E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

HUBUNGAN PENGENDALIAN DENGAN KUALITAS PRODUK PLYWOOD (KAYU LAPIS) PADA PT. KORINDO ABADI DI ASIKI KABUPATEN BOVEN DIGEOL PROVINSI PAPUA

RELATIONS QUALITY CONTROL WITH THE PRODUCT QUALITY PLYWOOD IN PT. KORINDO ABADI AT ASIKI BOVEN DIGOEL REGENCY OF PAPUA PROVINCE

Intan Chendy Alvionita Lasut*, Billy. W. Kountul**, Joost. L. Rumampuk**, *Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

**Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sariputra Indonesia Tomohon ABSTRAK

Pengendalian kualitas merupakan keseluruhan cara yang digunakan untuk menetapkan dan mencapai standar kualitas atau dapat dikatakan bahwa pengawasan kualitas adalah suatu sistem yang terdiri atas pengujian, analisis dan tindakan yang harus diambil yang berguna untuk mengendalikan kualitas suatu produk sehingga mencapai standar yang diinginkan. Kualitas produk merupakan keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang nyata atau tersirat. Berdasarkan hasil perhitungan selama bulan Oktober dan November, rata – rata hasil produksi yang kualitas baik sebanyak 91% sedangkan 9% mengalami kerusakan. Objek penelitian dilakuakan di PT. Korindo Abadi Asiki kabupaten Boven Digoel provinsi Papua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas, bagaimana kualitas produk plywood dan hubungan pengendalian dengan kualitas produk plywood pada PT. Korindo Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif pendekatan kuantitatif menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan nilai sigma 0,000 lebih kecil dari nilai alpha 0,05, artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengendalian kualitas dengan kualitas produk dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,691, dan arah hubungan menunjukkan arah positif, yaitu semakin baik pengendalian kualitas maka semakin tinggi kualitas produk yang didapatkan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat, signifikan dan positif antara pengendalian kualitas dengan kualitas produk plywood pada PT. Korindo Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digeol Provinsi Papua.

Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Kualitas Produk ABSTRACT

Quality control is an overall means used to set and achieve quality standards or it can be said that the quality control is a system that consists of the testing, analysis and action to be taken that are useful for controlling the quality of a product so as to achieve the desired standards. The quality of the overall product attributes and properties of a product that affects the ability to satisfy the needs of the real or implied. Based on the results of calculations during the months of October and November, the average production results were good quality as much as 91%, while 9% were damaged. The object of research carried out in PT. Korindo Abadi at Asiki Boven Digoel Regency of Papua province. The purpose of this study was to determine how to control the quality, how product quality plywood and how relations quality control with product quality plywood in PT. Korindo Abadi at Asiki Boven Digoel Regency of Papua Province. The method used in this research is descriptive quantitative approach using Spearman's rho. The results showed values of 0.000 sigma alpha value of 0.05, meaning that there is a significant correlation between the quality control of product quality with value of correlation (r) of 0.691, and the direction of the relations indicates the positive direction, i.e. the better the quality control of the more high quality products are obtained. From these results it can be concluded that there was a strong, significant and positive between the quality control of product quality plywood in PT. Korindo Abadi at Asiki Boven Digeol Regency of Papua Province.

(2)

2

PENDAHULUAN Perubahan dalam dunia usaha yang

semakin cepat akibat perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat saat ini, menuntut perusahaan untuk merespon perubahan yang terjadi. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu agar dapat memberikan kepuasan kepada para konsumen. Kualitas merupakan keadaan fisik, fungsi, dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang telah dikeluarkan (Prawirosentono, 2007).

Kualitas atau mutu produk sangat berpengaruh dalam pemasaran, apabila suatu produk yang ditawarkan berkualitas baik dan memuaskan konsumen, maka omzet permintaan akan meningkatkan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Untuk merebut dan mempertahankan pangsa pasar dalam situasi persaingan yang ketat ini perusahaan dapat memberikan produk yang terbaik bagi konsumen, dengan tidak terlepas dari kegiatan proses produksi yang dilakukan secara efektif dan efisien. Kualitas merupakan kunci keberhasilan bagi sebuah industry agar mampu bersaing dan memimpin pasar (Kholik, 2008).

