I.
I. Nomor Nomor Percobaan Percobaan : : 22 II.
II. Nama Nama Percobaan Percobaan : : Reaksi Reaksi Uji Uji ProteinProtein III.
III. Tujuan Tujuan Percobaan Percobaan : : Untuk Untuk mengidentifikasmengidentifikasi i atau atau menguji menguji gugus gugus fungsifungsi protein melalui reaksi dengan uji biuret, p
protein melalui reaksi dengan uji biuret, pengendapaengendapan dengan logam dann dengan logam dan pengendapan dengan garam.
pengendapan dengan garam. 1.
1. Memahami sifat-sifat kimia Memahami sifat-sifat kimia protein dan menentukan macam-macamprotein dan menentukan macam-macam protein
protein 2.
2. Menguji reaksi asam amino berdasakan jenis asam aminonya. SertaMenguji reaksi asam amino berdasakan jenis asam aminonya. Serta menguji berdasarkan pada pengendapan oleh garam, pengendapan menguji berdasarkan pada pengendapan oleh garam, pengendapan oleh logam dan alkohol. Serta uji
oleh logam dan alkohol. Serta uji koagulasi dan denaturasi proteinkoagulasi dan denaturasi protein
IV.
IV. Landasan TeoriLandasan Teori
Protein adalah salah satu biomolekul raksasa yang berperan sebagai Protein adalah salah satu biomolekul raksasa yang berperan sebagai komponen utama penyusun makhluk hidup. Protein membawa kode-kode
komponen utama penyusun makhluk hidup. Protein membawa kode-kode genetik genetik berupa DNA dan RNA. Beberapa makanan yang dapat menjadi sumber protein berupa DNA dan RNA. Beberapa makanan yang dapat menjadi sumber protein adalah: daging, telur, ikan, susu, biji-bijian,
adalah: daging, telur, ikan, susu, biji-bijian, kentang, kacangkentang, kacang, dan polong-, dan polong-polongan.
polongan. Protein merupakan polimer alam yang tersusun dari asam-asam aminomelaluiikatanProtein merupakan polimer alam yang tersusun dari asam-asam aminomelaluiikatan peptida, sehingga protein juga disebut sebagai polipeptida.Di dalam tubuh kitaprotein berfungsi peptida, sehingga protein juga disebut sebagai polipeptida.Di dalam tubuh kitaprotein berfungsi sebagai zat pembangun, pengatur pertahanan, dan sebagai sumber energi setelah karbohidrat dan sebagai zat pembangun, pengatur pertahanan, dan sebagai sumber energi setelah karbohidrat dan lemak.Protein dapat digolongkan berdasarkanstrukturnya, bentuknya, dan fungsinya.
lemak.Protein dapat digolongkan berdasarkanstrukturnya, bentuknya, dan fungsinya.
Protein Menunjukkan Berbagai Fungsi Biologi Protein Menunjukkan Berbagai Fungsi Biologi
Deret asam amino dari berjenis-jenis protein memungkinkan molekul ini Deret asam amino dari berjenis-jenis protein memungkinkan molekul ini menjalankan berbag
menjalankan berbagai fungsi, antara lain ai fungsi, antara lain :: 1. Enzim
1. Enzim
Protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi adalah Protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi adalah protein yang mempunyai aktivitas katalisa, yakni enzim. Hampir semua reaksi protein yang mempunyai aktivitas katalisa, yakni enzim. Hampir semua reaksi kimia biomolekul organic didalam sel dikatalisa oleh enzim.
kimia biomolekul organic didalam sel dikatalisa oleh enzim. Lebih dari 2000 jenisLebih dari 2000 jenis enzim, masing-masing dapat mengkatalisa reaksi kimia yang berbeda, telah enzim, masing-masing dapat mengkatalisa reaksi kimia yang berbeda, telah ditemukan didalam berbagai bentuk
ditemukan didalam berbagai bentuk kehidupan.kehidupan. 2.
Protein transport didalam plasma darah mengikat dan membawa molekul Protein transport didalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain. Hemoglobin pada sel darah merah atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain. Hemoglobin pada sel darah merah mengikat oksigen ketika darah melalui paru-paru, dan membawa oksigen ini ke mengikat oksigen ketika darah melalui paru-paru, dan membawa oksigen ini ke jaringan periferi. Disini
jaringan periferi. Disini oksigen dilepaskan untuk melangsungkan oksidas nutrienoksigen dilepaskan untuk melangsungkan oksidas nutrien yang menghasilkan energi. Plasma darah mengandung lipoprotein, yang yang menghasilkan energi. Plasma darah mengandung lipoprotein, yang membawa lipid dari hati ke ogan lain. Protein tranport lain terdapat didalam membawa lipid dari hati ke ogan lain. Protein tranport lain terdapat didalam membran
membran sel dan sel dan menyesuaikamenyesuaikan n strukturnya strukturnya untuk menguntuk mengikat dan ikat dan membawamembawa glukosa, asam amino, dan nutrien lain melalui membran menuju kedalam sel. glukosa, asam amino, dan nutrien lain melalui membran menuju kedalam sel. 3.
3. Protein Protein Nutrien Nutrien dan dan PenyimpanPenyimpan
Biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang dibutuhkan untuk Biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang dibutuhkan untuk perumbuhan embrio tanaman. Terutama, contoh yang telah dikenal
perumbuhan embrio tanaman. Terutama, contoh yang telah dikenal adalah proteinadalah protein biji dari gandum, jagung, dan beras. Ovalbumin protein utama putih telur, dan biji dari gandum, jagung, dan beras. Ovalbumin protein utama putih telur, dan kasein, protein utama susu merupakan contoh lain dari protein nutrien. Ferritin kasein, protein utama susu merupakan contoh lain dari protein nutrien. Ferritin jaringan hewa
jaringan hewan merupakan proten merupakan protein penyimpan bin penyimpan besi.esi. 4.
4. Protein Protein Kontraktil Kontraktil atau atau MotilMotil
Beberapa protein memberikan kemampuan kepada sel dan organisme untuk Beberapa protein memberikan kemampuan kepada sel dan organisme untuk berkontraksi, mengubah bentuk atau bergerak. Aktin dan miosin adalah protein berkontraksi, mengubah bentuk atau bergerak. Aktin dan miosin adalah protein filamen yang berfungsi didalam sistem kontraktil otot kerangka dan juga didalam filamen yang berfungsi didalam sistem kontraktil otot kerangka dan juga didalam banyak sel bukan otot. Contoh lain adalah tubulin, protein pembentuk mikrotubul. banyak sel bukan otot. Contoh lain adalah tubulin, protein pembentuk mikrotubul. Mikrotubul merupakan komponen penting dari fagela dan silia, yang dapat Mikrotubul merupakan komponen penting dari fagela dan silia, yang dapat menggerakkan sel.
menggerakkan sel. 5.
5. Protein Protein StrukturalStruktural
Banyak protein sebagai filamen, kabel, atau lembaran penyanggah untuk Banyak protein sebagai filamen, kabel, atau lembaran penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi. Komponen utama dari urat memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi. Komponen utama dari urat dan tulang rawan adalah
dan tulang rawan adalah protein serabut kolagen, yang mempunyai daya protein serabut kolagen, yang mempunyai daya tenggangtenggang yang amat tinggi. Hampir semua komponen kulit adalah kolagen murni. yang amat tinggi. Hampir semua komponen kulit adalah kolagen murni. Persendian menganmdu
Persendian menganmdung elastin, ng elastin, suatu protein struktural suatu protein struktural yang mampu meregangyang mampu meregang ke dua dimensi. Rambut, kuku, dan bulu burung/ay
ke dua dimensi. Rambut, kuku, dan bulu burung/ayam terdiri terutama dari am terdiri terutama dari proteinprotein tidak larut, yang liat, keratin. Komponen utama dari serat sutra dan jaring tidak larut, yang liat, keratin. Komponen utama dari serat sutra dan jaring labah-labah adalah protein fibroin.
labah adalah protein fibroin. 6.
