• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA TAHUN 2017"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

TAHUN

DINAS PENANAMAN MODAL DAN

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

KABUPATEN KAPUAS HULU

PUTUSSIBAU

LAPORAN KINERJA

TAHUN 2017

DINAS PENANAMAN MODAL DAN

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

KABUPATEN KAPUAS HULU

PUTUSSIBAU

LAPORAN KINERJA

DINAS PENANAMAN MODAL DAN

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017 dapat tersusun.

Tujuan dari penyusunan LAKIP adalah melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan dan program kerja yang diselenggarakan sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi serta kewenangan dan kebijakan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Selain itu laporan ini disusun dalam rangka menyampaikan hasil evaluasi dan analisis realisasi kinerja kegiatan dari pelaksanaan kebijakan dan program Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu serta hambatan dan permasalahan yang dihadapi pada Tahun Anggaran 2017.

Berkenaan dengan hal tersebut, diucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu ini, semoga dapat memberikan manfaat baik sebagai informasi maupun bahan evaluasi kinerja dan menjadi umpan balik bagi pihak – pihak yang berkepentingan guna perbaikan dan penyempurnaan.

(3)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM 1 1. Pendahuluan... 2. Susunan Organisasi... 3. Tupoksi... 4. Sumber Daya Aparatur... 5. Sumber Daya Keuangan... 6. Sarana dan Prasarana...

1 3 5 14 17 17 B. PERMASALAHAN UTAMA ( STRATEGIC ISSUED )

1. Sekretariat

2. Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal... 3. Bidang Penanaman Modal...

22 22 22 23 BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. RENSTRA 24

1. Visi... 2. Misi... 3. Tujuan dan Sasaran Strategis serta Indikator Kinerja Utama... 4. Strategi dan Kebijakan... 5. Indikator Kinerja Utama...

24 25 26 27 27 B. PERJANJIAN KINERJA 29

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

1. Sasaran Meningkatnya Investasi di Kabupaten Kapuas Hulu... 2. Sasaran Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perizinan...

30 32 35 B. REALISASI ANGGARAN 43 BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN 47 47 LAMPIRAN

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

1. Pendahuluan

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepostime, disebutkan bahwa salah satu asas umum penyelenggaraan negara adalah asas akuntabilitas. Asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kerangka pembangunan good governance, kebijakan umum pemerintah adalah ingin menjalankan pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government). Pemerintahan yang berorientasi pada hasil pertama-tama akan fokus pada kemaslahatan bagi masyarakat, berupa upaya untuk menghasilkan output dan outcome yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Output merupakan hasil langsung dari program-program atau kegiatan yang dijalankan pemerintah dan dapat berwujud sarana, barang dan jasa pelayanan kepada masyarakat, sedangkan outcome adalah berfungsinya sarana, barang dan jasa tersebut sehingga memberi manfaat bagi masyarakat. Output dan outcome inilah yang selayaknya dipandang sebagai kinerja, bukan kemampuan menyerap anggaran seperti persepsi yang ada selama ini. Namun demikian uang tetap merupakan faktor penting untuk mencapai kinerja tertentu baik berupa output maupun outcome.

Sehubungan dengan itu maka sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang telah dibangun dalam rangka mewujudkan good governance dan sekaligus result

(5)

oriented government, perlu terus dikembangkan dan informasi kinerja diintegrasikan ke dalam sistem penganggaran dan pelaporan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara serta berbagai peraturan perundangan di bawahnya.

Dengan demikian ke depan anggaran negara baik pusat maupun daerah menjadi anggaran berbasis kinerja, yaitu anggaran yang dihitung dan disusun berdasarkan perencanaan kinerja atau dengan kata lain dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan untuk menghasilkan output dan outcome yang diinginkan masyarakat. Dengan anggaran berbasis kinerja ini akan dapat dilakukan penelusuran alokasi anggaran ke kinerja yang direncanakan dan pada setiap akhir tahun anggaran juga dapat dilakukan penelusuran realisasi anggaran dengan capaian kinerjanya. Hal ini akan memudahkan evaluasi untuk mengetahui cost efficiency dan cost effectiveness anggaran instansi bersangkutan, sekaligus memudahkan pencegahan dan deteksi kebocoran anggaran. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dalam rangka mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan negara.

Wujud akuntabiltas pemerintah yang selama ini digunakan adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 dan teknis penyusunannya ditetapkan dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang diperbaiki dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian

(6)

Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam mencapai misi organisasi. Ruang Lingkup Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dilakukan pada semua aspek kegiatan, umumnya meliputi aspek managerial, teknis dan keuangan. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap instansi pemerintah dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai wujud akuntabilitas instansi pemerintah. Pedoman ini juga diharapkan dapat membantu penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja serta pelaksanaan pengukuran kinerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari SAKIP secara keseluruhan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan media pertanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja instansi pemerintah dan bermanfaat untuk mendorong instansi pemerintah untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan membangun secara baik dan benar (Good Governance) yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif, efisien dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya, juga menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah, serta terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

2. Susunan Organisasi

Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan reorganisasi perangkat daerah yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

(7)

Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Dengan peraturan tersebut Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu berubah namanya menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan tugas pokok, fungsi dan tata kerja yang dijabarkan dalam Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 57 Tahun 2016 yaitu membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintah bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada daerah.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan daerah tersebut maka pada tanggal 9 Januari 2017 bersama-sama dengan pelantikan pejabat lainnya dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, telah dilantik pejabat struktural pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Adapun Susunan Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas hulu adalah sebagai berikut :

 Kepala Dinas  Sekretaris

o Sub Bagian Program dan keuangan o Sub Bagian Umum dan Aparatur  Bidang Penanaman Modal

o Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal o Seksi Pengendalian Penanaman Modal

 Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal

o Seksi Perizinan dan Non Perizinan

o Seksi Data dan Informasi Penanaman Modal  Tim Teknis

 Unit Pelaksanaan Teknis ( UPT )  Kelompok Jabatan Fungsional

(8)

3. Tupoksi

Berdasarkan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintah di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu merupakan perangkat daerah sebagai unsur pelaksana di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.

Tugas Pokok Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 57 Tahun 2016 adalah: ” Menyelenggarakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dibidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu”.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai fungsi:

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu ;

2. Pelaksanaan urusan pemerintah di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu ;

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintah di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu ;

(9)

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diserahkan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya ;

Adapun susunan organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu berdasarkan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 57 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas adalah unsur pimpinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati Kapuas Hulu melalui Sekretaris Daerah, mempunyai tugas memimpin kegiatan pelayanan umum dan teknis DinasPenanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan kewenangan di bidang penananaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Kepala Dinas melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penetapan rencana strategisDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

b. Pengkoordinasian seluruh kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan instansi lainnya;

c. Penyusunan kebijakan teknis penyelenggaraan dibidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;

d. Pemberian petunjuk penyelenggaraan pelayanan umum dan teknis sesuai dengan program kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan;

e. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan dibidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;

f. Pemantauan, pengawasan dan perkembangan pelaksanaan kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara periodik; dan g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

(10)

2. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam perencanaan program, administrasi kepegawaian, pengelolaan keuangan, perpustakaan, kearsipan, aset, ketatausahaan, dan kerumahtanggaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Sekretariat melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan program kerja sekretariat;

b. Pengkoordinasian penyusunan program kerja Dinas; c. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas;

d. Penyelenggaraan administrasi kepegawaian, pengembangan sumber daya aparatur, dan tata laksana Dinas;

e. Pelaksanaan urusan ketatausahaan, kearsipan, perpustakaan, rumah tangga, dan pengelolaan barang milik Dinas;

f. Pelaksanaan, pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretariat;

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berkedudukan dibawah serta bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, sekretariat dibagi menjadi 2 (dua) Subbagian yang terdiri dari :

2.1. Subbagian Program dan Keuangan.

Subbagian program dan keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian program dan keuangan yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada sekretaris. Subbagian program dan keuangan mempunyai tugas membantu sekretariat dalam melaksanakan tugas pengumpulan, pengolahan, pengevaluasian, dan pelaporan rencana kerja, serta pengelolaan administrasi keuangan Dinas.

(11)

Untuk melaksanakan tugasnya subbagian program dan keuangan melaksanakan fungsinya sebagai berikut:

a. Penyusunan rencana kegiatan Subbagian program dan keuangan;

b. Penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis dan program kerja Dinas; c. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran, Dokumen Pelaksanaan Anggaran,

dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran;

d. Penyusunan Penetapan Kinerja, Perjanjian Kinerja dan Laporan Kinerja Dinas; e. Pelaksanaan harmonisasi dan sinkronisasi program kerja dari setiap bidang dan

UPT;

f. Pengendalian dan pelaporan program kerja Dinas; g. Penyelenggaraan tata usaha keuangan Dinas;

h. Penyusunan Neraca, Laporan Keuangan dan Catatan Atas Laporan Keuangan Dinas;

i. Penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas keuangan Dinas;

j. Pemantauan, pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas subbagian program dan keuangan; dan

k. Pelaksanaan dan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya;

2.2. Subbagian Umum dan Aparatur

Subbagian umum dan aparatur dipimpin oleh seorang kepala Subbagian umum dan aparatur yang berada di bawah serta bertanggungjawab kepada sekretaris. Subbagian umum dan aparatur mempunyai tugas membantu sekretariat dalam pelaksanaan tugas mengumpul dan mengolah bahan adminitrasi kepegawaian, pengembangan aparatur, tata usaha, rumah tangga, perpustakaan, kearsipan, ketatalaksaan dan pengelolaan barang milik dinas.

Untuk melaksanakan tugasnya Subbagian umum dan aparatur mempunyai fungsi sebagai berikut :

(12)

a. penyusunan rencana kegiatan Subbagian Umum dan Aparatur;

b. penyelenggaraan administrasi kepegawaian dan pengembangan aparatur Dinas;

c. penyelenggaraan ketatalaksanaan dinas;

d. penyelenggaraan urusan ketatausahaan, rumah tangga kearsipan dan perpustakaan Dinas;

e. pengelolaan barang milik Dinas;

f. pemantauan, pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas Subbagian Umum dan Aparatur; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3.

Bidang Penanaman Modal

Bidang Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Penanaman Modal mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis perencanaan, pengembangan, promosi penanaman modal, dan pengendalian penanaman modal.

Untuk melaksanakan tugas, Bidang Penanaman Modal melaksanakan fungsi sebagai berikut :

a. Penyusunan program kerja Bidang Penanaman Modal;

b. Penyiapan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Perencanaan, Pengembangan dan promosi Penanaman Modal;

c. Pengembangan iklim usaha penanaman modal;

d. Pelaksanaan perencanaan, pengembangan dan promosi penanaman modal; e. Pelaksanaan pengendalian penanaman modal;

(13)

g. Pengevaluasian pelaksanaan tugas seksi-seksi pada Bidang Penanaman Modal secara periodik;

h. Pelaporan perkembangan pelaksanaan tugas Bidang Penanaman Modal secara periodik; dan

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, Bidang Penanaman Modal terdiri dari 2 seksi yaitu :

3.1 Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal

Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penanaman Modal. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal mempunyai tugas membantu Bidang Penanaman Modal dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis perencanaan, pengembangan dan promosi penanaman modal.

Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal mempunyai fungsi :

a. Penyusunan rencana kegiatan Seksi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal;

b. Penyiapan bahan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pengembangan penanaman modal;

c. Penetapan pemberian fasilitas/insentif di bidang penanaman modal; d. Penyusunan peta potensi investasi dan potensi sumberdaya daerah;

(14)

e. Penyajian informasi potensi daerah dan peluang usaha kerjasama bidang penanaman modal;

f. Penyelenggaraan promosi penanaman modal;

g. Pengelolaan Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIKID);

h. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas SeksiPerencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal; dan

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penanaman Modal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3.2 Seksi Pengendalian Penanaman Modal

Seksi Pengendalian Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penanaman Modal. Seksi Pengendalian Penanaman Modal mempunyai tugas membantu Bidang Penanaman Modal dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis pengendalian Penanaman modal.

Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Pengendalian Penanaman Modal melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan rencana kegiatan Seksi Pengendalian Penanaman Modal;

b. Penyiapan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pengendalian penanaman modal;

c. Pemantauan, pembinaan, pengawasan pelaksanaan Penanaman Modal; d. Pemberian bantuan dan fasilitasi penyelesaian masalah penanaman modal; e. Penyusunan data statististik publikasi penanaman modal;

f. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas Seksi Seksi Pengendalian Penanaman Modal; dan

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penanaman Modal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(15)

4. Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal

Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan perizinan, pelayanan non perizinan dan pengelolaan Informasi penanaman Modal. Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan program kerja Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal;

b. Penyiapan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal;

c. Pelayanan perizinan dan non perizinan penanaman modal;

d. Pengolahan data dan Informasi Penanaman Modal;

e. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan tugas Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal;

f. Pengevaluasian pelaksanaan tugas seksi-seksi pada Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal secara periodik;

g. Pelaporan perkembangan pelaksanaan tugas Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal secara periodik; dan

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal terdiri dari 2 seksi yaitu :

(16)

4.1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan

Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan mempunyai tugas membantu Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan pelayanan perizinan dan non perizinan.

Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan rencana kegiatan Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan; b. Penyiapan bahan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pelayanan

perizinan dan non perizinan

c. Penyusunan perencanaan pelayanan perizinan dan non perizinan; d. Perumusan kebijakan teknis pelayanan perizinan dan non perizinan;

e. Pelaksanaan pembinaan, koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan;

f. Pengelolaan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) dan Sistem Pelayanan Terpadu (SIMYANDU);

g. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas SeksiPelayanan Perizinan dan Non Perizinan; dan

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4.2. Seksi Data dan Informasi Penanaman Modal

Seksi Data dan Informasi Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal. Seksi Data dan Informasi Penanaman

(17)

Modal mempunyai tugas membantu Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal dalam pengelolaan data dan informasi penanaman modal. Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Data dan Informasi Penanaman Modal melaksanakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyusunan rencana kegiatan Seksi Data dan Informasi Penanaman Modal;

b. Penyiapan petunjuk teknis dan petunjuk pengelolaan data dan informasi penanaman modal;

c. Pelayanan pengaduan penanaman modal;

d. Pengelolaan data dan informasi penanaman modal;

e. Pelaksanaan survey kepuasan masyarakat dalam bidang penanaman modal; f. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas SeksiData dan Informasi

Penanaman Modal; dan

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modalsesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Sumberdaya Aparatur ( SDA )

Sumber daya manusia Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 berjumlah 24 orang yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Adapun tingkat pendidikan pegawai negeri sipil yang ada sebagaimana tergambar pada tabel berikut :

(18)

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

Berdasarkan Tabel

Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sudah cukup memadai karena jumlah PNS yang

orang atau sebesar 67% dari total pegawai PNS yang berjumlah 24 orang.

Berkaitan dengan pengisian jabatan struktural, keadaan saat ini dari 10 formasi yang ada seluruhnya telah terisi penuh. Sedangkan untuk m

pendidikan yang mengisi jabatan struktural dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TINGKAT PENDIDIKAN D III; 2; 8% SMA; 8; 33% 0 1 2 3 4 5 6 7 S2 1 1 2 Tabel 1.1.

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

Berdasarkan Tabel 1.1 diatas, tingkat pendidikan PNS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sudah cukup memadai karena jumlah PNS yang berkualifikasi D3, Sarjana, dan S2 sebanyak 16 orang atau sebesar 67% dari total pegawai PNS yang berjumlah 24 orang.

Berkaitan dengan pengisian jabatan struktural, keadaan saat ini dari 10 formasi yang ada seluruhnya telah terisi penuh. Sedangkan untuk melihat gambaran tingkat pendidikan yang mengisi jabatan struktural dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.2.

TINGKAT PENDIDIKAN PEGAWAI BERDASARKAN JABATAN S2; 5; 21% S1; 9; 38% D III; 2; 8% SMA; 8; 33%

Tingkat Pendidikan

S1 D III SMA 0 0 1 2 0 2

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

.1 diatas, tingkat pendidikan PNS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sudah cukup berkualifikasi D3, Sarjana, dan S2 sebanyak 16 orang atau sebesar 67% dari total pegawai PNS yang berjumlah 24 orang.

Berkaitan dengan pengisian jabatan struktural, keadaan saat ini dari 10 formasi elihat gambaran tingkat pendidikan yang mengisi jabatan struktural dapat dilihat pada tabel berikut ini :

BERDASARKAN JABATAN S2 S1 D III SMA Eselon II Eselon III

(19)

Pada Tabel 1.2 diatas dapat terlihat bahwa pejabat yang menduduki jabatan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 telah memiliki pendidikan yang memadai, Dari 10 jabatan struktural yang ada 7 orang telah memiliki pendidikan S1 dan S2, hanya 3 orang yang masih pendidikan tingkat SMA.

Adapun berdasarkan gender, dari keseluruhan pegawai yang berjumlah 24 orang sebanyak 15 orang adalah pria dan 9 orang adalah perempuan. Sedangkan untuk pembagian pegawai menurut golongan kepangkatan kaitannya dengan g

dilihat pada Tabel 1.3 dibawah

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN GENDER

Selain itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu

berjumlah 3 orang, terd

Database Perizinan 1 orang, Pramu pendidikan sebagai berikut :

 Sarjana : 1 orang  SLTA : 1 orang  SLTP : 1 orang 0 2 4 6 8 Golongan IV

.2 diatas dapat terlihat bahwa pejabat yang menduduki jabatan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 telah memiliki pendidikan yang memadai, Dari 10 jabatan struktural yang ada 7 orang telah memiliki pendidikan S1 dan S2, hanya 3 orang yang masih pendidikan tingkat SMA.

un berdasarkan gender, dari keseluruhan pegawai yang berjumlah 24 orang sebanyak 15 orang adalah pria dan 9 orang adalah perempuan. Sedangkan untuk pembagian pegawai menurut golongan kepangkatan kaitannya dengan g

.3 dibawah ini :

Tabel 1.3.

JUMLAH PEGAWAI BERDASARKAN GENDER

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu juga dibantu oleh Tenaga Honorer/ Pegawai Tidak Tetap yang berjumlah 3 orang, terdiri dari : Tenaga Administrasi Pengumpul dan

erizinan 1 orang, Pramu Kantor 1 orang dan Supir 1 orang dengan kualifikasi pendidikan sebagai berikut :

: 1 orang : 1 orang : 1 orang Golongan IV Golongan III Golongan II 3 8 4 1 5 3 Laki-laki Perempuan

.2 diatas dapat terlihat bahwa pejabat yang menduduki jabatan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 telah memiliki pendidikan yang memadai, Dari 10 jabatan struktural yang ada 7 orang telah memiliki pendidikan S1 dan S2, hanya 3 orang yang masih

un berdasarkan gender, dari keseluruhan pegawai yang berjumlah 24 orang sebanyak 15 orang adalah pria dan 9 orang adalah perempuan. Sedangkan untuk pembagian pegawai menurut golongan kepangkatan kaitannya dengan gender dapat

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pegawai Tidak Tetap yang engumpul dan Pengolah antor 1 orang dan Supir 1 orang dengan kualifikasi

(20)

5. Sumberdaya Keuangan

Sumber Dana yang tersedia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu selama tahun 2017, bersumber dari dana APBD Kabupaten Kapuas Hulu dengan total dana sebesar Rp. 4.114.136.500,00 (Empat Milyar Seratus Empat Belas Juta Seratus Tiga Puluh Enam Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1.4

Jumlah Dana Dinas Penanaman Modal dan PTSP Tahun 2017

No. Uraian Anggaran

1. Belanja Tidak Langsung

Belanja Pegawai

1.729.181.000,00

1.729.181.000,00

2. Belanja Langsung

Belanja Pegawai

Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal 2.384.955.500,00 274.680.000,00 2.087.775.500,00 22.500.000,00 Jumlah 4.114.136.500,00

6. Sarana dan Prasarana

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk mewujudkan kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyediakan Sarana berupa gedung kantor yang merupakan gedung eks Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satu sumber daya yang mendukung kelancaran pelaksanaan tugas adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang tersedia pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

(21)

Tabel 1.5 Sarana dan Prasarana DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu

NOMOR SPESIFIKASI BARANG

Bahan Asal/ Cara Perolehan Barang Tahun Perole han Ukuran Barang/ Konstruk si (P,S,D) Satu an Keadaan Barang JUMLAH KET Urut Kode Barang Register Nama/ Jenis

Barang Merk/ Type

No. Sertifikat Barang Harga No. Pabrik No. Chasis B KB RB No. Mesin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 ALAT-ALAT ANGKUTAN 7 583.509.957,00 1 02.03.01.05.01 Kendaraan Roda Dua YAMAHA JUPITER Z 1 1DY-151477 dan 1DY-151006

Besi / Baja Pembelian 2013 unit √ 1 15.572.000,00

1unit Mutasi ke Kecamatan Mentebah 2 02.03.01.05.01 Kendaraan Roda Dua YAMAHA JUPITER Z 1 1DY-242834 dan 1DY-249481

Besi / Baja Pembelian 2014 unit √ 2 32.000.000,00

3 02.03.01.05.01 Kendaraan Roda Dua

YAMAHA

JUPITER Z 31B236069 Besi / Baja Mutasi 2015 Unit √ 1 20.917.957,00

Mutasi dari Dinas Perikanan

4 02.03.01.05.01 Kendaraan Roda

Dua JUPITER Z-CW 31B732141 Besi / Baja Mutasi 2015 unit √ 1 16.000.000,00

Mutasi dari Badan Pem

Des

5 02.03.01.01.03 Kendaraan Roda

Empat TOYOTA RUSH DAD1070 Besi / Baja MUTASI 2014 unit √ 1 170.860.000,00

Mutasi dari Setda KH 6 02.03.01.01.03 Kendaraan Roda Empat TOYOTA KIJANG INNOVA V

