• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATRIKS PEMBAGIAN KEWENANGAN PELAYANAN P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MATRIKS PEMBAGIAN KEWENANGAN PELAYANAN P"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

MATRIKS PEMBAGIAN KEWENANGAN PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN

DALAM LAMPIRAN UU 23 TAHUN 2014

Oleh : Orrinda Ike Fardiana - PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil)

ABSTRAKSI

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 merupakan pengganti Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan daerah. Berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 klasifikasi urusan pemerintahan terdiri dari 3

urusan yakni urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum.

Sementara dalam studi ini fokus membahas mengenai pembagian urusan pemerintahan konkuren antara

pemerintah Pusat dan daerah Provinsi serta daerah Kabupaten/Kota.

Penyusunan matriks kewenangan pelayanan perizinan bertujuan untuk memudahkan stakeholder dalam

mengetahui jenis-jenis perizinan yang tertuang di UU No. 23 Tahun 2014. Artinya substansi matriks disusun

berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014. Tidak menutup kemungkinan masih terdapat kewenangan perizinan lain

yang belum disebut di matriks, terutama yang berdasarkan regulasi lain di luar UU No. 23 Tahun 2014.

(2)

A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a. Perizinan Pendidikan

1 Penerbitan izin perguruan tinggiswasta yang diselenggarakan oleh

masyarakat. 1

Penerbitan izin pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh

masyarakat. 1

Penerbitan izin pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat.

2 Penerbitan izin penyelenggaraansatuan pendidikan asing. 2 yang diselenggarakan olehPenerbitan izin pendidikan khusus

masyarakat. 2

Penerbitan izin pendidikan anak usia dini dan pendidikan

nonformal yang diselenggarakan oleh masyarakat.

B. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a. Upaya Kesehatan

1

Penyelenggaraan registrasi, akreditasi, dan standardisasi fasilitas pelayanan kesehatan publik dan swasta.

1 Penerbitan izin rumah sakit kelas Bdan fasilitas pelayanan kesehatan

tingkat Daerah provinsi. 1

Penerbitan izin rumah sakit kelas C dan D dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat Daerah kabupaten/kota.

2

Penerbitan izin rumah sakit kelas A dan fasilitas pelayanan kesehatan penanaman modal asing (PMA) serta fasilitas pelayanan kesehatan tingkat nasional.

b. Sumber Daya Manusia(SDM) Kesehatan 1

penetapan standarisasi dan registrasi tenaga kesehatan Indonesia, tenaga kesehatan warga negara asing (TK-WNA)

1 Penerbitan izin praktik dan izinkerja tenaga kesehatan.

2

penerbitan rekomendasi

(3)

c. Sediaan Farmasi, AlatKesehatan, dan Makanan Minuman

1

penerbitan pengakuan pedagang besar farmasi (PBF) cabang dan cabang penyalur alat kesehatan (PAK) .

1 penerbitan izin apotek , toko obat,toko alat kesehatan dan optikal.

2 penerbitan pengakuan cabangpenyalur alat kesehatan (PAK) . 2 tradisional (UMOT).Penerbitan izin usaha mikro obat

3 Penerbitan izin usaha kecil obattradisional (UKOT). 3 Penerbitan sertifikat produksi alatkesehatan kelas 1 (satu) tertentu

4

Penerbitan sertifikat perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) kelas 1 (satu) tertentu perusahaan rumah tangga.

5 dan minuman pada industri rumahPenerbitan izin produksi makanan tangga.

C. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a. Bangunan Gedung

1

Penyelenggaraan bangunan gedung di wilayah Daerah kabupaten/kota, termasuk pemberian izin mendirikan bangunan (IMB)

2 sertifikat laik fungsi bangunangedung.

(4)

D. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a. Perumahan

1 Penerbitan izin pembangunan danpengembangan perumahan.

2 Penerbitan sertifikat kepemilikanbangunan gedung (SKBG).

b. Kawasan Permukiman 1 penerbitan izin pembangunan danpengembangan kawasan

permukiman.

c.

Sertifikasi, Kualifikasi, Klasifikasi, dan Registrasi

Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman

1

Sertifikasi, kualifikasi, klasifikasi, dan registrasi bagi orang atau badan hukum yang melaksanakan perancangan dan perencanaan rumah serta perencanaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) tingkat kemampuan besar.

1

sertifikasi dan registrasi bagi orang atau badan hukum yang

melaksanakan perancangan dan perencanaan rumah serta

perencanaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) tingkat

kemampuan menengah.

