Lembaga Penelitian 83 Universitas Negeri Medan
PENERAPAN RAGAM METODE PERKULIAHAN DAN GAYA
BERFIKIR PADA MATA KULIAH EVALUASI HASIL BELAJAR
MATEMATIKA DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIMED
Abil Mansyur, Asmin
Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan, Sumatera Utara, 20221
Diterima 20 April 2014, disetujui untuk publikasi 09 Juli 2014
Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari variabel-variabel kecenderungan gaya berpikir (lateral dan vertikal) dan cara menganalisis data mahasiswa yang diajar dengan menggunakan program excel, program SPSS, dan cara manual terhadap variabel terikat yaitu hasil perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan melakukan penelitian eksperimen. Variabel terikat adalah hasil perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika dan variabel bebas adalah teknik analisis data tes yang terdiri dari penerapan pemakaian program excel, program SPSS, dan perhitungan secara manual. Variabel bebas atribut adalah kecenderungan gaya berpikir mahasiswa yang terdiri dari gaya berpikir lateral dan vertikal. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh gambaran, bahwa metode perkuliahan menggunakan program excel, program SPSS, dan cara manual, memberikan hasil yang berbeda secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Bahkan perbedaan ini terlihat juga jika diterapkan pada mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal, namun tidak memberikan hasil yang berbeda jika diterapkan pada mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral.
Kata kunci: berfikir lateral, berfikir vertikal, hasil kuliah, manual, penggunaan komputer.
Pendahuluan
Penerapan Pemakaian Komputer dan Gaya Berpikir terhadap Evaluasi Hasil Kuliah Matematika merupakan salah satu bagian dari perkuliahan matematika yang menyangkut berbagai hal, yakni aspek konsep dan terapan berbagai perhitungan dan analisis statistika yang membutuhkan berbagai perhitungan manual sampai pemanfaatan berbagai program komputer untuk mempercepat proses analisis dan penafsiran yang tepat dan akurat. Di dalam era perkembangan teknologi yang pesat, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali keterampilan dan pengetahuan saja tanpa secara sengaja mengembangkan kemampuan berpikir. Perkembangan teknologi yang pesat
menuntut kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan kemajuan itu, dan kemampuan berpikirlah yang akan menentukan kemampuan adaptasi tersebut (Pardjono, 2003).
Pendidikan merupakan bagian yang terpenting pada kehidupan umat manusia. Mesin pengolah informasi sebagai pokok masalah yang namanya mesin komputer, menjadi sesuatu yang semakin penting di dalam sistem pendidikan saat ini. Hampir semua lembaga pendidikan, termasuk pergururuan tinggi dan sekolah menengah bahkan pendidikan sekolah dasar mempergunakan komputer, mencetak laporan
84 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 angka-angka dan memelihara administrasi
sekolah. Beberapa nilai ujian tingkat ketangkasan, saringan ujian masuk, tes-tes IQ, dan yang lainnya dinilai dengan menggunakan bantuan komputer. Pada beberapa sekolah saat ini, pelajaran-pelajaran pada kenyatannya disusun menggunakan komputer (Davis, 1980).
Komputer, langsung atau tidak langsung, mempengaruhi hampir semua segi kehidupan. Bahkan saat ini sulit menemukan seseorang yang tidak pernah mendengar kata komputer atau menggunakannya. Namun demikian, hampir semua orang merasa bahwa komputer adalah suatu alat yang terselubung, fantasi, dan rahasia. Pertama-tama komputer sangat berarti dalam melakukan perhitungan-perhitungan yang sangat perlu untuk merencanakan dan menganalisis teknik-teknik baru, dengan demikian mempercepat pengembangan selanjutnya.
Perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika merupakan bidang kajian yang dinamis karena selalu berkembang dari waktu ke waktu, juga merupakan integrasi dan penerapan dari beberapa disiplin ilmu. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika tersebut tidak cukup hanya dengan transfer pengetahuan dari dosen kepada mahasiswa, tetapi juga melalui proses konstruksi pengetahuan lewat berbagai aktivitas berpikir dan dialog pengalaman meneliti. Dengan demikian dalam proses penerapan Pemakaian Komputer dan Gaya Berpikir Terhadap perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika memerlukan strategi pembelajaran yang dapat membuka wawasan dan pola pikir yang melebar (lateral), karena dimungkinkan apa yang dipelajari mahasiswa di kelas berbeda dengan kondisi yang ditemui di lapangan sebagai akibat perkembangan pemikiran manusia yang sangat pesat. Oleh karena itu bagi dosen yang mengajar mata kuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika diperlukan perubahan strategi perkuliahan yang dapat mengembangkan pola berpikir yang memungkinkan berfungsinya kedua belahan
otak yang memiliki implikasi terhadap sistem maupun pola kuliah individu mahasiswa serta membentuk semangat kerjasama yang kuat pada diri mahasiswa.
Pembelajaran Evaluasi Hasil Belajar Matematika memerlukan gaya berpikir. Dalam kuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, berpikir adalah suatu proses untuk mengatur informasi yang tersedia dalam mencapai suatu pemecahan masalah. Sementara tujuan umum berpikir itu menurut Segal, Chipman, dan Glaser (1985) ada 4 hal yaitu: (1) meningkatkan kemampuan memberi alasan, (2) membangun kreativitas, (3) membangkitkan kemampuan personal dan interpersonal, dan (4) mengembangkan pemahaman etika (de Bono, 1992).
Dalam hal ini, gaya berpikir yang digunakan dalam memecahkan masalah Evaluasi Hasil Belajar Matematika berkaitan erat dengan gaya berpikir lateral dan gaya berpikir vertikal. Berfikir lateral adalah melihat permasalahan dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga ke tangga lainnya (Deporter & Hernacki, 2002). Pendapat lain mendefinisikan bahwa berfikir lateral adalah metode pemecahan masalah lewat pendekatan tak lazim, atau memakai unsur-unsur yang biasa diabaikan oleh cara berfikir logis (Hawkins dan Allen, 1991). Selain itu juga, menurut Utomo (2001), berfikir lateral disebut juga berfikir zig-zag, seringkali dipertentangkan dengan berfikir lurus, vertikal, yang selalu runtun menurut logika. Dalam berfikir lateral, seseorang boleh saja menyimpang, berbelok-belok, bahkan melompat dari satu gagasan ke gagasan lain. Kita dianjurkan untuk melepaskan diri dari kebiasaan atau pola-pola yang selama ini “memenjarakan” kita, menentang asumsi-asumsi yang sejauh ini kita terima sebagai “benar dengan sendirinya”. Berfikir lateral merangsang seseorang untuk mengubah persepsi, sudut pandang, maupun konsep-konsep yang dianut demi mengundang munculnya alternatif baru. Dengan berpikir lateral semua langkah tidak mesti berurutan, akan tetapi dapat dilakukan lompatan
Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 85 kemudian mengisi celah-celah lompatan itu
(de Bono, 1987).
Berpikir vertikal adalah suatu proses berpikir yang bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan, seolah-olah kita sedang menaiki tangga (Deporter & Hernacki, 2002). Berpikir vertikal adalah berpikir di dalam pengetahuan terbatas yang diketahui. Berpikir vertikal membangun berpikir
sehingga menuntun pengembangan
pengetahuan yang lebih luas. Pengintegrasian berpikir vertikal bertujuan membangun kekayaan dan kedalaman kehidupan berpikir (Neo Tech Advantage, 2004). Berpikir vertikal dalam diri kita adalah pada saat kita mengetahui bahwa kegembiraan bukanlah bergantung pada hasil atau perencanaan kita. Kita bergembira sebelum perencanaan dibuat, selama melakukan rencana tersebut, dan setelah melakukan perencanaan yang dapat berupa keberhasilan atau kegagalan. Kita melakukan semua upaya untuk mensukseskan rencana tersebut. Akan tetapi kita tidak boleh berhenti dengan hasil itu. Jika kita mengalami kegagalan pada suatu hal kita harus lebih cepat dan mudah bangkit dan bergerak untuk pelajaran berikutnya. Untuk seorang pemikir vertikal, kegagalan bukan merupakan wabah akan tetapi suatu guru besar (Russel, 2004).
Bertitik tolak dari pendekatan permasalahan di atas, maka yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini adalah penerapan pemakaian Program Excel dan SPSS yang dikaitkan dengan pengaruh gaya berpikir terhadap hasil belajar pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika yang dihasilkan dari jawaban mahasiswa yang terlibat di dalamnya. Berdasarkan uraian yang telah diuraikan pada bagian awal tulisan ini, beberapa kemungkinan dapat terjadi berkaitan dengan penerapan metode perkuliahan, kecenderungan gaya berfikir, dan hasil belajar, antara lain: (1) interaksi antara metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar
Matematika, (2) pengaruh penerapan metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (3) pengaruh kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (4) pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (5) pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (6) pengaruh kecenderungan berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan program Excel pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (7) pengaruh kecenderungan berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan program SPSS pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (8) pengaruh kecenderungan berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari variabel-variabel kecenderungan gaya berpikir (lateral dan vertikal) dan cara menganalisis data mahasiswa yang diajar dengan menggunakan perhitungan manual dan yang diajar menggunakan penerapan Program Excel dan SPSS terhadap variabel terikat yaitu hasil perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika mahasiswa. Disamping itu, ingin juga diketahui ada tidaknya interaksi antara kedua variabel bebas tersebut yang mempengaruhi hasil perkuliahan Evaluasi hasil Belajar Matematika mahasiswa. Secara operasional tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat
86 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 gambaran lengkap tentang: (1) interaksi antara
metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (2) pengaruh penerapan metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (3) pengaruh kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (4) pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (5) pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (6) pengaruh kecenderungan
berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan program Excell pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (7) pengaruh kecenderungan berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan program SPSS pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika, (8) pengaruh kecenderungan berfikir lateral dan vertikal terhadap metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel terikat adalah hasil perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Variabel bebas adalah Teknik Analisis Data Tes yang terdiri dari penerapan pemakaian program excel, program SPSS, dan perhitungan secara manual. Variabel bebas atribut adalah kecenderungan gaya berpikir mahasiswa yang terdiri dari gaya berpikir lateral dan gaya berpikir vertikal. Disain penelitian yang digunakan adalah disain faktorial 2 x 2.
Tabel 1. Rancangan Eksperimen Faktorial 2 x 2.
Kecenderungan Gaya Berpikir
Teknik Analisis Data Tes Matematika Menggunakan Program Excelll (A1) Menggunakan Program SPSS (A2) Menggunakan Cara Manual (A3) Lateral(B1) A1B1 A2B1 A3B1 Vertikal (B2) A1B2 A2B2 A3B2
Dalam hal ini A1B1 adalah kelompok
mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya berpikir lateral yang diajar dengan menggunakan Program Excel; A1B2 adalah
kelompok mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya berpikir vertikal yang diajar dengan menggunakan Program SPSS; A2B1 adalah kelompok mahasiswa yang
memiliki kecenderungan gaya berpikir lateral yang diajar dengan menggunakan Program
Excel; A2B2 adalah kelompok mahasiswa
yang memiliki kecenderungan gaya berpikir vertikal yang diajar dengan cara menggunakan Program SPSS; A3B1 adalah
kelompok mahasiswa yang memiliki kecenderungan gaya berpikir Lateral yang diajar dengan menggunakan Cara manual; A3B2 adalah kelompok mahasiswa yang
memiliki kecenderungan gaya berpikir vertikal yang diajar dengan cara
Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 87 menggunakan Cara Manual. Penelitian ini
dilakukan di Jurusan Matematika FMIPA Unimed yang melibatkan 144 mahasiswa semester ganjil Tahun Ajaran 2013-2014 sebagai sampel. Prosedur penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan yakni: (1) dari sejumlah tes Evaluasi Hasil Belajar Matematika yang dirancang diundi tes yang dijadikan sampel sehingga dari pengundian ini diperoleh sebanyak butir tes yang dijadikan sampel alat ukur yang valid; (2) dilakukan pengundian terhadap jumlah mahasiswa yang dilibatkan sebagai sampel penelitian; (3) dilakukan undian untuk menentukan kelas yang akan dikenai pemberian tes sehingga diperoleh kelas yang memiliki kesetaraan subjek penelitian; (4) Dalam penelitian ini sampel yang dilibatkan untuk masing-masing kelompok dari kecenderungan gaya berpikir
adalah 74 mahasiswa. Jumlah ini dicuplik dari hasil penyeleksian menggunakan tes berfikir yang melibatkan semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika; (5) Jumlah mahasiswa yang dilibatkan menjadi sampel terpakai diberi perlakuan tanpa diketahui oleh mahasiswa, untuk antisipasi bias yang muncul.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang hasil belajar matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Data Hasil belajar mahasiswa yang diperoleh dirangkum pada Tabel 2, yang disusun berdasarkan komponen-komponen yang diperlukan untuk pengujian dan analisis.
