• Tidak ada hasil yang ditemukan

Juril AMIK MBP. Siti Rakiyah (Dosen PGSD Universitas Quality)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Juril AMIK MBP. Siti Rakiyah (Dosen PGSD Universitas Quality)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Volume: V No.1 Februari 2017 40 PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN

KEMAMPUAN BERBICARA MATERI BAHASA INDONESIA DALAM MENANGGAPI INFORMASI SECARA LISAN

MURID KELAS VI SEMESTER I SDN 1 KUTACANE Siti Rakiyah

(Dosen PGSD Universitas Quality) ABSTRACT

This study is aimed at improving students’ability in material Indonesian language in responding the information verbally in demonstration method in 5th grade semester 1 at SDN 1 Kutacane with total number of students are 39. Based on the data had been found that there were the increasing in the ability of the students and in this case could provable in the orientation test, cycle 1 and cycle 2. In the orientation test, the mean of the students’ score was 61,66%, and cycle 1 test, the mean of the students’ score was 69,10%, and in the cycle 2 test, the mean of the students’ score was 81,15%. It can be oncluded that teaching Indonesian language by using demonstration method is effective in responding the information verbally and Indonesian language teacher should try this strategy.

Kata kunci: Responding the information verbally in demonstration method.

1.PENDAHULUAN

Salah satu wawasan yang perlu dimiliki Guru adalah strategi belajar-mengajar yaitu garis besar haluan bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang telah digariskan. Untuk mencpai tujuan tesebut perlu dikembangkan iklim pembelajaran yang kondusif dan mempersiapkan diri secara optimal. Pengeloalan pembelajaran yang dilakukan dengan baik tentunya akan berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dan berhasilnya akibat penguasaan materi pelajaran oleh siswa.

Jadi, tugas seorang guru adalah mendidik, mengajar dan melatih siswanya agar mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik. Guru harus menguasai strategi atau berbagai kemampuan mengajar. Salah satu bagian dari pengembangan metode demontrasi diantaranya adalah mengembangkan diri secara profesional.

Untuk memaksimalkan peran dunia pendidikan dalam membudayakan manusia secara terprogram, maka pemerintah telah membuat undang-undang tentang sistem pendidikan Nasional yaitu terdapat pada pasal 4 yang menegaskan bahwa pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa dan berbudi pekerti luhur, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Selain hal tersebut, dalam PP no. 28 tahun 1990 pasal 3 disebutkan “pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar pada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, warga negara dan umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah”.

Pembelajaran yang berhasil ditunjukkan oleh lingkup penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru serta tinggi rendahnya penguasaan materi pelajaran tersebut dapat dilihat dari evaluasi yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran. Secara

(2)

Volume: V No.1 Februari 2017 41 umum, prestasi belajar ini tercermin dari terserapnya materi pelajaran oleh anak. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tersebut biasanya disebut sebagai prestasi hasil belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai belajar, sehinggga kegiatan pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila lebih dari 70 % jumlahh anak menguasai pelajaran dengan baik.

Jadi, guru sebagai salah satu komponen penting sekolah harus mampu memiliki kemampuan profesional yang memadai agar mampu mencapai hasil yang lebih dari 70% seperti yang diutarakan di atas. Dengan demikian, apabila hal tersebut dapat dicapai guru sangat berarti baik di hadapan siswa (subjek didik) maupun di mata masyarakat, Dalam rangka mempertahankan hal tersebut guru harus memperhatikan: pengembangan diri terutama sekali kemampuan profesional, keluasan dan kedalaman wawasan yang digunakan sebagai landasan dalam mengambil keputusan, dan Guru harus kaya dengan inovasi kreatif dalam memilih strategi (metode) pembelajaran yang digunakan sekaligus sebagai pemertahanan aspek keberhasilan tersebut. Bertumpu pada beberapa hal tersebut guru sebagai pendidik salah satu aspek yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan diadakannya penelitian tindakan kelas. Tindakan kelas sebagai salah satu hal yang membantu dalam usaha meningkatkan kemampuan baik guru, siswa maupun materi itu sendiri.

