• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2006

TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KAB.LOMBOK TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK TIMUR,

Menimbang : a. bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat

(Puskesmas), Loka Latihan Kerja (LLK) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), selama ini telah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, tetapi karena belum memiliki struktur organisasi yang jelas maka tugas-tugas operasionalnya tidak dapat dilaksana-kan secara maksimal;

b. bahwa dalam rangka meningkatkan

efektifitas pelaksanaan sebagian tugas operasional Dinas-dinas Daerah dan untuk meningkatkan serta mendekatkan pelayan-an kepada masyarakat maka perlu dibentuk unit-unit pelaksana tugas Dinas;

c. bahwa dalam Pasal 63 dan 64 Peraturan

Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 11 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Lombok Timur ditentukan

(2)

nama-nama Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Lombok Timur ;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan

sebagai-mana dimaksud huruf a, huruf b, dan huruf c, maka dipandang perlu untuk menetap-kan Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten Lombok Timur.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958

tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lem-baran Negara Nomor 1655);

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974

tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lem-baran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4192);

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004

tentang Pembentukan Peraturan Perun-dang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

(3)

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagai-mana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 118 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004

tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun

2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun

2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun

2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural

(4)

(Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002, (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4194);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun

2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun

2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun

2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090);

12. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok

Timur Nomor 11 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2000 Nomor 12).

(5)

Dengan persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

dan

BUPATI LOMBOK TIMUR MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KAB.LOMBOK TIMUR

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan :

1. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan

pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonom dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945.

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah

sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

3. Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten Lombok Timur.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya

disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Kabupaten Lombok Timur sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

5. Dinas Daerah adalah unsur pelaksana Otonomi Daerah.

(6)

6. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD adalah unsur pelaksana operasional sebagian tugas Dinas Daerah.

7. Eselon adalah tingkatan jabatan struktural.

8. Jabatan Fungsional adalah suatu jabatan teknis yang

melaksanakan tugas dan fungsi tertentu berdasarkan keahliannya.

BAB II

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI

Bagian Kesatu Pembentukan

Pasal 2

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk UPTD sebagai berikut :

1. UPTD pada Dinas Kesehatan adalah Pusat Kesehatan

Masyarakat (Puskesmas) ;

2. UPTD pada Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan

Transmigrasi adalah Loka Latihan Kerja (LLK) ;

3. UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB) ;

Bagian Kedua

Kedudukan, Tugas, Fungsi Dan Susunan Organisasi Paragraf 1

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pasal 3

(1) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah Unit

Pelaksana Teknis Operasional Dinas Kesehatan

(7)

Kabupaten Lombok Timur yang berkedudukan di Ibukota Kecamatan dan/atau Desa di wilayah Kecamatan tersebut.

(2) Pusat Kesehatan Masyarakat sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

(3) Nama dan Lokasi UPTD dimaksud pada ayat (1) tersebut

diatas selanjutnya akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Pasal 4

(1) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai

tugas melaksanakan sebagian tugas teknis operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dalam pemberian pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan adminisrasi dan tata usaha kepegawaian,

keuangan, perlengkapan dan rumah tangga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas);

b. Penyusunan rencana dan pelaksanaan program

dibi-dang kesehatan pada wilayah kerja masing-masing;

c. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan kesehatan;

d. Pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kesehatan ibu,

anak dan lanjut usia, keluarga berencana, perbaikan gizi masyarakat, dan perawatan kesehatan masyarakat;

e. Pelaksanaan Immunisasi;

(8)

f. Pembinaan kesehatan lingkungan dan usaha kesehatan sekolah (UKS), dan upaya kesehatan kerja, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan olahraga, kesehatan mata, kesehatan jiwa dan pembinaan pengobatan tradisional;

g. Pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan

penyakit;

h. Pelayanan kesehatan darurat karena kecelakaan dan

atau bencana alam;

i. Pelayanan kesehatan atau pengobatan pada

umumnya;

j. Pelaksanaan koordinasi semua upaya kesehatan

termasuk pelayanan kesehatan oleh pihak swasta diwilayah kerja masing-masing;

k. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelayanan

kesehatan oleh swasta di wilayah kerja masing-masing;

l. Pelaksanaan pembinaan teknis terhadap puskesmas

pembantu, bidan desa dan posyandu;

m. Penyampaian laporan sesuai ketentuan yang berlaku;

n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

Pasal 5

(1) Susunan Organisasi Puskesmas terdiri dari :

a. Kepala

b.Sub Bagian Tata Usaha

c. Kelompok Jabatan Fungsional

(2) Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai-mana dimaksud pada ayat (1) disebut Kepala Puskesmas.

(9)

(3) Struktur Organisasi Puskesmas sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini .

Paragraf 2

Loka Latihan Kerja (L L K) Pasal 6

(1) Loka Latihan Kerja (LLK) adalah Unit Pelaksana Teknis

Operasional Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur.

(2) Loka Latihan Kerja (LLK) sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur.

