• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencatatan Rekam Medis Arsip Rekam Medis (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pencatatan Rekam Medis Arsip Rekam Medis (1)"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI... 3

PENDAHULUAN... 4

MANFAAT... 5

FITUR DAN KEMAMPUAN ... 5

SPESIFIKASI TEKNIS... 6

ARSITEKTUR SISTEM APLIKASI... 8

MODUL APLIKASI...10

PELAYANAN PASIEN ...14

REKAM MEDIS ...19

LAPORAN REKAM MEDIS...21

FARMASI...23

LOGISTIK, INVENTORY DAN GUDANG OBAT...25

KEUANGAN...26

PERSONALIA...28

INSTALASI GIZI...29

HUMAS DAN PEMASARAN...30

BRIDGING BPJS (CETAK SEP) ...31

BRIDGING BPJS (KLAIM TINDAKAN INACBG S)...35

E-MEDICAL RECORD...37

BROSUR...38

SERTIFIKAT HAKI...39

AWARD...40

(4)

PENDAHULUAN

Pemanfaatan teknologi informasi sebagai jawaban terhadap semakin tingginya tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas layanan publik semakin meluas di berbagai sektor termasuk di lembaga penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit. Hal ini ditandai dengan maraknya pengimplementasian solusi teknologi informasi baik di rumah sakit milik pemerintah maupun rumah sakit yang dikelola pihak swasta. Teknologi informasi diharapkan bisa memberikan solusi-solusi terhadap masalah kerumitan birokrasi dan transparansi serta meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan dalam hal efektivitas, efisiensi, fleksibilitas dan kecepatan. Hal ini tentunya diharapkan bermuara pada perbaikan kinerja pelayanan rumah sakit serta terciptanya manajemen operasional rumah sakit yang bersih dan mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat danstakeholder-nya.

Namun seringkali implementasi solusi teknologi informasi di rumah sakit tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Penggunaan software aplikasi di rumah sakit seringkali diterapkan secara parsial di setiap unit organisasi dimana aplikasi-aplikasi ini tidak saling compatible antara satu dengan yang lainnya. Aplikasi-aplikasi ini umumnya bergantung pada platform dan sistem operasi tertentu yang menyulitkan proses integrasi dan pengembangan sistem aplikasi selanjutnya. Setiap software aplikasi dengan fungsi tertentu ini memiliki database dan format data yang berbeda yang mengarah pada duplikasi data. Berbagi data (data sharing) pun seringkali sulit dilakukan.

(5)

terkendalinya pemakaian stok obat. Terlebih lagi hal ini dikaitkan dengan kondisi dimana permintaan obat di rumah sakit datang secara bersamaan dari berbagai titik pelayanan perawatan.

Secara internal terkadang pula timbul ungkapan ketidakpuasan atas pembagian jasa medis dokter yang diakibatkan oleh proses rekapitulasi yang memakan waktu lama dan/atau data yang kurang akurat. Hal ini tentunya dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan saling curiga yang berbuntut pada penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut di atas, kami mengembangkan sistem aplikasi rumah sakit terintegrasi SEHATi|wrc - yang memadukan beragam

fungsi dalam manajemen operasional rumah sakit dalam satu kesatuan sistem. Hal ini dimaksudkan untuk bisa mengatasi masalah penggunaan beragam software aplikasi pada setiap unit organisasi/ fungsional yang menyulitkan proses pemeliharaan sistem dan penyediaan informasi yang menyeluruh bagi manajemen.

MANFAAT

Sasaran pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terpadu

-SEHATI|wrc - ini adalah tersedianya alat bantu pengelolaan dan pengawasan

operasional rumah sakit sehingga dapat diwujudkan 5 prinsip pengelolaan dan pengawasan operasional layanan rumah sakit, yakni:

1. Efisiensi dan efektivitas pengelolaan operasional rumah sakit; 2. Akuntabilitas pengelolaan operasional rumah sakit;

3. Kemudahan, kenyamanan pelayanan bagi masyarakat (pasien); 4. Peningkatan produktivitas pegawai rumah sakit;

5. Mampu telusur (traceable) dan monitoring proses pengelolaan operasional rumah sakit.

FITUR DAN KEMAMPUAN

Spesifikasi fungsional dari aplikasiSEHATi|wrcadalah sebagai berikut:

o Tersedia informasi mengacu pada data terakhir (last update) di data center; o Laporan secara berkala dalam bentuk tabulasi dan grafik

o Laporan dapat diekspor ke dalam format spreadsheet (.xls) o Laporan dapat dicetak dalam format pdf;

o Mampu menampilkan komparasi laporan untuk keperluan analisa;

o Mampu melakukan risalah terhadap data pelaporan, baik secara independen,

rekapitulasi maupun komparasi untuk kebutuhan eksekutif terutama untuk penunjang keputusan (fungsiDecision Support System);

o Mampu melakukan administrasi pengguna, kelompok pengguna dan hak akses

(6)

o Mampu melakukan administrasi modul-modul yang tersedia sesuai dengan

fungsi dan hak akses masing-masing;

o Mampu menyediakan antarmuka masukan dan keluaran pada setiap modul

aplikasi yang dibangun;

o Mampu merancang desain tampilan yang mempermudah pengguna untuk

dapat memanfaatkan seluruh modul aplikasi dengan baik;

o Mampu mengintegrasikan modul-modul yang dibangun dalam satu kesatuan

aplikasi terintegrasi.

o Mampu memfasilitasi lingkungan multi user (melalui login) dengan perbedaan

hak akses;

o Mampu menyimpan data secara historis jika ada koreksi terhadap data untuk

seluruh modul aplikasi;

o Mampu melakukan pencarian terhadap data berdasarkan kata kunci secara

cepat.

o Mengimplementasikan konsep-konsep keamanan dan availabilitas sistem.

SPESIFIKASI TEKNIS

Untuk membangun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terpadu -SEHATi|wrc

-sesuai kebutuhan bisnis dan teknis seperti yang dipaparkan di atas, kami mengusulkan teknologi-teknologi kunci sebagai berikut.

a. Platform

Semua modul aplikasi dibangun dengan platform berikut:

 Development Platform: Visual Studio 2005 dan VSTO v3.0 sebagai bagian dari teknologi .NET Framework 2.

 Sistem Operasi: Microsoft Windows Server 2003 atau 2008

 Database Server MS SQL Server 2005/2008

b. Data Provider

(7)

c. Reporting/Charting

Penggunaan ReportViewer juga memungkinkan ekspor report menjadi format dokumen umum, seperti: Microsoft Word, Microsoft Excel, dan PDF.

d. Implementasi Visual Studio 2005 Tools for Office

Visual Studio Tools for Office version 3.0 (VSTO v3) adalah sekumpulan teknologi .NET yang digunakan untuk membangun aplikasi berbasis Microsoft Office. Implementasi VSTO diperlukan untuk membangun fitur yang menampilkan hasil pemeriksaan laboratorium dalam bentuk grafik berbasis Microsoft Excel sebagai bagian dari Microsoft Office.

Adapun spesisikasi minimum Perangkat Keras Komputer yang diperlukan untuk mendukung aplikasiSEHATi|wrcini dibagi menjadi 2 bagian sebagai berikut:

1. Application/Data Center

No Item Kebutuhan

1 Operasional Server

Prosesor Xeon 3.0 GHz Sistem Operasi Windows Server Framework Framework .NET 3.5 RDBMS SQL Server 2005

Memori 2 GB memory

Network Gigabits Ethernet ports Harddisk 2 x 160 GB Hot Swap

2 Backup Server (recommended)

Prosesor Xeon 3.0 GHz

Sistem Operasi Windows Server 2005 Framework Framework .NET 3.5 RDBMS SQL Server 2005

Memori 2 GB memory

Network Gigabits Ethernet ports Harddisk 250 GB Hot Swap

2. Klien/ Workstation

No Item Kebutuhan

1 PC Client

Prosesor Intel Pentium 4 Sistem Operasi Windows XP/Vista

Memori 512 MB

(8)

ARSITEKTUR SISTEM APLIKASI

Berikut adalah arsitektur aplikasi:

Gambar 1 Arsitektur Aplikasi SEHATi|wrc

Aplikasi SEHATi|wrc dirancang sebagai software aplikasi yang berjalan di jaringan LAN

berbasi protokol TCP/IP, yang dapat diakses oleh berbagai unit kerja (Instalasi/Departemen). Koneksi ke jaringan internet bersifat opsional bergantung kebutuhan pihak Rumah Sakit . Di bagian IT (EDP) terdapat NOC (Network Operation Center) dimana ditempatkan mesin server yang mengelola semua proses pengolahan data dari aplikasi SEHATi|wrc. Direkomendasikan pula untuk menyediakan server

(9)

Gambar 2 Contoh Infrastruktur Jaringan Lokal (LAN)

(10)

MODUL APLIKASI

SEHATi|wrc terdiri dari 2 paket, yakni paket Core System dan paket Support System.

Paket Core System menangani proses pelayanan yang terkait langsung dengan layanan medis, sementara paket Support System menangani proses pendukung operasional pengelolaan rumah sakit seperti modul personalia, keuangan, dan lain-lain.

Gambar 3 Contoh Tampilan Depan Aplikasi SEHATi|wrc

Rincian modul aplikasi yang terdapat pada Core dan Support System adalah sebagai berikut:

(11)

Berikut adalah modul-modul yang ada pada AplikasiSEHATi|wrc

No Modul Sub Modul

1 Master Data a. Setting Umum

• Data Rumah Sakit • Daftar Menu • Daftar Peran • Otorisasi Menu

• Kegiatan Perubahan Basis Data b. Setting Master Data Keuangan

• Produk dan Tarif

c. Setting Master Data Rekam Medis • Pasien

• Unit Rumah Sakit • Berkas Rekam Medis d. Setting Master Data Personalia

• Data Pegawai • Jadwal Dokter Klinik • Daftar Dokter Rawat • Profesi Pegawai • Spesialiasasi Pegawai • Jabatan Pegawai

2 Pelayanan PasienPendaftaran a. Pendaftaran Rawat Jalan b. Pendaftaran IGD

c. Pendaftaran Rawat Inap d. Pendaftaran Laboratorium e. Pendaftaran Radiologi f. SJP Rawat Jalan g. SJP Rawat Inap

h. Pendaftaran Supervisor

3 Pelayanan PasienPenata Jasa a. Penata Jasa Rawat Jalan b. Penata Jasa IGD

c. Penata Jasa Rawat Inap d. Penata Jasa Ruang OK

4 Pelayanan PasienKasir a. Kasir Rawat Jalan

b. Kasir Rawat Inap c. Kasir IGD

d. Kasir Laboratorium e. Kasir Radiologi

f. Closing Data Pasien Rawat Jalan

g. Transfer dari Rawat Jalan ke Rawat Inap h. Closing Data pasien IGD

(12)

