• Tidak ada hasil yang ditemukan

Power Poitn Perancangan Screw Press

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Power Poitn Perancangan Screw Press"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN SCREW

PRESS

Nama kelompok

1. Alessandro Redi

2. Daniel D Malau

3. Daniel Panjaitan

4. Pernando S

5. Rowilman Sihaloho

MESIN – 6A

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Screw press merupakan suatu alat yang sering digunakan dalam dunia Industri

baik industry besar, menengah dan juga industry kecil. Screw press tidak hanya digunakan dalam pengolahan CPOScrew press merupakan suatu alat yang sering digunakan dalam dunia Industri, baik industri besar,

menengah dan juga industri kecil. Screw press tidak hanya digunakan dalam pengolahan CPO, pembuatan makanan juga mesin press ini sering digunakan, sebagai contoh pemerasan air tebu.

Screw press adalah alat yang sangat penting dalam pabrik kelapa sawit, sebab apabila screw press ini mengalami masalah, maka pengolahan pengepresan minyak CPO jadi terganggu dan mengakibatkan hasil

minyak CPO yang dihasilkan menjadi lebih sedikit dan pemisahan antara cangkang dengan fibre tidak maksimal.

(3)

B.Perumusan Masalah

Pada

penulisan

makalah

ini,

kami

membatasimasalah-masalah yang mencakup :

1. Apa komponen yang terdapat pada Mesin

Screw Press?

2. Bagaimana perancangan Mesin Srew Press?

3. Bagaimana Prinsip Kerja Mesin Screw Press?

(4)

C. Tujuan

1. Mengetahui komponen yang terdapat dalam

mesin Screw Press

2. Untuk

mengetahui

bagaimana

proses

perancangan mesin screw press

(5)

D.Manfaat

1. menambah wawasan pemikiran yang

didapat di lapangan sehingga dapat

menyelesaikan segala masalah di lapangan

maupun di dunia kerja nanti

2. menambah pengetahuan dan pengalaman

pembaca

(6)

E.Teknik Pengumpulan

Data

Mencari buku-buku yang ada dalam

kampus Politeknik Negeri Medan maupun

dari sumber- sumber lain dari luar yang

berkaitan dengan perancangan mesin

tersebut.

(7)

BAB II

TEORI DASAR A.Pengertian

Screw press merupakan pengepressan terhadap

Berondolan yang homogen untuk mendapatkan rendemen yang maksimal dan Nut pecah yang minimal.

Screw press juga merupakan mesin yang

melanjutkan proses pemisahan minyak dari digester

Fungsi dari Screw Press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar.

(8)

B. Pembagian Jenis Screw Press

Terdapat 2 tipe mesin press yang digunakan dalam pabrik kelapa sawit, antara lain:

Batch Press

Dalam batch press bahan yang ditekan menggunakan logam plunger. Alat yang digunakan dalam penekananya adalah press spindle.

Screw Press

Alat pengepress seperti ini menggunakan putaran dari double screw press dan cage press untuk mengekstraksikan minyak keluar dari gumpalan fibre atau serat yang telah dilumatkan di Digester. Pengekstraksian minyak ini juga dibantu dengan adanya tekanan kedepan dari adjusting cone dengan pemanfaatan tenaga hidrolik.

(9)
(10)

 Macamacam-macam dan proses kerja dari Screw press di Pabrik kelapa sawit

Tipe Speichim

Alat tipe speichim memiliki feed srew, sehingga

kontinuitas dan jumlah bahan yang masuk konstan dibandingkan dengan adonan yang masuk

berdasarkan gravitasi. • Tipe Usine de Wecker

Sedangkan Usine de Wecker tidak dilengkapi dengan feed screw. Tipe Stork

Tipe Stork

Tipe Stork memproduksikan alat press yang terdiri dari alat yang menggunakan feed screw dan tanpa menggunakan feed screw.

(11)

•Komponen Screw Press

Pada proses perancangan Screw Press terdapat komponen yang mendukung dalam proses perancangan.

1. Double screw

•terbuat dari bahan baja tuang dengan ukuran yang berbeda tergantung kapasitas olah

•Satuan kapasitas screw press adalah Ton TBS/Jam.

