Pengaruh Atribut Produk terhadap keputusan Pembelian Konsumen di UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo
Rendyika R Karmoy1, Irwan Yantu S.Pd,. M.Si 2,Andi Juana S.Pd,. M.Sc3 Jurusan Manajemen
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen di UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survey dengan penyebaran kuisioner pada responden yang dianalisis secara statistik. Pemilihan responden melibatkan populasi (konsumen) UD. Faninda Jaya yang datang membeli dalam kurun waktu bulan Oktober 2013 s.d Bulan Juli 2014 yang diketahui sebanyak 50 orang. Hasil penelitian memperoleh persamaan regresi yakni Ý= -0.908+0.626, yang menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1 satuan atribut produk pada UD. Faninda Jaya Kota Gorontalo, maka akan diikuti kenaikan 0.626 satuan keputusan konsumen untuk membeli. Disamping itu nilai R sebesar 0.801 menjelaskan bahwa sebesar 80.1% dari Atribut produk pada UD. Faninda Jaya Meubel mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli barang.
Kata Kunci: Atribut Produk, Keputusan Konsumen
1 Rendyika R. Karmoy, Mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo
2
Irwan Yantu S.Pd,. M.Si, Pembantu Dekan III, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo.
3
,Andi Juana S.Pd,. M.Sc Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo
Latar Belakang
Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan barang agar dapat sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas (reasonable). Dengan demikian setiap perusahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya (Tjiptono, 2005).
Mengenali perilaku konsumen tidaklah mudah, kadang mereka terus terang menyatakan kebutuhan dan keinginannya, namun sering pula mereka bertindak sebaliknya. Perusahaan yang memahami bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap berbagai bentuk produk, harga, daya tarik iklan yang berbeda dan seb againya, akan mempunyai keuntungan besar atas para pesaingnya (Setiadi, 2003:2).
Di sini diasumsikan bahwa semua perilaku sengaja dilandaskan pada keinginan yang dihasilkan ketika konsumen secara sadar dan rasional memilih salah satu diantara tindakan alternatif yang ada. Wijayanti (2012) menyatakan bahwa Alternatif pilihan konsumen tersebut berkenaaan dengan manfaat yang diharapkan dan menyempitkan pilihan hingga alternatif akhir dipilih yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Untuk memahami pembuatan keputusan pembelian konsumen, terlebih dahulu harus dipahami sifat-sifat keterlibatan konsumen dengan produk atau jasa (Sutisna,2003:11). Memahami tingkat keterlibatan konsumen terhadap produk atau jasa berarti pemasar berusaha mengidentifikasi hal-hal yang menyebabkan seseorang merasa harus terlibat atau tidak dalam pembelian suatu produk atau jasa.
Dalam hal ini pemasar atau perusahaan harus selalu diorientasikan pada kebutuhan dan keinginan konsumen, yang selanjutnya dijadikan pedoman dalam penyusunan serangkaian strategi mulai dari pembuatan produk yang berkualitas, perancangan dan desain produk sebaik mungkin. Kemudian menetapkan harga yang menarik atas produk tersebut dan berakhir dengan usaha meyakinkan konsumen bahwa produk yang diciptakan atas dasar kebutuhan dan keinginan dari konsumen dengan memberikan kualitas dan manfaat maksimal guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Kemampuan manajemen untuk meletakkan posisi produk melalui atribut produk yang dimiliki secara tepat di pasar merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk di pasaran. Menurut Simamora (2001:147) atribut produk adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh pembeli pada saat pembeli produk seperti harga, kualitas, kemasan. Kelengkapan fungsi( fitur), desain, layanan purna jual, dan lain-lain. Atribut produk yang dipakai dalam penelitian ini adalah harga, kualitas dan desain.
Setelah konsumen memperhatikan atribut produk tersebut maka konsumen akan masuk pada tahap memutuskan pembelian akan produk tersebut. Kotler dan Amstrong (2001:222) menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak membeli terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mepertimbangkan kualitas, harga dan produk yang sudah dikenal masyarakat.
UD. Faninda Jaya merupakan salah satu jenis usaha dagang yang dalam kegiatan operasionalnya melakukan transaksi jual beli barang furniture baik secara tunai maupun kredit. Suatu fenomena terkait barang furniture rumah tangga adalah terkait desain dan model yang variatif, yang memungkinkan para pembeli untuk membeli barang-barang tersebut dengan lebih selektif, disamping itu banyaknya usaha dagang sejenis yang ada di kota Gorontalo, membuat UD. Faninda Jaya haru lebih gencar dalam memasarkan barang dagangannya dengan fokus kepada kebutuhan konsumen mengenai atribut produk yang sesuai. Hal lainnya yang harus dipertimbangkan adalah kecenderungan masyarakat Gorontalo yang membeli atau mengganti barang furniture rumah mereka dengan barang yang baru pada saat momen-momen tertentu seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan Tahun Baru.
Dengan tingkat penjualan yang tidak terlalu stabil (Tabel 1.1: penjualan UD. Faninda Jaya Oktober 2013 s/d Juli 2014), mengharuskan UD. Faninda Jaya untuk dapat melakukan suatu desain pemasaran yang efektif terkait Harga, Promosi, Lokasi/ distribusi, dan produknya, sehingga kedepannya UD. Faninda Jaya tidak hanya akan meraih keuntungan tapi juga dapat menjaring pelanggan-pelanggan yang baru.
data penjualan UD. Faninda Jaya Periode Oktober 2013 sampai Juli 2014
JENIS PRODUK JUMLAH TOTAL (Rp)
LOIS KEONG 51 140.250.000
BETAWI KURUNG 47 128.180.000
ROMAWI DARU 44 175.500.000
HONGKONG ANGGUR 51 131.768.000
ROMAWI TK 36 144.300.000
Sumber :Laporan Penjualan UD. Faninda Jaya
Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa penjualan produk-produk di UD. Faninda Jaya berkisar antara 36 unit sampai 51 unit selama 10 bulan terakhir, atau dalam sebulan produk UD. Faninda Jaya hanya terjual 1 sampai 5 unit saja dalam sebulan. Walaupun UD. Faninda Jaya Meubel sudah cukup lama bergelut di bidang usaha Furniture, akan tetapi masih ada kendala maupun kekurangan yang di temukan dari pendapat konsumen yang mengunjungi UD. Faninda Jaya Meubel. Hal bisa dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Dimana faktor internal berupa penyediaan akan produk masih kurang ataupun dengan keputusan konsumen untuk membeli dikarena persediaan yang sedikit sehingga pilihan untuk membeli produk juga terbatas. dan juga desain yang ditawarkan masih kalah dengan pesaing sehingga para konsumen lebih memilih ditempat lain. Sedangkan faktor eksternal yaitu khusus di Gorontalo jenis usaha yang sama yakni usaha funiture ini sudah cukup banyak sehingga persainganpun cukup besar.
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sejauh mana Atribut Produk memiliki pengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di UD. FANINDA JAYA MEUBEL Gorontalo.
Perusahaan harus mampu mengembangkan suatu produk yang mencakup manfaat yang akan disampaikan pada konsumen. Sebuah strategi pemasaran yang tepat diharapkan dapat merangsang penjualan dan perkembangan pasar produk. Salah satu strategi pemasaran yang memungkinkang untuk digunakan adalah dengan jalan memodifikasi satu atau lebih elemen-elemen bauran pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi, dan Tempat/ distribusi. Dalam hal ini salah satu yang dapat menjadi rujukan adalah Produk. Produk yang baik akan mendapatkan kesempatan yang besar untuk direnspondengan baik juga oleh konsumen.
Selain bauran Produk, dalam dunia pemasaran dikenal juga Atribut produk, yang merupakan bagian dari produk yang dapat menjadi ciri khas suatu produk atau dapat membedakan produk tersebut dengan produk lainnya.
Amir (2007:145), mengidentifikasi bahwa terdapat 3 aspek dalam atribut produk yaitu : 1. Mutu / Kualitas Produk
3. Desain dan Kemasan
Produsen atau dalam hal ini perusahaan dituntut untuk memahami perilaku konsumen yang dapat berubah setiap saat. Perilaku konsumen dipengaruhi beberapa faktor yang diantaranya adalah faktor budaya, social, pribadi, dan psikolog.
Pengambilan keputusan menurut Griffin (2004:258) adalah tindakan memilih satu alternatif. Akan tetapi, yang dimaksud dengan proses pengambilan keputusan lebih luas daripada ini. Salah satu langkah dalam proses tersebut, misalnya, adalah orang yang membuat keputusan harus menyadari bahwa suatu keputusan memang diperlukan dan suatu keputusan mengidentifikasi serangkaian alternative yang memungkinkan sebelum akhirnya memilih salah satu.
Orientasi perusahaan di zaman modern ini tidak hanya menjual produk tetapi bagaimana membuat produk tersebut dapat sesuai dan memuaskan konsumen sehingga membuat konsumen menjadi loyal dan kembali membeli produk itu. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan memilih produk yang tersedia di mana-mana dan murah. Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu, berprestasi dan inovatif (Kotler dan Keller, 2007).
Penentuan penelitian terdahulu berguna untuk melihat sejauh mana penelitian ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya baik dari variabel yang digunakan, metode, dampai pada hasil penelitian. Disamping itu, penelitian terdahulu berguna untuk dijadikan referensi dan bahan bandingan mengenai subjek yang diteliti dan hasil yang dicapai. Untuk itu, peneliti menyusun beberapa penelitian terdahulu yang layak untuk dijadikan acuan dan pembanding pada tebel halaman selanjutnya.
Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah di UD. Faninda Jaya Meubel yang beralamatkan di Jalan HB Jassin No. 35 Kota Gorontalo.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlangsung selama 2 bulan, yakni bulan Juni sampai dengan Juli 2014, yang mencakup semua langkah-langkah penelitian mulai dari persiapan sampai pelaksanaan penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hal ini disebabkan pada sasaran penelitian yang melihat seberapa besar pengaruh Atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen. Melalui metode ini, maka dapat dilihat masalah yang akan diteliti pada masing-masing variable, baik variabel X (Independent Variable) sebagai variable bebas maupun variabel Y (Dependent Variable) sebagai variabel terikat dengan desain sebagai berikut :
Keterangan :
X = Atribut Produk
Y = Keputusan Pembelian
Untuk mengetahui data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka terlebih dahulu perlu mengoperasikan variabel-variabel seperti yang telah diinvetaris dari latar belakang penelitian dan kerangka piki dengan maksud untuk menentukan dimensi dan
X
Atribut Produk
Y
indikator-indikator variabel pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian. Untuk memahami pengoperasian konsep dari kedua variabel tersebut dan memahami penggunaan kedua variabel serta menentukan data apa yang akan digunakan untuk memudahkan pengukurannya, maka variabel bebas (X) dan variabel (Y) dijabarkan dalam operasionalisasi variabel seperti dalam tabel berikut:
Atribut Produk Variabel dan konsep
variabel Dimensi Indikator Skala
Atribut Produk (X)
Atribut produk adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh
pembeli pada saat pembeli produk seperti
harga, kualitas, kemasan. Kelengkapan fungsi( fitur), desain, layanan purna jual, dan lain-lain
(Simamora, 2001)
Harga 1. Tingkat ke-ekonomisan produk
2. Harga barang rumah tangga Ordinal
Kualitas 3. Produk yang sesuai kebutuhan
4. Tingkat Kenyamanan Produk 5. Produk yang memiliki cirri
khas
6. Produk yang sesuai dengan ‘nilai’ nya
Ordinal
Kemasan 7. Kemasan yang menarik Ordinal Desain 8. Ketahanan produk
9. Model yang variatif
Ordinal Fitur 10. Produk yang sesuai fungsinya Ordinal
Keputusan Pembelian Variabel dan konsep
variabel Dimensi Indikator Skala
Keputusan Pembelian (Y)
menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak membeli terhadap produk
Kotler dan Amstrong (2001:222) Pengenalan masalah 1. Tingkat Pengenalan masalah Ordinal Pencarian informasi 2. Tingkat Pencarian Informasi Ordinal Evaluasi alternatif 3. Tingkat Evaluasi Alternatif Ordinal Keputusan Pembelian 4. Tingkat Keputusan Pembelian Ordinal Perilaku pasca pembelian 5. Tingkat perilaku pasca pembelian Ordinal
Berdasarkan Sumbernya, data pada penelitian ini dapat dibagi me njadi dua jenis, Yaitu: a. Data Primer
Data Primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari kuisoner dan wawancara
b. Data Sekunder
Data Sekunder yaitu studi kepustakaan berupa buku-buku yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.
Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka peneliti menggunakan bebrapa cara sebagai berikut :
1. Observasi
Oservasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian.
2. Kuisioner (daftar pertanyaan)
Pengajuan kuisioner ini dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan tertulis dalam suatu daftar pertanyaan kepada responden.
Alat atau instrument penelitian satu-satunya yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Skala pengukuran menggunakan skala ordinal dengan teknik pengukuran skala data yang digunakan adalah skala penelitian, yaitu menggunakan skala likert 5 (lima) point. Adapun jawaban responden dari skala pengukuran akan disesuaikan dengan pertanyaan yang diajukan. Skala pengukuran menggunakan penilaian dengan skor sebagai berikut :
SKALA PENGUKURAN SKOR
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Kurang Setuju (KS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Uji Validitas variable Atribut Produk Kuisioner r-kritis Nilai
Validitas Simpulan Harga meubel di UD. Faninda Jaya
murah
0,3
0.556 Valid Barang yang dijual sebagian besar
adalah barang rumah tangga.
0.675 Valid Barang yang dijual sesuai dengan
kebutuhan saya
0.380 Valid Saya sangat nyaman menggunakan
produk UD. Faninda Jaya Meubel
Produk UD. Faninda jaya memiliki ciri khas tersendiri
0.607 Valid Barang yang saya beli menampilkan
status saya.
0.541 Valid Barang-barang yang ada memiliki
kemasan yang menarik.
0.379 Valid Barang-barang yang saya beli tahan
lama.
0.482 Valid UD. Faninda Jaya memiliki
Barang-barang yang dengan bermacam-macam model
0.442 Valid
Barang-barang yang saya beli di UD. Faninda Jaya meubel berfungsi dengan baik
0 .474 Valid
Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh jawaban yang diberikan pada responden (konsumen) pad UD. Faninda Jaya Meubel Gorontalo adalah valid. Hal tersebut terlihat karena nilai r-kritis lebih kecil dari nilai validitasna. Hal tersebut menyimpulkan bahwa pertanyaan yang mewakili variabel atribut produk pada UD. Faninda Jaya Meubel Gorontalo adalah andal untuk diajukan.
Uji Validitas variable Kinerja Pegawai
Berdasarkan hasil pengolahan data diatas dengan menggunakan program SPSS 16.0, dapat dijelaskan bahwa keseluruhan jawaban responden dinyatakan valid karena diketahui bahwa nilai validitas setiap pernyataan yang disusun lebih besar dari nilai batas keberartiannya (0,3). Hal tersebut sama dengan kesimpulan uji validitas variabel atribut produk. Dengan kata lain, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden terkait keputusan pembelian pada UD. Faninda Jaya Meubel Gorontalo sangat baik keandalannya.
Reliabilitas Atribut Produk
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.793 10
Kuisioner r-kritis Nilai
Validitas Simpulan Saya selalu membeli barang-barang furniture di
UD. Faninda Jaya Meubel.
0,3
0.517 Valid Saya merasa nyaman dan selalu disambut baik
di UD. Faninda Jaya. 0.677
Valid Saya merasa bertransaksi di UD. Faninda Jaya
sangat cepat prosesnya. 0.385
Valid Saya selalu menyarankan kepada teman saya
membeli di UD, Faninda Jaya Meubel. 0.542
Valid sebagian besar barang-barang furniture saya
dibeli di UD. Faninda Jaya Gorontalo. 0.655
Valid UD. Faninda Jaya selalu memberikan
barang-barang yang terbaik. 0.347
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah pertanyaan yang disajikan atau N pada variabel Atribu produk sebanyak 10 butir, dimana mengahasilkan nilai Alpha sebesar 0.793, dimana berdasarkan pernyataan sebelumnya bahwa nilai Alpha sebesar 0,8 adalah “dapat diterima”. Hal tersebut menyimpulkan bahwa variabel Atribut produk yang diteliti pada penelitian ini adalah reliable.
Reliabilitas Keputusan pembelian
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.752 6
Berdasarkan data pada tabel diatas, diketahui bahwa N atau jumlah pernyataan yang menjelaskan variabel keputusan pembelian pada angket disebarkan sebanyak 6 buah, dengan nilai alpha sebesar 0.752, yang berarti variabel keputusan pembelian dengan berisi pernyataan-pernyataan didalamnya “dapat diterima” kehandalannya untuk diteliti, atau variabel keputusan pembelian pada penelitian ini adalah reliabel.
Gambar diatas menunjukkan data yang tersebar mengikuti garis normalnya (diagonal). Hal tersebut menunjukkan bahwa data yang diperoleh telah terdistribusi secara normal, sehingga pengujian data dapat dilanjutkan pada pengujian berikutnya.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.908 1.534 -.592 .557 Atribut Produk .626 .045 .895 13.919 .000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel diatas, diketahui persamaan regresinya adalah Ý= -0.908+0.626. Dari persamaan tersebut, dapat dijelaskan bahwa nilai konstan untuk variabel Y (keputusan pembelian) sebesar -0.908, atau menjelaskan bahwa jika seluruh instrumen yang digunakan pada penelitian ini atau variabel X (Atribut produk) tidak memiliki pengaruh terhadap variabel keputusan, maka diperoleh ratarata sebesar -0.908 satuan bagi keputusan pembelian konsumen pada UD. Faninda Jaya Maubel Kota Gorontalo. Atau dengan kata lain, Keputusan pembelian konsumen pada UD. Faninda Jaya tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap seluruh instrumen penelitian ini. Selanjutnya diketahui nilai regresi untuk variabel Atribut produk adalah sebesar 0.626, atau menjelaskan bahwa jika terjadi penambahan atau pengurangan nilai sebesar 1 poin pada atribut produk, maka akan diikuti penambahan/ pengurangan sebesar 0.626 poin pada Keputusan pembelian konsumen di UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo.
ANOVAb
Model df F Sig.
1 Regression 1 193.73 .000a
Residual 48
Total 49
a. Predictors: (Constant), Atribut Produk b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Dari hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa nilai F hitung sebesar 193.73. untuk melihat apakah uji F dapat membuktikan bahwa Atribut produk memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian, maka terlebih dahulu harus melihat nilai F tabelnya, dan dibandingkan. Apabila nilai F hitung lebih besar dari F tabel maka dapat dijelaskan bahwa Atribut produk dengan segala instrumen yang digunakan didalamnya memiliki pengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian. Untuk mencari nilai F tabel digunakan rumus: df1= k-1, dan df2= n-k. Yang berarti df1=1 untuk pembilang berada pada lajur ke 1, dan df2=48 untuk penyebut berada pada baris ke 48. Sehingga diketahui nilai F tabel adalah sebesar 4.04. atau dengan kata lain nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel. Hal tersebut membuktikan bahwa Atribut produk dengan segala indikator yang ada didalamnya memiliki pengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo.
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .895a .801 .797 1.75051
a. Predictors: (Constant), Atribut Produk b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Dari tampilan output SPSS 16.0 pada tabel uji R, menjelaskan dinyatakan nilai R2 sebesar 0.801. Hal tersebut menjelaskan bahwa sebesar 80.1% dari Keputusan pembelian konsumen pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota gorontalo dikontribusikan melalui atribut produknya.
Adapun sebesar 19.9% lainnya dari variabel keputusan pembelian pada UD. Fninda Jaya Kota Gorontalo memungkinkan untuk dijelaskan melalui faktor-faktor lainnya yang tidak dibahas pada penelitian ini seperti, Promosi penjualan, brand atau merek, produk subtitusi, saluran distri busi, dan lain sebagainnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh atribut produk pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo terhadap Keputusan konsumen untuk membeli barang tersebut. Perumusan tujuan penelitian dilatarbelakangi oleh penjelasan dari Dewi (2010), yang menjelaskan bahwa Melalui atribut-atribut produk, suatu produk dapat dikomunikasikan dan disampaikan kepada konsumen selanjutnya konsumen akan melakukan penilaian dan melakukan keputusan pembelian.
Dapat dijelaskan bahwa atribut produk pada UD. Faninda Jaya sudah sangat baik dilakukan baikk itu dari tingkat harga, desain furniture, fitur yang terdapat didalamnya, sampai pada kemasannya. Hal tersebut dibuktikan dengan respon dari responden terhadap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti, dimana frekuensi jawaban dari responden mendapat nilai rata-rata 4 atau “setuju”, dengan seluruh pertanyaan yang disampaikan. Hal tersebut juga selaras dengan jawaban yang terkait variabel keputusan konsumen. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh produk yang ada pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota gorontalo telah disampaikan segala atributnya kepada konsumen sehingga mendapatkan tanggapan yang baik.
Walaupun sebagian besar tanggapan responden mengenai atribut produk dan keputusan konsumen pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo tidak dapat dikatakan sangat baik. Hal tersebut tercermin pada tanggapan responden yang masih memberikan nilai 4 (setuju). Hal tersebut juga terlihat dari nilai konstan dari variabel keputusan konsumen yang mendapatkan nilai yang negative. Hal tersebut mengindikasikan bahwa keputusan konsumen untuk membeli barang pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo belum terlalu signifikan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyaknya persaingan meubel di Kota Gorontalo. Namun, dengan menampilkan atribut produk dari meubelnya, UD. Faninda Jaya dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk hal tersebut dibuktikan dengan nilai regresi yang positif terhadap variabel atribut produk pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo.
Selanjutnya, nilai R2 sebesar 0.801, menjelaskan bahwa sebesar 80.1% dari keputusan konsumen untuk membeli produk pada UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo dapat dijelaskan melalui atribut produknya. Atau atribut produk memiiiki pengaruh sebesar 80.1% terhadap keputusan konsumen untuk membeli barang pada UD. Faninda Jaya Meubel. Adapun sisanya sebesar 19.9% dari keputusan pembelian konsumen pada UD. Faninda Jaya Meubel memungkinkan untuk dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti promosi penjualan, saluran distribusi, merek produk, produk subtitusi, dan lain sebagainya.
Simpulan
1. Seluruh pernyataan yang disusun mewakili tiap variabel pada penelitian ini adalah valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh responden mengerti mengenai pernyataan yang disajikan, dan menjalankan seluruh aspek indikator kinerja yang disusun pada kuisioner.
2. Atribut produk pada barang-barang di UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo telah disampaikan dengan ”baik”.
3. Hasil Pengujian regresi memperoleh persamaan Ý= -0.908+0.626 yang menjelaskan bahwa setiap terjadi perubahan 1 poin variabel atribut produk, maka akan diikuti sebesar 0,626 poin bagi variabel keputusan konsumen untuk membeli pada UD. Faninda Jaya Meubel.
4. Nilai R sebesar 0,801, menjelaskan bahwa sebesar 80.1% dari pelaksanaan atribut produk memiliki pengaruh untuk terhadap keputusan konsumen untuk membeli barang pada UD. Faninda Jaya Meubel.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan:
1. Agar UD. Faninda Jaya Meubel Kota Gorontalo serta pihak lainnya yang berkecimpung dalam produksi/ penjualan lainnya dapat menampilkan atribut produk dari barang-barang yang dijualnya sehingga akan dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produknya.
2. Agar pimpinan perusahaan sebagai pemegang kendali perusahaan, dapat memikirkan strategi pemasaran yang digunakan untuk dapat bertahan dan persaing dengan kompetitor yang sejenis.
3. Agar penelitian dapat menjadi acuan perusahaan produksi/ penjualan lainnya sehingga kedepannya, barang-barang yang akan dijual dapat ditampilkan atribut produknya sehingga akan mempengaruhi konsumen.
4.
Penelitian ini akan lebih baik jika ditambahkan variabel-variabel pendukung yang diperoleh dari penelitian-penelitian dan referensi yang lainnya, sehinggamemungkinkan untuk menambah variabel yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen seperti promosi penjualan, merek produk, ,saluran distribusi, dan produk subtitusi.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. ALFABET Bandung Amir, M. Taufiq. 2005. Dinamika Pemasaran Jelajahi dan Rasakan. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada
Arikunto, S. (2005). Manajeman Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Dewi, Ni Luh Gede Diah Nirmala. 2013. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan
Pembelian Handphone Di Kota Denpasar. E-Jurnal. Universitas Udayana
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
Ikhwanuddin, Isnani, dan Kusumajanto. Pengaruh Persepsi Atribut Produk terhadap
Keputusan Pembelian Rokok Merek Gudang Garam Surya Professional Mild (Studi pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Angkatan 2011/2011 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Diambil dari web.
Kottler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Jakarta: Salemba Empat. Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2, Edisi
Kedelapan, Jakarta. Erlangga
Kotler, P. dan G. Amstrong. 2006, Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi keduabelas jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Kotler dan Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi 12 jilid 1. Penerbit Erlangga Noho, Sry novyanti, 2012. Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Minat Beli
Konsumen pada PT.Sinar Galesong Pratam Cabang Gorontalo. Skripsi.
Universitas Negeri Gorontalo
Pamujo, Novian Yoga. 2011. Analisis Pengaruh Atribut Produk, Bauran Promosi, dan
Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Produk Merchandise (Studi pada Kedai Digital 7 di Semarang). Universitas Diponegoro. Semarang.
Riduwan, Sunarto. 2010. Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan, Sosial,
Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis. Bandung : CV. Alfabeta.
Sari, Ratna Dwi Kartika. 2012. Analisis pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan
Word of Mouth Communication terhadap Keputusan Pembelian Mebel pada CV. Mega Jaya Mebel Semarang. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang
Setiadi, Nugroho J, 2008, Perilaku Konsumen, Edisi I, Cetakan Ke 3, Jakarta: Kencana. Simamora, B. 2001. Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel.
Jakarta: Gramedia pustaka Utama
Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Sugiyono (2004), Metode Penelitian Bisnis. CV. Alfabeta, Bandung
Sulthoni, Muhammad. 2010. Analisis pengaruh Atribut Produk Honda terhadap
Loyalitas Konsumen (Studi pada PT. Federal International Finance Kawasan Probolinggo). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang
Supramono dan Haryanto, Joni Oktavian (2005), Desain Proposal Penelitian –studi
Pemasaran. Andi, Yogyakarta
Sutisna. 2001. Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Stanton J, William. 2000. Prinsip Pemasaran. Jilid 1.Jakarta: Erlangga. Tjiptono, Fandi. 1997, Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Penerbit ANDI. Tjiptono dan Diana. 2001. Toal Quality Manajemen. Andi:Yogyakarta. Tjiptono, Fandi. 2005.Strategi Bisnis. Andi Offset