ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat dan karuniaNYA maka Buku Penetapan Target Indikator Dan Definisi Operasional Dalam Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten Jombang Tahun 2019-2024 dapat disusun dan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. SPM bidang kesehatan ini meliputi indikator SPM urusan wajib dan urusan tambahan sesuai Kebutuhan.
Penyusunan Target Indikator Dan Definisi Operasional Dalam Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten Jombang Tahun 2019-2024 ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Peraturan Pemerintah dan Permerkes tersebut sebagai dasar penyusunan indikator SPM wajib. Pada prinsipnya Target Indikator dan Definisi Opersional SPM ini menampung kondisi pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun milik swasta, dan mengatur pula tentang anggaran Biaya (Costing) untuk mendukung pelaksanaan SPM. Costing SPM ini salah satu yang membedakan dari Buku Pedoman SPM sebelumnya karena mengacu pada Permenkes Nomor 4 Tahun 2019.
Semoga buku ini memberi manfaat bagi para pengguna, dan kami sampaikan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Buku Pedoman ini sehingga dapat terbit.
Jombang, 3 Juli 2020
KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG
Dr. drg. SUBANDRIYAH, M.KP Pembina Utama Muda
ii
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ………. i
Daftar Isi ……….. ii
Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang …………. iv
Target dan Indikator Standar Pelayanan Minimal tahun 2019-2024 ……….. vi
Uraian Definisi Operasional Dan Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal ………. 1
I PELAYANAN WAJIB ………. 1
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil ………. 1
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin ………. 9
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir ………... 17
4. Pelayanan Kesehatan Balita ……… 26
5. Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar ……… 36
6. Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif ……… 45
7. Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut ……… 52
8. Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi ……….. 66
9. Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) …………. 73
10. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) …. 81 11. Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberculosis (TB) ……….. 88
12. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Resiko terinfeksi HIV …….. 94
II PELAYANAN TAMBAHAN SESUAI KEBUTUHAN ……….. 106
1. Desa Siaga Purnama Mandiri ………. 106
2. Posyandu Purnama Mandiri ……… 108
3. PHBS tatanan Rumah Tangga ..…….……… 111
4. Cakupan Klinik sanitasi ……….. 114
iv
6. Cakupan Pembinaan Kelompok Pekerja ………... 120
7. Persentase Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas ……… 122
8. Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat SD sederajat …… 125
9. Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat Dasar SMP/ sederajat ……….. 128
10. Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat Lanjutan (SMA)/ sederajat ……… 131
11. Cakupan Bumil mendapat 90 tablet Fe ……… 133
12. Bayi yang mendapat ASI Eksklusif ………. 135
13. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan ………. 137
14. Ibu Hamil KEK yang ditangani ………. 140
15. Desa/ Kelurahan UCI ………. 142
16. Cakupan Badutayang Memperoleh Imunisasi Booster ……… 143
17. Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epdemiologi < 24 Jam ……….. 145
18. Rumah/bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes Aegipty Aegypti ……….. 146
19. Pemeriksaan kontak intensif kusta ………. 148
20. Penderita DBD yang Ditangani ……….. 150
21. Penemuan Penderita Diare yang Ditangani ………. 154
22. Cakupan Posbindu PTM ……….. 158
23. Peserta Prolanis Aktif ……….. 159
24. Keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan masyarakat (Home Care) ……… 161
25. Puskesmas Terakreditasi ……….. 164
26. Ketersediaan Obat sesuai kebutuhan ……….. 167
27. Penyuluhan Keamanan Pangan (Penerbitan Sertifikat Keamanan Pangan) ………. 169
iv
PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG
DINAS KESEHATAN
JL. KH. Wahid Hasyim No. 131 Jombang. Kode Pos : 61411 Telp. (0321) 866197 Fax. (0321) 866197 Email :
[email protected] Website : www.jombangkab.go.id
KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN JOMBANG
NOMOR: 188/3340/415.17/2020 TENTANG
PENETAPAN TARGET INDIKATOR DAN DEFINISI OPERASIONAL DALAM STANDAR TEKNIS PEMENUHAN MUTU PELAYANAN DASAR PADA STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
DI KABUPATEN JOMBANG
KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG,
Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang tentang Penetapan Target Indikator dan Definisi Operasional dalam Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten Jombang;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
6. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2005-2025;
v 7. Peraturan Daerah Jombang Nomor 8 tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah; 8. Peraturan Bupati Kabupaten Jombang Nomor 24
Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU : Penetapan Target Indikator dan Definisi Operasional dalam Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada SPM Bidang Kesehatan, sebagaimana lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagian ini.
KEDUA : Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM Bidang Kesehatan merupakan ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar bagi Dinas Kesehatan dalam penyediaan pelayanan Kesehatan yang merupakan Urusan Pemerintah wajib Kabupaten Jombang yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.
KETIGA : SPM Kesehatan di Kabupaten Jombang terdiri atas SPM urusan Wajib dan SPM Urusan Tambahan sesuai Kebutuhan.
KEEMPAT : Dengan adanya Diktum KESATU maka memberikan kewajiban kepada setiap pelaksana program untuk melaksanakan dan membuat laporan evaluasi setiap tribulan dan akhir tahun.
KELIMA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jombang Pada tanggal 3 Juli 2020 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG
Dr. drg. SUBANDRIYAH, M.KP Pembina Utama Muda
vi
Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang
Nomor : 188/3340/415.17/2020
Tentang : Penetapan Target Indikator dan Definisi Operasional dalam Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten Jombang.
TARGET INDIKATOR SPM URUSAN WAJIB MENURUT PERMENKES NOMOR 4 TAHUN 2019
TENTANG STANDAR TEKNIS PEMENUHAN MUTU PADA PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
NO INDIKATOR SPM
TARGET
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan ibu hamil =
Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan K4 di
fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta
Jumlah semua ibu hamil di wilayah Kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu
yang sama X 100% a) PWS Ibu b) LB3 KIA c) SIMPUS d) Kohort Ibu 2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan =
Jumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan
Jumlah semua ibu bersalin yang ada di wilayah Kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu satu tahun
X 100% a) LB 3 KIA b) Laporan Persalinan c) SIMPUS dan SIRS d) Kohort Ibu
vii
NO INDIKATOR SPM
TARGET
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 3 Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir =
Jumlah bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru
lahir sesuai dengan standar
Jumlah semua bayi baru lahir di wilayah Kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu
satu tahun X 100% a) Kohort Bayi b) MTBM c) PWS KIA (Bayi) d) SIMPUS /SIRS 4 Pelayanan Kesehatan Balita 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan balita sesuai standar =
Jumlah balita usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan balita sesuai dengan standar dalam kurun waktu
satu tahun
Jumlah balita 0-59 bulan yang ada di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun yang
sama X 100% a) PWS Anak b) LB 3 KIA c) MTBS d) Kohort Balita e) Buku KIA f) Laporan SDIDTK 5 Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar =
Jumlah anak usia pendidikan dasar kelas 1 dan 7 yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan di satuan
pendidikan dasar
Jumlah semua anak usia pendidikan dasar kelas 1 dan 7
yang ada di wilayah kerja di wilayah Kabupaten/kota tersebut
dalam kurun waktu 1 tahun ajaran
X 100%
a) Data
Skrining Klas 1
dan 7 Prog UKS b) Pemenuhan UKS Kit disesuaikan kebutuhan Sasaran di usulkan dalam Penganggaran.
