selokan dan badan jalan sebagi tempat usahanya. Pasar ini mulai beroperasi pada sore hari dari pukul empat sore hingga pukul sembilan malam. Cara pedagang menggelar dagangannya juga bermacam-macam. Ada yang menggelar dagangan langsung di atas alas terpal seperti pedagang sayuran. Ada juga yang menggunakan meja bahkan gerobak untuk berdagang di pasar tiban ini.

29 Agung Budi Sardjono dan Budi sudarwanto, Pasar di Lingkungan Permukiman, (Semarang: Universitas Diponegoro, tanpa tahun), jurnal.

(38)

3. Kerangka Pemikiran

Gambar 1.1

G. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Dengan kata lain hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun oleh peneliti yang kemudian akan di uji kebenarannya melalui penelitian yang dilakukan.30

Tabel 1.2 Hipotesis Penelitian

No Hipotesis Penelitian Terdahulu

1.

H0 : modal awal tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan.

Nurhidayah Ilham. (2014)

Ha : modal awal berpengaruh Teguh Hany

30 Mudrajad Kuncoro, Metode Riset dan Bisnis untuk Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 2003), hlm. 47. Modal Awal (X1) Lokasi (X2) Keanekaragaman Barang (X3) Tingkat Pendapatan (Y) H1 H2 H3 H4

(39)

terhadap tingkat pendapatan. Wicaksono(2014), Karof Alfentino Lamia(2013), Michell Rinda Nursandy(2013), Rosetyadi Artistyan Firdausa(2012), Ifany Damayanti(2011), Tyas Sasetyowati dan Susanti Kurniawati(tanpa tahun), Yustinus Nugroho Budi Santoso(2001), A. A. Istri Agung Vera Laksmi Dewi, dkk (tanpa tahun) 2. H0 : lokasi tidak berpengaruh

terhadap tingkat pendapatan.

Yustinus Nugroho Budi Santoso(2001).

Ha : lokasi berpengaruh terhadap tingkat pendapatan.

Ifrina Nuritha, dkk(2013), Ismi Mahardini(2012), Rani Mayasari(2009), A. A. Istri Agung Vera Laksmi Dewi, dkk (tanpa tahun)

3. H0 : keanekaragaman barang tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan

Ifany Damayanti(2011).

Ha : keanekaragaman barang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan Endi Rusmanhadi Pratama(2013), Erlangga Tahta Kusumanegara(2012), Nursanah(2010), Rani Mayasari(2009) H. METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini penulis mengggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif yaitu pendekatan yang datanya diperoleh dari pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan berdasarkan dari sampel orang-orang yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan

(40)

presentasi tanggapan mereka. Penelitian kuantitatif lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penaksiran kuantitatif yang kokoh.31

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian lapangan (Field Research) merupakan penelitian yang datanya diperoleh dari studi lapangan dengan cara mengamati, mencatat kemudian mengumpulkan berbagai informasi dan data yang ditemukan di lapangan yaitu dengan data dari para pedagang pasar tiban di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan. 3. Populasi dan Sampel Penelitian

a. Populasi Penelitian

Populasi merupakan kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda, dan ukuran lain yang menjadi objek perhatian atau kumpulan seluruh objek yang menjadi perhatian.32 Populasi penelitian ini meliputi seluruh pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan yang berjumlah 147 pedagang dari berbagaijenis barang yang diperdagangkan meliputi pedagang pakaian, alat rumah tangga, aksesoris, sepatu dan sandal, mainan anak serta berbagai macam makanan.

31

Husein Umar,Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, (Jakarta: PT SUN, 1998), hlm. 95.

32 Agus Irianto, Statistik: Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), hlm. 323.

(41)

b. Sampel Penelitian

Sampel adalah sejumlah individu yang diambil dari populasi atau dapat dikatakan objek yang sesungguhnya dari penelitian.Sampel dapat juga dikatakan sebagai suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi.33 Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh penulis adalah Teknik Probability Sampling atau teknik sampling secara acak/random yaitu teknik sampling yang memberikan kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian.

Jumlah populasi (N) responden yang terdapat pada penelitian ini adalah 147 pedagang yaitu pedagang pasar tiban yang berada di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan. Kemudian untuk menghitung berapa jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 90% dan tingkat error 10% adalah sebagai berikut: Rumus Slovin34: Keterangan: N = Jumlah populasi n = Ukuran sampel

e = Kelonggaran penelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir.

33 Mudrajad Kuncoro, Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, hlm. 157.

(42)

Jadi sampel untuk penelitian ini adalah:

Jadi jumlah responden dari penelitian ini adalah sebanyak 60 pedagang pasar tiban di kawasan Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

4. Sumber Data Penelitian a. Data Primer

Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.35Data primer dalam penelitian ini dapat diambil dari data kuesioner yang diisi oleh para pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.

(43)

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data primer yang telah di olah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain.36Dalam penelitian ini data sekunder adalah data yang berasal dari jurnal penelitian, skripsi-skripsi, artikel lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

5. Teknik Pengumpulan Data a. Teknik Kepustakaan

Merupakan teknik pengumpulan data yang bersumber dari bahan tertulis yang dapat berupa jurnal, skripsi, artikel terkait maupun data lain yang diperoleh dari internet.

b. Teknik Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Daftar pertanyaan tersebut sudah disediakan dalam bentuk pertanyaan terbuka dan merupakan sumber data primer. Pertanyaan berhubungan dengan pengaruh modal awal, lokasi, dan keragaman barang terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar tiban di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan.Kuesioner diberikan langsung kepada responden dengan tujuan agar lebih efektif dan efisien

36 Ibid.,hlm. 100.

(44)

menjangkau jumlah sampel dan mudah memberi penjelasan berkenaan dengan pengisian kuesioner tersebut.

6. Variabel Penelitian a. Variabel Dependen

Merupakan variabel yang variasinya dipengaruhi oleh variasi variabel independen.37 Dalam penelitian ini tingkat pendapatan pedagang pasar tiban adalah sebagai variabel terikat (Dependen: Y)

b. Variabel Independen

Merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab besar kecilnya nilai variabel yang lain. Variasi perubahan variabel independent akan berakibat terhadap variasi perubahan variabel dependen.38 Dan dari penelitian ini modal awal (X1), lokasi (X2), dan keanekaragaman barang (X3) adalah sebagai variabel bebas (Independent: X).

7. Definisi Operasional Variabel

Tabel 1.3

Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Operasional

Variabel Indikator Skala

Tingkat Pendapatan

(Y)

Jumlah penghasilan yang diperoleh dari hasil pekerjaan dan biasanya pendapatan seseorang dihitung Pendapatan bersih yang merupakan hasil yang diterima dari jumlah Nominal

37 Suliyanto, Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi Offset, 2011), hlm. 8.

(45)

setiap tahun atau setiap bulan. seluruh penerimaan setelah dikurangi pengeluaran biaya Modal Awal (X1)

Jumlah uang yang digunakan pada saat awal membuka usaha untuk memberi barang dagangan yang akan dijual kembali. Modal sendiri dan modal pinjaman Nominal Lokasi (X2)

Letak atau tempat yang digunakan sebagai kantor oleh suatu perusahaan dalam menjual dan menawarkan produknya. Mudah transportasinya, lokasi strategis, lokasi dekat dengan pusat keramaian, dan izin berdagang. Ordinal Keanekarag aman Barang (X3) Kelengkapan barang yang dijual dan ketersediaan barang-barang tersebut. Produk yang bervariasi dan berkualitas, ketersediaan produk yang di jual, dan merk produk.

Ordinal

Definisi operasional merupakan definisi yang didasarkan pada sifat-sifat hal yang dapat diamati dan diukur. Definisi operasional dari variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:

a. Tingkat Pendapatan (Y)

Yang dimaksud dengan pendapatan dalam penelitian ini adalah diukur dengan pendapatan perbulan responden dalam seminggu sekali berdagang di Kelurahan Krapyak Lor Pekalongan. Variabel pendapatan tetap diukur dengan skala nominal karena desain kuesioner tertutup yang telah menyediakan

(46)

alternatif jawaban bagi responden dengan jumlah antara penghasilan tiap bulannya.

Pendapatan perbulan < Rp.500.000 = 1 Rp. 500.000 – Rp. 750.000 = 2 Rp. 750.000 – Rp. 1.000.000 = 3

Diatas Rp. 1.000.000 = 4

Selain itu untuk mengetahui informasi lain terkait variabel pendapatan, peneliti juga menyediakan alternatif jawaban dengan skala penelitian terhadap preferensi responden sebagai berikut: Sangat Setuju = 5

Setuju = 4

Cukup Setuju = 3 Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1 b. Modal Awal (X1)

Untuk variabel modal awal skala yang digunakan masih tetap berjenis nominal dengan rincian sebagai berikut:

Modal awal < Rp. 1.000.000 = 1 Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 = 2 Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 = 3 Rp. 3.000.000 – Rp. 4.000.000 = 4

(47)

Seperti halnya pada variabel tingkat pendapatan, untuk mengetahui informasi lain terkait modal awal peneliti juga menyediakan alternatif jawaban dengan skala penelitian terhadap preferensi responden sebagai berikut:

Sangat Setuju = 5

Setuju = 4

Cukup Setuju = 3 Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1 c. Lokasi (X2)

Indikator untuk variabel lokasi dalam penelitian ini adalah:

1) Kemudahan transpotasi 2) Lokasi yang strategis, dan

3) lokasi dekat dengan pusat keramaian.