Tabel 2. Ringkasan Hasil Komputasi Data Penelitian kelompok mahasiswa
Hasil Komputasi Data Penelitian Metode Perkuliahan Menggunakan Program Excel (A1) Menggunakan Program SPSS (A2) Menggunakan Cara Manual (A3) B1 B2 B1 B2 B1 B2 X 1505 1569 1454 1277 1602 1780 2 X 99913 110311 96870 75571 112584 139826 n X X 2 2 5536,96 7737,63 8781,83 7623,96 5650,50 7809,33 X 62,71 65,37 60,58 53,21 66,75 74,17 N 24 24 24 24 24 24
Berdasarkan Tabel 2, disusun kembali Tabel Anava yang akan digunakan untuk penarikan kesimpulan dalam pengujian. Selanjutnya mengacu kepada Tabel Anava ini, dilakukan pengujian hipotesis dengan
menyelesaikan perhitungan setiap bagiannya dan menyesuaikannya dengan kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis.
88 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 Tabel 3. Anava 2 jalan
Sumber Variansi JK db RJK F0 Antar A JKA a 1 1 a JK RJK A A D A RJK RJK Antar B JKB b 1 1 b JK RJK B B D B RJK RJK Inter AB JKAB (a 1)(b 1) ) 1 )( 1 (a b JK RJK AB AB D AB RJK RJK Dalam JKD N ab ab N JK RJK D D - Total JKT N 1 - -
Dalam hal ini:
N X X JK N i i N i i T 2 1 1 2 ; N X N X JK a i N j Aij a i Ai N j Aij A Ai Ai 2 1 1 1 2 1 ; N X N X JK b k N j Bkj b k Bk N j Bkj B Bk Bk 2 1 1 1 2 1 ; B A b a k i N j AijBk b a k i AiBk N j AijBk AB JK JK N X N X JK AiBk AiBk 2 , 1 1 1 , 1 1 2 1 ; b a k i AiBk N j AijBk N j AijBk D N X X JK AiBk AiBk , 1 1 2 1 1 2 ;
N adalah jumlah mahasiswa total; NAi
adalah jumlah mahasiswa yang diajar dengan metode ke-i; NBk adalah jumlah
mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir ke-k; NAiBk adalah jumlah
mahasiswa yang diajar dengan metode ke-i dan memiliki kecenderungan berfikir ke-k.
Berdasarkan Tabel 3, pada penelitian ini dilakukan pengujian beberapa kemungkinan yang diperoleh dengan
penerapan metode perkuliahan
menggunakan program Excel, program SPSS, cara manual dan kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) yang dikaitkan dengan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Pengujian yang dilakukan meliputi:
Pertama. Pada tahapan ini dilakukan pengujian tentang interaksi antara metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal). Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat interaksi antara metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal).
a
H : Terdapat interaksi antara metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis
Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 89 kecenderungan gaya berfikir
mahasiswa (lateral dan vertikal). Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu dihitung komponen-komponen yang
diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 4. Daftar ANAVA antar kelompok metode perkuliahan dan kecenderungan gaya berfikir.