Berangkat dari hal-hal di atas, ada beberapa hal yang menjadi catatan, salah satu di antaranya adalah kenyataan di lapangan baik dari hasil observasi maupun kegiatan evaluasi yang dilakukan terhadap 39 siswa/ anak kelas VI SDN 1 KUTACANE pada semester I, tahun pelajaran 2009/2010 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam, hasil yang diperoleh sangat kurang memuaskan. Hasil yang telah diperoleh dari kegiatan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia hanya lima (5) orang dari 20 siswa yang tingkat penguasaan materi pelajaran memperoleh nilai di atas 70. Sedangkan sisanya rata-rata tingkat pennguasaan siswa terhadap materi pelajaran di bawah 60.

Dalam rangka meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran bahasa Indonesia , maka diperlukan langkah dalam menanggapi informasi secara lisan dalam proses pembelajaran tersebut, langkah yang dimaksud adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sangat penting diperlukan guna pengkajian yang lebih mendalam terhadap sesuatu yang terjadi di dalam kelas dan juga untuk menambah kepekaan guru terhadap dinamika pembelajaran di dalam kelas. Oleh sebab itu, penulis dibantu oleh teman sejawat melakukan perbaikan pembelajaran ini dilakukan untuk memenuhi salah satu tugas akhir dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) pada jenjang Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Berdasarkan latar belakang masalah pada bagian pendahuluan di atas, dapat dirumuskan masalah utama yang akan dikaji melalui penelitian tindakan kelas ini adalah Bagaimana meningkatkan kemampuan Berbicara materi bahasa Indonesia dalam menanggapi informasi secara lisan pada semester 1 dengan menggunanakan Strategi Demonstrasi murid kelas VI SDNegri 1 Kutacane tahun ajaran 2009/2010?

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah Untuk meningkatkan kemampuan penguasaan materi oleh murid kelas VI SDN 1 Kutacane pada semester I, tahun pelajaran 2009/2010 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menanggapi informasi secara lisan menggunakan strategi Demonstrasi.

(3)

Volume: V No.1 Februari 2017 42 Hasil yang diharapkan dari penelitian tindakan kelas yang diadakan adalah sebagai berikut :

Bagi Siswa :

1. Meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam menggunakan strategi Demonstrasi;

2.Meningkatkan keberanian untuk tampil di muka kelas; 3.Meningkatkan kreativitas berpikir dan bernalar siswa;

4.Menghilangkan kejenuhan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi guru :

1. Dapat membantu guru dalam menerapkan/menggunakann metode demonstrasi.

2. Dapat membantu guru dalam menyusun prosedur pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman penguasaan siswa;

3. Dapat membantu guru dalam menyusun topik-topik. pembelajaran Bahasa Indonesia dan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan dan minat siswa, yang menarik, yang memberikan wawasan dan pengetahuan baru, serta yang menantang kreativitas berpikir siswa.

Bagi Sekolah :

1.Akan meningkatkan kualitas lulusan;

2.Meningkatkan kredibilitas sekolah yang bersangkutan; dan 3.Meningkatkan grade sekolah.

2.KAJIAN PUSTAKA

Guru dalam melaksanakan tugasnya dituntut secara profesional. Keprofesional guru harus memerlukan wawasan luas, mantap, dan utuh tentang kegiatan proses pembelajaran. Salah satu diantara teknik (sterategi) yang dimaksud adalah teknik demonstrasi. Dengan demonstrasi, proses penerimaan murid terhadap proses pembelajaran akan ebih terkesan secara mendalam; sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama pembelajaran berlangsung.

Penggunaan metode demonstrasi mempunyai tujuan agar siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu misalnya penggunaan kompor untuk mendidihkan air, cara membuat sesuatu misalnya membuat kertas; dengan demonstrasi siswa dapt mengamati bagian-bagian dari sesuatu benda atau alat seperti bagian tubuh manusia.

Bila dilaksanakan demonstrasi dengan baik dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

a.guru harus mampu menyusun rumusan tujuan instruksional, agar dapat memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar.

b. Pertimbangkanlah baik-baik apakah pilihan teknik ini sudah mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah dirumuskan.

c. Apakah tersedia waktu yang cukup, sehingga dapat memberi keterangan , kalau siswa bertanya. Dan

d. Selam demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada siswa untuk smengamati dengan baik dan bertanya.

