29 2. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk uji coba vapoor lock seperti, alat pengukur tekanan atau pressure gauge, dongkrak dan peralatan pendu

Teks penuh

(1)

3.1 Diagram Alur Penelitian

Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian efek vapoor lock

yang terjadi dalam sistem pengereman tipe hidrolik pneumatik pada bus besar yang

penulis lakukan. Diagram alur penelitian ini diperlukan untuk mempermudah penulis

dalam melakukan tahapan-tahapan penelitian. Sehingga, tujuan penelitian bisa tercapai

dengan benar. Diagram alur penelitian ini merupakan gambaran secara umum proses

penelitian dari mulai persiapan alat dan bahan, proses pengambilan data penelitian,

hingga sampai pada tahap akhir kesimpulan penelitian.

Langkah-langkah pengujian :

1. Persiapan pengujian dimana bus besar dipersiapkan di bengkel Pusat

Penyimpanan Barang Daerah DKI Jakarta kerjasama service dengan PT

Anugerah Sarana Dinamika (Autorized Service Hino) untuk diuji coba.

3.1 Diagram Alur Penelitian 3.1 Diagram Alur Penelitian 3.1 Diagram

Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian efek vapoor lock

yang terjadi dalam sistem pengereman tipe hidrolik pneumatik pada bus besar yang

penulis lakukan. Diagram alur penelitian ini diperlukan untuk mempermudah penulis

dalam melakukan tahapan-tahapan penelitian. Sehingga, tujuan penelitian bisa tercapai

dengan benar. Diagram alur penelitian ini merupakan gambaran secara umum proses

penelitian dari mulai persiapan alat dan bahan, proses pengambilan data penelitian,

(2)

2. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk uji coba vapoor lock seperti, alat

pengukur tekanan atau pressure gauge, dongkrak dan peralatan pendukung

lainnya.

3. Bus besar yang menjadi objek uji coba di starter untuk dilakukan uji tekanan

maksimal pada masing-masing pipa rem.

4. Uji tekanan minyak rem yang ada di dalam pipa rem pada bus 1.

5. Uji tekanan minyak rem yang ada di dalam pipa rem pada bus 2.

6. Uji jalan kedua bus tersebut

7. Masukkan data yang diperoleh kedalam tabel data pengujian.

8. Pengujian selesai.

Uji jalan kedua bus tersebut

Masukkan data yang diperoleh kedalam tabel data pengujian.

(3)

Secara garis besar metode penelitian dan pengujian dapat digambarkan seperti di

bawah ini :

Gambar 3.1 Skema alur pengujian

Mulai

Persiapan Alat Uji Tekanan Minyak Rem Pengujian Bus Pertama Pengujian Bus Kedua Pengambilan

Data Hasil Uji

Analisa Hasil Pengujian Kesimpulan dan Saran Uji Tekanan Minyak Rem Pengujian Bus Pengujian Bus Peng Pertama Peng Pengambilan

(4)

3.2 Peralatan Pengujian

Di dalam melakukan pengujian alat-alat yang diperlukan adalah :

1. 2 unit kendaraan bus besar

a. Tipe : RG1J

Gambar 3.2 a dan b Bus besar tipe RG1J

Tabel 3.1 spesifikasi bus besar tipe RG1J (19)

DIMENSION & WEIGHT

Overall Length: 11.070mm Overall Width: 2.410mm Overall Height: 1.850mm

Wheelbase: 5.800mm

Wheel Track: 1.940mm (front) / 1.840mm (rear) Frame Overhang: 1.985mm (front) / 2.800mm (rear) Chassis Overhang: 2.430mm (front) / 3.310mm (rear)

Chassis Weight - Front: 990kg Chassis Weight - Rear: 3.275kg Chassis Weight - Total: 4.265kg (HRLA)

Gross Vehicle Weight (GVW): 13.500kg

PERFORMANCE

Max. Speed: 112 kmh

Gambar 3.2 a dan b Bus besar tipe RG1J

Tabel 3.1 spesifikasi bus besar tipe RG1J (19)

DIMENSION & WEIGHT

Overall Length: 11.070mm Overall Width: 2.410mm

(5)

