33
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Spesifikasi Jaringan
Topologi rancangan jaringan yang baru membutuhkan 2 buah switch dan 1 buah router Cisco diantaranya, yaitu:
Cisco Catalyst 2960-24TC 24 port 10/100
Gambar 4.1 Cisco Catalyst 2960-24TC 24 Port
Sesuai dengan kebutuhan untuk menghubungkan komputer-komputer yang berada pada lantai 1 yang terdapat 18 komputer dan switch ini memiliki port berjumlah 24 jadi masih tersedia port lebih untuk menambahkan komputer baru untuk kedepannya. Selain itu juga switch ini mendukung pengelompokkan jaringan VLAN berdasarkan port.
Cisco Catalyst 2960-48TC 48 port 10/100
Gambar 4.2 Cisco Catalyst 2960-48TC 48 Port
Sesuai dengan kebutuhan untuk menghubungkan komputer-komputer yang berada pada lantai 2 yang terdapat 41 komputer dan switch ini memiliki port berjumlah 48 jadi masih tersedia port lebih untuk menambahkan komputer baru untuk kedepannya. Selain itu juga switch ini mendukung pengelompokkan jaringan VLAN berdasarkan port.
Router Cisco RV042
Gambar 4.3
Router Cisco RV042 4.2 Perancangan JaringanBerdasarkan hasil dari analisis dan survei jaringan komputer yang sedang berjalan serta permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Training City Training, maka usulan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi adalah merubah topologi jaringan yang sudah ada dengan yang rancangan topologi jaringan komputer yang baru dengan melakukan penerapan metode VLAN. Dalam proses perancangannya menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer 6.0.1.0011 sebagai simulator jaringan yang dirancang. Karena penggunaan perangkat lunak ini memberikan memudahkan perancangan jaringan dan melihat proses tahap-tahap pengiriman dan penerimaaan paket data yang ada pada jaringan.
4.2.1 Topologi Jaringan Baru
Dapat dilihat gambar 4.4 dan gambar 4.5 adalah topologi jaringan yang baru Lembaga Training City Training, pada switch lantai 1 terdapat beberapa VLAN untuk komputer-komputer yang terdiri dari divisi
purchasing, marketing, public relation, dan management VLAN Lt.1.
Gambar 4.5 Topologi Jaringan VLAN Lt. 2
Sedangkan pada gambar 4.5 merupakan topologi jaringan yang baru pada lantai 2 Lembaga Training City Training. Untuk komputer-komputer yang ada pada lantai 2 yang terdiri dari divisi maintenance,
quality assistance, general affair, research & development, accounting,
personalia dan management VLAN. 4.2.2 Pembagian IP address Komputer
Setelah perancangan topologi jaringan yang baru, tahap selanjutnya adalah melakukan pembagian IP address komputer yang ada pada Lembaga Training City Training. Pada tabel 4.1 dapat dilihat bahwa pembagian IP address pada komputer-komputer setiap divisi yang ada pada lantai 1.
Tabel 4.1
IP address pada Lt. 1 Divisi lt. 1 IP Address Purchasing 192.168.60.1-254 Marketing 192.168.70.1-254 Public Relation 192.168.80.1-254 VLAN Management 192.168.99.1-254Pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa pembagian IP address pada komputer-komputer setiap divisi yang ada pada lantai 2.
Tabel 4.2 IP address pada Lt. 2
Divisi lt. 2 IP Address
Maintenance 192.168.11.1-254
Quality Assurance 192.168.21.1-254 General Affair 192.168.31.1-254 Research and Development 192.168.41.1-254
Accounting 192.168.51.1-254
Personalia 192.168.91.1-254
VLAN Management 192.168.98.1-254
Pada tabel 4.3 dapat dilihat penamaan VLAN berdasarkan divisi-divisi diberikan pada Lembaga Training City Training untuk memudahkan pengidentifikasian komputer-komputer untuk memberikan izin dalam mengakses data dan keamanan dari kumpulan divisi yang ada.
Tabel 4.3 Nomor VLAN per Divisi
Divisi No. VLAN Lt.1 No. VLAN Lt.2
Maintenance - 11
Quality Assurance - 21
General Affair - 31
Research and Development - 41
Accounting - 51 Purchasing 60 - Marketing 70 - Public Relation 80 - Personalia - 91 VLAN Management 99 98
Pada lantai 1 dan 2 komputer-komputer dikelompokkan berdasarkan nomor VLAN yang sudah ditetapkan sesuai dengan divisinya masing-masing dengan metode port-based. Dimana dengan metode port-based komputer dikelompokkan menjadi anggota VLAN berdasarkan port yang ada pada switch. Pada rancangan ini juga dibuat divisi baru yaitu VLAN
management untuk mempermudah administrator dalam melakukan
pengaturan atau penambahan jaringan di setiap lantai. Selain itu, juga dibuat inter-VLAN yang memungkinkan komunikasi antar VLAN dapat dilakukan.
4.3 Perbandingan Jaringan Lama dengan Jaringan Baru
Gambar 4.6
Broadcast Domain Jaringan LamaPada gambar 4.6 dan gambar 4.7 perbedaan yang dapat dilihat dari jaringan lama dengan jaringan yang baru adalah jumlah broadcast domain-nya. Pada jaringan LAN yang lama hanya terdapat 1 broadcast domain sehingga dapat menyebabkan terjadinya broadcast storm karena banyaknya broadcast traffic yang terjadi.
Sedangkan pada jaringan yang baru setelah diterapkan VLAN dapat dilihat pada gambar 4.7 penulis memberikan warna yang berbeda untuk mewakili broadcast domain dan divisi yang berbeda. Terdapat 13 broadcast domain yang terdiri dari 11 broadcast domain VLAN, 1 broadcast domain pada router yang menuju switch lantai 1 dan 1 broadcast domain pada router yang menuju switch lantai 2. Hal ini diterapkan untuk memecah broadcast domain yang besar menjadi broadcast domain yang ukurannya lebih kecil sehingga dapat mengurangi penumpukkan broadcast traffic. Penulis juga menambahkan 2 VLAN baru yaitu VLAN management lt 1 dan lt 2 untuk pengaturan penambahan dan pengurangan jaringan VLAN yang ada pada Lembaga Training City Training.
Gambar 4.7
Broadcast Domain Jaringan BaruVLAN juga membantu divisi maintenance dalam pemeliharaan jaringan karena VLAN membuat network baru berdasarkan divisi-divisi yang ada sehingga apabila terjadi masalah pada salah satu komputer lebih mudah diidentifikasi komputer mana yang bermasalah. Sedangkan pada sistem jaringan yang lama akan sulit untuk diidentifikasi karena semua komputer berada dalam satu network.
4.4 Pengetesan dan Evaluasi Rancangan Jaringan
Pengetesan rancangan jaringan topologi baru dibuat dengan melakukan ping dari satu komputer ke komputer lainnya yang ada berada pada divisi yang sama maupun yang berbeda.
Gambar 4.8 Hasil ping dari Divisi Maintenance ke Marketing
Pada gambar 4.8 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi maintenance yang berada pada lantai 2 ke komputer divisi marketing yang berada pada lantai 1, hasilnya menunjukkan bahwa komputer yang berbeda lantai dari divisi
maintenance tidak dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada
pada divisi marketing. Hal ini dikarenakan divisi maintenance tidak memiliki hubungan pertukaran data ke divisi marketing yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.
Gambar 4.9
Hasil ping dari Divisi Maintenance ke Quality Assurance Pada gambar 4.9 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi maintenance yang berada pada lantai 2 ke komputer divisi quality assurance yang berada pada lantai 2, hasilnya menunjukkan bahwa komputer yang berada pada lantai yang sama dari divisi maintenance tidak dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada divisi quality assurance. Hal ini dikarenakan divisimaintenance tidak memiliki hubungan pertukaran data ke divisi quality assurance yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga
Gambar 4.10
Hasil ping dari Divisi General Affair ke Maintenance Pada gambar 4.10 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi general pada lantai 2 ke komputer divisi maintenance yang berada pada lantai 2, hasilnya menunjukkan bahwa komputer yang berada pada lantai yang sama dari divisigeneral tidak dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada
divisi maintenance. Hal ini dikarenakan divisi general tidak memiliki hubungan pertukaran data ke divisi maintenance yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.
Gambar 4.11
Hasil ping dari Divisi Public Relation ke Maintenance Pada gambar 4.11 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi publicrelation pada lantai 1 ke komputer divisi maintenance pada lantai 2, hasilnya
menunjukkan bahwa komputer yang berada pada lantai berbeda dari divisi
public relation tidak dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada
pada divisi maintenance. Hal ini dikarenakan divisi public relation tidak memiliki hubungan pertukaran data ke divisi maintenance yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.
Gambar 4.12
Hasil ping dari Divisi Personalia ke Purchasing Pada gambar 4.12 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi personalia pada lantai 2 ke komputer divisi purchasing pada lantai 1, hasilnya menunjukkan bahwa komputer yang berbeda lantai dari divisi personalia dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada divisi purchasing. Hal ini dikarenakan divisi personalia memiliki hubungan pertukaran data ke divisi purchasing yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.Gambar 4.13
Hasil ping dari Divisi Personalia ke AccountingPada gambar 4.13 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi personalia pada lantai 2 ke komputer divisi accounting pada lantai 2, hasilnya menunjukkan bahwa komputer pada lantai yang sama dari divisi personalia dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada divisi accounting. Hal ini dikarenakan divisi personalia memiliki hubungan pertukaran data ke divisi
accounting yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga
Gambar 4.14
Hasil ping dari Divisi Marketing ke Research and Development Pada gambar 4.14 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi marketing pada lantai 1 ke komputer divisi research and development pada lantai 2, hasilnya menunjukkan bahwa komputer pada lantai yang berbeda dari divisimarketing dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada
divisi research and development. Hal ini dikarenakan divisi marketing memiliki hubungan pertukaran data ke divisi research and development yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.
Gambar 4.15
Hasil ping dari Divisi Public Relation ke Purchasing Pada gambar 4.15 dapat dilihat hasil ping dari komputer divisi publicrelation pada lantai 1 ke komputer purchasing pada lantai 1, hasilnya
menunjukkan bahwa komputer pada lantai yang sama dari divisi public relation dapat melakukan komunikasi dengan komputer yang berada pada divisi
purchasing. Hal ini dikarenakan divisi public relation memiliki hubungan
pertukaran data ke divisi purchasing yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Lembaga Training City Training.
Konfigurasi berikut adalah konfigurasi pemberian nama dan password pada
switch dan router. Untuk memberikan password pada switch atau router, lebih
baik memakai fitur secret karena dengan menggunakan fitur secret mengenkripsi
password sehingga tidak berbentuk teks tetapi disimpan dalam bentuk MD5.
Berikut adalah Command Line Interface(CLI) nya:
CLI untuk pemberian nama dan password pada :
• router:
Router>enable
Router (config)#hostname routercitytraining
Routercitytraining (config)# enable secret routerpuri • switch:
Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch (config)#hostname switch_lt1
switch_lt1 (Config)# enable secret switch1puri
Pada gambar 4.16 merupakan tampilan login pada router setelah diberikan
password. Dapat dilihat CLI meminta password setelah diatur sebelumnya.
Dengan begitu tidak sembarang orang dapat mengakses router.
Gambar 4.16
Tampilan Login pada Router Setelah Diberikan PasswordEvaluasi Jaringan Baru
Berikut ini hasil pengetesan yang dilakukan dengan metode simulasi yang ada pada aplikasi Cisco Packet Tracer dengan mengirimkan paket data ARP dan ICMP, dimana ICMP berfungsi sebagai mekanisme pengontrol pesan dan laporan eror, pesan eror akan dikirimkan kembali ke pengirim yang juga termasuk echo request atau balasan yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan dapat dicapai atau tidak. ARP berfungsi untuk melakukan pemetaan
alamat IP dirubah ke MAC address dengan bantuan software sehingga apabila ada pengiriman paket data lagi router tidak perlu melakukan pengiriman
broadcast lagi karena sudah ada pemetaan alamat IP sesuai dengan tujuannya.
Gambar 4.17 Hasil Pengetesan Jaringan Baru 1
Dapat dilihat pada gambar 4.17 bahwa pengiriman paket data ARP dan ICMP dimulai dari komputer yang berada pada divisi personalia akan dikirim melalui switch dan router dengan tujuan ke komputer yang berada pada divisi
Gambar 4.18
Hasil Pengetesan Jaringan Baru 2Gambar 4.20
Hasil Pengetesan Jaringan Baru 4Gambar 4.22
Hasil Pengetesan Jaringan Baru 6Gambar 4.24
Hasil Pengetesan Jaringan Baru 8Pada gambar 4.25 paket data telah selesai dikirmkan dari divisi personalia ke divisi general affair. Dapat dilihat paket data yang dikirimkan dari switch lt2 hanya tertuju ke komputer yang berada pada divisi general affair, tidak disebarkan ke seluruh komputer yang terhubung dengan switch lt2 tersebut. Pada topologi yang sedang berjalan dapat dilihat pada gambar 3.4 dan 3.5 paket data diteruskan ke switch yang lainnya dan ARP dikirimkan ke seluruh komputer yang terhubung dengan switch tersebut.