viii
NO INDIKATOR SPM
TARGET
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 6 Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase warga negara usia 15-59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar =
Jumlah pengunjung usia 15-59 tahun mendapatkan pelayanan
skrining kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu
satu tahun
Jumlah warga negara usia 15-59 tahun yang ada di wilayah kerja dalam kurun waktu satu
tahun yang sama
X 100% Skrining dilaksanakan : a) Skring Klas 10 SMA (-IVA) b) Skrining penduduk usia 15-59 tahun c. Pemeriksaan kesehatan Haji d. ANC Terpadu (-IVA) 7 Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase warga negara usia 60 tahun keatas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar =
Jumlah pengunjung berusia 60 tahun keatas yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 kali dalam
kurun waktu satu tahun
Jumlah semua penduduk ber usia 60 tahun keatas yang ada
di wilayah Kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu
satu tahun perhitungan
X 100% a) Pelayanan di Posy Lansia, b) Pelayanan di Posbindu c) Pelayanan di Poli Lansia Puskesmas 8 Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase penderita Hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar =
Jumlah penderita Hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam
kurun waktu satu tahun
Jumlah estimasi pederita hipertensi berdasar angka prevalensi kab/kota dalam kurun
waktu satu tahun pada tahun yang sama X 100% a) LB 1 Puskesmas b) di Prolanis : pasien datang sekali dalam 1 bulan diberi pelayanan penanganan hipertensi c) Data Simpus kunjungan pasien *) ( untuk di RS di Poli Penyakit Jantung)
ix
NO INDIKATOR SPM
TARGET
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 9 Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase penyandang DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
Jumlah penyandang DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun
Jumlah penyandang DM berdasar angka prevalensi DM
nasional di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun
pada tahun yang sama
X 100% a) Di RS di Poli penyakit Dalam b) LB1 Puskesmas c) Data SIMPUS = 10 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase ODGJ berat yang mendapatkan pelayananan kesehatan jiwa sesuai standar =
Jumlah ODGJ berat (psikotik) di wilayah kerja kab/kota yang
mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa promotif preventif sesuai standar dalam
kurun waktu satu tahun
Jumlah ODGJ berat (psikotik) yang ada di wilayah kerja kab /
kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama
X 100% LB1 Kunjungan Jiwa (Pelayanan dalam gedung dan Luar gedung) 11 Pelayanan Kesehatan Orang terduga Tuberculosis (TB) 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase orang terduga TB mendapatkan pelayananan TB sesuai standar =
Jumlah orang terduga TBC yang dilakukan pemeriksaan penunjang dalam kurun waktu
satu tahun
Jumlah orang yang terduga TBC dalam kurun waktu satu
tahun yang sama
X 100%
a) Form TB 07 di Puskesmas, RS, Klinik dan Poskestren
x
NO INDIKATOR SPM
TARGET
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 12 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Resiko terinfeksi HIV 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase orang beresiko terinfeksi HIV mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar =
Jumlah orang beresiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pemeriksaan HIV
sesuai standar di fasyankes dalam kurun waktu satu tahun dalam kurun waktu satu tahun
Jumlah orang beresiko terinfeksi HIV yang ada di satu
wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun yang sama
X 100% a) Poli VCT b) Mobile VCT c) PPIA d) Poli IMS e) Kolaborasi TB -HIV
INDIKATOR SPM URUSAN TAMBAHAN SESUAI KEBUTUHAN BIDANG KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG
TAHUN 2019-2024 No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 1 Desa Siaga Purnama Mandiri Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang memenuhi kriteria desa siaga Purnama Mandiri dibandingkan dengan jumlah desa siaga yang dibentuk/yang ada. 42% 44% 46% 48% 50% 50% Desa Siaga Purnama Mandiri Jumlah desa siaga Purnama Mandiri Laporan Tahunan Promkes = x 100% Jumlah semua desa siaga yang ada
xi No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2 Posyandu Purnama Mandiri Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Posyandu yang diukur dengan Pedoman Telaah Kemandirian Posyandu (Versi Jatim) dengan skor minimal 75. 88% 90% 93% 95% 97% 99% Persentase Posyandu Purnama Mandiri Jumlah Posyandu Purnama Mandiri Laporan Tahunan Promkes = x 100% Jumlah seluruh Posyandu 3 PHBS tatanan Rumah Tangga Sehat Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Persentase Rumah Tangga yang telah melaksanakan semua indikator PHBS 59% 61% 63% 65% 67% 69% Persenta se PHBS Tatanan Rumah Tangga Jumlah Rumah Tangga yang telah memenuhi semua indikator PHBS tatanan Rumah Tangga dalam satu kurun waktu tertentu Laporan Bulanan dan/atau Laporan Tahunan Promkes = x 100% Jumlah Rumah Tangga yang di Survey PHBS dalam kurun waktu sama 4 Cakupan Klinik sanitasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga
Kegiatan Pemberian Konseling dan tindak lanjut 20% 20% 20% 20% 20% 20% Jumlah Kunjungan klien Klinik sanitasi, Laporan Bulanan Kesling (google.
xii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 (misal kunjungan rumah, dll.) terhadap Klien guna menganalisa sebab-sebab terjadinya penyakit serta upaya pemecahannya. Cakupan Klinik Sanitasi dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. drive) = x 100% Jumlah Kunjungan klien / pasien penyakit berbasis lingkungan, dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dari jumlah kunjungan pasien penyakit
berbasis lingkungan 5 Cakupan
pembinaan kelompok/ klub olah raga
Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga
Jumlah kelompok/klub olahraga yang dibina di wilayah kerja. Kelompok/klub olah raga adalah kelompok olahraga di sekolah, klub jantung sehat, klub senam asma, kelompok senam usila, kelompok senam ibu hamil, 30% 35% 40% 45% 50% 55% Cakupan pembinaan kelompok/ klub olah raga Jumlah kelompok/klub
olah raga yang dibina di dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Laporan Bulanan Google Drive = x 100% Jumlah kelompok/klub
olah raga yang ada di dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
xiii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 kelompok senam diabetes, kelompok senam osteoporosis, klpk kebugaran jemaah haji, klub fitness & kelompok olahraga/ latihan fisik lainnya. Pembinaan kelompok/ klub olahraga meliputi: pendataan kelompok/ klub olahraga, pemerik saan kesehatan & penyuluhan kesehatan olahraga. 6 Cakupan pembinaan kelompok pekerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga
Jumlah kelompok pekerja yang dibina di wilayah kerja. Kelompok pekerja meliputi pekerja formal dan informal. 40% 42% 44% 46% 48% 50% Cakupan pembinaan kelompok pekerja Jumlah kelompok pekerja yang dibina di dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Laporan Bulanan Google Drive = x 100% Jumlah kelompok pekerja yang
xiv No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 ada di dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu 7 Persentase Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Kesehatan Keluarga dan Gizi Persentase Jumlah ibu nifas mendapat pelayanan kesehatan nifas sesuai standar minimal 3 kali dengan distribusi pada 6 jam post partum sampai 3 hari minimal 1 kali, 4 hari -28 hari minimal 1 kali dan 28 hari - 42 hari minimal 1 kali di wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu dibanding dengan Jumlah sasaran ibu nifas yang ada di wilayah kerja selama kurun waktu yg sama. 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase Pelayanan ibu nifas sesuai standar Jumlah Pelayanan ibu nifas sesuai standart di wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. a) Kohort Ibu b) PWS Ibu c) SIMPUS = x 100% Jumlah sasaran ibu nifas 0-42 hari yang ada di wilayah kerja
dalam kurun waktu yang
sama.
xv No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 8 Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat SD sederajat Kesehatan Keluarga dan Gizi Persentase Jumlah siswa tingkat SD/ sederajad kelas 2-6 yg mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai standar minimal 1 kali periode tertentu dalam 1 wilayah kerja dibanding dengan Jumlah Sasaran seluruh siswa tingkat SD/ sederajat kelas 2-6 yg ada di wilayah kerja pada periode yg sama. 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase Pelayanan Pemeriksa an Berkala siswa tingkat SD/ sederajat Jumlah siswa tingkat SD/ sederajad kelas 2-6 yang mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai standar minimal 1 kali dalam periode tertentu dalam satu wilayah kerja. a) Laporan Bulanan UKS b) Kohort UKS c) SIMPUS = x 100% Jumlah Sasaran seluruh siswa Tingkat SD/ sederajat kelas 2-6 yang ada di wilayah kerja pada periode yang sama. 9 Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat Dasar SMP/ sederajat Kesehatan Keluarga dan Gizi Perbandingan antara Jumlah siswa tingkat SMP/sederajat yang mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai 100% 100% 100% 100% 100% 100% Jumlah siswa tingkat SMP/sederajat kelas 8-9 yang mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai a) Laporan Bulanan UKS b) Kohort UKS c) SIMPUS
xvi No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 standar minimal 1 kali periode tertentu dalam satu wilayah kerja dengan Jumlah sasaran seluruh siswa tingkat SMP/sederajad kelas 8-9 yang ada di wilayah kerja dan pada periode yang sama. Pelayanan Pemeriksa an Berkala siswa tingkat Dasar SMP/ sederajat standar minimal 1 kali periode tertentu dalam satu wilayah kerja = x 100% Jumlah sasaran seluruh siswa tingkat SMP/sederaja d kelas 8-9 yang ada di wilayah kerja dan pada periode yang sama. 10 Pelayanan Pemeriksaan Berkala siswa tingkat Lanjutan (SMA)/ sederajat Kesehatan Keluarga dan Gizi Perbandingan antara Jumlah siswa tingkat SMA/sederajat yang mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai standar minimal 1 kali periode tertentu dalam satu wilayah kerja dengan 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pelayanan Pemeriksa an Berkala siswa tingkat Lanjutan (SMA)/ sederajat Jumlah siswa tingkat SMA/sederajad kelas 11-12 yang mendapat pelayanan kesehatan pemeriksaan berkala sesuai standar minimal 1 kali periode tertentu dalam satu wilayah kerja a) Laporan Bulanan UKS b) Kohort UKS c) SIMPUS = x 100%
xvii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jumlah sasaran seluruh siswa tingkat SMA/sederajad kelas 11-12 yang ada di wilayah kerja dan pada periode yang sama. Jumlah sasaran seluruh siswa tingkat SMA/sederajad kelas 11-12 yang ada di wilayah kerja dan pada periode yang sama. 11 Cakupan Bumil mendapat 90 tablet Fe Kesehatan Keluarga dan Gizi
Ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu 91,5% 92% 92,5% 93% 93,5% 94% Cakupan Bumil mendapat 90 tablet Fe Jumlah ibu hamil yang mendapat 90 table Fe selama periode kahamilannya pada wilayah dan kurun waktu tertentu Laporan PGZ Laporan PGZ = x 100% Jumlah ibu hamil pada wilayah dan kurun waktu yang sama 12 Bayi yang mendapat ASI Eksklusif Kesehatan Keluarga dan Gizi Bayi yang mendapat ASI eksklusif ádalah bayi yang hanya mendapat ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan di satu 84% 84% 84,5% 84,5% 85% 85% Cakupan Bayi Mendapat ASI Eksklusif Jumlah bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI saja Laporan PGZ = x 100% Jumlah bayi 0-6 bulan yang diperiksa
xviii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 13 Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Kesehatan Keluarga dan Gizi Balita Gizi Buruk Yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 100% 100% 100% 100% 100% 100% Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat perawatan Jumlah balita Gizi Buruk yang dirawat Laporan PGZ = x 100% Jumlah semua balita yang ditemukan 14
Ibu Hamil KEK yang ditangani Kesehatan Keluarga dan Gizi
Ibu hamil KEK yang ditangani dan mendapat pelayanan kesehatan yang terdapat disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu 100% 100% 100% 100% 100% 100% Ibu Hamil KEK yang ditangan i Jumlah ibu Hamil KEK yang ditangani pada kurun waktu tertentu Laporan PGZ = x 100% Jumlah ibu Hamil KEK yang ada dalam kurun waktu yang sama 15 Desa/ Kelurahan UCI Surveylans dan Imunisasi Desa/Keluraha n dimana ≥80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat 88% 90% 92% 100% 100% 100% Cakupan Desa/Kel urahan UCI Jumlah desa/kelurahan
UCI dalam satu wilayah dan kurun waktu tertentu Laporan Bulanan UCI = x 100%
xix No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Jumlah desa/kelurahan yang ada dalam satu wilayah dan pada kurun
waktu yang sama 16 Cakupan Baduta yang Memperoleh Imunisasi Booster Surveylans dan Imunisasi Anak usia 18-24 bulan yang mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. >95% >95% >95% >95 % >95% >95% Cakupan Baduta yang Memperol eh Imunisasi Booster Jumlah anak usia 18-24 bulan yang mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak dalam satu wilayah kerja dan kurun waktu tertentu. Laporan Bulanan Imunisasi Booster Batita = x 100% Jumlah anak usia 18-24 bulan, dalam satu wilayah kerja dan pada
kurun waktu yang sama 17 Cakupan Desa/Keluraha n Mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epdemiologi < 24 Jam Surveylans dan Imunisasi Desa atau Kelurahan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dilakukan PE < 24 Jam terhadap KLB 100% 100% 100% 100% 100% 100% Cakupan Desa/ Kelurahan Mengalami KLB yang dilakukan Penyelidik an Jumlah KLB di desa/keluraha n yang ditangani < 24 jam dalam kurun waktu tertentu Laporan KLB 24 Jam (W1)
xx No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 pada kurun waktu tertentu. Epdemiolo gi < 24 Jam = x 100% Jumlah KLB di desa/keluraha n yang terjadi dalam kurun waktu yang sama. 18 Rumah/ bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Rumah/bangu nan yang telah diperiksa jentik dan disimpulkan telah bebas jentik nyamuk Aedes Aegypti di satu wilayah tertentu pada kurun waktu tertentu (1 tahun) >95% >95% >95% >95 % >95% >95% Rumah/ banguna n yang bebas jentik nyamuk Aides Jumlah rumah/bangu nan yang bebas jentik nyamuk Aedes di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Laporan Bulanan P2 DBD = x 100% Jumlah rumah/bangu nan yang diperiksa di wilayah kerja dan pada kurun waktu yang sama 19 Pemeriksaan kontak intensif kusta Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Menular Jumlah persentase penderita kusta yg RFT 2-5 thn yang dikontak intensif 100% 100% 100% 100% 100% 100% Pemerik saan Kontak Intensif Kusta Penderita kusta yang RFT 2-5 thn yang dikontak intensif Laporan P2 Kusta = x 100% Jml. Penderita kusta yang RFT 2-5 tahun
xxi No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 20 Penderita DBD yang Ditangani Pencegagahn dan Pengendalian Penyakit Menular Presentase penderita DBD yang ditangani sesuai standar di satu wilayah dalam waktu 1 tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang ditemukan/dila porkan dalam kurun waktu 1 tahun yang sama. 100% 100% 100% 100% 100% 100% Persentase Penangana n Penderita DBD Jumlah penderita DBD yang Ditangani sesuai SOP di suatu wilayah dalam waktu satu tahun SIMPUS, SIRS,KD RS, dan KD-DBD = x 100% Jumlah Penderita DBD yang Ditemukan di satu wilayah dalam waktu satu tahun yang sama. 21 Penemuan Penderita Diare yang Ditangani Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Penemuan penderita diare adalah jumlah penderita diare yg datang dan dilayani di Sarana Kesehatan dan Kader di suatu wilyah tertentu dalam waktu 1 tahun 100% 100% 100% 100% 100% 100% Penemuan Penderita Diare yang Ditangani Jumlah penderita diare yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader di satu wilayah tertentu. Catatan Kader/ register penderita /LB1/La poran Bulanan dan Klinik. = x 100% Jumlah perkiraan penderita diare pada suatu wilayah tertentu dalam waktu yang sama (10% x 100% dari