Banyak protein mempertahankan organism dalam melawan serangan oleh Banyak protein mempertahankan organism dalam melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka. Imunoglobulin atau spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka. Imunoglobulin atau antibody pada vertebrata adalah protein khusus yang dibuat oleh limposit yang antibody pada vertebrata adalah protein khusus yang dibuat oleh limposit yang dapat meng
dapat mengenali dan menenali dan mengendapkan gendapkan atau menetralkaatau menetralkan serangan n serangan bakteri, virus,bakteri, virus, atau protein asing dari spesies lain. Fibrinogen dan trombin merupakan protein atau protein asing dari spesies lain. Fibrinogen dan trombin merupakan protein penggumpa
penggumpal darah l darah yang menjaga kehilangan darah jika yang menjaga kehilangan darah jika system pembuluh terluka.system pembuluh terluka. Bisa ular, toksin bakteri, dan protein tumbuhan beracun, seperti risin, juga Bisa ular, toksin bakteri, dan protein tumbuhan beracun, seperti risin, juga tampaknya berfungsi didalam pertahanan tubuh.
tampaknya berfungsi didalam pertahanan tubuh. 7.
7. Protein Protein Pengatur Pengatur
Beberapa protein membantu mengatur aktivitas seluler atu fisiologi. Beberapa protein membantu mengatur aktivitas seluler atu fisiologi. Diantara jenis ini terdapat sejumlah hormon, seperti insulin, yang mengatur Diantara jenis ini terdapat sejumlah hormon, seperti insulin, yang mengatur metabolisme gula, dan kekurangannya, menyebabkan penyakit diabetes, hormon metabolisme gula, dan kekurangannya, menyebabkan penyakit diabetes, hormon pertumbuhan dari pituitary dan hormon paratiroid, yang mengatur transport Ca pertumbuhan dari pituitary dan hormon paratiroid, yang mengatur transport Ca2+2+ dan fosfat. Protein pengatur lain, yang disebut repressor mengatur biosintesa dan fosfat. Protein pengatur lain, yang disebut repressor mengatur biosintesa enzim oleh sel bakteri.
enzim oleh sel bakteri. 8.
8. Protein Protein LainLain
Terdapat banyak protein lain yang fungsinya agak eksotik dan tidak mudah Terdapat banyak protein lain yang fungsinya agak eksotik dan tidak mudah diklasifikasikan. Monelin, suatu protein tanaman dari afrka mempunyai rasa yang diklasifikasikan. Monelin, suatu protein tanaman dari afrka mempunyai rasa yang amat manis. Protein ini sedang dipelajari sebagai pemanis makanan yang tidak amat manis. Protein ini sedang dipelajari sebagai pemanis makanan yang tidak menggemukkan dan tidak beracun, untuk manusia. Plasma darah beberapa kan menggemukkan dan tidak beracun, untuk manusia. Plasma darah beberapa kan Antartika mengandung protein antibeku yang melindungi darah ikan dari Antartika mengandung protein antibeku yang melindungi darah ikan dari pembekuan. Persendian sayap beberapa insekta dibuat dari protein resilin, yang pembekuan. Persendian sayap beberapa insekta dibuat dari protein resilin, yang bersifat sempurna elastis.
bersifat sempurna elastis.
Struktur Protein Struktur Protein
Protein merupakan polipeptida yaitu hasil dari kondensasi dua molekul Protein merupakan polipeptida yaitu hasil dari kondensasi dua molekul asam α amino. Asam amino mengandung gugus amino (
asam α amino. Asam amino mengandung gugus amino (-NH-NH22) dan karboksil (-) dan karboksil (-COOH). Gugus karboksil bersifat asam karena dapat melepas proton (H COOH). Gugus karboksil bersifat asam karena dapat melepas proton (H++),), sedangkan gugus amino bersifat basa karena dapat mengikat proton (H sedangkan gugus amino bersifat basa karena dapat mengikat proton (H++)) membentuk
Oleh karena itu, asam amino bersifat amfoter. Dalam larutan asam amino Oleh karena itu, asam amino bersifat amfoter. Dalam larutan asam amino membentuk ion zwitter
membentuk ion zwitter (bermuatan ganda).(bermuatan ganda). Denaturasi Protein
Denaturasi Protein
Denaturasi protein merupakan perubahan struktur protein akibat pengaruh Denaturasi protein merupakan perubahan struktur protein akibat pengaruh dari perubahan suhu, perubahan pH, radiasi, deterjen, dan
dari perubahan suhu, perubahan pH, radiasi, deterjen, dan perubahan jenis pelarut.perubahan jenis pelarut. Protein yang terdenaturasi hamper selalu mengalami kehilangan fungsi biologis. Protein yang terdenaturasi hamper selalu mengalami kehilangan fungsi biologis. Hal ini paling mudah diperlihatkan oleh sifat protein. Jika larutan protein secara Hal ini paling mudah diperlihatkan oleh sifat protein. Jika larutan protein secara perlahan-laha
perlahan-lahan dipanaskan n dipanaskan sampai kira-kira sampai kira-kira 60 atau 7060 atau 70ooC, larutan tersebut lambatC, larutan tersebut lambat laun akan menjad
laun akan menjadi keruh dan i keruh dan membentuk koagumembentuk koagulasi berbentuk seperti tali. Produk lasi berbentuk seperti tali. Produk yang terjadi tidak akan melarut lagi dengan pendinginan dan tidak membentuk yang terjadi tidak akan melarut lagi dengan pendinginan dan tidak membentuk larutan jernih seperti semula sebelum dipanaskan. Pengaruh panas terjadi pada larutan jernih seperti semula sebelum dipanaskan. Pengaruh panas terjadi pada semua protein globular, tanpa memandang ukuran atau fungsi biologinya, semua protein globular, tanpa memandang ukuran atau fungsi biologinya, walaupun suhu yang tepat bagi fenomena ini mungkin bervariasi . Protein dalam walaupun suhu yang tepat bagi fenomena ini mungkin bervariasi . Protein dalam keadaan alamiahnya disebut protein asli (natif);
keadaan alamiahnya disebut protein asli (natif); setelah perubahan menjadi proteinsetelah perubahan menjadi protein terdenaturasi.
terdenaturasi.
Denaturasi protein dapat diakibatkan bukan hanya oleh panas, tetapi juga Denaturasi protein dapat diakibatkan bukan hanya oleh panas, tetapi juga pH ekstrim; oleh beberapa pelarut organic seperti alcohol atau aseton; oleh zat pH ekstrim; oleh beberapa pelarut organic seperti alcohol atau aseton; oleh zat terlarut tertentu seperti urea; oleh detergen; atau hanya dengan pengguncangan terlarut tertentu seperti urea; oleh detergen; atau hanya dengan pengguncangan intensif larutan protein
intensif larutan protein dan bersingungan dengan udara sehingga berbentuk busa.dan bersingungan dengan udara sehingga berbentuk busa.
Protein Homolo
Protein Homolog g dari Berbagai Spesies Mdari Berbagai Spesies Mengandung Deengandung Deret Homologret Homolog
Protein homolog adalah protein yang menjalankan fungsi yang sama pada Protein homolog adalah protein yang menjalankan fungsi yang sama pada berbagai spesies; contohnya hemoglobin yang berfungsi melangsungkan transport berbagai spesies; contohnya hemoglobin yang berfungsi melangsungkan transport oksigen pada berbagai jenis vertebrat. Protein homolog dari berbagai spesies oksigen pada berbagai jenis vertebrat. Protein homolog dari berbagai spesies biasanya mempunyai rantai polipeptida yang identik atau hamper identik biasanya mempunyai rantai polipeptida yang identik atau hamper identik panjangnya.
panjangnya.
