• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal of Health Education

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal of Health Education"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

JHE 2 (2) (2017)

Jurnal of Health Education

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/

PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN,

SIKAP, PRAKTIK IBU TENTANG PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA

Mahmudah

, Arulita Ika Fibriana

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Info Artikel

________________ Sejarah Artikel: Diterima Disetujui Dipublikasikan ________________ Keywords:

Breast Cancer, Practice, Health Volunteers Empowerment.

____________________

Abstrak

___________________________________________________________________

Latar Belakang: Kasus kanker payudara di Puskesmas Mulyoharjo sebanyak 61. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik ibu tentang pencegahan kanker payudara sebelum dan sesudah pemberdayaan kader.

Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan pretest-posttest control group

design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel terdiri dari 30 orang kelompok

eksperimen dan 30 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan praktik tentang pencegahan kanker payudara. Analisis yang digunakan adalah Mc Nemar dan Chi Square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan pengetahuan mengenai pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok berbeda secara bermakna (p=0,024), sikap mengenai pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok tidak ada perbedaan (p=1,000), dan praktik terhadap pencegahan kanker payudara masing-masing kelompok berbeda secara bermakna (p=0,041).

Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah pemberdayaan kader berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pencegahan kanker payudara dibandingkan dengan tanpa pemberdayaan kader.

Abstract

___________________________________________________________________

Background: Breast cancer cases in Mulyoharjo public health center were 61 cases. The purpose of this study

was to determine differences in knowledge, attitudes and practice among mother about breast cancer prevention before and after health volunteers empowerment.

Methods: This research is Quasy eksperiment, with pretest-posttest control group design. Sampling technique

used was purposive sampling. Sample was consisted of 30 people in experiment group and 30 people in control group. Instruments used were questionnaire of knowledge, attitude and practice about breast cancer prevention. The analysis used in this research were Mc Nemar and chi square.

Results: The result showed knowledge about breast cancer prevention of each group was different significantly

(p=0,024), attitude about breast cancer prevention of each group was no difference (p=1,000), and practice about breast cancer prevention of each group was different significantly (p=0,041).

Conclusion: The conclusion of this research is health volunteers empowerment has influence to increase

knowledge and practice in the prevention of breast cancer compared with those who do not health volunteers empowerment.

© 2017 Universitas Negeri Semarang  Alamat korespondensi:

Gedung F5 Lantai 2 FIK Unnes

Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: [email protected]

(2)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017) PENDAHULUAN

Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan yang tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara (Nugroho, 2011). Kanker payudara merupakan penyebab utama dalam hal insiden dan kematian yang terjadi akibat kanker pada wanita. Kanker payudara merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi (Tjindarbumi dalam Budiman, 2013). Insiden kanker payudara terus meningkat, saat ini lebih dari 170.000 kasus ditemukan pertahun. Insidennya bervariasi di tiap negara, tertinggi di Swedia dengan rata-rata insiden 129,5/ 100.000 wanita dan terendah di Jepang 37,0/ 100.000 wanita. Di negara berkembang insiden lebih tinggi di Amerika Selatan, Karibia, Asia Barat dan Afrika Utara (Suyatno dalam Sumiatin, 2013). Kanker payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan menempati tempat ke dua terbanyak setelah kanker leher rahim. Penyakit kanker ini menyerang pada payudara yang membuat wanita merasa kesempurnaannya berkurang, karena payudara merupakan organ reproduksi yang sangat penting bagi wanita (Purwoastuti dalam Widiawaty, 2011).