xxii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 angka kesakitan diare x jumlah penduduk) 22 Cakupan Posbindu Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Desa yang mempunyai Posbindu dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibanding jumlah desa yang ada di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. 80% 85% 90% 95% 100% 100% Cakupan Posbindu Desa yang mempunyai Posbindu dalam wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Profil PTM Tahunan = x 100% Jumlah desa yang ada di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama 23 Peserta Prolanis Aktif Pencegahan dan Pengendalian PenyakitTidak Menular dan Kesehatan Jiwa Jumlah peserta prolanis yang aktif dibandingkan dengan jumlah peserta Prolanis yang terdaftar pada kurun waktu tertentu. 50% 50% 50% 55% 60% 70% Cakupan Peserta Prolanis Aktif Jumlah Peserta Prolanis yang Aktif Laporan Kegiatan Prolanis = x 100% Jumlah Peserta Prolanis aktif yang terdaftar. 24 Keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan masyarakat Pelayanan Kesehatan Keluarga rawan (Penderita Penyakit
Manular & Tidak Menular,
termasuk Jiwa, ibu hamil resiko
40% 45% 50% 60% 70% 80% Keluarga rawan yang mendapat Keluarga rawan mendapat Perawatan kesehatan masyarakat dalam kurun a).Form dan Register Keperawa tan Kesehata
xxiii No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024
(Home Care) tinggi &
KEK,Balita KEK, miskin) yg dapat perawatan di rumah oleh tim terpadu PKM (medis, paramedis, bidan, gizi, kesling,dll sesuai kebutu han), untuk penilaian lingkungan (keadaan rumah, keluarga, keuang an) & pemeriksaan fisik (menilai keadaan awal, deteksi penyakit, respon terapi dll) di wilayah kerja Puskesmas pada waktu tertentu. Keluarga rawan adalah keluarga miskin yg punya masalah kesehatan perawatan kesehatan masyara-kat (Home Care) waktu tertentu n Masyarak at dan Register Kohort Keluarga Binaan Perkesma s. b). Peserta PBI = x 100% Jumlah keluarga rawan di Puskesmas pada kurun waktu yang sama 25 Puskesmas Terakreditasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas yang terakreditasi adalah 70% 80% 100% 100% 100% 100% Persentase Puskes-mas yang Terakredit Jumlah Seluruh Puskesmas Yang Komisi Akreditasit asi,
xxiv No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Puskesmas yang telah memiliki sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
asi terakreditasi Laporan Tribulana n Yankes = x 100% Jumlah Puskesmas yang ada di wilayah kerja 26 Ketersediaan Obat sesuai kebutuhan Kefarmasian, Alkes dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Tersedianya obat untuk pelayanan kesehatan dasar mengacu pada Fornas Obat Tk.I dan SK Kadinkes tentang Fornas di Pelayanan Kesehatan Dasar (Puskesmas) 80% 85% 90% 92% 94% 95% Ketersedi aan Obat
Jumlah total item obat, perbekkes, reagen yang terlaksana/diada kan/diminta dalam kurun waktu terntentu LPLPO, Kartu Stok dan RKO (Rencana Kebutuha n Obat) = x 100% Jumlah total item obat, perbelkes, reagen yang akan diadakan/dimi nta dalam kurun
waktu yang sama. 27 Sarana Keamanan Pangan yang diterbitkan SPKP (Penerbitan Sertifikat Keamanan Kefarmasian, Alkes dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Sarana keamanan pangan yang lulus penyuluhan keamanan pangan dan mendapatkan 100% 100% 100% 100% 100% 100% Jumlah Sertifikat PKP Jumlah SPKP yang diterbitkan pada tahun tersebut Data jumlah sertifikat yang diterbitka n = x 100% Jumlah SPKP yang
xxv No INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB DEFINISI OPERASIONAL TARGET TAHUNAN
FORMULA PERHITUNGAN SUMBER DATA 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Pangan) SPKP diantara sarana keamanan pangan yang mengusulkan penyuluhan, pada suatu wilayah kerja dan kurun waktu tertentu. diusulkan pada tahun tersebut
KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG
Dr. drg. SUBANDRIYAH, M.KP Pembina Utama Muda
1 DEFINISI OPERASIONAL DAN PEMENUHAN MUTU PELAYANAN DASAR
STANDAR PELAYANAN MINIMAL I. PELAYANAN WAJIB
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil a. Pernyataan Standar
Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang wajib memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar kepada semua ibu hamil di wilayah Kabupaten Jombang dalam kurun waktu kehamilan.
b. Pengertian
1) Pelayanan antenatal sesuai standar adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan dengan jadwal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga yang dilakukan oleh Bidan dan atau Dokter dan atau Dokter Spesialis Kebidanan baik yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang memiliki Surat Tanda Register (STR)
2) Yang disebut dengan standar pelayanan antenatal adalah pelayanan yang dilakukan kepada ibu hamil dengan memenuhi kriteria 10 T yaitu :
a) Pengukuran berat badan. b) Pengukuran tekanan darah.
c) Pengukuran Lingkar Lengan Atas/LILA.
d) Pengukuran tinggi puncak rahim (fundus uteri).
e) Penentuan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ). f) Pemberian imunisasi sesuai dengan status imunisasi.
g) Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet. h) Tes Laboratorium.
2 j) Temu wicara (konseling).
c. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil dinilai dari cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil sesuai standar di wilayah Kabupaten Jombang tersebut dalam kurun waktu satu tahun. d. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan ibu hamil
=
Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar di wilayah kerja kabupaten tersebut dalam kurun waktu satu tahun (Nominator)
Jumlah sasaran ibu hamil di wilayah Kabupaten tersebut dalam kurun waktu satu tahun yang sama (denominator)
X 100%
Catatan :
1) Nominator yang dihitung adalah ibu hamil yang telah selesai menjalani masa kehamilannya (bersalin) di akhir tahun berjalan. 2) Ibu hamil yang belum selesai menjalani masal kehamilannya pada akhir tahun berjalan tidak dihitung sebagai nominator akan tetapi dihitung sebagai nominator dan denominator pada tahun berikutnya.
e. Contoh Perhitungan
1) Di Kabupaten ”A” terdapat 3 Puskesmas B, C, dan D. Terdapat estimasi 1000 ibu hamil dan dari hasil pendataan terdapat 750 ibu hamil. Adapaun rincian yang berkunjung ke Puskesmas dan fasyankes swasta : Lokasi Pelayanan Jumlah Ibu Hamil di Kabupaten (Proyeksi) Mendapat Pelayanan sesuai standar Mendapat Pelayanan tidak sesuai standar Keterangan Puskesmas B, (data 350 150 100 100 ibu hamil tidak
3 Lokasi Pelayanan Jumlah Ibu Hamil di Kabupaten (Proyeksi) Mendapat Pelayanan sesuai standar Mendapat Pelayanan tidak sesuai standar Keterangan laporan termasuk dari poskesdes, polindes, Pustu, dan Fasyankes Swasta) mendapatkan pelayanan sesuai standar misalnya ibu hamil tidak mendapatkan tablet tambah darah. Puskesmas C, (data laporan termasuk dari poskesdes, polindes, Pustu, dan Fasyankes Swasta) 500 300 100 Fasyankes swasta termasuk rumah sakit harus melapor ke Puskesmas C Puskesmas D, (data laporan termasuk dari poskesdes, polindes, Pustu, dan Fasyankes Swasta) 150 100 0 Tidak ada sasyankes swasta di wilayah Puskesmas D Total Kabupaten A (Total Puskesmas B+C+D) 1000 (X) 550 (Y) 200 (Z)
Capaian indikator ibu hamil yang mendapatkan pelayanan standar di Kab. A
= Y x 100% X
4 = 550 x 100% = 55%
1000
Capaian SPM Kabupaten A untuk indikator pelayanan kesehatan ibu hamil adalah 55%.
Catatan :
(i) Capaian SPM kabupaten A belum mencapai 100% yaitu 55%, sehingga kabupaten A harus menganalisis penyebabnya seperti :
(a) Kurangnya informasi mengenai pelayanan antenatal (b) Akses ke fasyankes sulit
(c) Pelayanan yang tidak terlaporkan dari jaringan dan fasyankes swasta ke Puskesmas
(d) Ibu hamil mendapatkan pelayanan di fasyankes luar wilayah kerja Kabupaten
(e) Kendala biaya (f) Sosial budaya
Untuk dilakukan intervensi penyelesaian masalah sehingga pada tahun berikutnya capaian SPM untuk indikator pelayanan kesehatan ibu hamil mencapai 100%.
(ii) Ibu Hamil di luar wilayah kerja kabupaten tetap dilayani dan dicatat tetapi tidak masuk sebagai cakupan pelayanan di kabupaten tersebut melainkan dilaporkan ke Kabupaten sesuai dengan alamat tinggal ibu hamil tersebut.
f. 1) Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa
No Barang Jumlah Fungsi
1. Vaksin Tetanus Difteri (Td); 1 ampul x Sejumlah sasaran ibu hamil/10 (tergantung status imunisasi ibu) Pencegahan Tetanus pada ibu dan tetanus pada bayi saat persalinan 2. Tablet tambah darah 90 tablet x jumlah ibu hamil - Pencegahan anemia
5
No Barang Jumlah Fungsi
difisinensi besi dan defisiensi asam folat. 3. Alat deteksi risiko ibu hamil
a. Tes Kehamilan Sejumlah ibu hamil - Mengetahui hamil atau tidak. b. Pemeriksaan
Hb
Sejumlah ibu hamil - Mengetahui anemia atau tidak.
c. Pemeriksaan golongan darah
Sejumlah ibu hamil - Mengetahui golongan darah ibu hamil sebagai persiapan mencari pendonor darah bila terjadi komplikasi. d. Pemeriksaan glukoprotein urin
Sejumlah ibu hamil x 15% - Mengetahui diabetes dan risiko pre eklamsi dan eklamsi. 4. Kartu ibu / rekam
medis ibu
Sejumlah ibu hamil - Form rekam medis bagi ibu. 5. Buku KIA Sesuai Kebutuhan - Pencatatan
kesehatan ibu dan anak sampai umur 6 tahun.
- Media KIE bagi ibu dan
keluarganya 2) Standar Jumlah dan Kualitas Personil/Sumber Daya
Manusia Kesehatan
Tenaga Kesehatan meliputi :
(a) Dokter / dokter spesialis kebidanan, atau (b) Bidan, atau
6 g. Mekanisme Pelayanan :
1) Penetapan sasaran ibu hamil di wilayah Kabupaten Jombang dalam satu tahun menggunakan data proyeksi BPS atau data riil yang diyakini benar, dengan mempertimbangkan estimasi dari hasil survey/riset yang terjamin validitasnya, yang ditetapkan oleh Kepala daerah.
2) Standar kuantitas adalah kunjungan 4 kali selama periode kehamilan (K4) dengan kententuan :
(a) Satu kali pada trimester pertama (b) Satu kali pada trimester kedua (c) Dua kali pada trimester ketiga
3) Pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan antenatal yang memenuhi 10 T, meliputi:
a) Pengukuran berat badan. b) Pengukuran tekanan darah.
c) Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA).
d) Pengukluran tinggi puncak rahim (fundus uteri).
e) Penentuan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ). f) Pemberian imunisasi sesuai dengan status imunisasi.
g) Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet. h) Tes Laboratorium.
i) Tatalaksana/penanganan kasus. j) Temu wicara (konseking).
h. Teknik Penghitungan Pembiayaan LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
1. Pendataan Ibu Hamil
Petugas Pendataan ibu hamil Biaya transport petugas/BBM Jumlah petugas x Jumlah Desa x Biaya transport x frekuensi
7 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
pendataan (Terintegrasi dengan PIS PK) Formulir Penggandaan paket pendataan 1 form x kegiatan pendataan x Jumlah Puskesmas 2. Pemeriksaan Antenatal 1. Pelayanan dalam gedung petugas Pelayanan Antenatal Alat Kesehatan Pengadaan set Pemeriksaan Kehamilan 1 paket x Jumlah Puskesmas, jaringan dan Jejaringnya Pemeriksaan Laboratorium Pengadaan Set pemeriksaan Laboratorium Ibu Hamil (1 Paket x Jumlah Sasaran)/100
Obat Pengadaan Tablet Fe (90 tablet)
90 tablet Fe x Jumlah sasaran Bumil
Vaksin Pengadaan Paket Imunisasi Td
1 paket x
jumlah sasaran ibu hamil/10 2. Pelayanan Petugas Pelayanan Jumlah petugas
8 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
Luar Gedung Antenatal Biaya transport petugas/BBM x Biaya transport x Jumlah Kunjungan (rutin dan sweeping) Alat kesehatan Pengadaan Set Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal) 1 paket x Jumlah Puskesmas, jaringan dan jejaringnya. Obat Pengadaan Tblet
Fe (90 tablet) Terintegrasi dengan paket pengadaan Tablet Fe pelayanan dalam gedung 3. Pengisian dan pemanfaat Buku Kia
Petugas Pengisian dan Pemanfaatan Buku KIA Terintegrasi dengan pelayanan Antenatal Buku KIA Sesuai
Kebutuhan 1 buku x jumlah Sasaran ibu hamil 4. Pengisian kartu Ibu dan Kohort
Register ibu Pengadaan Register Kohort ibu (Antenatal, bersalin, nifas) 1 paket x jumlah Desa (integrasi untuk kebutuhan ibu bersalin dan ibu
9 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
nifas) Kartu ibu Pengadaan Kartu
Ibu 1 paket x jumlah ibu hamil Formulir dan ATK Pengadaan formulir kartu ibu, form pelaporan, dan ATK 1 paket x jumlah Puskesmas
5. Rujukan Petugas Pelayanan
kegawatdaruratan maternal Biaya transport petugas/BBM Jumlah Petugas x Biaya Transport x Jumlah Rujukan
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin a. Pernyataan Standar
Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang wajib memberikan pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin sesuai standar kepada semua ibu bersalin di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. b. Pengertian
1) Pelayanan persalinan sesuai standar meliputi : (b) Persalinan normal
(c) Persalinan komplikasi
2) Standar persalinan normal adalah Acuan Persalinan Normal (APN) sesuai standar yaitu :
10 (b) Tenaga penolong minimal 2 orang, terdiri dari :
(i) Dokter dan Bidan, atau (ii) Dua orang Bidan, atau (iii) Bidan dan Perawat.
3) Standar persalinan komplikasi mengacu pada Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan Dasar dan Rujukan.
c. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu bersalin dinilai dari cakupan pelayanan kesehatan ibu bersalin sesuai standar di wilayah kerjanya tersebut dalam kurun waktu satu tahun.
d. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase ibu bersalin
mendapatkan
pelayanan persalinan =
Jumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja kabupaten dalam kurun waktu satu tahun Jumlah semua ibu bersalin di wilayah kerja Kabupaten tersebut dalam kurun waktu satu tahun yang sama
X 100%
e. Contoh Perhitungan
1) Kabupaten “D” terdiri dari 3 Puskesmas A, B, dan C. Terdapat 3.500 sasaran ibu bersalin (proyeksi). Rincian ibu yang mendapatkan pelayanan ibu bersalin di Puskesmas dan jaringannya serta fasilitas pelayanan lainnya adalah sebagai berikut : Lokasi Pelayanan Jumlah Ibu bersalin (proyeksi) Dilayani Sesuai Standar Dilayani Tidak Sesuai Standar Keterangan Puskesmas A 800 500 0 Bersalin oleh tenaga kesehatan di Rumah 0 20 Tidak dihitung, karena tidak bersalin di
11 Lokasi Pelayanan Jumlah Ibu bersalin (proyeksi) Dilayani Sesuai Standar Dilayani Tidak Sesuai Standar Keterangan fasyankes. Tetapi dipakai sebagai bahan evaluasi dan perencanaan Puskesmas selanjutnya. Bersalin oleh dukun 0 Tidak dihitung, tetapi sebagai bahan evaluasi dan perencanaan berikutnya. Bersalinan di Polindes dan poskesdes 0 30 Tidak dihitung, kecuali pemerintah daerah menjamin polindes dan poskesdes telah dilengkapi SDM, sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan persalinan Bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan swasta 200 0 Fasyankes primer dan rujukan melaporkan pelayanan persalinan ke Puskesmas sesuai dengan wilayah
12 Lokasi Pelayanan Jumlah Ibu bersalin (proyeksi) Dilayani Sesuai Standar Dilayani Tidak Sesuai Standar Keterangan kerjanya. Total Puskesmas A 800 700 50 Total Puskesmas B 1300 900 100 Total Puskesmas C 1400 1000 0 Kabupaten D (Total Puskesmas A+B+C) 3.500 (X) 2.600 (Y) 150 (Z)
*) data bersalin di rumah, Polindes, poskesdes, oleh dukun dilaporkan ke Puskesmas walaupun tidak dihitung dalam cakupan.
Capaian indikator Ibu Bersalin mendapat pelayanan standar di kabupaten “D”
= Y x 100% X
= 2600 x 100% = 74,3% 3500
Capaian SPM Kabupaten “D” untuk indikator Pelayanan kesehatan Ibu Bersalin adalah 74,3%.
Catatan :
(i) Capaian SPM kabupaten “D” belum mencapai 100% (74,3%), sehingga kabupaten “D” harus menganalisis penyebabnya seperti :
(i) Kurangnya informasi mengenai pelayanan persalinan (ii) Akses ke fasyankes yang sulit
(iii)Pelayanan yang tidak terlaporkan dari jaringan dan fasyankes swasta ke puskesmas
13 (iv) Ibu bersalin mendapatkan pelayanan bukan oleh nakes
dan atau tidak di fasyankes
(v) Ibu bersalin mendapatkan pelayanan di luar wilayah kerja kabupaten
(vi) Kendala biaya (vii) Sosial budaya
Untuk dilakukan intervensi penyelesaian masalah sehingga pada tahun berikutnya capaian SPM untuk indicator pelayanan kesehatan ibu bersalin mencapai 100%.
(ii) Ibu bersalin di luar wilayah kerja kabupaten tetap dilayani dan dicatat tetapi tidak masuk sebagai cakupan pelayanan di kabupaten tersebut melainkan dilaporkan ke Kabupaten sesuai dengan alamat tinggal ibu bersalin tersebut.
f. 1) Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa
No Barang Jumlah Fungsi
1. Formulir partigraf Sejumlah sasaran ibu bersalin
- Instrumen pemantauan persalinan 2. Kartu Ibu (Rekam
Medis)
Terintegrasi dengan ibu hamil
- Form rekam medis bagi ibu
3. Buku KIA Terintegrasi dengan ibu hamil
- Pencatatan
kesehatan ibu dan anak sampai umur 6 tahun - Media KIE bagi
ibu dan keluarganya
2) Standar Jumlah dan Kualitas Personil/Sumber daya manusia Kesehatan
Tenaga kesehatan meliputi :
(a) Dokter / dokter spesialis kebidanan dan kandungan, atau (b) Bidan, atau
14 (c) Perawat
g. Mekanisme Pelayanan
1) Penetapan sasaran ibu bersalin di wilayah kabupaten dalam satu tahun menggunakan data proyeksi BPS atau data riil yang diyakini benar, dengan mempertimbangkan estimasi dari hasil survey/riset yang terjamin validitasnya, yang ditetapkan oleh Kepala daerah.
2) Standar persalinan normal adalah Acuan Persalinana Normal (APN) sesuai standar.
a) Dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. b) Tenaga penolong minimal 2 orang, terdiri dari:
(1) Dokter dan bidan, atau (2) 2 orang bidan, atau (3) Bidan dan Perawat.
3) Standar persalinan komplikasi mengacu pada Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan Dasar dan Rujukan.
h. Teknik Penghitungan Pembiayaan LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
1. Pendataan Ibu Bersalin
Petugas Pendataan ibu Bersalin Biaya transport petugas/BBM Jumlah petugas x Jumlah Desa x Biaya transport x frekuensi pendataan (Terintegrasi dengan PIS PK) Formulir Pengadaan paket
pendataan
1 form x kegiatan
15 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
pendataan x Jumlah Puskesmas 2. Pemeriksaan Persalinan Alat kesehatan sesuai Permenkes yang berlaku mengatur tentang Puskesmas *Pengadaan alkes tidak harus setiap tahun Pengadaan set persalinan 1 paket X Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu menolong persalinan Pengadaan set Resusitasi Bayi 1 paket x Jumlah Fasilitas Pelayanan kesehatan yang mampu menolong persalinan Obat Pengadaan paket
obat dan BHP untuk persalinan 1 paket x Jumlah Ibu Bersalin Formulir Partografi Pengadaan formulir partograf 1 Formulir x Jumlah Ibu Bersalin 3. Pengisian dan pemanfaatan Buku KIA
Buku KIA Sesuai kebutuhan Terintegrasi dengan pengadaan paket buku KIA pada Pelayanan
16 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
kesehatan Ibu Hamil 4. Pengisian Kartu Ibu dan Kohort Ibu Register Kohort ibu Pengadaan Register Kohort Ibu 1 paket x Jumlah Puskesmas, jaringan dan Jejaringnya Kartu Ibu 1 Paket x
Jumlah ibu hamil (terintegrasi dengan pengadaan kohort ibu hamil) ATK Pengadaan ATK Sudah
terintegrasi dengan pengadaan ATK ibu hmail) 5. Rujukan pertolongan persalinan (jika diperlukan) Petugas Pelayanan kegawatdaruratan maternal Biaya transport petugas/BBM Jumlah petugas x Biaya transport x Jumlah Rujukan Alat kesehatan Set Kegawatdaruratan Maternal 1 paket x Jumlah Fasilitas pelayanan
17 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
kesehatan yang mampu menolong persalinan Pendamping Ibu Bersalin Biaya transport petugas/BBM Jumlah Pendamping Ibu Bersalin (maksimal 2 orang) x Biaya Transport per Rujukan Rumah Tunggu Biaya sewa/operasional (jika diperlukan) Paket operasional rumah tunggu
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir a. Pernyataan Standar
Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan neonatal esensial sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang wajib memberikan pelayanan kesehatan bayi baru lahir kepada semua bayi usia 0-28 hari di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.
b. Pengertian
1) Pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar adalah pelayanan yang diberikan pada bayi usia 0-28 hari dan mengacu kepada Pelayanan Neonatal Esensial sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, dilakukan oleh Bidan dan atau
18 perawat dan atau Dokter dan atau Dokter Spesialis Anak yang memiliki Surat Tanda Register (STR).
2) Pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar meliputi : (a) Standar kuantitas
(b) Standar kualitas
c. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi baru lahir dinilai dari cakupan jumlah bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar di wilayah kerjanya dalam waktu satu tahun.
d. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir
=
Jumlah bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan
pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai dengan standar dakam kurun waktu satu tahun Jumlah sasaran bayi baru lahir di wilayah Kabupaten tersebut dalam kurun waktu satu tahun yang sama
X 100%
e. Contoh Perhitungan
1) Kabupaten “A” terdiri dari 3 Puskesmas B, C, dan D. Terdapat 3.500 sasaran bayi baru lahir (proyeksi). Rincian ibu yang mendapatkan pelayanan bayi baru lahir di Puskesmas dan jaringannya serta fasilitas pelayanan lainnya adalah sebagai berikut : Lokasi Pelayanan Jumlah Bayi Baru Lahir di Kabupaetn (Proyeksi) Mendapat pelayanan sesuai standar Mendapat pelayanan tidak sesuai standar Keterangan Puskesmas B, (data laporan termasuk dari poskesdes, 350 150 100 100 bayi beru lahir tidak mendapatkan pelayanan sesuai
19 Lokasi Pelayanan Jumlah Bayi Baru Lahir di Kabupaetn (Proyeksi) Mendapat pelayanan sesuai standar Mendapat pelayanan tidak sesuai standar Keterangan polindes, Pustu, Rumah sakit dan fasyankes swasta) standar misalnya bayi baru lahir tidak mendapatkan salep mata antibiotik. Puskesmas C, (data laporan termasuk dari poskesdes, polindes, Pustu, Rumah sakit dan fasyankes swasta) 500 300 100 Rumah Sakit dan Fasyankes swasta harus melapor ke Puskesmas C Puskesmas D, (data laporan termasuk dari poskesdes, polindes, Pustu) 150 100 0 Tidak ada fasyankes swasta di wilayah Puskesmas C Total Kabupaten A (Total Puskesmas B+C+D) 1000 (X) 550 (Y) 200 (Z)
Capaian indikator bayi baru lahir yang mendapat pelayanan standar di kabupaten “A”
= Y x 100% X
= 550 x 100% = 55% 1000
20 Capaian SPM Kabupaten “A” untuk indikator Pelayanan kesehatan Bayi Baru Lahir adalah 55%.
Catatan :
(i) Capaian SPM kabupaten “A” belum mencapai 100% yaitu 55%, sehingga kabupaten “A” harus menganalisis penyebabnya seperti :
(a) Kurangnya informasi mengenai pelayanan bayi baru lahir (b) Akses ke fasyankes yang sulit
(c) Pelayanan yang tidak terlaporkan dari jaringan dan fasyankes swasta ke puskesmas
(d) Bayi baru lahir mendapatkan pelayanan di luar wilayah kerja kabupaten
(e) Kendala biaya (f) Sosial budaya
Untuk dilakukan intervensi penyelesaian masalah sehingga pada tahun berikutnya capaian SPM untuk indikator pelayanan bayi baru lahir mencapai 100%. (ii) Bayi baru lahir di luar wilayah kerja kabupaten tetap
dilayani dan dicatat tetapi tidak masuk sebagai cakupan pelayanan di kabupaten tersebut melainkan dilaporkan ke Kabupaten sesuai dengan alamat tinggal bayi baru lahir tersebut.
f. 1) Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan / atau Jasa
No Barang Jumlah Fungsi
1. Vaksin Hepatitis B0 Sejumlah sasaran Bayi Baru Lahir
Pencegahan infeksi Hepatitis B
2. Vitamin K1 Injeksi Sejumlah sasaran Bayi Baru Lahir Pencegahan perdarahan 3. Salep/tetes mata antibiotik Sejumlah sasaran Bayi Pencegahan infeksi mata
21
No Barang Jumlah Fungsi
Baru Lahir 4. Formulir Bayi Baru
Lahir Sejumlah sasaran Bayi Baru Lahir - Pencatatan hasil pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir 5. Formulir MTBM Sejumlah 3x
sasaran Bayi Baru Lahir
- Pencatatan hasil pemeriksaan Bayi Baru Lahir dengan menggunakan Pendekatan MTBM untuk bayi sehat dan sakit
6. Buku KIA Terintegrasi dengan Ibu Hamil
- Pencatatan
kesehatan ibu dan anak sampai umur 6 tahun
- Media KIE bagi ibu dan keluarganya 2) Standar Jumlah dan Kualitas Personil/Sumber Daya Manusia
Kesehatan
Tenaga Kesehatan meliputi :
(a) Dokter / dokter spesialis anak, atau (b) Bidan, atau
(c) Perawat
g. Mekanisme Pelayanan
1) Penetapan sasaran bayi baru lahir di wilayah kabupaten dalam satu tahun menggunakan data proyeksi BPS atau data riil yang diyakini benar, dengan mempertimbangkan estimasi dari hasil survey/riset yang terjamin validitasnya, yang ditetapkan oleh Kepala Daerah.
2) Standar kuantitas adalah kunjungan minimal 3 kali selama periode neonatal, dengan ketentuan :
(a) Kunjungan Neonatal 1 (KN1) 6 - 48 jam (b) Kunjungan Neonatal 2 (KN2) 3 - 7 hari (c) Kunjungan Neonatal 3 (KN3) 8 - 28 hari 3) Standar Kualitas :
22 (a) Pelayanan Neonatal Esensial saat lahir (0-6 jam)
Perawatan neonatal esensial saat lahir meliputi : (i) Pemotongan tali pusat
(ii) Inisiasi Menyusui Dini (IMD) (iii)Injeksi vitamin K1
(iv) Pemberian salep/tetes mata antibiotik.
(v) Pemberian imunisasi (injeksi vaksin Hepatitis HB0) (b) Pelayanan Neonatal Esensial setelah lahir (6 jam – 28 hari)
Perawatan neonatal esensial setelah lahir meliputi :
(i) Konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI Eksklusif. (ii) Memeriksa kesehatan dengan menggunakan pendekatan
MTBM.
(iii) Pemberian vitamin K1 bagi yang lahir tidak di fasilitas pelayanan kesehatan atau belum mendapatkan injeksi vitamin K1.
(iv) Imunisasi Hepatitis B injeksi untuk bayi usia <24 jam yang lahir tidak ditolong tenaga kesehatan.