1TR-8010682 Besi / Baja Pembelian 2015 unit √ 1 328.160.000,00 ALAT-ALAT KTR

DAN RT 119 464.120.934,66

(22)

2 02.06.02.04.06 Kipas Angin MIYAKO - Elektronik Pembelian 2012 unit √ 4 1.808.000,00

3 unit sudah dipindahkan ke aset lainnya

3 02.06.01.05.06 Papan Nama - - Kayu Pembelian 2012 unit √ 1 4.500.000,00

4 02.06.03.02.03 Komputer (Note

Book) ASUS - Elektronik Pembelian 2012 unit √ 4 43.247.200,00

1 Unit di Mutasi Ke

Kec. Mentebah

5 02.06.03.04.08 Printer CANON IP 2770 - Elektronik Pembelian 2012 unit √ 5 3.575.000,00

6 02.06.02.05.05 Perlengkapan

Dapur - - - Pembelian 2012 unit √ 1 5.500.000,00

7 02.06.03.02.01 Komputer PC LG - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 4 19.600.000,00

8 02.06.03.02.03 Komputer (Note

Book) ACER - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 4 17.940.000,00

9 02.06.03.02.01 Komputer PC

E-Office LG - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 1 17.500.000,00

10 02.06.01.04.03 Rak Buku - - kayu Pembelian 2013 unit √ 1 11.500.000,00

11 02.02.03.04.04 Mesin Genset Honda Excell SF

700 - Besi / Baja Pembelian 2013 unit √ 1 16.960.000,00

12 02.06.03.02.03 Komputer (Note

Book) ASUS A450C - Elektronik Pembelian 2014 unit √ 4 22.980.666,66

2 unit sudah dipindahkan ke aset lainnya

13 02.06.03.04.08 Printer EPSON Inkjet

Fhoto L800 - Elektronik Pembelian 2014 unit √ 3 11.822.000,00

14 02.06.04.01.05 Meja Kerja Kakan - - Kayu Pembelian 2014 Buah √ 1 3.837.000,00

15 02.06.04.01.06 Meja Kerja Kasi &

Kasubbag - - Kayu Pembelian 2014 Buah √ 4 7.259.000,00

16 02.06.04.03.05 Kursi Kerja Kakan - - - Pembelian 2014 Buah √ 1 2.593.000,00

17 02.06.04.03.06 Kursi Kerja Kasi &

Kasubbag - - - Pembelian 2014 Buah √ 4 6.637.000,00

18 02.06.02.04.03 AC DAIKIN - Campuran Pembelian 2015 unit √ 3 16.500.000,00

19 02.06.03.04.08 Printer CANON PIXMA

(23)

20 02.06.01.03.07 Mesin Fotocopy

CANON ImageRUNNER

2520

- Campuran Pembelian 2015 Unit √ 1 39.800.000,00

21 02.06.04.06.05 Kursi Tamu - - Campuran Pembelian 2015 Set √ 1 6.477.900,00

22 02.06.04.03.08 Kursi Kerja Futura - Campuran Pembelian 2015 Buah √ 12 6.000.000,00

23 02.06.02.05.05 Peralatan Dapur

Lainnya - - Campuran Pembelian 2015 √ 1.810.000,00

24 02.06.03.02.01 Komputer PC PC Zyrex / Tectical - Elektronik Hibah 2015 Unit √ 3 31.925.958,00 LKPM/BKPM

25 Microsoft Office Office Home &

Bussines 2013 - Elektronik Hibah 2015 unit √ 3 7.187.400,00 LKPM/BKPM

26 02.06.03.04.08 Printer Lexmark MX310dn - Elektronik Hibah 2015 Unit √ 3 11.992.200,00 LKPM/BKPM

27 02.06.03.02.01 Komputer PC HP Pavilion

20-a210LAOI PC - Elektronik Hibah 2015 Unit √ 3 26.320.140,00

SPIPISE/BKP M

28 02.06.03.04.08 Printer HP Laserjet

M1536DNF - Elektronik Hibah 2015 Unit √ 1 3.064.930,00

SPIPISE/BKP M 29 02.06.02.06.18 UPS APC UPS

BX110-MS - Elektronik Hibah 2015 unit √ 3 5.763.780,00

SPIPISE/BKP M 30 02.06.03.02.03 Komputer (Note

Book) ACER Aspire E14 Elektronik Pembelian 2016 unit √ 4 36.808.277,67

31 02.06.03.04.08 Printer EPSON LQ-310 Elektronik Pembelian 2016 unit √ 2 11.031.226,95

32 02.06.04.01.08 Meja Kerja Ukuran 1/2 biro Kayu kelas

3 Pembelian 2016 Buah √ 16 16.299.200,63

33 02.06.04.03.08 Kursi Kerja Futura Campuran Pembelian 2016 Buah √ 10 6.134.712,95

34 02.06.01.04.12 Buffet Kaca - Kaca 3 ml,

Alumunium Pembelian 2016 Buah √ 1 2.926.652,05

35 02.06.02.06.39 Dispenser Miyako Campuran Pembelian 2016 Buah √ 2 6.078.431,18

36 02.09.01.22.22 Rice Cooker Philip Campuran Pembelian 2016 Buah √ 1 709.150,30

(24)

38 02.02.03.05.02 Mesin Pompa Air Panasonic Besi / Baja Pembelian 2016 Buah √ 1 1.013.071,86

39 Tong Air Beserta

Pendukungnya Mitra Piber Pembelian 2016 Buah √ 1 7.156.748,96

ALAT-ALAT STUDIO DAN KOMUNIKASI

4 33.725.000,00

1 02.07.01.02.62 Camera SONY DSC-H200 - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 2 12.110.000,00

2 02.07.01.01.03 Proyektor EPSON EB-14 - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 1 15.070.000,00

3 02.06.02.06.03 Televisi dan Perlengkapannya

SHARP

LC-32LE240M - Elektronik Pembelian 2013 unit √ 1 6.545.000,00

INSTALASI 14.700.000,00

1 Instalasi ListrikKantor 2013 √ 7.200.000,00

2 Instalasi Listrik

Kantor 2015 √ 7.500.000,00

(25)

B. PERMASALAHAN UTAMA ( STRATEGIC ISSUED )

Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terdapat beberapa permasalahan yang menjadi tantangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sebagai berikut :

1. Sekretariat.

Permasalahan yang ada khususnya di Sekretariat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah belum optimalnya kinerja perangkat daerah, sebagaimana tercermin dari hasil evaluasi terhadap SAKIP DPM PTSP pada tahun 2016 dengan predikat ‘CC’, yang mana masih banyak perlu dilakukan perbaikan namun tidak bersifat mendasar. Kendala ini disebabkan berbagai program/kegiatan yang telah ditetapkan tidak dikendalikan dengan baik, keterbatasan pengetahuan aparatur dalam menyusun dokumen perencanaan dan indikator kinerjanya, belum disusunnya pedoman tentang penyusunan dokumen perencanaan di Daerah.

2. Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal.

Permasalahan Utama (Strategic Issued) di Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal yang pertama adalah belum optimalnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan maupun pelayanan publik yang diselenggarakan. Hal ini tercermin dari hasil survei kepuasan mansyarakat yang menemukan masih terjadi gap (jurang) antara harapan masyarakat dengan kemampuan DPM PTSP untuk memberikan layanan. Kendala ini disebabkan adanya keterbatasan dalam sarana dan prasarana kerja yang tersedia, terbatasnya dukungan fasilitas teknologi dan informasi yang berkaitan dengan pelayanan perizinan dan non perizinan, aparatur yang belum memiliki komptensi teknis sebagaimana yang diharapkan, belum optimalnya standariasi dalam penyelenggaraan pelayanan, dan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk operasional DPM PTSP.

(26)

Permasalahan utama yang kedua di Bidang Pelayanan dan Informasi Penanaman Modal adalah belum efektifnya penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Hal ini tercermin dari belum seluruh pelayanan perizinan dan non perizinan yang dikelola oleh DPM PTSP, dan tidak ada peningkatan jenis layanan sejak tahun 2012. Kendala ini disebabkan koordinasi dan hubungan kerja antar perangkat daerah belum optimal, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perizinan dalam berusaha, tumpang tindih kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan perizinan, belum optimalnya fungsi pengendalian pelayanan perizinan.

3. Bidang Penanaman Modal.

Permasalahan utama (Strategic Issued) di Bidang Penanaman Modal adalah belum terciptanya iklim investasi dan berusaha yang kondusif. Hal ini tercermin dari pencapian nilai realiasasi investasi di Kabupaten Kapuas Hulu yang cenderung menurun sejak tahun 2013 sampai dengan saat ini, meskipun kinerja investasi tahunan lalu melebihi target yang ditetapkan oleh BKPM RI. Hal ini disebabkan belum optimalnya fungsi perencanaan dan promosi investasi, belum optimalnya fungsi pengendalian investasi dan perizinan, kurangnya kesadaran investor untuk tertib usaha, dan kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta belum optimalnya kerjasama pengembangan investasi di daeah dengan berbagai pemangku kepentingan.

(27)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. RENSTRA

1. Visi

Perumusan visi dan misi jangka menengah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu tahap penting penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) DPMPTSP sebagai hasil dari analisis sebelumnya. Visi menjelaskan arah atau suatu kondisi ideal yang ingin dicapai di masa depan (clarity of direction) berdasarkan kondisi dan situasi yang terjadi saat ini yang menciptakan kesenjangan antara kondisi sekarang dengan masa depan yang ingin dicapai tersebut. Visi diharapkan melampaui realitas sekarang bukan sekedar rangkaian harapan tetapi lebih berupa komitmen serta upaya merancang dan mengelola perubahan untuk mencapai tujuan. Pernyataan visi yang artikulatif akan memberikan arah yang jelas bagaimana mencapai masa depan yang diharapkan dan mengatasi kesenjangan yang terjadi.

Visi Kabupaten Kapuas Hulu sebagaimana yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2011-2031, yaitu :

TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN KAPUAS HULU YANG

SEJAHTERA, MANDIRI DAN BERKEADILAN

Visi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu terpilih periode 2016-2021, yaitu : MENUJU KAPUAS HULU YANG LEBIH SEJAHTERA, BERDAYA SAING DAN HARMONIS

Visi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu adalah : TERWUJUDNYA PELAYANAN PRIMA DI BIDANG PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN

(28)

Visi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu mengandung makna, yaitu Pelayanan Prima, bermakna bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu akan memberikan layanan di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang terbaik sesuai dengan harapan, kepuasan dan kebutuhan masyarakat atau investor, dari segi kecepatan, transparansi, ketepatan waktu, kemudahan dan keamanan sehingga masyarakat/investor yakin bahwa proses dan hasil pelayanan memiliki kepastian hukum dan rasa aman bagi iklim usaha mereka.

2. Misi

Misi Kabupaten Kapuas Hulu sebagaimana yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2011-2031, yaitu :

1. Meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Kapuas Hulu yang berkualitas, mandiri dan berakhlak mulia.

2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan dengan bertumpu pada pengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan.

3. Mengembangkan prasarana dan sarana pembangunan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi kabupaten.

4. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif.

5. Mewujudkan daerah perbatasan menjadi daerah yang layak huni, produktif dan mandiri sehingga nantinya menjadikan daerah perbatasan berfungsi sebagai halaman depan wilayah NKRI.

6. Mewujudkan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai Kabupaten terdepan dalam upaya mewujudkan kawasan konservasi dan menciptakan kelestarian lingkungan baik regional, nasional maupun global.

Misi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu terpilih periode 2016-2021, yaitu : 1. Memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

(29)

2. Memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sumber daya daerah yang berkelanjutan.

3. Meningkatkan layanan infrastruktur dasar dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu terpilih periode 2016-2021, terdapat 4 (empat) agenda kebijakan, yaitu :

1. Penciptaan lingkungan usaha yang kondusif. 2. Peningkatan kualitas pelayanan publik. 3. Peningkatan infrastruktur daerah. 4. Peningkatan produktivitas masyarakat.

Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas pelayanan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia;

2. Meningkatkan minat investor dan kerjasama pembangunan dunia usaha.

3. Tujuan dan Sasaran Strategis beserta Indikator Kinerja Utama

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu dalam proses penyelenggaraan pembangunan di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu untuk periode 2016-2021, memiliki tujuan sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi perkantoran dan kapasitas aparatur;

2. Meningkatkan kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah;

Sedangkan sasaran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu dalam mewujudkan tujuan tersebut adalah sebagai berikut :

(30)

2. Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah;

4. Strategi dan Kebijakan

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Kapuas Hulu, perekonomian daerah menampakkan berbagai kemajuan namun masih diperlukan berbagai upaya untuk mendorong kegiatan ekonomi untuk lima tahun kedepan. Untuk meningkatkan kinerja perekonomian daerah tersebut, strategi dan kebijakan yang ditempuh adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan sistem pengelolaan administrasi yang tertib didukung oleh aparatur yang profesional, rencana kerja, penganggaran, sarana dan prasarana yang efektif dan efisien serta memadai;

2. Meningkatkan investasi di daerah melalui promosi dan kemudahan percepatan pelayanan perijinan.

5. Indikator Kinerja Utama (IKU)

Berdasarkan paparan di atas, maka keterkaitan antara Tujuan dan sasaran jangka menengah yang ingin dicapai oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu dalam masa periode renstra (2016-2021) serta indikator kinerjanya dapat dilihat pada tabel berikut :

(31)

Tabel. 2.1 Tujuan dan sasaran DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu periode Renstra (2016-2021)

No Sasaran Indikator Satuan Formula/ cara perhitungan

Target Indikator Kinerja

Program

2016 2017 2018 2019 2020 2021

Tujuan : Meningkatkan kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah

1. Meningkatnya realisasi investasi di Kabupaten Kapuas Hulu 1. Kenaikan nilai realisasi investasi (PMA/PMDN) % Persentase kenaikan nilai realisasi investasi (PMA/PMDN) =

(Jumlah realisasi investasi PMA/PMDN tahun

berjalan-Jumlah realisasi investasi PMA/PMDN tahun lalu)

X 100 % 41,12 11,54 10,34 9,38 8,57 7,89

Peningkatan Promosi dan kerjasama investasi Jumlah realisasi PMA/PMDN

tahun lalu Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 2. Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan 1. Sistem informasi pelayanan perijinan

Sistem Spipise dan SIMYANDU Spipise Spipise Spipise Spipise dan SIMYANDU Spipise dan SIMYANDU Spipise dan SIMYANDU Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 2. Proses perijinan yang diterbitkan sesuai SOP % Persentase perijinan yang diterbitkan sesuai SOP =

Jumlah perijinan yang diterbitkan sesuai SOP

X 100 % 70 75 80 85 90 95

Peningkatan Pelayanan Perijinan dan non Perijinan Total jumlah perijinan yang

diterbitkan 3. Jumlah

Pelimpahan kewenangan pada PTSP

Ijin 1 ijin yang dilimpahkan / tahun 15 16 17 18 19 20

Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Peningkatan Pelayanan Perijinan dan non Perijinan

(32)

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja merupakan kesepakatan kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki instansi/satuan organisasi/satuan kerja dalam rentang waktu satu tahun. Dengan adanya komitmen pimpinan satuan kerja yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur, maka akan mendorong penerima amanah untuk terus meningkatkan kinerja satuan kerja yang dipimpinnya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu menyusun Perjanjian Kinerja (PK) sebagai wujud komitmen seluruh unit kerja di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu terhadap pelaksanaan kinerja yang akan diperjanjikan kepada pimpinan dan stakeholder selama Tahun 2017. Perjanjian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017 tergambar pada tabel berikut :

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1 2 3 4

1. Meningkatnya investasi di Kabupaten Kapuas Hulu

1. Kenaikan / penurunan nilai realisasi investasi (PMA /

PMDN) 11,54 %

2. Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan

1. Sistem informasi pelayanan

perijinan Spipise

2. Proses perijinan yang

diterbitkan sesuai SOP 75%

3. Jumlah Pelimpahan

(33)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Pengukuran kinerja merupakan jembatan antara perencanaan strategis dengan pelaporan akuntabilitas. Suatu SKPD dapat dikatakan berhasil jika indikator-indikator yang ditetapkan telah mengarah kepada pencapaian tujuan dan sasaran. Tanpa adanya pengukuran kinerja sangat sulit dicari pembenaran yang logis atas pencapaian tujuan dan sasaran SKPD. Pegukuran kinerja adalah suatu proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja sasaran strategis dengan memanfaatkan data kinerja yang dapat diperoleh melalui data internal dan eksternal.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut :

- Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus :

Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100 %

Rencana

- Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus:

Rencana – ( Realisasi – Rencana )

Capaian indikator kinerja = x 100 %

(34)

Atau:

( 2 x Rencana ) – Realisasi

Capaian indikator kinerja = x100 %

Rencana

Berikut disajikan capaian kinerja untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan hasil pengukuran kinerja.Dari 4 (empat) Indikator Kinerja utama yang ditetapkan, yang mencapai target kinerja sebanyak 2 (dua) indikator, sedangkan 2 (indikator) tidak mencapai target kinerja yang ditetapkan. PengukuranIndikator kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2017 tergambar pada tabel berikut :

Tabel.3.1 Pengukuran Kinerja DPMPTSP Tahun 2017

NO SASARAN

STRATEGIS IKU TARGET REALISASI %

1. Meningkatnya Investasi di Kabupaten Kapuas Hulu 1. Kenaikan / penurunan nilai realisasi investasi 11,54% 206,69% 1.791% 2. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan 1. Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Spipise Spipise 100% 2. Proses Perizinan yang diterbitkan sesuai SOP (waktu penyelesaian izin) 75% 91,52% 122% 3. Jumlah Pelimpahan kewenangan pada PTSP 16 Ijin 13 ijin 81,25%

(35)

1. Sasaran meningkatnya investasi di Kabupaten Kapuas Hulu, dengan indikator

kinerja :

1.1. Kenaikan / penurunan nilai realisasi investasi.

a. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun 2017

Kinerja investasi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ditetapkan berdasarkan target yang ditentukan oleh BKPM RI yang disampaikan melaui DPM PTSP Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp. 268,90 Milyar, yang mana pada akhir tahun 2017 terealisasi sebesar Rp. 555,78 Milyar terdiri dari PMDN sebesar Rp. 541,41 Milyar dan PMA sebesar Rp. 14,37 Milyar sebagaimana tertuang pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.2 Target dan realisasi capain investasi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017

( Dalam Jutaan Rupiah )

NO KABUPATEN/KOTA TARGET REALISASI PMDN PMA 1. Kota Pontianak 185.397 57.136 242.533 2. Kota Singkawang 4.425 15.272 19,697 3. Kabupaten Landak 953.728 2.695.203 3.648.931 4. Kabupaten Bengkayang 734,215 0 734.215 5. Kabupaten Mempawah 91.460 2.291.634 2.383.094 6. Kabupaten Sambas 445.604 225.257 670.861 7. Kabupaten Sanggau 1.319.082 2.996.016 4.315.098 8. Kabupaten Sintang 787.231 1.158.717 1.945.948

9. Kabupaten Kapuas Hulu 14.369 541.409 555.778

10. Kabupaten Ketapang 2.769.354 794.114 3.563.468

(36)

12. Kabupaten Melawi 242.164 59.114 301.278

13. KabupatenKayong Utara 267 0 267

14. Kabupaten Kubu Raya 33.647 1.206.536 1.240.183

(sumber: BKPM RI, data diolah)

Pada RPJMD Kabupaten Kapuas Hulu telah ditetapkan bahwa indikator kinerja utama dari sasaran strategis meningkatnya investasi di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2017 adalah meningkatnya nilai investasi sebesar 11,54% dari target yang ditetapkan oleh BKPM RI. Dengan target yang ditetapkan sebesar Rp. 268,90 Milyar, dimana pada akhir tahun 2017 terealisasi sebesar Rp. 555,78 Milyar maka capaian kinerjanya sebesar 206,69%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja DPM PTSP Kapuas Hulu telah melebihi target yang ditetapkan dalam IKU RPJMD.

Tabel 3.3 Pencapaian kinerja indikator kinerja kenaikan/penurunan nilai realisasi investasi

NO SASARAN STRATEGIS IKU TARGET REALISASI %

1. Meningkatnya investasidi Kabupaten Kapuas Hulu

Kenaikan/ penurunan nilai realisasi investasi

11,54% 206,69% 1.791%

b. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan tahun 2015 dan tahun 2016.

Pada paparan di atas telah disampaikan bahwa capaian kinerja dari Indikator kenaikan/ penurunan nilai realisasi investasi pada tahun 2017 telah melebihi dari target yang ditetapkan sebesar 206.69%. Peningkatan kinerja tersebut apabila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya secara umum selalu dapat melebihi dari target nilai investasi yang telah ditetapkan oleh BKPM RI, dimana pada tahun 2016 sebesar 437,61 % dan tahun 2016 sebesar 375%.

(37)

Selanjutnya dari keseluruhan realisasi investasi tersebut peranan Penanam Modal Dalam Negeri lebih besar dibandingkan oleh penanam modal asing, dimana pada tahun 2016 mencapai 337% dan tahun 2017 mencapai 201% dari total investasi di Kabupaten Kapuas Hulu, sebagaimana tertuang dalam tabel di bawah ini :

Tabel 3.4 Rencana dan Realisasi Investasi Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2015, 2016 dan 2017

( Dalam Milyar Rupiah )

NO TAHUN

TARGET REALISASI

CAPAIAN PMDN PMA TOTAL PMDN PMA TOTAL

1. 2015 293,00 0 293,00 1.269,70 12,51 1.282,21 437% 2. 2016 802,46 0 802,46 2.710,20 302,07 3.012,27 375%

3. 2017 268,90 0 268,90 541,41 14,37 555,78 206,69% (sumber: BKPM RI, Data diolah)

c. Kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan

Beberapa penyebab keberhasilan pencapaian target indikator kinerja Kenaikan/ penurunan nilai realisasi investasi adalah sebagai berikut :

Penyebab keberhasilan :

1. Meningkatnya/berhasilnya promosi dan penyebaran informasi peluang investasi.

2. Tersediannya luas lahan untuk investasi khususnya sektor primer. 3. Kondisi sosial politik dan keamanan yang kondusif.

Kemudian beberapa penyebab kendala dalam peningkatan investasi di daerah:

1. Belum tersedianya peta investasi/peluang usaha sebagai bahan promosi investasi

2. Pelaksanaan promosi masih belum efefktif karena hanya dilaksanakan melalui keikutsertaan pameran-pameran;

(38)

Adapun solusi yang telah dilakukan untuk meningkatkan investasi di daerah antara lain :

1. Menyusun berbagai dokumen perencanaan di bidang investasi antara lain : 2. Meningkatkan promosi investasi;

3. Mengoptimalkan fungsi pengendalian investasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan.

2. Sasaran meningkatnya kualitas pelayanan perijinan, dengan indikator kinerja :

2.1. Sistem informasi pelayanan perizinan

a. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun 2017 Tabel 3.6 Pencapaian kinerja indikator kinerja

sistem informasi pelayanan perizinan

NO SASARAN STRATEGIS IKU TARGET REALISASI

1. Meningkatnya kualitaspelayanan perizinan 1.

Sistem Informasi Pelayanan Perizinan

Spipise 100%

Indikator kinerja sistem informasi pelayanan perizinan dengan target Spipise di tahun 2017 terealisasi 100%. Dengan demikian seluruh pelayanan perizinan dengan nilai investasi 500 Juta sampai dengan 10 Milyar sejak tahun 2017 dilaksanakan secara elektronik atau online.

b. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan tahun 2015 dan tahun 2016.

Tabel 3.7 Realisasi kinerja sistem informasi pelayanan perizinan tahun 2015, 2016, dan 2017

No Indikator Kinerja

2015 2016 2017

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1. Sistem informasi

(39)

c. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2017 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2016-2021.

Tabel 3.8 Perbandingan realisasi kinerja sistem informasi pelayanan perizinan dengan target akhir RENSTRA

No Indikator Kinerja Target Akhir

RPJMD Realisasi 2017 Tingkat Kemajuan 1 2 3 4 5 1. Sistem informasi pelayanan perizinan Spipise dan Simyandu Spipise 50%

Dari tabel diatas mengambarkan capaian kinerja Indikator kinerja sistem informasi pelayanan perizinan dibandingkan dengan target Renstra DPM PTSP tahun 2016-2021 baru mencapai 50%. Untuk SIMYANDU direncanakan pelaksanaan pengadaan sistem tahun 2019, sehingga diakhir periode Renstra DPMPTSP tahun 2016 - 2021 target kinerja ini sudah tercapai 100% dan siap dipergunakan.

d. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan

Penyebab keberhasilan / kegagalan pencapaian target indikator kinerja sistem informasi pelayanan perizinan adalah sebagai berikut :

Penyebab keberhasilan :

1. Ketersediaan anggaran pendukung program dan kegiatan. 2. Tersedianya sarana penunjang spipise.

Penyebab kegagalan :

1. Keterbatasan sumberdaya aparatur yang menangani spipise. 2. Jaringan komunikasi data yang kurang mendukung.

Alternative solusi :

1. Memaksimalkan tenaga yang ada dengan bimtek dan kursus 2. Segera menyampaikan laporan apabila jarkomdat bermasalah.

(40)

e. Analisis atas efesiensi penggunaan sumberdaya

Selama tahun 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan upaya efisiensi untuk pencapaian indikator kinerja sistem informasi pelayanan perizinan antara lain efisiensi pada kegiatan pemeliharaan dan pengembangan spipise.

f. Analisis program/ kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

Indikator kinerja sistem informasi pelayanan perizinan didukung dengan program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi serta Program Pelayanan Administrasi dan Perkantoran.

2.2. Proses Perizinan yang Diterbitkan Sesuai SOP

a. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun 2017

Tabel 3.9 Pencapaian kinerja indikator proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP

NO SASARAN STRATEGIS IKU TARGET REALISASI

1. Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan 2. Proses Perijinan yang diterbitkan sesuai SOP 75% 91,52%

Indikator kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP ( waktu penyelesaian izin 3 hari ) ditargetkan sebesar 75% ditahun 2017, terealisasi sebesar 91,52% atau 122% dari target yang ditetapkan. Total jumlah perizinan yang diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2017 sebanyak 2.287 dokumen izin dan masih terdapat 194 dokumen permohonan izin yang telah diproses tapi masih tidak sesuai SOP perizinan dan non perizinan.

(41)

b. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan tahun 2015 dan tahun 2016

Tabel 3.10 Realisasi kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP tahun 2015, 2016, dan 2017

No Indikator Kinerja

2015 2016 2017

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Proses Perizinan yang diterbitkan sesuai SOP

N/A N/A N/A 70% 100% 143% 75% 91,52% 122%

c. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2017 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2016-2021

Tabel 3.11 Perbandingan realisasi kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP dengan target akhir RENSTRA

No Indikator Kinerja Target Akhir

RPJMD Realisasi 2017

Tingkat Kemajuan

1 2 3 4 5

1. Proses Perizinan yang

diterbitkan sesuai SOP 90% 91,52% 101,68%

Dari tabel diatas mengambarkan capaian kinerja Indikator kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP dengan target Renstra DPMPTSP tahun 2016-2021 sudah mencapai 101,68% atau telah melebihi target yang ditetapkan.

d. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan

Penyebab keberhasilan / kegagalan pencapaian target indikator kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP adalah sebagai berikut :

(42)

1. Tersedianya anggaran.

2. Tersedianya sarana penunjang kinerja. Penyebab kegagalan :

1. Keterbatasan sumberdaya aparatur.

2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi tentang perizinan dan non perizinan. Alternative solusi :

1. Memaksimalkan tenaga yang ada dengan bimtek dan kursus.

2. Memanfaatkan layanan perizinan keliling untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

e. Analisis atas efesiensi penggunaan sumberdaya

Selama tahun 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan upaya efisiensi untuk pencapaian indikator kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP antara lain efisiensi pada pengunaan ATK dan belanja cetak.

f. Analisis program/ kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

Indikator kinerja proses perizinan yang diterbitkan sesuai SOP didukung dengan program peningkatan pelayanan perizinan dan non perizinan.

2.3. Jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP

a. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun 2017 Tabel 3.12 Pencapaian kinerja indikator jumlah pelimpahan

kewenangan pada PTSP

NO STRATEGISSASARAN IKU TARGET REALISASI

1. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan 3. Jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP 16 Izin 13 Izin

Indikator kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP ditargetkan sebanyak 16 izin ditahun 2017, terealisasi sebanyak 13 izin dan 4 non izin.

(43)

Dari target yang ditetapkan penambahan 1 (satu) Izin ditahun 2017 tidak dapat direalisasikankarenak tahun 2017 difokuskan pada pembenahan perizinan dan non perizinan yang ada. Untuk target yang tidak tercapai ditahun 2017 akan dilaksanankan ditahun 2018 dengan target penambahan jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP minimal 4 (empat) izin yang akan menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, untuk mengejar target 17 izin di tahun 2018.

Perizinan dan Non Perizinan yang telah menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017 ditetapkan dengan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 01 Tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, perizinan dan non perizinan yang dilimpahkan yaitu :

Perizinan

1. Sektor Penanaman Modal a. Izin Prinsip

b. Izin Usaha 2. Perdagangan

a. Izin Usaha Perdagangan (IUP) b. Izin Tempat Usaha (IUT) c. Izin Perluasan

3. Industri

a. Persetujuan Prinsip (USAHA INDUSTRI KECIL) b. Izin Usaha Industri

4. Pekerjaan Umum

(44)

5. Jasa Lainnya a. Izin Reklame 6. Perhubungan

a. Izin Usaha Bengkel Umum Kendaraan Bermotor 7. Kesehatan

a. Izin Apotik b. Izin Toko Obat 8. Lingkungan

a. Izin Gangguan (HO)  Non Perizinan

1. Layanan Informasi dan / atau Pengaduan Masyarakat di Bidang Penanaman Modal

2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3. Tanda Daftar Gudang (TDG) 4. Tanda Daftar Indutsri (TDI)

b. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan tahun 2015 dan tahun 2016

Tabel 3.13 Realisasi kinerja proses jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP tahun 2015, 2016, dan 2017

No Indikator Kinerja

2015 2016 2017

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1. Jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP

- - - 15 izin 15 izin 100% 16 izin 16 izin 81,25%

c. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2017 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2016-2021.

(45)

Tabel 3.14 Perbandingan realisasi kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP dengan target akhir RENSTRA

No Indikator Kinerja Target Akhir

RPJMD Realisasi 2017

Tingkat Kemajuan

1 2 3 4 5

1. Jumlah pelimpahan

kewenangan pada PTSP 20 izin 13 izin 65%

Dari tabel diatas mengambarkan capaian kinerja Indikator kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP dengan target Renstra DPMPTSP tahun 2016-2021 sebanyak 20 izin baru terealisasi 13 atau sebesar 65%.

d. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan

Penyebab keberhasilan / kegagalan pencapaian target indikator kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP adalah sebagai berikut :

Penyebab keberhasilan : 1. Tersedianya anggaran.

2. Tersedianya sarana penunjang kinerja. Penyebab kegagalan :

1. Kurangnya koordinasi dengan instansi yang akan melimpahkan izin pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

2. Keterbatasan data. Alternative solusi :

1. Mengintensifkan koordinasi dengan SKPD yang akan melimpahkan kewenangannya kepada DPMPTSP.

2. Melengkapi data yang diperlukan untuk memudahkan pelimpahan kewenangan kepada DPMPTSP.

(46)

Tahun 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan berbagai upaya efisiensi untuk pencapaian indikator kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP antara lain efisiensi pada kegiatan pendukung indikator kinerja dan perjalanan dinas.

f. Analisis program/ kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Indikator kinerja jumlah pelimpahan kewenangan pada PTSP didukung dengan program peningkatan pelayanan perizinan dan non perizinan dengan kegiatan penataan perizinan.

B. REALISASI ANGGARAN

Untuk mencapai tujuan dan sasaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu, selama tahun 2017 telah melaksanakan 7 program dan 35 kegiatan dengan anggaran dan realisasi tergambar pada tabel berikut :

Tabel 3.15 Realisasi anggaran DPMPTSP tahun anggaran 2017

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

1. Program pelayanan

administrasi perkantoran 800.896.500,00 787.786.920,00 98,36

Kegiatan :

Penyediaan jasa surat

menyurat 900.000,00 900.000,00 100,00

Penyediaan jasa Komunikasi

Sumberdaya Air dan Listrik 23.460.000,00 22.125.920,00 94,31 Penyediaan jasa Pemeliharaan

dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional

2.500.000,00 2.400.000,00 96,00 Penyediaan jasa Administrasi

Keuangan 67.980.000,00 67.980.000,00 100,00 Penyediaan jasa Pengamanan

Kebersihan Kantor 10.276.000,00 10.273.500,00 99,98 Penyediaan jasa Perbaikan

(47)

Penyediaan Alat Tulis Kantor 35.381.500,00 35.381.500,00 100,00 Penyediaan Barang Cetakan

dan Penggadaan 9.387.000,00 9.359.000,00 99,70 Penyediaan Komputer Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

2.000.000,00 2.000.000,00 100,00 Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor 22.500.000,00 20.845.000,00 92,64 Penyediaan Bahan Bacaan

Peraturan Perundangan 17.300.000,00 17.220.000,00 99,54 Penyediaan Makanan dan

Minuman 49.600.000,00 48.688.100,00 98,16

Rapat-RapatKordinasi dan

Konsultasi Keluar Daerah 407.826.000,00 400.718.400,00 98,26 Rapat-RapatKordinasi dan

Kunjungan Kerja Dalam Daerah

83.550.000,00 81.659.500,00 97,74 Penyusunan RKA, DPA dan

DPPA 4.157.500,00 4.157.500,00 100,00

Penyediaan Jasa Pendukung

Kantor 53.578.500,00 53.578.500,00 100,00

2. Peningkatan Sarana Dan

Prasarana Aparatur 63.000.000,00 62.985.687,00 99,98

Kegiatan :

Pemeliharaan Rutin/Berkala

Kendaraan Dinas/Operasional 63.000.000,00 62.985.687,00 99,98

3. Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur 277.663.000,00 276.692.989,00 99,65

Kegiatan :

Pendidikan dan Pelatihan

Formal 277.663.000,00 276.692.989,00 99,65

4.

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

8.812.500,00 8.812.500,00 100,00

Kegiantan :

Penyusunan Pelaporan

Keuangan Semesteran SKPD 1.660.500,00 1.660.500,00 100,00 Penyusunan Pelaporan

Keuangan Akhir Tahun 3.115.500,00 3.115.500,00 100,00 Penyusunan Rencana Kinerja

Tahunan dan Penetapan Kinerja Tahunan SKPD

Gambar

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2017
Tabel 3.2 Target dan realisasi capain investasi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017
Tabel 3.3 Pencapaian kinerja indikator kinerja kenaikan/penurunan nilai realisasi investasi
Tabel 3.4 Rencana dan Realisasi Investasi Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2015, 2016 dan 2017
+7

Referensi

Dokumen terkait

berbagai pihak yang berkepentingan dapat menaruh perhatian yang cukup demi pemanfaatannya dimasa yang akan datang. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah pengembangan dari

Maksud penetapan rencana strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2017–2019 adalah untuk

Peraturan Bupati Dairi Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pendelegasian Wewenang Perizinan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Berau disusun berpedoman pada

Pelayanan perizinan usaha,perizinan non usaha dan perizinan penanaman modal secara terpadu yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu

Terkait dengan transparansi dan akuntabilitas, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Hulu Sungai Selatan wajib

Laporan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2018 ini merupakan wujud akuntabilitas pelaksanaan

Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Cilegon tahun 2017 dilakukan dengan cara membandingkan antara target