•Bentuk screw persis seperti ulir

•Bentuk penampang ulir persegi dengan ketebalan lebih dari 1,5 inchi

•mampu menerima tekanan nominal 60 bar secara kontiniu

(12)

2. Press silinder

Press Silinder atau disebut juga press cage yang terbuat dari plat baja yang diperkuat dengan tulangan plat mild steel setebal 8 mm. Press silinder berbentuk kaca mata yang bagian

tengahnya terhubung. Press silinder dapat juga disebut saringan, dimana fibre/serabut daging buah sawit tidak terikut ke cairan minyak yang

telah dipress. Press silinder memiliki lubang yang sangat banyak, diameter lubang bervariasi

umumnya berdiameter antara 4-6 mm, Penahan press silinder sering disebut (kacamata, karena memang seperti kaca mata) yang terbuat dari plat baja dengan ketebalan 15 mm ditopang

dengan sejumlah baut yang mampu menopang tekanan 50-60 bar. jam kerja press silinder pada umumnya 4.000 jam

(13)

3. Casing/Body

Casing/Body screw press terbuat dari plat mild steel dengan tebal 10 mm berbentuk kotak dengan

dilengkapi pintu sebelah kanan, kiri dan atas. Dibagian atas ada 2 pintu yaitu 1 pintu untuk melihat kondisi

press silinder & satu pintu/lubang untuk

menghubungkan screw press dengan corong umpan dari digester. Bagian belakang digunakan sebagai tempat bearing untuk menumpu shaft yang harus ter seal dengan baik sehingga minyak pelumas dari

gearbox tidak bercampur dengan CPO. Body screw press harus ditumpu diatas pondasi yang umumnya terbuat dari U profil 100 mm. ada yang melapisi bagian lantai body screw press yang berfungsi untuk

menampung minyak sawit dengan plat stain less steel. Bagian depan screw press dilengkapi body untuk

menopang hydraulic double cone dan dihubungkan dengan sisten engsel sehingga memudahkan saat perbaikan screw press.

(14)

4. Gear box

Gear box terdapat dibagian belakang body screw press yang didalam nya terdapat primary dan secondary screw yang

dihubungkan dengan gear agar putaran double screw saling berlawanan arah.

permasalahan yang sering terjadi di gear box yaitu sering patahnya bearing as akibat over pressure/kelebihan tekanan, minyak pelumas kurang bahkan mungkin juga akibat kualitas bearing yang tidak sesuai. Di sisi gearbox umumnya dilengkapi dengan selang sight glass untuk melihat level pelumas dari luar dan dilengkapi dengan lubang intip dibagian atas untuk melihat kondisi bearing.

(15)
(16)

Hydraulic Double Cone

Hydraulic Double Cone merupakan alat yang ditambahkan ke sistem screw press untuk

memberikan tekanan lawan terhadap daya dorong double screw di fibre kempa,dengan ditekannya ampas kempa oleh hydraulic

double cone maka minyak akan keluar dari massa pressed melalui press silinder.

Hydraulic double cone perangkat penting untuk mengendalikan losis minyak namun disisi lain bisa membahayakan peralatan jika tekanannya berlebihan. sistem pengaturan tekanan sudah otomatis berdasarkan amper meter elektromotor screw press yang diset antara 30-35 amper atau berdasarkan

tekanan hydraulic di barometer antara 50-60 bar.

(17)

Permasalahan yang sering

muncul dihydraulic double cone

yaitu :

sering bocornya sambungan selang

tidak disiplinnya pelumasan bantalan

luncur batang cone

kebersihan panel dari debu

sulitnya tenaga mekanik yang handal

untuk memperbaiki sistem otomatis

jika rusak.

(18)

B. Tekanan kerja Screw

Press

1. Tekanan Berlawanan

Penggerak poros screw press dilakukan

dengan electromotoryang dipindahkan dengan belt, gigi dan hydroulic. Power dengan putaran sebesar 19-12 rpm untuk menggerakkan alat screw. Efektifitas tekanan ini tergantung pada tekanan tahanan lawan

pada adjusting cone. Tekanan

padaHydraulic Cone yang sesuai untuk “Single Stage Pressing” diberikan tekanan pada tahap awal 40-50 bar dan pada Double Pressing menggunakan tekanan

pertama 30-35 bar dan pada pengepressan kedua diberi tekanan 40-50 bar

Untuk menurunkan kadar minyak dalam ampas,

tekanan lawan dinaikkan dengan mengatur Cone, hal ini akan menyebabkan efek samping yaitu ditemukan persentase biji pecah yang tinggi dan dapat

mempercepat kerusakan Screw Press, bahkan dapat menyebabkan terbakarnya Electromotor .

(19)

Tekanan kerja Cone yang rendah

akan menghasilkan ampas dengan

kadar minyak yang tinggi dengan

sedikit jumlah biji pecah sudah

berkurang. Oleh sebab itu

pengoperasian screw

press hendaknya dipertimbangkan

keuntungan dan kerugian yang

(20)

Tujuan menstabilkan

tekanan pressan adalah :

a. Memperkecil kehilangan minyak dalam ampas, dengan meratanya adonan masuk

kedalam screw press yang diimbangi dengan tekanan stabil maka ekstraksi minyak akan lebih sempurna, dengan demikian kehilangan minyak akan lebih rendah.

b. Menurunkan jumlah biji pecah, semakin tinggi variasi tekanan dalam screw press maka jumlah biji pecah semakin tinggi.

c. Memperpanjang umur teknis. Umur teknis alat seperti crew, cylinder press dan

electromotor lebih tahan lama karena

(21)

C. Cara Kerja Mesin Screw

Press

Motor listrik sebagai sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan mesin double screw press. Screw press dihidupkan melalui panel kendali sekaligus system hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 9000C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup

memutar pulli melalui poros motor dengan daya 30 KW dengan putaran 1475 rpm. Pulli menggerakkan sabuk menghantarkan putaran ke pulli yang terpasang pada poros yang menghubungkan ke gear reduser,dan gear reduser digerakkan poros utama yang dihubungkan dengan kopling.

Poros utama menggerakkan roda gigi perantara yang mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran yang sama.

Pada bagian akhir ulir terdapat dua buah konus yang digerakkan dengan bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju mundur sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya sebesar 30-50 bar.

(22)

Minyak yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screnn dan kemudian dialirkan ke crude oil

tank untuk diproses lebih lanjut, sedangkan serabut dan biji buah sawit yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor untuk proses selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw press yang direduksi

(dikurangkan) putarannya dari 1475 menjadi 12 rpm melalui speed reduser.

Pada mesin ini worm screw press memiliki peranan utama yang mendorong dan menekan kelapa sawit supaya terjadi pemerasan. Buah sawit yang telah dihancurkan

pada digester diperas akibat gaya tekan yang ditimbulkan antara screw, casing (press cage), dan cone.

Screw press mendapatkan tenaga putaran dari motor listrik berdaya 22 KW, putaran 1450 rpm yang direduksikan melalui Gear Box hingga mencapai 9 -11 rpm dan disalurkan melalui 2 buah worm screw press. Press cage atau casing memiliki lubang penyaringan sebanyak 32.000 buah diseluruh

sisinya. Cone mendapatkan daya tekan dari pompa hidrolik sebesar 30-40 bar.

(23)
(24)

Klasifikasi mesin Screw

press:

Kapasitas : 10 ton

Tekanan Konus : 30 – 40 Bar

Putaran Poros : 9 -11 rpm

Jumlah ulir : 4

(25)

Dalam Menentukan

kapasitas Screw Press Ada

Beberapa hal yang perlu

di perhatikan yaitu:

Massa buah yang masuk kedalam

digester dan screw press.

Screw press harus terisi penuh untuk

memperoleh efisiensi penekanan

sehingga minyak yang dihasilkan akan

banyak.

(26)

Dari kondisi di atas maka

kapasitas screw press

dapat di hitung dengan

menggunakan rumus:

Q = % berondolan X kapasitas olah

Mesin Screw press

Misalkan % berondolan = 60 %

Massa screw press = 10 ton/ jam

Maka,Q= X 10 ton/ jam

Q = 6 ton / jam

= 6000 kg/ jam

(27)

Volume aliran pada screw

press

Selain itu kita juga harus mengetahui

volume aliran, untuk mengetahui

volume aliaran Kita harus mengetahui

berapa harga massa jenis buah

kelapa sawit, dari data yg di dapat

harga massa jenis buah kelapa sawit

= 641 kg/m

3

. Oleh karena itu volume

aliran pada screw press adalah:

V

aliran

= Q /

= 6000 kg/jam : 641 kg/ m

3

(28)

Analisa Gaya pada Screw

Press

Gaya Torsi

Screw Press berguna untuk

memindahkan buah hasilke arah

keluar (outlet), dengan adanya

penyempitan di daerah konus akan

menyebabkan pemerasan pada buah

tersebut sehingga minyak keluar dari

daging buah

(29)
(30)

Daerah paling kritis yang sering menjadi area keausan terjadi pada ujung screw (dari

survei),Diasumsikan titk kritis tersebut terjadi pada jarak maksimal 10 mm dari sisi

(31)

Pembebanan pada screw

press

(32)
(33)

Gambar di atas menunjukkan kondisi pembebanan rata-rata pada jarak r dari sumbu poros. Gaya F merupakan

penjumlahan gaya aksial berupa gaya tekan yang terjadi pada screw. P adalah gaya yang bekerja untuk memindahkan beban (material kelapa sawit). Gaya N adalah gaya normal, sebagai akibat dari gaya tekan material

terhadap screw. Gaya µN

adalah gaya gesek yang terjadi pada

permukaan kontak material kelapa sawit dan permukaan screw. Gaya normal dihitung

dengan mempertimbangkan faktor

pembebanan yang mengindikasikan jumlah total permukaan kontak screw dengan

(34)

E. Tegangan Pada Screw

Press

Ada dua bentuk tegangan yang terjadi

pada screw press yaitu tegangan

(35)

Rumus mencari Tegangan Geser :

 =

Dengan :  : tegangan geser D : gaya geser (gaya lintang)

S : statis momen

b : lebar bidang geser Ix : momen inersia

Rumus mencari Tegangan Lentur

 =

Dengan :  : tegangan Lentur Y : jarak tegangan yang ditinjau ke garis netral

Ix : momen inersia terhadap sumbu x M : momen luar

(36)

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

Dari hasil perancangan di atas maka, dapat disimpulkan screw press banyak digunakan dalam industri terutama industri pengolahan kelapa sawit.

Selain itu dengan adanya perancangan screw press kita dapat mengetahui seberapa besar kapasitas suatu bahan yang bisa diproses pada screw press

mengetahui kegunaan screw press yg sebenarnya.

2. Saran

Sebaiknya lebih banyak menyediakan situs – situs yang berhubungan dengan perancangan screw press

(37)

SEKIAN

DAN

Gambar

Gambar Screw Press

Referensi

Dokumen terkait

Dinas Kependudukan Propinsi DKI Jakarta yang memiliki tugas po- kok: Menyelenggarakan pendaftaran penduduk, pengelolaan dan pelaya- nan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta

Berdasarkan hasil perhitungan welfare cost yang telah dilakukan dengan melihat kenaikkan tarif dasar listrik di Indonesia, menunjukkan bahwa welfare loss konsumen

Program Studi Diploma Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi1. Universitas Kristen Satya Wacana

Penentuan tarif jasa rawat inap sistem akuntansi biaya tradisional kurang sesuai lagi untuk diterapkan di era teknologi yang modern saat ini.Karena system ini mempunyai

J: Pegwai tidak tetap yang dapat memasukkan lamaran adalah pegawai yang bekerja di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum mulai tanggal 1 Januari 2000 atau sebelum 1 April 2007

Metode Association Rule dengan menggunakan algoritma apriori dapat digunakan untuk pencarian persentase hubungan adverse event pada obat penenang golongan SSRI

Hubungan antara Obesitas Sentral dengan Hipertrofi Ventrikel Kiri Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 80 responden terdapat 54 responden (67,5%) dengan obesitas sentral,

Penelitian ini akan dilakukan untuk melihat gambaran asupan seng, kadar timbal darah, serta kadar hemoglobin pada anak-anak usai 9-12 tahun yang tinggal di