Guna mengukur jawaban responden dengan jenis skala pengukuran ordinal, maka dalam penelitian ini dipakai skala penelitian terhadap preferensi responden sebagai berikut:

Sangat Setuju = 5

Setuju = 4

Cukup Setuju = 3 Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1

(48)

d. Keanekaragaman Barang (X3)

Indikator untuk variabel keanekaragaman barang dalam penelitian ini adalah:

1) Produk yang bervariasi dan berkualitas 2) Ketersediaan produk yang dijual

Guna mengukur jawaban responden dengan jenis skala pengukuran ordinal, maka dalam penelitian ini dipakai skala penelitian terhadap preferensi responden sebagai berikut:

Sangat Setuju = 5

Setuju = 4

Cukup Setuju = 3 Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1

Untuk variabel independen lokasi dan keanekaragaman barang digunakan skala likert untuk mendapatkan nilai variabelnya. Sedangkan untuk variabel pendapatan dan modal awal skala yang digunakan masih tetap berjenis nominal tanpa diubah menjadi data interval.

8. Metode Analisis Data

Tahapan analsis data ini adalah salah satu tahapan kunci dalam penelitian. Tahap ini baru bisa dilakukan setelah data terkumpul. Pada

(49)

tahap ini peneliti diuji kemampuannya untuk melakukan analisa dan interpretasi atas data yang sudah dikumpulkannya.39

Adapun metode analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Uji Instrumen, yang terdiri dari:

1) Uji Validitas

Validitas dalam penelitian dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang diukur.40Uji ini Digunakan untuk mengukur sah atau tidak sahnya suatu kuesioner.Dasar pengambilan keputusan yang digunakan adalah melakukan uji signifikasi dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel. Misal untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel.41Uji ini dilakukan jika butir pertanyaan lebih dari 1.

a) Bila nilai r hitung > r tabel, maka item pertanyaan valid b) Bila nilai r hitung < r tabel, maka item pertanyaan tidak

valid 2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas dalam penelitian adalah ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang di tunjukkan oleh instrumen

39 Syamsul Hadi, Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Akuntansi dan

Keuangan,(Yogyakarta: Ekonisia, 2006), hlm. 34.

40 Husein Umar, Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, hlm. 127.

41 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS Edisi 5, (Semarang : UNDIP, 2011), hlm. 53.

(50)

pengukuran.42 Uji ini digunakan untuk mengukur konsistensi dari suatu variabel.Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan cara one shoot atau pengukuran satu kali saja, disini pengukurannya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain. Dalam cara ini fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach

Alpha>0,70.43

b. Pengujian Asumsi Klasik

Dalam analisis linier berganda perlu menghindari penyimpangan asumsi klasik supaya tidak timbul masalah dalam menggunakan analisis tersebut. Dan untuk tujuan tersebut maka harus dilakukan pengujian terhadap empat asumsi klasik berikut: 1) Uji Normalitas

Uji Normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandarisasi pada model regresi berdistribusi normal atau tidak. Nilai residual dikatakan berdistribusi normal jika nilai residual terstandarisasi tersebut sebagian besar mendekati nilai rata-ratanya. Tidak

42 Husein Umar,Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, hlm. 126.

Gambar

Tabel 1.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 1.2  Hipotesis Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Kebudayaan adalah salah satu di antara 3 (tiga) pilar utama ASEAN dalam proses mengarah ke tujuan membangun komunitas pada tahun 2015. Konferensi ke-6 Menteri Kebudayaan

Sementara, di Kabupaten Indramayu (mewakili agroekosistem dataran rendah), persentase RT pada daerah dataran rendah beririgasi (lahan sawah) relatif berimbang yaitu pada

Dalam usaha untuk mempromosikan software dan aplikasi Digital Recruitment Tenaga Kerja yang diinginkan sekaligus dapat menjalin kerjasama yang baik dan menguntungkan

Pada seri I sepuluh ekor serangga Sitophilus oryzae yang diambil secara acak diinfestasikan kedalam 200 butir beras kepala masing-masing varietas yang ditempatkan dalam

lain tingginya populasi Bifidobacterium bifidum pada starter yang digunakan dan tingginya kandungan total bahan padat pada adonan es krim seperti kandungan gula , protein dan lemak

layanan masyarakat tentang kesehatan di Kabupaten Deli Serdang tahun 2016 yang disebarkan ke berbagai pelayanan kesehatan pada tahun 2016 hingga tahun 2017 ditinjau

Bagaimana menghitung besar manfaat pensiun normal, iuran pensiun, dan kewajiban aktuaria menggunakan gaji selama bekerja bagi peserta program dana pensiun menggunakan metode

Meskipun dalam undang-undang dilarang memasukkan dua orang saksi secara bersamaan akan tetapi dalam hal praktekada Pengadilan Agama yang Majelis Hakimnya