1

Sertifikasi dan registrasi bagi orang atau badan hukum yang melaksanakan perancangan dan perencanaan rumah serta perencanaan prasarana, sarana dan utilitas umum Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) tingkat kemampuan kecil

E. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA PERLINDUNGAN MASYARAKAT

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Ketenteraman danKetertiban Umum 1 Standardisasi tenaga satuan polisipamong praja

b Kebakaran

1 Standardisasi sarana dan prasaranapemadam kebakaran.

(5)

F. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG SOSIAL

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Pemberdayaan Sosial 1 Penerbitan izin pengumpulansumbangan lintas Daerah provinsi. 1

Penerbitan Izin pengumpulan sumbangan lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

1 Penerbitan izin pengumpulansumbangan dalam Daerah kabupaten/kota.

b Perlindungan danJaminan Sosial 1 Penerbitan izin orang tua angkatuntuk pengangkatan anak antara

WNI dengan WNA. 1

Penerbitan izin orang tua angkat untuk pengangkatan anak antar WNI dan pengangkatan anak oleh orang tua tunggal.

c Sertifikasi dan Akreditasi 1 Pemberian sertifikasi kepadapekerja sosial profesional dan tenaga kesejahteraan sosial.

G. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG TENAGA KERJA

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Produktivitas TenagaPelatihan Kerja dan Kerja

1 Penerbitan izin pemagangan luarnegeri. 1 Perizinan lembaga pelatihan kerja.

2 Pemberian lisensi lembagasertifikasi profesi.

2 kerja.pendaftaran lembaga pelatihan 3 Pelaksanaan sertifikasi kompetensiprofesi.

b Penempatan TenagaKerja 1

Penerbitan izin lembaga

penempatan tenaga kerja swasta (LPTKS) lebih dari 1 (satu) Daerah provinsi.

1 (satu) Daerah kabupaten/kota dalam 1Penerbitan izin LPTKS lebih dari 1

(satu) Daerah provinsi. 1 Penerbitan izin LPTKS dalam 1(satu) Daerah kabupaten/kota.

2 Penerbitan izin pelaksanapenempatan tenaga kerja indonesia

swasta (PPTKIS). 2

Pengesahan RPTKA perpanjangan yang tidak mengandung perubahan jabatan, jumlah TKA, dan lokasi kerja dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

(6)

3

Pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) baru, pengesahan RPTKA perubahan seperti jabatan, lokasi, jumlah tenaga kerja asing, dan kewarganegaraan serta RPTKA perpanjangan lebih dari 1 (satu) Daerah provinsi.

3

Penerbitan perpanjangan IMTA yang lokasi kerja lebih dari 1 (satu) Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

4 Penerbitan izin mempekerjakantenaga kerja asing (IMTA) baru

5 Perpanjangan IMTA yang lokasikerja lebih dari 1 (satu) Daerah provinsi.

c Hubungan Industrial 1

Pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama untuk perusahaan yang mempunyai wilayah kerja lebih dari 1 (satu) Daerah provinsi

1

Pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama untuk yang mempunyai wilayah kerja lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

1

Pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama untuk perusahaan yang hanya beroperasi dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PELINDUNGAN ANAK

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Kualitas HidupPerempuan 1 Standardisasi lembaga penyedialayanan pemberdayaan perempuan.

(7)

c Kualitas Keluarga 1

Standardisasi lembaga penyediaan layanan peningkatan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender (KG) dan hak anak.

I. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PANGAN

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

J. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Izin Lokasi 1 Pemberian izin lokasi lintas Daerahprovinsi. 1 Pemberian izin lokasi lintas Daerahkabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah

provinsi. 1 Pemberian izin lokasi dalam 1(satu) Daerah kabupaten/kota.

b Izin Membuka Tanah 1 Penerbitan izin membuka tanah.

K. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Persampahan

1 Penerbitan izin inseneratorpengolah sampah menjadi energi

listrik. 1

Penerbitan izin pendaurulangan sampah/pengolahan sampah, pengangkutan sampah dan pemrosesan akhir sampah yang diselenggarakan oleh swasta.

2

Penerbitan izin pemanfaatan gas metana (landfill gas) untuk energi listrik di tempat pemrosesan akhir (TPA) regional oleh pihak swasta

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

(8)

M. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

N. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA

No. Sub Urusan Pemerintah Pusat Daerah Provinsi Daerah Kabupaten/ Kota

a. Standardisasi danSertifikasi

1 Standardisasi pelayanan KB

2 Sertifikasi tenaga penyuluh KB/petugas lapangan KB (PKB/PLKB).

O. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERHUBUNGAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Lalu Lintas dan AngkutanJalan (LLAJ) 1

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek lintas negara dan trayek lintas Daerah provinsi.

1 Persetujuan hasil analisis dampak lalulintas untuk jalan provinsi. 1 Penerbitan izin penyelenggaraandan pembangunan fasilitas parkir.

