• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MUATAN FUNGS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MUATAN FUNGS"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP

MUATAN FUNGSI INFORMASI

DALAM PROGRAM BERITA METRO TV DAN TV ONE

Nur Zaini

Peneliti Pertama

Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Yogyakarta

Jl. Imogiri Barat KM.5, Yogyakarta email: [email protected]

Naskah diterima: ………….. dan disetujui: ……….

Abstrak

Program berita televisi bisa menunjukkan muatan fungsi media massa, termasuk fungsi informasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui persepsi mahasiswa terhadap muatan fungsi informasi dalam program berita Metro TV dan TV One. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari 11 mahasiswa dari empat universitas di Yogyakarta sebagai informan dengan wawancara mendalam dan pengiriman daftar pertanyaan lewat e-mail. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa mengindikasikan bahwa fungsi informasi sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One, tapi belum sepenuhnya lengkap.

Kata kunci: persepsi, mahasiswa, program berita, Metro TV dan TV

One

STUDENTS’

PERCEPTIONS OF INFORMATION

FUNCTIONS CONTENT IN METRO TV AND TV

ONE NEWS PROGRAMS

Abstract

(2)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

functions in Metro TV and TV One news programs. This research uses descriptive method and qualitative approach. Data were collected from 11 students from four universities in Yogyakarta as informants using in-depth interviews and questionnaire sent via e-mail. Techniques of data analysis through data reduction, data display, and verification. As a whole, the students' perceptions indicate that information functions are already contained in Metro TV and TV One news programs, but not yet fully complete.

Keywords: perception, students, news program, Metro TV and TV One

PENDAHULUAN

Metro TV dan TV One memosisi-kan sebagai TV Berita sehingga sebagian besar program yang diproduksi dan ditayangkan adalah program berita. Isi siaran program berita televisi bisa menunjukkan banyak muatan fungsi media massa yang bermanfaat bagi khalayaknya. Namun, isi siaran program berita televisi yang ditayangkan oleh Lembaga Penyiaran Swasta televisi tersebut masih banyak berisi hal-hal yang kurang bermanfaat bagi khalayaknya. Hal ini bisa dilihat pada program berita yang berisi kekerasan, misalnya, terlihat pada berita tentang pemukulan tersangka pembunuhan seorang gadis oleh keluarga korban di Sumatera Barat yang disiarkan oleh TV One pada program Kabar Petang pada tanggal 5 Juli 2011 pukul 19.00, dan berita tentang tawuran warga Johar Baru Jakarta yang ditayangkan dalam program Headline News di Metro TV pada tanggal 5 Juli 2011 pukul 20.00. Padahal, televisi sebagai salah satu media massa tentunya wajib memperhitungkan hal-hal terkait dengan fungsi media massa seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, Bab II,

Pasal 4, bahwa: (1) Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial. (2) Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan.

Selain itu, Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 03 Tahun 2007, tentang Standar Program Siaran, Bab II, pasal 2 juga menyebutkan bahwa lembaga penyiaran menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol dan perekat sosial, dan pemersatu bangsa.

(3)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

evaluasi di bidang penyiaran.1

Terkait dengan media massa, ada beberapa pakar komunikasi yang menyampaikan rumusan tentang fungsi media massa, misalnya Laswell, Wright, dan Mc Quail. Laswell menyebutkan bahwa fungsi media massa antara lain memberikan pengawasan lingkungan, korelasi bagian-bagian masyarakat dalam memberikan respon terhadap lingkungannya, dan transmisi warisan budaya. Wright menambahkan fungsi hiburan sebagai fungsi keempat. Mc Quail menambahkan fungsi informasi, kesinambungan, dan mobilisasi (Mc Quail, 1991: 70). Rumusan mereka tentang fungsi media massa tersebut sebetulnya juga bisa menjadi acuan bagi lembaga penyiaran televisi dalam memroduksi dan menayangkan program berita yang disaksikan oleh berbagai kalangan masya-rakat, termasuk mahasiswa.

Mahasiswa adalah salah satu unsur dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Secara kognitif, mahasiswa juga telah mampu berpikir berdasarkan alasan-alasan ilmiah. Apalagi kemampuan mereka untuk melihat dari perspektif yang berbeda juga muncul, sehingga tampak bahwa mereka mampu melihat persoalan secara kritis. Mereka tidak akan memroses informasi serta mengadaptasi-kannya dengan pemikiran mereka sendiri.2 Apalagi, ada beberapa

1 Peraturan Menteri Kominfo No.17/PER/M. KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.

2 Dede Rahmat Hidayat dalam http://www.

siswa biasanya tertarik untuk mengikuti aktivitas lain selain aktivitas perkuliahan, misalnya aktivitas keorganisasian baik di dalam maupun di luar kampus. Aktivitas keorganisasian tersebut biasanya bisa menambah pengalaman dan kemampuan berpikir.

Seperti halnya manusia lainnya, mahasiswa juga mempunyai kemampuan untuk memersepsi berbagai hal di

lingkungannya karena persepsi merupa-kan proses yang digunamerupa-kan manusia untuk menginterpretasikan data-data sensoris yang sampai kepada manusia

melalui lima indra (Lahlry dalam Severin

dan Tankard Jr., 2005: 83-84). Selain itu, karena persepsi merupakan aktivitas yang integrated, maka seluruh apa yang ada pada individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain akan ikut berperan dalam persepsi tersebut (Walgito, 2003: 54). Dengan demikian, penelitian tentang mahasiswa yang dikaitkan dengan persepsi merupakan hal yang menarik karena bisa mengungkap persepsi seseorang dengan kemampuan melihat persoalan secara kritis namun juga dipengaruhi oleh pera-saan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain dalam diri seseorang tersebut.

