BAB II
TINJAUAN UMUM PROYEK
II.1 DESKRIPSI PROYEK
• Judul Proyek : Cengkareng Park Library
• Tema : Green Architecture
• Sifat : Fiktif
• Luas Tapak : ± 16.000 m² (1,6 Ha)
• KDB : 55%
• KLB : 2,4
• Loksi : Cengkareng, Jakarta Barat
II.2 TINJAUAN JUDUL PROYEK
Judul yang diambil adalah Cengkareng Park Library. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu “Taman Perpustakaan Cengkareng”.
II.2.1 Pengertian Judul
Dalam bahasa Indonesia, istilah “perpustakaan” dibentuk dari dasar “pustaka” dengan ditambah awalan “per” dan akhiran “an”. Dalam bahasa asing, ada beberapa istilah yang artinya sama dengan perpustakaan antara lain:1
- Library (bahasa Inggris) - Bibliotheek (bahasa Belanda) - Bibliothek (bahasa Perancis) - Biblioteca (bahasa Italia)
Semua istilah ini mempunyai kata dasar yang berarti “buku”. “Pustaka” dalam bahasa Sansekerta “liber” dari bahasa latin, dan “biblion” dari bahasa Yunani, semuanya berarti buku.
Pengertian Cengkareng Park Library atau Taman Perpustakaan Cengkareng berdasarkan buku dasar perancangan gedung perpustakaan karya Frazer G. Poole, maka dapat dijabarkan:2
• Taman : Tempat bermain, tempat kumpul bersama, tempat
dimana orang bisa melakukan refresing dan rekreasi.
• Perpustakaan : Suatu lembaga atau unit pendukung yang
bertanggung jawab mengumpulkan, mengatur dan menyediakan data informasi untuk dipakai oleh mahasiswa, pelajar, pengajar , ilmuwan dan masyarakat umum, serta mengawetkan semua informasi yang relevan atau berhubungan dengan program pendidikan dan ilmu pengetahuan, bagaimanapun bentuk atau wadah informasi tersebut.
• Cengkareng : Suatu tempat atau lokasi yang berada di kawasan
Jakarta Barat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Taman Perpustakaan Cengkareng yaitu bangunan yang menyediakan dan mengumpulkan data informasi bagi public, yang memiliki fasilitas rekreasi melalui media digital (permainan, game, dsb) yang berada dikawasan Cengkareng Jakarta barat.
II.2.2 Karakteristik Gedung Perpustakaan A. Aktivitas Kegiatan
Gedung perpustakaan bukanlah gedung aktivitas layanan 24 jam, tetapi aktivitas kegiatan, pengunjung biasanya dari pagi hingga sore hari dimana suasana dan kondisinya lebih mendukung.
Didalam aktivitas kegiatan gedung perpustakaan harus memperhatikan aspek penting, yaitu:
1. Pencahayaan yang cukup untuk ruang baca.
2. Tingkat kebisingan (Aklustik) yang minimal di seluruh ruang.
3. Penghawaan dalam ruang, yang mempengaruhi faktor kenyamanan saat pengunjung melakukan aktivitasnya.
4. Keselamatan dalam bangunan khusunya bagi anak-anak dan penyandang cacat..
Selain itu gedung perpustakaan sebaiknya mempunyai ruang terbuka yang berfungsi sebagai taman bermain bagi anak-anak, serta fasilitas-fasilitas pendukung lain berupa : cafe, T. pemutaran film, mini teater, serta bazaar pameran buku-buku baru sebagai kegiatan penunjang dari gedung perpustakaan, dimana dapat membantu gedung perpustakaan dalam menjalankan kegiatannya, sehingga kegiatan yang terjadi akan tetap ada karena memiliki fasilitas pendukung yang akan meningkatkan daya tarik pengunjung perpustakaan tersebut.
B. Jenis-Jenis Perpustakaan
IFLA (Internasional Federation of Library Association) mengelompokkan jenis-jenis perpustakaan atas :
a. Perpustakaan Nasional (National Library)
Perpustakaan Nasional adalah perpustakaan yang didirikan di ibukota negara dan merupakan perpustakaan induk dari semua jenis
perpustakaan yang ada di negara tersebut. Perpustakaan Nasional Indonesia didirikan di Jakarta
b. Perpustakaan Umum (Public Library)
Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang bertugas
mengumpulkan, menyimpan, mengatur dan menyajikan bahan pustakanya untuk masyarakat umum.
c. Perpustakaan Perguruan Tinggi (University Library)
Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang
diselenggarakan untuk mengumpulkan, memelihara, menyimpan, mengatur, mengawetkan dan mendaya gunakan bahan pustakanya untuk
menunjang pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian
masyarakat.
d. Perpustakaan Sekolah (School Library)
Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang mengumpulkan,
pustakanya untuk menunjang usaha pendidikan dan pengajaran di sekolah.
e. Perpustakaan Khusus (Special Library)
Perpustakaan Khusus adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh kantor atau instansi yang tujuannya adalah untuk menunjang kegiatan kantor atau instansi dimana perpustakaan itu berada.
f. Perpustakaan Keliling
Perpustakaan Keliling adalah jenis perpustakaan yang dalam memberikan pelayanan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan tujuan mengunjungi pemakai.
g. Perpustakaan Wilayah
Perpustakaan Wilayah adalah jenis perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan berkedudukan di setiap ibu kota Propinsi, bertugas mengumpulkan serta melestarikan semua penerbitan daerah yang bersangkutan
Dari jenis-jenis Perpustakaan diatas maka yang akan diterapkan dalam perencanaan Cengkareng Park Library ini yaitu jenis perpustakaan umum karena perpustakaan ini mencakup semua kalangan masyarakat umum. Dimana perpustakaan ini nantinya akan menerapkan sistemsirkulasi terbuka dengan sistem komputerisasi ( digital ) sumber literature yakni dengan memasukkan indeks buku ke dalam database yang siap diakses melalui komputer lokal maupun wireless. C. Fungsi Perpustakaan
Fungsi perpustakaan umum dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat antara lain:3
a. Pusat Informasi : menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat pemakai
b. Preservasi kebudayaan : menyimpan dan menyediakan tulisan-tulisan tentang kebudayaan masa lampau, kini dan sebagai pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang.
c. Pendidikan : mengembangkan dan menunjang pendidikan non formulir diluar sekolah dan universitas dan sebagai pusat kebutuhan penelitian. d. Rekreasi : dengan bahan-bahan bacaan yang bersifat hiburan
perpustakaan umum dapat digunakan oleh masyarakat pemakai untuk mengisi waktu luang.
e. Dan lain-lain
D. Kualitas
Kualitas dibutuhkan untuk menunjang kegiatan yang ada pada bangunan perpustakaan, sehingga didapat kepuasan dan kebutuhan pemakai bangunan 1. Temperatur Penyimpanan bahan pustaka
Standar tentang penyimpanan dan konservasi bahan pustaka berdasarkan prinsip IFLA adalah pada:
• Temperatur : 16º - 21º C
• Kelembaban : 40 % - 60%
Sedangkan standar temperatu untuk daerah beriklim tropis yaitu:
• Temperatur : 20º C
• Kelembaban : 40 %
2. Sistem pelayanan / Akses
Sistem pelayanan (akses) dalam perpustakaan umum
mempertimbangkan:
• Jenis koleksi yang memerlukan pengawasan dan pelindungan
• Kemudahan pelayanan bagi pengunjung dalam waktu dan
pencarian fasilitas perpustakaan
• Kenudahan pengelola perpustakaan dalam mengatur dan
Sistem pelayanan yang dipakai dalam perpustakaan adalah.
Sistem Terbuka (Open Acces) Sistem Tertutup (Closed Acces) • Pengunjung bebas memilih
bahan pustaka langsung ke rak
• Pengunjung harus mendaftar untuk menggunakan bahan pustaka • Pelayanan pada pengunjung
cepat
• Pelayanan pada pengunjung lama
• Ruang bahan pustaka dan ruang baca bisa menyatu
• Ruang bahan pustaka dan ruang baca terpisah
• Bahan pustaka kurang aman dan terlindungi
• Bahan pustaka lebih aman dan terlindungi
• Susunan bahan pustaka menjadi tidak teratur
• Susunan bahan pustaka menjadi lebih teratur
• Leluasaan memilih bahan pustaka
• Tidak leluasaan memilih bahan pustaka
• Pembaca langsung memilih literature
• Pembaca tidak langsung memilih literatur
• Pengawasan lebih ketat memerlukan banyak petugas
• Pengawasan tidak ketat dan tidak memerlukan banyak petugas
Maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Sistem terbuka yaitu sistem yang memberikan kebebasan pada para pemakai untuk memasuki ruang koleksi untuk memilih sendiri sesuai dengan kebutuhan.
2. Sistem tertutup, yaitu pemakai tidak boleh memasuki ruang koleksi bahan pustaka, sehingga jika ingin meminjam harus memesan lewat petugas atau melihat dulu katalog.
Dari Pertimbangan diatas maka, sistem sirkulasi yang akan diterapkan dalam perancangan Cengkareng Park Library (CPL) ini adalah dengan sistem terbuka, sehingga pengunjung akan merasa terlayani secara penuh.
E. Struktur Organisasi dalam Perpustakaan Panitia Perpustakaan Kepala Departemen pengolahan Bagian perawatan Sekretaris Wakil Kepala Bagian Pandang dengar Bagian pemilihan & pengadaan Bagian Katalog Departemen pelayanan Bagian peminjaman Bagian pemandu
Bagian koleksi langka & khusus Seksi buku cadang Seksi pustaka renik Seksi majalah
Gb.1.I: Struktur Organisasi Perpustakaan menurut Frezer G. Poole dalam buku Dasar perencanaan gedung perpustakaan
II.3 TINJAUAN PERPUSTAKAAN
Tinjauan perpustakaan dimaksudkan sebagai studi banding kelayakan pada rancangan Cengkareng Park Library (CPL). Dari tinjauan ini dapat diambil gambaran bagaimana kegiatan yang ada di perpustakaan dan sistem yang dipakai. II.3.1 Tinjauan Perpustakaan Nasional RI
Tinjauan Perpustakaan yang nasional adalah perpustakaan nasional RI di Jl. Merdeka selatan Jakarta pusat, yang merupakan pusat pengembangan pustakawan. Tinjauan ini untuk memberi landasan data dalam perhitungan proyeksi bagi perpustakaan yang ada di CPL nantinya selain itu juga untuk memberi gambaran struktur organisasi CPL sebagai perpustakaan dengan system layanan terbuka.
A. Koleksi Kepustakaan
Koleksi Putaka yang ada di perpustakaan nasional RI Jl. Merdeka selatan ini antara lain:
• Ilmu murni • Ilmu terapan • Bahasa • Olahraga • Ilmu seni • Agama • Ilmu social • Sejarah • Sastra • Window on korea
(Buku-buku berbahasa Korea) Gb.1.II: Perpustakaan RI Jl merdeka selatan
B. Sistem Layanan
Sistem layanan pengunjung di perpustakaan ini adalah dengan sistem terbuka: - Layanan Anak dengan penyediaan bahan pustaka anak secara tepat dan akurat
untuk usia 0- sekolah dasar kelas 6 (enam) dengan beberapa kegiatan : - Kegiatan mendongeng
- Menyediakan koleksi mainan tetapi tidak diperkenankan dibawa pulang - Layanan Koleksi Pemustaka yang bukan anggota dapat membaca ditempat dan
boleh melakukan peminjaman setelah melakukan regristrasi.
- Layanan sirkulasi, layanan peminjaman dan pengembalian koleksi bahan pustaka, dengan menggunakan barcoding dan Radio Freguency Identification - Layanan Referensi, jasa perpustakaan yang disediakan bagi pemustaka untuk
menemukan informasi dengan bahan rujukan
- Layanan Internet dan Hotspot dengan menghubungkan komputer didunia dengan program tertentu dan hotspot. Layanan ini dapat diakses dengan menggunakan laptop tanpa kabel.
- Layanan peminjaman, jumlah bahan pustaka yang dipinjam maksimal sebanyak 3 buah dengan jangka waktu peminjaman selama 1 minggu.
C. Tata Tertib
- Pengunjung harus membawa kartu anggota/kartu identitas yang masih berlaku - Dilarang makan, minum, ataupun merokok di dalam perpustakaan
- Barang bawaan berharga (Hanpone, dompet, dll) agar dibawa sendiri dan tidak dititipkan di loker
- Dalam ruangan hanpone harus diselence
- Tidak diperkenankan melakukan tindakan yang tidak terpuji didalam perpustakaan
- Tidak diperkenankan membawa benda-benda terlarang dan binatang peliharaan - Petugas berhak menegur atau mengeluarkan pemustaka yang tidak memenuhi
D. Fasilitas layanan
II.3.2 Tinjauan Perpustakaan Di Luar Negeri
Selain tinjauan dari perpustakaan lokal juga diambil beberapa sampel perpustakaan umum yang didapat dari referensi dan internet, tinjauan ini diharapkan dapat menjadi studi banding dan menambah masukan untuk penyusunan program ruang nantinya. Dari banyak contoh bangunan sejenis diambil 2 contoh yang dapat mewakili deskripsi CPL nantinya.
A. Irving K Barber Learning Centre ( IKBLC )7
IKBLC merupakan pengembangan dari Perpustakaan utama Universitas British Columbia (sebuah propinsi di Kanada) pada tahun 2003. Sasaran IKBLC sendiri adalah mahasiswa, staff universitas dan penduduk di propinsi British Columbia. IKBLC memiliki luas 23.000 m² (tanpa parkir).. Arsitek dari proyek pengembangan ini adalah Downs Archambault & Partners bekerjasama dengan Hardy Holzman Pfeiffer Associates LLP. Tidak hanya sebagai vocal point dari UBC saja IKBLC juga mendukung ”lifelong learning” dari seluruh penduduk di sekitar propinsi British Columbia.
R. Baca anak R referensi Foto copy Digital Katalog Loker Multimedia 7 Sumber : http://www.ikebarberleamingcentre.ubc.ca/april
1. Koleksi dan Pelayanan
IKBLC dalam perkembangannya telah memiliki 10 juta koleksi baik yang bertemakan tentang negara bagian British Columbia maupun referensi umum senilai 1,6 milyar dollar dan menjadi asset negara yang penting. Untuk mengelola asset tersebut IKBLC dilengkapi dengan ASRS (Automated Storage and Retrieval System) yang dalam operasionalnya setiap unit
2. Fasilitas
Menurut arsiteknya IKBLC terdiri 4 komponen utama yang kesemuanya terintegrasi untuk mendukung seluruh aneka kegiatan belajar mengajar, ini disebut dengan ”multitasking facility”.
a) Library Resources
Gb. 2.II: Pencarian buku secara digital dan online
Perpustakaan di IKBLC menggunakan sistem campuran, sistem tertutup ditunjukkan dengan adanya ASRS yang menggunakan sistem robot mekanis yang dikhususkan untuk menangani koleksi buku yang langka, spesial, kuno ataupun jarang dipinjam oleh pengunjung. Sistem terbuka ditunjukkan dengan adanya ruang-ruang koleksi yang terbuka dan dapat langsung diakses oleh pengunjung. Rak-rak koleksi di IKBLC menampung lebih dari 500.000 volume buku. Dalam pencarian buku agar lebih efisien IKBLC sudah menerapkan sistem komputerisasi yakni dengan memasukkan indeks buku ke dalam database yang siap diakses melalui komputer lokal maupun wireless. Ruang-ruang penting yang menyusun “Library Resources” antara lain : Ruang Sirkulasi, Ruang Baca, Ruang Reservasi,
ASRS, Ruang Koleksi Buku Terbuka, Ruang Koleksi Buku Tertutup, Ruang Koleksi Khusus Sains dan Engineering, Ruang Koleksi Khusus Seni, Ruang Koleksi Peta dan Kantor Pustakawan.
Ruang baca di IKBLC disebut dengan “Ridington Reading Room” yang memiliki berbagai jenis tipe yang didasarkan jumlah tempat duduk (kelompok) atau dari sisi privasi. Pada lantai 2 dan 3 Perpustakaan menggunakan sistem terbuka seperti pada gambar 5.II.
b) Learning Resources
Learning resources adalah fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk
kegiatan belajar interaktif dan kegiatan belajar bersama yang materi atau subjeknya tidak terikat dengan kampus. Dalam IKBLC ruang – raung utama yang menyusun Learning resources antara lain:
- Ruang belajar intensif berkelompok termasuk Chapman Room - Laboratorium (Komputer dan Lab masing-masing disiplin ilmu) - Ruang kelas dalam berbagai kapasitas
- Ruang proyek (non kompus)
- Teater kuliah bersama dan R. Seminar - R. Konsultasi tertutup
Gb.4.II: R Baca tenang Gb.5.II: R Koleksi terbuka
c) Academics Units (Unit Akademik khusus untuk mahasiswa)
Unit akademik adalah bagian IKBLC yang secara khusus digunakan untuk keperluan kegiatan resmi kampus UBC yang juga berisi ruang kampus untuk mahasiswa tahun pertama. Tujuannya adalah mengenalkan IKBLC ini secara dini kepada mereka dan supaya mereka dapat bersosialisasi dengan rekan-rekan lainnya dengan lebih cepat. Ruang – ruang untuk keperluan akademik juga ditempati oleh staff-staff dari fakultas dan umumnya tertutup untuk umum.
c )
d) Community Concourse (Ruang Komunal Terbuka)
Community Concourse adalah tempat-tempat terbuka dengan tujuan
utama agar para pengguna dapat bersosialisasi dalam suasana yang informal.
Community Concourse berpusat pada lantai dasar dan merupakan motor
penggerak kegiatan di IKBLC. Dari ruang-ruang komunal tersebut beragam ide Gb.7.II: R Belajar
Gb. 6.II: R Lab peraga kimia
Gb.8.II: R. Computer cluster untuk umum Gb.9.II: R. computer cluster mac untuk keperluan multimedia
muncul dan tertuang lewat diskusi-diskusi informal yang santai. Dan ide tersebut dapat segera diteruskan dan dikembangkan lewat fasilitas yang tersedia pada saat itu juga.
II.4 KESIMPULAN TINJAUAN PERPUSTAKAAN
Dari kedua tinjauan perpustakaan di atas maka dapat diambil beberapa hal yang nantinya akan diterapkan dalam perancangan Cengkareng Park Library (CPL) ini antara lain: Penerapan system sirkulasi terbuka, penggunaan rum bagi penyandang cacat, penerapan sistem komputerisasi sumber literature yakni dengan memasukkan indeks buku ke dalam database yang siap diakses melalui komputer lokal maupun wireless.