• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN TEORITIS"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Perpustakaan Perguruan Tinggi

Pada hakikatnya perpustakaan perguruan tinggi merupakan unit kerja yang merupakan bagian integral dari suatu lembaga induk yang menaunginya, yang bersama-sama dengan unit lain membantu perguruan tinggi yang bersangkutan dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Dengan kata lain, perpustakaan adalah salah satu alat yang vital dalam setiap program pendidikan, pengajaran dan penelitian (research) bagi setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan termasuk pada perguruan tinggi.

2.1.1 Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi

Tuntutan zaman telah banyak mengubah arti suatu perpustakaan perguruan tinggi sebagai konsekuensi adanya perkembangan belajar dan mengajar modern sehingga perpustakaan tidak hanya bertugas mengumpulkan, menyimpan dan meminjamkan bahan-bahannya saja, tetapi lebih banyak lagi jasa dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasinya.

Perpustakaan perguruan tinggi ialah perpustakaan yang tergabung dalam lingkungan lembaga pendidikan tinggi, baik yang berupa perpustakaan universitas, perpustakaan fakultas, perpustakaan akademi maupun perpustakaan sekolah tinggi (Sjahrial-Pamuntjak, 2000:4).Perpustakaan perguruan tinggi memiliki arti yang sangat penting dalam membantu mahasiswa dan kalangan sivitas akademika lainnya untuk mengembangkan daya intelektual dan spiritual mereka.

(2)

Sulistyo-Basuki (1993:51) mengatakan bahwa :Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang bekerjasama dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utamanya membantu perguruan tinggi dalam mencapai tujuannya.

Menurut Sutarno (2003:4), “Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan yang sederajat yang berfungsi mencapai tri dharma perguruan tinggi, sedangkan penggunanya adalah seluruh sivitas akademika”.

Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian perpustakaan perguruan tinggi yang penulis kemukakan dapat dikatakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi atau yang sederajat untuk mendukung membantu pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dengan penggunanya dari kalangan sivitas akademika.

2.1.2 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi sebagai suatu organisasi yang berada di bawah naungan institusi induknya pasti memiliki tujuan sendiri.Secara umum, tujuan diselenggarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung, memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi.

Menurut Sulistyo-Basuki (1993:52), adapun yang menjadi tujuan perpustakaan tinggi didirikan adalah :

1. Memenuhi kebutuhan informasi masyarakat pengguna perguruan tinggi, lazimnya staf pengajar dan mahasiswa. Sering juga tenaga administrasi perguruan tinggi. 2. Menyediakan bahan pustaka rujukan (referensi) pada semua tingkat akademis,

artinya mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa pasca sarjana dan pengajar.

(3)

3. Menyediakan ruang belajar bagi pemakai perpustakaan.

4. Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna dari berbagai jenis pemakai.

5. Menyediakan jasa informasi aktif yang tidak saja terbatas pada lingkungan perguruan tinggi juga lembaga industri lokal.

Dalam Panduan Penyelenggaraan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (1993:1) disebutkan bahwa sebagai bagian integral dari suatu perguruan tinggi, perpustakaan perguruan tinggi diselenggarakan untuk menunjang pelaksanaan perguruan tinggi sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

1. Dharma pertama yaitu pendidikan, dilaksanakan dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi mahasiswa dan dosen sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

2. Dharma kedua yaitu penelitian, dilakukan melalui kegiatan mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi peneliti. 3. Dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, diselenggarakan melalui

kegiatan pengumpulan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi masyarakat.

Dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (1994:33) dinyatakan :Sebagai unsur penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, perpustakaan merumuskan tujuannya sebagai berikut :

1. Mengadakan buku, jurnal dan pustaka lainnya untuk dipakai oleh dosen, mahasiswa dan staf lainnya bagi kelancaran program pengajaran di perguruan tinggi.

2. Mengadakan buku, jurnal dan pustaka lainnya yang diperlukan untuk penelitian sejauh dana tersedia.

3. Mengusahakan, menyimpan dan merawat pustaka yang bernilai sejarah, yang dihasilkan oleh sivitas akademika.

4. Menyediakan sarana bibliografi untuk menunjang pemakaian pustaka.

5. Menyediakan tenaga yang cakap serta penuh dedikasi untuk melayani kebutuhan pengguna perpustakaan, dan bila perlu, mampu memberikan pelatihan penggunaan pustaka.

6. Bekerjasama dengan perpustakaan lain untuk mengembangkan program perpustakaan.

(4)

Fungsi utama perguruan tinggi adalah menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidkan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Dalam usaha melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka perpustakaan harus dapat melaksanakan fungsinya dengan baik agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Menurut Sulistyo-Basuki (1993:3) fungsi perpustakaan adalah :

a. Sebagai sarana simpan karya manusia b. Sebagai sumber informasi (fungsi informasi) c. Sebagai sarana rekreasi (fungsi rekreasi)

d. Sebagai sarana pendidikan ( fungsi pendidikan)

e. Sebagai sarana pengembangan kebudayaan (fungsi kultural)

Dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (1994:3) dinyatakan bahwa fungsi perpustakaan perguruan tinggi dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu : 1. Fungsi edukasi

Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap progam studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

2. Fungsi informasi

Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi

3. Fungsi riset

Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang.

4. Fungsi rekreasi

Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.

5. Fungsi publikasi

Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tinggi yakni civitas akademika dan staf non akademik.

(5)

Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.

7. Fungsi interpretasi

Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memeberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai sumber belajar para sivitas akademika untuk mendukung kegiatan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar, materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran, riset penelitian, sarana pengembangan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna, serta sarana untuk menyimpan dan mempublikasikan seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tinggi.

2.1.4 Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Rompas dalam Huda (2007:8) menyatakan bahwa tugas pokok perpustakaan dapat dibagi atas 4 kelompok berikut :

a. Mengumpulkan, mengadakan buku dan berbagai penelitian tertulis dan terekam. b. Mengolah berupa diklasifikasi, dikatalog dan sebagainya bahan pustaka tersebut

agar siap dipakai oleh orang yang memakainya.

c. Menyimpan, memelihara, dan merawat koleksi bahan pustaka. d. Memberi pelayanan dan informasi yang disediakan.

Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (1999:5) menegaskan bahwa tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah :Menyusun kebijakan dan melakukan tugas rutin untuk mengadakan, mengolah, merawat pustaka

(6)

serta mendayagunakan baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat di luar kampus.

Dari teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah mengumpulkan, mengolah, memelihara, merawat dan mendayagunakan pustaka dengan memberikan fasilitas kepada pengguna untuk mengakses pustaka yang tersedia dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan perguruan tinggi.

2.2. Perpustakaan Digital

Lesk (1997) memandang perpustakaan digital secara singkat sebagai semata-mata kumpulan informasi digital yang tertata. Sementara Arms (2000) memperluasnya sedikit dengan menambahkan bahwa koleksi tersebut disediakan sebagai jasa dengan memanfaatkan jaringan informasi.

The Digital Library Federation (2005), sebagai perwakilan dari komunitas yang terdiri dari para praktisi mendefenisiskan:

Digital libraries are organization that provide the resources, including the specialized staff, to select, structure, offer intellectual access to, interpret, distribute, preserve the intergrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital works so that they are readily and economically available for use by a difined community or set communities.

Tedd dan Large (2005), National Scince Foundation mendaftarkan tiga karakteristik utama perpustakaan digital, yaitu:

1. Memakai teknologi yang mengintergrasikan kemampuan menciptakan, mencari, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dalam sebuah jaringan digital yang tersebar luas.

2. Memiliki koleksi yang mencakup data dan metadata , baik di lingkungan internal maupun eksternal.

3. Merupakan kegiatan mengkoleksi dan mengatur sumberdaya digital yang dikembangkan bersama-sama komunitas pemakai jasa untuk memenuhi

(7)

kebutuhan informasi komunitas tersebut. Oleh sebab itu, perpustakaan digital merupakan integrasi berbagai institusi, seperti perpustakaan, museum, arsip, dan sekolah yang memilih mengkoleksi, mengelola, merawat, dan menyediakan informasi secara meluas ke berbagai komunitas.

Penulis sendiri berpendapat bahwa konsep perpustakaan digital kini semakin sering dikaitkan dengan organisasi yang mengkoleksi rujukan ke sumberdaya yang berbasis Web di internet, dan bukan sumberdaya itu sendiri.Perpustakaan digital biasanya dalam situs internet dan tidak punya lokasi fisik yang dikunjungi pemakainya.Saat ini perpustakaan digital tidak lagi di ukur berdasarkan jumlah dan karakter koleksi yang dimiliki secara fisik, melainkan lebih berdasarkan luas cakupan jaringan informasi yang berbentuk jasa yang disediakan.Selain itu seluruh koleksi yang ada dalam perpustakaan digital bisa diakses dari komputer mana saja dan kapan saja asalkan terhubung dengan koneksi internet. Pengguna juga tidak terbatas oleh jam kantor karena komputer menyimpan koleksi perpustakaan digital bersifat 24 jam 7 hari seminggu sehingga dapat diakses kapan saja dan tidak mengenal istilah tutup.

Setiap perpustakaan perguruan tinggi pasti ingin melanjutkan pengembangan teknologi sesuai kemampuan dan ketersediaan dana, dengan tujuan meningkatkan kualitas jasa perpustakaan untuk kepentingan pengguna dan pemangku kepentingan di masing-masing institusi. Untuk mencapai tujuan ini, setiap perpustakaan digital memiliki 3 unsur dasar berupa:

1. Portal Perpustakaan, sebagai titik akses tunggal bagi seluruh layanan (one stop services ). Di dalam portal ini terdapat 4 layanan dasar, yaitu : penemuan informasi (information finding ), daftar dan akses ke semua koleksi digital perpustakaan yang bersangkutan ( local content, online journal dan database ), administrasi perpustakaan (jam buka, peta lantai perpustakaan, lokasi, peminjaman, keanggotaan, dan sebagainya), hubungan ke sumber lain (external

(8)

link, termasuk catalog induk bersama), dan bantuan secara online (reference, help desk, information literacy). Portal ini dapat pula berisi berita-berita kegiatan perpustakaan yang relavan untuk kepentingan pengguna.

2. Sistem Otomasi Perpustakaan ( library automation ) yang mempercepat dan mengefisiensikan proses pelayanan peminjaman, termasuk pelayanan secara remote online. Sistem ini didukung oleh sedikitnya 3 modul ( akuisisi/pengembangan, sirkulasi, dan OPAC)

3. Mesin Pencari ( search engine ) yang mendukung sedikitnya dua fitur ( quick search dan advance search ) dengan memegang prinsip-

“ semakin sederhana tampilan dan langkah pencariannya, semakin baik untuk pengguna”.

Perpustakaan digital sendiri bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan sendiri. Akan tetapi merupakan pengembangan dari sistem layanan perpustakaan. Di dalam sistem tersebut tidak nampak secara fisik sumber informasi atau koleksi bahan pustaka, karena informasi terebut sudah diubah dalam bentuk digital. Sistem perpustakaan digital adalah implementasi teknologi informasi agar dokumen digital dapat dikkumpulkan, diklasfikasikan, dan diakses secara elektronik. Secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital. Tempat tersebut dinamakan repository.

2.3 Repository

Repositori merupakan tempat dimana dokumen, informasi atau data disimpan, dipelihara dan digunakan kembali. Perpustakaan sebenarnya adalah sebuah

(9)

repositoriakan tetapi dalam ruang lingkup yang lebih luas. Selain itu dokumen yang dikelola pada sebuah repositori lebih khusus lagi.

2.3.1 Pengertian Repository

Dalam Freedom Foundation USA (2007:1) dinyatakan bahwa :A repository is a place where data or specimens are stored and maintained for future retrieval. A repository can be :A place where data are stored; A place where specifically digital data are stored; A site where eprints are located; A place where multiple databases or files are located for distribution over a network; A computer location that is directly accessible to the user without having to travel across a network.; A place to store specimens, including serum or other biological fractions.; A place where anything is stored for probable reuse.

Berdasarkan pernyataan diatas juga repositori dapat berupa tempat data disimpan, tempat data digital secara khusus disimpan, tempat elektronik print di letakkan, dan tempat file atau database diletakkan untuk di distribusikan melalui jaringan, dan tempat dimana data atau spesimen disimpan dan dipelihara untuk ditemukan kembali di masa yang akan datang.

Pendapat yang hampir sama mengenai repository juga dapat dilihat pada penyataan berikut :

The word Repository can refer to a central place where data can be stored or maintained, the term Repository can also refer to a certain place which is specifically used to store digital data, it can refer to a site where e-prints are situated.Repository also means a place where many multiple databases or files are located which is later used for distribution over a specific network. It can also refer to a computer location which is directly accessible to the user without him searching or logging on to the entire network. In short, Repository means a place where anything is stored which can later be used again (Mustaine, 2008:1)

Pendapat di atas dapat diartikan bahwa istilah repositorydapat mengacu pada tempat utama dimana data disimpan atau dirawat, suatu tempat tertentu yang secara spesifik digunakan untuk menyimpan data digital, suatu tempat dimana koleksi e-print diletakkan. Repository juga dapat diartikan sebagai lokasi berbagai file atau database ditempatkan yang kemudian digunakan untuk didistribusikan melalui suatu

(10)

jaringan spesifik. Repository juga dapat mengacu pada penempatan komputer yang secara langsung dapat diakses pengguna tanpa dia harus mencari atau masuk dalam keseluruhan jaringan.Singkatnya, repository berarti suatu tempat dimana segala sesuatunya disimpan untuk kemudian dapat digunakan kembali.

2.3.2 Tujuan Repository

Repository merupakan hal yang penting bagi suatu perguruan tinggi yang membantu dalam pengelolaan aset kelembagaan sebagai bagian dari strategi informasi mereka.Repository membantu institusi untuk mengembangkan pendekatan yang terkoordinir dan logis untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, menyimpan dan temu kembali aset intelektualnya.

Adapun tujuan utama sebuah perpustakaan perguruan tinggi memiliki repository menurut Jain dan Anurag (2008:4) adalah :to create global visibility for an institution’s scholarly research;to collect content in a single location;to provide open access to institutional research output by self-archiving it;to store and preserve other institutional digital assets, including unplublished or otherwise easily lost (“grey”) literature (e.g. theses or technical reports)

Pernyataan di atas dapat diartikan bahwa tujuan utama repository ialah menciptakan vasibilitas dan akses global bagi penelitian dan hasil penelitian, mengumpulkan konten pada satu lokasi, menyimpan dan melestarikan koleksi termasuk koleksi yang tidak dipublikasikan atau “grey collection”dan koleksi yang mudah hilang pada suatu lokasi,

(11)

Repository pada sebuah institusi adalah sebuah tempat online untuk mengumpulkan, mengatur dan menyebarkan data dalam bentuk digital, yang merupakan output dari institusi khususnya hasil riset. Pada sebuah perpustakaan perguruan tinggi, materi yang tersimpan dapat berupa artikel-artikel dari jurnal riset baik sebelum dicetak (preprint)ataupun setelah dicetak (postprint), format digital dari skripsi / thesis / disertasi, dan juga mungkin merupakan kumpulan data digital pada kegiatan akademik seperti dokumen administrasi, catatan perkuliahan atau materi perkuliahan lainnya.

Adapun fungsi dari repository,menurut(Joaquin, 1996:1-3)yaitu sebagai berikut : 1. Storage function ;The storage function stores data.

2. Information organization function ;The information organization function manages a repository of information described by an information schema and includes some or all of the following elements:

• modifying and updating the information schema; • querying the repository, using a query language; • modifying and updating the repository.

3. Relocation function; The relocation function manages a repository of locations for interfaces, including locations of management functions for the cluster supporting those interfaces.

4. Type repository function; The type repository function manages a repository of type specifications and type relationships. It has an interface for each type specification it stores.

5. Trading function; The trading function mediates advertisement and discovery of interfaces

Pernyataan di atas dapat diartikan bahwa fungsi utama repository adalah sebagai penyimpan data, pengorganisasi informasi, yaitu dengan memodifikasi skema informasi, menggunakan bahasa query pada data repository dan melakukan pembaruan, selain itu repositori juga memiliki fungsi sebagai relokasi yaitu dengan mengelola lokasi repository untuk antarmuka termasuk lokasi dari fungsi menajemen pendukung. Dan terakhir repository juga dapat berfungsi untuk perdagangan dengan manangani iklan dan penemuan antarmuka.antarmukaberikut :

(12)

Menurut Wicaksono (2005:5), fungsi repositoryadalah :

• Tempat menyimpan Structured Information yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi.

• Sumber referensi bagi proses pembelajaran di Discussion Forum dan Structured Knowledge Creation.

• Tempat menyimpan pengetahuan yang dihasilkan pada proses pembelajaran di Discussion Forum dan Structured Knowledge Creation.

Dari kedua uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa fungsi repository adalah sebagaitempat menyimpan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi, mengorganisasikan data dengan skema informasi, mengelola lokasi informasi untuk antarmuka sebagai sumber referensi bagi proses pembelajaran dan sebagai tempat menyimpan pengetahuan yang dihasilkan pada proses pembelajaran.

2.4. Repository Internal pada Perguruan Tinggi

Clifford Lynch (2003) mendefenisiskan

Repositori pada perguruan tinggi adalah serangkaian pelayanan yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada anggota komunitasnya untuk mengelola dan menyebarluaskan bahan-bahan digital yang dihasilkan oleh institusi tersebut. Bahan- bahan digital tersebut adalah seluruh karya ilmiah dan output intelektual yang dihasilkan oleh suatu perguruan tinggi. ada juga yang menedefinisikan repositori internal adalah tempat menyimpan seluruh karya yang dihasilkan oleh sivitas akademik suatu perguruan tinggi dan karya lain mengenai perguruan tinggi yang bersangkutan. Akses terhadap karya tersebut sangat tergantung kepada kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

Repositori internal pada suatu perguruan tinggi dapat berisi berbagai bahan yang mencerminkan kekayaan intelektual dari suatu perguruan tinggi misalnya, berkas artikel jurnal ilmiah, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi, hasil, penelitian dan sebagainya.Ada juga repository internal pada perguruan tinggi yang hanya berfokus kepada satu kelompok materi tertentu, misalnya hanya mengumpulkan kaarya tulis yang benar-benar dinilai bermutu.Selain itu, ada juga repository pada perguruan tinggi yang berisikan bahan-bahan seperti tersebut diatas

(13)

dan ditambah dengan memuat seluruh artikel yang dimuat pada jurnal yang diterbitkan di lingkungan suatu perguruan tinggi.

Referensi

Dokumen terkait

Metafora je preneseno zna č enje koje se proteže kroz cijelu reklamu i na taj na č in prenosi samu poruku. prosinca 2012.) Metafori č ko zna č enje ove reklame poruke bilo bi to

a. Semakin berkembangnya media massa sekarang ini mempengaruhi cepatnya informasi sampai pada pengamatnya. Informasi yang beredar dengan sangat cepat terkadang

Sebagai perusahaan bahan bangunan yang telah berkiprah lebih dari 30 tahun maka perjalanan panjang ini kami jadikan se- bagai modal untuk terus meningkatkan pelayanan kepada

Sebelum membuat suatu sistem, hendaknya melakukan analisis terlebih dahulu terhadap kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan dengan menggunakan metode-metode yang telah ada

(Samsudin, 2006: 287) mengatakan bahwa: “Kepala madrasah dapat diartikan sebagai pemimpin madrasah/sekolah atau suatu lembaga yang menjadi tempat proses pembelajaran

(2) Aplikasi teori berfikir dalam 3 aspek iaitu pemikiran keusahawanan, pembangunan perniagaan dan pendidikan keusahawanan. Perbincangan bagaimana aplikasi ini dibuat dirujuk

CIJAWURA INDAH IV NO.. DHARMA

Berdasarkan komponen kimia selulosa secara keseluruhan dari ketiga posisi pelepah kelapa sawit memiliki selulosa tinggi dengan kisaran (43-47 %), dan berada diatas kategori