• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengemas Makanan Ramah Lingkungan, Berbasis Limbah Cair Tahu (Whey) Sebagai Edible Film

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengemas Makanan Ramah Lingkungan, Berbasis Limbah Cair Tahu (Whey) Sebagai Edible Film"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1.  Hubungan  kosentrasi  CMC  (carboxyl  methyl  cellulosa)  dengan  konsentrasi  sorbitol terhadap tensile strenght pada edible film
Gambar  2.    Hubungan  kosentrasi  CMC  (carboxyl  methyl  cellulosa)  dengan  konsentrasi   sorbitol terhadap elongasi pada edible film
Gambar  4.  Hubungan  konsentrasi  CMC  (carboxyl  methyl  cellulosa)  dengan  konsentrasi  sorbitol terhadap laju transmisi uap air (WVTR) pada edible film
Tabel 2. Hasil uji degradasi pada edible film dengan konsentrasi CMC 1% dan sorbitol 1%
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini selulosa bakterial yang diperoleh dari limbah cair tahu digunakan sebagai bahan baku alternatif pengganti selulosa yang berasal dari

 Pemanfaatan limbah susu yaitu whey yang diolah menjadi kemasan pangan yakni edible film , dengan pemberian carboxymethyl. cellulose dan sorbitol dalam kosentrasi yang

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dan ekstrak kecambah pada whey tahu sebagai medium fermentasi berpengaruh nyata terhadap nata

Adapun grafik hubungan antara waktu dengan perubahan mol gas tiap 1 l volume bahan untuk percobaan T (limbah sayuran, limbah cair tahu, dan kotoran sapi) dapat

Pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair tahu di RT. 31 Kelurahan Lempake Kota

Industri tahu menghasilkan limbah padat dan cair yang perlu dianalisis karakteristiknya untuk penanggulangan dampak pencemaran

4.1 Penurunan Chemical Oxygen Demand COD dalam Pengolahan Limbah Cair Tahu Hasil penelitian penyisihan konsentrasi COD pada sampel limbah cair industri tahu metode fitoremediasi

Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan nata de soya dari limbah cair tahu untuk mengatasi masalah lingkungan dan menciptakan produk baru bagi industri tahu