Banyak posisi di dalam deret asam amino dari protein homolog yang Banyak posisi di dalam deret asam amino dari protein homolog yang ditempati oleh asam amino
ditempati oleh asam amino yang sama pada semua spesies, dan karenanya di sebutyang sama pada semua spesies, dan karenanya di sebut residu tetap. Pada posisi lain, terdapat variasi asam amino yang cukup besar dari residu tetap. Pada posisi lain, terdapat variasi asam amino yang cukup besar dari spesies satu ke yang lain; asam amino ini disebut residu tak tetap. Serangkaian spesies satu ke yang lain; asam amino ini disebut residu tak tetap. Serangkaian persamaan di dalam deret asam amino pada protein homolog seperti itu disebut persamaan di dalam deret asam amino pada protein homolog seperti itu disebut
homologi deret; hal ini menunjukkan bahwa hewan yang mengandung protein homologi deret; hal ini menunjukkan bahwa hewan yang mengandung protein homolog tersebut mungkin mempunyai asal usul yang sama, tetapi mengalami homolog tersebut mungkin mempunyai asal usul yang sama, tetapi mengalami perubahan pada saat spesies berkembang selama evolusi.
perubahan pada saat spesies berkembang selama evolusi.
Kesimpulan yang serupa diperoleh dari hasil penelitian spesifisitas antibody Kesimpulan yang serupa diperoleh dari hasil penelitian spesifisitas antibody terhadap antigen dari spesies homolog.
terhadap antigen dari spesies homolog. Protein Globular
Protein Globular
Dalam protein globular, rantai polipeptida berlipat menjadi suatu bentuk Dalam protein globular, rantai polipeptida berlipat menjadi suatu bentuk globular yang kompak. Konformasi globular lebih kompleks dibandingkan globular yang kompak. Konformasi globular lebih kompleks dibandingkan dengan golongan protein serat, fungsi biologinya lebih beragam, dan aktivitasnya dengan golongan protein serat, fungsi biologinya lebih beragam, dan aktivitasnya pun tidak statis, tetapi bersifat dinamis. Hampir semua dari 2000 atau lebih enzim pun tidak statis, tetapi bersifat dinamis. Hampir semua dari 2000 atau lebih enzim merupakan protein globular. Protein globular yang lain berfungsi di dalam merupakan protein globular. Protein globular yang lain berfungsi di dalam transport oksigen, sari makanan dan ion inorganic di dalam darah; beberapa transport oksigen, sari makanan dan ion inorganic di dalam darah; beberapa protein globular bekerja sebagai antibody, yang lain merupakan hormone dan protein globular bekerja sebagai antibody, yang lain merupakan hormone dan yang lain lagi sebagai komponen membrane dan ribosom.
yang lain lagi sebagai komponen membrane dan ribosom.
Terdapat dua bukti penting yang menunjukkan bahwa rantai polipeptida Terdapat dua bukti penting yang menunjukkan bahwa rantai polipeptida protein globu
protein globular berlipat-lipat dengalar berlipat-lipat dengan n erat dan baerat dan bahwa konformahwa konformasi yang berlipat-si yang berlipat-lipat itu penting bagi
lipat itu penting bagi fungsi biologinya, yaitu:fungsi biologinya, yaitu: 1.
1. Bahwa protein natif mengalami denaturasi dengan pemanasan, di dalamBahwa protein natif mengalami denaturasi dengan pemanasan, di dalam lingkungan pH yang ekstrim,
lingkungan pH yang ekstrim, atau dengan penambahan urea.atau dengan penambahan urea.
Jika suatu protein globular mengalami denaturasi, struktur kerangka kovalen Jika suatu protein globular mengalami denaturasi, struktur kerangka kovalen tetap utuh, tetapi rantai polipeptidanya membuka membentuk acak, tidak tetap utuh, tetapi rantai polipeptidanya membuka membentuk acak, tidak teratur, dan mengalami perubahan konformasi dalam
teratur, dan mengalami perubahan konformasi dalam ruang.ruang. 2.
2. Berlipatnya protein globular dating dari perbandingan panjang rantaiBerlipatnya protein globular dating dari perbandingan panjang rantai polipeptida dengan ukuran makromolekular sebenarnya seperti diperlihatkan polipeptida dengan ukuran makromolekular sebenarnya seperti diperlihatkan oleh pengukuran fisiokimia.
oleh pengukuran fisiokimia.
Untuk menguji keberadaan protein dapat ditunjukkan dengan beberapa uji reaksi Untuk menguji keberadaan protein dapat ditunjukkan dengan beberapa uji reaksi sebagai berikut:
sebagai berikut:
Uji Biuret : Uji Biuret : menunjukkan adanymenunjukkan adanya ikatan peptidea ikatan peptide
Uji Xantoproteat: menunjukkan adanya gugus fenil atau inti Uji Xantoproteat: menunjukkan adanya gugus fenil atau inti benzenebenzene
Uji Millon: Uji Millon: menunjukkan admenunjukkan adanya gugus fenolanya gugus fenol
Struktur protein tidak stabil karena mudah mengalami denaturasi yaitu Struktur protein tidak stabil karena mudah mengalami denaturasi yaitu keadaan dimana protein terurai menjadi struktur primernya, baik reversibel keadaan dimana protein terurai menjadi struktur primernya, baik reversibel maupun ireversibel. Faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi adalah pH, maupun ireversibel. Faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi adalah pH, panas, pelarut, kekuatan ion, terlarut, dan radiasi.Protein ada yang reaktif karena panas, pelarut, kekuatan ion, terlarut, dan radiasi.Protein ada yang reaktif karena asam amino penyusunnya mengandung gugus fungsi yang reaktif, seperti SH, asam amino penyusunnya mengandung gugus fungsi yang reaktif, seperti SH, -OH, NH2, dan
OH, NH2, dan – – COOH.COOH.
Biuret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada Biuret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada pemanasan dua mulekul urea. Ion Cu
pemanasan dua mulekul urea. Ion Cu2+2+ dari preaksi Biuret dalam suasana basadari preaksi Biuret dalam suasana basa akan berekasi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn peptida yang menyusun akan berekasi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet. Reaksi ini protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet. Reaksi ini positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih, tetapi negatif untuk asam positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih, tetapi negatif untuk asam amino bebas atau dipeptida. Semua asam amino, atau peptida yang mengandung amino bebas atau dipeptida. Semua asam amino, atau peptida yang mengandung
asam-asam-α amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawaα amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksiprolin menghasilkan kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksiprolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
senyawa berwarna kuning.
Protein mengandung asam amino berinti benzen, jika ditambahkan asam Protein mengandung asam amino berinti benzen, jika ditambahkan asam nitrat pekat akan mengendap dengan endapan berwarna putih yang dapat berubah nitrat pekat akan mengendap dengan endapan berwarna putih yang dapat berubah menjadi kuning sewaktu dipanaskan. Senyawa nitro
menjadi kuning sewaktu dipanaskan. Senyawa nitro yang terbentuk dalam suasanayang terbentuk dalam suasana basa akan terionisasi dan warnanya akan berubah menjadi lebih tua atau jingga. basa akan terionisasi dan warnanya akan berubah menjadi lebih tua atau jingga. Reaksi ini didasarkan pada uji nitrasi inti benzena yang terdapat pada mulekul Reaksi ini didasarkan pada uji nitrasi inti benzena yang terdapat pada mulekul protein menjadi senyawa intro yang berwarna kuning Protein bersifat amfoter, protein menjadi senyawa intro yang berwarna kuning Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Apabila protein dipanaskan atau ditambah etanol absolut, maka protein akan Apabila protein dipanaskan atau ditambah etanol absolut, maka protein akan menggumpal (terkoagulasi). Hal ini disebabkan etanol menarik mantel air yang menggumpal (terkoagulasi). Hal ini disebabkan etanol menarik mantel air yang melingkupi molekul-molkeul protein.
melingkupi molekul-molkeul protein.
Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH,
oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda. Titik Isoelektrik (TI) adalah daerah pH tertentu dimana protein berbeda-beda. Titik Isoelektrik (TI) adalah daerah pH tertentu dimana protein
tidak mempunyai selisih muatan atau jumlah muatan positif dan negatifnya sama, tidak mempunyai selisih muatan atau jumlah muatan positif dan negatifnya sama, sehingga tidak bergerak ketika diletakkan dalam medan listrik. Pada pH sehingga tidak bergerak ketika diletakkan dalam medan listrik. Pada pH isoelektrik (pI), suatu protein sangat mudah diendapkan karena pada saat itu isoelektrik (pI), suatu protein sangat mudah diendapkan karena pada saat itu muatan listriknya nol.
muatan listriknya nol.
Protein merupakan biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah Protein merupakan biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida.Protein merupakan biopolymer asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida.Protein merupakan biopolymer yang multifungsi, yaitu sebagai struktural pada sel maupun jaringan dan organ, yang multifungsi, yaitu sebagai struktural pada sel maupun jaringan dan organ, sebagai enzim suatu biokatalis, sebagai pengemban atau pembawa senyawa atau sebagai enzim suatu biokatalis, sebagai pengemban atau pembawa senyawa atau zat ketika melalui biomembran sel, dan sebagai zat
zat ketika melalui biomembran sel, dan sebagai zat pengatur.pengatur.
Ada berbagai cara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji Ada berbagai cara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji asam amino dan reaksi uji protein. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 asam amino dan reaksi uji protein. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 macam uji yaitu: uji millon, uji hopkins cole, uji belerang, uji xantroproteat, dan macam uji yaitu: uji millon, uji hopkins cole, uji belerang, uji xantroproteat, dan uji biuret. Sedangkan untuk uji protein, berdasarkan pada pengendapan oleh uji biuret. Sedangkan untuk uji protein, berdasarkan pada pengendapan oleh garam, pengendapan oleh logam dan alkohol.Serta uji koagulasi dan denaturasi garam, pengendapan oleh logam dan alkohol.Serta uji koagulasi dan denaturasi protein.
protein.
Pada uji asam amino terdapat uji bersifat umum dan uji bersifat uji Pada uji asam amino terdapat uji bersifat umum dan uji bersifat uji berdasakan jenis asam aminonya. Seperti halnya uji millon bersifat spesifik berdasakan jenis asam aminonya. Seperti halnya uji millon bersifat spesifik terhadap tirosin, uji Hopkins cole terhadap triptofan, uji belerang terhadap sistein, terhadap tirosin, uji Hopkins cole terhadap triptofan, uji belerang terhadap sistein, uji biuret bereaksi positif terhadap pembentukan senyawa kompleks Cu gugus uji biuret bereaksi positif terhadap pembentukan senyawa kompleks Cu gugus – – CO dan
8 8 V.
V. Alat dan BahanAlat dan Bahan Alat:
Alat:
Tabung reaksiTabung reaksi
Rak tabung reaksiRak tabung reaksi
Pipet tetesPipet tetes
Beker gelasBeker gelas
ErlenmeyerErlenmeyer
Gelas ukurGelas ukur
Batang pengaduk Batang pengaduk
CorongCorong
Kertas saringKertas saring
Bahan: Bahan:
Larutan NaOH 2,5 NLarutan NaOH 2,5 N
Larutan CuSOLarutan CuSO44 0,01 M0,01 M
Larutan HgClLarutan HgCl22 0,2 M0,2 M
Larutan Pb Asetat 0,2 MLarutan Pb Asetat 0,2 M
Larutan (NHLarutan (NH44))22SOSO44
CHCH33COOH 1 MCOOH 1 M
Reagen MillonReagen Millon
Susu Bubuk Susu Bubuk
Susu CairSusu Cair
AlbuminAlbumin
Kuning TelurKuning Telur
Putih telurPutih telur
AquadestAquadest
VI.
VI. Prosedur PercobaanProsedur Percobaan
1.
1. Uji BiuretUji Biuret
Tambahkan 1 ml NaOH 2,5 N ke dalam 3 ml larutan protein dan aduk. Tambahkan 1 ml NaOH 2,5 N ke dalam 3 ml larutan protein dan aduk. Tambahkan setetes CuSO
Tambahkan setetes CuSO44 0,01 M. Aduk, jika tidak timbul warna tambahkan0,01 M. Aduk, jika tidak timbul warna tambahkan lagi setetes atau 2 tetes CuSO
lagi setetes atau 2 tetes CuSO44..
2.
2. Uji Pengendapan Dengan LogamUji Pengendapan Dengan Logam
Ke dalam 3 ml larutan protein tambahkan 5 tetes HgCl
Ke dalam 3 ml larutan protein tambahkan 5 tetes HgCl22 0,2 M. Ulangi percobaan0,2 M. Ulangi percobaan dengan menggunakan Pb asetat 0,2 M.
dengan menggunakan Pb asetat 0,2 M.
3.
3. Uji Pengendapan Dengan GaramUji Pengendapan Dengan Garam
Jenuhkan 10 ml larutan protein dengan ammonium sulfat. Untuk pekerjaan ini Jenuhkan 10 ml larutan protein dengan ammonium sulfat. Untuk pekerjaan ini dilakukan: pertama, tambahkan sedikit garam tersebut, aduk hingga melarut. dilakukan: pertama, tambahkan sedikit garam tersebut, aduk hingga melarut. Tambahkan lagi sedikit ammonium sulfat dan aduk lagi, kontinu sehingga sedikit Tambahkan lagi sedikit ammonium sulfat dan aduk lagi, kontinu sehingga sedikit garam tertinggal tidak terlarut.Apabila larutan jenuh, disaring.Uji kelarutan dari garam tertinggal tidak terlarut.Apabila larutan jenuh, disaring.Uji kelarutan dari endapan di dalam air. Uji endapan dengan reagen Millon dan filtrate dengan uji endapan di dalam air. Uji endapan dengan reagen Millon dan filtrate dengan uji Biuret.
Biuret.
4.
9 9
Tambahkan 2 tetes HOAc 1 M kedalam 5 ml larutan protein. Letakkan tabung Tambahkan 2 tetes HOAc 1 M kedalam 5 ml larutan protein. Letakkan tabung dalam air mendidih selama 5 menit.Ambil endapan dengan batang pengaduk.Uji dalam air mendidih selama 5 menit.Ambil endapan dengan batang pengaduk.Uji kelarutan endapan di dalam air.Uji endapan dengan reagen Millon.
kelarutan endapan di dalam air.Uji endapan dengan reagen Millon.
VII.
VII. Hasil PengamatanHasil Pengamatan
1.
1. Uji BiuretUji Biuret
No
No Hasil Hasil Pengamatan Pengamatan KeteranganKeterangan 1
1 Putih Putih telur telur 20 20 % % (bening) (bening) + + 1 1 ml ml NaOH NaOH (bening) (bening) + + CuSOCuSO4444 tetes
tetes (biru muda) → larutan berwarna ungu bening(biru muda) → larutan berwarna ungu bening 2
2 Kuning Kuning telur telur 20 20 % % (kuning) (kuning) + + 1 1 ml ml NaOH NaOH (bening(bening) →) → larutan berwarna kuning + CuSO
larutan berwarna kuning + CuSO44 88 tetes (biru muda) →tetes (biru muda) → larutan berwarna ungu
larutan berwarna ungu 3
3 Albumin Albumin 10 10 % % 3ml 3ml (bening) (bening) + + 1 1 ml ml NaOH NaOH (bening(bening) → tak ) → tak berwarna + CuSO
berwarna + CuSO44 88 tetes (biru muda) → larutan berwarnatetes (biru muda) → larutan berwarna ungu
ungu 4
4 Susu Susu cair cair 10 10 % % 3ml 3ml (putih) (putih) + + 1 1 ml ml NaOH NaOH (bening(bening) → larutan) → larutan putih + CuSO4 4 tetes (biru muda)
putih + CuSO4 4 tetes (biru muda) → larutan berwarna ungu→ larutan berwarna ungu 5
5 Susu Susu bubuk bubuk 10 10 % % 3 3 ml ml (putih) (putih) + + 1 1 ml ml NaOH NaOH (bening(bening) →) → larutan putih + CuSO4 4 tetes
larutan putih + CuSO4 4 tetes (biru muda) → larutan(biru muda) → larutan berwarna ungu.
berwarna ungu. 6
6 Ikan Ikan gabus gabus 12,5 12,5 % % 3 3 ml ml (putih (putih kekuningan) kekuningan) + + 1 1 ml ml NaOHNaOH (bening
(bening) → larutan keruh + CuSO4) → larutan keruh + CuSO4 4 tetes (biru4 tetes (biru muda) →muda) → larutan berwarna ungu.
larutan berwarna ungu.
