• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR BETON PRATEGANG Perencanaan Des

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRUKTUR BETON PRATEGANG Perencanaan Des"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS 2

DISUSUN OLEH:

DEASY MONICA PARHASTUTI

131111003

KG-3A

PRODI KONSTRUKSI GEDUNG

JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

PERENCANAAN DESAIN BALOK

(2)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 1

1.

INPUT DATA

 Beban Hidup = 35.15 kN/m

 Beban Mati = 10.96 kN/m

 Berat Sendiri = 6 kN/m

 Berat Jenis = 25 kn/m3

 Mutu Beton = 50 mPa

 Fy = 320 mPa

 Lebar (b) = 400 mm

 Tinggi (h) = 600 mm

 Kehilangan Tegangan = 10 %

 Diameter strand = 12.7 mm

 Luas Strand = 98.71 mm2

 UTS = 184

 Diameter Sengkang = 14 mm

 Diameter tulangan longitudinal = 32 mm

 Tn = 250

 Selimut Beton = 30 mm

2.

SECTION PROPERTIES

 Luas = b * h

= 400 mm* 600 mm = 240000mm2

 W = * b * h2

= *400 mm*6002 mm

= 24000000 mm3

 Inersia =

* b * h 3

mm

=

* 400 mm * 600 3

mm

= 7200000000 mm4

 yt=yb =

(3)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 2

 e =

= = 150 mm = 0.15 m

 d = 0.85 * h = 0.85 * 600 mm = 510 mm = 0.51 m

 dp = yb + e

= 300 mm + 150 mm = 450 mm

 Q = b * f’c * e

= 400 mm *500 N/mm2 *150 mm = 18000000 N

3.

PEMBEBANAN

 Berat Sendiri = BJ*

*

= 25*

*

= 6 kN/m

 Qdl = 1.4*(Berat sendiri+Beban Mati) = 1.4*(6 kN/m +10.96 kN/m) = 23.74 kN/m

 Qul = (1.2*qDL) + (1.6*qLL)

= (1.2*(10.96 kN/m+6 kN/m))+(1.6*35.15 kN/m) = 76.59 kN/m

 Vu =

=

= 382.96 kN

= *Qul*L2

= *76.59 KN/m*102 m

= 957.4 kNm

 MD = *Qdl*L2

= *23.74 KN/m*102 m

(4)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 3

 VD =

=

= 118.72 kN

 Ft = 0.5 * √ = 0.5 * √ = 3.54

 Ft = 0

= 0

= 0

=

52.26 =

3.010176E+14 = 6E+7 P

P

=

(5)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 4

 Pi =

=

= 5518.48 kN

4.

STRAND

 Jumlah Strand yang dibutuhkan =

=

= 37.5 buah 38 buah

 Luas (Ap) = Jumlah strand yang dibutuhkan * Luas Strand = 38 Buah * 98.71 mm2

(6)

SBG || DEASY MONICA P 131111003 Tegangan di serat atas yaitu -0.87 mPa lebih

kecil dari tegangan ijin pada waktu transfer yaitu 24 mPa. STRUKTUR OK

Tegangan di serat bawah yaitu -45 mPa lebih kecil dari tegangan ijin pada waktu transer yaitu 1.58 mPa.

(7)

SBG || DEASY MONICA P 131111003 servis yaitu 23 mPa. STRUKTUR OK

Tegangan di serat atas yaitu 0 mPa lebih kecil dari tegangan ijin pada waktu

(8)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

Vc Yang Digunakan Diantara Cara 1 Dan 2 Vc yang digunakan 280.205 kN

Karena Vc cara 1 < Vc cara 2 280.205 kN < 1230.03 kN

 Menghitung Kapasitas Geser Vcw

(9)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 8

 Vu = 382.96 kN

 CEK Vu < 0 382.96 kN < 0 Butuh Tulangan Geser

o Desain Tulangan Apabila Membutuhkan Tulangan Geser  sengkang = 14 mm

 Design Tulangan Geser Lentur

(10)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 9

= 1167.67 kNm

 Vci =

[

]

+ Vd +

[

]

= [√

]

x10

-3

+ 118.72 kN + [ ]

= 493.74 kN

 Vcimin =

[

]

=

[

]

= 181827.458 N = 181.83 kN

 Vci yang digunakan = 181.83 Karena Vci min < Vci

181.83 kN < 493.74 kN

o Desain Tulangan Apabila Membutuhkan Tulangan Geser  sengkang = 14 mm

 Jumlah = 1 buah

 AV =

*

* 142 mm * 1 buah = 153.86 mm2

 VS =

352.28 kN =

S =

S = 218.26 mm

 Smax = 300 Karena Vs < Av

(11)
(12)

SBG || DEASY MONICA P 131111003

TUGAS 2 || 11

 Am =

=

= 3025,15 mm2

 As1 Tulangan Longitudinal = diameter tul. Longitudinal2 *

= 32 mm *

= 804.96 mm2

 Jumlah tulangan memanjang=

= 4 Buah

=

+

=

+

S = D14-60

=

+

=

+

Referensi

Dokumen terkait

Tegangan melingkar ( Circumferential Stress ) pada dinding bejana tekan lebih kecil 58,9 MPa dari pada tegangan ijin material yang digunakan (174,8 MPa), maka bejana

c) Beban aksial dengan momen yang lebih besar daripada keadaan (b) sedemikian sehingga tegangan tarik mulai muncul pada salah satu sisi kolom. Jika eksentrisitas

Kuat tarik belah pada umur 28 hari dengan persentase serat bambu sebesar 1,5% merupakan hasil yang paling optimal, yaitu sebesar 6,81 MPa atau lebih besar 1,18 MPa dari beton

Dengan membandingkan kedua diagram tegangan total, memberi bukti jelas bahwa pemberian gaya prategang eksentris lebih efektif daripada yang konsentris karena tegangan total

 Tekanan dari konstruksi jembatan pada bagian bawah pondasi sumuran tersebut harus lebih kecil atau sama dengan tegangan ijin tanah (   ijin ).  Pondasi

Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa pada variasi agregat ukuran 0,5 – 1,0 kuat tekan tertinggi terdapat pada RCA 0% yaitu sebesar 8,072 MPa, dimana angka pori kecil yaitu 21,565%, dan

variasi nano semen lebih kecil dibanding beton variasi nano semen + serat kelapa 3%, dimana basil kuat tarik belah nano semen hasil optimal didapat 3,39 Mpa yang meningkat terhadap

Penyebab struktur serat lebih kuat dibandingkan material masif yaitu distribusi tegangan yang lebih baik, mekanisme penghentian retak, orientasi serat sesuai arah beban, dan rasio kekuatan-berat yang