• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESEARCH METHODOLOGIES IN MIS: AN UPDATE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RESEARCH METHODOLOGIES IN MIS: AN UPDATE"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Agus Anang [120300008Y] Muhammad Azani Hs [1203000722] Kelompok 201

RESEARCH METHODOLOGIES IN MIS: AN UPDATE

P. C Palvia, D. Leary, E Mao, V. Midha, P. Pinjani and A. F. Salam

Source: CAIS, 5 November 2004

I. Latar Belakang Masalah

Adanya kesadaran dalam pentingnya mengidenfikasi dari pentingnya metaanalisis dalam menentukan kemana pergerakan/arah riset dibidang MIS. sehingga penelitaan terhadap ini dirasa perlu untuk terus diupdate.

II. Tujuan

Tujuan dari paper ini adalah untuk menunjukkan tren/arah dalam bidang MIS dalam periode 1993-2003 yang merupakan lanjutan/ update dari artikel sebelum yang pernah diterbitkan oleh CAIS untuk periode 1993-1997 (Volume 11. artikel 16) dengan fokus subject area dan metodelogi riset. Dengan harapan dapat berguna dalam membantu maturitas dari MIS itu sendiri.

III. Kata Kunci

Metodelogi riset, Jurnal-jurnal MIS, metaanalysis, riset manajemen sistem informasi.

IV, Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam pembuatan paper ini adalah content analysis

method, yaitu sebuah metode analisis dimana text/catatan secara sistematik

diperiksa dengan melakukan idenfikasi, pengelompokan tema dan pengkodingan, klasifikasi dan pengembagan kategori.

V. Pembahasan 1. Scope

MIS Jurnal yang diriset cuma 7 mainstream yaitu communications of the

ACM, Decision Sciences (DS), Information and Management, Informastion system Research, Journal of management Information System, MIS Quarterly, Management Science. Hal ini dikarenakan tujuh mainstream inilah

yang paling sering dipublish oleh US research. Selanjutnya, pengklasifikasian Subjek dalam paper ini, menggunakan skema dari Palvia et al.(2003), dengan menambah 5 topik baru. Pengklasisifkasian metodelogi juga menggunakan rekomendasi dari Palvia et al.(2003) dengan hanya menambahkan content analysis ke dalam list.

(2)

2. Tren MIS

MIS Methodology trends

 Metodelogi yang digunakan cenderung konsisten

 Metode survey merupakan metodelogi yang paling banyak digunakan dan lebih disukai untuk periode penelitian (1993-1997, 1998-2003, 1993-2003)

 Model Matematika adalah yang kedua terbanyak dipakai setelah survey dalam penelitian. Matematika model juga untuk periode 1998-2003 menunjukkan tren yang meningkat signifikan.

 Meskipun speculation/Commentary method hanya berada urutan ketiga pada periode 1998-2003, tapi penelitian model ini cukup mengarahkan kepada maturity.

 Walaupun 1999 penggunaan case study cukup banyak, namun seiring jalan trus menuru,

 Penurunan juga terjadi pada Field study, awalnya berada pada peringkat kedua jatuh keperingakat keenam pada tahun 2003.  Sedankan metode lainnya lebih kurang cukup konstan dalam

rentang tahun tersebut.

MIS Subject Trends

 Resource management/IS issue merupakan subjek yang paling sering ditulis dikuti oleh IS Usage ditempat kedua, dan e

commerce di tempat ketiga.

 Broad Area dan Macro management issue berada ditingkat atas, dan diikuti oleh specific micro issue.

 Kemunculan E commerce sebagai topic riset disebabkan oleh perubahan secara revolusioner pada nature of IT dan kemunculan internet.

 Sedangkan Riset IS Usage ditriger oleh besarnya ketertarikan kepada riset IT diffusion.

 Pada posisi tengah, keadaannya cukup konsisten.

 Pada posisi akhir seperti multimedia, security dan lain lain kurang diminati oleh para pengriset.

 Yang cukup menarik adalah rendahnya peringkat Theory of MIS.  Ada peningkatan jumlah artikel untuk subjek e commerce, internet,

SCM, DB/DBMS, AI, netral network expert system dan global information technology.

3. Kelemahan

 Hanya 7 mainstream jurnal yang diuji/periksa

 Hasil penelitian ini hanya merefleksikan riset Amerika

 Kekurangan/keterbatasan dalam skema pengklasifikasian dalam mengkoding artikel.

(3)

4. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya (1998-2003 dan 1993- 1997)

Dalam hal Subjek :

 Meningkatnya scope dari riset MIS itu sendiri. Ada 7 penambahan dari penelitian sebelumnya. Tujuh subjek itu antara lain SCM,

Outsourcing, IT Value, Media and Communications, Workflow systems, ERP, and CRM.

 Adanya perubahan terhadap subject yang merupakan inti dari riset MIS, yang sebelumnya resource management, IS development,functional applications, IS planning and software programming languages, berubah ke IS usage, resource management, electronic commerce, IS development, artificial intelligence/neural networks/knowledge management, and software/programming languages.

 Resource management menempati peringkat disusul oleh IS

usage yang pada penelitian sebelumnya berada diperingkat ke 17

 Perubahan yang dramatis dari theory of MIS, dari peringkat ketiga hingga hampir tidak ada.

 Peningkatan yang sangat tajam pada subjek internet dan e

commerce, yang dulunya peringkat 25 melesat ke perinkat 3.

 Fokus terhadap subjek Global IT juga meningkat, hal ini disebabkan expansi yang cepat dari bisnis kedalam global

markets.

 SCM, media dan komunikasi, topic baru ini ditambahkan kedalam penelitian sebelumnya.

 Sedangkan subjek-subjek tetap berada pada level yang sama pada peneltian sebelumnya yaitu IS Research, GDSS, IS Staffing,

DBMS, Innovation, IS Implementation, Hardware, EIS and Security.

 Jika dibuat 5 Gainer dan 5 Loser Rank maka didapatkan E

commerce dan internet berada pada posisi teratas sedangkan

pada posisi terbawah dipegang oleh Theory of MIS.

Dalam hal metodelogi :

 Yang paling lazim digunakan dari dua periode ini adalah metode Survey.

 Metodelogi yang cukup tajam meningkat digunakan oleh periset adalah matematika model, dari peringkat ke 6 ke peringkat kedua.  Framework dan conceptual model jatuh dari posisi ke 2 ke posisi

ke empat, hal ini menunjukkan konsisten menurun dari penelitan sebelumnya.

 Qualitative research juga mengalami penurunan dari penelitan sebelumnya.

 JIka dibuat 3 top gainer dan 3 loser rank, Matematika model menempati posisi teratas. Sedangkan laboratory experiments,

(4)

VI. Kesimpulan

 Introspeksi yang terus berkelanjutan terhadap perkembangan MIS diharapkan dapat berguna dalam membantu maturitas dan perkembangan MIS itu sendiri.

 Penelitian ini merupakan update dari penelitian sebelumnya, dan menyediakan snapshot/gambaran lain dari keadaan riset MIS.

 Diharapkan penelitian dapat lebih terus dilakukan pada setiap periodic

basis

Hasil dan implikasi terhadap periset dan para editor jurnal antara lain :  Para researchers dibuat lebih peduli terhadap metodelogi dan subjek

yang akan dipakai dalam penelitiannya.

 Membantu para researchers memperkirakan/menaksir posisi ketertarikan mereka dalam domain MIS.

 Membantu researchers untuk melakukan penyesuaian penyesuian pada hasil karya mereka.

 Membantu enterprenuer researchers dan editors lebih focus terhadap perhatian mereka dengan subjek dan menemukan metodelogi yang pas. VII. Komentar

Arikel ini sangat menarik, selain penggunaan bahasa yang simple, tema yang diangkat juga menarik.

VIII. Analisis kelemahan/kekuatan

 Penggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah untuk dimengerti.  Walaupun pembahasan yang diberikan cukup jelas namun kurang tajam

dalam analysis. IX. Rujukan

 Alavi, M. and C. Patricia “A Review of MIS Research and Disciplinary Development” Journal of Management Information Systems (8:4), 1992, pp. 45-63.

 Barki, H., S. Rivard, and J. Talbot “A Keyword Classification Scheme for IS Research Literature:An Update” MIS Quarterly (17:2), 1993, pp. 209-225.

 Culnan, M. And E. Swanson “Research in Management Information Systems, 1980-1984: Points of Work and Reference” MIS Quarterly (7:3), 1986, pp.156-172

 Davis, F.D. "Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology," MIS Quarterly (13:3), 1989, pp. 319-339.

 Gillenson, M. And D. Stutz “Academic Issues in MIS: Journals and books” MIS Quarterly (15:4),1991, pp. 447-452.

 Grover, V., C. C. Lee, and D. Durand “Analyzing Methodological Rigor of MIS Survey Research from 1980-1989” Information & Management (24),

(5)

 Palvia P. Mao E, Salam A.F., and Soliman K S. ”Management Information Systems Research: What’s There In A Methodology?” Communications of the Association for Information Systems (11), 2003, pp. 289 – 309.  Weber, R. (1990) Basic Content Analysis, London: Sage Publications, Inc

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. ©Luthfi Alfiansyah

Beserta peserta didik guru membuat kesimmpulan tentang menyelesaikan PLDV dengan metode subtitusi yakni menggabungkan dua persamaan dua variabel ke dalam

[r]

Diharapkan Saudara membawa soft copy (file) dokumen penawaran guna kepentingan klarifikasi.. Ketidakhadiran Saudara dalam pembuktian kualifikasi dianggap mengundurkan

where an attribute or role is intended to redefine one originally defined on a parent class, this should be indicated in the model using a tagged value "ownedBy" that

Masing-masing antibodi memiliki daerah variabel ( variable region ) yang dapat mengenali antigen khusus dan daerah konstan ( constant region ) yang mengontrol bagaimana

The purpose of this study was to develop a PDEODE teaching strategy that can facilitate conceptual change, and investigate its effective- ness on student understanding

Dengan teknologi pemupukan hara spesifik lokasi, penggunaan pupuk oleh petani dapat lebih rasional sesuai kebutuhan tanaman sekaligus meningkatkan produksi dan pendapatan