2.
2. Uji Pengendapan dengan LogamUji Pengendapan dengan Logam
No
No Hasil Hasil Pengamatan Pengamatan KeteranganKeterangan 1
1 Putih telur 20 % (bening) + HgClPutih telur 20 % (bening) + HgCl22 5 tetes (bening5 tetes (bening) →) →
endapan putih, keruh. endapan putih, keruh.
10 10 larutan keruh, endapan putih
larutan keruh, endapan putih 2
2 Kuning telur 20 % (kuning) + HgClKuning telur 20 % (kuning) + HgCl22 15 tetes (bening15 tetes (bening) →) →
larutan kuning, endapan putih larutan kuning, endapan putih
Kuning telur 20% (kuning) + Pb asetat 100 tetes (bening)Kuning telur 20% (kuning) + Pb asetat 100 tetes (bening)
→ larutan kuning, endapan putih → larutan kuning, endapan putih 3
3 Albumin 10 % (bening) + HglClAlbumin 10 % (bening) + HglCl22 5 tetes (bening5 tetes (bening) →) →
larutan kekuningan, endapan putih larutan kekuningan, endapan putih
Albumin 10 % (bening) + Pb asetat 5 tetes (beningAlbumin 10 % (bening) + Pb asetat 5 tetes (bening ) →) →
larutan kuning bening, endapan putih. larutan kuning bening, endapan putih. 4
4 Susu Cair 10 % (putih) + HgClSusu Cair 10 % (putih) + HgCl22 15 tetes (bening15 tetes (bening) →) →
larutan putih, endapan putih larutan putih, endapan putih
Susu cair 10 % (putih) + Pb Asetat 25 tetes (beningSusu cair 10 % (putih) + Pb Asetat 25 tetes (bening ) →) →
larutan putih, endapan putih larutan putih, endapan putih 5
5 Susu bubuk 10 % (putih) + HgClSusu bubuk 10 % (putih) + HgCl22 45 tetes (bening45 tetes (bening) →) →
larutan putih, endapan putih larutan putih, endapan putih
Susu bubuk 10 % (putih) + Pb Asetat 5 tetes (beningSusu bubuk 10 % (putih) + Pb Asetat 5 tetes (bening ) →) →
larutan putih, endapan putih larutan putih, endapan putih 6
6 Ikan gabus 2,5 % (putih kekuningan) + HgClIkan gabus 2,5 % (putih kekuningan) + HgCl22 5 tetes5 tetes
(bening
(bening) →) → larutan putih, endapan putihlarutan putih, endapan putih
Ikan gabus 2,5 % (putih kekuningan) + Pb Asetat →Ikan gabus 2,5 % (putih kekuningan) + Pb Asetat →
larutan putih, endapan putih. larutan putih, endapan putih.
3.
3. Uji Pengendapan dengan garamUji Pengendapan dengan garam
No
No Hasil Hasil Pengamatan Pengamatan KeteranganKeterangan 1
1 Endapan putih telur (putih) dilarutkan dalam airEndapan putih telur (putih) dilarutkan dalam air →→
larut larut
Endapan putih telur (putih) + reagen Millon Endapan putih telur (putih) + reagen Millon →→
endapan merah bata endapan merah bata
11 11
Filtrat putih telur (beningFiltrat putih telur (bening) + uji biuret → larutan) + uji biuret → larutan
berwarna ungu berwarna ungu 2
2 Endapan kuning telur (kuning) dilarutkan dalam airEndapan kuning telur (kuning) dilarutkan dalam air →→
larut larut
Endapan kuning telur (kuning) + reagen Millon →Endapan kuning telur (kuning) + reagen Millon →
endapan merah bata endapan merah bata
Filtrat kuning telur ( bening kekuningan) + uji biuretFiltrat kuning telur ( bening kekuningan) + uji biuret
→ larutan berwarna ungu → larutan berwarna ungu 3
3 Endapan Albumin (putih) dilarutkan dalam airEndapan Albumin (putih) dilarutkan dalam air → larut→ larut
Endapan Albumin (putih) + reagen Millon →Endapan Albumin (putih) + reagen Millon → endapanendapan
merah bata merah bata
Filtrat albumin (keruh) + uji biuret → larutanFiltrat albumin (keruh) + uji biuret → larutan
berwarna ungu berwarna ungu 4
4 Endapan susu cair (putih) dilarutkan dalam airEndapan susu cair (putih) dilarutkan dalam air → larut→ larut
Endapan susu cair (puith) + reagen Millon →Endapan susu cair (puith) + reagen Millon → endapanendapan
merah bata merah bata
Filtrat susu cair (bening) + uji biurFiltrat susu cair (bening) + uji biuret → larutanet → larutan
berwarna ungu berwarna ungu 5
5 Endapan susu bubuk (putih) dilarutkan dalam airEndapan susu bubuk (putih) dilarutkan dalam air →→
larut larut
Endapan susu bubuk (putih) + reagen Millon →Endapan susu bubuk (putih) + reagen Millon →
endapan merah bata endapan merah bata
Filtrat susu bubuk (beningFiltrat susu bubuk (bening ) + uji biuret → larutan) + uji biuret → larutan
berwarna ungu berwarna ungu 6
6 Endapan ikan (putih) + reagen Millon → endapanEndapan ikan (putih) + reagen Millon → endapan
merah bata merah bata
Filtrat Filtrat ikan ikan (bening(bening) + uji biuret → larutan berwarna) + uji biuret → larutan berwarna
biru biru
12 12
4.