Pada PT. Korindo Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua di usianya yang cukup lama masih tedapat produk rusak yang berada di luar control sehingga perlu di analisis lebih lanjut. Produk rusak bisa dihasilkan dari berbagai macam aspek. Misalnya, kelalaian tenaga kerja selama proses produksi, kerusakan mesin, cacat desain, cacat ini terjadi pada persiapan produk, kualitas bahan baku yang tidak sesuai, serta informasi yang tidak memadai, dimana keamanan suatu produk ditentukan oleh informasi yang diberikan kepada pemakai yang berupa cara penggunaan, peringatan, resiko tertentu atau hal lainnya sehingga perusahaan yang membuat dapat memberikan jaminan bahwa produk – produk yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyebab terjadinya produk rusak ada dua yaitu produk rusak karena kegiatan normal perusahaan atau produk rusak normal dan produk rusak karena kesalahan atau produk rusak abnormal (Sutrisno, 2007). Berdasarkan hasil perhitungan selama bulan oktober dan november 2016, rata – rata hasil produksi yang

baik sebanyak 91% sedangkan 9% mengalami kecacatan.

Ada beberapa cara untuk

meningkatkan kualitas produk di antaranya adalah mengadakan pengendalian mutu produk, melakukan perbaikan, meningkatkan mutu kinerja perusahaan dan mesin terbaru. Kepuasan konsumen adalah sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli, (Kotler dan Armstrong, 2012). Manajemen produksi atau manajemen operasi adalah usaha – usaha pengelolaan secara optimal menggunakan sumber daya atau faktor produksi tenaga kerja, mesin – mesin, bahan mentah dan sebagainya dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa (Handoko, 2011).

Pengendalian mutu atau kualitas sangat penting untuk memproduksi barang atau jasa secara ekonomis sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pengendalian kualitas adalah suatu tindakan atau kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal mutu dapat tercermin pada hasil akhir (Assourri, 2011). Pengendalian kualitas dimaksudkan agar produk yang sampai kepada konsumen merupakan produk yang memiliki kualitas terbaik. Tanpa adanya pengendalian kualitas produk akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan, karena penyimpangan – penyimpangan tidak diketahui sehingga perbaikan tidak bisa dilakukan dan berkelanjutan. Sebaliknya bila pengendalian kualitas dapat dilaksanakan dengan baik maka setiap terjadi penyimpangan dapat langsung diperbaiki dan dapat digunakan pada perbaikan proses produksi yang akan datang. Pengendalian kualitas itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan dengan cara mengurangi faktor kesalahan, cacat produk, kegagalan dan ketidaksesuaian spesifikasi (Phenter, Sara dan Faisal, 2004).

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan pengendalian kualitas produk dalam meminimalisir kecacatan produk untuk mendapatkan kualitas yang telah ditetapkan perusahaan, maka dibuat skripsi berjudul “Hubungan Pengendalian Dengan Kualitas Produk Plywood (Kayu Lapis) Pada PT. Korindo Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua.

(3)

3

METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya

merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk kesimpulan yang lebih luas (Sugiyono, 2012). Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2014).

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara dan membagikan kuesioner sebagai alat ukur pengendalian kualitas dan kualitas produk, Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden dan yang kembali sebanyak 48 responden. Hasil dari data – data yang dikumpulkan diperiksa kemudian diolah dengan bantuan komputer

menggunakan software spss dan dianalisa menggunakan uji Spearman’s Rho.

Penentuan kriteria objektif variabel (Sugiyono, 2012):

Skor tertinggi : Jumlah pertanyaan X Bobot tertinggi X 100%

Skor terendah : Jumlah pertanyaan X Bobot terendah X 100%

Range : Skor tertinggi – Skor terendah Interval : Range / kategori

Uji Hipotesis :

Dasar pengambilan keputusan:

H0 : Tidak ada hubungan antara pengendalian

kualitas dan kualitas produk.

H1 : Ada hubungan antara pengendalian

kualitas dan kualitas produk.

Pengujian menggunkan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5% atau 0,05 untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan.

a. Jika nilai sig. < 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variable yang dihubungkan, H1 diterima.

b. Jika nilai sig. > 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variable yang dihubungkan, H0 ditolak.

HASIL PENELITIAN 1. Analisis Univariat

Gambar 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua

Berdasarkan gambar 1 diatas dapat diketahui data tentang karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Responden penelitian terdiri dari laki – laki sebanyak 33 orang dengan persentase 68,8%, dan perempuan 15 orang dengan persentase

31,3%. Perbedaan antara jumlah responden laki – laki dan perempuan sebanyak 18 orang. Berdasarkan data diagram diatas responden laki – laki lebih banyak dibandingkan dengan responden perempuan dengan persentase 68,8%.

(4)

4

Gambar 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua

Berdasarkan gambar 2 diatas dapat dilihat bahwa sampel karakteristik responden berdasarkan umur menunjukkan bahwa responden dengan usia 20 sampai 30 tahun sebanyak 25 orang dengan persentase 52,1%, sedangkan usia 31 sampai 40 tahun sebanyak 18 orang dengan persentase 37,5% dan yang

berusia 41 tahun keatas sebanyak 5 orang dengan 10,4%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 20 sampai 30 tahun dengan persentase 52,1%, sedangkan yang paling sedikit adalah responden berusia 41 tahun keatas dengan persentase 10,4%.

Gambar 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua. Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat

bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 37 orang dengan persentase 77,1%, sedangkan yang tingkat pendidikan SMP sabanyak 5 orang dengan persentase 10,4%,

yang tingkat pendidikan D3 / Sarjana sebanyak 5 orang dengan persentase 10,4% dan yang tingkat pendidikan SD sebanyak 1 orang dengan persentase 2,1%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa responden paling banyak adalah yang tingkat pendidikan SMA dengan persentase 77,1%, sedangkan

(5)

5

yang paling sedikit adalah tingkat pendidikan SD dengan persentase 2,1%.

Gambar 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja Pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digeol Provinsi Papua

Berdasarkan gambar 4 diatas menunjukkan bahwa responden dengan masa kerja 1 sampai 5 tahun sebanyak 22 orang dengan persentase 45,8%, sedangkan responden dengan masa kerja 6 sampai 10 tahun sebanyak 16 orang dengan persentase 33,3%, responden dengan masa kerja 11 – 15 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase 16,7%, dan responden yang masa kerjanya 16

tahun keatas sebanyak 2 orang dengan persentase 4,2%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa responden yang paling banyak adalah responden dengan masa kerja 1 sampai 5 tahun dengan persentase 45,8%, sedangkan responden yang paling sedikit adalah responden dengan masa kerja 16 tahun keatas dengan persentase sebanyak 4,2%.

Deskripsi Variabel Penelitian Pada penelitian ini menggunakan

instrument kuesioner untuk mengumpulkan data penelitian. Kuesioner dibagikan kepada 72 responden berdasarkan ukuran sampel. Dari 72 kuesioner yang dibagikan, yang kembali hanya 48 kuesioner dan mendapatkan jawaban dari responden.

1. Pengendalian Kualitas (Quality Control) Penentuan kriteria objective (Sugiyono, 2011): Skor tertinggi : Jumlah pertanyaan X Bobot tertinggi X 100%

: 15 X 5 X 100% : 75%

Skor terendah : Jumlah pertanyaan X Bobot terendah X 100%

: 15 X 1 X 100% : 15%

Range : Skor tertinggi – Skor terendah

: 75% - 15% : 60%

Interval : Range / kategori :

: 20%

Untuk menentukan baik kurangnya skor pengendalian kualitas, dibuat table kategori berikut:

Table 1. Kategori Skor Pengendalian Kualitas

Nilai Persentase

Baik 56 – 75 %

Cukup 36 – 55 %

(6)

6 Berikut adalah table distribusi frekuensi dan presentase pembagian responden

berdasarkan kategori Pengendalian Kualitas.