(v) Penanganan dan rujukan kasus neonatal komplikasi. h. Teknik Penghitungan Pembiayaan
LANGKAH KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
1. Pendataan Bayi Baru Lahir
Petugas Pendataan ibu Bayi Baru Lahir Biaya transport petugas/BBM Jumlah petugas x Jumlah Desa x Biaya transport x frekuensi pendataan (Terintegrasi dengan PIS PK) Formulir Pengadaan paket
pendataan
1 form x kegiatan pendataan x Jumlah
23 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
Puskesmas 2. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir a. Pelayanan dalam gedung Formulir bayi baru lahir Pengadaan formulir bayi baru lahir 1 paket X Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu menolong persalinan Formulir MTBM Pengadaan formulir MTBM Alat kesehatan Set pelayanan bayi baru lahir (0-6 Jam) Set kegawatdaruratan neonatal 1 paket x jumlah Puskesmas dan jejaringnya Vitamin K1 injeksi Pengadaan Vit. K1 injeksi 1 ampul x jumlah Bayi baru lahir Salep/Tetes mata antibiotik Pengadaan salep/tetes mata antibiotik 1 tube x jumlah Bayi baru lahir/5
Pedoman Pelayanan Kesehatan neonatal esensial Pengadaan pedioman pelayanan kesehatan neonatal esensial 1 paket x jumlah Puskesmas dan jejaringnya b. Pelayanan luar gedung Petugas Pelayanan kesehatan neonatal biaya transport petugas/BBM Jumlah petugas x baiaya transport x jumlah kunjungan
24 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
Formulir MTBM Pengadaan formulir MTBM Terintegrasi dengan pengadaan formulir MTBM pada pelayanana dalam gedung Alat kesehatan Set pelayanan bayi baru lahir (0-6 Jam) Terintegrasi dengan Pengadaan set pelayanan bayi lahir (0-6 jam) peda pelayanan dalam gedung Vitamin K1 injeksi Pengadaan vit K1 injeksi Terintegrasui dengan Pengadaan set pelayanan bayi lahir (0-6 jam) pada pelayanan dalam gedung Salep/Tetes mata antibiotik Pengadaan alep/ tetes mata antibiotik Terintegrasi dengan pengadaan set pelayanan bayi lahir (0-6 jam) pada pelayanan kesehatan ibu hamil
25 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
3. Pengisian dan
pemanfaatan Buku KIA
Buku KIA Pengadaan buku KIA sesuai
Kebutuhan
Terintegrasi dengan pengandaan paket buku KIA pada Pelayanan kesehatan ibu hamil 4. Pencatatan dan Pelaporan Register Kohort Bayi Pengadaan register Kohort bayi 1 Paket x jumlah Puskesmas Formulir pelaporan SIP Pengadaan formulir SIP 1 paket x jumlah Puskesmas, terintegrasi dengan pengadaan formulir SIP pelaporan lainnya Formulir dan ATK Pengadaan
formulir dan ATK
1 paket x jumlah Puskesmas 5. Rujukan pertolongan kasus komplikasi pada bayi baru lahir (jika diperlukan) Petugas Pelayanan kegawatdaruratan neonatal Biaya transport petugas/BBM Jumlah Petugas x Biaya Transport x Jumlah Rujukan
26 LANGKAH
KEGIATAN
VARIABEL KOMPONEN VOLUME
Alat kesehatan Set kegawatdaruratan neonatal Terintegrasi dengan paket pengadaan Set kegawatdaruratan neonatal pada pelayanan kesehatan bayi baru lahir dalam gedung Pendamping Bayi Baru Lahir Biaya transport petugas/BBM Jumlah pendamping bayi baru lahir (maksimal 2 orang) x biaya transport per rujukan
4. Pelayanan Kesehatan Balita a. Pernyataan Standar
Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang wajib memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada semua anak balita di wilayah kerja kabupaten dalam kurun waktu satu tahun.
b. Pengertian
Pelayanan kesehatan balita berusia 0-59 bulan sesuai standar. meliputi :
(a) Pelayanan Kesehatan balita sehat. (b) Pelayanan kesehatan balita sakit c. Definisi Operasional Capaian Kinerja
27 Capaian Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan kesehatan balita usia 0-59 bulan dinilai dari cakupan balita yang mendapat pelayanan kesehatan balita sehat sesuai standar di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.
d. Rumus Perhitungan Kinerja
Cakupan Pelayanan Kesehatan Balita
sesuai Standar =
Jumlah balita usia 12-23 bulan yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan sesuai Standar1 + Jumlah Balita usia 24-35 bulan mendapatkan pelayanan sesuai standar 3
Jumlah balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Kabupaten tersebut pada kurun waktu satu tahun yang sama
X 100%
Catatan :
(1) Balita yang belum mencapai usia 1 tahun di akhir tahun berjalan, tidak di hitung sebagai cakupan. Perhitungan balita usia 0-11 bulan dilakukan setelah balita berulang tahun yang pertama (balita genap berusia 1 tahun / 12 bulan).
(2) Balita yang belum mencapai usia 24 bulan di akhir tahun berjalan tidak dihitung sebagai cakupan balita usia 24-35 bulan. Perhitungan dilakukan setelah berulang tahun yang kedua (balita genap berusia 2 tahun / 24 bulan).
(3) Balita yang belum mencapai usia 36 bulan, di akhir tahun berjalan tidak dihitung sebagai cakupan balita usia 36-59 bulan. Perhitungan dilakukan setelah berulang tahun yang ketiga (balita genap berusia 3 tahun / 36 bulan)
e. Contoh Perhitungan
1) Balita A lahir pada 1 Juni 2018, di akhir tahun berjalan (Desember 2018) balita A berusia 6 bulan, sudah mendapatkan penimbangan 4 kali, pengukuran panjang badan 2 kali, pemantauan perkembangan 1 kali dan Vitamin A 1 kali, imunisasi HB0 1 kali, BCG 1 kali, DPT-HB-Hib 3 kali, Polio 4 kali
28 dan IVP 1 kali. Balita A di akhir tahun berjalan (Desember 2018) belum dihitung sebagai cakupan, karena belum mencapai usia 1 tahun dan belum mendapatkan pelayanan sesuai standar;
2) Balita B lahir pada 1 Oktober 2017, di akhir tahun berjalan (bulan Desember 2018), balita B berusia 14 bulan. Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir (Jan-Des 2018) Balita B mendaptkan penimbangan 8 kali (4 kali dalam kurun waktu 6 bulan), pengukuran panjang badan sebanyak 2 kali, pemantauan perkembangan 2 kali, pemberian vitamin A 2 kali dan imunisasi dasarnya sudah lengkap. Balita B dihitung sebagai cakupan Balita usia 12-23 bulan pada tahun 2018 karena sudah mendapatkan pelayanan sesuai standar;
3) Balita C lahir pada 1 November 2016, di akhir tahun berjalan (bulan Desember 2018), balita C berusia 25 bulan. Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir (Jan-Des 2018) Balita C mendapatkan penimbangan 8 kali (4 kali di kurun waktu 6 bulan), pengukuran panjang badan 2 kali, pemantauan perkembangan 2 kali, vitamin A 2 kali, Imunisasi lanjutan Campak Rubella 1 kali dan DPT-HB-Hib 1 kali. Balita C dihitung sebagai cakupan balita usia 24-35 bulan karena mendapatkan pelayanan sesuai standar.
4) Balita D lahir pada 1 November 2015, di akhir tahun berjalan (bulan Desember 2018), bayi D berusia 37 bulan. Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir (Jan-Des 2018) Balita D sudah mendapatkan penimbangan 8 kali (4 kali di kurun waktu 6 bulan), pengukuran panjang badan 2 kali, pemantauan perkembangan 2 kali, vitamin A 2 kali. Balita D dihitung sebagai cakupan balita usia 36-59 bulan karena mendapatkan pelayanan sesuai standar.
29 Di Kabupaten D, terdapat Puskesmas A dan B. Jumlah sasaran balita (0-59 Bulan) yang ada di wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama sebanyak300 orang Balita. Jumlah balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan rincian sebagai berikut : Lokasi Pelayanan Jumlah Balita Balita Mendapat Pelayanan sesuai standar Balita Tidak Mendapat Pelayanan sesuai standar Keterangan Puskesmas A dan jaringannya 200 150 50 Puskesmas B dan Jaringannya 100 70 30 Jumlah 300 (X) 220 (Y) 80 (Z)
Capaian SPM Balita mendapatkan pelayanan Standar di Kabupaten D
= Y x 100% X
= 220 x 100% = 73,3% 300
Capaian SPM Kabupaten D untuk indikator pelayanan balita adalah 73,3%.
Catatan :
(i) Capaian SPM Kabupaten D belum mencapai 100% yaitu 73,3%, sehingga kabupaten D harus menganalisis penyebabnya seperti :
(a) Kurangnya informasi mengenai pelayanan balita (b) Akses ke fasyankes yang sulit
(c) Pelayanan yang tidak terlaporkan dari jaringan dan fasyankes swasta ke puskesmas