(4)

Volume: V No.1 Februari 2017 43 Dengan demikian, dapat dikatakan metode demonstrasi adalah metode yang paling sederhana dibandingkan dengan metode mengajar lainnya. Metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk membelajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan atau hal-hal yang bersifat rutin. Jadi, dalam pembelajaran baik bahasa Indonesia sangatlah cocok dengan metode ini.

3.METODE PENELITIAN

Tempat pelakasanaan kegiatan perbaikan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VI SDN 1 Kutacane pada semester I, tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang.

Deskripsi perbaikan pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk meningkatkan aktivitas pemahaman penguasaan materi dan menunjang kreatifitas berpikir siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menanggapi informasi secara lisan. Proses deskripsi pelaksanaan tindakan perbaikan ini melalui dua tahap secara berdaur ulang (dalam 2 siklus) mulai dari:

1. Tahap perencanaan tindakan, 2. Tahap pelaksanaan tindakan, dan

3. Tahap refleksi (lihat buku pedoman PKP).

Berdasarkan rumusan masalah dan pemecahan masalah, maka tindakan yang dilakukan yang menjadi alternatif mengatasi permasalahan sesuai dengan per mata pelajaran adalah sebagai berikut

a. Mata pelajaran bahasa Indonesia

 guru harus membuat skenario pembelajaran;

 menyediakan sarana dan prasarana yang memadai

 pada saat menyampaikan materi, guru hendaknya memberikan contoh yang cukup kepada siswa;

 guru harus memberikan tugas kepadasiswa baik secara individu maupun kelompok. Dan

(5)

Volume: V No.1 Februari 2017 44 Gambar 3.1 Alur PTK Perencanaan Tindakan

 

Penjelasan alur di atas adalah:

1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.

2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dariditerapkannyametode pembelajaran demonstrasi.

3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukanberdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat. 4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat

rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.

5. Observasi dibagi dalam dua putaran, yaitu putaran 1, dan 2, dimana masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam dua putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.

Penelitian ini akan mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil observasi yang akan dideskripsikan melalui tertulis. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode

Refleksi Tindakan/Observa si Refleksi Tindakan/Observa si Refleksi Tindakan/Observa si Rencana awal/rancangan Rencana yang direvisi Rencana yang direvisi Siklus 1 Siklus 2 (bila diperlukan) Siklus 3 (bila diperlukan) Pra Siklus

(6)

Volume: V No.1 Februari 2017 45 deskriptif kualitatif. Menurut Sudjana (2001:209) penelitian deskriptif kualitatif dalam pendidikan bertujuan untuk mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan pada apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukan kekurangan dan kelemahan pendidikan, sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya. Selain itu, dipadu dengan metode kuantitatif dalam menganalisis hasil belajar siswa karena berupa angka-angka.

Pada tahap análisis data ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. menganalisis data yang didapatkan mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan sampai kepada dilakukannya siklus demi siklus (sesuai dengan hipotesis)

2. menganalisis data pada tahap tindakan yang dilakukan,

3. mengulas dan menjelaskan konsep materi yang belum jelas sesuai dengan rencana, dan 4. melakukan intervensi, pemaknaan, dan penyimpulan data yang telah diperoleh, serta

melihat hubungan antara metode dan rencana yang telah ditetapkan. 1) Penilaian dengan Menggunakan Kategori

Hasil penilaian sikap yang berupa angka dianalisis dalam bentuk kategori dengan rentangan nilai yang telah ditentukan.

Tingkat keberhasilan ditentukan dengan melihat dari kriteria yang telah ditetapkan, yaitu kriteria menentukan tingkat persentase jumlah siswa dari tiap indikator yang dibagi menjadi 5 bagian yaitu

1. Sangat baik : 80 %-100% 2. Baik : 60% -79% 3. Cukup : 40% -59% 4. Kurang : 20% - 39% 5. Sangat kurang : :0%-19%

Dalam penelitian ini dinyatakan berhasil dalam klasikal jika mendapat 80%, dan jika ketuntasan belajar siswa mendapat nilai > 70 maka siswa dikatakan berhasil atau tuntas belajar.