Table 2. Frekuensi pengendalian kualitas

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Baik 42 87.5 87.5 87.5 Sedang 6 12.5 12.5 100.0 Total 48 100.0 100.0

Berdasarkan table 2 diperoleh hasil penelitian pengendalian kualitas dikategorikan baik ada 42 orang dengan persentase 87,5%, sedangkan kategori sedang ada 6 orang

dengan persentase 12,5%. Dengan demikian pengendalian kualitas pada PT. Korindo Abadi di Asiki di kategorikan baik dengan persentase 87,5%.

2. Kualitas Produk (Product Quality) Penentuan kriteria objective (Sugiyono, 2012): Skor tertinggi : Jumlah pertanyaan X Bobot tertinggi X 100%

: 7 X 5 X 100% : 35%

Skor terendah : Jumlah pertanyaan X Bobot terendah X 100%

: 7 X 1 X 100% : 7%

Range : Skor tertinggi – Skor terendah : 35% - 7%

: 28%

Interval : Range / kategori

: : 9.4%

Untuk menentukan baik kurangnya skor kualitas produk, dibuat table kategori berikut:

Table 3. Kategori Skor Kualitas Produk

Nilai Persentase

Baik 26 – 35 %

Cukup 16 – 25 %

Kurang 1 – 15 %

Berikut adalah table distribusi frekuensi dan presentase pembagian responden berdasarkan kategori Kualitas Produk.

Table 4. Frekuensi Kualitas Produk

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Baik 39 81.3 81.3 81.3 Sedang 9 18.8 18.8 100.0 Total 48 100.0 100.0

(7)

7 Berdasarkan table 4. dapat diketahui bahwa hasil penelitian kualitas produk kategori baik sebanyak 39 orang dengan persentase 81,3%, sedangkan kategori sedang sebanyak 9

orang dengan persentase 18,8%. Dengan demikian kualitas produk plywood pada PT. Korindo Abadi di Asiki dikategorikan baik dengan persentase 81,3%.

2. Analisis Bivariat

Tabel 5. Hubungan Pengendalian Kualitas Dengan Kualitas Produk Plywood (Kayu Lapis) Pada PT Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua

Correlations

Pengendalian Kualitas_Produk

Spearman's rho Pengendalian Correlation Coefficient 1.000 .691**

Sig. (2-tailed) . .000

N 48 48

Kualitas_Produk Correlation Coefficient .691** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 48 48

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,691 dengan taraf signifikansi untuk hipotesis umum sebesar 0,000 pada tingkat kepercayaan 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < (a) 0,05, maka hipotesis H1 diterima. Artinya, ada hubungan

yang signifikan antara pengendalian kualitas dengan kualitas produk. Berdasarkan tabel interpretasi koefisien korelasi, (Sugiyono, 2011), maka nilai (r) 0,691 disimpulkan memiliki

hubungan yang kuat antara variabel pengendalian kualitas dengan variabel kualitas produk.

Pada tabel diatas arah korelasi menunjukkan arah positif atau searah, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tanda negative ( - ) di depan angaka 0,691. Artinya, semakin baik pengendalian kualitas dijalankan, semakin kurang tingkat kualitas produk yang didapatkan perusahaan.

PEMBAHASAN

Hubungan Pengendalian Dengan Kualitas Produk Plywood (Kayu Lapis) Pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua

Berdasarkan hasil uji correlations Spearman’s Rho menunjukkan signifikansi dari hubungan kedua variabel adalah (a) = 0,000, Koefisien Korelasi (r) = 0,691 menunjukkan tingkat hubungan yang kuat antara variabel pengendalian dengan variabel kualitas produk. Apabila nilai signifikansi menunjukkan lebih kecil dari 0,05, artinya H1 diterima sedangkan

H0 ditolak atau adanya hubungan antara

pengendalian dengan kualitas produk plywood (kayu lapis) pada PT. Korindo Abadi Di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua.