5 Rekam Medis a. Pencatatan Rekam Medis b. Arsip Rekam Medis c. Entry Hasil Laboratorium d. Entry Hasil Radiologi

6 Laporan Rekam Medis a. Laporan RL

b. Rekap Kegiatan TPP c. Kunjungan Pasien

i. Laporan Indikator Mutu

j. Pembatalan Pasien Rawat Jalan k. Laporan Kunjungan Pengunjung l. Indeks Penyakit/Tindakan

m. Laporan Statistik Rekam Medis : BOR, AvLOS, TOI, GDR, NDR

7 Hubungan Masyarakat (HUMAS) Data Rekanan

8 Personalia a. Absensi

b. Penggajian

9 Laporan Keuangan SIMRS a. Bendahara Penerima

b. Penerimaan Unit RJ, IGD, ODC

c. Produk yang diperoleh Pasien RJ, IGD, ODC

d. Penerimaan Rawat Inap Harian e. Total Transaksi per Pasien

f. Penerimaan Kasir Rawat Jalan, IGD dan ODC

g. Penerimaan Operator h. Penerimaan Kasir Rawat Inap i. Rekap Jasa Dokter

j. Tagihan Pasien Rawat Inap per Ruangan k. Penggunaan Produk

l. Detil Penggunaan Produk

m. Penerimaan Bendahara dari Semua Operator

10 Farmasi a. Transaksi Penjualan

(13)

11 Logistik, Inventory dan Gudang

12 Instalasi Gizi a. Jadwal Makan

b. Kebutuhan Gizi c. Order Pihak Ketiga d. Penerimaan e. Retur Penerimaan f. Distribusi Makanan g. Pembayaran Penerimaan h. Daftar Menu Makanan i. Laporan-Laporan

13 Bridging BPJS a. Cetak SEP

b. Klaim INACBG s

14 E-Medical Record a. Anamnesa

b. Vital Sign

(14)

PELAYANAN PASIEN

Modul Pelayanan Pasien ini meliputi seluruh Unit di Rumah Sakit, seperti Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat, Rawat Inap dan Fasilitas Penunjang lainnya, seperti Laboratorium dan Radiologi. Modul-modul yang ada meliputi :

a. Pendaftaran b. Penata Jasa c. Kasir

Berikut adalah tampilan-tampilan untuk Modul Pelayanan Pasien :

(15)

Gambar 7 Tampilan Form Entri Jadwal Kamar Operasi

(16)

Gambar 9 Tampilan Form Entri Biodata Pasien

(17)

Gambar 11 Tampilan Form Penetapan Biaya Layanan Rawat Jalan

(18)

Gambar 13 Tampilan Form Pembayaran Rawat Inap

(19)

REKAM MEDIS

Modul ini memuat catatan kesehatan para pasien dari sejak mereka menerima pelayanan perawatan dari berbagai bagian (instalasi) di rumah sakit hingga pasien pulang.

Berikut adalah tampilan-tampilan untuk Modul Rekam Medis :

Gambar 15 Tampilan Form Rekam Medis Riwayat Kunjungan

(20)

Gambar 17 Tampilan Form Rekam Medis Fasilitas Entri untuk Diagnosa Dokter

(21)

LAPORAN REKAM MEDIS

Laporan-laporan yang dihasilkan, disesuaikan dengan standar pemerintah. Laporan untuk manajemen, disesuaikan dengan kebutuhan.

Gambar 19 Tampilan Laporan Pendaftaran Pasien Rawat Inap

(22)

Gambar 21 Tampilan Laporan Data Penyakit di Unit Rawat Jalan

(23)

FARMASI

Modul ini mengelola data informasi obat, dirancang untuk dapat memberikan pelayanan Konsultasi Informasi dan Edukasi, Pelayanan Informasi Obat (PIO) secaramudah,cepatdan

akurat. Selain itu modul inipun mengelola data obat diseluruh gudang rumah sakit, apotek-apotek dan toko-toko satelit yang menangani penjualan barang-barang medis. Sebuah sistem manajemen gudang disiapkan secara khusus termasuk manajemen pelayanan resep, pencetakan label etiket obat, pesanan bahan dan transfer/mutasi barang.

Gambar 23 Tampilan Form Layanan Farmasi Rawat Jalan

(24)

Gambar 25 Tampilan Form Cetak Etiket

Gambar 26 Tampilan Form Rekapitulasi Etiket

(25)

LOGISTIK, INVENTORY DAN GUDANG OBAT

Modul ini mengatur pencatatan barang-barang logistik, inventori dan gudang obat. Pembelian barang-barang medis dan non medis meliputi pesanan yang telah direkomendasikan, manajemen inventarisasi barang dan transaksi/mutasi.

Berikut adalah contoh tampilan untuk Modul Logistik, Inventori dan Gudang Obat.

Gambar 27 Tampilan Form Perencanaan Pemesanan Barang

(26)

Gambar 29 Tampilan Form Transaksi Penerimaan Barang

KEUANGAN

Mencatat transaksi keuangan rumah sakit terkait dengan layanan medis. o Pendapatan dan Biaya

o Jurnal

o Laporan Keuangan

(27)

Gambar 31 Tampilan Form Penerimaan Bendahara

(28)

Gambar 33 Tampilan Laporan Jasa Dokter

PERSONALIA

Modul ini menangani pengelolaan administrasi personalia seperti absensi dan penggajian.

(29)

INSTALASI GIZI

Modul ini digunakan untuk mengelola data-data pada Instalasi Gizi, meliputi data-data makanan yang diterima oleh pasien berdasarkan diet-nya.

Berikut adalah contoh tampilannya.

Gambar 35 Tampilan Form Informasi Jadwal Makanan

(30)

HUMAS DAN PEMASARAN

Modul Humas dan Pemasaran berfungsi untuk mendata pelanggan Rumah Sakit serta kontrak kerjasama dengan rekanan instansi/perusahaan.

Berikut adalah contoh tampilannya.

Gambar 37 Tampilan Form Input Data Rekanan

(31)

BRIDGING BPJS (CETAK SEP)

Bridging system merupakan penggunaan aplikasi berbasis web service yang menghubungkan sistem pelayanan kesehatan menjadi satu, sehingga mampu meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau pukesmas, dan pelayanan kesehatan lain. Bridging System dikembangkan untuk menghubungkan dua atau lebih system yang berbeda, dengan tujuan :

- Meningkatkan efektivitas entry data processing

- Efisiensi dalam penggunaan sumber daya (waktu, biaya, komputer), tenaga operator

- Tranparansi tetapi tidak saling intervensi antara kedua system

- Hubungan kedua sistem dikelola dengan web service yang akan membatasi juga akses masing-masing

- Tingkat keamanan dan kerahasiaan masing-masing terjaga - Kecepatan dalam proses pengelolaan baik klaim

Manfaat Implementasi Bridging System BPJS : A. Untuk Peserta

o Proses Antrian lebih cepat

o Registrasi Peserta hanya pada system Rumah Sakit o Peserta Lebih Cepat Mendapat Pelayanan

B. Untuk Rumah Sakit

o Meningkatkan layanan Administrasi Peserta

o Penghematan Sumber Daya Manusia dan Sarana serta prasarana o Kecepatan dan keakurasian perekaman data pelayanan kesehatan o Kecepatan proses pengajuan klaim

C. Untuk BPJS Kesehatan

o Akurasi data peserta o Kecepatan proses klaim o Percepatan pembayaran klaim

o Kecepatan pengolahan data dan informasi Pelayanan

(32)

Gambar 39 Hubungan antara SIMRS, INACBG dan BPJS

Gambar di bawah ini menunjukkan tampilan form untuk melakukan setting koneksi webservice antara Aplikasi SEP dan Aplikasi SIRS. Data yang dibutuhakn adalah Const Id, Secret Key dan URL webservicenya.

Gambar 40 Setting Koneksi Web Service SEP

Gambar 41 Tampilan Form Biodata Pasien denganbuttonPencarian Data Pasien BPJS

(33)

Gambar 42 Tampilan Form Pembuatan Nomor SEP

Gambar 43 Print Out Surat Eligibilitas Peserta (SEP)

(34)

Gambar 44 Tampilan Integrasi BPJS dengan Pembayaran di Rawat Inap

(35)

BRIDGING BPJS (KLAIM TINDAKAN INACBG s)

Bridging aplikasi SIMRS dengan INACBG's merupakan aplikasi atau teknik untuk menjembatani komunikasi data antara SIMRS dengan aplikasi INACBGs sehingga meningkatkan :

- efektivitas entry data processing, - akurasi data peserta,

- efisiensi penggunaan sumber daya, serta

- lebih cepat dalam proses pengelolaan, baik klaim, piutang dan verifikasi - informasi layanan bisa meningkat,

- adanya transparansi pembiayaan karena perekaman data pada setiap sistem sama.

Dengan proses Integrasi ini, petugas entry data klaim tidak perlu lagi mengetik data identitas pasien, dan kesalahan penulisan No. SEP dan No. Peserta dapat diminimalisir secara signifikan. Karena data diambil langsung dari server SEP sehingga kebenarannya bisa diandalkan dan jika sudah dilakukan bridging SIMRS-INACBG s, sehingga tidak perlu entry pada aplikasi INACBG untuk melakukan klaim.

(36)

Gambar 47 Form Export Data Pasien ke format TXT

(37)

E-MEDICAL RECORD

Merupakan modul yang digunakan untuk melakukan pencatatan Medical Record menggunakan perangkatMobile (PC tablet).

Gambar 49 Tampilan Form Pemilihan Pasien

(38)
(39)
(40)
(41)

DAFTAR IMPLEMENTASI

Pusat Mata Nasional RS. Mata Cicendo Bandung

RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu RSUP Hasan Sadikin, Pemprov. Jawa Barat

RSUD Tarakan, Pemprov. DKI Jakarta • RSUD Gayo Lues

RS Provinsi Kepulauan Riau RSUD 45 Kabupaten Kuningan RSUD Solok Selatan (Modul Billing). RSD Basemah, Kota Pagar Alam

RS Immanuel Bandung (Instalasi Farmasi) RS Al Ihsan Bandung, (Sistem Informasi Obat)

RS Sentosa International Hospital, (Sistem Informasi Obat) Poliklinik Widya Bhakti Inti

Gambar

Gambar 4 Modul Aplikasi SEHATi|wrc
Gambar 5 Halaman Utama Aplikasi SEHATi|wrc
Gambar 6 Tampilan Form Pendaftaran Rawat Jalan
Gambar 8 Tampilan Form Pendaftaran Laboratorium
+7

Referensi

Dokumen terkait

d. Mendukung pengembangan industri regional melalui penyediaan teknologi tepat guna.. Sejalan dengan kebijakan industri nasional maka Balai Besar Logam dan Mesin

1) Le français standard adalah bahasa Prancis baku yang digunakan baik secara lisan atau tulis dalam kehidupan sehari-hari. 2) Le franglais adalah penggunaan bahasa Prancis

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Hasil Belajar Siswa MI NU Raudlatul Falah Turen Dari hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti, secara parsial penelitian ini

Demi mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi saya melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Motivasi, Modal Minimal, Pengetahuan Investasi, Return dan Risiko Terhadap Minat

Pada makalah ini telah dihitung laju pengeringan double-drum dryer 7,83-13,14 kg/m 2 jam dengan rata- rata 9.52 kg/m 2 jam, Sedangkan efisiensi termal nya berada pada nilai

Arah kebijakan kerja sama perdagangan internasional yang sesuai dengan Pokok Pikiran pada Rencana Strategis Kementerian Perdagangan 2010 – 2014 adalah pengembangan

Peningkatan cakupan persalinan perlu dilakukan melalui upaya pelaksanaan program unggulan kesehatan ibu, di antaranya adalah kemitraan bidan dan dukun, peningkatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi memediasi pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB, hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja yang dialami oleh karyawan