Dari lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dianalisis dengan mendeskripsikan setiap jenis aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan persentase (%) yaitu jumlah frekuensi aktivitas yang muncul dibagi dengan jumlah sekuruh frekuensi aktivitas dikalikan 100%. Analisis ini dilakukan mulai dari pra siklus sampai dengan siklus kedua. Analisis tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

% 100 x N f P  Keterangan:

P = persentase jenis aktivitas guru atau siswa f = frekuensi kejadian yang muncul

N = jumlah aktivitas keseluruhan

Tingkat keberhasilan ditentukan dengan melihat dari kriteria yang telah ditetapkan, yaitu kriteria menentukan tingkat persentase jumlah siswa dari tiap indikator yang dibagi menjadi 5 bagian yaitu

 Sangat baik : 80 %-100%  Baik : 60% -79%

(7)

Volume: V No.1 Februari 2017 46  Cukup : 40% -59%

 Kurang : 20% - 39%  Sangat kurang : 0%-19%

Dalam penelitian ini dinyatakan berhasil dalam klasikal jika mendapat 80%, dan jika ketuntasan belajar siswa mendapat nilai > 70 maka siswa dikatakan berhasil atau tuntas belajar

4.ANALISIS DATA

Pada pertemuan awal dengan siswa dilakukan pretes sebelum dilaksanakannya pembelajaran. Pretes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi membaca pemahaman. Hasil pretes siswa diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih tergolong kepada kurang mampu dalam menyelesaikan soal-soal tentang materi pemahaman. Kesulitan-kesulitan siswa tersebut dapat dilihat dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan ketika menjawab pertanyaan yang diberikan. Berikutdisajikan persentase jawaban siswa dari soal-soal yang diberikan pada saat pretes.

Tabel 1: Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa Pada Pada materi pelajaran bahasa indonesia

Nilai Jumlah Siswa Persentase Ketuntasan

<45 0% 0% 0% 46-55 4 10,25% Tidak Tuntas 56-65 28 72,00 % Tuntas 66-75 5 12,82% Tuntas 76-85 2 5,12 % Tuntas 86-100 0 0 % Tuntas Jumlah Siswa 39

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat rata-rata nilai 69% siswa masih belum tuntas yaitu rata-rata nilai sebesar 61,66 sehingga baik secara perorangan maupun keseluruhan, kemampuan awal siswa masih tergolong belum tuntas. Dengan demikian dapat dikemukakan kesimpulan awal masih rendah dalam menguasai materi berbicara pemahaman.

Pada tahap analisis data hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. menganalisis data yang didapatkan mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan sampai kepada dilakukannya siklus demi siklus (sesuai dengan hipotesis)

2. menganalisis data pada tahap tindakan yang dilakukan,

3. mengulas dan menjelaskan konsep materi yang belum jelas sesuai dengan rencana, dan 4.melakukan intervensi, pemaknaan, dan penyimpulan data yang telah diperoleh, serta

melihat hubungan antara metode dan rencana yang telah ditetapkan.

Berdasarkan siklus pertama dan pendekatan demonstrasi yang dilakukan, murid melakukan aktivitas kegiatan di dalam kelas untuk membahas tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru. setelah dibahas dan dan dijawab semua pertanyaan yang diberikan. lalu, diadakan pemeriksaan dengan seksama. Maka diperoleh data mengenai kemampuan penguasaan materi bahasa Indonesia.

(8)

Volume: V No.1 Februari 2017 47 Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Tabel 2: Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa Pada Siklus I Nilai Jumlah Siswa Persentase

<45 0 0% 46-55 0 0 % 56-65 14 35,8 % 66-75 23 58,9% 76-85 2 5,1 % 86-100 0 0 % Jumlah Siswa 39

Berdasarkan tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa terdapat 32 orang siswa yang belum berhasil belajar yaitu memiliki tingkat keberhasilan belajar dibawah 75, namun sudah terlihat kenaikan sedikit. Batas nilai ketuntasan dapat dicapai sekitar 82% siswa. Namun secara hakiki batas KKM tersebut tidak menunjukkan keberhasilan pada pembelajaran tersebut. Perlu dilakukan kajian ulang sehingga dapat meningkatkan kembali hasil pembelajaran pada materi pelajaran bahasa indonesia.