Asumsi peneliti bahwa semakin baik pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan, maka semakin tinggi kualitas produk yang dihasilkan. Pengendalian kualitas memiliki peran penting dalam menentukan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan PT. Korindo Abadi di Asiki. Bila

kualitas produk tidak memenuhi syarat yang berlaku, maka produk tersebut tidak akan laku di pasaran. Pengendalian kualitas merupakan kegiatan membandingkan produk yang baik dengan produk yang memiliki cacat atau rusak untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Apabila kualitas produk baik maka perusahaan berusaha mempertahankan keunggulan produknya dalam persaingan bisnis. Kualitas produk yang baik dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

Hasil ini didukung dengan hasil tabulasi data menunjukkan responden laki – laki lebih banyak dibandingkan dengan responden perempuan sebanyak 33 orang (68,8%), umur rata – rata responden berada pada usia 20 sampai 30 tahun sebanyak 25 orang (52,1%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 37 orang dengan persentase 77,1%,

(8)

8 dan masa kerja pada 1 sampai 5 tahun sebanyak 22 orang (45,8%). Hal ini menunjukkan bahwa responden berada pada usia produktivitas sehingga pengendalian yang dilakukan perusahaan berada pada kategori baik sebanyak 87,5% dan kualitas produk juga berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 81,3%.

Pendapat peneliti sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Prawirosentono, 2007), apabila pengendalian berjalan baik ini berarti pengendalian sudah sesuai dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui sampai

sejauh mana proses dan hasil produksi yang dibuat sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Dan pendapat yang dikemukakan oleh Deming (Nasution, 2010), bahwa kualitas produk merupakan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Karena kepuasan konsumen adalah sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan konsumen. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk mencerminkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan.

KESIMPULAN 1. Pengendalian pada PT. Korindo Abadi di

Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua paling banyak pada tingkat baik, dengan persentase 87,5%, artinya pengendalian kualitas yang diterapkan oleh perusahaan berjalan dengan baik. 2. Kualitas produk plywood pada PT. Korindo

Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua paling banyak pada tingkat

baik, dengan persentase 81,3%, artinya kualitas produk yang dimiliki perusahaan sudah baik dan memenuhi syarat yang telah ditentukan perusahaan.

3. Terdapat hubungan yang kuat, signifikan dan searah atau positif antara pengendalian kualitas dengan kualitas produk pada PT. Korindo Abadi di Asiki Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua.

SARAN 1. Bagi perusahaan masih perlu di tingkatkan

lagi pengendalian terhadap kualitas produk, dengan mengadakan evaluasi dari pengendalian proses produksi, komitmen karyawan dan fasilitas produksi agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi. 2. Bagi peneliti selanjutnya yang berminat

melakukan penelitian dengan topik yang sama disarankan untuk dapat

mengembangkan hasil penelitian ini pada objek penelitian yang lain dan lebih memperhatikan responden secara lebih detail, dan memberikan arahan yang lebih baik lagi.

3. Bagi peneliti memperbanyak wawasan dan pengetahuan tentang manajemen produksi.

DAFTAR PUSTAKA Assauri, Sofyan. 2011. Manajemen Produksi

dan Operasi. Jakarta: FEUI.

Handoko, T. Hani. 2011. Dasar – Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi 1. BPFE: Yogyakarta.

Kholik, Heri M. 2008. Aplikasi DMAIC Dalam Metode Six Sigma dan Eksperimen Shainin Bhote Sebagai Penurunan Persentase Cacat. Jurnal Teknik Industri Vol 9: 117-127.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2012. Prinsip – Prinsip Pemasaran Jilid 1 Edisi Ketiga. Erlangga: Jakarta.

Nasution, M.N. 2010. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) Edisi Ketiga. Ghalia Indonesia: Jakarta. Prawirosentono, Suyadi. 2007. Filosofi Baru

Tentang Manajemen Mutu Terpadu Abad

21: Kiat Membangun Bisnis Kompetitif (Edisi 2). Bumi Aksara: Jakarta.

R. Phenter dan Safa, Faisal. 2004. Identifikasi dan Simulasi Faktor Penyebab Cacat Produk Botol Kontainer dengan Metode Six Sigma Pada PT. Indovasi Plastik Lestari. INESIA Volume 5: 98-115. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan

(Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta: Bandung.

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Administrasi Cetakan Ke-20. Alfabeta: Bandung. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian

Manajemen. Alfabeta: Bandung.

Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan. Ekonesia: Yogyakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :