KELOMPOK 5
TANTANGAN INDONESIA MEGHADAPI
PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan KewarganegaraanPengampu: Muhammad Fahmi Muqaddas, Drs.
DISUSUN OLEH: Romi Permata Septya Chilya Citra Maisyarah
Alfian Dama Robbi Bagus
Lutfiana Rochmatuz Zam Zam Yudi Abdul Azis
Andrilla Lutfi Irwin
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
KATA PENGANTAR
Segala puji kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan hidayah dan taufiknya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang berjudul “Tantangan Indonesia Menghadapi Perkembangan Sains dan Teknologi”. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia membantu dalam penyelesaian makalah ini. Tidak lupa, terima kasih kami kepada dosen dan asisiten dosen Pendidikan Pancasila yang telah membimbing dan memberikan pengajaran selama perkuliahan. Semoga setiap amal kita semua menjadi kebaikan dan diterima di sisi Allah SWT.
Makalah ini menjelaskan tentang pembahasan perkembangan sains dan teknologi yang terjadi di Indonesia. Bagaimana kemajuan teknologi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Namun, apakah kita sadari atau tidak, seiring dengan perkembangannya, sains dan teknologi membawa permaslahan-permaslahan yang sangat konpleks bagi manusia. Disamping itu, masih terdapat harapan untuk menyelesaikan dan memperbaiki masalah yang ditimbulkan sains dan teknologi.
Kami berharap tulisan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kami pribadi dan mahasiswa pada umumnya. Semoga pembahasan yang dikemukakan dapat menjelaskan setiap materi dengan baik, sehingga dapat diterima dan dimengerti oleh khalayak. Namun, kami merasa bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon kepada para pembaca agar memberikan saran dan kritik yang membangun untuk memperbaiki dan meningkatkan tulisan selanjutnya.
Hormat Kami,
Yogyakarta, 26 Maret 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH
BAB II PEMBAHASAN
A. APA ITU SAINS DAN TEKNOLOGI
B. PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI DI INDONESIA C. PERMASALAHAN BANGSA DI BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI D. SOLUSI PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN TABEL KESIMPULAN
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabatnya maka manusia mengembangkan sains dan teknologi. Sains dan teknologi pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. Unsur jiwa (rohani) manusia meliputi aspek akal, rasa dan kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungan dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis dan kehendak dalam bidang moral (etika).
Tujuan yang essensial dari sains dan teknologi adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga sains dan teknologi pada hakikatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. Pengembangan sains dan teknologi sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Pada masa ini, sains dan teknologi telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan akan terus bertransformasi sesuai dengan kebutuhan manusia. Tetapi, dibalik kemajuan tersebut manusia semakin terancam menghadapi berbagai kesulitan dalam setiap aspek kehidupan di muka bumi. Perkembangan sains dan teknologi merupakan tuntunan masyarakat dewasa ini dan tidak dapat ditawar lagi. Perkembangan dunia sains dan teknologi telah membawa perubahan yang luar biasa bagi kemajuan peradaban Indonesia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan tersebut. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi bahwa sains dan teknologi dikembangkan setiap waktu. Oleh karena itu, pada makalah ini penulis memilih judul “Tantangan Indonesia Menghadapi Perkembangan Sains dan Teknologi”.
B. RUMUSAN MASALAH
BAB II PEMBAHASAN
A. APA ITU SAINS DAN TEKNOLOGI
Sains secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge) yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala fenomena yang ada di alam beserta isinya. Sedangkan teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada.
Jika melihat fenomena perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa. Pada masa-masa awal manusia, belum terdapat konsep sains dan teknologi. Seperti pada masa-masa pra-sejarah, perkembangan perdaban manusia hanyalah dengan logika-logika berpikir sederhana dan dari fenomena-fenomena alam yang sederhana. Mungkin bagi manusia di masa sekarang, penemuan alat-alat berburu sederhana pada masa sejarah adalah hal yang sederhana. Akan tetapi pada masa itu penemuan tersebut adalah hal yang sangat revolusioner dan luar biasa hebat. Bukankah teori-teori sains dan teknologi yang rumit pada masa kini adalah kumpulan teori-teori-teori-teori yang sederhana dan berasal dari konsep yang sederhana pula.
Dalam peradaban manusia, perkembangan sains dan teknologi sangatlah sentral. Hal itu menyebabkan banyak negara berlomba-lomba untuk mengembangkan sains dan teknologi. Mereka percaya bahwa dengan majunya sains dan teknologi maka berimbas pada kemajuan bangsa tersebut. Jika kita melihat sejarah dimana kemajuan sains dan teknologi sangat menentukan kemajuan bangsa, bahkan dijadikan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Jadi kemajuan sains dan teknologi berbanding lurus dengan kemajuan. Dan hal yang lebih penting untuk sebuah bangsa mengembangkan sains dan teknologi yakni meningkatnya kesejahteraan bangsa.
Namun dalam penerapannya, sains dan teknologi selalu mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif sains dan teknologi, diantaranya:
Meringankan masalah yang dihadapi manusia
Menjadi sumber pengetahuan yang selalu berkembang di masanya
Dapat menjadi segala pusat pertukaran informasi
Memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat
Bidang komunikasi sudah tidak mengenal batas antara jarak dan waktu
Terbentuknya sistem pembelajaran yang lebih modern
Terjadi kemerosotan moral disebabkan begitu cepatnya pertukaran informasi
Orang menjadi malas karena pengaruh teknologi semakin mempermudah/memanjakan pekerjaan manusia.
Kemajuan sains dan teknologi menimbulkan akibat pencemaran yang lebih tinggi dan berbahaya.
Kemajuan sains dan teknologi di bidang pertahanan militer menciptakan mesin pembunuh yang mematikan.
B. PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI DI INDONESIA
Seperti banyak negara berkembang lainnya, Indonesia belum dianggap sebagai negara yang terkemuka di dunia dalam perkembangan sains dan teknologi. Namun, sepanjang sejarahnya, ada prestasi penting dan kontribusi yang dibuat oleh Indonesia untuk sains dan teknologi. Saat ini, Kementerian Penelitian dan Teknologi adalah badan resmi yang bertanggung jawab atas sains dan pengembangan teknologi di negara ini.
Hidup dalam budaya agraris dan maritim, orang-orang di kepulauan Indonesia telah terkenal di beberapa teknologi tradisional, khususnya di bidang pertanian dan kelautan. Di bidang pertanian, misalnya, orang-orang di Indonesia, dan juga di banyak negara Asia Tenggara lainnya, terkenal dalam teknik budidaya padi yaitu terasering. Suku Bugis dan Suku Makassar adalah orang Pribumi-Nusantara di Indonesia yang juga dikenal dengan teknologi mereka dalam membuat kapal layar kayu yang disebut Pinisi. Candi Borobudur dan candi lainnya juga mencatat penguasaan orang Indonesia dalam teknologi arsitektur dan teknologi konstruksi.
Berikut adalah perkembangan sains dan teknologi di Indonesia, antara lain: 1. Bidang Pendidikan
Adanya metode-metode pembelajaran baru, yang memudahkan siswa dan guru dala proses pembelajaran. Dengan adanya metode baru diharapkan dapat meningkatakan kualitas siswa, baik secara akademik maupun moral/perilaku.
2. Bidang Sains
3. Bidang Robotika
Pada tahun 2010, tim robot dari Universitas Komputer Indonesia berhasil mempertahankan gelar mereka dengan memenangkan medali emas di ajang Robogames di San Francisco, Amerika Serikat setelah mereka meraih penghargaan yang sama pada tahun 2009. Dua tahun sebelumnya, pada tahun 2008, tim robotika lain dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember memenangkan tempat ketiga dalam kontes robot Asia Pacific Broadcast Union (ABU) Robocon 2008 di India.
4. Bidang Informasi dan Komunikasi
Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang saat era 1970-an memiliki satelit komunikasi mereka sendiri. Sejak tahun 1976, serangkaian satelit bernama "Palapa" dibangun dan diluncurkan di Amerika Serikat untuk perusahaan telekomunikasi milik negara di Indonesia, Indosat. Dalam teknologi internet, seorang ilmuwan teknologi informasi Indonesia, Onno Widodo Purbo telah mengembangkan RT/RW-net, infrastruktur internet berbasis masyarakat yang memungkinkan tersedianya akses internet yang terjangkau bagi masyarakat di daerah pedesaan.
5. Bidang Transportasi
Indonesia memiliki industri kereta api dan transportasi rel yang mapan, dengan produsen kereta milik negara, PT. Industri Kereta Api, yang terletak di Madiun, Jawa Tengah. Sejak tahun 1982, perusahaan ini telah memproduksi gerbong kereta penumpang, gerbong barang dan teknologi kereta api lainnya, serta mengekspornya ke berbagai negara seperti Malaysia dan bangladesh.
6. Bidang Kedirgantaraan
Dalam bidang kedirgantaraan, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan pesawat komuter militer dan kecil. Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara untuk memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri, juga memproduksi komponen pesawat untuk Boeing dan Airbus, dengan perusahaan pesawat milik negara PT. Dirgantara Indonesia. Indonesia bekerja sama dengan perusahaaan EADS CASA dari Spanyol mengembangkan pesawat CN-235 yang telah diekspor ke berbagai negara.
7. Bidang Konstruksi
C. PERMASALAHAN BANGSA DI BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Sains dan teknologi sangat besar manfaatnya dalam kehidupan manusia saat ini, karena dengan perkembangannya dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Begitu juga sains dan teknologi telah memberikan pengaruh terhadap peradaban di Indonesia. Namun, selain adanya pengaruh yang positif bagi kehidupan, bangsa Indonesia harus menghadapi permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan akibat perkembangan sains dan tekonologi. Permasalahan tersebut dibagi menjadi beberapa aspek bagian, diantaranya:
1. Aspek Sosial
Perkembangan sains dan teknologi telah membawa pengaruh terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia. Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau perubahan struktur/tatanan di dalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Walaupun demikian, justru yang terjadi adalah hal yang sebaliknya karena perubahan sosial akibat sains dan teknologi menjadikan hidup masyarakat tidak bermartabat. Sebagai contoh permasalahannya adalah:
i. Dekadensi Moral
Perkembangan sains dan teknologi telah membawa ancaman yang sangat luar biasa bagi masyarakat dewasa ini. Bagaimana tidak, akibat yang ditimbulkan justru terjadinya dekadensi moral dalam kehidupan masyarakat. Sehingga orang-orang saat ini tidak memiliki akhlaq yang baik dan benar. Misalnya, dengan berbagai penemuan dalam bidang sains dan teknologi orang mulai mempertuhan sains sebagai keyakinan mereka karena dianggap masuk akal. Sedangkan, mereka menolak adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
ii. Masyarakat yang Individualis
Pernahkan kita melihat orang dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah lepas dari gadget tanpa memperdulikan sekitarnya? Bisa saja itu terjadi pada diri kita saat ini di tengah perkembangan teknologi yang sangat dinamis. Sehingga orang menjadi pribadi yang individualis dan tidak peduli terhadap kehidupan orang lain. Dia lebih mengutamakan kepentingan pribadinya daripada kepentingan masyarakat umum. Dia lebih senang untuk update status di sosial media daripada mengupdate status di masyarakat untuk memperbaiki citranya.
Fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini adalah kemampuan seseorang untuk menunjukan status sosialnya di hadapan orang lain agar mendapat perhatian. Hal itu bisa terjadi dengan memiliki barang-barang yang mewah, sedangkan orang lain tidak mampu memilikinya. Orang saat ini berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta kekayaan, baik dari hasil yang haram sekalipun, untuk mempertegas kedudukannya di masyarakat. Tetapi, di luar keadaan seperti itu masih ada orang yang hidup dengan segala keterbatasan. Dan, melihat perkembangan sains dan teknologi yang terjadi semakin menunjukkan perbedaan antara ‘Si Kaya’ dengan ‘Si Miskin’. Misalnya, orang yang mapan mampu membeli apartmen dengan segala fasilitas dan teknologi mutakhir, sedangkan orang yang tidak mampu hanya hidup di dalam rumah bilik dengan segala kekurangannya.
2. Aspek Budaya
Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan mengandung nilai-nilai yang sangat erat kaitannya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hampir setiap daerah memiliki adat istiadat masing-masing sesuai dengan ciri khas kebudayaannya. Namun, seiring dengan modernisasi yang terjadi dewasa ini, kebudayaan-kebudayaan tersebut mulai dilupakan dan tidak dihargai lagi oleh masyarakat. Begitu pula dengan adanya perkembangan sains dan teknologi, masyarakat lebih cenderung tertarik kepada sesuatu yang baru daripada menjaga kebiasaan yang telah lama dianut. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai tidak peduli dengan adat istiadat kebudayaan yang menjadi ciri khas daerah, bahkan Indonesia.
i. Dekulturisasi Budaya
Melihat kondisi masyarakat dewasa ini, orang mulai melupakan kebudayaan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka sudah terbius dengan kehidupan yang modern akibat dari percepatan informasi dan teknologi. Sehingga hal ini mengakibatkan hilangnya kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan bangsa. Budaya bangsa sendiri mulai digantikan dengan masuknya berbagai macam kebudayaan Barat. Padahal sebenarnya budaya Barat itu tidak mengandung sedikitpun nilai yang positif bagi kehidupan masyarakat maupun bangsa.
ii. Tidak Ada Apresiasi Masyarakat Terhadap Bangsa Sendiri
Indonesia sendiri. Mulai dari contoh yang terkecil. Makanan misalnya , mereka lebih suka makan makanan dari luar negeri (spagety, pizza, hotdog, burger, lady finger, dll), kemudian pakaian, ketika mereka mengenakan pakaian yang import dengan suara lantang mereka akan mengatakan bahwa baju yang dipakai adalah buatan Australia (misalnya) mereka dengan bangga memakai baju tersebut. Begitu pula dengan contoh yang lain misalnya jam tangan, jaket, tas, sepatu, dll. Bahkan, bukan hanya kalangan masyarakat awam, tetapi pejabat tinggi Negara pun tidak mau kalah, untuk menggunakan sepatu produk luar negeri, sampai timbul kebijakan bahwa pejabat Negara diwajibkan memakai sepatu produk dalam negeri, yang sebenarnya kualitasnya juga tidak kalah bagus dengan produk luar negeri.
3. Aspek Pendidikan
Pendidikan merupakan bagian yang sangat sentral dalam kehidupan masyarakat. Dalam menghadapi era globalisasi informasi sekarang ini, proses pembelajaran terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan teknologi. Ketika pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai adanya pemanfaatan dari perkembangan teknologi, seperti yang dilakukan oleh para dosen yaitu mengkombinasikan alat teknologi dengan proses pembelajaran. Namun demikian, kita harus tetap hati-hati karena teknologi tidak hanya memberikan dampak postif, melainkan juga akan dapat mendatangkan pengaruh negatif. Mengingat pada saat sekarang ini, terdapat para pelajar dan mahasiswa sering menggunakan fasilitas teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dampak negatif yang muncul akibat perkembangan teknologi bagi dunia hanya untuk kesenangan semata, misalnya main games, facebook, chatting dan lain-lain. hal itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
ii. Terjadinya pelanggaran asusila
Sering kita mendengar dalam berita-berita, dimana terjadi pelanggaran asussila yang dilakukan oleh para pelajar, misal terjadinya tawuran antar pelajar, freesex dan lain-lain. iii. Munculnya media massa khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan yang dapat disalahgunakan oleh pelajar.
menghabiskan waktunya untuk bermain game. Sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar menjadi sia-sia akibat lebih mementingkan game. Hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajar dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para pelajar.
iv. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kejahatan
Pada awalnya pendidikan berfungsi untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif, namun pada akhirnya seringkali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan. Contohnya, seorang hacker, dengan kemampuannya melakukan penerobosan system sebuah kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok langsung ke bank atau ke kantor, cukup dengan melakukan pembobolan terhadap system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat keuntungan dan sulit untuk mengetahui keberadaanya.
4. Aspek Informasi dan Komunikasi
Ketika sains dan teknologi mulai berkembang, hal tersebut diikuti oleh cepatnya pertumbuhan akses informasi menjadi lebh cepat, mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Teknologi informasi dan komunikasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern ini. Orang dapat berkomunikasi dengan handphone, email, facebook atau media sosial lainnya tanpa perlu memperhatikan waktu dan jarak karena semuanya bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Apalagi dengan adanya internet, dimana seseorang bisa mendapatkan informasi yang up to date dari seluruh penjuru dunia. Namun, kita tidak dapat mengesampingkan fakta lain bahwa pengaruh sains dan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi membawa dampak negatif. Diantara dampak negatif tersebut adalah sebaga berikut:
i. Penyalahgunaan IT
ii. Penyalahgunaan HAKI
HAKI adalah singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual. Pelanggaran terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki perorangan atau kelompok sama saja melanggar hak dari pemilik intelektual tersebut. Salah satu contoh pelanggaran HAKI adalah pembajakan di bidang musik, film, buku dan program komputer. Hal tersebut disebabkan oleh kurang efektifnya penegak hukum, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat dan kurangnya kesadaran hukum dalam masyarakat di dalam hak cipta.
iii. Cybercrime
Kejahatan yang memanfaatkan dunia IT atau lebih di kenal kejahatan dunia maya atau “CyberCrime”. Para cybercrime menggunakan berbagai cara mereka lakukan seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data.
iv. Kejahatan dengan Modus Internet
Meskipun kejahatan dengan modus internet merupakan bagian dari internet, namun kami ingin memberikan kasus lain yang terjadi di masyarakat Indonesia. Barangkali pernah kita dengar dari berita tentang kasus seorang perempuan yang nekat pergi dari rumahnya untuk pergi bertemu dengan teman faceboknya. Atau, kejahatan lainnya berupa perjudian online, kasus penipuan dan lain-lain. ini jelas sangat merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi. Tetapi, oleh orang-orang tertentu teknologi tersebut malah digunakan untuk melakukan tindakan kriminal.
5. Aspek Lingkungan
i. Dampak Industrialisasi
Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang merubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Teknologi memungkinkan negara tropis seperti Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan hutan untuk meningkatkan devisa negara dan pembangunan infrastruktur. Hilangnya hutan di Indonesia berarti hilang juga tanaman - tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat dan juga fauna langka yang hidup di ekosistem hutan tersebut. Dibalik kesuksesan Indonesia dalam pembangunan sebenarnya ada kemerosotan dalam cadangan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan. Pada kota kota yang sedang berkembang seperti Gresik, Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Lhoksumawe, bahkan hampir seluruh kota kota di pulau Jawa sudah mengalami peningkatan suhu udara, Walaupun daerah tersebut tidak pesat perkembangan industrinya.
Pencemaran lingkungan adalah perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena dapat memengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup. Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut polutan. Pada masa modernisasi saat ini, masyarakat harus menghadapi masalah pencemaran yang terjadi di sekitar lingkungannya, baik itu pencemaran udara, air maupun tanah. Misalnya, pencemaran udara yang terjadi di perkotaan besar akibat semakin banyaknya kendaraan bermotor karena mengeluarkan asap yang mengandung CO berbahaya. Hal ini memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Masyarakat akan mudah terkena penyakit apabila menghirup udara yang kotor tersebut. Sedangkan, bagi lingkungan akan mengakibatkan hujan asam karena reaksi SO₂ dan NO₂ dengan air hujan dapat menurunkan pH air tersebut.
Dampak dari hujan asam ini antar lain mempengaruhi kualitas air permukaan, merusak tanaman dan besifat korosif.
6. Aspek Ekonomi
Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka siapa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Saat ini industri memegang peranan penting dalam ekonomi, maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah banyak mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut Multi National Corporation ( MNC ). Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah.
i. Terbukanya Pasar Bebas
Memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri yang masuk dan dengan harga yang lebih murah, dapat mengurangi rasa kecintaan kita terhadap produk dalam negeri.
ii. Terjadinya Pengangguran
dikarenakan adanya kesenjangan yang tinggi antara ratio pekerja dan lapangan pekerja yang disebabkan faktor-faktor ekonomi dan pendidikan
iii. Konsumerisme
Indonesia, sebagai negara dunia ketiga atau negara berkembang (negara miskin) menjadi mangsa yang empuk bagi para kapitalis dalam mengembangkan teori modernismenya yang berujung pada perilaku konsumen (paham konsumerisme). Indonesia memang tidak mampu bersaing sendiri dari segi ekonomi dengan negara-negara maju, maka disnilah keuntungan negara-negara kapitalis atau negara-negara maju untung mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
7. Aspek Transportasi
Semakin berkembangnya sains dan teknologi membawa pengaruh terhadap kemajuan di bidang transportasi. Pada zaman dahulu sebelum ditemukannya mesin, orang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan hewan sebagai tunggangan meskipun harus menepuh jarak yang sangat jauh. Tetapi, sekarang ini orang dapat dengan mudah dan cepat melakukan perjalanan karena sudah ada kendaraan. Memang kita sadari bahwa perkembangan teknologi dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam bepergian. Namun dibalik itu, kita akan sadari pula kenyataan bahwa tranportasi yang semakin maju memberikan pengaruh negatif, diantaranya adalah:
i. Kemacetan
Pada masa sekarang ini, hampir setiap keluarga sudah mempunyai kendaraan bermotor. Bahkan dalam keluarga tersebut bisa saja setiap orang memiliki kendaraan masing-masing atau lebih. Inilah yang menjadi permasalahan di kota-kota besar saat ini, dimana pada saat semakin banyaknya kendaraan bermotor tidak diiringi dengan bertambahnya ruas jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.
ii. Polusi
Semakin banyaknya kendaraan bermotor, maka akan menimbulkan polusi yang semakin banyak pula. Akibatnya akan memberikan dampak yang negatif bagi masyarakat karena akan mudah terserang penyakit. Dan juga dapat munurunkan kualitas udara di lingkungan. Apabila hal ini tidak ditidaklanjuti dan dilakukan penanganan, maka dapat mengancam kehidupan masyarakat.
Namun disamping banyaknya permasalahan yang harus dan sedang dihadapi bangsa ini, masih terdapat kesempatan untuk memperbaikinya dengan beberapa solusi sesuai dengan aspek masalahnya, yaitu sebagai berikut:
1. Aspek Sosial
Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup bersama secara rukun dalam kehidupan bermasyarakat
Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sesama dengan membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan
Perlunya peran serta Orang tua sebagai fungsi pendidikan dan pengawasan dalam perkembangan anak di tengah era modernisasi dewasa ini
Hidup sederhana dan tidak berlebihan serta menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan sehari-hari
Anak-anak harus diberikan pembekalan agama sejak dini 2. Aspek Budaya
Masyarakat harus ikut untuk turut serta dalam menjaga, melindungi dan melestarikan kebudayaan asli bangsa Indonesia di tengah dekulturisasi.
Menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya bangsa sendiri.
Masyarakat harus bangga menggunakan produk dalam negeri daripada produk-produk luar negeri.
3. Aspek Pendidikan
Instansi pendidikan melakukan pengawasan terhadap pelajar dalam proses pembelajaran dengan menggunakan alat teknologi agar tidak disalahgunakan.
Pelajar harus diberitahu tentang tanggung jawabnya dalam dunia pendidikan sehingga mengetahui peran serta tugas yang wajib dilaksankannya.
Menigkatkan fungsi peran pendidikan bukan hanya sekedar tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan, melainkan mempunyai tujuan lain yakni memperbaiki sikap/perilaku pelajar.
4. Aspek Komunikasi dan Informasi
Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
Masyarakat juga harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain di dunia nyata.
5. Aspek Lingkungan
Pemerintah harus membuat aturan yang tegas terhadap pelanggaran yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan agar memberikan efek jera bagi para pelanggar.
Pemerintah harus memberikan izin yang selektif kepada para pengembang yang akan berinvestasi di Indonesia.
Pemerintah dapat memperbanyak kawasan terbuka hijau di tengah perkotaan agar mengurangi polusi dan juga sebagai tempat untuk rekreasi bagi masyarakat.
Seluruh lapisan masyarakat diajak bersama-sama untuk memperbaiki ekosistem yang telah rusak secara berkala dan berkelanjutan.
Melakukan penanganan yang intensif terhadap limbah hasil buangan pabrik sehingga tidak membahayakan masyarakat.
6. Aspek Ekonomi
Meningkatkan kualitas pekerja Indonesia agar mampu bersaing dengan pekerja dari luar negeri.
Membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran.
Memberikan pendidikan yang gratis bagi masyarakat tidak mampu agar mengenyam pendidikan yang tinggi guna memperbaiki kehidupannya menjadi lebih baik.
7. Aspek Transportasi
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat menggunakan alat transportasi umum.
Pemerintah harus membuat aturan yang membatasi jumlah kendaraan.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabatnya maka manusia mengembangkan sains dan teknologi. Tujuan yang essensial dari sains dan teknologi adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga sains dan teknologi pada hakikatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. Pengembangan sains dan teknologi sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
DAFTAR PUSTAKA
http://sendyrahmawatiafdillah.blogspot.com/2013/04/dampak-kemajuan-iptek-bagi-kehidupan.html
http://wicascout.blogspot.com/2011/03/dampak-penyalahgunaan-iptek.html
http://azenismail.wordpress.com/2010/05/26/dampak-perkembangan-teknologi-iptek/
http://www.tugasku4u.com/2013/05/pencemaran-lingkungan.html
http://www.ighie.com/2010/06/cinta-produk-dalam-negeri-disusun-untuk.html
http://ibrahim-sulaiman.blogspot.com/2012/03/dampak-pembangunan-dan-industrialisasi.html
http://keuda.kemendagri.go.id/artikel/detail/19-perkembangan-dan-solusi-masalah-pengangguran-di-indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Industrialisasi