Max. Gradeability: 30.1% tan Min. Turning Radius: 10.3M

ENGINE

Model: HINO H07C-T

Type: Single dry plate with damper springs asbestos free lining material

Injection: Direct injection with turbocharged Displacement: 6.728 cc

Bore x Stroke: 110.0mm x 118.0mm Compression Ratio: 18.5 : 1

Max. Horsepower: 200Ps / 2.800rpm [JIS] Max. Torque: 60.0Kgm / 1.800rpm [JIS]

Max. Engine Speed: 3.000rpm

CLUTH

Model: Hino CSP380

Type: 4-stroke, 6-cylinder in-line, Overhead Valve (pushrod), 2 valve per cylinder

Size: 380mm

GEARBOX

Model: Hino LJ06S

Type: 6 speed manual, syncromesh on 2nd-6th gear Ratio: 7663 - 4535 - 2478 - 1639 - 1211 - 1000, R: 7173 Input Differential :1st gear 12, 2nd gear 20, 3rd gear 25,

4th gear 32, 5th gear 43

Output Differential: 1st gear 46, 2nd gear 50, 3rd gear 36, 4th gear 29, 5th gear 27

AXLE

Front Model: Hino MF571

Front Type: Reversed Elliot "I"-beam axle Front Weight Rating: 5.500kg (Design) - 5.000kg

(permissibble) Rear Model: Hino SH16-1

Rear Type: Banjo type, fully-floating axle shaft, single speed by hypoid gearing

Rear Weight Rating: 10.000kg (Design) - 9.200kg (permissibble)

Rear Axle Ratio: 4.625 : 1

BRAKES

Type: Air Over Hydraulic (AOH) with dual circuit line Service: Drum brakes with leading and trailing brake

shoe, 406.4mm drum diameter

Parking: Internal expanding at propeller shaft Auxiliary: Butterfly type exhaust brake Max. Torque: 60.0Kgm / 1.800rpm [JIS] Max. Torque: 60.0Kgm / 1.800rpm [JIS] Max. Torque: 60.0Kgm / 1.800rpm

Max. Engine Speed: 3.000rpm

CLUTH

Model: Hino CSP380

Type: 4-stroke, 6-cylinder in-line, Overhead Valve (pushrod), 2 valve per cylinder

Size: 380mm

GEARBOX GEARBOX GEAR

Model: Hino LJ06S

Type: 6 speed manual, syncromesh on 2nd-6th gear Ratio: 7663 - 4535 - 2478 - 1639 - 1211 - 1000, R: 7173 Input Differential :1st gear 12, 2nd gear 20, 3rd gear 25,

4th gear 32, 5th gear 43

Output Differential: 1st gear 46, 2nd gear 50, 3rd gear 36, 4th gear 29, 5th gear 27

AXLE AXLE AX

Front Model: Hino MF571

Front Type: Reversed Elliot "I"-beam axle Front Weight Rating: 5.500kg (Design) - 5.000kg

(6)

SUSPENSION

Front Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers

Front Leaf Size: 1.400mm x 80mm x 11mm - 6 leaves / 12mm - 4 leaves

Rear Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers

Rear Leaf Size: 1.640mm x 90mm x 12mm - 4 leaves / 13mm - 7 leaves

CHASSIS

Type: Parallel ladder shaped channel section side rails Dimension: 220mm x 75mm x 6.0mm

Chassis Width: 870mm Fuel Tank: 150 litres

ELECTRICAL

System: 24 Volt, negative earth Batteries: 2 x 12V - 120Ah at 20hr rate

Alternator: 24V-50A Starter: 24V - 5.5kW

WHEELS & TYRES

Wheels Type: 8-stud steel disc wheel, JIS-type Wheels Size: 7.00T x 20 - 152

Tyres Type: Bias crossply Tyres Size: 9.00-20-14PR

b. Tipe Rem

Gambar 3.3 Rem tromol Chassis Width: 870mm

Fuel Tank: 150 litres

ELECTRICAL

System: 24 Volt, negative earth Batteries: 2 x 12V - 120Ah at 20hr rate

Alternator: 24V-50A Starter: 24V - 5.5kW

WHEELS & TYRES

Wheels Type: 8-stud steel disc wheel, JIS-type Wheels Size: 7.00T x 20 - 152

Tyres Type: Bias crossply Tyres Size: 9.00-20-14PR

(7)

Tabel 3.2 Spesifikasi tipe rem

2. Pressure Gauge

Gambar 3.4 Pressure gauge

Rem tromol dengan

sistem hidrolik pneumatik

Diameter samping rem tromol

400 mm (15.75 inchi) untuk

depan dan belakang

Kampas rem

Depan

120 x 15 mm (4.72 x 0.59 in)

(lebar x tebal)

Belakang

155 x 15 mm (6.10 x 0.59 in.)

Silinder roda diameter Depan

34.93 mm (1.375 in.)

lubang

Belakang

38.10 mm (1.50 in.)

Tipe

(8)

Tabel 3.3 Spesifikasi pressure gauge (20)

Specifications

Ref. Standard EN 837

Normal Size 150 mm / 250 mm

Case & Bezel SS304 / ss316

Dial Anti parallax mirror typewhite with black markings

Window Instrument glass

Pointer Balanced knife edge

Measuring

element Bourdon in SS316 Ti

Movement Precision brass, jewel, jewel bearing Connection 1/2ii NPT (M)bottom or black eccentric in SS316

Range 760 mm Hg Vac upto 600 bar g

Scale Bar(g), kg/cm2

Accuracy ± 0.25% FSD

Over Range 1.2 times maximum rating for short duration

Suitability Media up to 50

0

c ambient (-) 250C to 600C

Option Pressure Comparator

Tabel 3.4 Alat-alat khusus

Ilustrasi Nomer seri Nama Alat Keterangan S0960-61040 Alat penarik per

S0966-51130 Alat untuk menyesuaikan

sepatu rem element

Movement Precision brass, jewel, jewel bearing Connection 1/2ii NPT (M)bottom or black eccentric in SS316

Range 760 mm Hg Vac upto 600 bar g 760 mm Hg Vac upto 600 bar g 760 m

Scale Bar(g), kg/cm2

Accuracy ± 0.25% FSD

Over Range 1.2 times maximum rating for short duration

Suitability Media up to 50

0

c ambient (-) 250C to 600C

Option Pressure Comparator

Tabel 3.4 Alat-alat khusus

Ilustrasi Nomer seriNomer seri Nama AlNama Alat

S0960-61040 Alat penarik per

(9)

3.3 Lokasi Pengujian

Gambar 3.5 Lokasi pengujian

Tempat : Bengkel Pusat Penyimpanan Barang Daerah DKI

Jakarta kerjasama service dengan PT Anugerah Sarana

Dinamika (Autorized Service Hino)

3.4 Metode Pengujian

Pengujian efek vapoor lock pada sistem pengereman di bus yang bertipe besar

ini menggunakan alat pressure gauge dengan praktek langsung ke lapangan, dalam hal

ini di Bengkel Pusat Penyimpanan Barang Daerah DKI Jakarta. Peemilihan loksai Gambar 3.5 Lokasi pengujian

Tempat : Bengkel Pusat Penyimpanan Barang Daerah DKI

Jakarta kerjasama service dengan PT Anugerah Sarana

Dinamika (Autorized Service Hino Dinamika (Autorized Service Hino

(10)

pengujian dilakukan di Bengkel Pusat Penyimpanan Barang Daerah DKI Jakarta

bertujuan untuk memudahkan dalam meneliti sistem pengereman tersebut.

Di lokasi pengujian, bus pertama diuji untuk melakukan uji tekanan minyak rem.

Yang pertama kali dilakukan ialah :

Gambar 3.6 Tekanan udara yang harus dicapai

a) Menghidupkan mesin dengan kondisi 1000 (seribu) rpm.

b) Memastikan tekanan angin dialat kontrol harus menunjukkan 7-8 kg/cm2.

Kemudian, engine di matikan.

Gambar 3.7 pengecekan terhadap kebocoran minyak rem Gambar 3.6 Tekanan udara yang harus dicapai

Menghidupkan mesin dengan kondisi 1000 (seribu) rpm.

Memastikan tekanan angin dialat kontrol harus menunjukkan 7-8 kg/cm

(11)

c) Injak dan lepas secara perlahan pedal rem dan kemudian tahan pedal rem.

d) Putar neple pe,buangan sampai dengan mengeluarkan cairan minyak rem

(fluida).

e) Kencangan baut neple seelah dipastikan tidak ada gelembung udara yang

terjebak pada sistem rem.

f) Lakukan langkah seperti pada point c yaitu dengan cara injak dan lepas secara

perlahan pedal rem dan kemudian tahan pedal rem.

g) Kencangkan neple pembuangan neple berikutnya sampai dengan mengeluarkan

cairan minyak rem sampai tidak didapati gelembung udara atau minyak rem

yang berbusa.

Gambar 3.8 Hasil dari pengujian tekanan minyak rem

h) Putar neple pembuangan sampai dengan mengeluarkan cairan minyak rem

sampai tidak didapati gelembung udara atau minyak rem yang berbusa.

Kencangkan neple pembuangan neple berikutnya sampai dengan mengeluarkan

cairan minyak rem sampai tidak didapati gelembung udara atau minyak rem

(12)

i)

Gambar 3.9 Urutan pengujian

Pengujian dilakukan sesuai dengan urutan pada gambar tersebut. Dari gambar

3.8 pengujian dilakukan seperti uraian berikut ini :

1. Pengujian pada roda posisi bagian belakang sebelah kiri.

2. Pengujian pada roda posisi bagian belakang sebelah kanan.

3. Pengujian pada roda posisi bagian depan sebelah kiri.

4. Pengujian pada roda posisi bagian depan sebelah kanan.

a. Steering

b. Brake booster

Gambar 3.9 Urutan pengujian Gambar 3.9 Urutan pengujian Gam

Pengujian dilakukan sesuai dengan urutan pada gambar tersebut. Dari gambar

3.8 pengujian dilakukan seperti uraian berikut ini :

1. Pengujian pada roda posisi bagian belakang sebelah kiri.

2. Pengujian pada roda posisi bagian belakang sebelah kanan.

(13)

j) Putar starter ke switch on position untuk melakukan pembledingan dan

pengambilan data.

Gambar 3.10 Mulai menghidupkan mesin

k) Setelah selesai pada bus pertama, pengujian dilakukan kembali pada bus yang

kedua dengan cara yang sama.

l) Data yang didapat dikumpulkan untuk dilakukan analisa. Gambar 3.10 Mulai menghidupkan mesin

Setelah selesai pada bus pertama, pengujian dilakukan kembali pada bus yang

kedua dengan cara yang sama.

Figur

Gambar 3.1 Skema alur pengujian

Gambar 3.1

Skema alur pengujian p.3
Gambar 3.2 a dan b Bus besar tipe RG1J

Gambar 3.2

a dan b Bus besar tipe RG1J p.4
Gambar 3.3 Rem tromol Chassis Width: 870mm

Gambar 3.3

Rem tromol Chassis Width: 870mm p.6
Tabel 3.2 Spesifikasi tipe rem

Tabel 3.2

Spesifikasi tipe rem p.7
Tabel 3.3 Spesifikasi pressure gauge  (20)

Tabel 3.3

Spesifikasi pressure gauge (20) p.8
Gambar 3.5 Lokasi pengujian

Gambar 3.5

Lokasi pengujian p.9
Gambar 3.6 Tekanan udara yang harus dicapai

Gambar 3.6

Tekanan udara yang harus dicapai p.10
Gambar 3.8 Hasil dari pengujian tekanan minyak rem  h) Putar neple pembuangan sampai dengan mengeluarkan cairan minyak rem

Gambar 3.8

Hasil dari pengujian tekanan minyak rem h) Putar neple pembuangan sampai dengan mengeluarkan cairan minyak rem p.11
Gambar 3.9 Urutan pengujian

Gambar 3.9

Urutan pengujian p.12
Gambar 3.10 Mulai menghidupkan mesin

Gambar 3.10

Mulai menghidupkan mesin p.13

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :