• Tidak ada hasil yang ditemukan

BISNIS_INTERNASIONAL_PERTEMUAN_4.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BISNIS_INTERNASIONAL_PERTEMUAN_4.docx"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BISNIS INTERNASIONAL BISNIS INTERNASIONAL

PERTEMUAN 4 PERTEMUAN 4

Aspek

Aspek

 – 

 – 

 Aspek Lingkungan Ekonomi yang  Aspek Lingkungan Ekonomi yang mempengarmempengaruhi Lingkungan Internasionaluhi Lingkungan Internasional

Oleh : Oleh : Kelompok 2 Kelompok 2 Ida

Ida Bagus Bagus Indradiana Indradiana Pramana Pramana (1415351004)(1415351004)  Ni Made Krisdhayani

 Ni Made Krisdhayani (1415351026)(1415351026)

Anak

Anak Agung Agung Gede Gede Oka Oka Maheswara Maheswara (1415351118)(1415351118) Darsyaf

Darsyaf Alam Alam (1315351184(1315351184))

I

I Kadek Kadek Alit Alit Suarjana Suarjana (1315251002))(1315251002

Program Ekstensi Program Ekstensi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana Universitas Udayana Denpasar Denpasar 2016 2016

(2)

ISI

4.1 Kemajuan Ekonomi dan Pertumbuhan Pasar Baru a. Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan atau cara-cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Sistem ekonomi suatu negara terdiri dari struktur dan proses yang ia gunakan untuk mengalokasikan sumber daya dan melakukan kegiatan komersial.

Ekonomi Terencana

Sebuah ekonomi terencana terpusat adalah sistem di mana tanah, pabrik, dan sumber daya suatu negara ekonomi lainnya dimiliki oleh pemerintah. Pemerintah membuat hampir semua keputusan ekonomi terkait termasuk apa yang memproduksi dan harga produk, tenaga kerja, dan modal. tPerencanaan pusat berakar pada idiologi yang kesejahteraan kelompok lebih penting daripada kesejahteraan idividu. Seperti budaya kolektivis menekankan kelompok atas tujuan individu, ekonomi perencanaan pusat  berusaha untuk mencapai kesetaraan ekonomi dan sosial.

b. Munculnya Fokus Pasar: China

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya,  barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran- permintaan.Cina mulai percobaan dengan perencanaan pusat pada tahun 1949, ketika komunis mengalahkan nasionalis dalam perang saudara yang panjang, dan berdarah. Saat ini, para pemimpin negara menggambarkan filosofi ekonomi sebagai "sosialisme dengan karakteristik Cina." Tidak mungkin ada negara di dunia yang telah berbuat lebih banyak untuk orang-orang yang secara ekonomi selama dua dekade terakhir dari Cina. Gedung  pencakar langit yang berkilau sekarang mendominasi shanghai dan cityscapes beijing, di mana kebanyakan orang memiliki prospek pekerjaan yang baik. Populasi besar di negara itu, peningkatan pendapatan, dan memperluas kesempatan yang menarik sejumlah besar investasi.

(3)

- Ekonomi Campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies  adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Pada sistem ekonomi campuran, antara  pemerintah dengan masyarakat atau swasta berMenurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana,  bahkan negara seperti Amerika Serikat.  Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising ), dan lain-lain. Dalam ekonomi campuran, tanah,  pabrik, dan sumber daya ekonomi lainnya dibagi antara kepemilikan swasta dan  pemerintah, dengan pemerintah cenderung mengontrol sektor ekonomi penting untuk keamanan nasional dan stabilitas jangka panjang. Pendukung ekonomi campuran  berpendapat bahwa sistem ekonomi yang berhasil harus tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga harus melindungi masyarakat dari ekses individualisme Anh diperiksa dan keserakahan organisasi. Namun, berusaha untuk menjadi lebih efisien dalam penggunaan sumber daya yang langka, ekonomi campuran banyak terlibat dalam privatisasi  –   penjualan milik pemerintah sumber daya ekonomi untuk operator swasta.

Kebaikan

 Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas.  Fluktuasi harag dapat lebih terkendali.

 Hak milik perorangan diakui dan pemerintah mendorongnya. Keburukan

 Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme.

 Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat. - Ekonomi Pasar

Merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan  perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan  pada sistem harga, yaitu tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan

(4)

harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).Dalam ekonomi pasar, individu pribadi atau bisnis dan sebagian besar klien, pabrik, dan sumber daya ekonomi lainnya. Keputusan ekonomi dipengaruhi oleh interaksi supply (jumlah produk yang produsen bersedia untuk memberikan harga jual yang spesifik) dalam permintaan (jumlah produk yang pembeli  bersedia untuk membeli dengan harga jual tertentu). Ekonomi pasar berakar pada keyakinan bahwa kekhawatiran individu adalah hal yang terpenting.Dan yang menguntungkan kelompok ketika individu menerima insentif yang tepat dan ma nfaat.

Untuk dapat berfungsi dengan lancar, ekonomi pasar membutuhkan 3 hal, yaitu: 1.  pilihan bebas (dalam pembeli opsi pembelian)

2.  bebas perusahaan (produsen dan keputusan kompetitif) 3. Harga fleksibilitas (mencerminkan pasokan dan permintaan)

Peran pemerintah dalam ekonomi pasar berpusat adalah pada: 1.  penegakan hukum antitrust

2. melestarikan hak milik

3. menyediakan lingkungan fiskal dan moneter yang stabil 4. menjaga stabilitas politik

4.2 Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu  periode,biasanya selama satu tahun. Konsep Perhitungan

Berikut adalah beberapa konsep perhitungan pendapatan nasional :

 Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Produk (PDB/GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) yaitu jumlah suatu produk yang  berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Barang-barang yang dihasilkan termasuk

(5)

 barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan dari GDP bersifat bruto/kotor.

 Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang  beroperasi di wilayah Negara tersebut.

PNB = PDB + Pendapatan faktor produksi luar negeri

 – 

  Pembayaran Faktor produksi luar negeri

 Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi yang umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. (NNP = GNP –  Depresiasi)

 Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung (subsidi).

NNI = NNP

 – 

 Pajak Langsung

 Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) yaitu pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer  payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas  jasa produksi tahn ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan laba

(6)

ditahan, dikurangi Pembayaran asuransi ditambah dengan pendapatan bunga personal dari  pemerintah dan konsumen ditambah dari penerimaan bukan balas jasa.

PI = NNI  –   Laba ditahan  –   Pembayaran asuransi + Pendapatan bunga personal + Penerimaan Bukan balas jasa.

 Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Disposable Income adalah pendapatan yang siap untuk membeli barang dan jasa. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak  pendapatan personal (Pajak Langsung). Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang  bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh

wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI –  Pajak pendapatan prsonal.

Faktor yang memengaruhi

 Permintaan dan penawaran agregat

Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi  pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan- perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional. Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat  pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah  pengangguran.

 Konsumsi dan tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan

(7)

tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan  psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan  pendapatan.

 Investasi

Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

Manfaat

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri,  pertanian,  atau negara  jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan  pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan  besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya

sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut  juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan  perumusan kebijakan pemerintah.

(8)

4.3 Teori Purchasing Power Parity ( Paritas Daya Beli )

Definisi

Konsep Purchasing Power Parity, atau Paritas Daya Beli, PPP diperkenalkan oleh ekonom klasik bernama David Ricardo. Konsep ini kemudian dipopulerkan oleh ekonom Swedia yang bernama Gustave Cassel pada tahun 1920, saat negara-negara Eropa seperti Jerman, Soviet, dan Hongaria mengalami inflasi tinggi.

Penjelasan konsep teori Purchasing Power Parity didasarkan pada hukum satu harga, the law of one price yang menyatakan bahwa harga komoditas yang sama di dua negara yang  berbeda akan sama jika dinilai dengan mata uang yang sama.

Paritas Daya Beli Absolut

Dengan mengunakan konsep hukum satu harga, maka dapat dihitung seluruh harga dari sekumpulan komoditas dan jasa yang sama untuk dua negara yang berbeda, misal untuk di Amerika maupun di Jepang dapat ditulis persamaan berikut:

PJPY = USD/JPY x PUSD (persamaan 1)

PJPY  merupakan harga sekumpulan komoditas dan jasa yang sama di Jepang dan PUSD merupakan harga sekumpulan komoditas dan jasa yang sama Amerika. Sedangkan USD/JPY adalah nilai tukar Dollar Amerika terhadap Yen Jepang.

Persamaan 1 adalah bentuk absolut dari kondisi paritas daya beli yang dapat dimodifikasi untuk mendapatkan hubungan antara nilai tukar kurs dengan harga sekelompok  produk atau barang dari dua negara. Sehingga persamaan 1 menjadi:

USD/JPY = PJPY/PUSD

Konsep paritas daya beli dalam bentuk absolut melalui peramaan 1 dapat menjelaskan terbentuknya nilai tukar valuta asing suatu negara. Dari persamaan 1 dapat diketahui bahwa nilai tukar Dollar Amerika terhadap mata uang Yen Jepang ditentukan oleh harga komoditas dan jasa dari dua negara tersebut. Pada umumnya harga sekumpulan komoditas dan jasa dinyatakan dalam indeks harga.

(9)

4.4 Human Development

Dalam buku “Human Development”, definisi perkembangan manusia adalah proses  perubahan dan kemantapan/kematangan yang dilalui sepanjang rentang kehidupan seseorang. Tujuan ilmu perkembangan ini agar manusia lebih mengerti tentang dirinya.(Papalia et al, 2007)

Perubahan dan kemantapan mencakup pada perkembangan fisik yang meliputi  pertumbuhan tubuh dan otak, sensori, ketrampilan, kesehatan. Perkembangan kognitif yang meliputi belajar, perhatian, memori, bahasa, berfikir, berargumen dan kreativitas. Perkembangan psikososial yang meliputi emosi, kepribadian dan hubungan sosial. Tapi tidak ada definisi yang baku dalam tahapan perkembangan ini, tergantung pada konstruk sosial yang dianut di masing-masing negara atau budaya. (Papalia et al, 2007)

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia

Perkembangan itu komplek, setiap individu dalam tahapan perkembangan yang sama menunjukkan perbedaan, seperti ukuran tubuh, keadaan emosi, intelegensi, dan sebagainya. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan menurut Papalia et al ( 2007) dalam buku “Human Development” adalah:

a. Keturunan (nature), yaitu sifat bawaan dari orang tua biologis, misalnya kecerdasan dan watak.

 b. Lingkungan (nurture), yaitu tempat dan kondisi sosial di mana individu tumbuh dan  berkembang.

c. Kematangan, kesiapan individu untuk menguasai ketrampilan baru, misalnya kematangan otak dan tubuh pada fase anak-anak awal, sehinggga mempunyai kemampuan untuk berjalan dan berbicara. Karakteristik diri dan pengalaman sangat  berperan dalam beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternal.

d. Keluarga (cara mendidik, perhatian dan memperlakukan anak)

e. Status sosial dan ekonomi (penghasilan, pendidikan, dan pekerjaan, kemiskinan)

f. Budaya (adat, tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, bahasa, perilaku modeling dari orang tua)

(10)

Human development Index (HDI) adalah “statistik komposit harapan hidup, pendidikan, dan indeks pendapatan untuk peringkat negara-negara ke dalam empat tingkatan pembangunan manusia.” Buku itu diciptakan oleh ekonom Mahbub ul Haq, diikuti oleh ekonom Amartya Sen pada tahun 1990,dan diterbitkan oleh United Nations Development Programme (Wikipedia, 2013)

HDI gabungan tiga dimensi up sampai 2011 laporannya (Wikipedia, 2013): Harapan Hidup, sebagai indeks kesehatan penduduk dan umur panjang

1. Harapan Hidup, sebagai indeks kesehatan penduduk dan umur panjang

2. Pengetahuan dan pendidikan, yang diukur dengan tingkat melek huruf dewasa (dengan bobot dua pertiga) dan rasio primer, sekunder, dan tersier pendaftaran bruto (dengan sepertiga bobot).

3. Standar hidup, seperti yang ditunjukkan dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita berdasarkan paritas daya beli.

Human Development Index (HDI) telah dikritik pada sejumlah alasan: 1. Termasuk kegagalan untuk menyertakan pertimbangan ekologi 2. Memfokuskan secara eksklusif pada kinerja nasional dan peringkat

3. Tidak membayar banyak perhatian untuk pembangunan dari perspektif global dan  berdasarkan alasan kesalahan pengukuran statistik yang mendasari dan formula  perubahan oleh UNDP yang dapat menyebabkan misclassifications parah negara dalam kategori menjadi 'rendah', 'sedang', 'tinggi' atau negara pembangunan manusia 'sangat tinggi‘.

4.5 Economic Transition dan Hambatannya

Economic transition adalah perubahan ekonomi terencana terpusat ke pasar bebas. Economic transition mengalami liberalisasi ekonomi, di mana kekuatan pasar yang menetapkan harga daripada organisasi perencanaan pusat. Selain itu hambatan perdagangan dihapus, ada dorongan untuk memprivatisasi bisnis dan sumber daya milik negara, dan sektor keuangan yang dibuat untuk memfasilitasi stabilisasi ekonomi makro dan pergerakan modal swasta. Proses ini telah diterapkan di Cina, negara-negara bekas Uni Soviet dan Komunis  blok Eropa , dan banyak negara-negara dunia lainnya.

(11)

Proses transisi ini biasanya ditandai dengan perubahan dan penciptaan suatu lembaga (terutama perusahaan swasta) dan perubahan dalam peran negara. Pada dasarnya modus transisi adalah restrukturisasi fungsional lembaga negara. Modus transisi lain adalah mengubah cara ekonomi yang tumbuh dan modus praktek. Economic transition harus mencakup transisi mikro dan makro. Karena kondisi awal yang berbeda selama proses economic transition dari ekonomi terencana terpusat ke ekonomi pasar, negara menggunakan model transisi yang berbeda . Negara-negara seperti PRChina dan Vietnam mengadopsi modus transisi bertahap , namun Rusia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya, seperti mantan Republik Sosialis Yugoslavia menggunakan model yang lebih agresif dan lebih cepat. Jika fokus dipusatkan pada perusahaan-perusahaan besar yang diuntungkan pada saat Orde Baru, apakah yang terjadi pada mereka d masa transisi? Apakah konglomerasi dan figur-figur lama akan hilang? Apakah sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Recantini dan Rayterman bahwa perusahaan-perusahaan yang bertahan dalam masa transisi adalah  perusahaan yang bisa membentuk jaringan baru daripada bertahan pada jaringan lama? Dan apakah sesuai dengan asumsi Batjargal yang mengatakan bahwa ikatan yang lemah lebih menguntungkan perusahaan di masa transisi daripada jaringan yang kuat yang berbasis pada hubungan personal? Mengacu pada Robinsons dan Hadiz, figur-figur yang dominan dalam  bisnis dan politik yang tadinya menjadi penyokong Suharto, berhasil bertahan dan mereorganisasi kekuatan ekonomi mereka bukan dengan cara membuka diri untuk  berkompetisi di dalam pasar bebas atau berada pada lembaga hukum yang transparan dan

adil, tetapi dengan cara menekan negara untuk menanggung sebanyak mungkin kerugian ekonomi semasa krisis dan mereka juga menyerang alinasi politik yang baru. Akhirnya, negara tak mampu menlakukan reformasi yang menyeluruh karena kekuasaan ekonomi pun  politik masih berada di tangan kepentingan politik yang selamat dan keselamatannya itu  bergantung pada pelanggengan institusi-institusi rezim lama. Dengan demikian, figur-figur, yang juga miliki perusahaan-perusahaan, dapat bertahan selama masa transisi ekonomi Indonesia menggunakan mekanisme lain daripada yang dikemukakan Batjargan maupun Recantini dan Rayterman.

Contoh riilnya seperti penguasaan saham secara tidak langsung beberapa statiun televisi oleh keluarga Cendana, usaha Salim Group untuk menguasai kembali aset-aset yang BPPN ambil alih semasa krisis ekonomi, monopoli film import oleh Twenty One Group milik

(12)

Sudwikatmono, saudara tiri Soeharto dan tumbuh kembangnya yang pesat dari Bakrie Group yang semasa Orba punya jaringan politik kuat khususnya dengan Golkar 

Sistem Ekonomi Rusia Masa Transisi

Komunisme adalah “suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai  pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian.”

Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.

Ciri-ciri komunisme:

1. Sebuah teori atau sistem organisasi sosial yang didasarkan pada induk dari semua harta yang sama, kepemilikan aktual yang dinisbahkan kepada masyarakat secara keseluruhan atau kepada negara.

2. Sistem organisasi sosial di mana semua aktivitas sosial ekonomi dan dikendalikan oleh negara totaliter didominasi oleh satu dan mengabadikan diri partai politik.

3. Prinsip-prinsip dan praktek-praktek dari Partai Komunis. 4. Komunalisme.

4.6 Pasar Rusia

Pengalaman Rusia dengan komunisme dimulai pada tahun 1917 selama 75 tahun,  pabrik, distribusi berikutnya, dan semua aspek lain dari operasi, serta harga tenaga kerja,

modal dan produk yang dikendalikan oleh pemerintah. Sementara Cina sedang  berekperimen dengan kepemilikan pribadi pertanian dan sistem harga pasar terbatas, Rusia dan Negara –   Negara lain di Uni Soviet tetap kukuh komunis dibawah sistem  pemerintahan yang lengkap ketiadaan total industri pasar bearati bahwa tidak seperti Cina, Rusia mengalami perubahan politik besar –  besaran di sepanjang dengan reformasi ekonomi ketika memulai transisi.

Tantangan ke depan untuk Rusia, seperti dalam begitu banyak Negara transisi lainnya, Rusia perlu untuk mendorong bakat manajerial. Tahun perencanaan sentral menunda pengembangan keterampilan manajerial yang dibutuhkan dalam ekonomi  berbasis pasar. Manajer Rusia harus meningkatkan keterampilan mereka dalam setiap

(13)

aspek praktik manajemen, termasuk control keuangan, penelitian dan pengembangan, manajemen sumber daya manusia, dan strategi pemasaran.

(14)

Daftar Pustaka :

Wild, John J. dan Kenneth L. Wild. 2012. International Business, The Challenges of Globalization, Sixth Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Griffin, W Ricky dan Ronald J Ebert. 2006. Bisnis Internasional Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga

http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-internasional/teori-purchasing-power-parity-paritas-daya-beli-ppp/

Referensi

Dokumen terkait

Santri merupakan unsur yang penting sekali dalam perkembangan sebuah pesantren karena langkah pertama dalam tahap-tahap membangun pesantren adalah bahwa harus ada

Tahap ketiga yaitu evaluasi, dalam tahap ini peneliti membandingkan hasil pengukuran yang telah diperoleh pada tahap pre-test dan post-test dan melakukan

Dalam konteks regional, Cimahi kemudian dimasukkan sebagai bagian dari Bandung Metropolitan Area (BMA), dengan fungsinya sebagai daerah penyangga Kota Bandung.

pendidikan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan sekarang ini belum di daya gunakan secara optimal, melihat kenyataan yang ada dilapangan guru jarang sekali menggunakan

Am 89. Tiap-tiap Tiap-tiap fail hendaklah dicatat fail hendaklah dicatat pergerakannya. Sistem doket Sistem doket diamalkan oleh agensi-agensi diamalkan oleh agensi-agensi

Judul yang dipilih dalam penelitian ini adalah “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Wanita Usia Subur (WUS) di

Oleh karena itu, untuk melihat bagaimana marketisasi ideologi dalam sebuah kampanye politik sebagaimana yang ingin diungkap penulis dalam buku ini, akan

Bidang dan Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang usaha Perbankan dan Jasa Keuangan Jumlah Saham yang ditawarkan 2.051.366.765 Saham Biasa Kelas B baru dengan nilai nominal..