Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi dan Keselamatan PLTN Serlo Fasi/itas Nllklir
Jakarta, 2(} AgliSIlls 20D] ISSN: 0854
-
29I 0SUMBER ION MULTICUSP UNTUK ADS
~
17
Kasmudin, Silakhuddin
Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju
-
BAT ANABSTRAK
SUMBER ION MULI1CUSP UNTUK ADS. Suatu fasilitas Accelerator Driven
System (ADS) memerlukan pasokan berkas proton intensitas yang tinggi dari somber
ion. Sumber ion jenis multicusp dapat menghasilkan berkas proton dalam beberapa mA clan emittansi yang kecil sebagaimana diperlukan dalam suatu akselerator untuk ADS. Dcsain awal dari sumber ion jenis tersebut sudah dilakukan. Desain ini mengikuti prinsip desain pada fasilitas akselerator JAERI Takasaki. Somber ion ini ditargetkan mampu menghasilkan berkas ion ringan, misalnya alpha hingga 1 IDA. .
ABSTRA CT
MULT/CUSP ION SOURCE FOR ADS. An Accelerator Driven System (ADS)facility needs high intensity proton beam from an ion source. Multicusp ion source can supply proton beam of some mA and small emittance as it is required on an accelerator for ADs. Preliminary design of the multicusp ion source has been carried out. The design follows the design of accelerator facility in JAERI Takasakl. The ion source is hoped
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi don Keselamatan PLTN Serlo Fasilitas Nllklir
Jakarta, 20 AglIstlis 2003 ISSN: 0854
-
29J 0PENDAHULUAN
ADS (Accelerator Driven Reactor System) adalah sistem reaktor yang
dikendalikan oleh akselerator. Komponen utama ADS meliputi akselerator proton,
target spallasi, clan reaktor subkritik. Dalam hal ini akselerator berfungsi untuk
menghasilkan arus proton berenergi tinggi yang ditembakkan ke target spallasi dari inti
berat sehingga terjadi reaksi inti (spallasi) clan dihasilkan neutron. Neutron yang
dipanearkan dari proses spallasi inilah yang dijadikan sumber neutron bagi
berlangsungnya reaksi fisi dalam reaktor daya atau sumber neutron untuk pembakaran limbah.
ADS memerlukan arus proton yang tinggi untuk menghasilkan fluks neutron yang tinggi pula sebagai syarat untuk berlangsungnya reaksi subkritis yang eukup efektif bagi pembangkitan daya atau pembakaran limbah. Untuk menghasilkan arus proton tinggi diperlukan sumber ion yang dapat menghasilkan arus proton tinggi pula yang salah satunya adalah sumber ion multicusp. Oleh karena itu ADS pada umumnya menggunakan akselerator dengan sumber ion jenis multicusp tersebut. Sumber ion
multicusp coeok untuk mengionisasi atom:atom gas dengan nomor atom kecil, seperti
atom gas hidrogen (H2) atau helium (He).
Akselerator ADS mempunyai ukuran panjang sehingga emittansi berkas ion dari sumber harus dibuat sekecil mungkin sehingga ketika ditembakkan ke target spallasi lebih tepat sasaran (berkasnya tidak terlalu melebar) clan sesuai dengan yang diharapkan. Emittansi yang kecil ini dapat dilakukan dengan pengungkungan plasma di dalam chamber sumber ion denganjaring-jaring medan magnet (disebut multicusp).
SUMBER ION MULTICUSP
Tergantung pactajenis material yang akan diionisasi, maka terdapat beberapa jenis sumber ion untuk akselerator. Misal untuk jenis material gas sering dipergunakan sumber ion jenis tumbukan elektron, yaitu jenis sumber ion di mana ionisasi terjadi antara elektron bebas dengan atom-atom gas. Sedang untuk material lain terdapat jenis sumber ion seperti ionisasi termaI, ionisasi dengan laser, ionisasi dengan medan listrik (lueutan), ionisasi tumbukan atom, clan ionisasi radiasi foton (fotoionisasi). Berikut ini
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi dan Keselamatan PLTN Serlo Fasilitas NI/klir
Jakarta. 20 Agl/sttls 2003 /SSN.. 0854 - 29/0
akan ditinjau clan dibahas lebih lanjut tentang sumber ion tire tumbukan electron yang disebut multicusp.
Dalam sumber ion multicusp, ion-ion positif dihasilkan dari tumbukan elektron dengan partikel-partikel gas dalam chamber ionisasi. Ionisasi tumbukan elektron dapat
menghasilkan kerapatan ionisasi yang besar walaupun energi elektron dalam tumbukan
hanya mampu melepaskan elektron-elektron yang ikatannya lemah seperti terdapat pacta
atom-atom gas dengan Bomar atom keci!. Komponen utama sumber ion mullicusp
terdiri dari katoda sebagai pemancar elektron, anoda sebagai penutup chamber (ruang) plasma, beberapa kutub magnet yang disusun untuk membentuk jaring-jaring (cusp) medan magnet di dalam chamber plasma, clan sebuah elektroda ekstraksi untuk mengekstraksi ion-ion dari chamber plasma. Karena adanya tegangan positif antara anoda clan katoda, elektron bergerak dari katoda ke anoda clan akan mengionisasi gas yang acta di dalam chamber. Karena medan magnetnya transversal, elektron bergerak dengan lintasan spiral sehingga akan menyebabkan lebih banyak ionisasi
molekul-molekul gas dalam chamber.
Konfigurasi jaring-jaring medan magnet akan memantulkan elektron ketika
bergerak mendekati anoda clan banyakpya jarring-jaring medan magnet akan menentukan banyaknya pantulan. Pemantulan ini akan meningkatkan probabilitas terjadinya ionisasi molekul-molekul gas. Karena jarring-jaring medan magnet ini pulalah yang mcnyebabkan elektron-elektron terkungkung di dalam plasma clan ini dapat dimanfaatkan sebagai kompensasi berkurangnya efisiensi ionisasi pada tekanan rendah.
Tegangan negatif pacta elektroda ekstraksi sedikit lebih lemah dibandingkan dengan tegangan anoda, sehingga ion-ion positif mengalir dari chamber plasma clan
kemudian tegangan tinggi positif ekstraktor (yang dihubungkan ke tanah) menyebabkan
ion-ion tertarik keluar atau terekstrak ke potensial ground clan memenuhi sebagian
elektroda ground, Antal'a elektroda ekstraksi clan elektroda ground acta elektroda penarik
(puller) dengan tegangan negatif yang ditujukan untuk membentuk sistem lensa
bersama-sama dengan elektoda ekstraksi clan elektroda ground. Tegangan negatif puller
juga membatasi elektron-elektron tertarik oleh potensial positif chamber plasma
sehingga tidak menumbuk chamber. Posisi relatif elektroda puller terhadap elektroda
ekstraksi mempunyai pengaruh besar terhadap pancaran beam, Jarak an tara elektroda
puller clan elektroda ekstraksi, geometri puller, beda tegangan elektroda puller clan
II
.
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi dan Keselamatan PLTN Serra Fasilita:; Nuklir
Jakarta, 20 Agllstlls 2003 ISSN: 0854
-
2910hubungan dari parameter-parameter tersebut dirumuskan dengan persamaan
Child-Langmuir:
J
=
xy3/2/d2 di mana: J adalah kerapatan arus ion yang dipisahkanx adalah konstanta yang tergantung pada massa ion
V adalah heclategangan alltara elektroda ekstraktor clanpuller d adalah diameter puller
BEBERAP A CONTOH DESAIN SUMBER ION
Desain JAERI Tokai (1)
Gambar 1 menunjukkan tampang muka dari desain JAERI TOKAI yang terdiri dari generator plasma berbentuk setengah silinder berdiameter 340 mm dan panjangnya 340 mm dengan jaring-jaring medan magnet (multicusp) yang kuat. Plasma dibentuk oleh lucutan busur menggunakan delapan filamen tungsten. Suatu filter magnet, yang dibentuk oleh magner-magnet permanen samarium-cobalt(Sm-Co), membagi generator
plasma ke dalam dua daerah clan menguball distribusi energi elektron sedemikian untuk
menghasilkan ion-ion negatif. Laju produksi ion negatif ditingkatkan dengan
menempatkan sedikit cesium ke dalam generator plasma. Sumber ion dapat l11enghasilkanarus ion negatifhidrogen sebesar 36 mA pada tegangan ekstraksi 50 kV.
Gnhlel C,lnlet
Gambar 1. Somber ion desain JAERI Tokai 344
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi don Keselamatall PLTN Serlo Fasi/ilas Nuklir
Jakarta, 20 AglIstus 2003 /SSN: 0854
-
29/0Desain SNL (2)
Sumber ion multicusp di SNL (Sandia National Laboratories), New Mexico -USA, termasuk tipe cusp magnet cincin tunggal (single ring magnetic cusp). Filamen bertindak sebagai katoda clanelektroda ring sebagai anoda, keduanya terbuat dari bahan tungsten (Gambar 2). Reflektor dibuat dari molybdenum clan lempengan celah terbuat dari molybdenum clan juga nitrida borron. Perisai panas yang juga terbuat dari molybdenum, membantu mendistribusikan panas ke mantel air pending in (tidak ditunjukkan dalam gambar). Cincin tunggal megnet intensitas tinggi memberikan medan 2 kG pada bagian dalam dinding perisai panas clan 100 G di dekat filamen clan celah. Medasn magnet nol dibuat pada sumbu sumber. Kecuali untuk anoda clan katoda, komponen-komponen sumber berada pada potensiallistrik mengambang.
Sumber ion ini beroperasi pada tekasnan 0,25 Pa, clan pada tekanan ini menghasilkan arus deuteron 200 mA ketika dipasang tegangan busur 150 V clanarus 10 A. APERTU
~
E.
.
j' PLATE\ / \ ./"--'
"
-~
,
"
./
"
/
:1f"7\
/:fA'~
RING SUPPORT AND FEEDTHROUGH ...-. 2 emGambar 2. Sumber ion desain SNL
Desain LBL (3)
Desain LBL (Lawrence Berkeley Laboratory), University of California, Berkeley, California, menggunakan chamber stainless steel berbentuk silinder yang didinginkan dengan air, panjang 28 cm~ diameter 20 em (Gambar 3). Bagian ujung chamber ditutup dengan sistem ekstraksi tiga grid. Chamber dikelilingi oleh 10 kolom
-~-~
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi dun Keselamatan PLTN Serlo Fasi/itas NlIklir
Jakarta. 20 Agllstlls 2003 ISSN: 0854
-
29J0magnet keramik atau samarium cobalt. Plasma "steady state" dihasilkan oleh ionisasi
elektron-elektron primer yang diemisikan oleh filamen tungsten berdiameter 0,05 cm
clan dibias dengan tegangan 60 V terhadap chamber (anoda). Oalam operasi normal,
grid ekstraksi dibiarkan pada tegangan listrik mengambang. Temperatur elektron,
kerapatan, clanpotensial plasma diatur menggunakan probe langmuir aksial.
J to pump
0 IOem
L J
Gambar 3. Somber ion desain LBL
Illstalasi di JAERI Takasaki (4)
Sumber ion multicusp di JAERI Takasaki adalah desain IBA Belgium. Chamber sumber silindris (panjang 15 cm diameter dalam 10 cm) terbuat dari tembaga. Suatu filamen tungsten panjang 15 cm terpasang pada sumber pusat chamber. Plasma busur dikungkung oleh empat baris 10 magnet samarium-cobalt pada sisi luar chamber clan 6 pada ujung chamber. Sistem ekstraksi terdiri atas elektroda ekstraksi clan elektroda puller yang dapat bergerak sehingga gap keduanya dapat divariasi. Sumber dengan sederhana dapat dikendalikan utamanya adalah tegangan filamen, arus busur, laju alir gas clanposisi puller. Umur dari filamen adalah beberapa ratus jam.
346 ION EXTRACTOR probe filamlnt plrmanenf maQnet
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi clan Keselamatan PLTN Serta Fasilitas Nuklil'
Jakarta, 20 Agllstlls 2003 ISSN.. 0854 - 2910
---S.Cougntt
I
puller (inside) insulator ---. cha.bert
OJ]]
~bul,
T Glaserlens 0l
50J CIGambar 4. Diagram instalasi sumber ion multicusp JAERI Takasaki
DESAIN SUMBER ION MULT/CUSP YANG DIRENCANAKAN
Desain yang hendak direalisasikan pacta prinsipnya mengikuti desain JAERI Takasaki. Pertimbangannya didasarkan pacta kesederhanaan konstruksi dan informasi desain yang lebih lengkap. Gambar 5 berikut adalah gambar desain sumber ion multicusp untuk ADS tersebut.
Prosiding Seminar Nasiollal ke-9 Tekllologi dall Keselamatan PLTN Serta Fasilitas NlIklir
Jaknrta. 20 AgllStllS2003 ISSN: 0854
-
29 J 0CD
CD
+
I
Gambar 5. Desain sumber ion 11l11ltiCIiSpyang direncanakan
348
+
r-S.-...\i
/
(j;
r0
'\ \+-i/
1 / , " \ I{0
t I+
r--I
/1 "" ... '\ , +- I\,hll
-
CD
1 I NL/Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi don Keselamatan PLTN Serlo Fasilitas Nuklir
Jakarta. 20 AglIstlls 2003 ISSN: 0854
-
2910Keterangan desain :
1. Katoda
2.
Katoda terbuat dari filamen tungsten dengan panjang 150 mm terdiri dari 3 kawat berbentuk gulungan di mana masing-masing kawat berdiameter 0,75 mm. Filamen dicatu dengan arus 100 A clanheclapotensial kedua ujungnya 10 V.
Chamber plasma (sebagai anoda)
Chamber plasma yang juga berfungsi sebag'li anoda berbentuk silinder terbuat dari tembaga dengan panjang 138 mm clan diameter 98 mm, serta terhubung ke tegangan 300 V terhadap katoda.
3.
Di permukaan luar anoda dipasang 10 magnet cobalt samarium, yang masing-masing magnetnya terdiri dari 4 kutub yaitu utara-selatan-utara-selatan (U-S-U-S). Tujuan penyusunan ini adalah untuk membentuk jarring-jaring medan magnet di dalam chamber. Gas yang akan diionisasi dimasukkan melalui pipa berdiameter 1,6 mm yang terhubung ke chamber.
Elektroda ekstraksi
4.
Elektroda ekstraksi berbentuk cakraI? terbuat dari tembaga yang di tengahnya terdapat lubang ekstraksi berdiameter 7,5 mm. Bagian ini diisolasi dari anoda dengan cincin pyrex clan dari ground dengan (di bagian depan) dengan bahan polyetilen. Tegangan anoda adalah -310 V clan maksimum 30 kV terhadap bagian ground. Melalui cincin pyrex pantulan sinar plasma dapat dilihat.
Elektroda puller
Elektroda puller berbentuk kerucut 45° terbuat dari stainless steel dengan diameter lubang puller 6,5 mm. Elektroda puller bertegangan negatif (sekitar beberapa ratus volt) terhadap ground.
Elektroda ground
Elektroda ground diposisikan downs/earn sehingga tegangannya 0 V equipotensial sedekat mungkin dengan elektroda puller. Elektroda pulier danb elektroda ground dapat bergerak sebagai satu kesatuan ketika dikendalikan dengan system motor di depan batas antara elektroda ekstraksi clan elektroda 5.
Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi d(111Keselamatan PLTN Serta Fasilitas NlIklir
Jakarta, 20 Agllstll.r 2003 ISSN: 0854
-
2910KESIMPULAN
Telah didesain suatu sumber ion jenis multicusp yang direncanakan dapat menghasilkan berkasi ion alpha untuk fasilitas ADS skala keci!. Semua komponen dapat diadakan dan direkayasa di dalam negeri. Untuk tahap awal, sumber ion ini diharapkan mampu menghasilkan arus berkas alpha hingga 1 mA.
DAFT AR PUST AKA
1. H. Oguri et aI, "Development of a High Brightness Neghative Hydrogen Ion Source", Proceeding of 10th Symposium on Ace. Science an Tech., October 25 - 27, 1995, Hitachinaka, Japan.
2. J. P. Brainard and J. B. O'Hagan, "Single-ring Magnetic Cusp Ion Source", Rev. Sci. Instrum 54 (11), November 1983.
3. K. Wehlers and K. N. Leung, "Increasing the Efficiency of a muIticusp ion source", Rev. Sci. Instrum. 53(9), September 1982.
W. Yokota et aI, "Operation of ECR and MuIticusp Ion Sources for JAERI AVF Cyclotron", The 8th Symp, On A~celerator Science and Technology, 1991, Saitama, Japan.
4.
DISKUSI:
PERTANYAAN
: (Azizul Khakim-
BAPETEN)- Apakah intensitas neutron yang ke/uar bisa diatur sesuai dengan kebutuhan?
JA W ABAN : (Kasmudin
-
P2SRM BATAN)- Intensitas neutron yang ke/uar dari target spallasi bisa diatur dengan mengatur intensitas alfa. Intensitas alfa itu sendiri bisa diatur dengan mengaturlmengubah-ubah beda potensia/ elektroda puller.