• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul F Analisis Struktur Mikro Sambungan Las SMAW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Modul F Analisis Struktur Mikro Sambungan Las SMAW"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Praktikum Laporan Praktikum Labor

Laboratorium atorium Teknik Teknik MMateateririalal M

Moduodul F l F AnAnalisis alisis StruStruktur ktur MMikro ikro SambSambunungan gan Las (SMAW)Las (SMAW) Oleh :

Oleh :  Nam

 Nama a : Su: Suryrya a Eko SulEko Suliististiawanawan  NIM

 NIM : 13713054: 13713054 Ke

Kellompok ompok : : 1212 Ang

Anggota gota (NIM) (NIM) : : AndriAndrian an AngAnggadha gadha WidatamWidatama a (137(13713013005)05) Antonio Ricardo Salomo Abraham (13713024) Antonio Ricardo Salomo Abraham (13713024) Adhi Setyo Nugroho (13713025)

Adhi Setyo Nugroho (13713025) Aldi Wendo Kohara (13713042) Aldi Wendo Kohara (13713042) Tang

Tanggal gal PrakPraktitikum kum : : 13 13 OkOktober tober 20120155 Tang

Tanggal gal Penyerahan Penyerahan Laporan Laporan : : 17 17 NoNovemvember ber 20120155  Nam

 Nama Asia Asisten sten (NIM) (NIM) : M. Iqbal Yu: M. Iqbal Yusrisrian an (13711064)(13711064)

Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material

Program Studi Teknik Material Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara

Institut Teknologi Bandung Institut Teknologi Bandung

2015 2015

(2)

BAB 1 BAB 1

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Produk-produk berukuran besar dan kompleks biasanya dibuat melalui proses Produk-produk berukuran besar dan kompleks biasanya dibuat melalui proses  peraki

 perakitatan/n/penyambpenyamb ungan dua komponen. Koungan dua komponen. Komponen-komponen tmponen-komponen tersebersebut biut biasaasa nyanya lebih kecil, bentuknya lebih sederhana, atau bagian yang terbuat dari material lebih kecil, bentuknya lebih sederhana, atau bagian yang terbuat dari material yang berbeda. Penyambungan merupakan bagian penting dalam proses yang berbeda. Penyambungan merupakan bagian penting dalam proses manufacturing. Proses metalurgi seperti welding, brazing, dan soldering biasa manufacturing. Proses metalurgi seperti welding, brazing, dan soldering biasa digunakan untuk menyambung logam dan sering melibatkan solidifikai lelehan digunakan untuk menyambung logam dan sering melibatkan solidifikai lelehan material.

material.

Welding merupakan penyambungan permanen dua logam atau lebih dimana Welding merupakan penyambungan permanen dua logam atau lebih dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan. logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan. Proses- proses pe

 proses pe ngengellasan asan antara antara lain lain Gas Gas WeldWeldinging, , Arc Arc WeldWeldinging, , Resistance Resistance Welding,Welding, Solid State Welding, Unique Welding, dll. Proses pengelasan yang biasa Solid State Welding, Unique Welding, dll. Proses pengelasan yang biasa digunakan saat ini adalah proses Arc Welding yang salah satunya adalah metode digunakan saat ini adalah proses Arc Welding yang salah satunya adalah metode Shiel

Shield d MetaMetal l Arc Arc Welding (SWelding (SMAW).MAW).

1.

1.2 2 TujuTujuan an PraPraktikumktikum

1.

1. Menentukan Heat Input pada specimen hasil lasan yang telah diuji tarikMenentukan Heat Input pada specimen hasil lasan yang telah diuji tarik maupun spe

maupun specimcimen untuk proseen untuk proses s metalografmetalograf ii 2.

2. Menentukan tegangan ultimate specimen hasil proses pengelasanMenentukan tegangan ultimate specimen hasil proses pengelasan 3.

3. Mendapatkan struktur mikro specimen hasil proses pengelasan melalui prosesMendapatkan struktur mikro specimen hasil proses pengelasan melalui proses metalografi

metalografi 4.

(3)

BAB II BAB II TEORI DASAR TEORI DASAR

Pengelasan merupakan penyambungan dua atau lebih logam dimana logam Pengelasan merupakan penyambungan dua atau lebih logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan. Pengelasan juga menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan. Pengelasan juga dapat diartikan sebagai ikatan metalurgi yang diakibatkan oleh gaya tarik menarik dapat diartikan sebagai ikatan metalurgi yang diakibatkan oleh gaya tarik menarik antar atom. Seca

antar atom. Secara ra umumumum, , proproses ses pepengelngelasaasa n n dibagi menjadi tigdibagi menjadi tiga :a :

1.

1. Solid state welding, yaitu proses pengelasan tanpa terjadi pencairan.Solid state welding, yaitu proses pengelasan tanpa terjadi pencairan. Pengelasan jenis ini terbagi menjadi tiga, kimia (diffusion welding, Pengelasan jenis ini terbagi menjadi tiga, kimia (diffusion welding, explosion welding), elektrik (resistance welding), dan mekanik (cold explosion welding), elektrik (resistance welding), dan mekanik (cold welding, friction, ultrasonik).

welding, friction, ultrasonik). 2.

2. Liquid state welding/fusion welding, yaitu proses pengelasan disertaiLiquid state welding/fusion welding, yaitu proses pengelasan disertai  penc

 pencaairiran an logam logam inindduuk. k. BerdasarBerdasarkkan an jenis jenis sumber sumber papannasnya, asnya, pepengngeellasaasa nn  jeni

 jenis s ini ini terdiri terdiri dadari ri kimia kimia (gas (gas ooxyfuxyfuel, el, thermithermite), te), dan dan elektrielektrik k (busur(busur li

listrik, strik, resistansresistansi, ei, electron beam, lectron beam, laser laser bebeam).am). 3.

3. Soldering & Brazing, yaitu penyambungan dua logam tanpa terjadinyaSoldering & Brazing, yaitu penyambungan dua logam tanpa terjadinya  penc

 pencaairiran an logam logam induk, induk, yyanang g mmencaenca iir r hanyalhanyalah ah logam logam pengispengisinya inya saja.saja. Perbedaan antara soldering dan brazing yaitu terletak pada titik cair logam Perbedaan antara soldering dan brazing yaitu terletak pada titik cair logam  pengisiny

 pengisinya. a. TitiTitik cak ca ir ir logam pengislogam pengisi proses Brai proses Brazing sekzing sekititar ar 450450ooCC –  –  9 90000ooCC sed

sedangkan untuk soldering, angkan untuk soldering, tititik cair tik cair logam pengilogam pengissinya inya kurang dari kurang dari 454500ooC.C. Proses-proses pengelasan yang umum digunakan antara lain Gas welding, Arc Proses-proses pengelasan yang umum digunakan antara lain Gas welding, Arc welding, dan Resistance welding. Gas welding menggunakan gas untuk welding, dan Resistance welding. Gas welding menggunakan gas untuk menghasilkan panas api,contohnya yaitu oxyacetylene welding dan pressure gas menghasilkan panas api,contohnya yaitu oxyacetylene welding dan pressure gas welding. Pada arc welding, proses penggabungan diperoleh dari panas yang welding. Pada arc welding, proses penggabungan diperoleh dari panas yang dihasilkan dari busur listrik antara benda kerja dan elektroda. Contohnya yaitu dihasilkan dari busur listrik antara benda kerja dan elektroda. Contohnya yaitu Shielded metal arc welding, Gas metal arc welding, Gas tungsten arc welding. Pada Shielded metal arc welding, Gas metal arc welding, Gas tungsten arc welding. Pada Resistance welding, arus listrik yang kuat dilewatkan pada logam dan menimbulkan Resistance welding, arus listrik yang kuat dilewatkan pada logam dan menimbulkan

(4)

 pe

 pemmanasan anasan llokokal al pada pada sambsambungan, ungan, llalu alu pproses roses ini ini selesai selesai setseteelah lah diberikan diberikan tekateka nnan.an. Co

Contohnyntohnya a yaitu spot yaitu spot welding, welding, proprojecjection tion welding, welding, dan dan seaseam m welding.welding.

Pada praktikum modul ini, proses pengelasan yang digunakan yaitu dengan Pada praktikum modul ini, proses pengelasan yang digunakan yaitu dengan metode S

metode SMAW MAW (shi(shielded elded metal arc metal arc weldinwelding).g).

Proses SMAW, saat ini juga dikenal dengan istilah proses MMAW (Manual Proses SMAW, saat ini juga dikenal dengan istilah proses MMAW (Manual Metal Arc Wel

Metal Arc Weldding). Dalam pengeing). Dalam penge llasan asan ini, lini, looggam am induk mengalami pencairan akinduk mengalami pencairan ak iibabatt  pe

 pemmanasan anasan dardari i bbuusur sur lislistrtriik k yang yang timbul timbul antara antara ujung ujung elektroda elektroda ddan an permukaanpermukaan  benda kerja.

 benda kerja. BusuBusur r lilistrik yastrik yang ang ada da ddiibangkbangkititkan dkan dari suatari suatu mesin las. Elektroda u mesin las. Elektroda yangyang dipakai berupa kawat yang dibungkus oleh pelindung berupa fluks dan karena itu dipakai berupa kawat yang dibungkus oleh pelindung berupa fluks dan karena itu elektroda las kadang-kadang disebut kawat las. Elektroda ini selama pengelasan akan elektroda las kadang-kadang disebut kawat las. Elektroda ini selama pengelasan akan mengalami pencairan bersama-sama dengan logam induk yang menjadi bagian mengalami pencairan bersama-sama dengan logam induk yang menjadi bagian kampuh las. Dengan adanya pencairan ini maka kampuh las akan terisi oleh logam kampuh las. Dengan adanya pencairan ini maka kampuh las akan terisi oleh logam cair y

cair yang beang berasarasal l dardari i elektroelektroda da dadan n logam inlogam induk.duk.

Elektroda pada proses SMAW ini dibungkus oleh fluks. Fluks ini akan ikut Elektroda pada proses SMAW ini dibungkus oleh fluks. Fluks ini akan ikut mencair dan karena massa jenisnya lebih kecil dari logam las maka fluks ini berada mencair dan karena massa jenisnya lebih kecil dari logam las maka fluks ini berada diatas logam las pada saat cair. Fluks ini akan mengikat kotoran membentuk slag diatas logam las pada saat cair. Fluks ini akan mengikat kotoran membentuk slag dengan tuju

dengan tujuan mean menghinnghindari kontaminasi dari kontaminasi dari udara luar dari udara luar selama pembekuan. selama pembekuan. SeSellainain itu, sebelum membentuk slag, fluks juga berfungsi sebagai pelindung saat pencairan itu, sebelum membentuk slag, fluks juga berfungsi sebagai pelindung saat pencairan de

dengan ngan menjadi menjadi teraterak k yang myang menutupi enutupi logam llogam las.as.

Untuk dapat mengelas dengan Untuk dapat mengelas dengan  proses

 proses SMAW SMAW ddiperluiperlukkan an beberapabeberapa  peral

 peralaatan, tan, seperti seperti mesin mesin las, las, kabkabelel elektroda dan pemegang elektroda, kabel elektroda dan pemegang elektroda, kabel logam induk dan penjepit logam induk logam induk dan penjepit logam induk dan elektrodo. Peralatan lain yang juga dan elektrodo. Peralatan lain yang juga  perlu

 perlu ddisediakan isediakan adalaadalah h topeng topeng laslas (welding

(welding mask), sarung tamask), sarung tangan dan ngan dan jas jas pepelilindunndung.g.

Gambar 2

(5)

Dalam pengelasan, untuk mencairkan logam induk dan logam pengisi Dalam pengelasan, untuk mencairkan logam induk dan logam pengisi diperlukan energi yang cukup. Energi yang dihasilkan dalam operasi pengelasan diperlukan energi yang cukup. Energi yang dihasilkan dalam operasi pengelasan  berasal da

 berasal da ri bri bermacam-ermacam-macam smacam s umber umber yang yang tergantung tergantung pada pada proses proses pepengelngelasasannya.annya. Pada pengelasan busur listrik, sumber energi berasal dari listrik yang diubah menjadi Pada pengelasan busur listrik, sumber energi berasal dari listrik yang diubah menjadi energi panas. Energi panas ini sebenarnya hasil kolaborasi dari parameter arus las, energi panas. Energi panas ini sebenarnya hasil kolaborasi dari parameter arus las, tegangan las dan kecepatan pengelasan. Hubungan antara ketiga parameter itu tegangan las dan kecepatan pengelasan. Hubungan antara ketiga parameter itu menghasilkan energi pengelasan yang dikenal dengan Heat Input (masukan panas). menghasilkan energi pengelasan yang dikenal dengan Heat Input (masukan panas).



 ((  ))             

Parameter arus pengelasan berpengaruh langsung pada penetrasi logam las, Parameter arus pengelasan berpengaruh langsung pada penetrasi logam las,  bentuk

 bentuk mmanik anik llas, as, lebar lebar HAZ HAZ dan dan dilusi. dilusi. BesaBesarnya rnya arus arus llas as ini ini ddititentukaentuka n n oolleehh diameter elektroda, jenis logam induk dan ketebalannya. Makin tinggi arus, ketebalan diameter elektroda, jenis logam induk dan ketebalannya. Makin tinggi arus, ketebalan  pel

 pelat at yanyang g dapat didapat dillas as llebiebih h besar.besar.

Parameter tegangan pengelasan berbanding lurus dengan tinggi busur, yaitu Parameter tegangan pengelasan berbanding lurus dengan tinggi busur, yaitu  jara

 jarak k antarantara a ujung ujung elektroda elektroda dedengngaan pn perermumukaan kaan lloogam gam induk induk yang yang ddililas. as. KeKenaikannaikan tegangan akan terus berlanjut jika tinggi busur makin besar dan pada akhirnya tegangan akan terus berlanjut jika tinggi busur makin besar dan pada akhirnya mu

mungkin ngkin saja saja busur busur llistrik istrik titidadak lk lagi adaagi ada..

Parameter kecepatan pengelasan biasanya dipengaruhi oleh arus pengelasan. Parameter kecepatan pengelasan biasanya dipengaruhi oleh arus pengelasan. Kecepatan pengelasan ini akan mempengaruhi bentuk manik las dan penetrasi logam Kecepatan pengelasan ini akan mempengaruhi bentuk manik las dan penetrasi logam las.

las.

Pemanasan lokal pada permukaan logam induk selama proses pengelasan Pemanasan lokal pada permukaan logam induk selama proses pengelasan menghasilkan daerah pemanasan yang unik, artinya di setiap titik yang mengalami menghasilkan daerah pemanasan yang unik, artinya di setiap titik yang mengalami  pe

 pemmanasan anasan itu itu mmemiliemilikki i karakterkarakter iiststiik k berbedaberbeda-beda.-beda. Daerah hasil pengelasan dapatDaerah hasil pengelasan dapat diklasifikasikan menjadi tiga daerah utama,yaitu

diklasifikasikan menjadi tiga daerah utama,yaitu

1.

(6)

2.

2. Daerah bersebelahan dengan logam las yang terpengaruh langsung olehDaerah bersebelahan dengan logam las yang terpengaruh langsung oleh  panas pen

 panas pengegellasan asan yayang ng didisebusebut t dendengagan n HAHAZ(Z(heaheat t afafffected ected zzone)one).. 3.

3. Daerah yDaerah yang tiang tidak terpedak terpengngaruh aruh panaspanas

Pada proses pengelasan terjadi Pada proses pengelasan terjadi  peru

 perubbahan ahan strustruktktur ur mimikkro ro terutamterutama a di di daeradaera hh lasan dan daerah HAZ. Untuk mengamati lasan dan daerah HAZ. Untuk mengamati  peru

 perubbahan struktahan struktur miur mikkro tersebut, digunakaro tersebut, digunaka nlahnlah

teknik karakterisasi yang biasa dinamakan metalografi. Tahap-tahapan metalografi teknik karakterisasi yang biasa dinamakan metalografi. Tahap-tahapan metalografi tersebut antara lain :

tersebut antara lain :

1.

1. Pengambilan sampel (Pengambilan sampel ( sampling  sampling )) 2.

2. PePemotongan motongan bebenda nda uji uji ((cutting cutting )) 3.

3.  Mounting  Mounting  (Pembingkaian) (Pembingkaian)  Mounting

 Mounting disebut juga proses pembingkaian sampel.disebut juga proses pembingkaian sampel. Adapun tujuan dari

Adapun tujuan dari mounting mounting  yaitu: yaitu: a.

a. UntuUntuk memk memudahkaudahkan n saat saat mmelakukan elakukan preppreparasi atauarasi atau handling handling ..  b.

 b. Untuk mendapatkan kerataan permukaanUntuk mendapatkan kerataan permukaan c.

c. Meningkatkan keamanan bagi pengujiMeningkatkan keamanan bagi penguji d.

d. Mempermudah melihat struktur mikroMempermudah melihat struktur mikro e.

e. MeliMelindunndungi gi spespesimsimen den dari ari kerkerusakausakan mn mekekanis manis maupun aupun non non mekanismekanis ff.. Mempermudah pemberian identitas sampelMempermudah pemberian identitas sampel

g.

g. Memudahkan dalam penyimpananMemudahkan dalam penyimpanan 4. Peng

4. Pengamplamplasaasan n ((Grinding Grinding ))

Pengampelasan dilakukan untuk memperhalus sampel dan membersihkan Pengampelasan dilakukan untuk memperhalus sampel dan membersihkan kotoran-kotoran yang terlihat seperti bekas karat, menghilangkan geram-geram kotoran-kotoran yang terlihat seperti bekas karat, menghilangkan geram-geram yang menempel pada sampel, serta menghilangkan adanya deformasi. yang menempel pada sampel, serta menghilangkan adanya deformasi. Pengampelasan dilakukan dari ampelas yang paling kasar sampai yang paling Pengampelasan dilakukan dari ampelas yang paling kasar sampai yang paling halus.

halus. 5.

5.  Polis Polishing hing   (pemolesan)  (pemolesan)

Gambar 2.2 Daerah lasan Gambar 2.2 Daerah lasan

(7)

  Polishing 

  Polishing   merupakan proses terakhir preparasi spesimen.  merupakan proses terakhir preparasi spesimen.  Po Polilishingshing dila

dilakkukan untuukan untuk mk menghenghililangkaangka n gn goresan-oresan-gorgoresaesan yn yanang mg masas ih ih ada dari ada dari prosesproses  peng

 pengamampelpelaasan san halhalusus.. 6.

6.  Etching  Etching 

Proses etsa dilakukan dengan tujuan untuk mengikis/megkorosikan daerah Proses etsa dilakukan dengan tujuan untuk mengikis/megkorosikan daerah  batas

 batas bbutiutir r sehingga sehingga strustrukktur tur sampesampel l dapat dapat ddiiaamati mati dendengan gan jeljelas as ddiibabawahwah mikroskop optik. Zat etsa yang digunakan tergantung pada bahan atau sampel mikroskop optik. Zat etsa yang digunakan tergantung pada bahan atau sampel yang akan diamati.

yang akan diamati. Dan t

Dan taahap terakhir yaitu proses pengamatahap terakhir yaitu proses pengamata n sn sampeampel l dibadiba wah mikrwah mikroskop optoskop opt ic.ic. Pada proses ini akan terlihat struktur mikro specimen yang telah dipreparasi Pada proses ini akan terlihat struktur mikro specimen yang telah dipreparasi sebelumnya.

(8)

BAB III BAB III

METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN

Menyi

Menyiapkapkan an 4 4 spesimspesimen en pelat bajapelat baja

Menguji tarik satu

Menguji tarik satu sambungan sambungan las las dadan n mencatat mencatat hasilhasilnya, nya, dadan n memotonmemotong g satusatu sambungan

sambungan yang yang llain ain menjadi tiga menjadi tiga babagigian uan untuk dimntuk dimountiountingng

Mengambil

Mengambil salah satu salah satu popotongan spetongan spesimsimen en untuuntuk prok proses ses metalografi metalografi (yang(yang lainnya sebagai cadangan)

lainnya sebagai cadangan)

Melakukan p

Melakukan proses roses mmetalografi, etalografi, sepeseperti rti grigrindinnding, g, polipolishing, shing, dan dan etsa.etsa. Melakukan

Melakukan pengelpengelasan asan mmasinasing-g-mmasasining g 2 2 pelat dengan arus 80 A pelat dengan arus 80 A dan ldan lambatambat

Meletakkan sampel yang telah dipreparasi dibawah mikroskop optic untuk Meletakkan sampel yang telah dipreparasi dibawah mikroskop optic untuk

meng

mengambambiil gambar dan l gambar dan mengmenganaanalislisis is struktur mistruktur mikrokro

Menguji ke

(9)

BAB IV BAB IV DATA PENGAMATAN DATA PENGAMATAN 4.1 Data Pengamatan 4.1 Data Pengamatan Sp Spesimesimen en : : ST ST 3737 Pa Panjang njang : : 50 50 mmmm Teba

Tebal l : : 5.5.00006 6 mmm m (uji (uji tarik), tarik), 5.5.11116 6 mm mm (metalogra(metalografi)fi) Ke

Kecepacepatan tan llas as : : llambat [ ambat [ 2.42.419 19 mmmm/s (uji /s (uji taritarik), 2.03k), 2.036 6 mmmm/s /s (m(metalograetalografi) ]fi) ] El

Elektrodektroda a : : E6013E6013 Panjang

Panjang elektroda elektroda : : 350 m350 mmm Di

Dia. a. elektroelektroda da : : 2.2.6 6 mmmm Vol

Voltase tase : : 220 220 VV Arus

Arus : : 80 80 AA Kekuatan

Kekuatan taritarik k : : 45800 45800 NN Uji

Uji keras keras : : base base mmetal etal (200 (200 HV)HV) HAZ (191 HV) HAZ (191 HV)

daerah lasan (182.667 HV) daerah lasan (182.667 HV) 4.2

4.2 PengolPengolahaahan n DataData Teganga

Tegangan n ulultimattimate e ::          = 182.956 MPa= 182.956 MPa Hea

Heat t ininput put :: Uji

(10)

  ((  ))            Metalografi : Metalografi :   ((  ))            4.3 Struktu

4.3 Struktur r MiMikrokro

Keterangan : Keterangan :

1

1.. BBaasse me metetaall 2

2.. HHAAZZ 3

(11)

BAB V BAB V

ANALISIS DATA ANALISIS DATA

Praktikum proses pengelasan SMAW ini dilakukan dengan menggunakan Praktikum proses pengelasan SMAW ini dilakukan dengan menggunakan specimen baja ST 37. Dari praktikum ini, diperoleh data harga kekuatan tarik specimen baja ST 37. Dari praktikum ini, diperoleh data harga kekuatan tarik specimen hasil lasan, struktur mikro specimen hasil lasan, dan harga kekerasan akhir specimen hasil lasan, struktur mikro specimen hasil lasan, dan harga kekerasan akhir specimen.

specimen.

Proses pengelasan ini menggunakan voltase 220 volt, arus 80 Ampere dengan Proses pengelasan ini menggunakan voltase 220 volt, arus 80 Ampere dengan kecepatan pengelasan yang lambat (~2 mm/s). Dari parameter ini bisa dihitung heat kecepatan pengelasan yang lambat (~2 mm/s). Dari parameter ini bisa dihitung heat input pada proses pengelasan ini, yaitu sekitar 7-8 kJ. Heat input pada proses input pada proses pengelasan ini, yaitu sekitar 7-8 kJ. Heat input pada proses  pengelasan

 pengelasan sasa ngat ngat berbergangantung tung pada pada paraparametmeter er arus arus dan dan kecepatan kecepatan penpenggelasanelasan terutama pada kelompok lain yang melakukan proses pengelasan dengan parameter terutama pada kelompok lain yang melakukan proses pengelasan dengan parameter arus dan kecepatan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan heat input yang arus dan kecepatan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan heat input yang  berbeda pula.

 berbeda pula. Spesimen Spesimen hahasil lasan pada sil lasan pada praktikum praktikum ini ada dini ada d uua, a, satu satu untuk duntuk d iuiuji tarikji tarik da

dan n yang lyang lain untuk ain untuk proproses mses metalograetalografi.fi.

Jenis patahan specimen hasil lasan yaitu patah getas yang berada di daerah Jenis patahan specimen hasil lasan yaitu patah getas yang berada di daerah lasan dengan kekuatan ultimatenya sebesar 182.956 MPa.

lasan dengan kekuatan ultimatenya sebesar 182.956 MPa. Patah getas specimenPatah getas specimen ditandai dengan bentuk patahan yang rata, halus, dan mengkilap. Patahnya specimen ditandai dengan bentuk patahan yang rata, halus, dan mengkilap. Patahnya specimen di daerah lasan ini tentu tidak diinginkan karena pengelasan yang baik idealnya di daerah lasan ini tentu tidak diinginkan karena pengelasan yang baik idealnya adalah kekuatan daerah lasan dan logam induk sama. Berdasarkan literature, harga adalah kekuatan daerah lasan dan logam induk sama. Berdasarkan literature, harga kekuatan ultimate St37 berada pada rentang 360

kekuatan ultimate St37 berada pada rentang 360 –  –   510 MPa. Dari perbandingan ini  510 MPa. Dari perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa daerah lasan merupakan daerah terlemah dari specimen. dapat disimpulkan bahwa daerah lasan merupakan daerah terlemah dari specimen. Selain itu, adanya perbedaan kekuatan ultimate dengan literature disebabkan oleh Selain itu, adanya perbedaan kekuatan ultimate dengan literature disebabkan oleh munculnya cacat-cacat yang terbentuk selama proses pengelasan. Jenis-jenis cacat munculnya cacat-cacat yang terbentuk selama proses pengelasan. Jenis-jenis cacat tersebut antara lain :

tersebut antara lain :

(12)

yaitu terjebaknya gas ketika proses pembekuan. Gas tersebut dapat berasal dari yaitu terjebaknya gas ketika proses pembekuan. Gas tersebut dapat berasal dari udara sekitar maupun hasil proses pencairan logam. Porositas dapat udara sekitar maupun hasil proses pencairan logam. Porositas dapat mem

mempengapengarruhuhi sifi sifat getas at getas spespecimcimen.en.

 Cacat permukaanCacat permukaan

Permukaan yang tidak rata akan menimbulkan stress raiser dan meningkatkan Permukaan yang tidak rata akan menimbulkan stress raiser dan meningkatkan kemudahan untuk retak.

kemudahan untuk retak.

 InklusiInklusi

Inklusi yang terjebak pada logam las dapat terdiri dari oksida, fluks, maupun Inklusi yang terjebak pada logam las dapat terdiri dari oksida, fluks, maupun material pembungkus elektroda.

material pembungkus elektroda.

 Penetrasi tidak sempurnaPenetrasi tidak sempurna

Caat ini terjadi bila weld metal tidak menggabungkan seluruh luas penampang Caat ini terjadi bila weld metal tidak menggabungkan seluruh luas penampang spesimen.

spesimen.

 Segregasi komposisiSegregasi komposisi

Yaitu ketidakhomogenan komposisi pada daerah lasan. Cacat ini membuat laju Yaitu ketidakhomogenan komposisi pada daerah lasan. Cacat ini membuat laju  pendi

 pendinnginginan an berbeda di setiberbeda di setiap ap daerah dan akan memdaerah dan akan mempenpengaruhi garuhi llaju aju penypenyuususutan.tan.

Jika dibandingkan dengan data hasil uji tarik kelompok lain, dengan kecepatan Jika dibandingkan dengan data hasil uji tarik kelompok lain, dengan kecepatan las yang sama namun arus yang digunakan 90A, harga kekuatan ultimatenya lebih las yang sama namun arus yang digunakan 90A, harga kekuatan ultimatenya lebih tinggi (198.291 MPa)

tinggi (198.291 MPa). . Meningkatnya kekuataMeningkatnya kekuatan ultiman ultimate ini disebabkan ote ini disebabkan o leh arus yangleh arus yang digunakan lebih tinggi. Arus yang tinggi ini akan menyebabkan daerah HAZ akan digunakan lebih tinggi. Arus yang tinggi ini akan menyebabkan daerah HAZ akan lebih besar dan logam induk banyak yang mencair karena penetrasi yang dilakukan lebih besar dan logam induk banyak yang mencair karena penetrasi yang dilakukan dalam. Namun jika digunakan arus yang sama dengan kecepatan pengelasan yang dalam. Namun jika digunakan arus yang sama dengan kecepatan pengelasan yang  berbeda (

 berbeda (lebih cepat), lebih cepat), harga kekharga kek uatan uatan ultimultimatenya atenya mmenenurun. Hal urun. Hal ini dini disebabkan oisebabkan olehleh sedikitnya penumpukan cairan logam las di permukaan logam induk akibat sedikitnya penumpukan cairan logam las di permukaan logam induk akibat  pengelasan

 pengelasan yyaang cepat ng cepat dadan belum sen belum se mmpupurnanya pernanya pe nneetrtrasi asi pepengngeellasaasa n kedalam n kedalam llooggamam induk.

induk.

Dari hasil uji

Dari hasil uji keras spkeras specimen hasil lasan, harecimen hasil lasan, hargga kekerasaa kekerasan di base n di base mmetaetal > HAZl > HAZ > lasan. Hal ini disebabkan ukuran butir di base metal yang berbentuk bulat lebih > lasan. Hal ini disebabkan ukuran butir di base metal yang berbentuk bulat lebih

(13)

kecil daripada ukuran butir di daerah HAZ dan lasan yang berbentuk kolumnar. kecil daripada ukuran butir di daerah HAZ dan lasan yang berbentuk kolumnar. Sesuai dengan persamaan hall-petch semakin besar butir maka kekuatan dan Sesuai dengan persamaan hall-petch semakin besar butir maka kekuatan dan kekerasannya akan menurun. Di kelompok 5, harga kekerasan daerah HAZ lebih kekerasannya akan menurun. Di kelompok 5, harga kekerasan daerah HAZ lebih tinggi karena proses pengelasannya cepat yang menyebabkan daerah HAZ yang tinggi karena proses pengelasannya cepat yang menyebabkan daerah HAZ yang terbentuk lebih sedikit dan butirnya mungkin hanya bertransformasi sebagian. Di terbentuk lebih sedikit dan butirnya mungkin hanya bertransformasi sebagian. Di kelompok 3, harga kekerasan daerah HAZ lebih rendah karena arus yang diberikan kelompok 3, harga kekerasan daerah HAZ lebih rendah karena arus yang diberikan lebih tinggi dan menyebabkan daerah HAZ besar dan kemungkinan transformasi lebih tinggi dan menyebabkan daerah HAZ besar dan kemungkinan transformasi menyeluruh lebih besar.

menyeluruh lebih besar.

Dilihat dari struktur mikro hasil proses pengelasan, pada base metal Dilihat dari struktur mikro hasil proses pengelasan, pada base metal butir- butirny

 butirnya a cendercender ung ung bulatbulat. . Butir Butir yang yang berbeberbe ntuntuk k bubullat at ini ini mmenandakaenandaka n n bahwa bahwa padapada daerah ini struktur mikronya dan fasanya tetap sama seperti sebelum melalui proses daerah ini struktur mikronya dan fasanya tetap sama seperti sebelum melalui proses  pengelasan

 pengelasan yyaaitu itu fferit erit dan perdan per lilit. t. GamGambar bar struktur struktur mimikro kekro ke lompok lompok llain ain juga juga relativerelative sama, yaitu agak bulat dengan fasa ferit dan perlit yang ditandai dengan warna putih sama, yaitu agak bulat dengan fasa ferit dan perlit yang ditandai dengan warna putih dan hitam.

dan hitam.

Sedangkan pada daerah HAZ, struktur mikronya hampir semuanya berbentuk Sedangkan pada daerah HAZ, struktur mikronya hampir semuanya berbentuk kolumnar. Fenomena ini bisa juga disebut transformasi menyeluruh, artinya fasa ferit kolumnar. Fenomena ini bisa juga disebut transformasi menyeluruh, artinya fasa ferit + perlit bertransformasi menjadi austenite 100%. Bentuk kolumnar ini berawal dari + perlit bertransformasi menjadi austenite 100%. Bentuk kolumnar ini berawal dari  batas

 batas fusi dafusi da n n tumbuh tumbuh kearah kearah tengah tengah daeradaerah h lloogam gam induk induk mmaupaupun un logam logam llas. as. PadaPada kelompok lain, terutama kelompok 3 strukturnya berbentuk kolumnar dan ukurannya kelompok lain, terutama kelompok 3 strukturnya berbentuk kolumnar dan ukurannya lebih besar. Ukuran yang lebih besar ini disebabkan oleh adanya pengaruh arus yang lebih besar. Ukuran yang lebih besar ini disebabkan oleh adanya pengaruh arus yang lebih besar sehingga menyebabkan daerah HAZ lebih besar dan butirnya besar-besar. lebih besar sehingga menyebabkan daerah HAZ lebih besar dan butirnya besar-besar. Pada kelompok 5, struktur HAZ nya masih ada yang berbentuk bulat meskipun Pada kelompok 5, struktur HAZ nya masih ada yang berbentuk bulat meskipun sebagian

sebagian besar berbentubesar berbentuk kolumnar. k kolumnar. Hal iHal ini dini disebabkasebabka n n oolleeh h kecepatakecepatan n pengelasanpengelasan yang cepat menyebabkan daerah HAZ lebih sempit dan transformasinya sebagian yang cepat menyebabkan daerah HAZ lebih sempit dan transformasinya sebagian tidak menyeluruh.

tidak menyeluruh.

Pada daerah lasan, bentuk struktur mikronya sebagian besar berbentuk Pada daerah lasan, bentuk struktur mikronya sebagian besar berbentuk kolumnar. Menurut teori, daerah logam las struktur mikronya mirip struktur cor kolumnar. Menurut teori, daerah logam las struktur mikronya mirip struktur cor

(14)

dimana semakin ke tengah strukturnya mulai berubah dari kolumnar menjadi dimana semakin ke tengah strukturnya mulai berubah dari kolumnar menjadi ekuiaksial. Pada gambar lampiran ini, struktur lasan yang diambil hampir semuanya ekuiaksial. Pada gambar lampiran ini, struktur lasan yang diambil hampir semuanya  berbentuk

 berbentuk kokolumnar lumnar yyaang ng artinya artinya daerah daerah yyanang dg d iiambambil berada il berada ddidekat daeidekat dae rah rah HAZ.HAZ. Selain itu, pengaruh arus dan kecepatan yang menyebabkan perbedaan luas daerah Selain itu, pengaruh arus dan kecepatan yang menyebabkan perbedaan luas daerah HAZ dan logam lasan turut mempengaruhi banyaknya bentuk butir kolumnar dan HAZ dan logam lasan turut mempengaruhi banyaknya bentuk butir kolumnar dan ekuiaksial.

(15)

BAB VI BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

5.1 Kesimpulan 1.

1. Heat input pada proses pengelasan untuk specimen uji tarik sebesar 7.275 kJHeat input pada proses pengelasan untuk specimen uji tarik sebesar 7.275 kJ sedangkan untu

sedangkan untuk spk specimecimen metalogen metalograrafi fi sebesasebesar r 8.68.642 42 kJ.kJ. 2.

2. Tegangan ultimate specimen proses pengelasan yang diuji tarik sebesarTegangan ultimate specimen proses pengelasan yang diuji tarik sebesar 182.956 MPa.

182.956 MPa. 3.

3. Struktur mStruktur miikro kro specimspecimen en hasihasil pengell pengelasaasan n dapdapat at dildilihat ihat padpada a subbab 4.subbab 4.3.3. 4.

4. Harga kekerasan specimen hasil proses pengelasan di base metal sebesar 200Harga kekerasan specimen hasil proses pengelasan di base metal sebesar 200 HV, di HA

HV, di HAZ sebesar Z sebesar 191 HV, di 191 HV, di llasan asan sebesebesar 182sar 182.66.667 H7 HV.V.

5.2 Saran 5.2 Saran

Setelah dietsa, sampel sebaiknya langsung diamati dibawah mikroskop untuk Setelah dietsa, sampel sebaiknya langsung diamati dibawah mikroskop untuk meng

(16)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1.

1. Suratman, Rochim & Hery Sonawan. 2004.Suratman, Rochim & Hery Sonawan. 2004. Pengantar  Pengantar Untuk Untuk Memahami Memahami ProsesProses  Pengelasan Logam

 Pengelasan Logam. . Bandung Bandung : : PePenerbit nerbit AlfAlfababeta.eta. 2.

2. DeGarmo’s. “Materials and Processes in Manufacturing” 10DeGarmo’s. “Materials and Processes in Manufacturing” 10thth  edition. John Wiley  edition. John Wiley & Sons, Inc. 2008.

& Sons, Inc. 2008. 3.

3. Kalpakjian,S & Schmid, S. “Manufacturing Engineering and Technology” 6Kalpakjian,S & Schmid, S. “Manufacturing Engineering and Technology” 6thth edition. Pearson. 2009.

edition. Pearson. 2009.

LAMPIRAN LAMPIRAN Pertanyaan Setelah Praktikum

Pertanyaan Setelah Praktikum 1.

1. Apa penyebab lasan dapat retak ? Jelaskan alasannya dan bagaimanaApa penyebab lasan dapat retak ? Jelaskan alasannya dan bagaimana meperbaikinya

meperbaikinya 2.

2. Proses Proses pengelasan sepengelasan sering mengakring mengakiibabatkan muntkan munculnya tegangan culnya tegangan sissisa pada a pada bebe nndada kerja yang dilas , apa yang dimaksud dengan tegangan sisa , bagaimana kerja yang dilas , apa yang dimaksud dengan tegangan sisa , bagaimana m

mekanisme ekanisme terjadinterjadinya ya , , dan dan bagaimbagaimana ana cara mcara mencegahnya encegahnya ?? 3.

3. Heat input pada arc welding dinyatakan sebagai Q=Vit , jelaskan perbedaanHeat input pada arc welding dinyatakan sebagai Q=Vit , jelaskan perbedaan  pem

 pembangbangkitkitan an panas pada arc welpanas pada arc weldiding ng dan dan resiresistanstance ce welweldiding ng .. 4.

4. PePengungujian jian apapa a saja saja yang yang bisa bisa dildilakakukan ukan untuuntuk k mengmengetaetahuhui ki kualualitas itas llasaasan ?n ? 5.

5. Apa yang dimaksud dengan retak dingin ? Bagaimana mekanisme terjadinya retakApa yang dimaksud dengan retak dingin ? Bagaimana mekanisme terjadinya retak din

ding dan bagaig dan bagaimmana ana cara mcara mengatasinya engatasinya ?? 6.

6. Apa yang dimaksud preheating dan postheating pada pengelasan serta apa pulaApa yang dimaksud preheating dan postheating pada pengelasan serta apa pula kegunaannya ?

kegunaannya ? 7.

7. Proses pendinginan hasil proses pengelasan lazimnya berlangsung relative cepat .Proses pendinginan hasil proses pengelasan lazimnya berlangsung relative cepat . Apa

Apa pepengaruh heat ngaruh heat iinput tenput terhadarhadap lp laju pendaju pendininginaginan n hasil prosehasil proses s pepengelngelasaasann 8.

8. Sebutkan jenis-jenis cacat yang terjadi pada daerah lasan ! Bagaimana cara untukSebutkan jenis-jenis cacat yang terjadi pada daerah lasan ! Bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut !

(17)

Jawab : Jawab : 1.

1. Penyebab rePenyebab retakan patakan pada lda lasan antara asan antara llain :ain :

 laju pendinginan yang terlalu cepat dapat mengakibatkan munculnya fasa yanglaju pendinginan yang terlalu cepat dapat mengakibatkan munculnya fasa yang

keras da

keras dan n getas dan bigetas dan bisa timsa timbul bul retakretak

 difusi hydrogen dapat memunculkan porositas pada daerah lasan dan bisadifusi hydrogen dapat memunculkan porositas pada daerah lasan dan bisa

menimbulkan retak menimbulkan retak

  peru perubahbahan an vvololumume e yayang ng bibisa sa mmeneniimmbubulkan lkan iintnternernal al strstressess

Pencegahannya antara lain dengan melakukan proses PWHT, memilih elektroda, Pencegahannya antara lain dengan melakukan proses PWHT, memilih elektroda, fl

fluks, uks, dadan n logam pengilogam pengisi si yang tepyang tepat at dadan n metodmetode pengelasan e pengelasan yang tepat.yang tepat.

2.

2. Tegangan sisa merupakan tegangan yang terjadi pada pelat yang dilas dan terusTegangan sisa merupakan tegangan yang terjadi pada pelat yang dilas dan terus ada hingga temperatur kamar. Selama pengelasan, daerah dibawah logam las akan ada hingga temperatur kamar. Selama pengelasan, daerah dibawah logam las akan mengalami pemuaian, sedangkan daerah dibawahnya mencoba menahannya. mengalami pemuaian, sedangkan daerah dibawahnya mencoba menahannya. Bagian yang memuai itu akan mengalami tegangan tekan sedangkan daerah Bagian yang memuai itu akan mengalami tegangan tekan sedangkan daerah dibawahnya melawan dengan tegangan tarik.

dibawahnya melawan dengan tegangan tarik. Sebaliknya, selama prosesSebaliknya, selama proses  pen

 penddinginan, inginan, ddaerah aerah ddibawah ibawah lloogam gam las las mengalami mengalami tegangategangan n tarik tarik dan dan daeradaerahh dibawahnya melawannya dengan tekanan. Cara mencegahnya ialah dengan dibawahnya melawannya dengan tekanan. Cara mencegahnya ialah dengan memilih teknik pengelasan yang tepat sesuai materialanya, dan tegangan ini dapat memilih teknik pengelasan yang tepat sesuai materialanya, dan tegangan ini dapat dikur

dikurangi angi dan dan dihdihililaangkangkan n dengan Post Weldengan Post Weld Heat Td Heat Treatmenreatment t setelah pengelasan.setelah pengelasan. 3.

3. Pembangkitan panas pada arc welding dapat dilakukan menggunakan elektrodaPembangkitan panas pada arc welding dapat dilakukan menggunakan elektroda maupun tidak. Tegangan AC atau DC akan menghasilkan busur antara ujung maupun tidak. Tegangan AC atau DC akan menghasilkan busur antara ujung elekt

elektroda deroda de ngan benda kerja yang akan dngan benda kerja yang akan dililas. Sedangkan pada reas. Sedangkan pada re sistance welsistance welddinging digunakan hambatan listrik sepanjang dua komponen yang akan disambung digunakan hambatan listrik sepanjang dua komponen yang akan disambung sehingga panas yang muncul akan mencairkan kedua komponen. Setelah itu sehingga panas yang muncul akan mencairkan kedua komponen. Setelah itu sistem dibiarkan agar terjadi proses pembekuan.

sistem dibiarkan agar terjadi proses pembekuan. 4.

4. PePengungujian jian sambungan sambungan llas yaias yaitu atu antara lntara lain :ain :

 MetoMetode de dedestruktifstruktif, , antara lantara lain pengujiain pengujiaan n shear, tarik dan shear, tarik dan bebendinnding.g. 

(18)

5.

5. Retak dingin adalah retak yang terjadi pada temperature rendah yakni di bawahRetak dingin adalah retak yang terjadi pada temperature rendah yakni di bawah temperatur martensit start (M

temperatur martensit start (Mss) yang besarnya kira kira 150) yang besarnya kira kira 150 00C. C. Faktor Faktor penyebabpenyebab retaka

retakan din dingngin in padpada a llasan asan ::

 Laju pendinginan yang cepat pada daerah lasan dapat menyebabkan munculnyaLaju pendinginan yang cepat pada daerah lasan dapat menyebabkan munculnya

fasa

fasa yang yang kekeras ras dan dan getas getas sehinsehingga gga memmemuncuunculkalkan n adadanya fanya fissureissure

 Difusi hydrogen dalam jumlah banyak menyebabkan adanya porositas padaDifusi hydrogen dalam jumlah banyak menyebabkan adanya porositas pada

daera

daerah lh lasan asan sehisehingngga ga dapdapat terjadi retak dengat terjadi retak dengan an mmudahudah

 Adanya tegangan sisa Adanya tegangan sisa menymenyebebabkabkan daan daeraerah h llasaasan n mumudadah retak h retak 

Cara

Cara mmengatasinya engatasinya yaiyaitu dtu dengan mengan melakukaelakukan n proseproses s PWHT.PWHT. 6.

6. Preheating adalah pemanasan awal sebelum dilakukan proses pengelasan yangPreheating adalah pemanasan awal sebelum dilakukan proses pengelasan yang  bertuju

 bertujuan an untuuntuk k melmelambatkaambatka n n llajaju pu pendinginan endinginan . . Postheating Postheating adalah adalah pemenasanpemenasan setelah proses pengelasan yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa setelah proses pengelasan yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa  pada l

 pada lasanasan 7.

7. Semakin tinggi nilai HI maka laju pendinginan logam akan semakin lambatSemakin tinggi nilai HI maka laju pendinginan logam akan semakin lambat karena kalor yang diberikan banyak sehingga perlu waktu yang lebih banyak karena kalor yang diberikan banyak sehingga perlu waktu yang lebih banyak untuk membeku

untuk membeku 8.

8. Jenis cacat yang mungkin terjadi antara lain porositas, inklusi terak, penetrasiJenis cacat yang mungkin terjadi antara lain porositas, inklusi terak, penetrasi yang tidak sempurna, cacat profil, overlap, retakan, cacat permukaan, dan yang tidak sempurna, cacat profil, overlap, retakan, cacat permukaan, dan segregasi komposisi. Cara mengatasinya adalah dapat dilakukan preheating dan segregasi komposisi. Cara mengatasinya adalah dapat dilakukan preheating dan  postheating

 postheating serta serta memilih memilih mmetode etode pengelasan pengelasan yayang png paling aling sessesuai deuai de ngan ngan llogamogam yang akan dilas

yang akan dilas

Tugas Setelah Praktikum Tugas Setelah Praktikum 1.

1. Susunlah suatu metode untuk memperkirakan lebar daerah HAZ pada pengelasanSusunlah suatu metode untuk memperkirakan lebar daerah HAZ pada pengelasan  baja karbon ren

 baja karbon rendah dah terstersebuebutt 2.

2. Buatlah kurva hasil pengujian kekerasan pada daerah lasan, HAZ, dan logamBuatlah kurva hasil pengujian kekerasan pada daerah lasan, HAZ, dan logam iinduk. nduk. Apa kesimApa kesimpulan pulan yang biyang bisa didapasa didapat dari kurt dari kurva tersebut?va tersebut?

(19)

3.

3. Apa pengaruh variasi kuat arus (lihat hasil kelompok lain) terhadap lebar daerahApa pengaruh variasi kuat arus (lihat hasil kelompok lain) terhadap lebar daerah HAZ yang terbentuk!

HAZ yang terbentuk! 4.

4. Tentukan besar butir pada daerah sambungan lasan. Sebutkan metode yangTentukan besar butir pada daerah sambungan lasan. Sebutkan metode yang digunakan.

digunakan. Jawab : Jawab : 1.

1. Melakukan uji keras mikrovickers untuk tiap jarak tertentu dari bagian tenganMelakukan uji keras mikrovickers untuk tiap jarak tertentu dari bagian tengan daerah las, kemudian memplot kurva kekerasan terhadap jarak dari bagian tengah daerah las, kemudian memplot kurva kekerasan terhadap jarak dari bagian tengah daerah las, dan bila ada variasi perubahan nilai kekerasan yang ekstrim untuk daerah las, dan bila ada variasi perubahan nilai kekerasan yang ekstrim untuk suatu rentang jarak maka rentang tersebut merupakan lebar daerah HAZ

suatu rentang jarak maka rentang tersebut merupakan lebar daerah HAZ 2.

2.

Makin kekanan harga kekerasan semakin meningkat, dari mulai lasan, HAZ, dan Makin kekanan harga kekerasan semakin meningkat, dari mulai lasan, HAZ, dan tertinggi b

tertinggi base ase mmetaetal l kakarena adanya rena adanya pepengaruh ukuran butir.ngaruh ukuran butir. 3.

3. Semakin besar arus yang dipakai maka heat input akan semakin besar danSemakin besar arus yang dipakai maka heat input akan semakin besar dan m

menyebabkaenyebabkan n daeradaerah Hh HAZ AZ akan semakiakan semakin n llebar.ebar. 4.

4. Dengan menggunakan metode heynDengan menggunakan metode heyn

180 180 185 185 190 190 195 195 200 200 205 205

Kekerasan

Kekerasan

Kekerasan Kekerasan

(20)

Da

Data ta PrPraktaktikum ikum KeKelomplompok Lainok Lain 1.

1. KeKellompok ompok 3 (arus 90 A, l3 (arus 90 A, lambat)ambat)

Kekuatan

Kekuatan taritarik k : : 198.2198.291 91 MPaMPa

Uji

Uji keras keras : : base base mmetal etal (157(157.35 .35 HV)HV) HAZ (186.85 HV)

HAZ (186.85 HV) daerah lasan (97.9 HV) daerah lasan (97.9 HV)

 Bas

 Base me metal etal HAZ HAZ LasanLasan

2.

2. KelomKelompok pok 5 (aru5 (arus s 80 A, cepat)80 A, cepat)

Kekuatan

Kekuatan taritarik k : : 123.3123.3855 855 MPaMPa

Uji

Uji keras keras : : base base mmetal etal (134(134.71.716 6 HV)HV) HAZ (197.016 HV)

HAZ (197.016 HV) daerah lasan (164.1 HV) daerah lasan (164.1 HV)

 Base metal

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya aksi kapiler pada logam induk, penetrasi akan terjadi dengan baik apabila logam memiliki daya kapiler yang baik maka dapat melekat dengan baik.Berdasarkan uraian di

Untuk nilai-nilai kekerasan pada spesimen yang tidak mengalami perlakuan panas pada masing-masing daerah pengelasan yaitu daerah logam induk A, daerah HAZ A,

Struktur mikro daerah base metal, HAZ dan las pada spesimen uji tanpa preheat dengan arus 70A, 100A dan 130A, arus 70A didominasi perlit yang menyebabkan material keras dan arus

Hasil penelitian yang didapat menunjukkan nilai kekerasan tertinggi terjadi pada arus 110 A dengan sudut kampuh 80 o sebesar 165 VHN pada daerah HAZ (1) yang

Untuk nilai-nilai kekerasan pada spesimen yang tidak mengalami perlakuan panas pada masing-masing daerah pengelasan yaitu daerah logam induk A, daerah HAZ A,

Dalam sambungan las kekuatan tarik ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sifat dari logam induk, sifat HAZ ( Heat Affected Zone ), sifat logam las, parameter pengelasan

Hasil pengujian tarik menunjukkan nilai kekuatan tarik maksimum pada specimen pada elektroda E6013 menurun dibanding dengan logam induk hal ini karena adanya cacat pada daerah

 Struktur mikro daerah base metal, HAZ dan las pada spesimen uji tanpa preheat dengan arus 70A, 100A dan 130A, arus 70A didominasi perlit yang menyebabkan material