4. Uji KoagulasiUji Koagulasi
No
No Hasil Hasil Pengamatan Pengamatan KeteranganKeterangan 1
1 Putih Putih telur telur (putih) (putih) + + CHCH33COOH (bening)COOH (bening) dipanaskan, →
dipanaskan, → larutan bening, endapan putihlarutan bening, endapan putih
Endapan putih telur (putih) dilarutkan dalamEndapan putih telur (putih) dilarutkan dalam
air
air → larut→ larut
Endapan putih telur (putih) + reagen MillonEndapan putih telur (putih) + reagen Millon
→ endapan berwarna merah → endapan berwarna merah batabata
Filtrat putih telut (bening) + ujFiltrat putih telut (bening) + uji biuret →i biuret →
larutan berwarna ungu larutan berwarna ungu
Endapan total : 1 gram Endapan total : 1 gram
Endapan : 0,54 gram Endapan : 0,54 gram
Endapan : 0,46 gram Endapan : 0,46 gram
2
2 Kuning Kuning telur telur (kuning) (kuning) + + CHCH33COOH (bening)COOH (bening) dipanaskan, → laruta
dipanaskan, → larutan kuning & endapan kuningn kuning & endapan kuning
Endapan kuning telur (kuning) dilarutkanEndapan kuning telur (kuning) dilarutkan
dalam air
dalam air → larut→ larut
Endapan kuning telur (kuning) + reagenEndapan kuning telur (kuning) + reagen
Millon → endapan berwarna merah Millon → endapan berwarna merah batabata
Filtrat kuning telur (bening) + ujFiltrat kuning telur (bening) + uji biuret →i biuret →
larutan berwarna ungu larutan berwarna ungu
Endapan total : 1,35 gram Endapan total : 1,35 gram
Endapan : 0,71 gram Endapan : 0,71 gram
Endapan : 0,64 gram Endapan : 0,64 gram
3
3 Albumin Albumin (bening) (bening) + + CHCH33COOH (bening),COOH (bening), dipanaskan → larutan putih, endapan putih dipanaskan → larutan putih, endapan putih
Endapan albumin (putih) dilarutkan dalamEndapan albumin (putih) dilarutkan dalam
air → tak larut air → tak larut
Endapan albumin (putih) + reagen MillonEndapan albumin (putih) + reagen Millon
(tak berwarna) → endapan merah (tak berwarna) → endapan merah batabata
Filtrat albumin (beningFiltrat albumin (bening) + uji biuret →) + uji biuret →
larutan berwarna ungu larutan berwarna ungu
Endapan total : 3,61 gram Endapan total : 3,61 gram
Endapan : 1,75 gram Endapan : 1,75 gram
Endapan : 1,86 gram Endapan : 1,86 gram
4
4 Susu Susu cair cair (putih) (putih) + + CHCH33COOH (bening), dipanaskanCOOH (bening), dipanaskan → larutan putih, endapan putih
→ larutan putih, endapan putih
Endapan susu cair (putih) dilarutkan dalamEndapan susu cair (putih) dilarutkan dalam
Endapan total : 0,034 gram Endapan total : 0,034 gram
Endapan : 0,014 gram Endapan : 0,014 gram
13 13 air
air → larut→ larut
Endapan susu cair (putih) + reagen MillonEndapan susu cair (putih) + reagen Millon
→ endapan merah → endapan merah batabata
Filtrat susu cair (beningFiltrat susu cair (bening) + uji biuret →) + uji biuret →
larutan berwarna ungu larutan berwarna ungu
Endapan : 0,02 gram Endapan : 0,02 gram
5
5 Susu Susu bubuk bubuk (putih) (putih) + + CHCH33COOH (bening)COOH (bening) dipanaskan → larutan putih, endapan putih dipanaskan → larutan putih, endapan putih
Endapan susu bubuk (putih) dilarutkanEndapan susu bubuk (putih) dilarutkan
dalam air → larut dalam air → larut
Endapan susu bubuk putih (putih) + reagenEndapan susu bubuk putih (putih) + reagen
Millon → endapan berwarna merah bata Millon → endapan berwarna merah bata
Filtrat susu bubuk (bening) + uji biuretFiltrat susu bubuk (bening) + uji biuret →→
larutan berwarna ungu. larutan berwarna ungu.
Endapan total : 0,16 gram Endapan total : 0,16 gram
Endapan : 0,073 gram Endapan : 0,073 gram
Endapan : 0,087 gram Endapan : 0,087 gram
6
6 Ikan Ikan gabus gabus (putih (putih kekuningan) kekuningan) + + CHCH33COOHCOOH (bening
(bening) dipanaskan → larutan) dipanaskan → larutan putih kekuningan,putih kekuningan, endapan putih
endapan putih
Endapan ikan gabus (kuning) dilarutkanEndapan ikan gabus (kuning) dilarutkan
dalam air
dalam air → larut→ larut
Endapan ikan gabus (kuning) + reagenEndapan ikan gabus (kuning) + reagen
Millon → endapan merah Millon → endapan merah batabata
Filtrat ikan gabus (kuning) + uji biuret →Filtrat ikan gabus (kuning) + uji biuret →
larutan berwarna ungu larutan berwarna ungu
14 14 VIII.
VIII. Persamaan ReaksiPersamaan Reaksi
1.
1. Uji BiuretUji Biuret
NH NH O O N N H H22 OO N N H H22 O ONNa a HH O O H H NN OHOH H H NH NH N N H H O O O O NH NH N N H H Cu Cu N N H H OH OH H H
+
+
+
+
+
+
4N4Naa++ C Cuu+++++
+
4 4 4 4 2 2 2.2. Uji Pengendapan dengan LogamUji Pengendapan dengan Logam
Pengendapan dengan HgClPengendapan dengan HgCl22
(Garam Netral Proteanat) (Garam Netral Proteanat)
15 15
Pengendapan dengan Pb-AsetatPengendapan dengan Pb-Asetat
3.
3. Uji Pengendapan Dengan GaramUji Pengendapan Dengan Garam
Reaksi endapan dengan Reagen MillonReaksi endapan dengan Reagen Millon
Reagen Millon menunjukkan uji positif terhadap tyrosin, reaksi nya sebagai Reagen Millon menunjukkan uji positif terhadap tyrosin, reaksi nya sebagai berikut : berikut : Uji MILLON Uji MILLON O O H H O O OH OH N N++ H H H H H H tyrosin tyrosin
+
+
HHgg++ NNOO22 O O H H O O OH OH N N++ H H H H H H H Hgg mercuri mercuri berwberw arna marna merah bataerah bata
16 16
Reaksi uji Biuret terhadap filtratReaksi uji Biuret terhadap filtrat
IX.
IX. PembahasanPembahasan
Pada uji biuret, protein yang digunakan adalah albumin, putih telur, kuning telur, Pada uji biuret, protein yang digunakan adalah albumin, putih telur, kuning telur, susu bubuk, susu cair, dan ikan. Uji biuret dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui susu bubuk, susu cair, dan ikan. Uji biuret dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya ikatan peptida dalam suatu larutan. keenam larutan ini ketika diberi ada tidaknya ikatan peptida dalam suatu larutan. keenam larutan ini ketika diberi perlakuan yang
perlakuan yang sama yaitu sama yaitu direaksikan dengan direaksikan dengan 1ml 1ml NaOH 2,5N NaOH 2,5N yang yang dilanjutkandilanjutkan dengan mereaksikannya kembali dengan beberapa tetes CuSO
dengan mereaksikannya kembali dengan beberapa tetes CuSO44 0,01M. Hasil yang0,01M. Hasil yang didapatkan relative sama, yaitu larutan pada akhirnya memberikan warna ungu setelah didapatkan relative sama, yaitu larutan pada akhirnya memberikan warna ungu setelah penambahan CuSO
penambahan CuSO44. Hal tersebut dapat menandakan terbentuknya ion kompleks antara. Hal tersebut dapat menandakan terbentuknya ion kompleks antara Cu
Cu2+2+ dengan dengan gugus gugus amino. Perubahan amino. Perubahan larutan yang larutan yang terjadi terjadi inilah yang inilah yang biasanyabiasanya menyatakan bahwa uji Biuret yang dilakukan pada kelima larutan protein ini bersifat uji menyatakan bahwa uji Biuret yang dilakukan pada kelima larutan protein ini bersifat uji positif. Yang memperlihatkan bahwa pada larutan putih telur, kuning telur, albumin, positif. Yang memperlihatkan bahwa pada larutan putih telur, kuning telur, albumin, tirosin, dan triptofan mengandung ikatan peptida.
tirosin, dan triptofan mengandung ikatan peptida.
Pada uji pengendapan dengan logam, digunakan garam logam HgCl
Pada uji pengendapan dengan logam, digunakan garam logam HgCl 22 dan Pb-dan Pb-asetat, dengan
asetat, dengan protein yang protein yang sama. Penambahan sama. Penambahan garam garam logam berat logam berat seperti seperti Pb-asetat Pb-asetat dandan HgCl
HgCl22 akan membentuk endapan logam proteinat. Ikatan yang terbentuk amat kuat danakan membentuk endapan logam proteinat. Ikatan yang terbentuk amat kuat dan akan memutuskan jembatan garam, sehingga protein mengalami denaturasi. Secara akan memutuskan jembatan garam, sehingga protein mengalami denaturasi. Secara
17 17 bersama gugus
bersama gugus – – COOH dan gugusCOOH dan gugus – – NHNH22 yang terdapat dalam protein dapat bereaksiyang terdapat dalam protein dapat bereaksi dengan ion logam berat dan membentuk senyawa kelat. Ion-ion yang dapat membentuk dengan ion logam berat dan membentuk senyawa kelat. Ion-ion yang dapat membentuk endapan logam dengan protein antara lain adalah Ag
endapan logam dengan protein antara lain adalah Ag++, , CaCa++++, , ZnZn++++, Hg, Hg++++, , FeFe++++, , CuCu++++,, Co
Co++++, , MnMn++++ dan Pbdan Pb++++. Selain gugus. Selain gugus – – COOH dan gugusCOOH dan gugus – – NHNH22, gugus, gugus – – R pada molekulR pada molekul asam amino tertentu dapat pula mengadakan reaksi dengan ion atau senyawa lain. ). asam amino tertentu dapat pula mengadakan reaksi dengan ion atau senyawa lain. ). Jumlah endapan yang dihasilkan dipengaruhi oleh kereaktifan logam berat yang Jumlah endapan yang dihasilkan dipengaruhi oleh kereaktifan logam berat yang ditambahkan. Logam Hg lebih reaktif daripada Pb kerena kedua logam tersebut ditambahkan. Logam Hg lebih reaktif daripada Pb kerena kedua logam tersebut merupakan logam transisi pada sistem periodik unsur. Karena itu seharusnya yang merupakan logam transisi pada sistem periodik unsur. Karena itu seharusnya yang terjadi pada percobaan adalah endapan pada penambahan logam Hg lebih banyak dari terjadi pada percobaan adalah endapan pada penambahan logam Hg lebih banyak dari logam Pb. Reaksi antara logam dengan protein dapat menyebabkan terputusnya rantai logam Pb. Reaksi antara logam dengan protein dapat menyebabkan terputusnya rantai samping pada protein yang menyebabkan protein menjadi tidak aktif. Selain itu, logam samping pada protein yang menyebabkan protein menjadi tidak aktif. Selain itu, logam tersebut dapat memutuskan ikatan disulfida dan ikatan pada jembatan garam. Protein tersebut dapat memutuskan ikatan disulfida dan ikatan pada jembatan garam. Protein yang terdenaturasi terlihat dari endapan putih yang terbentuk.
yang terdenaturasi terlihat dari endapan putih yang terbentuk.
Pada uji pengendapan dengan garam digunakan garam ammonium sulfat. Pada uji pengendapan dengan garam digunakan garam ammonium sulfat. Penggumpalan yang terjadi setelah penambahan garam disebabkan oleh tertariknya Penggumpalan yang terjadi setelah penambahan garam disebabkan oleh tertariknya mantel air koloid hidrofil oleh elektrolit, peristiwa ini disebut
mantel air koloid hidrofil oleh elektrolit, peristiwa ini disebut salting out salting out . Endapan. Endapan protein tersebut diuji kelarutannya terhadap air, dan menunjukkan bahwa endapan protein tersebut diuji kelarutannya terhadap air, dan menunjukkan bahwa endapan tersebut larut dalam air. Endapan yang melarut kembali berarti albumin mengalami tersebut larut dalam air. Endapan yang melarut kembali berarti albumin mengalami denaturasi dapat balik (
denaturasi dapat balik (reversiblereversible) atau redenaturasi yang hanya mengganggu ikatan) atau redenaturasi yang hanya mengganggu ikatan struktur tertier protein pada salah satu ikatan rantai samping. Namun, endapan tersebut struktur tertier protein pada salah satu ikatan rantai samping. Namun, endapan tersebut seharusnya tidak larut air karena
seharusnya tidak larut air karena salting out salting out . Kondisi ini menyebabkan protein tidak . Kondisi ini menyebabkan protein tidak dapat lagi melarutkan garam sehingga larutan jenuh. Uji Millon yang dilakukan terhadap dapat lagi melarutkan garam sehingga larutan jenuh. Uji Millon yang dilakukan terhadap endapan yang terbentuk menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna merah endapan yang terbentuk menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna merah bata, yang membuktikan bahwa endapan tersebut mengandung protein. Hal ini bata, yang membuktikan bahwa endapan tersebut mengandung protein. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan garam tidak merusak protein, garam hanya menutupi menunjukkan bahwa penambahan garam tidak merusak protein, garam hanya menutupi permukaan protein yang aktif. Pada filtrat yang menghasilkan uji positif (memberikan permukaan protein yang aktif. Pada filtrat yang menghasilkan uji positif (memberikan warna ungu) pada uji biuret menunjukkan bahwa masih terdapat protein yang belum warna ungu) pada uji biuret menunjukkan bahwa masih terdapat protein yang belum mengendap sempurna, sehingga masih terdapat protein dalam filtrat. Seharusnya, protein mengendap sempurna, sehingga masih terdapat protein dalam filtrat. Seharusnya, protein dapat mengendap sempurna, sehingga memberikan uji negatif atau menghasilkan warna dapat mengendap sempurna, sehingga memberikan uji negatif atau menghasilkan warna biru pada uji biuret.
18 18
Pada uji koagulasi, protein direaksikan dengan asam asetat kemudian dipanaskan. Pada uji koagulasi, protein direaksikan dengan asam asetat kemudian dipanaskan. Hasilnya, protein menggumpal atau terkoagulasi. Panas digunakan untuk mengacaukan Hasilnya, protein menggumpal atau terkoagulasi. Panas digunakan untuk mengacaukan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik non polar pada protein sehingga protein ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik non polar pada protein sehingga protein albumin terdenaturasi dan terkoagulasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun. albumin terdenaturasi dan terkoagulasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun. Hal tersebut dapat terjadi karena suhu tinggi dapat meningkatkan energi kinetik dan Hal tersebut dapat terjadi karena suhu tinggi dapat meningkatkan energi kinetik dan menyebabkan molekul penyusun protein bergerak atau bergetar sangat cepat sehingga menyebabkan molekul penyusun protein bergerak atau bergetar sangat cepat sehingga mengacaukan ikatan molekul tersebut. Hal ini terjadi karena energi panas akan mengacaukan ikatan molekul tersebut. Hal ini terjadi karena energi panas akan mengakibatkan terputusnya interaksi non-kovalen yang ada pada struktur alami protein mengakibatkan terputusnya interaksi non-kovalen yang ada pada struktur alami protein tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan peptida. Penambahan asam tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan peptida. Penambahan asam asetat bertujuan agar larutan albumin mencapai pH isolistriknya, titik isolistrik albumin asetat bertujuan agar larutan albumin mencapai pH isolistriknya, titik isolistrik albumin berada pada pH 4.55-4.90 (Poedjiadi 1994). Muatan gugus amino dan karboksil bebas berada pada pH 4.55-4.90 (Poedjiadi 1994). Muatan gugus amino dan karboksil bebas akan saling menetralkan pada pH isolistrik sehingga molekul bermuatan nol dan mudah akan saling menetralkan pada pH isolistrik sehingga molekul bermuatan nol dan mudah diendapkan (Winarno 2002). Ketika pemanasan dilakukan dan mencapai temperatur diendapkan (Winarno 2002). Ketika pemanasan dilakukan dan mencapai temperatur diatas 60
diatas 60ooC kelarutan protein akan berkurang karena pada temperatur yang tinggi energiC kelarutan protein akan berkurang karena pada temperatur yang tinggi energi kinetik molekul protein meningkat sehingga terjadi getaran yang cukup kuat untuk kinetik molekul protein meningkat sehingga terjadi getaran yang cukup kuat untuk merusak ikatan atau interaksi rantai samping pada struktur tertier dan kuartener yang merusak ikatan atau interaksi rantai samping pada struktur tertier dan kuartener yang menyebabkan koagulasi. Hasil uji koagulasi protein menunjukkan bahwa endapan tidak menyebabkan koagulasi. Hasil uji koagulasi protein menunjukkan bahwa endapan tidak larut air yang berarti protein telah terdenaturasi oleh pemanasan yang dilakukan. Pada larut air yang berarti protein telah terdenaturasi oleh pemanasan yang dilakukan. Pada filtrat yang menghasilkan uji positif (memberikan warna ungu) pada uji biuret filtrat yang menghasilkan uji positif (memberikan warna ungu) pada uji biuret menunjukkan bahwa masih terdapat protein yang belum mengalami koagulasi sempurna, menunjukkan bahwa masih terdapat protein yang belum mengalami koagulasi sempurna, sehingga masih terdapat protein dalam filtrat. Seharusnya, protein dapat mengendap sehingga masih terdapat protein dalam filtrat. Seharusnya, protein dapat mengendap sempurna, sehingga memberikan uji negatif atau menghasilkan warna biru pada uji sempurna, sehingga memberikan uji negatif atau menghasilkan warna biru pada uji biuret.
biuret.
X.
X. KesimpulanKesimpulan 1.
1. Uji biuret dapat dikatakan uji positif bila setelah penambahan reagennyaUji biuret dapat dikatakan uji positif bila setelah penambahan reagennya menghasilkan warna ungu, yang menandakan bahwa pada protein tersebut menghasilkan warna ungu, yang menandakan bahwa pada protein tersebut terdapat ikatan peptida.
terdapat ikatan peptida. 2.
2. Reaksi antara logam dengan protein dapat menyebabkan terputusnya rantaiReaksi antara logam dengan protein dapat menyebabkan terputusnya rantai samping pada protein yang menyebabkan protein menjadi tidak aktif.
19 19 3.
3. Penggumpalan yang terjadi setelah penambahan garam disebabkan olehPenggumpalan yang terjadi setelah penambahan garam disebabkan oleh tertariknya mantel air koloid hidrofil oleh elektrolit, peristiwa ini disebut
tertariknya mantel air koloid hidrofil oleh elektrolit, peristiwa ini disebut saltingsalting out
out .. 4.
4. Pada uji koagulasi, panas akan menyebabkan kacaunya ikatan hidrogen danPada uji koagulasi, panas akan menyebabkan kacaunya ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik non polar pada protein sehingga protein albumin interaksi hidrofobik non polar pada protein sehingga protein albumin terdenaturasi dan terkoagulasi
20 20 XI.
XI. Daftar PustakaDaftar Pustaka
Anonim.2011.
Anonim.2011. Uji Kualitatif Protein dan Asam AminoUji Kualitatif Protein dan Asam Amino, (Online),, (Online), (http://www.faperta.ugm.ac.id/newbie/.../PengantarBiokim.ppt,
(http://www.faperta.ugm.ac.id/newbie/.../PengantarBiokim.ppt, diakses tanggaldiakses tanggal 4 Maret 2012).
4 Maret 2012).
Anonim. 2011.
Anonim. 2011. ProteinProtein, (Online),, (Online), (http://bioa-iainsnj.com/bioa/berita-148- (http://bioa-iainsnj.com/bioa/berita-148-protein.html,
protein.html, diakses tanggal 4 Maret 2012).diakses tanggal 4 Maret 2012).
Fessenden, JR & Fessenden, JS.1986.
Fessenden, JR & Fessenden, JS.1986. Kimia Organik Jilid 2 Edisi KetigaKimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga. Jakarta:. Jakarta: Erlangga.
Erlangga.
Hawab, HM. 2004.
Hawab, HM. 2004. Pengantar BiokimiaPengantar Biokimia. Jakarta : Bayu Media Publishing.. Jakarta : Bayu Media Publishing.
Lehninger, Albert L. 1982.
Lehninger, Albert L. 1982. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1 Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta: Erlangga.. Jakarta: Erlangga.
Poedjiyadi, Anna dkk. 2006.
21 21 XII.
22 22 XIII.
XIII. Jawaban PertanyaanJawaban Pertanyaan
Uji Biuret Uji Biuret
Warna apa yang terjadi?Warna apa yang terjadi?
Warna yang dihasilkan adalah ungu atau violet. Warna yang dihasilkan adalah ungu atau violet.
Mengapa harus dihindarkan kelebihan CuSOMengapa harus dihindarkan kelebihan CuSO44??
Karena apabila kelebihan pemakaian CuSO
Karena apabila kelebihan pemakaian CuSO44 akan menyebabkan terbentuk akan menyebabkan terbentuk endapan yaitu endapan Cu (OH)
endapan yaitu endapan Cu (OH)22 yang tentunya akan mengganggu test biuret iniyang tentunya akan mengganggu test biuret ini
Mengapa garam ammonium mengganggu?Mengapa garam ammonium mengganggu?
Garam ammonium dapat mengganggu test biuret ini karena ammonium bila Garam ammonium dapat mengganggu test biuret ini karena ammonium bila direaksikan dengan CuSO
direaksikan dengan CuSO44 akan terbentuk kompleks-kompleks NHakan terbentuk kompleks-kompleks NH33
Sebutkan dua macam zat lain selain protein yang memberikan uji biuret positif?Sebutkan dua macam zat lain selain protein yang memberikan uji biuret positif?
Zat lain selain protein yang memberikan uji positif pada uji biuret adalah Zat lain selain protein yang memberikan uji positif pada uji biuret adalah histidin, serin, treonin.
histidin, serin, treonin.
Uji Pengendapan Dengan Logam Uji Pengendapan Dengan Logam
Apa hasilnya?Apa hasilnya?
Pada pengendapan logam akan terbentuk endapan putih Pada pengendapan logam akan terbentuk endapan putih
Terangkan mengapa putih telur digunakan sebagai antidote pada keracunan PbTerangkan mengapa putih telur digunakan sebagai antidote pada keracunan Pb
dan Hg! dan Hg!
Putih telur dapat digunakan sebagai antidote pada keracunan Pb dan Hg karena Putih telur dapat digunakan sebagai antidote pada keracunan Pb dan Hg karena albumin putih telur dapat mengendapkan Hg dan Pb sehingga Hg dan Pb
albumin putih telur dapat mengendapkan Hg dan Pb sehingga Hg dan Pb bereaksi dan tidak menimbulkan keracunan.
bereaksi dan tidak menimbulkan keracunan.
Uji Pengendapan Dengan Garam Uji Pengendapan Dengan Garam
Terangkan hasil-hasilnya!Terangkan hasil-hasilnya!
Pada percobaan ini hasil pencampuran antara serbuk ammonium sulfat dengan Pada percobaan ini hasil pencampuran antara serbuk ammonium sulfat dengan protein menghasilkan endapan dan filtrate. Untuk endapan yang dihasilkan protein menghasilkan endapan dan filtrate. Untuk endapan yang dihasilkan dilakukan uji millon yang menghasilkan endapan merah bata, sedangkan untuk dilakukan uji millon yang menghasilkan endapan merah bata, sedangkan untuk filtrate dilakukan uji biuret yang menghasilkan larutan berwarna biru.
23 23
Uji Koagulasi Uji Koagulasi
Mengapa ditambahkan asam?Mengapa ditambahkan asam?
Penambahan asam asetat bertujuan agar larutan albumin mencapai pH Penambahan asam asetat bertujuan agar larutan albumin mencapai pH
isolistriknya, titik isolistrik albumin berada pada pH 4.55-4.90. Muatan gugus isolistriknya, titik isolistrik albumin berada pada pH 4.55-4.90. Muatan gugus amino dan karboksil bebas akan saling menetralkan pada pH isolistrik sehingga amino dan karboksil bebas akan saling menetralkan pada pH isolistrik sehingga molekul bermuatan nol dan mudah diendapkan.
molekul bermuatan nol dan mudah diendapkan.
Protein apa yang menggumpal pada pendidihan?Protein apa yang menggumpal pada pendidihan?
Semua protein menggumpal pada pendidihan. Semua protein menggumpal pada pendidihan.