Rumusan Masalah

Objek dalam penelitian ini adalah

(4)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

mahasiswa dengan pertimbangan bahwa dalam menjalani proses pendidikan, mahasiswa mendapatkan informasi terkait dengan materi kuliah dan materi lain tidak hanya dari internal kampus, melainkan juga dari eksternal kampus, termasuk dari medium televisi. Selain itu, penelitian ini terkait dengan informasi yang diperoleh oleh mahasiswa, maka fungsi media massa yang menjadi topik pembahasan adalah fungsi informasi. Adapun objek persepsi mahasiswa adalah program berita Metro TV dan TV One karena kedua LPS tersebut memposisikan diri sebagai TV berita. Untuk itu, permasalahan dalam penelitian ini

dirumuskan Bagaimana persepsi

mahasiswa terhadap muatan fungsi informasi dalam program berita Metro TV

dan TV One?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi maha-siswa terhadap muatan fungsi informasi dalam program berita Metro TV dan TV One.

Manfaat Penelitian

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan akan menambah khasanah kepustakaan dan bahan referensi bagi penelitian lain. Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat bagi peneliti untuk mengetahui muatan fungsi infor-masi dalam program berita Metro TV dan TV One. Bagi Direktorat Penyiaran dan KPI, hasil penelitian ini dapat digunakan

sebagai bahan acuan dalam memberikan evaluasi tentang fungsi media massa penyiaran, khususnya fungsi informasi, yang sesuai dengan UU Penyiaran, Standar Program Penyiaran, dan pendapat para pakar komunikasi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi Metro TV dan TV One tentang muatan fungsi media massa penyiaran, khususnya fungsi informasi, dalam program berita yang sesuai dengan UU Penyiaran, Standar Program Penyiaran, dan pendapat pakar komunikasi.

TINJAUAN PUSTAKA

Program TV yang ditayangkan oleh LPS televisi rupanya menjadi salah satu topik menarik untuk penelitian tentang persepsi pemirsa. Hal ini terlihat begitu banyaknya penelitian tentang persepsi terhadap program TV yang telah dilakukan. Pendekatan dan metode yang digunakan bervariasi. Objek dan jenis program TV yang diteliti juga berbeda-beda.

Penelitian pertama tentang Per -sepsi Masyarakat terhadap Acara reality show Tukar Nasib di SCTV .3 Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Perumahan Bumi Asri Medan terhadap acara reality show Tukar Nasib yang disiarkan di SCTV, dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Teori-teori yang

(5)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

dianggap relevan adalah teori media massa, SOR, dan teori persepsi. Pengumpulan data dengan kuesioner berisi pertanyaan yang dijawab dengan cara memilih. Populasi penelitian ini berjumlah 3.378 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan accidental sampling, yang berjumlah 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di perumahan tersebut memberikan tanggapan bahwa acara reality show Tukar Nasib ini belum dapat dikatakan sebagai acara yang mendidik, dan acara tidak bermanfaat.

Penelitian kedua tentang Persepsi Mahasiswa terhadap Program Acara Good News di Trans TV .4 Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Focus Group Discussion (FGD). Kelompok diskusi ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling (sample bertujuan), dan didapatkan sebanyak 12 orang peserta FGD, yakni mahasiswa ilmu komunikasi UMM yang terdiri dari 3 konsentrasi, yakni Public Relations (PR), Audio Visual (AV), dan Jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan persepsi antara kelompok mahasiswa Public

4 Yulia Riska Dianwati dalam http:// digilib.umm.ac.id/files/ disk1/ 177/jiptum mpp-gdl-s1-2007-yuliariska-8807-

PENDAHULAN.pdf + analisis+ persepsi+mahasiswa+tentang+berita+tv+d engan+fgd-pdf, tanggal 24 Juni 2011, pukul: 10.24.

Relations, Jurnalistik, dan Audio Visual.

Penelitian ketiga berjudul Persepsi

Menonton Tayangan Talk Show Bukan

Empat Mata di Trans7 .5 Penelitian tersebut juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informannya adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Non-Reguler FISIP UNS angkatan 2007, khususnya mahasiswa yang suka melihat talk show Bukan Empat Mata . Informan sebanyak orang karena dinilai dapat memberikan kelengkapan dan kedalaman informasi sesuai dengan keperluan bagi pemahaman masalah. Teknik pengum-pulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif, dimana melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan antara lain bahwa konsep talk show Bukan Empat Mata lebih banyak memberikan hiburan daripada informasi, pemilihan bintang tamu dinilai sudah tepat karena bervariasi, Tukul layak menjadi host dalam talk show ini dan seorang host sangat mempengaruhi kualitas acara yang dipandunya.

Berdasarkan deskripsi tiga peneli-tian di atas, ada persamaan dan perbedaan antara ketiga penelitian tersebut dan penelitian ini sehingga posisi penelitian ini bisa diketahui. Persamaan-nya adalah terletak pada topik penelitian,

(6)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

yakni tentang persepsi khalayak (masya-rakat atau mahasiswa) terhadap acara televisi. Perbedaanya terletak pada jenis acara televisi yang menjadi objek persepsi, yakni reality show, talk show, dan berita. Selain itu, perbedaan juga terlihat pada pendekatan dan metode, antara lain ada yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif, serta ada yang menggunakan pendekatan kualitatif dan metode des-kriptif. Hal ini berpengaruh pada teknik pegumpulan data yang juga berbeda. Dengan demikian, penelitian ini sama dengan penelitian kedua dalam hal objek persepsi khalayak, yakni program berita. Dalam hal metode pengumpulan data dan teknik analisis data, penelitian ini sama dengan penelitian ketiga. Namun, penelitian ini berbeda dalam fokus kajian, yakni fungsi informasi dalam program berita televisi. Topik ini belum mendapatkan fokus kajian yang memadai dari ketiga penelitian yang telah dipaparkan.

LANDASAN TEORI Persepsi

Beberapa pengertian tentang per-sepsi telah disampaikan oleh para pakar psikologi. Menurut Lahlry, persepsi merupakan proses yang digunakan manusia untuk menginterpretasikan data-data sensoris yang sampai kepada manusia melalui lima indera. Berelson dan Steiner menyatakan bahwa persepsi merupakan proses yang kompleks dimana orang memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan respons terhadap

suatu rangsangan didalam situasi masyarakat dunia yang penuh arti dan logis. Bennet, Hoffman, dan Prakash menyebutkan bahwa persepsi merupakan aktivitas aktif yang melibatkan pembela-jaran, pembaruan cara pandang, dan pengaruh timbal balik dalam pengamatan (dalam Severin dan Tankard Jr., 2005: 83-84).

Sementara pakar lain seperti John R. Wenburg dan William W. Wilmot menyebutkan bahwa persepsi dapat didefinisikan sebagai cara organisme memberi makna. Rudolph F. Verderber menyebutkan bahwa persepsi adalah proses menafsirkan informasi inderawi, dan J. Cohen menyatakan bahwa persepsi didefinisikan sebagi interpretasi bermakna atas sensasi sebagai represent-tatif objek eksternal; persepsi adalah pengetahuan yang tampak mengenai apa yang ada di luar sana (dalam Mulyana, 2007: 180). Jalaludin Rakhmat menyata-kan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsir-kan pesan. Persepsi ialah memberimenafsir-kan makna pada stimuli inderawi atau sensory stimuli (Rakhmat, 2009: 51).

(7)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

diterima oleh organisme atau individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti. Lebih jauh Walgito juga menyatakan bahwa karena persepsi merupakan aktivitas yang integrated, maka seluruh apa yang ada pada individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain akan ikut berperan dalam persepsi tersebut.

Mahasiswa

Mahasiswa adalah salah satu unsur dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Dalam teori psikologi perkem-bangan, mahasiswa manusia yang berada pada kelompok usia remaja akhir dan dewasa dini. Secara kognitif, mahasiswa sudah mampu berpikir abstrak dan menggunakan alasan-alasan yang ilmiah, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang kom-pleks termasuk mengembangkan alter-native pemecahan masalah yang mereka hadapi. Apalagi kemampuan mahasiswa untuk melihat dari perspektif yang berbeda juga muncul, sehingga tampak bahwa mereka mampu melihat persoalan secara kritis. Mereka tidak akan memro-ses informasi serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.6

Fungsi Informasi

Menurut McQuail (1991: 70), ada

6 Dede Rahmat Hidayat dalam http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/04/permasalahan- mahasiswa-untuk-kopertis-wilayah-iii.pdf, diakses tanggal 22 Juli 2011, pukul: 10.18.

lima tujuan atau fungsi media massa bagi masyarakat. Salah satu fungsi media massa tersebut adalah fungsi informasi yang antara lain meliputi:

1. Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia.

2. Menunjukkan hubungan kekuasaan. 3. Memudahkan inovasi, adaptasi, dan

kemajuan.

Pada bagian lain, McQuail (1991: 72), secara lebih khusus, juga menyebutkan fungsi media massa bagi individu terdiri dari empat hal yang salah satunya juga fungsi informasi. Fungsi informasi bagi individu mencakup antara lain:

1. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.

2. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.

3. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.

4. Belajar, pendidikan diri sendiri. 5. Memperoleh rasa damai melalui

penambahan pengetahuan.

Program Berita Televisi

(8)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

unggulan. Kualitasnya juga tidak kalah dengan program berita yang ditayangkan oleh kedua LPS televisi tersebut. Selain Metro Hari Ini (Metro TV) dan Kabar Petang (TV One), Liputan 6 Petang dan Liputan 6 Siang (SCTV), Seputar Indonesia dan Buletin Siang (RCTI), dan Reportase Sore (Trans TV) juga termasuk dalam daftar Program Berita yang dinilai berkualitas oleh responden, dan termasuk acara di Televisi yang dinilai berkualitas oleh responden dalam Penelitian Rating Publik yang dilakukan oleh Yayasan SET bekerja sama dengan TIFA, IJTI dan Komunitas Pemerhati Televisi di 11 kota di Indonesia pada bulan Maret dan Oktober 2008.7

Uraian di atas menunjukkan bahwa program berita di media televisi juga menjadi fokus perhatian bagi khalayak. Hal ini tentunya tidak terlepas dari definisi berita yang disampaikan para pakar jurnalsitik, dan telah disimpulkan oleh Sedia Willing Barus (2010:26), yakni

segala laporan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran

umum .

Berita pada umumnya dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yakni hard news, soft news, dan investigative reports (Muda, 2008: 40, Wibowo, 2005: 34):

7 http://huda.dagdigdug.com/files/2009/ 02/hasil-riset-rating-publik-ii.pdf,diakses tanggal 7 Juni 2011, pukul: 08.03.

1. Hard News yang biasanya juga disebut berita berat atau berita keras. Berita ini biasanya terkait masalah politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan. 2. Soft News seringkali juga disebut

dengan berita ringan. Berita semacam ini biasanya berisi tentang kehidupan orang-orang terkenal, misalnya para artis.

3. Investigative Reports atau disebut juga laporan penyelidikan (investigasi) adalah jenis berita yang eksklusif.

Kerangka Konsep

Berdasarkan pada uraian tentang beberapa teori dan beberapa penelitian sebelumnya diatas, maka konsep yang digunakan dalam penelitian ini juga terkait dengan persepsi, mahasiswa, fungsi informasi, dan program berita.

(9)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Konsep tentang mahasiswa adalah mahasiswa merupakan salah satu unsur dalam proses pendidikan di perguruan tinggi yang berada pada kelompok usia remaja akhir dan dewasa dini. Secara kognitif, pada usia tersebut, kemampuan mahasiswa untuk melihat dari perspektif yang berbeda juga muncul, sehingga tampak bahwa mereka mampu melihat persoalan secara kritis.

Dalam kaitannya dengan fungsi informasi, konsep dalam penelitian ini mencakup fungsi informasi bagi masyarakat dan fungsi informasi bagi individu.

1. Fungsi informasi bagi masyarakat, yakni muatan informasi tentang apa saja bagi masyarakat dalam program berita di Metro TV dan TV One, antara lain:

a. Informasi tentang peristiwa dan kondisi masyarakat dan dunia, yakni informasi tentang peristiwa dan kondisi Indonesia dan luar negeri.

b. Informasi tentang hubungan kekuasaan, yakni informasi berhubungan dengan praktik kekuasaan.

c. Informasi yang memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan, yakni informasi tentang penemuan-penemuan dan kemajuan dalam bidang IPTEK dan bidang lain.

2. Fungsi Informasi bagi invidu, yakni muatan informasi tentang apa saja bagi individu dalam program berita di Metro TV dan TV One, antara lain:

a. Informasi tentang berita terkait dengan peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat, dan dunia, yakni informasi tentang peristiwa dan kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar tempat tinggal informan, serta luar negeri. b. Informasi tentang bimbingan

menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan, yakni informasi tentang petunjuk dan pendapat dalam rangka untuk menentukan pilihan. c. Informasi untuk memuaskan rasa

ingin tahu, yakni informasi yang sesuai dengan harapan informan sehingga bisa memenuhi rasa ingin tahu mereka.

d. Informasi tentang bagaimana belajar dan pendidikan diri sendiri, yakni informasi tentang petunjuk bagaimana bisa belajar secara mandiri.

(10)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Penelitian ini terkait dengan program berita. Konsep berita yang dipakai adalah bahwa berita merupakan segala laporan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik

perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum, dalam bentuk hard news, soft news maupun investigative reports. Sesuai dengan konsep tersebut, acara Metro TV yang masuk dalam kategori program berita antara lain Editorial, Metro Hari Ini, Suara Anda, Top Nine News, dan Metro Malam. Program berita yang ditayangkan TV One adalah antara lain Kabar Pagi, Apa Kabar Indonesia (pagi), Kabar Siang, Kabar 15, Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia (malam), dan Kabar Malam.

Kerangka Pemikiran

Alur pemikiran dalam penelitian ini diawali dari mahasiswa sebagai objek penelitian. Dengan stimuli melalui indera penglihatan (mata) dan pendengaran (telinga), mahasiswa menyaksikan sekaligus mendengarkan program berita dalam bentuk hard news, soft news, dan

investigative reports di Metro TV dan TV One. Berdasarkan konsep fungsi informasi, akan terlihat hasil dari persepsi mahasiswa. Skema kerangka pemikiran seperti terlihat pada Gambar 1. berikut.

METODOLOGI Jenis Penelitian

Penelitian ini tidak untuk membuat generalisasi tentang persepsi mahasiswa, melainkan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap muatan fungsi informasi dalam program berita Metro TV dan TV One. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif sehingga penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.

Informan Penelitian

Jumlah informan sebanyak 11 (sebelas) mahasiswa, yang berasal dari 4 (empat) universitas di Yogyakarta, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan Universitas Islam Indonesia (UII). Penentuan mahasiswa sebagai informan didasarkan pada

Mahasiswa Stimuli : 1. Penglihatan 2. Pendengaran

Berita Metro TV dan TV One:

1. Hard News 2. Soft News

3. Investigative Reports

Konsep: Fungsi Informasi

Persepsi Mahasiswa

(11)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

pemahaman bahwa, secara kognitif, kemampuan mahasiswa untuk melihat dari perspektif yang berbeda muncul, sehingga tampak bahwa mereka mampu melihat persoalan secara kritis.

Agar mendapatkan data tentang persepsi mahasiswa yang bervariasi, penentuan informan didasarkan pada aktivitas mereka di dalam dan diluar kampus. Hal ini karena persepsi merupakan aktivitas yang integrated, maka seluruh apa yang ada pada individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain akan ikut berperan dalam persepsi tersebut. Dalam hal ini, fokus penekanannya pada peran pengalaman dan kemampuan berpikir dalam pembentukan persepsi, sehingga mereka diklasifikasikan menjadi:

1. Aktivis Keagamaan, berjumlah 4 mahasiswa yang aktif dalam organisasi keagaman (UGM, UPN, UIN, UII).

2. Aktivis Non Keagamaan, berjumlah 4 mahasiswa yang aktif dalam organisasi di non keagamaan di kampus (UGM, UPN, UIN, UII)

3. Non Aktivis, berjumlah 3 mahasiswa yang kegiatan sehari-harinya lebih banyak diisi dengan kegiatan perkuliahan (UGM, UPN, UII). Informan dengan klasifikasi ini semula juga berjumlah 4 mahasiswa. Namun, salah satu mahasiswa dari UIN tidak memberikan jawaban terhadap

pertanyaan yang peneliti kirim lewat e-mail sehingga peneliti memutuskan untuk membatalkan informan tersebut. Sesuai dengan klasifikasi informan, pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada kategorisasi universitas negeri dan universitas swasta, serta kategorisasi universitas umum dan universitas keagamaan. Dengan demikian, lokasi penelitian antara lain UGM (universitas negeri dengan fokus kajian ilmu berbasis pengetahuan secara umum), UPN (universitas swasta dengan fokus kajian ilmu berbasis pengetahuan secara umum), UIN (universitas negeri dengan fokus kajian ilmu pengetahuan umum berbasis keagamaan), dan UII (universitas swasta dengan fokus kajian ilmu pengetahuan umum berbasis keagamaan).

Teknik Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa sebagai informan yang berjumlah 11 (sebelas) mahasiswa. Selain itu, data juga dikumpulkan dengan memberikan pertanyaan melalui e-mail kepada informan.

(12)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Tabel 5.1. Deskripsi Informan Aktivis Keagamaan

NO NAMA USIA JURUSAN/U wawancara mendalam kemudian dianalisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Aktifitas dalam analisis data antara lain meliputi datareduction, data display, dan

conclusion drawing/ verification ( Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2007: 246-252).

PEMBAHASAN Deskripsi Informan

Informan dalam penelitian ini berjumlah sebelas mahasiswa yang terdiri dari tiga mahasiswa yang menjalani kuliah di UGM, UPN, UII, dan dua

mahasiswa yang menjalani kuliah di UIN Sunan Kalijaga.

(13)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Tabel 5.2. Deskripsi Informan Aktivis Non Keagamaan

NO NAMA USIA JURUSAN/

UNIV.

AKTIVITAS KOTA ASAL PROGRAM YANG

21 Komunikasi dan Nur Ariyatno biasanya menonton

program TV dengan teman-temanya di rumah kontrakkan sekitar 1 jam setiap hari, antara pukul 13.00 sampai dengan 14.00. Wieda Muqaffa biasanya menonton program TV di rumah dengan adiknya pada pukul 07.00 sampai dengan 10.00. Muhammad Subhansyah biasanya menonton program TV di rumah

sendirian pada pukul 20.00 sampai dengan 22.00. Novi Ayu Wardani biasanya menonton program TV di rumah temannya secara berkelompok pada pukul 19.00 sampai 21.00.

(14)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Tabel 5.3. Deskripsi Informan Non Aktivis

NO NAMA USIA JURUSAN

/UNIV.

AKTIVITAS KOTA ASAL

Kuliah Magelang, Jawa

Kuliah Sleman, Derah biasanya menonton program berita khususnya di televisi di tempat kos di luar jam kuliah, misalnya pada senggang waktu Sholat Dhuhur . Anggi Septa Sebastian biasanya menonton program TV di tempat kos sendirian dan bersama teman-temanya pada pagi, siang atau malam hari sambil mengerjakan pekerjaaan lain. Rury Rofiani biasanya menonton program TV sendirian pada pagi hari sekirtar pukul 08.00 sampai dengan 10.00, dan malam hari sekitar pukul 20.00 sampai dengan 22.00.

Deskripsi tentang informan non aktivis terlihat seperti dalam tabel berikut.

Rian Bumantoro biasanya menonton TV di rumah bersama keluarga pada pagi kira-kira pukul 07.00 atau malam hari pada pukul 20.00. Noor Rahmalita Sari biasanya menonton program TV di rumah bersama keluarga pada sore hari pukul 18.00 sampai dengan 19.00, dan malam hari pukul 21.30 sampai dengan 22.30. Lusiana biasanya menonton program TV di rumah kontrakkan bersama teman-temanya pada sore hari setelah aktivitas kuliah salesai.

Persepsi Mahasiswa terhadap Muatan

Fungsi Informasi dalam Program

Berita Metro TV dan TV One

(15)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

(1991: 70 dan 72), sehingga deskripsi meliputi fungsi informasi bagi masyarakat dan fungsi informasi bagi individu.

1. Persepsi Mahasiswa terhadap

Muatan Fungsi Informasi Bagi Masyarakat Umum dalam program berita di Metro TV dan TV One

a. Informasi tentang peristiwa dan

kondisi Indonesia dan luar negeri

Sebagian informan menyatakan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Hal ini terlihat, misalnya, tentang reshuffle kabinet, berbagai berita bencana dalam negeri, bom di Solo, dan berita royal wedding putri Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sedangkan untuk berita luar negeri yang akhir-akhir ini sering muncul adalah peristiwa-peristiwa revolusi di timur tengah. Salah satu informan memberikan penjelasan, antara lain bahwa apabila dibandingkan dengan televisi lainnya, kedua lembaga penyiaran tersebut jauh lebih lengkap dalam menyiarkan pemberitaan. Seperti di Metro TV, ada berita yang disampaikan dalam tiga bahasa. TV One juga menayangkan berita yang lengkap dengan berbagai program beritanya. Selain itu, informasi

tersebut terlihat dalam program Apa Kabar Indonesia di TV One dan Top

Nine News di Metro TV. Informan lain menyatakan bahwa informasi

tersebut dimuat dalam acara Bukan

Jalan-Jalan Biasa di TV One, dan berita-berita yang di sajikan seperti

hot issue di Metro TV. Namun, salah satu informan menyatakan bahwa

menurut saya sudah memuat

informasi tentang peristiwa dan kondisi masyarakat di Indonesia, tetapi untuk peristiwa dan kondisi di luar negeri saya kira masih kurang (Noor Rahmalita Sari, UII).

Secara keseluruhan, persepsi informan diatas mengindikasikan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One, tetapi belum sepenuhnya lengkap. Hal ini terlihat bahwa salah satu informan menyebutkan bahwa informasi tetang luar negeri dirasa masih kurang.

b. Informasi tentang hubungan

kekuasaan

Sebagian informan menyebutkan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Informasi tersebut terlihat, misalnya, dimuat dalam berita tentang reshuffle kabinet dan pengusutan kasus korupsi di pemerintahan. Salah satu informan menyatakan bahwa hampir setiap hari ada berita tentang politik, hukum, pemerintah. Tidak jarang juga memuat hubungan pemerintah Indonesia dengan luar negeri. Menurut salah satu informan lain, informasi tersebut terlihat melalui

program Metro Realitas di Metro TV

dan program Suara Keadilan di TV One. Informan lain menyebutkan

(16)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

disampaikan adalah berita tentang bagaimana keadaan pemerintahan yang sedang terjadi, jadi sedikit banyak telah memuat informasi

tentang hubungan kekuasaan (Noor Rahmalita Sari, UII).

Secara keseluruhan, persepsi informan mengindikasikan bahwa informasi diatas sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Semua informan aktivis keagamaan dan non aktivis menyatakan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun, dua informan aktivis non keagaman tidak memberikan persepsi

dan menyatakan tidak tahu .

c. Informasi yang memudahkan

inovasi, adaptasi, dan kemajuan

Sebagian informan menjelaskan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Informasi tersebut, misalnya, dimuat dalam berita tentang metode baru penanaman sayur di kawasan gedung perkantoran yang ditayangkan oleh TV One. Selain itu, informasi tersebut juga dimuat dalam program kerjasama TV One dengan Kementrian Riset dan Teknologi dalam hal pengembangan-pengembangan teknologi, manage nation, berita tentang para petani, dan berita yang menyajikan mengenai IPTEK, misalnya mahasiswa yang menjuarai perlombaan maupun mahasiswa yang menemukan suatu penemuan yang baru. Informan lain

menyebutkan bahwa informasi tersebut terlihat dalam bentuk tayangan tentang informasi-informasi seperti usaha-usaha yang dapat mendorong kemajuan masyarakat seperti jendela usaha. Selain itu, informan berikutnya memberikan contoh bahwa informasi tersebut muncul dalam program yang membahas tentang orang-orang yang sukses berbisnis baik di dalam maupun luar negeri. Namun demikian,

menurut informan bahwa program semacam itu masih kurang secara kuantitas dan timing (Wieda Muqaffa, UIN)

Secara keseluruhan, persepsi informan terhadap informasi diatas mengindikasikan bahwa jenis informasi diatas sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun, informasi tesebut belum sepenuhnya lengkap karena salah satu informan aktivis keagaman menambahkan bahwa program semacam itu masih kurang secara kuantitas dan timing. Selain itu, informasi tersebut memang sudah dimuat di Metro TV, tetapi dia belum menemukan informasi tersebut dalam program berita TV One.

2. Persepsi Mahasiswa terhadap

Muatan Fungsi Informasi bagi Individu dalam Program Berita di Metro TV dan TV One

a. Informasi tentang peristiwa dan

kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat

(17)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

menyatakan bahwa jenis informasi diatas sudah dimuat dalam program berita di Metro TV dan TV One. Informasi tersebut, misalnya, tentang pernikahan putri Sri Sultan HB X, bom bunuh diri di Solo, kriminal, dan lain-lain. Namun demikian, kebanyakan berita/ informasi peristiwa yang ditampilkan adalah yang berkaitan dengan bencana, kriminal, sedangkan kemajuandaerah dalam berbagai bidang jarang diberitakan. Selain itu, informasi tersebut juga disampaikan dalam bentuk berita bencana lainnya, misalnya berita tentang erupsi Merapi tahun lalu. Salah satu informan menyebutkan bahwa program merekapun (Metro TV dan TV One) sudah terkotak-kotak di berbagai kota, seperti TV One Jogja yang sudah mencukupi untuk berita di lingkungan

sekitar. (Rury Rofiani, UPN). Namun, salah satu informan menyatakan bahwa informasi tentang hal tersebut belum dimuat karena kedua lembaga penyiaran tersebut bukan lembaga penyiaran TV lokal.

Secara keseluruhan, persepsi informan mengindikasikan bahwa jenis informasi diatas sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun demikian, kedua LPS tersebut perlu meningkatkan lagi informasi tentang kemajuan dalam berbagai bidang di daerah. Terkait dengan pernyataan informan tentang status kedua LPS yang bukan TV lokal memang bisa dipahami karena kedua LPS tersebut memang bukan TV lokal

Yogyakarta. Namun, mereka sebetulnya bisa menayangkan materi tentang Yogyakarta melalui jaringan mereka yang berada di Yogyakarta.

b. Informasi tentang bimbingan

menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan

Seabagian informan menunjukkan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita di Metro TV dan TV One. Informasi tersebut direpresentasikan melalui program yang menghadirkan beberapa narasumber dalam suatu masalah, yang kemudian masing-masing mengeluarkan pendapat yang oleh pemirsa ditangkap dan menjadi suatu referensi opini untuk menentukan pilihan. Informasi tersebut antara lain dalam bentuk cara pencontrengan pada waktu pemilihan umum, dan debat peserta PILKADA di beberapa daerah. Salah satu informan menyebutkan bahwa keduanya memberikan cukup pandangan mengenai apa yang harus diikuti dan mana yang tidak. Meskipun terkadang ada ketidak objektifan, tetapi hal tersebut justru membuat lebih bisa berpikir mengenai pilihannya. Selain itu, informasi tersebut juga terlihat melalui program yang memberikan motivasi dan acara konsultasi atau

sosialisasi teknologi yang berkaitan

(18)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Secara keseluruhan, persepsi semua informan mengindikasikan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun, kedua LPS tersebut perlu meningkatkan objektivitas dalam menayangkan suatu informasi.

c. Informasi untuk memuaskan

rasa ingin tahu

Sebagian informan menunjukkan bahwa Metro TV dan TV One sudah memuat informasi dalam hal beberapa bidang (politik, olah raga, kenegaraan, berita terbaru), keduanya telah menghadirkan informasi yang cukup lengkap. Selain itu, misalnya, informasi terkait dengan menteri yang diganti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada susunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Salah satu informan menyatakan bahwa dia selalu menonton salah satu lembaga penyiaran tersebut apabila dia ingin mengetahui tentang suatu informasi atau berita yang sedang terjadi. Informan lain menjelaskan bahwa dengan program mereka sampai saat ini, dia sangat terpuaskan dengan informasi-informasi yang disiarkan.

Namun, tiga informan menyatakan bahwa Metro TV dan TV One belum memuat informasi tentang hal tersebut. Seorang aktivis keagaman justru memberi saran

bahwa seharusnya (Metro TV dan TV One) menyajikan berita yang runtut, atau tidak setengah - setengah supaya

publik tidak bertanya-tanya atau penasaran. Karena terkadang program televisi menyajikan berita yang tidak

ada pemberitaan mengenai

kelangsungan berita yang sudah ditunggu – tunggu oleh publik (Novi Ayu Wardani, UPN). Salah satu informan aktivis non keagamaan

menyebutkan bahwa kedua lembaga penyiaran tersebut belum sepenuhnya memuat informasi tentang hal tersebut karena keduanya hanya meng-cover berita-berita berskala nasional. Jadi, untuk berita-berita lokal yang saya ingin tahu, saya mencari di sumber lain (Anggi Septa Sebastian, UII). Salah satu informan non aktivis juga menyebutkan bahwa informasi tersebut belum dimuat karena masih banyak yang ditutupi, sebaiknya dijelaskan secara transparan saja

semua masalah yang sedang dibahas

(Lusiana, UPN).

Secara keseluruhan, persepsi informan mengindikasikan bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita di Metro TV dan TV one. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh kedua LPS tersebut, misalnya tentang keruntutan berita tentang sesuatu, lingkup berita yang dinilai lebih banyak berskala nasional, dan transparansi dalam menyampaikan masalah yang sedang dibahas.

d. Informasi tentang bagaimana

belajar, dan pendidikan diri sendiri (secara mandiri)

(19)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

bahwa informasi tersebut sudah dimuat dalam program berita di Metro TV dan TV One. Salah satu informan memberikan contoh, misalnya, berkaitan dengan bagaimana cara aman berkendara menggunakan KRL yang biasanya penuh sesak oleh penumpang, dan cara menghindari pencopetan di fasilitas umum. Informan lain menyebutkan bahwa secara implisit informasi tersebut dimuat dalam program berita politik, misalnya, pernyataan host kepada pemirsa untuk mengolah kembali berbagai opini yang ada tentang penilaian kinerja pemerintahan.

Namun, beberapa informan menyatakan bahwa informasi tersebut belum ada. Kedua lembaga penyiaran tersebut seharusnya menyajikan program acara khusus mengenai usaha mandiri, atau program acara yang menyajikan mengenai bidang keilmuan atau pendidikan bagi anak – anak maupun dewasa. Informan lain menyatakan bahwa keduanya masih berfokus pada stasiun televisi berita dan informasi. Kalau untuk informasi itu segmentasi mereka berbeda, seharusnya ada segmentasi untuk mengetahui informasi tentang pendidikan diri sendiri. Salah satu informan yang lain menyebutkan bahwa kebanyakan programnya masih banyak tentang politik, dan permasalahan yang banyak terjadi di negara ini. Seorang

informan lain justru berharap bahwa

untuk kedepannya semoga ada

program tentang perkembangan dunia pendidikan seperti dunia kampus

maupun dunia kerja (Rian

Bumantoro, UGM ).

Secara keseluruhan, persepsi informan mengindikasikan bahwa informasi diatas belum dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian kedua LPS tersebut karena, menurut mereka, keduanya seharusnya lebih meningkatkan materi tentang wira usaha, pendidikan, dan dunia kerja.

e. Informasi untuk memperoleh

rasa damai melalui

penambahan pengetahuan

Sebagian informan menunjukkan bahwa informasi diatas sudah dimuat dalam program berita di Metro TV dan TV One, misalnya, tentang pengetahuan perkembangan teknologi robotik mutakhir. Salah satu informan menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan mampu menambah pengetahuan tentang isu-isu yang ada di sekitar. Seseorang yang banyak pengetahuan yang didapat, dia semakin terdidik untuk memiliki jalan hidup yang damai demi kesejahteraan bersama.

(20)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

dan memakan sesuatu yang kemudian diikuti dengan penjelasan mengenai penyebab dan akibatnya agar masyarakat dapat memeroleh kedamaian dan rasa aman dengan menghindari hal tersebut. Informan

lain menyatakan bahwa informasi tentang hal tersebut belum ada, dan beberapa informasi yang diberikan justru berlawanan dengan kedamaian. Setelah menonton, saya justru merasa takut dan was-was (Anggi Septa Sebastian, UII). Selain itu, informan yang lain juga menyatakan kedua lembaga tersebut kadang-kadang memberikan informasi tentang kerusuhan dan lain-lain. Berita tersebut memang harus diinformasikan, tetapi untuk berita semacam itu termasuk berita yang

memprihatinkan dan

mengkhawatirkan,

Secara keseluruhan, persepsi informan mengindikasikan bahwa informasi diatas sudah dimuat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun, kedua LPS tersebut perlu menambahkan informasi tentang petunjuk tentang sesuatu, bisa makanan atau barang, yang kalau dimakan atau dipakai bisa menimbulkan efek buruk. Selain itu, kedua LPS tersebut juga perlu mempertimbangkan materi berita agar tidak menimbulkan rasa was-was bagi khalayak setelah menonton berita tersebut.

PENUTUP Simpulan

Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa mahasiswa yang dipilih sebagai informan memberikan persepsi bervariasi. Secara keseluruhan, untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menyimpulkan bahwa muatan fungsi informasi, baik informasi bagi masyarakat maupun bagi individu, sudah terlihat dalam program berita Metro TV dan TV One. Namun, terkait dengan beberapa jenis informasi, pemuatannya masih ada kekurangan. Program berita Metro TV dan TV One terlalu banyak memuat informasi berskala nasional, dan kurang memuat informasi tentang luar negeri. Program berita Metro TV dan TV One masih kurang memuat informasi tentang pendidikan, kemahasiswaan, dunia kerja, kewirausahaan. Pemuatan informasi dalam program berita Metro TV dan TV One masih kurang dalam hal objektivitas, faktualitas, keruntutan, transparansi.

Rekomendasi

(21)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

UU Penyiaran, Standar Program Penyiaran, dan pendapat pakar komunikasi.

Daftar Pustaka

Barus, Sedia Wiiling. 2010. Jurnalistik, Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga.

Mc Quail, Dennis. 1991. Teori Komunikasi Massa, Suatu Pengantar (Alih Bahasa: Agus Dharma dkk.). Jakarta: Erlangga. Muda, Deddy Iskandar. 2008. Jurnalistik

Televisi, Menjadi Reporter Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mulyana, Dedy. 2007. Ilmu Komunikasi,

Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Rahmat, Jalaludin. 2009. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Severin, Werner J., James W. Tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi, Sejarah, Metode dan Terapan dalam Media

Massa. (Penterjemah: Sugeng

Hariyanto). Jakarta: Prenada Media. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian

Kauantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi. Wibowo, Fred. 2007. Teknik Produksi

Program Televisi. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Undang-Undang Nomor: 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor: 03 Tahun 2007 tentang Standar Program Siaran.

Peraturan Menteri Kominfo

No.17/PER/M.KOMONFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sumber Internet:

Arhar, Rufvi Orta, 2009, Persepsi Menonton Tayangan Talk Show Bukan

Empat Mata di Trans7 dalam

www.digilib.uns.ac.id/upload/

dokumen/82402307200903571 .pdf, diakses tanggal 1 Agustus 2011, pukul: 06.55.

Dianwati, Yulia Riska, 2006, Persepsi Mahasiswa terhadap Program Acara Good News di Trans TV dalam http://digilib.umm.ac.id/files/

disk1/177/jiptummpp-gdl-s1-2007-yuliariska-8807- PENDAHULAN.pdf + analisis+ persepsi+mahasiswa+ tentang +berita+tv+dengan+fgd-pdf, tanggal 24 Juni 2011, pukul: 10.24. Hidayat, Dede Rahmat, 2011,

Permasalahan Mahasiwa dalam

http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/04/permasala han- mahasiswa-untuk-kopertis-wilayah-iii.pdf, diakses tanggal 22 Juli 2011, pukul: 10.18.

SET, TIFA, IJTI, 2008, Laporan Penelitian

Rating Publik dalam

http://huda.dagdigdug.com/files/200

9/02/hasil-riset-rating-publik-ii.pdf,diakses tanggal 7 Juni 2011, pukul: 08.03.

(22)

Volume 13, No. 2, Desember 2011

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Tabel 5.1. Deskripsi Informan Aktivis Keagamaan
Tabel 5.2. Deskripsi Informan Aktivis Non Keagamaan
Tabel 5.3. Deskripsi Informan Non Aktivis

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan penelitian sekarang berjudul persepsi mahasiswa terhadap program talkshow Mata Najwa di Metro TV (Studi deskriptif kuantitatif pada mahasiswa LPM Pabelan UMS

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IKLAN POLITIK ABURIZAL BAKRIE PADA MEDIA TELEVISI TV ONE (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Mahasiswa Terhadap Iklan Politik Aburizal Bakrie di

Saya tertarik mengikuti pemberitaan korupsi Angelina Sondakh dalam kasus wisma atlet di televisi berita (TV One dan Metro TV) karena isi berita terlihat ganjil dan tidak biasa..

Teori Komunikasi: Sejarah, Metode dan Terapan didalam Media Massa. Singarimbun, Masri dan

hal tersebut peneliti ingin melakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah media massa di Indonesia yaitu Metro TV juga mempunyai peran terhadap

bahwa rata-rata responden menyatakan pemberitaan Demo Ahok yang disajikan oleh. TV One belum masuk dalam

Diah Puji Rahayu (2015) Nurfadillah (2016) Judul Teknik Komunikasi Najwa Shihab dalam Acara Mata Najwa di Metro TV Persepsi Masyarakat terhadap Etika Komunikasi

masyarakat. 2) Fungsi Perbedaan, pengakuan atas perbedaan berarti pula memberi kesempatan bagi pribadi untuk memilih apa yang diinginkannya. Karena itu muatan lokal