(3) Nama dan Lokasi UPTD dimaksud pada ayat (1) tersebut

diatas selanjutnya akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Pasal 7

(1) Loka Latihan Kerja (LLK) mempunyai tugas

melaksanakan sebagian tugas teknis operasional Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur dalam bidang penyelenggaran pelatihan keterampilan kerja.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Loka Latihan Kerja (LLK) mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan administrasi dan tatausaha kepegawaian,

keuangan, peralatan dan perlengkapan Loka Latihan Kerja (LLK);

(10)

b. Menyusun Rencana Kerja Tahunan Loka Latihan Kerja (LLK);

c. Koordinasi Program Kerja Tahunan Loka Latihan

Kerja (LLK) dengan Subdin terkait;

d. Menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja Loka

Latihan Kerja (LLK);

e. Menyelenggarakan program sertifikasi dan uji

keterampilan dengan berkoordinasi bersama Subdin terkait;

f. Mengadakan pengkajian dan pengembangan Program

Pelatihan;

g. Mengadakan Monitoring, Pengendalian dan Evaluasi

Program Pelatihan;

h. Pengelolaan data dan informasi Program Pelatihan;

i. Pembinaan pelaksanaan tugas-tugas teknis Loka

Latihan Kerja (LLK);

j. Mengadakan kerjasama pelatihan dengan pihak-pihak

yang membutuhkan;

k. Menyampaikan laporan kinerja secara berkala kepada

atasan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

Pasal 8

(1) Susunan Organisasi Loka Latihan Kerja (LLK) terdiri dari :

a. Kepala

b. Sub Bagian Tata Usaha

c. Kelompok Jabatan Fungsional

(2) Kepala Loka Latihan Kerja (LLK) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disebut Kepala Loka Latihan Kerja (LLK).

(11)

(3) Struktur Organisasi Loka Latihan Kerja (LLK) sebagai-mana tercantum dalam lampiran 2 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Paragraf 3

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pasal 9

(1) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) adalah Unit Pelaksana

Teknis Operasional Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.

(2) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.

(3) Nama dan Lokasi dimaksud pada ayat (1) tersebut diatas

selanjutnya akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Pasal 10

(1) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mempunyai tugas membantu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur dalam memimpin dan mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis pendidikan non formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mempunyai fungsi :

a. Perencanaan kegiatan-kegiatan Sanggar Kegiatan

Belajar (SKB) dibidang pendidikan luar sekolah dan pelatihan teknis kependidikan non formal;

(12)

b. Pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pendidikan luar sekolah dan pelatihan dengan teknis kependidikan non formal ;

c. Pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan dan

pelatihan, orientasi bagi pembina, tutor/fasilitator, instruktur/pelatih, wasit, penyelenggara/pelaksana pendidikan non formal dan kebudayaan ;

d. Pengembangan program, model dan kegiatan

unggulan bidang pendidikan dan pelatihan teknis kependidikan non formal;

e. Pengembangan sistem informasi dalam mendorong

masyarakat gemar membaca;

f. Pengawasan kegiatan-kegiatan dibidang pendidikan

dan pelatihan teknis tenaga kependidikan non formal;

g. Penghimpunan data/statistik, menganalisa dan

membuat laporan kegiatan ;

h. Penandatanganan dan pengecekan

dokumen-dokumen, formulir-formulir dan laporan-laporan sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku ;

i. Pelaksanaaan tugas-tugas ketatausahaan Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB);

j. Pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan

teknis kependidikan non formal;

k. Pelaksanaan hubungan kerjasama dengan

lembaga-lembaga penjamin mutu pendidikan, untuk pendi-dikan dan pelatihan teknis pendipendi-dikan non formal.

Pasal 11

(1) Susunan Organisasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) terdiri dari :

a. Kepala

(13)

b. Sub Bagian Tata Usaha

c. Kelompok Jabatan Fungsional

(2) Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) disebut Kepala Sanggar Kegiatan Belajar.

(3) Struktur Organisasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)

sebagaimana tercantum dalam lampiran 3 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini .

BAB III

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 12

(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas

melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Kabupaten sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) terdiri dari sejumlah tenaga fungsional dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

(3) Setiap kelompok Jabatan Fungsional yang tergabung

dalam unit-unit dilingkungan UPTD dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Bupati dan bertanggung jawab kepada Kepala UPTD.

(4) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(5) Jenis dan jenjang Jabatan fungsional sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) diatur sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

(14)

BAB IV

KEPEGAWAIAN Bagian Kesatu

Eselon Pasal 13

a. Eselon Kepala UPTD adalah eselon IVa ;

b.Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPTD adalah eselon

IVb.

Bagian Kedua Pengangkatan

Pasal 14

Para Pejabat dilingkungan UPTD diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

BAB V

PEMBIAYAAN Pasal 15

Segala biaya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas masing-masing UPTD dibebankan pada Anggaran Pendapat-an dPendapat-an BelPendapat-anja Daerah serta sumber lain yPendapat-ang sah.

BAB VI TATA KERJA

Pasal 16

Dalam rangka melaksanakan tugas Kepala UPTD dibantu oleh Sub Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dilingkungan UPTD.

(15)

Pasal 17

(1) Dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas, Kepala

UPTD dapat membentuk Satuan Pelayanan yang dibutuhkan disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya serta kemampuan.

(2) Setiap Satuan Pelayanan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dikoordinir oleh seorang pejabat fungsional senior sebagai koordinator.

Pasal 18

(1) Dalam rangka melaksanakan tugas Kepala UPTD dan

Koordinator Satuan Pelayanan memberikan bimbingan dan petunjuk-petunjuk kepada bawahan masing-masing serta wajib mengadakan rapat berkala.

(2) Kepala UPTD wajib melakukan pembinaan dan

pengawasan kepada bawahan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 19

(1) Kepala UPTD wajib mengikuti dan mematuhi

petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

(2) Koordinator Satuan Pelayanan wajib mengikuti dan

mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada Kepala UPTD dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

(3) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan

organisasi dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut

(16)

dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan.

(4) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada

atasan, tembusan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

BAB VII

KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 20

Kepala UPTD merupakan jabatan yang tidak boleh dirangkap oleh pemegang jabatan fungsional atau pemegang jabatan struktural lainnya.

Pasal 21

Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi UPTD sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 Peraturan Daerah ini diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 22

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka segala ketentuan yang mengatur hal yang sama dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 23

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(17)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Ditetapkan di Selong

pada tanggal 27 Juni 2006

BUPATI LOMBOK TIMUR Cap. t td.

H.MOH ALI BIN DACHLAN Diundangkan di Selong

pada tanggal

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR Cap. t t d. LALU NIRWAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2006 NOMOR 9

(18)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2006

TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KAB.LOMBOK TIMUR

I. UMUM

Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 11 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Lombok Timur sebagai dasar hukum dalam penataan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas-dinas Kabupaten Lombok Timur.

Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten Lombok Timur sebagai unit kerja yang membantu pelaksana teknis operasional Dinas- dinas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, diharapkan akan dapat menjadi ujung tombak dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah, dan dilain pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas juga menjadi motor penggerak dalam pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam Peraturan Daerah ini diatur tentang Penetapan Pembentukan Kedudukan, Tugas, Fungsi Susunanan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas-dinas Kabupaten Lombok Timur. Sebagai Dasar pertimbangan untuk menetapkan Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Kabupaten Lombok Timur adalah :

a. Kewenangan yang dimiliki;

(19)

b. Karakteristik, potensi dan kebutuhan;

c. Kemampuan keuangan;

d. Ketersediaan Sumberdaya Aparatur;

e. Pengembangan Pola Kerjasama antar Daerah dan atau

pihak ketiga.

Disamping itu penetapan Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas-dinas Kabupaten Lombok Timur, memperhatikan pada prinsip-prinsip :

a. Prinsip tugas dibagi habis;

b. Prinsip perumusan tugas pokok dan fungsi jelas;

c. Prinsip fungsionalisasi;

d. Prinsip koordinasi dan integrasi;

e. Prinsip kontinuitas;

f. Prinsip kesisteman;

g. Prinsip efisiensi;

h. Prinsip fleksibilitas;

i. Prinsip pengelompokan tugas;

j. Prinsip rentang/jenjang kendali;

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Pasal ini menegaskan beberapa istilah yang digunakan dalam Peraturan Daerah ini dengan maksud untuk menyamakan pengertian istilah-istilah sehingga dapat dihindari kesalahpahaman dalam menafsirkan.

Pasal 2

Pada dasarnya UPTD dapat dibentuk pada setiap Dinas dengan cakupan wilayah masing-masing satu Kecamatan atau lebih, tetapi dalam rangka efektifitas

(20)

dan efesiensi jumlah masing-masing UPTD ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan ketentuan secara bertahap.

[ Pasal 3 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 4 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 5 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 6 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas

(21)

Ayat (3) Cukup jelas Pasal 7 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 8 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 10 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas

(22)

Pasal 11 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cuku p jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas [[[[ Pasal 13 Cukup jelas [[ Pasal 14 Cukup jelas Pasal 15 Cukup jelas

(23)

Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 18 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 19 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas

(24)

Pasal 22

Cukup jelas Pasal 23

Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

NOMOR 8

A

Referensi

Dokumen terkait

to Pay Konsumen terhadap Daging Ayam Ras Bersertifikat Halal (Studi pada Kecamatan Pedurungan Kota Semarang) ” adalah hasil karya saya sendiri dan tidak terdapat karya

Peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan volume bangun ruang sisi lengkung.

through fiscal channels  with efficient Islamic bank, inter-bank market and other financial markets streamlining the flow of money to accommodate the transaction needs in

Rencana Kerja (Renja) Sekretariat Daerah Tahun 2016 merupakan dokumen perencanaan yang disusun berpedoman kepada Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah Tahun 2014-2018 dan

konstruksi, maka harus dibuat konstruksi yang kuat/tidak dapat bergeser karena pekerjaan disekitarnya. 2) Bouwplank dipasang pada patok kayu 5/7 yang kuat tertanam

[r]

2012.AnalisisFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi di Indonesia Pada Tahun 2006;2009.. Theory of the Firm: managerial

[r]