2

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan tidak dalam trayek yang melayani angkutan taksi yang wilayah operasinya melampaui 1 (satu) Daerah provinsi;

2

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

2 Persetujuan hasil analisis dampaklalu lintas untuk jalan kabupaten/kota.

3

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan tidak dalam trayek yang melayani angkutan dengan tujuan tertentu; dan

3

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan taksi yang wilayah operasinya melampaui lebih dari 1 (satu) Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

3

Penerbitan izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek perdesaan dan perkotaan dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota

4 angkutan tidak dalam trayek yangPenerbitan izin penyelenggaraan

melayaniangkutan pariwisata. 4

Penerbitan izin penyelenggaraan taksi dan angkutan kawasan tertentu yang wilayah operasinya berada dalam Daerah

(9)

5 Penerbitan izin penyelenggaraanangkutan barang khusus.

6 Persetujuan hasil analisis dampaklalu lintas untuk jalan nasional.

7 Persetujuan penyelenggaraanterminal barang untuk kepentingan sendiri.

b. Pelayaran

1

Penerbitan izin usaha angkutan laut bagi badan usaha yang melakukan kegiatan pada lintas pelabuhan antar-Daerah provinsi dan internasional.

1

Penerbitan izin usaha angkutan laut bagi badan usaha yang berdomisili dalam wilayah dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar-Daerah kabupaten/ kota dalam wilayah Daerah provinsi.

1

Penerbitan izin usaha angkutan laut bagi badan usaha yang berdomisili dalam Daerah kabupaten/kota dan beroperasi pada lintas pelabuhan di Daerah kabupaten/kota.

2

Penerbitan izin trayek

penyelenggaraan angkutan sungai dan danau untuk kapal yang melayani trayek antar- Daerah provinsi dan/atau antarnegara.

2

Penerbitan izin usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi orang perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan yang beroperasi pada lintas pelabuhan antar- Daerah kabupaten/kota dalam Daerah provinsi, pelabuhan antar-Daerah provinsi, dan pelabuhan Internasional

2

Penerbitan izin usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi orang perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan yang beroperasi pada lintas pelabuhan dalam Daerah kabupaten/kota.

3

Penerbitan izin usaha jasa terkait berupa pengelolaan kapal, perantara jual beli dan/atau sewa kapal, keagenan kapal dan awak kapal.

3

Penerbitan izin trayek

penyelenggaraan angkutan sungai dan danau untuk kapal yang melayani trayek antar-Daerah kabupaten/kota dalam Daerah provinsi yang

bersangkutan.

3

Penerbitan izin usaha

(10)

4

Pembangunan, penerbitan izin pembangunan dan pengoperasian pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

4

Penerbitan izin usaha jasa terkait berupa bongkar muat barang, jasa pengurusan transportasi, angkutan perairan pelabuhan, penyewaan peralatan angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan

angkutan laut, tally mandiri, dan depo peti kemas.

4

Penerbitan izin trayek

penyelenggaraan angkutan sungai dan danau untuk kapal yang melayani trayek dalam Daerah kabupaten/kota yang

bersangkutan.

5

Pembangunan dan penerbitan izin pelabuhan sungai dan danau yang melayani trayek antarnegara dan/atau antar-Daerah provinsi.

5 Pembangunan, penerbitan izinpembangunan dan pengoperasian

pelabuhan pengumpan regional. 5

Penerbitan izin usaha penyelenggaraan angkutan penyeberangan sesuai dengan domisili badan usaha.

6 Penerbitan izin lokasi, membangundan mengoperasikan terminal

khusus. 6

Pembangunan dan penerbitan izin pelabuhan sungai dan danau yang melayani trayek lintas Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

6 Penerbitan izin usaha jasa terkaitdengan perawatan dan perbaikan kapal

7 pelabuhan di pelabuhan utama danPenerbitan izin usaha badan usaha pelabuhan pengumpul. 7

Penerbitan izin usaha badan usaha pelabuhan di pelabuhan pengumpan

regional. 7

Pembangunan, penerbitan izin pembangunan dan pengoperasian pelabuhan pengumpan 10elic.

8 pelabuhan untuk pelabuhan utamaPenerbitan izin pengembangan dan pelabuhan pengumpul. 8

Penerbitan izin pengembangan pelabuhan untuk pelabuhan

pengumpan regional. 8

Pembangunan dan penerbitan izin pembangunan dan pengoperasian pelabuhan sungai dan danau

9

Penerbitan izin pengoperasian pelabuhan selama 24 jam untuk pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

9 Penerbitan izin pengoperasianpelabuhan selama 24 jam untuk

pelabuhan pengumpan regional. 9

Penerbitan izin usaha badan usaha pelabuhan di pelabuhan

pengumpul 10elic.

10

Penerbitan izin pekerjaan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

10 Penerbitan izin pekerjaan pengerukandi wilayah perairan pelabuhan

pengumpan regional. 10

(11)

11 Penerbitan izin pekerjaan reklamasidi wilayah perairan pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul. 11

Penerbitan izin reklamasi di wilayah perairan pelabuhan pengumpan

regional. 11

Penerbitan izin pengoperasian pelabuhan selama 24 jam untuk pelabuhan pengumpan 11elic.

12

Penerbitan izin pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) / Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

12

Penerbitan izin pengelolaan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) di dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) / Daerah

Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) pelabuhan pengumpan regional.

12 Penerbitan izin pekerjaanpengerukan di wilayah perairan pelabuhan pengumpan 11elic.

13 Penerbitan izin reklamasi diwilayah perairan pelabuhan pengumpan 11elic.

14

Penerbitan izin pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) / Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) pelabuhan pengumpan 11elic.

C Penerbangan 1 bangunan tempat pendaratan danpenerbitan izin mendirikan

lepas landas 11elicopter.

d. Perkeretaapian 1

Penerbitan izin usaha, izin pembangunan dan izin operasi prasarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas Daerah provinsi

1

Penerbitan izin usaha, izin pembangunan dan izin operasi prasarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas Daerah kabupaten/kota.

1

(12)

2

Penerbitan izin usaha dan izin operasi sarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin operasi sarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin operasi sarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas dalam 1 (satu) Daerah

kabupaten/kota.

3 Sertifikasi tenaga perawatanprasarana dan sarana

perkeretaapian. 3

Penerbitan izin pengadaan atau pembangunan perkeretapian khusus, izin operasi, dan penetapan jalur kereta api khusus yang jaringannya melebihi 1 (satu) Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

3

Penerbitan izin pengadaan atau pembangunan perkeretapian khusus, izin operasi, dan

penetapan jalur kereta api khusus yang jaringannya dalam Daerah kabupaten/kota.

4

Penerbitan izin pengadaan atau pembangunan perkeretapian khusus, izin operasi, dan penetapan jalur kereta api khusus yang jaringannya melebihi 1 (satu) Daerah provinsi dan batas wilayah negara.

P. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

Q. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KOPERASI, USAHA KECIL, DAN MENENGAH

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Izin Usaha SimpanPinjam 1

Penerbitan izin usaha simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan lintas Daerah provinsi.

1

Penerbitan izin usaha simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan lintas Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

1

(13)

2

Penerbitan izin pembukaan kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan lintas Daerah provinsi

2

Penerbitan izin pembukaan kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin pembukaankantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi simpan pinjam untuk koperasi dengan wilayah keanggotaan dalam Daerah kabupaten/kota.

R. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENANAMAN MODAL

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Promosi PenanamanModal 1 Penyelenggaraan promosipenanaman modal yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. 1

Penyelenggaraan pelayanan penanaman modal yang menjadi

kewenangan Daerah provinsi. 1

Penyelenggaraan promosi penanaman modal yang menjadi kewenangan Daerah

kabupaten/kota.

b Pelayanan PenanamanModal

1 Pelayanan penanaman modal yangruang lingkupnya lintas Daerah

provinsi. 1

Pelayanan perizinan dan nonperizinan secara terpadu satu pintu Penanaman modal yang ruang lingkupnya lintas Daerah kabupaten/kota;

1

Pelayanan perizinan dan nonperizinan secara terpadu 1 (satu) pintu di bidang penanaman modal yang menjadi kewenangan Daerah kabupaten/kota.

2

Pelayanan penanaman modal terkait dengan sumber daya alam yang tidak terbarukan dengan tingkat risiko kerusakan lingkungan yang tinggi.

2

Pelayanan perizinan dan nonperizinan secara terpadu satu pintu Penanaman Modal yang menurut ketentuan peraturan perundang- undangan menjadi kewenangan Daerah provinsi.

(14)

4

Pelayanan penanaman modal yang terkait pada pelaksanaan strategi pertahanan dan keamanan nasional.

5 Pelayanan penanaman modal asing.

S. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

T. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG STATISTIK

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

U. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERSANDIAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

1 Akreditasi dan Sertifikasi

1 Penerbitan sertifikasi sumber dayamanusia sandi.

2 Penerbitan sertifikasi peralatansandi.

V. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Cagar Budaya 1 Penerbitan izin membawa cagarbudaya ke luar negeri. 1 Penerbitan izin membawa cagarbudaya ke luar Daerah provinsi. 1

Penerbitan izin membawa cagar budaya ke luar Daerah

(15)

W. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERPUSTAKAAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a

Sertifikasi Pustakawan dan Akreditasi Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan

1 Penyelenggaraan sertifikasipustakawan.

2 pelatihan perpustakaan.Akreditasi pendidikan dan

X. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEARSIPAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Penyelamatan ArsipPelindungan dan 1

Persetujuan Tertulis jadwal retensi arsip (JRA) lembaga negara, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD dan perguruan tinggi negeri.

2

Persetujuan tertulis pemusnahan arsip di lingkungan lembaga negara, Pemerintah Daerah

provinsi/kabupaten/kota, perguruan tinggi negeri, BUMN, perguruan tinggi swasta dan perusahaan swasta yang

kegiatannya dibiayai dari anggaran negara atau bantuan luar negeri yang memiliki retensi sekurang-kurangnya paling sedikit 10 (sepuluh) tahun.

(16)

c Perizinan 1 Penerbitan izin penggunaan arsipyang bersifat tertutup yang

disimpan di ANRI. 1

Penerbitan izin penggunaan arsip yang bersifat tertutup yang disimpan di

lembaga kearsipan Daerah provinsi. 1

Penerbitan Izin penggunaan arsip yang bersifat tertutup yang disimpan di lembaga kearsipan Daerah kabupaten/kota.

Y. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Kelautan, Pesisir, danPulau-Pulau Kecil

1 Penerbitan izin pemanfaatan ruanglaut nasional. 1 ruang laut di bawah 12 mil di luarPenerbitan izin dan pemanfaatan minyak dan gas bumi.

2 Penerbitan izin pemanfaatan jenisdan genetik (plasma nutfah) ikan antarnegara.

b Perikanan Tangkap 1

Penerbitan izin usaha perikanan tangkap untuk kapal perikanan berukuran di atas 30 Gross Tonase (GT)

1

Penerbitan izin usaha perikanan tangkap untuk kapal perikanan berukuran di atas 5 GT sampai dengan 30 GT.

2

Penerbitan izin usaha perikanan tangkap untuk kapal di bawah 30 Gross Tonase (GT) yang

menggunakan modal asing dan/atau tenaga kerja asing.

2

Penerbitan izin pengadaan kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan dengan ukuran di atas 5 GT sampai dengan 30 GT.

3

Penerbitan izin pengadaan kapal penangkap ikan dan kapal

pengangkut ikan dengan ukuran di atas 30 GT.

3 Pendaftaran kapal perikanan di atas 5GT sampai dengan 30 GT.

(17)

c Perikanan Budidaya

1 Sertifikasi dan izin edar obat/danpakan ikan. 1

Penerbitan IUP di bidang

pembudidayaan ikan yang usahanya lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi

1

Penerbitan IUP di bidang pembudidayaan ikan yang usahanya dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.

2

Penerbitan izin pemasukan ikan dari luar negeri dan pengeluaran ikan hidup dari wilayah Republik Indonesia.

3

Penerbitan Izin Usaha Perikanan (IUP) di bidang pembudidayaan ikan lintas Daerah provinsi dan/atau yang menggunakan tenaga kerja asing.

d Pengolahan danPemasaran

1 Standardisasi dan sertifikasipengolahan hasil perikanan. 1

Penerbitan izin usaha pemasaran dan pengolahan hasil perikanan lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin pemasukan hasil perikanan konsumsi dan nonkonsumsi ke dalam wilayah Republik Indonesia.

3

Penerbitan izin usaha pemasaran dan pengolahan hasil perikanan lintas Daerah provinsi dan lintas negara.

e Masyarakat KelautanPengembangan SDM

(18)

Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PARIWISATA

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Destinasi Pariwisata 1 Penetapan tanda daftar usahapariwisata lintas Daerah provinsi 1

Penetapan tanda daftar usaha pariwisata lintas Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

1 Penetapan tanda daftar usahapariwisata kabupaten/kota.

AA. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANIAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Sarana Pertanian

1 Standardisasi, dan pengawasanmutu/formula sarana pertanian. 1 Penerbitan sertifikasi dan pengawasanperedaran benih tanaman.

2 Penerbitan sertifikasi benih/bibitternak, pakan, hijauan pakan ternak (HPT) dan obat hewan.

3 Penerbitan nomor izin pendaftaranobat hewan.

4

Penerbitan sertifikasi cara pembuatan obat hewan yang baik (CPOHB) dan cara pembuatan pakan yang baik (CPPB).

b Kesehatan MasyarakatKesehatan Hewan dan Veteriner

1 Penetapan persyaratan tekniskesehatan masyarakat veteriner. 1

Penerapan persyaratan teknis sertifikasi zona/kompartemen bebas penyakit dan unit usaha produk hewan.

2

Penetapan persyaratan teknis sertifikasi zona/kompartemen bebas penyakit dan unit usaha produk hewan.

(19)

c Perizinan UsahaPertanian

1 Pendaftaran pakan, produk hewan,alat mesin peternakan, alat mesin kesehatan hewan dan obat hewan. 1

Penerbitan izin usaha pertanian yang kegiatan usahanya lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

1 Penerbitan Izin usaha pertanianyang kegiatan usahanya dalam Daerah kabupaten/kota.

2

Penerbitan rekomendasi pemasukan dan pengeluaran hewan, benih/bibit ternak dan tanaman pakan, bahan pakan dan pakan keluar dan ke dalam wilayah Indonesia.

2

Penerbitan izin pembangunan laboratorium kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner di Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin usaha produksi benih/bibit ternak dan pakan, fasilitas pemeliharaan hewan, rumah sakit hewan/pasar hewan, rumah potong hewan.

3 Penetapan persyaratan teknislaboratorium. 3 Penerbitan izin usaha peternakandistributor obat hewan. 3 Penerbitan Izin usaha pengecer(toko, retail, sub distributor) obat hewan

4 Penerbitan izin usahaprodusen/importir obat hewan.

5 Pendaftaran/izin formula pupuk,pestisida, alsintan dan obat hewan.

BB. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEHUTANAN

Tidak disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014

CC. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Geologi 1

(20)

1

Penerbitan izin usaha

pertambangan mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan batuan pada wilayah izin usaha Pertambangan yang berada pada wilayah lintas Daerah provinsi

1

Penerbitan izin usaha pertambangan mineral logam dan batubara dalam rangka penanaman modal dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan Daerah yang berada dalam 1 (satu) Daerah provinsi termasuk wilayah laut sampai dengan 12 mil laut.

2

Penerbitan izin usaha

pertambangan mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan batuan pada wilayah izin usaha pertambangan yang berbatasan langsung dengan negara lain.

2

Penerbitan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan dalam rangka penanaman modal dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan yang berada dalam 1 (satu) Daerah provinsi termasuk wilayah laut sampai dengan 12 mil laut.

3

Penerbitan izin usaha

pertambangan mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan batuan pada wilayah laut lebih dari 12 mil

3

Penerbitan izin pertambangan rakyat untuk komoditas mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan batuan dalam wilayah pertambangan rakyat.

4 Penerbitan izin usahapertambangan dalam rangka

penanaman modal asing. 4

(21)

5 Pemberian izin usahapertambangan khusus mineral dan

batubara. 5

Penerbitan izin usaha jasa

pertambangan dan surat keterangan terdaftar dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang kegiatan usahanya dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

6

Pemberian registrasi izin usaha pertambangan dan penetapan jumlah produksi setiap Daerah provinsi untuk komiditas mineral logam dan batubara.

7

Penerbitan izin usaha

pertambangan operasi produksi khusus untuk pengolahan dan pemurnian yang komoditas tambangnya yang berasal dari Daerah provinsi lain di luar lokasi fasilitas pengolahan dan

pemurnian, atau impor serta dalam rangka penanaman modal asing.

8 Penerbitan izin usaha jasapertambangan

9

surat keterangan terdaftar dalam rangka penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing yang kegiatan usahanya di seluruh wilayah Indonesia.

b. Energi Baru Terbarukan 1 Penerbitan izin pemanfaatanlangsung panas bumi lintas Daerah

provinsi. 1

Penerbitan izin pemanfaatan langsung panas bumi lintas Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

(22)

2 Penerbitan izin panas bumi untukpemanfaatan tidak langsung. 2

Penerbitan surat keterangan terdaftar usaha jasa penunjang yang kegiatan usahanya dalam 1 (satu) Daerah provinsi.

3

Penerbitan surat keterangan terdaftar usaha jasa penunjang yang kegiatan usahanya dalam lintas Daerah provinsi.

3

Penerbitan izin, pembinaan dan pengawasan usaha niaga bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain dengan kapasitas penyediaan sampai dengan 10.000 (sepuluh ribu) ton per tahun.

4

Penerbitan izin usaha niaga bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain dengan kapasitas penyediaan di atas 10.000 (sepuluh ribu) ton pertahun.

c. Ketenagalistrikan

1 Penetapan wilayah usahapenyediaan tenaga listrik dan izin jual beli tenaga listrik lintas negara. 1

Penerbitan izin usaha penyediaan tenaga listrik non badan usaha milik negara dan penjualan tenaga listrik serta penyewaan jaringan kepada penyedia tenaga listrik dalam Daerah provinsi.

2

Penerbitan izin usaha penyediaan tenaga listrik lintas Daerah provinsi, badan usaha milik negara dan penjualan tenaga listrik serta penyewaan jaringan kepada penyedia tenaga listrik lintas Daerah provinsi atau badan usaha milik negara.

(23)

3

Penerbitan izin operasi yang fasilitas instalasinya mencakup lintas Daerah provinsi atau berada di wilayah di atas 12 mil laut.

3

penerbitan izin pemanfaatan jaringan untuk telekomunikasi, multimedia, dan informatika dari pemegang izin yang ditetapkan Pemerintah Daerah provinsi

4

Penetapan tarif tenaga listrik untuk konsumen dan penerbitan izin pemanfaatan jaringan untuk telekomunikasi, multimedia, dan informatika dari pemegang izin yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

4

Persetujuan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik, rencana usaha penyediaan tenaga listrik, penjualan kelebihan tenaga listrik dari pemegang izin yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah provinsi.

5

Persetujuan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik, rencana usaha penyediaan tenaga listrik, penjualan kelebihan tenaga listrik dari pemegang izin yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

5

Penerbitan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik bagi badan usaha dalam negeri/mayoritas sahamnya dimiliki oleh penanam modal dalam negeri

6

Penerbitan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik yang dilakukan oleh badan usaha milik negara atau penanam modal asing/mayoritas sahamnya dimiliki oleh penanam modal asing.

DD. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERDAGANGAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Pendaftaran PerusahaanPerizinan dan 1 Penerbitan izin usaha untukperantara perdagangan properti 1

Penerbitan surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol toko bebas bea dan rekomendasi penerbitan SIUP-MB bagi distributor.

(24)

2 Penerbitan izin usaha untukpenjualan langsung 2

Penerbitan surat izin usaha perdagangan bahan berbahaya pengecer terdaftar, pemeriksaan sarana distribusi bahan berbahaya, dan pengawasan distribusi, pengemasan dan pelabelan bahan berbahaya di tingkat daerah provinsi

2 Penerbitan tanda daftar gudang.

3 Penerbitan izin usaha untukperwakilan perusahaan

perdagangan asing 3

Rekomendasi untuk penerbitan Pedagang Gula Antar Pulau Terdaftar(PGAPT) dan Surat PersetujuanPerdagangan Gula Rafinasi Antar Pulau(SPPGRAP).

3 Penerbitan surat keteranganpenyimpanan barang (SKPB).

4 Penerbitan izin usaha untuk usahaperdagangan yang di dalamnya terdapat modal asing 4

Penerbitan surat keterangan asal (bagi Daerah provinsi yang telah ditetapkan sebagai instansi penerbit surat keterangan asal).

4

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk penerima waralaba dari waralaba dalam negeri

5 Penerbitan izin usaha untuk jasasurvei dan jasa lainnya di bidang

perdagangan tertentu; dan 5 Penerbitan angka pengenal importir(API). 5

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk penerima waralaba lanjutan dari warlaba dalam negeri.

6 Penerbitan izin usaha untukpendaftaran agen dan/atau

distributor. 6

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk penerima waralaba lanjutan dari waralaba luar negeri.

7

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk pemberi waralaba dari dalam negeri

7

(25)

8 Penerbitan surat tanda pendaftaranwaralaba (STPW) untuk pemberi

waralaba dari luar negeri. 8

Rekomendasi penerbitan PKAPT (Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar ) dan pelaporan rekapitulasi perdagangan kayu atau pulau.

9

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk pemberi waralaba lanjutan dari waralaba dalam negeri

9

Penerbitan surat keterangan asal (bagi Daerah kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagai instansi penerbit surat keterangan asal).

10

Penerbitan surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) untuk pemberi waralaba lanjutan dari waralaba luar negeri

11 Penerbitan surat tanda pendaftaranwaralaba (STPW) untuk penerima waralaba dari waralaba luar negeri

12

(26)

13

Penerbitan surat izin usaha perdagangan bahan berbahaya distributor terdaftar, pembinaan terhadap importir produsen bahan berbahaya, importir terdaftar bahan berbahaya, distributor terdaftar bahan berbahaya dan produsen terdaftar bahan berbahaya, dan pengawasan distribusi pengemasan dan pelabelan bahan berbahaya.

14 Pengakuan pedagang kayuantarpulau terdaftar (PKAPT).

15

Pengakuan pedagang gula antarpulau (PGAPT), surat persetujuan perdagangan gula antarpulau (SPPGAP), dan surat persetujuan perdagangan gula rafinasi antarpulau (SPPGRAP).

16 Penerbitan angka pengenalimportir (API) bagi perusahaan tertentu.

b Pengembangan Ekspor 1

Penerbitan izin penyelenggaraan pameran dagang dengan

(27)

EE. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERINDUSTRIAN

No.

Sub Urusan

Pemerintah Pusat

Daerah Provinsi

Daerah Kabupaten/ Kota

a Perizinan

1

Penerbitan IUI(Izin Usaha Industri) Kecil, IUI Menengah dan IUI Besar untuk industri yang berdampak besar pada lingkungan

1 Penerbitan IUI Besar. 1 Penerbitan IUI kecil dan IUIMenengah.

2 Penerbitan IUI Kecil, IUI Menengahdan IUI Besar untukindustri

minuman beralkohol 2 Penerbitan IPUI bagi industri besar. 2 Penerbitan IPUI bagi industri kecildan menengah.

3 Penerbitan IUI Kecil, IUI Menengahdan IUI Besar untuk industri

strategis 3

Penerbitan IUKI dan IPKI yang lokasinya lintas Daerah

kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah provinsi

3 Penerbitan IUKI dan IPKI yanglokasinya di Daerah kabupaten/kota.

4 Penerbitan IPUIUsaha Industri)bagi industri yang(Izin Perluasan berdampak besar pada lingkungan

5 Penerbitan IPUI bagi industriminuman beralkohol

6 Penerbitan IPUI bagi industristrategis

(28)

8

Penerbitan IUI/IUKI dan IPUI/IPKI yang merupakan penanaman modal asing dan penanam modal yang menggunakan modal asing, yang berasal dari pemerintah negara lain, yang didasarkan perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah negara lain.

b Sistem Informasi IndustriNasional

1 Penyampaian laporan informasiindustri untuk IUI Besar dan Izin

perluasannya 1

Penyampaian laporan informasi industri untuk IUI Kecil dan Izin Perluasannya

2

Penyampaian laporan informasi industri untuk IUKI dan IPKI yang lokasinya lintas Daerah

kabupaten/kota.

2 Penyampaian laporan informasiindustri untuk IUI Menengah dan Izin Perluasannya

3

Penyampaian laporan informasi industri untuk IUKI dan IPKI yang lokasinya di Daerah

kabupaten/kota.

FF. PEMBAGIAN URUSAN BIDANG TRANSMIGRASI

(29)

Kalkulasi Jumlah Perizinan dan Non Perizinan dalam Pembagian Urusan Pemerintahan Konkuren

No

Urusan Pemerintah Bidang

Kewenangan Pusat Jumlah Kewenangan

Jumlah

Provinsi

Jumlah

Kewenangan

Kab-Kota

A

Pendidikan

2

2

2

B

Kesehatan

4

4

7

C

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1

0

3

D

Perumahan dan Kawasan pemukiman

1

1

4

E

Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat

3

0

0

F

Sosial

3

2

1

G

Tenaga Kerja

9

4

5

H

Perlindungan Anak

3

0

0

I

Pangan

0

0

0

J

Pertahanan

1

1

2

K

Lingkungan Hidup

2

0

1

L

Adiministrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

0

0

0

M

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

0

0

0

N

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

2

0

0

O

Perhubungan

23

18

21

P

Komunikasi dan Informatika

0

0

0

Q

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

2

2

2

R

Penanaman Modal

6

3

2

S

Kepemudaan dan Olahraga

0

0

0

T

Statistik

0

0

0

U

Persandian

2

0

0

V

Kebudayaan

1

1

1

W

Perpustakaan

2

0

0

(30)

Y

Kelautan dan Perikanan

14

6

1

Z

Pariwisata

1

1

1

AA

Pertanian

11

6

3

BB

Kehutanan

0

0

0

CC

Energi dan Sumber Daya Mineral

19

14

1

DD

Perdagangan

17

5

9

EE

Perindustrian

8

5

6

FF

Transmigrasi

0

0

0

JUMLAH

141

76

73

Untuk keterangan atau info lebih lengkap mengenai analisis di atas, dapat menghubungi kantor perwakilan kami:

PUPUK Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232 Phone : +62 31 8283976

Fax : +62 31-8275386 Email:[email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor apa yang menghambat kinerja pegawai dalam pelayanan penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pada Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal

Program Pengelolaan Mineral dan Batubara didukung oleh kegiatan Penatausahaan Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam atau Batubara dalam rangka Penanaman Modal dalam Negeri

BIDANG DATA, INFORMASI PELAYANAN UMUM, & PENGADUAN DAN BIDANG PENGOLAHAN & PENERBITAN PERIZINAN & NON PERIZINAN NAMA SOP : Pelayanan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Penyusunan Rekomendasi Perizinan dan Informasi Izin Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri pada Wilayah Izin Usaha

Penerbitan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan dalam rangka penanaman dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan daerah yang berada dalam satu

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam meningkatkan kualitas pelayanan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat:

 Hasil penelitian berdasarkan pengamatan, dokumentasi, dan wawancara yang telah dilakukan menunjukan bahwa kepastian waktu penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal

Kasie pelayanan memberikan nomor dan tanggal pada surat izin dan menyerahkan Surat Izin Usaha Pertambangan IUP Operasi Produksi Mineral Bukan Logam dan Batuan dalam rangka Penanaman