• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hotel Bisnis Dolok Sanggul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hotel Bisnis Dolok Sanggul"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Terminologi Judul

2.1.1 Pengertian Hotel

Kata “hotel” berasal dari kata hospitium (bahasa latin), yang artinya ruang tamu. Dalam jangka waktu yang lama, kata hospitium mengalami proses perubahan arti. Untuk membedakan antara guest house dan mansion house, maka mansion house pada waktu itu dikenal dengan istilah “hostel. Hostel ini disewakan kepada masyarakat umum untuk berisitrahat dalam jangka waktu yang

pendek, yang selama menginap para tamu akan dikoordinir oleh seorang host, dan semua tamu harus tunduk dan hormat atas peraturan yang dibuat dan

ditentukan oleh host hostel. Sesuai dengan perkembangan zaman, kepuasan akan kenyamanan semakin bertambah, para pengunjung merasa tidak nyaman

dengan peraturan yang terlalu mengikat tersebut, dan kata hostel lambat laun mengalami perubahan. Huruf “s” dalam hostel dihilangkan, dan menjadi hotel.

Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha

akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan

dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu

diperuntukan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel

tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki

hotel itu. Pengertian hotel berdasarkan beberapa definisi menurut para ahli :

a. Menurut AHMA (American Hotel & Motel Association), hotel adalah suatu

tempat dimana disediakan penginapan,makanan, dan minuman ,serta

pelayanan lainnya, untuk disewakan bagi para tamu atau orang – orang

yang tinggal untuk sementara waktu. Kata hotel berasal dari bahasa latin

yaitu hospitium yang berarti ruang tamu.

b. Menurut Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang

dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan,

▸ Baca selengkapnya: konde cepol artinya sanggul yang berbentuk

(2)

melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar

sesuai dengan pelayanan yang diterima tampa adanya perjanjian khusus.

c. Menurut keputusan Menteri Perhubungan No. PM 10/ PW – 301 / Phb 77,

tgl 12 Desember 1977, hotel adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola

secara komersial dan disediakan bagi setiap orang untuk peroleh

pelayanan dan penginapan berikut makanan dan minuman.

d. Menurut keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. KM 37

/ PW 340 / MPPT – 86 , hotel suatu jenis akomodasi yang mempergunakan

sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa

penginapan,makanan dan minuman serta rasa lainnya bagi umum yang

dikelola secara komersial.

2.1.2 Jenis – jenis Hotel

No Jenis hotel Penjelasan

1. Berdasarkan kelas  Hotel melati  Hotel bintan 1 (*)  Hotel bintang 2 (**)  Hotel bintang 3 (***)  Hotel bintang 4 (****)  Hotel bintang 5 (*****) 2 Berdasarkan plan  Full American plan

 Modified American plan  Continental plan

 European plan

3 Berdasarkan ukuran

(3)

4 Berdasarkan

Dari tabel diatas (Tabel 1.9) menjelaskan dan memperlihatkan jenis – jenis

hotel dari beberapa kriteria yang di lihat misalnya hotel dilihat berdasarkan

kelas,ukuran dan lain sebagainya yang menjelaskan bagaimana hotel tersebut

dibedakan. Untuk lebih jelasnya jenis – jenis hotel pada tabel diatas akan di

(4)

2.1.3 Defenisi jenis – jenis hotel

1. Hotel bredasarkan plan

Berikut macam hotel berdasarkan plan, antara lain: a. American Plan

Sistem perencanaan harga kamar dimana harga bayar terhadap kamar

sudah termasuk harga kamar itu sendiri ditambah dengan harga makan

(meals).American Plan dibedakan menjadi dua bagian yaitu: 1) Full American Plan (FAP)

Harga kamar termasuk sarapan, makan siang dan makan malam

2) Modified American Plan (MAP)

Harga kamar termasuk makan dimana:

Harga kamar termasuk sarapan dan makan siang

Harga kamar termasuk sarapan dan makan malam

b. Continental Plan/Bermuda Plan

Continental Plan merupakan perencanaan harga kamar dimana harga

kamar tersebut sudah termasuk dengan continental breakfast. c. European Plan

European Plan merupakan perencanaan dimaan tamu yang menginap

hanya membayar harga kamar saja. Keistimewaannya adalah:

1) Praktis, banyak digunakan oleh hotel-hotel

2) Memudahkan system billing (pembayaran pada saat check-out)

2. Hotel Berdasarkan Ukuran

Klasifikasi hotel berdasarkan ukurannya dapat ditentukan berdasarkan jumlah

kamar yang ada. Ukuran hotel diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Small Hotel yaitu hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar

b. Medium Hotel yaitu hotel dengan ukuran sedang, dimana dalam medium

hotel ini dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu:

1) Average hotel : jumlah kamar antara 150 sd. 299 kamar.

(5)

c. Large Hotel adalah hotel dengan klasifikasi sebagai hotel besar dengan

jumlah kamar diatas 600 (enam ratus) kamar

3. Hotel Berdasarkan Lokasi

Hotel berdasarkan faktor lokasi dapat dibedakan menjadi:

a. City Hotel adalah hotel yang terletak di dalam kota, dimana sebagian besar

tamunya menginap untuk melakukan kegiatan bisnis.

b. Resort Hotel adalah hotel yang terletak di kawasan wisata, dimana sebagian

besar tamunya melakukan kegiatan rekreasi. Macam-macam resort

berdasarkan lokasi antara lain:

1) Mountain hotel yaitu hotel yang berada di pegunungan.

2) Beach Hotel yaitu hotel yang berada di daerah pantai.

3) Lake Hotel yaitu hotel yang berada di pinggiran danau.

4) Hill Hotel yaitu hotel yang berada di puncak bukit.

5) Forest Hotel yaitu hotel yang berada di kawasan hutan lindung.

4. Hotel Berdasarkan Area

Hotel berdasarkan area dibagi menjadi beberapa tipe hotel sebagai berikut:

a) Suburb Hotel, hotel yang berlokasi di pinggiran kota yang merupakan kota

satelit yaitu pertemuan antara dua kota madya.

b) Airport Hotel merupakan hotel yang berada dalam satu kompleks

bangunan atau area pelabuhan udara atau sekitar Bandar udara.

c) Urban Hotel merupakan hotel yang berlokasi di pedesaan dan jauh dari

kota besar atau hotel yang terletak di daerah perkotaan yang baru, yang

(6)

5. Hotel Berdasarkan Kunjungan

Klasifikasi hotel berdasarkan maksud kunjungan selama menginap,adalah

sebagai berikut :

a) Business hotel adalah hotel yang tamunya sebagain besar berbisnis,

disini biasanya menyediakan ruang-ruang meeting dan convensi.

b) Resort/Tourism Hotel adalah hotel yang kebanyakan tamunya adalah

para wisatawan, baik domestik maupun manca negara.

c) Casino hotel adalah hotel yang sebagain tempatnya berfungsi sebagai

tempat untuk kegiatan berjudi.

d) Pilgrim hotel adalah hotel yang sebagain tempatnya berfungsi sebagai

fasilitas beribadah seperti hotel-hotel di Arab dan Lourdes di Perancis.

e) Cure Hotel adalah hotel yang tamu-tamunya sedang dalam proses

pengobatan atau penyembuhan dari suatu penyakit.

6. Hotel Berdasarkan Lamanya Tamu Menginap

Berikut hotel berdasarkan faktor lamanya tamu menginap baik tamu domestic

maupun mancanegara adalah:

a) Transit hotel; tamu yang menginap dihotel ini biasanya dalam waktu yang

singkat, rata-rata satu malam.

b) Semi residential hotel; tamu yang menginap di hotel ini biasanya lebih dari

satu malam, tetapi jangka waktu menginap tetap singkat, berkisar antara 1

minggu sd. 1 bulan.

c) Residential hotel; tamu yang menginap dihotel ini cukup lama, paling

sedikit satu bulan.

7. Hotel Berdasarkan Kriteria Jenis Tamu

Hotel berdasarkan kriteria jenis tamu yaitu Family Hotel. Family Hotel adalah

(7)

8. Hotel Berdasarkan Bentuk Bangunan

Bentuk bangunan dapat menentukan jenis akomodasi dari hotel tersebut

diantaranya:

a) Pondok Wisata merupakan suatu usaha perseorangan yang

mempergunakan sebagian dari rumah tinggalnya untuk tempat inap bagi

tamu dengan memperhitungkan pembayaran harian.

b) Cottage merupakan suatu bentuk bangunan yang dipergunakan untuk usaha pelayanan akomodasi dan fasilitas-fasilitas tambahan lainnya.

Fasilitas tambahan yang dimaksud bisa berupa peminjaman sepeda secara

gratis, atau fasilitas dayung apabila cottage terletak di tepi danau.

c) Motel merupakan suatu bentuk bangunan yang digunakan untuk usaha

perhotelan dengan sarana tambahan adanya garasi di setiap kamarnya.

Motel biasanya berlantai dua, bagian atas berfungsi sebagai kamar, dan

bagian bawah berupa garasi mobil.

9. Hotel Berdasarkan Wujud Fisik

Hotel Berdasarkan wujud fisiknya dibedakan menjadi dua yaitu:

a) Produk nyata (tangible) yaitu berupa lokasi hotel dan fasilitas hotel

b) Produk tidak nyata (intangible) yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan dan pembentukan citra suatu produk dan hotel.

2.1.4 Klasifikasi Hotel

Berdasarkan keputusan Dirjen Pariwisata No. 14/U/II/1988, tentang usaha

dan pengelolaan hotel menjelaskan bahwa klasifikasi hotel menggunakan sistem

bintang.Dari kelas yang terendah diberi bintang satu, sampai kelas tertinggi

adalah hotel bintang lima.

Sedangkan hotel-hotel yang tidak memenuhi standar kelima kelas

tersebut atau yang berada dibawah standar minimum yang ditentukan disebut

hotel non bintang. Pernyataan penentuan kelas hotel ini dinyatakan oleh Dirjen

Pariwisata dengan sertifikat yang dikeluarkan dan dilakukan tiga tahun sekali

(8)

Dasar penilaian yang digunakan antara lain mencakup:

a) Persyaratan fisik, meliputi lokasi hotel dan kondisi bangunan.

b) Jumlah kamar yang tersedia.

c) Bentuk pelayanan yang diberikan

d) Kualifikasi tenaga kerja, meliputi pendidikan dan kesejahteraan karyawan.

e) Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia seperti kolam renang

lapangan tenis dan diskotik.

Klasifikasi hotel berbintang tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut :

(9)

 Kamar suite minimum 4 kamar  Kamar mandi di dalam

 Luas kamar standar, minimum 26m²  Luas kamar suite, minimum 52 m² Tabel 2.0 klasifikasi hotel

Pada tabel diatas (tabel 2.0) di jelaskan bahwa fasilitas hotel juga

dibedakan dari jumlah bintang hotel yang disediakan pada setiap hotel yang ada

pada suatu daerah/kota.

2.1.5 Pengertian Hotel Bisnis

Defenisi hotel bisnis mengacu pada tulisan buku Panduan Perancangan

Bangunan Komersial, Endy Maria (2008, p.52),merupakan hotel yang dirancang

untuk mengakomodasi tamu yang mempunyai tujuan bisnis. Lokasi hotel bisnis

relative berada di pusat kota, berdekatan dengan area perkantoran atau area

perdagangan. Hotel Bisnis dikenal juga dengan nama Commercial Hotel ataupun dengan nama City Hotel.

Fasilitas yang disediakan hotel bisnis akan menyediakan fasilitas lengkap

yang berkaitan dengan mendukung untuk kegiatan bisnis terutama untuk kegiatan

Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) / Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Eksebisi. Fasilitas yang tersedia antara lain ballroom,banquet room,dan business center dengan fasilitas pendukung lainnya seperti restoran,

bar & café ,pusat kebugaran & spa, kolam renang, dan sebagainya, sehingga pada

umumnya hotel bisnis merupakan hotel bintang empat atau lima berdasarkan

(10)

2.1.6 Hotel Bisnis Doloksanggul

Hotel Bisnis Doloksanggul adalah hotel yang dirancang dengan pengadaan

fasilitas untuk mendukung kegiatan bisnis di daerah Doloksanggul serta menjadi

salah satu penginapan yang memenuhi syarat dan fasilitas sebagai penginapan di

Doloksanggul.

Hotel ini sendiri di rancang dengan tema sustainable architecture karena merupakan salah satu kawasan kaldera Danau toba yang termasuk ke salah satu

kawasan Geopark yang di lindungi oleh pemerintah kealamian nya agar tetap menjadi suatu kawasan yang terjaga kelestarian nya.

2.2 Lokasi Perancangan

2.2.1. Data Umum Lokasi Proyek

Lokasi proyek berada di daerah Dolok Sanggul, Kab. Humbang Hasundutan,

Sumatera Utara Indonesia. Letak geografis Kabupaten Humbang Hasundutan

sebagai berikut :

1) Nama kota : Dolok Sanggul, Kab. Humbang Hasundutan

2) Luas : 20.929,53 Ha

3) Letak : 2° 09’ –2°25’ LU dan 98°35’ –98°49’ BT

4) Ketinggian : 1000-1500 meter diatas permukaan laut

5) Batas site : Lihat tabel 2.1

Desa hutatinggi, Sirang Gitgit kec. Parmonangan Kab.

Tapanuli Utara

Sebelah barat

Desa sibuluan Kec. Onanganjang Kab. Humbang Hasundutan

Sebelah Utara

Desa Marade, sipituhuta, aeknauli I, aeknauli II Kec. Pollung ,

(11)

Tabel 2.1 Batas – batas kawasan perancangan

6) Iklim : Tropis,suhu minimum 20,0 oC, suhu rata rata 22,3 oC. curah hujan rata – rata 2462 mm.

7) Humiditas : 79 % – 100 %

2.2.2. Kriteria Pemilihan Lokasi

Pada tabel di bawah ini (tabel 2.2 ) dapat dilihat bahwa kriteria pemilihan

lokasi ada beberapa tinjauna yang harus di perhatikan.

No Kriteria Pemilihan

Keterangan

1. Tinjauan terhadap

struktur kota

 Lokasi yang dipilih berada di bagian pusat kota dengan pertimbangan komersil terkait dengan

pengembangan suatu daerah.

 Letak lokasi juga berada di dekat jalan utama sehingga mudah dalam pencapaiannya

2. Pencapaian

ket :

 kemudahan akses ke lokasi memungkinkan lokasi perancangan ini sangat mudah di

capai.berdasarkan analisa,jalan utama ini Merupakan jalan utama jl. Doloksanggul –

(12)

sering di lalui kendaraan,baik kendaraan

umum maupun pribadi, serta dapat di capai

dengan jalan kaki karena dekat dengan

keramaian kota

3. Area pelayanan

 Lokasi memiliki area pelayanan +/- 1 km dari berbagai fasilitas seperti bank, swalayan, area

pertokoan ,pasar ,kantor , dll. Secara teknis

keadaan lokasi memiliki dan letak lokasi

perancangan memiliki kecocokan terhadap

letak hotel bisnis jika di tinjau lokasi mengenai

syarat letak hotel bisnis.

4. Utilitas  Saat ini keadaan lahan peranangan sudah di bersihkan dan tersedia utilitas seperti drainase

berupa parit dengan ukuran yang cukup lebar

berada di pinggiran lahan perancangan yang

tersedia.

 Adanya utilitas listrik dari PLN yang sudah baik dan berada di lahan perancangan

 Sarana dan prasarana yang ada seperti jalan raya

5. Persyaratan lain

 Lokasi memiliki tingkat privasi yang tinggi apabila dipergunakan sebagai tempat rekreasi

(13)

untuk membantu penggerakan bisnis di

daerah tersebut.

Tabel 2.2 Kriteria Pemilihan Lokasi 2.2.3 Lokasi Proyek

Lokasi ini terdapat di jalan Dolok Sanggul – Sidikalang, kec. Dolok

Sanggul,Kab. Humbang hasundutan. Pada gambar dibawah ini (gambar

2.2) dapat dilihat secara jelas lokasi perancangan yang di pilih.

Gambar 2.2 Alternatif 2 Lokasi Perancangan (Sumber : Google Earth)

1. Kecamatan : Dolok Sanggul

2. Status proyek : Fiktif

3. Pemilik proyek : swasta

4. Luas site : +/- 2,4 ha

5. Kontur : datar

6. Kondisi eksisting : lahan kosong belum terpakai

Saat ini ada beberapa fasilitas penginapan yang berada di daerah

doloksanggul,namun hanya beberapa saja yang di sebut sebagai hotel.

(14)

kelas melati, hanya ada 1 hotel berkelas bintang 3 di daerah tersebut yaitu

berada di jl. Pemuda dekat simpang menuju Bakkara.

Tabel 2.3 Jumlah Hotel di daerah Dolok Sanggul

No Nama

pengusaha

Jenis penginapan

Alamat Kelurahan/desa Lokasi

1. A. Simamora Hotel asima Pasar Dolok

Penginapan Hutabagasan Jl. Raya pakkat

8. Jaberto l. gaol Hotel grand maju Desa Pasaribu Jl. Merdeka (Sumber : situs resmi Humbang Hasundutan)

Dari tabel di atas (tabel 2.1) dapat di ketahui berapa banyak jumlah hotel

maupun penginapan yang tersedia di Dolok Sanggul. Saat ini penginapan yang

tersedia di daerah tersebut tidak terkategori sebagai penginapan yang dapat

mendukung pergerakan ekonomi di wilayah tersebut karena sudah di pastikan

(15)

2.3 Tinjauan Kelompok dan Pelaku Kegiatan 2.3.1 Deskripsi Pengguna dan Kegiatan

A. Pengunjung Hotel

Berdasarkan kepentingannya pengunjung hotel dibagi menjadi dua

kategori yaitu pengunjung yang menginap (kegiatan utama) maupun yang

tidak menginap (kegiatan pelengkap).

Jenis Kegiatan

Deskripsi

Kegiatan utama

 Beristirahat

 mengadakan pertemuan bisnis dan melakukan seminar dalam dan luar hotel

 melakukan kegiatan individu,misalnya menikmati pemandangan dari dalam hotel,makan,minum dan

mandi.

 Menikmati fasilitas lainnya.

Kegiatan pelengkap

Kegiatan ini merupakan kegiatan pelengkap/penunjang yang

dilakukan untuk mengisi waktu yang kosong misalnya

rekreasi,maupun olahraga.

Tabel 2.4 Deskripsi kegiatan

Tabel di atas (tabel 2.4) menjelaskan bagaimana kegiatan pengunjung saat

menginap di suatu hotel kegiatan tersebut meliputi kegiatan utama dan

pndukung yang secara umum akan di lakukan pengunjung apabila hendak

(16)

B. Pengelola Hotel (kegiatan Pelayanan)

Jenis Kelompok

Deskripsi

Kelompok eksekutif

 Merupakan kelompok yang memimpin, mengatur dan mengendalikan operasional hotel agar fungsi hotel

sebagai sarana akomodasi berjalan dengan baik.

Kelompok pelaksana (pelayanan)

 Merupakan orang yang secara langsung terlibat dalam pelayanan dan pemeliharaan hotel

 ,kegiatan tambahan yaitu kegiatan yang melayani fasilitas pendukung kegiatan pokok seperti laundry,

parkir.

 kegiatan antar karyawan merupakan kegiatan yang dilakukan agar yg satu berhubungan dengan yang

lainnya sehingga tercipta kelancaran yang

mendukung kegiatan pelayanan.

Tabel 2.5 Deskripsi kelompok kegiatan

Pada tabel diatas ( Tabel 2.5 ) di uraikan kegiatan – kegiatan kelompok

pelaksana hotel atau pelayanan hotel yang berurusan langsung dengan

system pengelolaan pada hotel. Tedapat beberapa bagian dalam

pengelolaan hotel yang di koordinir oleh kelompok eksekutif (general

(17)

Pada tabel di bawah ini ( Tabel 2.5 ) di jelaskan lebih rinci bagaimana

kegiatan suatu pengelola pada hotel yang bekerja pada bagiannya masing – masing tabel di bawah ini menguraikan bagaimana deskripsi pekerjaan setiap kelompok pengelola suatu hotel.

Jenis pengelola

Deskripsi

Front Office  Guest Room: terdiri dari kamar kamar tamu

 Public Space: Terdiri dari exterior approach & exterace, lobby, food & baverages outlet, function

space serta recreation facilities, dan pakir.

 Administration Office: terdiri dari front desk, accounting office, execurive office, sales and catering

office.

Back of House  Food preperation and storage area

 Receiving, trash and general storage area

 Employee area terdiri dari personel and time keeper office, locker and toilet, employee dinning and

housing

 Laudry and housekeeping

 Engineering and mechanical areas yang terdiri dari

enginerring office, maintenace shop,

mechanical/electrical areas.

(18)

Dalam pengelolaan bagian-bagian hotel tersebut dioperasikan oleh

departemen-departemen yang dikelompokan seperti pada tabel di bawah

ini (tabel 2.7 ).

Jenis pengelola Deskripsi

Room

Departement

 Departemen yang bertugas menyedikan kebutuhan kamar bagi para pengunjung

Housekeeping

Departement

 Departemen yang bertugas memelihara kebersihan, kerapian dan kelengkapan

kamar-kamar tamu, restoran, bar, dan tempat-tempat makanan dan minuman

Engineering

Departement

 Departemen yang bertugas melaksanakan pelaksanaan, perancangan, pemasangan, dan

pemeliharan gedung serta perlengkapan hotel

lainnya.

Personal

Departement

 Departemen yang bertugas melaksanakan pemilihan dan pengadaan tenaga kerja hotel,

termasuk di dalamnya pemeliharaan moral, dan

kesejahteraan tenaga kerja, serta meningkatkan

(19)

Marketing

Departement

 Departemen yang mengelola keuangan, baik penerimaan maupun pengeluaran uang hotel

Security

Department

 Departemen yang bertugas memelihara dan menjaga keamanan dan ketertiban di dalam

lingkungan hotel

Other Preperation

Department

 Departemen yang tidak termasuk ke dalam kelompok-kelompok di atas seperti: bank, sport

club, diskotik, massege dan lain-lain.

Tabel 2.7 Deskripsi pengelola

2.3.2 Deskripsi Kegiatan

Deskripsi kegiatan berdasarkan pengguna hotel bisnis akan di jelaskan

melalui kerangka analisis alur kegiatan berikut :

a. Pengunjung hotel :

- Kegiatan utama yaitu kegiatan menginap yang di lakukan tamu hotel .

Datang Parkir kendaraan Menyewa kamar

Istirahat Kegiatan pelengkap

(20)

- Kegiatan pelengkap

b. kelompok pengelola ( pelayanan)

Kegiatan pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengelola untuk

melayani tamu kegiatan pelayanan dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu

pengelolaan, penerimaan dan servis. Datang

Parkir kendaraan informasi

Ngobrol ,santai -makan

- rekreasi

-bekerja

-rapat

Parkir Pulang

Datang

Parkir kendaraan Ganti pakaian

Bekerja

-pengelola

-menerima tamu

-melayani tamu

Istirahat

Parkir

(21)

2.3.3 Deskripsi Kebutuhan Ruang dan besaran ruang

Deskripsi kebutuhan ruang terbagi atas 2 area yaitu Front of the House dan

Back of the House. Front of the house meliputi ruang publik dan ruang privat

sedangkan back of the house meliputi ruang service. Berikut akan di jelaskan pada

tabel di bawah ini (tabel 2.8)

No Area Penjelasan 1.Front of the

house

 Public area

Melayani dengan yang dilayani. Dalam hal ini,

pertemuan antara karyawan dengan tamu atau

para tamu dengan yang lainnya.  Private area

Area kegiatan pribadi,seperti kamar tidur dan

tempat khusus para pengelola hotel.

2.Back of the house

 Servis area

Area khusus pengelola dan karyawan yang

berguna untuk memberikan pelayanan bagi

pengunjung.

Tabel 2.8 Deskripsi kebutuhan ruang

Ruang publik terdiri dari Lobby, food and beverage, function room,

recreation and sport area, Ruang privat terdiri dari kamar, sedangkan ruang servis

terdiri dari General & Executive Manager, HRD / Manpower, Front Office, House

keeping and laundry, Uniform Service, Engineering and Department, Food &

Beverage Department, Purchasing and store, dan Security department, pada

(22)

No Jenis ruang

Kebutuhan ruang Kegiatan

1 Hall /

Lobby

Lobby Menunggu , Reservasi

Informasi Informasi , reservasi

Ruang tunggu Menunggu , duduk , mengobrol

Lobby lift Menunggu lift

Kamar tidur (2 orang) Menginap ,istirahat, makan,

minum

Kamar mandi (1 orang) Mandi , buang air

3 Kamar

hotel

deluxe

Kamar tidur (2 orang ) Menginap,makan,minum,istirah

at

Kamar tidur (2 orang ) Menginap,makan,minum,istirah

at

Kamar mandi (1 orang) Mandi , buang air

4 Kamar

hotel

suite

Kamar tidur (2 orang ) Menginap,makan,minum,istirah

at

Ruang persiapan Tempat latihan

Pantry Menyiapkan informasi

Gudang Tempat menyimpan barang

Toilet Kegiatan sanitasi

6 Meeting

room

Meeting room Mengadakan rapat / konfrensi

Gudang Tempat menyimpan barang

Toilet Toilet

(23)

Kantor

pengelol

a

Ruang staff Bekerja,rapat,koordinasi

Ruang rapat Rapat , koordinasi,review

Ruang tunggu/ tamu Menunggu , mengobrol

Toilet Kegiatan sanitasi

8 Ruang

M/E

Ruang genset Penyimpanan genset

Ruang chiller Pengaturan AC

Ruang pompa Pengaturan pompa air

Ruang AHU Pengaturan listrik

Ruang kontrol Mengontrol keseluruhan

9 Restaura

Makan , minum ngobrol

10 Fitness

center

Gymnasium Area olahraga

Ruang alat Penyimpanan alat fitness

Ruang aerobic Aerobics / senam

Ruang ganti / locker Ganti pakaian

Toilet Kegiatan sanitasi

Shower Mandi

Kasir Membayar

11 Kolam

renang

Ruang ganti pakaian Mengganti pakaian

12 Musholla Ruang sholat Melaksanakan sholat

Toilet Tempat wudhu / sanitasi

Gudang Menyimpan barang

13 Servis /

ruang

linen

Laundry washer Menyuci pakaian

Laundry dryer Mengeringkan pakaian

Ruang

istirahat,dapur,gudang,toil

et , ruang makan

(24)

14 Parkir Mobil Memarkir mobil

Sepeda motor Memarkir sepeda motor

Bus Memarkir bus

Tabel 2.8 Deskripsi kebutuhan ruang 2.3.4 Deskripsi persyaratan dan kriteria ruang

Persyaratan dan kriteria ruang pada hotel bintang III adalah memiliki

minimal 2 restoran, bar and coffee shop minimal 1 unit, memiliki 1 function

room, wajib memiliki kolam renang dan lounge seperti pada (Tabel 2.9).

(25)

6 Longue   Wajib Wajib Wajib

7 Taman Perlu Perlu Perlu Perlu Wajib

8 Parkir Perlu Perlu Perlu Perlu Perlu

Tabel 2.9 persyaratan hotel bintang III

(Sumber : Surat Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata, 1988) 2.3.5 Studi banding fungsi sejenis

Beberapa studi banding proyek sejenis telah dilakukan dengan melakukan

studi literature dan pengamatan secara tidak langsung. Tujuan studi banding ini

yaitu untuk mendapatkan data – data mengenai fasilitas – fasilitas yang mencirikan

sebuah hotel bisnis. Selain itu, juga untuk mengamati solusi – solusi desain

sebuah hotel bisnis yang terletak di pusat perkotaan dengan lahan terbatas dan

mempelajarai pola permintaan sebuah hotel bisnis.

 Berry biz hotel , Bali

Gambar 2.3 Berry Biz Hotel, Bali

Berry biz hotel (Gambar 2.3) merupakan hotel bisnis bintang 3 yang

berlokasi di jl. Suliset road no.99 legian kaja Denpasar, area kuta, Bali. Hotel ini

beroperasi pada pertengahan 2014 dengan tema hotel yang tak jauh – jauh dari

hotel bisnis. Hotel ini memiliki 4 jenis kamar yaitu : kamar superior ( gambar 2.4) ,

(26)

( gambar 2.7 ) masing- masing kamar memiliki fasilitas kamar ( Tabel 3.2) dan

kamar mandi ( Tabel 3.3 ) yang berbeda – beda. pada (Tabel 3.1) akan di jelaskan

secara rinci jumlah kamar yang terdapat pada Berry Biz Hotel, untuk melihat apa – apa saja fasilitas tambahan yang di sediakan Berry Biz hotel Bali, dapat di lihat pada ( Tabel 3.4 ). Semua telah di jelaskan pada tabel dan gambar yang ada di

bawah ini.

Nama hotel Bintang Jumlah kamar

Superior room

Deluxe room

Suite room

Female room Berry biss

hotel bali

*** 90 54 kamar 33 kamar 3 kamar

Tabel 3.1 Jumlah kamar dan tipe kamar

Gambar 2.4 kamar superior Gambar 2.5 kamar deluxe

(27)

Fasilitas

Suite room Female room

Tabel 3.2 fasilitas kamar hotel

(28)

Keset kaki     Handuk

tangan

   

Handuk muka - - - -

Anti nyamuk    

Sandal    

Mosquito lotion

  - -

Tabel 3.3 fasilitas kamar mandi

(29)

Fasilitas pendukung Stationary shop

Meeting pods

Restaurant & café

Function room

Receptionist & lobby

(30)

 IBIS Hotel Singapura

Gambar 2.9 hotel IBIS Singapura

Hotel ibis Singapore Novena ( Gambar 2.9 ) terletak di persimpangan

Irrawaddy dan Balestier Road. Hotel ini sangat cocok untuk tamu hotel yang

bertujuan bisnis, medis dan rekreasi. Lokasi hotel ini sangat strategis karena

terletak di pusat kota,sehingga mudah di akses melalui kendaraan umum. Hotel

ini memiliki satu jenis kamar yaitu standard room saja namun di bedakan

berdasarkan fasilitas tempat tidur dan lainnya. Saat ini tersedia 5 kamar yaitu

standard room with twin bed ( Gambar 3.1 ) , standard room queen room with extra benefic ( Gambar 3.2 ) , standard room ( single room ) ( Gambar 3.3 ) , standard room with queen bed ( Gambar 3.4 ) , standard room twin with extra benefict ( Gambar 3.5 ). Fasilitas di dalam kamar nya sendiri dapat di lihat pada ( Tabel 3.6

) yang telah di data secara rinci melalui studi literature yang telah dilakukan, begitu

pula dengan fasilitas pendukung pada hotel dapat di lihat pada ( Tabel 3.7 ).

Nama

(31)
(32)

Kulkas     

Lemari     

Telepon     

Radio     

Tabel 3.6 fasilitas kamar hotel

Gambar 3.3 standard room (single bed)

Gambar 3.4 standard room with queen bed

Gambar 3.5 standard room twin with extra benefict Gambar 3.1 standard

room with twin bed

Gambar 3.2 standard room queen room with

(33)

Fasilitas pendukung

Parkir gratis

Restaurant

Bar & café

Function room

Meeting room

(34)

2.4 Elaborasi Tema

Pendekatan tema perancangan bangunan hotel bisnis bintang 3

Doloksanggul adalah sustainable architecture dimana isu mengnai pemanasan

global yang semakin parah, sehingga pembangunan di berbagai tempat di tuntut

agar memperhatikan ekosistem dan lingkungan sekitar.

2.4.1 Pengertian sustainable

Pembanguna berkelanjutan (sustainable development) adalah suatu

gabungan dari berbagai disiplin ilmu yang bertanggung jawab dimana

berkaitan dengan model tiga kolom yang setara untuk berkelanjutan pada

lingkungan social dan ekonomi. Dalam pembangunan berkelanjutan ,

sustainable development berintegrasi pada : 1) Environment sustainability

2) Economic sustainability 3) Social sustainability

Berikut ini dapat dilihat bagaimana hubungan dari lingkungan,

ekonomi dan social akan menghasilkan suatu keseimbnagan dimana

tercapainya suatu kehidupan yang sejahtera.

(35)

( Diagram 1.2 ) Merupakan Pokok – pokok dari proses dimana

bangunan mengurangi pengguaan sumber daya alam, dan pengurangan

polusi dan dampak lingkungan lainnya. Dalam kebijaksanaannya,

sustainable development berlandas pada :

1) Pengolahan energy dan sumber air yang efisien

2) Perlindungan terhadap kualitas lingkungan

3) Perlindungan terhadap kualitas kesehatan manusia

Defenisi pembangunan sustainable bersumber dari berbagai pemikiran – pemikiran dalam upaya menopang ide ekologi global agar

dapat direalisasikan dengan penuh tanggung jawab secara

ekologi,ekonomi dan etika, sebagai bagian dari ukuran alam yang

berevolusi agar dapat memenuhi kebutuhan manusia saat ini dan masa

yang akan datang.

Jika dilihat lebih rinci , pengertian sustainable berasal dari kata

sustain yang merupakan suatu kemampuan untuk bertahan agar

tercapainya keseimbangan. Sedangkan pembangunan adalah esensial

untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan meningkatkan kualitas

kehidupan manusia. Jadi , sustainable development merupakan suatu pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini tetapi

tidak mengesampingkan kemampuan generasi mendatang untuk

memenuhi kebutuhannya, yaitu dengan berlandaskan pada efisiensi dan

penggunaan lingkungan yang bertanggung jawab dari seluruh sumber

daya masyarakat yang langka baik alam, manusia, dan sumber daya

ekonomi.

1. Kebutuhan akan Sustainable Architecture

Dalam Industri bangunan, yang merupakan salah satu faktor

terbesar di dunia, desain, kontruksi maupun perawatannya memiliki

(36)

juga mempengaruhi akan segala aspek seperti sumber air, kualitas udara,

limbah juga pola tranportasinya. Menurut Integrated

Waste Management Board CA, konsumsi sebuah bangunan itu biasanya

menghabiskan:

1) 40% dari energi terpakai diseluruh dunia

2) 25% dari pemotongan kayu

3) 16% dari pemakaian air bersih

4) 50% dari pengrusakan ozon berhubung CFC masih dipakai

5) 30% dari konsumsi bahan mentah

6) 35% dari buangan co2 dunia

7) 40% dari sampah padat yang ditujukan untuk menguruk lahan

Dari data diatas dapat dipertimbangkan untuk menggunakan

bahan-bahan daur ulang sebagai bahan-bahan bangunan yang sangat wajar untuk

dipikirkan, namun ada suatu masalah baru yang timbul yaitu meningkatnya

pemakaian energi untuk mengumpulkan dan memproses bahan-bahan

daur ulang tersebut. Yang menjadi pertimbangan lainnya yaitu dimana

belum adanya teknologi yang ramah akan lingkungan yang dapat mengolah

bahan-bahan daur ulang tersebut atau bahan-bahan yang diperoleh dari

alam malah lebih membutuhkan energi dan biaya yang lebih sedikit dari

pada harus mengolah bahan daur ulang yang ada.

2. Keuntungan akan Sustainable Architecture

Keuntungan dengan menerapkan Sustainable Architecture yaitu :

1) Mengurangi biaya operasi Pengurangan biaya operasi dipengaruhi

oleh efisiensi energi, efisiensi air, pengrangan sampah kontruksi.

2) Mengurangi biaya pokok

3) Mengekspansi jangka waktu dan mendapat keuntungan infestasi

4) Meningkatkan produktifitas dan kesehatan manusia

(37)

Sustainable Architecture seharusnya tidak hanya menjadi trend bagi arsitek-arsitek pada saat ini karena dengan melihat kegunaan, keuntungan

juga dampak dari karya seorang arsitek yang tidak mendalami Sustainable

secara mendalam sangatlah besar. Maka saya mengambil kesimpulan

apabila sebuah karya dari seorang arsitek dapat dikatakan Sustainable Architecture apabila bangunan atau karya tersebut mampu memberikan kenyamanan dan manfaat bagi pengguna, masyarakat sekitar, unsur unsur

alam, energi dan segala aspek yang dilihat secara global.

3. Bangunan Hemat Energi

Tujuan bangunan hemat energi adalah:

a) Menghemat biaya operasional dan perawatan.

b) Mengurangi tingkat ketergantungan energi dan beban penggunaan

energi yang harus disuplai oleh institusi pembangkit listrik, yaitu PLN.

c) Mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca.

Syarat – syarat bangunan hemat energy :

Menurut SNI 03-6389-2000, bangunan dikatakan hemat energi

apabila nilai OTTV (Overall Thermal Transfer Value) dan RTTV (Roof Thermal Transfer Value) tidak melebihi 45 Watt/meter². Adapun rumus untuk menghitung nilai OTTV adalah:

OTTV = a.[(Uw x (1 – WWR)] x TDEk + (SC x WWR x SF) + (Uf x WWR x DT)

(38)

dimana:

OTTV = nilai perpindahan termal menyeluruh pada dinding luar yang

memiliki arah atau orientasi tertentu (Watt/m2)

a = absorbtansi radiasi matahari

Uw = transmitansi termal dinding tak tembus cahaya (Watt/m2.K)

WWR = perbandingan luas jendela dengan luas seluruh dinding luar pada

orientasi yang ditentukan

TDEk = beda temperatur ekuivalen (K)

SC = koefisien peneduh dari sistem fenestrasi

SF = faktor radiasi matahari (W/m2)

Uf = transmitansi termal fenestrasi (W/m2.K)

DT = beda temperatur perencanaan antara bagian luar dan bagian dalam

(diambil 5K)

RTTV = a (Ar x Ur x TDek) + (As x Us x DT) + (As x SC x SF) / Ao

dimana :

RTTV = nilai perpindahan termal menyeluruh pada atap (Watt/m2)

a = absorbtansi radiasi matahari

Ur = transmitansi termal atap tak tembus cahaya (Watt/m2.K)

Ar = luas atap yang tidak tembus cahaya (m2)

As = luas skylight (m2)

TDEk = beda temperatur ekuivalen (K)

SC = koefisien peneduh dari sistem fenestrasi

SF = faktor radiasi matahari (W/m2)

DT = beda temperatur perencanaan antara bagian luar dan bagian dalam

(39)

Kriteria OTTV untuk dinding fasad diatas dapat dipergunakan

sebagai tolak ukur efisiensi energi pada bangunan tinggi. Penelitian

mengindikasikan bahwa semakin tinggi nilai OTTV, semakin besar pula

penggunaan energi yang diperlukan oleh sistim tata udara (pendinginan)

pada bangunan tersebut. Disini diperlukan peran para perancang

bangunan untuk menampilkan komposisi material masif maupun

transparan, warna, tekstur dengan karakter termalnya masing masing,

silhoute terang dan gelap, pembayangan dan ratio kaca-dinding untuk

memenuhi kriteria tersebut disamping pertimbangan pertimbangan estetika

umumnya.

4. Sistem LEED-NC (Leadership in Energy and Environmental Design-New

Construction)

Sumber-sumber yang dibutuhkan untuk menciptakan,

mengoperasikan, dan mengisi ulang level infrastruktur/bangunan adalah

sangat besar. Akan tetapi sumber-sumber yang tersedia untuk kegiatan

tersebut semakin berkurang, untuk tetap kompetitif dan terus mendapat

keuntungan di masa depan maka sebuah bangunan harus mengetahui

konsekuensi baik lingkungan, sosial maupun dampak ekonomi dari

bangunan tersebut. Penerapan konsep sustainable berdasarkan LEED pada bangunan dimana merupakan panduan dan kriteria sistem green building (bangunan yang ramah lingkungan), faktorfaktor tersebut diantaranya efisiensi air dan kualitas lingkungan di dalam ruangan.

a) Pemanfaatan air hujan

Pemanfaatan air hujan dimaksudkan agar air hujan dapat kembali

ke tanah (tidak terjadi erosi) ataupun digunakan untuk keperluan tertentu.

Tabel berikut ( Tabel 3.8 ) merupakan penjelasan mengenai tujuan

pemanfaatan air hujan, persyaratan yang memenuhi LEED, dan strategi

(40)

Tujuan Untuk mengurangi gangguan hidrologi alami dengan

Menerapakan strategi perencanaan pengawasan

kuantitas air hujan area yang mendapat limpasan

air hujan erosi.

 Penerapan pada site

Air hujan dimanfaatkan untuk keperluan toilet

(flushing) dan irigasi

Tabel 3.8 Tujuan dan persyaratan LEED mengenai pemanfaatan air hujan

b) Efisiensi air

Mengenai tujuan efisiensi air khususnya pada lansekap, dapat dilihat

pada tabel berikut ( Tabel 3.1 ) sesuai dngan persyaratan LEED yaitu :

Tujuan Untuk membatasi atau mengeliminasi paenggunaan air bersih pada lansekap yaitu keperluan irigasi

Persyaratan LEED

a) Kriteria LEED

Mengurang penggunaan air bersih untuk keperluan

air bersih sebagai keperluan spesies tanaman,

irigasidengan menggunakan air hujan, air daur

ulang kotor.

b) Penerapan pada site

Menerapkan system daur ulang air kotor dan air

hujan untuk keperluan irigasi dan tanaman laiinya.

(41)

pada ( Tabel 3.9) menjelaskan bagaimana manfaat dari efisiensi air bagi

kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang sebagai upaya untuk

menghemat penggunaan air secara berlebih di masa – masa yang akan datang

berikutnya.

Berikut merupakan gambar ilustrasi dari penggunaan kembali air kotor

dari air mandi dan air cuci ( Gambar 3.6 ) untuk di daur ulang pada treatment area (Gambar 3.7 ),sehingga dapat digunakan kembali untuk keperluan irigasi dan penyiraman pada toilet (flushing).

Gambar 3.6 Illustrasi pendauran ulang air kotor

(42)

Berikut skema penerapan system daur ulang air adalah :

Diagram 1.3 Penerapan system daur ulang

Air buangan didaur ulang agar dapat digunakan kembali untuk

kebutuhan tertentu merupakan cara yang sangat efisien, karena selain

dapat menghemat tagihan air dari segi ekonomi, dapat juga memberi

dampak positif terhadap ekosistem di dalam tanah ( Diagram 1.3 ) .

Berikut penjelasan mengenai tujuan pengurangan kebutuhan air

dimana dapat mengefisiensikan pasokan air terhadap bangunan,

persyaratan yang memenuhi LEED, dan Strategi yang dilakukan adalah (

Tabel 3.3) :

Air hujan Air mandi

Air hujan

Penampungan air

Irigasi Keperluan ruang

luar

(43)

Tujuan Memaksimalkan efisiensi air dalam bangunan untuk mengurangi pasokan air dar pemerintah lokal baik

untuk kebutuhan air minum maupun air buangan.

Persyaratan LEED

c) Kriteria LEED

Menggunakan strategi dimana pengurangan

penggunaan air pada lansekap air kloset,

urinoir, lavatory faucet shower dan wastafel.

d) Penerapan pada bangunan

a. Penggunaan elemen dimana mempunyai

tingkat efisiensi yang tinggi, misalnya

pemisahan tombol untuk air buangan pada

kloset.

b. Penggunaan synthetic grass pada area tertentu.

Syntetic grass merupakan rumput buatan untuk meningkatkan efisiensi air pada

lansekap,maka area rumput alami diganti

dengan synthetic grass.

(44)

2.4.2 Interpretasi Tema

Penerapan sustainable arsitektur pada perancangan hotel bisnis

bintang 3 Dolok Sanggul akan di interpretasikan melalui system

pemanfaatan energy secara alami terhadap sirkulasi udara,pencahayaan

serta pemanfaatan cahaya matahari sebagai kebutuhan sehari – hari

pada bangunan. Bangunan ini sendiri memiliki vegetasi secara horizontal

yang berada pada beberapa bagian bangunan untuk meningkatkan nilai

ekologi terhadap lingkungan. Penerapan lain yang di ambil pada

bangunan ialah gaya bangunan sekitar perancangan yang tidak terlepas

dari kebudayaan sekitar seperti penggunaan gaya atap yang mengacu

pada rumah tradisional batak toba ( Gambar 3.8 ).

Gambar 3.8 Rumah Adat Batak Toba

2.4.3 Keterkaitan tema dengan judul

Tema yang diangkat dalam perancangan hotel bisnis bintang 3

Dolok Sanggul adalah tema sustainable arsitektur. Hal ini disebabkan

karena Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan kawasan dengan

nilai ekologi dan kealamian nya masih sangat terjaga sehingga sangat

bermanfaat apabila kealamian tersebut di pergunakan terhadap banguna

serta menjaga kealamian tersebut tetap terjaga. Selain itu kabupaten

Humbang Hasundutan merupakan salah satu kawasan geopark kaldera

danau toba, oleh karena itu kawasan ini sangat cocok pengolahannya

(45)

terjaga. Melalui tema sustainable arsitektur ini, diharapkan dapat

memberikan sebuah hotel bisnis yang sesuai dengan upaya untuk menjaga

kestabilan lingkungan sekitar,tanpa harus memberikan dampak

pemanasan global.

2.4.4 Studi banding tema sejenis

1. EDITT TOWER

Gambar 3.9 EDITT Tower

EDITT Tower ( Gambar 3.9 ) berlokasikan di waterlii junction,

Singapore dengan jumlah lantainya 26 lantai dan luas lahan adalah sekitar

838 m 2 merupakan sebuah bangunan tinggi multi fungsi dengan

pendekatan ekologis, sebagai bangunan untuk pameran yang bergabung

denga auditorium, retail , dan fungsi perkantoran , tetapi bangunan tersebut

memiliki potensial metamorphosis menjadi tower dimana semua area

adalah perkantoran, ataupun sebagai fungsi apartemen.

Terletak dilahan “zero culture” yaitu site dimana urban ekosistemnya mengalami kerusakan dengan tidak tersisa lagi tanah, flora, dan fauna.

Desain ini memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan fasade

banguna yang hamper di penuhi sluruhnya oleh vegetasi dengan konsep

(46)

Gambar 4.1 Lanscape Ram Gambar 4.2 vegetasi horizontal

Area vegetasi yang ditanami hampir sama dengan sekitar setengah dari

luas area kasar tower total (gambar 4.2). Pemilihan tanaman melalui survey

terhadap ekologi lokal dan menggunakan spesies lokal. Vegetasi – vegetasi ini

juga berfungsi sebagai pendingin fasade melalui evapotranspirasi. Landscape

ramp yang ditanami dengan vegetasi sampai ke puncak memperlihatkan

landscape vertical pada bangunan (gambar 4.1). Terdapat sebuah system

yang membuat pengumpulan air tersebut jatuh pada fasad bangunan yang

berbentuk seperti cangkang kerang. System daur ulang air kotor yang jatuh

pada sisi – sisi bangunan dengan menggunakan proses penyaringan melalui

tanah pada lansekap vertical tersebut. System pengairan EDITT Tower dapat

(47)

Gambar 4.3 Skema pengolahan air

Air yang disaring di kumpul di tanki penyimpanan basemen, dan di pompa

ke tangka penyimpanan di lantai atas untuk penggunaan kembali .

penggunaan kembali

Bangunan dapat menyediakan 55% dari penggunaan air terhadap

bangunan (pada saat musim hujan) system daur ulang zat padat juga

dideskripsikan dengan memisahkan kertas, aluminium , kaca, dan sampah

yaitu pembagian sisa buangan yang di jatuhkan dari lantai atas sampai pada

lantai basement.

Air hujan Tanki rooftop Tanki 1 Proses filter

Tanki basemen Pompa

(48)

Gambar 4.4 Proses pengolahan sampah

cara kerjanya yaitu material yang bisa di daurulang dipisahkan pada tiap – tiap

lantai jatuh kebawah menuju pemisah material yang terletak di basement (

Gambar 4.4 ), kemudian akan di bawa ke tempat lain oleh system drop – down

ini kepada landasan waste – separators kemudian di tempat lain oleh

penyimpan sampah untuk di daur ulang.

Bangunan ini juga menggunakan photovoltaic sebagai penangkap cahaya

matahari untuk kemudian di ubah menjadi energy listrik sebagai kebutuhan

(49)

Gambar 4.5 Proses pengolahan cahaya matahari

Pemanfaatan cahaya matahari ( Gambar 4.5 ) ini sangat berguna dalam

menghemat energy dalam bangunan untuk memenuhi syarat pengefesiensian

(50)

2. Hotel Park Royal Singapura

Gambar 4.6 Hotel Park Royal

Hotel Park Royal ( Gambar 4.6 ) terletak di sebelah barat distrik

pusat bisnis Singapura dan terhubung dengan distrik pusat perbelanjaan

bersejarah dan sungai serta taman Singapura. Gedung dengan 12 lantai ini

dilengkapi dengan berbagai aspek hemat energi, seperti penggunaan

pencahayaan otomatis, sensor gerak dan hujan, penampungan air hujan

dan mekanisme daur ulang.

Park Royal hotel di singapura di konsep oleh WOHA Architect yang

di desain dengan mengacu pada industry gedung hijau penghematan

energy dan air.

Karakteristik lainnya dari bangunan ini yang mengacu pada desain

berkelanjutan antara lain :

(51)

a) Terdapat vegetasi (menggunakan penghijauan vertikal untuk menggantikan

penghijauan yang telah hilang), pada bangunan yang mengelilingi gedung

dan Nampak berlapis lapis ( Gambar 4.7 ), Dedaunan dari tanaman yang

ada di sekitar gedung bekerja menyerap panas dan menjaga dinding tetap

sejuk. (Gambar 4.8 )

Gambar 4.8 vegetasi Hotel Royal Park Singapura

b) Bangunan ini menerapkan konsep ramah lingkungan seperti penggunaan

solar panel sebagai energi , system pendingin ruangan yang hemat

energy,ventilasi dan pencahayaan secara alami,penggunaan cahaya

matahari yang maksimal,serta penggunaan , kaca berteknologi tinggi yang

dapat mengurangi paparan sinar matahari dan menggunakan teknologi Cobiax (tekonologi yang menggunakan ‘pengisi kekosongan’ yang terbuat dari plastik daur ulang untuk mengurangi penggunaan beton).

Gambar

Tabel 1.9 jenis – jenis hotel
Tabel 2.1  Batas – batas kawasan perancangan
Tabel 2.3 Jumlah Hotel di daerah Dolok Sanggul
Tabel di atas (tabel 2.4) menjelaskan bagaimana kegiatan pengunjung saat
+7

Referensi

Dokumen terkait

City Hotel di Denpasar merupakan fasilitas yang menyediakan akomodasi bagi tamu yang bertujuan untuk kegiatan bisnis dan kedinasan, lengkap dengan fasilitas bisnis (ruang

Hotel adalah penyediaan akomodasi secara harian berupa kamar-kamar di dalam satu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan

Pondok Wisata (cottage) yaitu jenis usaha akomodasi pada kawasan tertentu yang terdiri dari unit-unit bangunan terpisah seperti rumah tinggal yang menyediakan tempat dan

fasilitas penunjang yang dimiliki hotel bisnis selain sebagai penyedia akomodasi, tetapi juga. sebagai pendukung kegiatan bisnis daripada pengunjung dengan fasilitas

Pondok Wisata (cottage) yaitu jenis usaha akomodasi pada kawasan tertentu yang terdiri dari unit-unit bangunan terpisah seperti rumah tinggal yang menyediakan tempat dan

Hotel adalah penyediaan akomodasi secara harian berupa kamar-kamar di dalam satu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan

Hotel merupakan suatu bentuk bangunan, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta

Sebagai perbandingan bangunan fasilitas cottage, ada beberapa kawasan wisata dengan fasilitas akomodasinya yang memanfaatkan lingkungan sekitarnya sehingga fasilitas wisata