Sumber Variansi JK db RJK F0 Antar A 4418,85 2 2209,423 7,068 Antar B 29,34 1 29,34 0,938 Inter AB 9,22 2 4,612 0,0148 Dalam 43140,21 138 312,61 - Total 48957,16 143 - -
Mengacu kepada Tabel 4 diperoleh bahwa:
06 , 3 ) 138 , 2 ( 05 . 0 0 F F AB , yang berarti
bahwa H0 diterima. Dengan kata lain tidak
terdapat interaksi yang signifikan antara metode perkuliahan (menggunakan program Excell, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) dan jenis kecenderungan gaya berfikir (lateral dan vertikal).
Kedua. Pada tahapan ini dilakukan pengujian tentang pengaruh penerapan metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh penerapan metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
a
H : Terdapat pengaruh penerapan metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap hasil belajar mahasiswa pada
matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
Mengacu kepada Tabel 4 diperoleh bahwa:
06 , 3 ) 138 , 2 ( 05 . 0 0 F
F A , yang berarti bahwa
0
H ditolak. Dengan kata lain metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar.
Ketiga. Pada tahapan ini dilakukan pengujian tentang pengaruh kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
a
H : Terdapat pengaruh kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
90 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 Mengacu kepada Tabel 4 diperoleh bahwa:
91 , 3 ) 138 , 1 ( 05 . 0 0 F
F B , yang berarti bahwa
0
H diterima. Dengan kata lain
kecenderungan gaya berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
Keempat. Pada tahapan ini dilakukan pengujian pengaruh metode perkuliahan
(menggunakan program Excel,
menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap
mahasiswa yang memiliki
kecenderungan berfikir lateral.
a
H : Terdapat pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap
mahasiswa yang memiliki
kecenderungan berfikir lateral.
Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 5. Daftar ANAVA antar kelompok metode perkuliahan dengan kecenderungan gaya berfikir lateral
Sumber Variansi JK db RJK F0
Antar A 471,028 2 236,014 0,815
Dalam 19969,29 69 289,41 -
Total 20440,39 71 - -
Mengacu kepada Tabel 5 diperoleh bahwa
13 , 3 ) 69 , 2 ( 05 . 0 0 F
F A , yang berarti bahwa
0
H diterima. Dengan kata lain, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral yang diajar dengan metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual).
Kelima. Pada bagian ini dilakukan pengujian pengaruh metode perkuliahan
(menggunakan program Excel,
menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap
mahasiswa yang memiliki
kecenderungan berfikir vertikal.
a
H : Terdapat pengaruh metode perkuliahan (menggunakan program excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual) terhadap
mahasiswa yang memiliki
kecenderungan berfikir vertikal. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 91 Tabel 6. Daftar ANAVA antar kelompok metode perkuliahan
dengan kecenderungan gaya berfikir vertikal Sumber
Variansi JK db RJK F0
Antar A 5316,58 2 2658,29 15,832
Dalam 23170,92 69 335,810 -
Total 28487,5 71 - -
Mengacu kepada Tabel 6 diperoleh bahwa
13 , 3 ) 69 , 2 ( 05 . 0 0 F
F A , yang berarti bahwa
0
H ditolak. Dengan kata lain, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal yang diajar dengan metode perkuliahan (menggunakan program Excel, menggunakan program SPSS, menggunakan cara manual).
Keenam. Pada bagian ini dilakukan pengujian pengaruh kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan program Excel pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan program Excel pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
a
H : Terdapat pengaruh kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan program Excel pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 7. Daftar ANAVA antar kelompok kecenderungan gaya berfikir dengan kelompok metode perkuliahan menggunakan program excel
Sumber
Variansi JK db RJK F0
Antar B 85,33 1 85,33 0,296
Dalam 13274,59 46 288,578 -
Total 13359,91 47 - -
Mengacu kepada Tabel 7 diperoleh bahwa
05 , 4 ) 46 , 1 ( 05 . 0 0 F
F B , yang berarti bahwa
0
H diterima. Dengan kata lain, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral dan vertikal yang diajar dengan metode perkuliahan menggunakan program Excel.
Ketujuh. Pada bagian ini dilakukan pengujian pengaruh kecenderungan berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap penerapan metode perkuliahan menggunakan program SPSS pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
92 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014
0
H : Tidak terdapat pengaruh
kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan program SPSS pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
a
H : Terdapat pengaruh kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan program SPSS pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 8. Daftar ANAVA antar kelompok kecenderungan gaya berfikir dengan kelompok metode perkuliahan menggunakan program SPSS Sumber Variansi JK db RJK F0 Antar B 625,69 1 625,69 1,754 Dalam 16405,79 46 356,65 - Total 84295,94 47 - -
Mengacu kepada Tabel 8, diperoleh
05 , 4 ) 46 , 1 ( 05 , 0 0 F
F B , yang berarti bahwa
0
H diterima. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika antara mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir lateral dan vertikal yang diberi kuliah dengan metode penggunaan program SPSS.
Delapan. Pada bagian ini dilakukan pengujian pengaruh kecenderungan berfikir mahasiswa (lateral dan vertikal) terhadap penerapan metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Untuk melakukan pengujian ini terlebih dahulu ditetapkan hipotesis sebagai berikut:
0
H : Tidak terdapat pengaruh
kecenderungan berfikir (lateral dan
vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
a
H : Terdapat pengaruh kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) terhadap metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika.
Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan pengujian. Perhitungan yang telah dilakukan diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 9. Daftar ANAVA antar kelompok kecenderungan gaya berfikir dengan kelompok metode perkuliahan menggunakan cara manual
Sumber
Variansi JK db RJK F0
Antar B 660,083 1 660,083 2,226 Dalam 13459,833 46 292,605 -
Total 14119,92 47 - -
Mengacu kepada Tabel 9, diperoleh
05 , 4 ) 46 , 1 ( 05 , 0 0 F
F B , yang berarti bahwa
0
H diterima. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika antara mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir (lateral dan vertikal) yang diberi kuliah dengan metode penggunaan cara manual.
Simpulan dan Saran
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan, beberapa kesimpulan dapat diperoleh diantaranya adalah pada proses pembelajaran matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika, penerapan metode perkuliahan (menggunakan program excel, program SPSS, dan cara manual) secara umum memberikan hasil belajar yang berbeda secara signifikan. Perbedaan ini tentunya memberikan gambaran kepada para pengajar
Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 93 untuk selektif menggunakan metode
perkuliahan ini. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode perkuliahan menggunakan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar Matematika cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibanding dengan metode perkuliahan lainnya yakni metode perkuliahan menggunakan program excel, atau menggunakan program SPSS. Lebih lanjut lagi ketiga metode perkuliahan ini juga memberikan perbedaan hasil belajar yang signifikan jika diterapkan pada mahasiswa yang memiliki kecenderungan berfikir vertikal.
Data hasil penelitian juga menunjukkan bahwa metode perkuliahan dengan cara manual cenderung memberikan hasil belajar yang lebih baik. Kondisi juga memberikan isyarat pada para pengajar agar
menggunakan cara manual dalam
memberikan perkuliahan pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Matematika. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan metode perkuliahan dengan cara manual pada perkuliahan Evaluasi Hasil Belajar lebih baik dibanding dua cara lainnya, diantaranya adalah, bahwa materi perkuliahan ini membutuhkan beberapa perhitungan yang kompleks untuk dapat melakukan evaluasi hasil belajar matematika. Perhitungan yang kompleks ini akan memberikan pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa tentang materi yang diajarkan. Sementara dua metode perkuliahan lainnya cenderung lebih baik pada hanya pada kecepatan perhitungan.
Namun tidak mampu memberikan
pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa tentang konsep dan proses perhitungan-perhitungan yang kompleks tersebut.
Daftar Pustaka
Aiken, Lewis R., (1988). Psychological Testing and Assessment. Boston: Allyn and Bacon, Inc.
Azwar, Saifuddin, (2001). Tes Prestasi. Fungsi Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Crocker, Linda, & Algina, James, (1986). Introduction to Classical nad Modern Test Theory. New York:: Holt, Rinehart and Winston, Inc. De Bono, Edward, (1987). Berpikir Lateral:
Buku Teks Kreativitias. Jakarta: Erlangga.
---, (1992). Mengajar Berpikir. Jakarta: Erlangga.
---,(1992). Berpikir Praktis, Jakarta: Binarupa Aksara.
Depdikbud RI., (1999) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika. Denova, Charles, C., (1979). Test Construction
for Training Evaluation, New York: Van Nostrand Reinhold Company. Furchan, (1982). Pengantar Penelitian
Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Hariwibowo, H., (1994). Peranan Sistem Evaluasi Pada setiap dan Antar Jenjang Pendidikan, Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II Kurikulum Untuk Abad Ke – 21. Jakarta: Grasindo.
Hambleton, Ronald, K., Swaminathan, H., & Rogers, Jane Rogers, H., (1991). Fundamentals of Theory, London: Sage Publication.
Hulin, Charles, L., Drasgor, Frits, & Parsons, Charles, K., (1983). Item Respons Theory, Application to Psychological Measuremant. Illinois: Dow Jones- Irwin Homewed.
Kumaidi, (2000). Standarisasi Butir Soal,
Journal Pendidikan dan
Kebudayaan, Nomor 22.
Grounlund, Norman. E & Linn, Robert L.,
(1995). Measurement and
Assessment in Teaching, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Lord, Frederic M., (1980). Applications of Item Response Theory to Paractical Testing Problems, New Jersey: Lawrence Erlbaum associates, Publishers.
94 Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20 Nomor 2 September 2014 Masidjo, Ign., (1995). Penilaian Pencapaian
hasil Belajar Siswa di Sekolah . Yogjakarta: Kanisius.
Mehren, William, & Lehmann, Irvin, J., (1973) Measurement and Evaluation in Education and Psychology. New York: Holt Rinehart and Winston, Inc.
Mislevy, J. Robert & Bock, R., (1990). Item Analysis and Test Scoring with Binary Logistics Models, Chicago: Scientific Software, Inc.
Murtadho, Sutrisman & Tambunan, G., (1987). Pengajaran Matematika. Jakarta: Karunika.
Naga, Dali, S., (1992). Pengantar Teori Sekor Pada Pengukuran Pendidikan, Jakarta: Besbats.
Nitko, Anthony J., (1983). Educational Assessment of Students, New Jersey: Merrill, an imprint of Prentice Hall. Ostelind, Steven. J., (1989). Constructing Test
Items, United Stated of America: Kluwer Academic Publisher.
Popham, J.W., (1974). Evaluation in Education, Current Applications. Los Angels: MrCutrhan Publising Corporation. ---,Classroom Assessment What
Teachers Need to Know, Boston: Allyn and Bacon.
Purwanto, Ngalim, M., (2001). Prinsip-prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Saifudin Azwar, (2000). Penyusunan Skala
Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Setiadi, Hari, (2000). Studi Perbandingan Kemampuan Warga Belajar Paket B dengan Kemampuan Siswa SLTP
Menggunaakan Analisis Tes Modern, (Item response theory), Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 23, Tahun ke 6, halaman. 28-29.
Kepmen Pendidikan Nasional, (2003). Standard Prosedur Operasional (SPO) Ujian Nasional, Jakarta: Dirjen Pendidikan Manegah.
Stine, Marie, Jean., Ali bahasa oleh Dian Pramesti Bahar., (2003). Mengoptimalkan Daya Pikir, Meningkatkan Daya Ingat dengan Mengerahkan Seluruh Kemampuan Otak, Jakarta: Pustaka Delapratasa. Sudjana, (1990). Penilaian Hasil Proses Belajar
Mengajar, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana & Ibrahim, (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Suryabrata, Sumadi, (1983). Metodologi Penelitian, Jakarta: CV. Rajawali. ---, (1999). Pengembangan Alat Ukur
Psikologi. Jakarta: PT Andi.
Waluyo, H. Y., Baderi, Warkitri, Eddy Legowo dan Sutarno, (1987). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar, Jakarta: Karunika.
Wiersma, William, dan Jurs, Stephen, G., (1990). Educational Measurement and Testing, Boston: Allyn and Bacon. A Division of Simon & Schuster, Inc.
Wright, Benjamin, D, & Stone, Mark, H., (1979). Best Test Design, Chicago: Mesa Press.