Pada siklus kedua ini, sesuai dengan perencanaan tindakan, pertama-tama guru harus memberikan kesempatan kepada masing-masing murid untuk menjawab semua soal yang telah diberikan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran lanjutan tentang kemampuan penguasaan materi bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan demonstrasi.

Perbaikan hasil tes siswa secara (berdaur ulang), dapat dilihat pada tabel berikut. Sedangkan, untuk latihan, konsepnya sama dengan kegiatan serupa pada siklus pertama, yakni latihan dilakukan di dalam kelas (dalam ruangan). Pada kegiatan ini diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 3: Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa Pada Siklus II Nilai Jumlah Siswa Persentase Ketuntasan

<45 0 0% Tidak Tuntas 46-55 0 0 % Tidak Tuntas 56-65 0 0 % Tuntas 66-75 6 15,3% Tuntas 76-85 30 76,9 % Tuntas 86-100 3 7,6 % Tuntas Jumlah Siswa 39

Berdasarkan tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa semua siswa telah berhasil menguasai pemelajaran yaitu memiliki tingkat keberhasilan belajar diatas 75 dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian diketahui bahwa kemampuan siswa dalam memahami pelajaran tentang materi keterampilan berbicara dengan metode demonstrasi mengalami peningkatan

(9)

Volume: V No.1 Februari 2017 48 Pada siklus II, guru mengulang kembali menjelaskan tentang materi kemampuan berbicara dalam menanggapi informasi pemahaman Selanjutnya guru membentuk kelompok diskusi dan memberikan materi untuk didiskusikan dan memberi lembaran kerja kelompok untuk masing-masing kelompok. Diakhir pembelajaran guru memberikan kesimpulan dan tugas siswa untuk dikerjakan di rumah.

Pembelajaran dengan model demonstrasi pada siklus II lebih mampu dalam melakukan kerjasama dalam kelompok. Siswa sudah memahami dan mampu untuk melakukan aktivitas belajar secara kelompok. Sehingga siswa lebih aktif dan benar-benar mampu melakukan kerjasama dalam kelompok. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus II ini ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi membaca pemahaman.

Melalui pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrssi pada materi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian pada awal pelaksanaan pretes siswa memiliki nilai rata-rata hasil belajar adalah sebesar 61,66 dan ketuntasan klasikal 52% dimana tingkat keberhasilan ini dibawah 69%.

Selanjutnya dilakukan tindakan dengan menggunakan metode tanya jawab pada siklus I Berdasarkan hasil tes pelaksanaan tindakan pembelajaran pada siklus I ini kemampuan siswa mengalami perubahan dimana siswa telah memiliki nilai rata-rata 69,10. Akan tetapi tingkat ketercapaian hasil belajar siswa ini masih belum memuaskan, sehingga perlu melakukan tindakan pembelajaran melalui siklus II.

Hasil tes dari siklus II ini memberikan perubahan kepada hasil belajar siswa. Siswa lebih mampu dalam memahami dan menguasai materi pelajaran pada pokok bahasan keterampilan berbicara dalam menanggapi informasi secara lisan. Dari 5 soal tes hasil yang diberikan kepada siswa seluruhnya (100%) dapat diselesaikan siswa dengan baik, memiliki nilai rata-rata 81,15 dan ketuntasannya 100%% atau telah berhasil siswa menjawab soal dengan benar. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa tingkat ketercapaian hasil belajar siswa pada siklus II secara keseluruhan tergolong telah berhasil yaitu 100% soal telah diselesaikan dengan baik oleh siswa. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai rata-rata pada tes awal hanya mencapai nilai rata-rata sebesar 61,66 yang kemudian meningkat pada siklus I setelah dilakukannya tindakan menjadi sebesar 69,10 dan meningkat kembali pada siklus II yang akhirnya didapat nilai rata-rata 81,15.

5.KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil analisis pembahasan masalah. Dalam penelitian ini dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:

1. Penggunaan metode demonstrasi pada materi pembelajaran bahasa Indonesia dalam

menanggapi informasi secara lisan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan penguasaan dan pemahaman siswa dengan beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah: (a) persiapan, (b) aktivitas belajar mengajar, dan (c) tahap pelaksanaan tindakan. 2. Rata-rata nilai hasil belajar pada tes awal hanya mencapai nilai rata-rata sebesar 61,66 yang kemudian meningkat pada siklus I setelah dilakukannya tindakan menjadi sebesar 69,10dan meningkat kembali pada siklus II yang akhirnya didapat nilai rata-rata 81,15. 3. Respon siswa terhadap penggunaan metode demonstrasi menunjukkan sikap yang

(10)

Volume: V No.1 Februari 2017 49 pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab pada pokok bahasan membaca pemahaman menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil pengamatan siklus I hingga siklus II selama pelaksanaan denganmenggunakan metode tanya jawab berjalan dengan baik. 4. Dari hasil belajar siswa setelah digunakannya metode demonstrasi pada pokok bahasan

membaca pemahaman, sudah terlihat motivasibelajar siswa untuk belajar meskipun belum sempurna tetapi sudahdigolongkan membaik, karena hasil sudah mengalami peningkatan.

Dari hasil analisis di atas, adapun saran yang dapat diberikan para penulis adalah sebagai berikut:

1. Agar memiliki nilai guna yang optimal, semua hasil penelitian ini harus segera disosialisasikan dan ditindaklanjuti. Terutama yang berhubungan dengan bagaimana memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran, salah satunya adalah dengan metode pemberian tugas.

2. Guru-guru Sekolah Dasar harus terus menggiatkan pelaksanaan penelitian tindakan semacam ini, sehingga nantinya akan diperoleh berbagai strategi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas suatu sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1993. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud _______. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :Depdikbud

Elang, Kusnadi. 2002. Materi Pokok Pembelajaran Pendidikan Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.

Jehan, W. George 1997. Teknik Berbicara yang Meyakinkan dan Efektif. Jakarta : Gunung Jati

N.K., Roetiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rinneka Cipta

Nurhadi dan Gerrad Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam

KBK.Malang : Universitas Malang

Sibarani, R. 1992. Hakikat Bahasa. Bandung : PT. Aditya Bakti

Taufik, Agus. 2002. Teori-teori Belajar dan Implikasi dalam Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.K. dkk. 2004. Materi Pokok Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka

--- ---- . 2005 Materi Pokok Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka

Gambar

Tabel 1: Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa Pada Pada materi pelajaran bahasa  indonesia
Tabel 3: Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa Pada Siklus II  Nilai  Jumlah Siswa  Persentase  Ketuntasan

Referensi

Dokumen terkait

sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat itu sendiri.Ini juga bermakna adanya semangat kebersamaan, kemandirian, dan kegotongroyongan dalam pengelolaan PKBM serta

Berlatar belakang masalah tersebut, dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan analisa pengaruh variasi kedalaman terhadap performa CALM Buoy yang dipengaruhi oleh respon

analisis jalur (path analysis) didapatkan hasil bahwapengaruh modal psikologi terhadap kinerja lebih efektif secara langsung tanpa melalui mediasi OCB.Dengan arti lain

Kemampuan dari aplikasi web scraping adalah Sistem berupa fungsi menggunakan aplikasi berbasis web digunakan untuk melakukan proses web scraping, Menggunakan CMS

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana membuat suatu Content Management System (CMS) Sistem Informasi Geografi (SIG) berbasis web

Adapun tujuan dari penulis ini adalah : Untuk melakukan analisa LPG Mix dengan menggunakan peralatan gas khromatografi yang di kalibrasi dengan standar MESA di PT.Surya Esa

Dengan berbagai ketentuan tersebut maka komunikasi antar perpustakaan perguruan tinggi yang homogen atau sejenis akan berjalan dengan baik sehingga dapat saling share

Algoritma Genetika adalah algoritma yang memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan proses evolus yang dikembangkan dari proses pencarian solusi