Kasus kanker payudara di Jawa Tengah mengalami fluktuatif pada tahun 2012 sebanyak 1781 kasus, mengalami peningkatan pada tahun 2013 menjadi 4077 kasus dan mengalami penurunan pada tahun 2014 menjadi 3694 kasus (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2014). Kasus kanker payudara di Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2012 sebanyak 101 kasus dengan jumlah kematian 10 orang, tahun 2013 sebanyak 203 kasus dengan jumlah kematian 5 orang, tahun 2014 sebanyak 247 kasus dengan jumlah kematian 4 orang dan tahun 2015 sebanyak 273 kasus. Wilayah kerja Puskesmas Mulyoharjo adalah daerah yang memiliki jumlah kasus kanker payudara tertinggi diantara Puskesmas lainnya di Kabupaten Pemalang. Dari 5 Kelurahan yang menjadi wilayah kerjanya,

kelurahan Pelutan adalah kelurahan dengan jumlah penderita tertinggi. Pada tahun 2014 sebanyak 19 kasus dan 2015 sebanyak 18 kasus (Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, 2010).

Dari beberapa studi diketahui faktor faktor yang berhubungan dengan tumor/kanker payudara antara lain umur tua (aging), perempuan 100 kali lebih berisiko dibandingkan dengan laki- laki, adanya faktor genetik seperti riwayat keluarga menderita tumor/kanker payudara terutama ibu dan saudara perempuan, riwayat menstruasi dini, usia makin tua saat menopause, hamil pertama di usia tua, menggunakan kontrasepsi hormonal, obesitas dan asupan rendah serat, tinggi lemak khususnya lemak jenuh (Wiseburger dalam Sihombing, 2014). Menurut Pamungkas dalam Abdullah (2013) faktor risiko dari kanker payudara adalah gender, usia, faktor risiko genetis, sejarah keluarga, sejarah pribadi akan kanker payudara, periode menstruasi, tidak mempunyai anak, menggunakan pil pengontrol kehamilan, tidak memberikan ASI, mengkonsumsi alkohol, obesitas dan kurang berolahraga. Penelitian yang dilakukan oleh Ekanita dan Khosidah (2013) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan Wanita Usia Subur dengan perilaku SADARI. Selain itu penelitian Kamaliah dalam Gustiana (2014) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan kanker pada wanita. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap merupakan hal yang penting untuk ditingkatkan agar dapat mempengaruhi perilaku masyarakat.

Menurut Diniar (2013), program pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap pencegahan kanker payudara, dengan nilai p pengetahuan = 0,001 dan nilai p sikap = 0,001. Pengetahuan yang baik mendorong wanita dewasa untuk melakukan pencegahan kanker payudara berupa pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri sehingga diharapkan mampu mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Puskesmas Mulyoharjo sudah pernah melakukan penyuluhan tentang kanker

(3)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017) payudara dengan sasaran kader kesehatan

puskesmas pada bulan September 2015. Namun penyuluhan yang dilakukan dengan cara menyisipkan materi tentang kanker payudara dalam penyuluhan tentang kanker serviks. Penyuluhan yang disampaikan belum secara mendetail serta belum pernah melakukan pelatihan khusus yang berisikan materi tentang pentingnya pencegahan kanker payudara.

Peran kader sangat dibutuhkan dalam meningkatkan usaha pencegahan kanker payudara. pendekatan antara kader menjadi lebih efektif terhadap sasaran target karena memiliki tingkat keseringan bertatap muka. Banyak forum-forum di kelurahan pelutan yang kader juga ikuti dan aktif dihadiri masyarakat terutama ibu-ibu di Kelurahan Pelutan

Berdasarkan observasi awal tingkat pengetahuan ibu tentang kanker payudara dari 20 responden di Kelurahan Pelutan diketahui bahwa 6 orang ibu (30%) berpengetahuan baik mengenai kanker payudara dan pencegahannya, dan 14 orang (70%) berpengetahuan kurang mengenai kanker payudara dan pencegahannya. Sebanyak 8 orang (40%) bersikap positif terhadap kanker payudara dan pencegahannya dan sebanyak 12 orang (60%) bersikap negatif terhadap kanker payudara dan pencegahannya. Dari hasil wawancara dan observasi tentang praktik pencegahan kanker payudara diketahui bahwa 7 orang (35%) berpraktik baik dan 13 orang (65%) berpraktik kurang. Praktik pencegahan yang masih kurang meliputi belum secara rutin melakukan olahraga, belum rutin mengkonsumsi sayuran dan buah setiap harinya (40%), masih sering terpapar asap rokok (55%), masih sering mengkonsumsi mie instan (70%), penggunaan MSG (85%), serta belum melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin (70%).

Dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang pengaruh pemberdayaan kader dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik ibu tentang pencegahan kanker payudara di Kelurahan Pelutan Kabupaten Pemalang.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment). Peneliti melakukan pretest pada kedua kelompok penelitian dan diikuti intervensi pada kelompok eksperimen. Setelah beberapa waktu kemudian dilakukan post test pada kedua kelompok tersebut.

Sampel penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan pelutan, Teknik sampling adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 60 orang, terdiri atas kelompok eksperimen 30 orang dan kelompok kontrol 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar checklist observasi.

Tabel 1. Rancangan Penelitian

Keterangan :

Eksperimen : kelompok eksperimen Kontrol : kelompok kontrol 01 : pretest sebelum intervensi 02 : pretest setelah intervensi X1 : intervensi berupa pemberdayaan kader

X2 : intervensi berupa penyuluhan (tanpa pemberdayaan kader)

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Distribusi Responden

Kelompok Pretest Perlakuan Post test Eksperimen 01 X1 02 Kontrol 01 X2 02 Karakteristik Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah (%) Jumlah (%) Umur 21-30 tahun 3 10% 5 16% 31-40 tahun 18 60% 13 43% 41-50 tahun 9 30% 12 40% Pendidikan SD 15 50,0% 13 43,3% SMP 8 26,7% 9 30.0% SMA 7 23,3% 8 26,7% Pekerjaan Ibu Rumah Tangga 17 56,7% 18 60,0% Pedagang 9 30,0% 8 26,7% Karyawan 4 13,3% 4 13,3%

(4)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017) Tabel 2 menunjukan distribusi umur

responden pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, pada kelompok eksperimen lebih banyak pada rentang usia 31-40 tahun yaitu 60%, sedangkan pada kelompok kontrol 43,3 %. Pendidikan responden dari kedua kelompok sebagian besar adalah SD yaitu pada kelompok eksperimen 50% dan pada kelompok kontrol 43,3%. Sedangkan status pekerjaan responden mayoritas Ibu rumah tangga yaitu pada kelompok eksperimen 56,7% dan pada kelompok kontrol 60%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, responden yang berpengetahuan kurang mengenai kanker payudara dan pencegahannya pada kelompok eksperimen terdapat 23 orang (76,7%) dan pada kelompok kontrol terdapat 24 orang (80%). Adapun pada kelompok eksperimen diketahui bahwa responden yang bersikap negatif sebanyak 18 orang (60%) dan pada kelompok kontrol yang bersikap negatif terhadap kanker payudara dan pencegahannya sebanyak 17 orang (56,7%). Responden pada kelompok eksperimen yang berpraktik kurang terhadap pencegahan kanker payudara sebanyak 24 orang (90%) dan pada kelompok kontrol yang berpraktik kurang terhadap pencegahan kanker payudara sebanyak 23 orang (93,3%).

Pada saat setelah dilakukan intervensi diketahui bahwa pada kelompok eksperimen terdapat 2 orang (6,7%) yang berpengetahuan kurang mengenai penyakit kanker payudara dan pencegahannya. Pada kelompok kontrol terdapat 10 orang (33,3%) yang berpengetahuan kurang. Pada kelompok eksperimen terdapat 9 orang (13,3%) yang bersikap negatif terhadap penyakit kanker payudara dan pencegahannya. Pada kelompok kontrol terdapat 10 orang (33,3%) yang bersikap negatif terhadap penyakit kanker payudara dan pencegahannya. Kelompok eksperimen terdapat 15 orang (50%) yang berpraktik kurang terhadap penyakit kanker payudara dan pencegahannya. Pada kelompok kontrol terdapat 15 orang (50%) yang berpraktik kurang terhadap penyakit kanker payudara dan pencegahannya.

Berdasarkan Uji Mc Nemar di kelompok

eksperimen diketahui bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu mengenai kanker payudara dan pencegahannya antara sebelum dan sesudah diberikan pemberdayaan kader (p=0,000<0,05). Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian dari Herniyatun (2009) bahwa terjadi peningkatan pengetahuan wanita terhadap pencegahan kanker serviks yang signifikan pada kelompok yang diberikan pemberdayaan kader. Sedangkan pada kelompok control diketahui bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu mengenai kanker payudara dan pencegahannya antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan saja (tanpa pemberdayaan kader) (p=0,001<0,05). Hal tersebut terjadi karena responden diberikan pendidikan kesehatan dalam penyuluhan pencegahan kanker payudara yang dilakukan peneliti. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian Diniar (2013) bahwa terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan ibu mengenai kanker payudara antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian Yulfitria (2017) juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan pada responden setelah diberi pendidikan kesehatan di Jakarta. Selain itu hasil penelitian Suastina (2013) juga menyatakan bahwa terdatap peningkatan pengetahuan pada responden setelah dberi pendidikan kesehatan

Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna sikap ibu terhadap kanker payudara dan pencegahannya antara sebelum dan sesudah diberikan pemberdayaan kader (p=0,0120<0,05). Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian dari Yulfitria (2017) yang menunjukkan bahwa terdapat Herniyatun (2009) bahwa terjadi peningkatan sikap wanita terhadap pencegahan kanke serviks yang signifikan pada kelompok yang diberikan pemberdayaan kader.

Pada tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna sikap ibu terhadap kanker payudara dan pencegahannya antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan saja (tanpa pemberdayaan kader) (p=0,039<0,05). Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Ervyna (2015) bahwa terdapat

(5)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017)

Tabel 3. Perbedaan Sikap terhadap Penyakit Kanker Payudara dan Pencegahannya Pretest dan

Posttest pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Tabel 4. Perbedaan Praktik terhadap Pencegahan Kanker Payudara Pretest Posttest pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol

perbedaan bermakna sikap mengenai pencegahan kanker serviks antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan praktik ibu yang ditemukan antara praktik sebelum intervensi dan praktik setelah 15 hari intervensii (p=0,022<0,05). Terdapat perbedaan praktik ibu pada saat sebelum intervensi dengan praktik setelah 30 hari intervensi (p=0,022<0,05) dan juga terdapat perbedaan praktik ibu pada praktik setelah 15 hari

intervensi dengan praktik 30 hari setelah intervensi (p=0,000<0,05).

Berdasarkan tabel 4 juga diketahui bahwa pada kelompok kontrol terdapat perbedaan praktik ibu yang ditemukan antara praktik sebelum intervensi dan praktik setelah 15 hari intervensi (p=0,039<0,05) dan setelah 30 hari intervensi (p=0,003<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan praktik ibu setelah 15 hari intervensi dengan praktik 30 hari setelah intervensi (p=0,250>0,05).

Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelompok Sampel Sikap Jumlah p value (Posttest) Positif Negatif Eksperimen Sikap Positif 11 1 12 0,012 (Pretest) Negatif 10 8 18 Jumlah 21 9 30 Kontrol Sikap Positif 12 8 13 0,039 (Pretest) Negatif 8 9 17 Jumlah 20 10 30 Kelompok Praktik 15 hari Jumlah p value Setelah Intervensi Baik Kurang Praktik Sebelum Intervensi Baik 4 2 6 0,022 Eksperimen Kurang 11 13 24 Jumlah 15 15 30 Baik 5 2 7 Kontrol Kurang 10 13 23 0,039 Jumlah 15 15 30 Kelompok Praktik 30 hari Jumlah p value Setelah Intervensi Baik Kurang Praktik Sebelum Intervensi Baik 5 1 6 0,022 Eksperimen Kurang 21 3 24 Jumlah 26 4 30 Baik 6 1 7 Kontrol Kurang 12 11 23 0,003 Jumlah 18 12 30 Kelompok Praktik 30 hari Jumlah p value Setelah Intervensi Baik Kurang Praktik 15 hari setelah Intervensi Baik 13 2 15 0,000 Eksperimen Kurang 13 2 15 Jumlah 26 4 30 Baik 15 3 15 Kontrol Kurang 3 9 12 0,250 Jumlah 18 12 30

(6)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017)

Tabel 5. Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Praktik tentang Pencegahan Kanker Payudara antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

terdapat perbedaan pengetahuan ibu mengenaii kanker payudara dan pencegahannya antara dua kelompok (p=0,024<0,05). Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian Dewi, dkk (2013) yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah responden yang mengetahui mengenai kanker payudara setelah diberikan penyuluhan oleh kader kesehatan di Desa Cihaurkuning, Kabupaten Garut.

Pada tabel 5 diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna sikap ibu terhadap penyakit kanker payudara dan pencegahannya antara dua kelompok (p=1,000>0,05) Hal ini terjadi karena pada kelompok eksperimen dan kontrol sama-sama mendapatkan pengetahuan yang diberikan melalui penyuluhan kesehatan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan praktik ibu terhadap pencegahan kanker payudara antara kelompok eksperimen dan kontrol (p=0,041<0,05). Hasil tersebut sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo (2012), bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kamampuan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan. Perubahan tersebut diperoleh karena adanya tambahan informasi tentang obyek tersebut, melalui persuasi serta tekanan pada kelompok sosialnya. Pemberdayaan kader merupakan kegiatan persuasif yang dilakukan untuk menghasilkan perilaku individu atau masyarakat untuk menghasilkan perilaku

kesehatan yang baik. Pemberdayaan kader dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pencegahan kanker payudara, sehingga dapat merubah perilaku responden terhadap pencegahan kanker payudara.

PENUTUP

Pemberdayaan kader dapat

meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik ibu tentang pencegahan kanker payudara di Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Pemberdayaan kader berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pencegahan kanker payudara dibandingkan dengan tanpa pemberdayaan kader.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Kepala Puskesmas Mulyoharjo Pemalang, Bidan desa Pelutan serta seluruh responden yang terlibat dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, N., Tangka, J., Rottie, J. (2013). Hubungan Pengetahuan tentang Kanker Payudara Dengan Cara Periksa Payudara Sendiri pada Mahasiswi Semester IV Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran

Variabel Eksperimen Kontrol Total p value

F % F % F % Pengetahuan Baik 28 93,3% 20 66,7% 48 80% 0,024 Kurang 2 6,7% 10 33,3% 12 20% Jumlah 30 100% 30 100% 60 100% Sikap 1,000 Positif 21 70% 20 66,7% 41 68,3% Negatif 9 30% 10 33,3% 19 31,7% Jumlah 30 100% 30 100% 60 100% Praktik 0,041 Baik 26 86,7% 18 60,0% 44 73,3% Kurang 4 13,3% 12 40,0% 16 26,7% Jumlah 30 100% 30 100% 60 100%

(7)

Mahmudah dan Arulita Ika Fibriana / Journal of Health 2 (2) (2017) Universitas Sam Ratulangi. ejournal

keperawatan, 1(1): 1-7

Budiman, A. (2013). Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pasien yang Diterapi dengan Tamoxifen Setelah Operasi Kanker Payudara. Jurnal Ksehatan Andalas, 2(1): 20-24

Dewi, A.R., Nurdiamah, E., dan Achadiyani. (2013). Pembentukan Kader Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Melakukan Deteksi Dini Kanker yang Sering terjadi pada Wanita di Desa Sukamanah dan Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk

Masyarakat, 2(2): 78-84

Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. (2010).

Laporan Penyakit Tidak Menular. Pemalang: Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2014). Profil

Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2011. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Diniar, O. R. (2013). Pengaruh Pendidikan

Kesehatan tentang Pencegahan Kanker Payudara terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap pada Wanita Usia Produktif di Desa Sumur Musuk Boyolali. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Ekanita, P. dan Khosidah, A. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap WUS terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Jurnal Bidan Prada, 4(2): 167-177

Ervyna, A., Utami, P.A.S., Surasta, I.W., Pengaruh Peer Education terhadap Perilaku Personal Hygiene Genetalia dalam Pencegahan Kanker Serviks pada Remaja Putri di Smp Negeri 10 Denpasar. COPING Ners Journal, 3(2): 61-67

Gustiana, D., Dewi, Y.I., dan Nurchayati, S. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur. JOM PSIK, 1(2):1-8

Herniyatun., Diah, A., Nurlaila. (2009). Efektivitas Edukasi Peer Group terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan dalam Pencegahan Kanker Servik di Kabupaten Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 5(2): 92-100

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Teori dan

Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta

Sihimbong, M. dan Aprildah, N.S. (2014). Faktor Risiko Tumor Payudara pada Perempuan Umur 25-65 tahun di Lima Kelurahan Kecamatan Bogor Tengah. Jurnal Kesehatan

Reproduksi, 5(3):1-10

Suastina, I.D.A.R. (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Siswi Tentang Sadari Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara di SMA Negeri 1 Manado.

ejournal keperawatan, 1(1):1-6

Sumiatin, T. (2013). Hubungan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Kanker Payudara pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Jurnal Keperawatan, 4(2):152-159

Widiawaty, N. (2011). Hubungan Tingkat Pendidikan Formal dan Tingkat Pengetahuan Wanita tentang Kanker Payudara dengan Kejadian Kanker Payudara di Borokulon Banyuurip Purworejo. Jurnal Komunikasi

Kesehatan, 2(2):1-5

Yulfitria, F. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pencegahan Keputihan Patologis. Midwife

Gambar

Tabel 1. Rancangan Penelitian
Tabel  3.  Perbedaan  Sikap  terhadap  Penyakit  Kanker  Payudara  dan  Pencegahannya  Pretest  dan  Posttest pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Tabel 5. Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Praktik tentang Pencegahan Kanker Payudara antara  Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Referensi

Dokumen terkait

txtID.Text = GenerateID txtDate.Text = FormatToday, "dd MMM yyyy" txtBookID.Clear txtDescription.Clear txtMemberID.Clear txtName.Clear isidtLoan id = 0 btnAdd.Enabled =

Oleh karena itu Tim Pengabdian Masyarakat UNIMUS perlu mendampingi dan membantu 30 (tiga puluh) orang/ usaha makanan kecil di Semarang yang tergabung dalam

Tidak hanya itu, dapat diperhatikan bahawa belia Melayu bandar turut menunaikan hak dan tanggungjawab yang perlu dijalankan apabila hidup berjiran sebagai penganut

Dalam konteks kajian ini, latihan peralihan kemahiran adalah program persediaan yang diwujudkan oleh Kementerian Pertahanan bagi membekalkan pesara tentera dengan

9,10 Subjek dibagi dalam dua kelompok dimana masing- masing kelompok terdiri atas 10 pasien yaitu kelompok perlakuan (kelompok I) diberikan terapi MWD dan deep transverse friction

Hasil penelitian ini adalah mesin dapat pemipihkan plat pewter dengan ukuran 260 mm x 70 mm x 3 mm menjadi ukuran 430 mm x 77 mm x 1 mm membutuhkan waktu 6

Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa meskipun siswa mempersepsikan dirinya memiliki kapasitas yang cukup untuk membaca, namun ada suatu potensi yang

Haluan tutkimuksessani ottaa selville kuinka tämä identiteetin rakentamisen tapahtumavyyhti esiintyy sosiaalisen median aktiivikäyttäjien puheessa seuraavien kysymysten kautta: