MAKALAH MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN
TUGAS
“Aliran Filsafat dan Pendidikan Progresivisme”
OLEH :
Nama : Fauza Puspita Sari
NIM : 1305280
Kode Sesi : 92401
PROGAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kepada kehadirat Allah swt., karena berkat anugerah-Nya makalah yang berjudul Aliran Filsafat dan Pendidikan
Progresivisme ini dapat diselesaikan.
Di dalam menyelesaikan makalah ini, penulis banyak menemukan kendala. Akan tetapi, kendala tersebut dapat penulis atasi karena mendapat masukan yang berarti dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing Zelhendri Zen. yang telah memberikan masukan sehingga makalah ini dapat penulis selesaikan. Semoga segala bantuan tersebut menjadi amal ibadah dan dibalas oleh Allah swt. Dengan pahala yang belimpat ganda.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis berharap makalah ini ada manfaatnya.
Padang, Desember 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Menurut Zen (2014: 101), aliran progresivisme merupakan salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang dengan pesat pada permulaan abad ke XX dan sangat berpengaruh dalam pembaharuan pendidikan yang didorong oleh aliran naturalisme dan eksperimentalisme, instrumentalisme, environmentalisme dan pragmatisme.
Dalam blog Van, progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya.
Dalam blog Anshar, Progressivisme disebut sebagai naturalisme yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta ini (bukan kenyataan spiritual dari supernatural). Naturalisme dapat menjadi materialisme karena memandang jiwa manusia dapat menurun kedudukannya menjadi dan mempunyai hakikat seperti unsur-unsur materi. Dan progressivisme identik dengan experimentalisme berarti aliran ini menyadari dan
memperaktekkan bahwa experiment (percobaan ilmiah) adalah alat utama untuk menguji kebenaran suatu teori dan suatu ilmu pengetahuan. Disebut juga dengan instrumentalisme karena aliran ini menganggap bahwa potensi intelegensi
manusia (merupakan alat, instrument) sebagai kekuatan utama untuk menghadapi dan memecahkan problem kehidupan manusia. Dengan sebutan lain yakni
Dari pemikiran yang demikian ini maka tidaklah heran kalau pendidikan
progressivisme selalu menekankan akan tumbuh dan berkembangnya pemikiran dan sikap mental, baik dalam pemecahan masalah maupun kepercayaan kepada diri sendiri bagi peserta didik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarka Latar Belakan Masalah, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut. (1) apa itu progresivisme? (2) apa itu epistemologi filsafat pendidikan progresivisme? (3) aap itu aksiologi filsafat pendidikan progresivisme?
C. Tujuan Penulisan
Aliran Filsafat dan Pendidikan Progresivisme
A. Latar Belakang Aliran Filsfat Pendidikan Progresivisme
Progresivisme lahir sekitar abad ke-20 merupakan filsafat yang bermuara pada aliran filsafat pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859- 1952), yang menitikberatkan pada segi manfaat bagi hidup praktis.
Progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya.
Brameid membagi aliran filsafat atas 4 bagian: 1. Progresivisme
2. Esensialisme 3. Perennialisme
4. Rekonstruksionisme Aliran Preogresivisme
Latar belakang lahirnya progresivisme, karena filsafat mempunyai watak: 1. Negatif dan diagnostik, adalah arti terhadap otorialisme dan absolutisme
dalam segala bentuk.
2. Positif dan remedial adalah,menyatakan manusia itu sebagai subjek yang memiliki potensial ilmiah untuk menghadapi dan mengatasi problem hidupnya.
a. Potensi intelegensi manusia sebagai kekuatan antara manusia yang digunakan sebagai alat hidup.
b. Lingkungan hidup mempengaruhi perubahan kepribadian. Adapun tokoh-tokoh progresivisme ini antara lain: 1. William James
2. Dewey
3. Hans Vaihinger
4. Ferdinant Schiller dan Georges Santayana.
masalah-masalahyang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri.
B. Ontologi
Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Ontolog progresivisme mengandung pengertian dan kualitas evolasionistis yang kuat, pengalaman diartikan sebagai arti dinamika hidup, dan hidup adalah perjuangan, tindakan dan perbuatan. Manusia akan tetap hidup berkembang, jika ia mampu mengatasi perjuangan, perubahan dan berani bertindak.
Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles.
Ontologis filsafat pendidikan progresivisme adalah:
1. Asas heriby atau asas keduniawian adalah disiplin ilmunya universal yang berarti amanat luas dan tak terbatas dengan kata lain kenyataan yang berlangsung dalam kehidupan manusia.
2. Pengalaman suatu realita yang telah meresap dan membina pribadi. 3. Pemikiran apa-apa fungsi manusia yang unik atau pemikiran apa-apa
dilakukan manusia tersebut. C. Epistemologi
Epistemologi dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
Dalam epistemologi, rasional berarti suatu pandangan bahwa akal adalah instrument utama bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan. Empirik adalah sifat pandangan bahwa persepsi indera adalah media yang memberikan jalan bagi manusia untuk memahami lingkungan. Oleh sebab adanya prisip-prinsip
penerangan yang terhimpun dari pengalaman yang siap untuk digunakan.
Sedangkan kebenaran ialah hasil tertentu dari usaha untuk mengetahui, memiliki dan mengarahklan beberapa segmen pengetahuan agar dapat menumbuhkan petunjuk atau penyelesaian pada situasi tertentu yang mungkin keadaannya kacau.
Epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan denagn asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Epistemologi atau teori pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertangguang jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.
Epistemologi adalah bidang tugas filsafat yang mencakup identifikasi dan pengujian kriteria pengetahuan dan kebenaran.
Epistemologi filsafat pendidikan progresivisme adalah: 1. Pengetahuan dan kebenaran;
2. Pengetahuan itu bersifat positif; 3. Kebenaran bersifat aktif;
4. Intelegensi dan operasionalisme;
5. Immediate experience dan mediate experience. D. Aksiologi
Aksiologi berasal dari kata axios dan logos. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, logos artinya akal, teori.Aksiologi artinya teori nilai pendidikan tentang kodrat, kriteria dan status metafisik dan nilai.
Aksiologi bisa disebut sebagai teori nilai. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benrat dan salah, serta tentang cara dan tujuan. Aksiologi terdiri dari analisis tentang kepercayaan, keputusan, dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan/ menemukan suatu teori nilai.
Aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends). Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis.
Terdapat dua kategori dasar aksiologi, yaitu: (1) objektivisme, (2) subjektivisme. Keduanya beranjak dari pertanyaan yang sama, apakah nilai itu bersifat bergantung/ tidak tergantung pada manusia.
Asas belajar menurut progrsivisme: 1. Anak dan lingkungan:
2. Kehidupan yang real sebagai proses belajar.
2. Mempunyai nilai universal dan metode eksperimen dan banyaknya inisiatif. 3. Kurikulum progresivisme bergerak secara dinamis.