• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN TERA ULANG METERAN AIR PDAM DI PELABUHAN NUSANTARA PAREPARE TUGAS AKHIR OLEH SUDIRMAN DOLLAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PELAKSANAAN TERA ULANG METERAN AIR PDAM DI PELABUHAN NUSANTARA PAREPARE TUGAS AKHIR OLEH SUDIRMAN DOLLAH"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

i

METODE PELAKSANAAN TERA ULANG

METERAN AIR PDAM

DI PELABUHAN NUSANTARA PAREPARE

TUGAS AKHIR

OLEH

SUDIRMAN DOLLAH

1622070588

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN

JURUSAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

(2)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

METODE PELAKSANAAN TERA ULANG METERAN AIR PDAM

DI PELABUHAN NUSANTARA PAREPARE

TUGAS AKHIR

Oleh:

Sudirman Dollah 1622070588

Tugas Akhir ini sebagai Syarat untuk Menyelesaikan Studi Program Studi Teknik Kelautan Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan

Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Hasmawati, S.Pi.,M.Si Irawan Alham, ST.,M.Si

NIP. 19681126.199303.2.001 NIP. 19781023.200312.1.004

Mengetahui,

Direkturur, Ketua Jurusan,

Dr. Ir. Darmawan, MP Syamsul Marlin Amir, ST.,M.Si

NIP. 19670202.1998803.1.002 NIP. 19790507.200501.1.001

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI

Judul Tugas Akhir : Metode Pelaksaan Tera Ulang Meteran Air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare

Nama : Sudirman Dollah NIM : 1622070588 Program Studi : Teknik Kelautan

Jurusan : Teknologi Penangkapan Ikan

Menyetujui, Tim Penguji:

1. Hasmawati, S.Pi., M.Si (...)

2. Irawan Alham, ST., M.Si (...)

3. Muhammad Aras, S.Pi., M.Si (...)

4. Irwan, ST., MT (...)

Mengetahui, Ketua Program Studi,

Paharuddin, ST., M.Si

(4)

iv

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar diploma di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Pangkep, 8 Agustus 2019 Yang Menyatakan,

(5)

v

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat dukungan dan arahan dari berbagai pihak. Ucapan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orangtua yang telah banyak memberi dorongan dan doa-doa yang tak pernah hentinya untuk memperoleh pendidikan yang terbaik.

Penulis yakin sepenuhnya bahwa dalam tugas akhir ini tidak akan mungkin dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan semua pihak. Karena penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Darmawan, MP selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

2. Bapak Syamsul Marlin Amir, ST., M.Si selaku Ketua Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan.

3. Paharuddin, ST., M.Si selaku Ketua Program Studi Teknik Kelautan. 4. Hasmawati, S.,Pi., M.Si dan Irawan Alham, ST., M.Si selaku Pembimbing

Tugas Akhir.

5. Para Dosen Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan. 6. Seluruh Staf Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan.

7. Pembimbing Lapangan dan Seluruh Staf di PT. PELINDO IV cabang Parepare.

(6)

vi

Penulis menyadari bahwa penyusun tugas akhir masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan masukan yang bersifat membangun dalam upaya perbaikan ataupun sebagai bahan kajian selanjutnya guna kesempurnaan tugas akhir ini, sehingga berguna bagi penulis.

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pangkep, 8 Agustus 2019

(7)

vii

DAFTAR ISI

Hal.

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR ...x DAFTAR LAMPIRAN ... xi ABSTRAK ... xii I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan dan Kegunaan ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Meter Air ... 3

2.2 Perbedaan Kalibrasi, Tera dan Tera Ulang ... 3

2.3 Jenis-jenis Meter Arus ... 5

2.4 Persyaratan Umum Meter Air ... 7

2.5 Persyaratan Kemetrologian ... 10

III. METODELOGI 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 15

3.2 Alat dan Bahan ... 15

3.3 Metode Pelaksanaan ... 15

IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Keadaan Umum Lokasi ... 17

(8)

viii

4.2 Visi Misi dan Nilai ... 18

4.3 Struktur Organisasi ... 20

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Instalasi air PDAM Pelabuhan Nusantara Parepare ... 21

5.2 Meteran air PDAM Pelabuhan Nusantara Parepare ... 22

5.3 Metode Pelaksanaan Tera Ulang ... 23

VI. PENUTUP 6.1 Kesimpulan ... 27 6.2 Saran ... 27 DAFTAR PUSTAKA ... 28 LAMPIRAN ... 29 RIWAYAT HIDUP ... 32

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Hal. Tabel 5.1. Hasil Pengujian ... 25

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Hal.

Gambar 2.1 Komponen Dasar Meter Air ………. 3

Gambar 2.2 Meter Air Tipe Woltman Vertikal ……….…... 6

Gambar 2.3 Meter Air Tipe Woltman Horizontal ………...…. 7

Gambar 4.1 Peta Lokasi Kantor PT. PELINDO IV Cabang Parepare…..………17

Gambar 5.1 Ilustrasi Instalasi Air PDAM ..………....…. 21

Gambar 5.2 Meteran Air Tipe Woltman Horizontal …….………...………... 22

Gambar 5.3 Pemasangan Meteran Air dengan Pipa Penghubung ……….. 23

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Hal. Lampiran 1. Formulasi Pengujian ……….………. 30

(12)

xii

ABSTRAK

Sudirman Dollah. 1622070588. Metode Pelaksanaan Tera Ulang Meteran Air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare. (Dibimbing oleh HASMAWATI dan IRAWAN ALHAM).

Meter air adalah alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor, unit penghitung dan unit indikator pengukur untuk menyatakan volume air yang lewat. Tera ulang adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas UTTP yang telah ditera. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu mampu mendeskripsikan metode pelaksanaan Tera ulang meteran air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare, sedangkan kegunaannya memperluas wawasan tentang metode pelaksanaan tera ulang meteran air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Pengumpulan data dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. Mulai 28 Januari sampai dengan 28 April 2019, bertempat di PT. PELINDO IV Cabang Parepare. Dengan cara (1) Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung pada objek penulisan laporan. (2) Interview yaitu mengadakan wawancara dan tanya jawab dengan pembimbing lapangan.(3) Dokumentasi yaitu foto-foto dan tulisan yang berhubungan dengan materi kajian serta mencatat bagian-bagian yang dianggap penting yang terdapat di lokasi pengujian.

Hasil penulisan laporan tugas akhir ini menunjukkan bahwa metode pelaksanaan tera ulang meter air meliputi; (1) Tahap persiapan dan tahap pengujian.. (2) hasil pengujian yang dilakukan di kantor PDAM Parepare menunjukkan kesalahan pengujian -3,79%, angka tersebut masih dalam batas yang diizinkan.

(13)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Metrologi adalah ilmu tentang ukur mengukur dalam arti luas. Kegiatan metrologi meliputi pengukuran, karakter alat ukur, metode pengukuran, dan penafsiran dari hasil pengukurannya. Bidang yang dikelolanya meliputi pengujian, produksi, kalibrasi, dan jaminan mutu.

Meter air adalah alat ukur untuk menentukan banyaknya aliran air yang melalui suatu pipa yang dilengkapi dengan alat penunjuk untuk menyatakan volumenya. Pengukuran volumenya dilakukan secara langsung. Cara untuk mengetahui kebenaran dari meter air tersebut, maka perlu diadakan pengujian. Sesuai dengan syarat teknis tentang meter air, salah satu syaratnya adalah pengujian kesalahan dari metera air perlu diuji pada debit-debit (kecepatan alir) tertentu.

Pelabuhan Nusantara Parepare menggunakan meteran air untuk mencatat berapa liter air yang digunakan setiap pengisian di kapal yang sandar di pelabuhan yang membutuhkan persediaan air bersih serta biaya yang harus dibayar oleh konsumen. Meteran air dalam pengukuran pendistribusian air ke kapal-kapal harus dapat memastikan ketepatan dan kebenaran dalam penunjukan pemakaian air sehingga konsumen tidak dirugikan.

Penggunaan meteran air dalam serah terima dimana air tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari. Meteran air yang tidak ditangani dengan baik akan cepat menimbulkan masalah bagi semua pihak, salah satu contohnya dalam hal ukuran.

(14)

14

Metrologi sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah tersebut, yaitu dengan cara tera ulang atau pengujian.

1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu mendeskripsikan metode pelaksanaan tera ulang meteran air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Sedangkan kegunaan dari tugas akhir ini adalah memperluas wawasan tentang metode pelaksanaan tera ulang meteran air PDAM di Pelabuhan Nusantara Parepare.

(15)

15

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Meter Air

Meter air adalah alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor, unit penghitung dan unit indikator pengukur untuk menyatakan volume air yang lewat (SNI 2547:2008).

Gambar 2.1 Komponen dasar meter air

Sumber: https://repository.widyatama.ac.id

2.2 Perbedaan Kalibrasi , Tera dan Tera Ulang

Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun international dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Tera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda

(16)

16

tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas UTTP yang belum dipakai.

Tera ulang adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas UTTP yang telah ditera. Secara prinsip kalibrasi itu untuk istilah di industri dalam rangka memenuhi persyaratan ISO atau sistem jaminan mutu sedangkan tera untuk kepentingan dinas perdagangan memastikan tidak ada kecurangan dalam proses jual beli yang menggunakan alat ukur.

Peranan meteran air

Meteran air memiliki peran sebagai berikut.

1. Meteran air memastikan kepada pelanggan mengenai biaya yang dikenakan sesuai dengan proporsi air yang dikomsumsi.

2. Sistem untuk menunjukkan proses akuntabilitas.

3. Meteran air bersifat adil pada setiap pelanggan karena mampu merekam setiap penggunaan air tertentu

4. Meteran air mampu mendorong pelanggan untuk melakukan penghematan air terutama jika dibandingkan tingkat tarif.

5. Sistem utilitas yang mampu memantau volume air yang keluar.

6. Meteran air membantu dalam deteksi kebocoran dari pipa yang patah dalam distribusi air minum (Zane, 2004).

2.3 Jenis-jenis meter arus

(17)

17

1. Orifice Flowmeters

Adalah satu set alat yang diletakan di suatu pipa untuk menghambat aliran fluida dan menimbulkan pressure drop. Pengukuran laju aliran (flow rate) didapat dari perbedaan tekanan karena adanya pressure drop tersebut.

2. Positive Displacement (PD) Flowmeters

Merupakan jenis flow meter yang mengukur volume atau flow rate gerakan fluida dengan membagi suatu ruangan media yang tetap dengan volume yang terukur.

3. Vortex Flowmeters

Adalah alat ukur aliran yang bekerja berdasarkan prinsip vortex shedding, dimana pusaran yang berosilasi terjadi ketika cairan seperti aliran air melewati suatu gertakan (berlawanan dengan arus) tubuh. Frekuensi pusaran yang ditumpahkan bergantung pada ukuran dan bentuk tubuh. Sangat ideal untuk aplikasi dimana biaya perawatan yang rendah adalah penting.

4. Thermal Mass Flowmeters

Merupakan flow meter yang system kerjanya menggunakan thermal untuk menghitung massa flow. Flowmeters thermal mass banyak digunakan untuk gas yang mengalir dalam suatu pipa.

5. Coriolis mass flowmeters

Adalah flow meter yang secara langsung mengukur massa suatu fluida baik liquid maupun gas. Sehingga mass flowmeters coriolis ini tidak terpengaruh pada perubahan temperatur, pressure, viscosity maupun density.

6. Turbine Flowmeters

Pada dasarnya menggunakan prinsip dari woltmann rotating vane meter, dimana didalam flow meter terdapaat vane atau turbin, atau impeller yang akan berputar saat fluida mengalir kedalam flow meter sehingga cukup tepat

(18)

18

digunakan untuk mengukur fluida yang flow nya rendah dan punya pressure yang tinggi. Kelebihan dari meter air ini dapat mengalirkan fluida dengan volume yang besar.

7. Ultrasonic Flowmeters

Cara kerjanya tidak mengukur secara langsung (inferensial) karena sensor tidak langsung mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa, yang diukur adalah selisih waktu

8. Variable Area Flowmeters

Didasarkan pada pelampung (float) yang berfungsi sebagai penghalang aliran, pelampung tersebut akan melayang dalam suatu tabung yang mempunyai luas penampang tidak konstan. Luas penampang tabung berubah tergantung ketinggiannya (semakin tinggi semakin besar). Posisi pelampung akan menyatakan harga aliran fluida yang mengenainya. Pada posisi tersebut pada pelampung akan terjadi keseimbangan gaya.

Pada umumnya jenis meteran air yang digunakan pada rumah tangga adalah turbin flow meters dengan Diameter Nominal (DN) 15-24 mm.

Meteran air yang banyak digunakan di pelabuhan adalah meteanr air turbin, jenis ini diciptakan oleh Reinhard Woltman. Meter ini mempunyai beberapa kipas atau rotor yang dipasang pada sumbu as. Cara kerja meter ini menggunakan kecepatan air untuk memutar baling-baling dan yang diteruskan pada register untuk dikonversi menjadi volume atau kubikasi. Jenis ini ada yang bertipe vertikal dengan diameter nominal 50-200 mm dimana sumbu as baling-baling terpasang secara vertikal biasanya digunakan pada aliran yang memiliki aliran turbelensi, konstruksi meter dibuat sedemikian rupa sehingga alir tidak langsung mengenai kipas atau baling-baling. Hal ini memungkinkan meter ini bisa menerima semua tipe aliran air

(19)

19

sehingga pembacaan meteran lebih akurat. Meteran tipe woltman vertikal ini juga disebut juga tipe Woltmag.

Gambar 2.2 Meter Air Tipe Woltman Vertikal Sumber: http://tirtamubarok.blogspot.com

Sementara kebalikan dari tipe woltmag adalah tipe woltex sumbu as tipe ini terpasang secara horizontal jadi air yang masuk melalui lubang input langsung mengenai baling-baling, meter jenis ini hanya bisa menerima air pada aliran dengan kecepatan tinggi, karena apabila pada debit kecil tidak akan mampu memutar baling-baling (Mubarok T, 2016).

(20)

20

Gambar 2.3 Meter Air Tipe Woltman Horizontal Sumber: http://tirtamubarok.blogspot.com

Peraturan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen nomor 133/SPK/KEP/2015 tentang Syarat Teknis Meter Air

2.4 Persyaratan Umum Meter Air

1. Bahan

a. Meter air harus dirakit dari bahan yang cukup kuat dan mempunyai ketahanan pada saat penggunaan.

b. Meter air harus dirakit dari bahan yang tidak akan terganggu oleh variasi suhu air.

c. Semua bagian meter air yang langsung kontak dengan air harus dirakit dari bahan-bahan yang tidak beracun (non toxic) dan tidak menimbulkan kontaminasi (non contaminating).

d. Meter air lengkap, harus dirakit dari bahan-bahan yang tahan terhadap korosi internal maupun eksternal.

2. Konstruksi

Konstruksi sensor aliran merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi laju alir air yang melewati dapat berupa cakram, piston, roda, elemen turbin, lilitan elektromagnetik, atau transduser lainnya.

3. Badan Ukur

a. Badan ukur harus tahan terhadap tekanan sesuai dengan spesifikasinya yang minimal 10 kg/cm2.

b. Badan ukur harus tahan terhadap pengaruh dari suhu dan cairan yang diukur.

(21)

21

d. Arah aliran pada kedua sisi meter atau pada satu sisi meter yang menunjukkan arah aliran yang dapat mudah terlihat.

4. Alat Penyetel atau Alat Justir (adjustment device)

a. Meter air dapat dilengkapi dengan alat untuk mengubah perbandingan antara volume cairan yang ditunjukan (ditampilkan) pada alat penunjukan dengan volume cairan yang sesungguhnya yang mengalir melalui meter air.

b. Jika alat justir dipasang menonjol di bagian luar meter, maka harus diberi tutup sebagai tempat untuk pembubuhan cap tanda tera.

5. Alat Penunjukkan

a. Persyaratan umum Alat Penunjukan

Pembacaan harus tepat, jelas dan mudah dalam posisi dimanapun berhentinya alat penunjukan

b. Jika alat tersebut terdiri dari beberapa elemen, maka harus dapat disusun agar pembacaan volume cairan yang diukur tetap dapat dilakukan.

c. Tanda desimal harus tampil secara terpisah atau dibedakan. d. Pengkodean warna pada alat penunjukan

Warna hitam digunakan untuk menunjukkan meter kubik dan kelipatannya, warna merah digunakan untuk menunjukkan sub kelipatan bagian dari meter kubik. Warna-warna ini harus digunakan pada jarum penunjuk, indeks, angka, roda, cakram, jarum atau rangka jarumnya.

e. Totalisator harus tidak berubah ketika laju alir nol dan harus tidak dapat direset atau disetel ke nilai nol.

(22)

22

a. Cara Kerja Alat Hitung

- Alat hitung mekanik dengan gerakan sensor dihubungkan dengan tuas ke perbandingan roda gigi diteruskan ke alat penunjukan,

- Alat hitung elektronik menerima sinyal dari tranduser dilakukan penghitungan dan hasilnya ditampilkan pada alat penunjukan.

b. Pada alat hitung elektronik semua parameter seperti tabel kalkulasi, polinomial koreksi dan lain-lain harus terdapat pada alat hitung pada permulaan proses pengukuran.

c. Alat hitung dapat dilengkapi dengan antarmuka (interface) untuk dihubungkan dengan perlengkapan tambahan (periferal).

d. Alat tambahan ini harus harus tetap berfungsi dengan baik dan tidak mempengaruhi karakteristik kemetrologian.

2.5 Persyaratan Kemetrologian

Kelas akurasi dan Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD) meter air harus didesain dan dirakit agar kesalahan terhadap penunjukan tidak melebihi BKD.

a. BKD Meter air kelas akurasi 1

BKD maksimum untuk daerah laju alir yang lebih tinggi (Q2 ≤ Q ≤

Q4) adalah ±1%, untuk suhu dari 0,1ᴏC sampai dengan 30oC, dan ± 2%

untuk suhu lebih besar dari 30ᴏC. BKD untuk daerah laju alir yang lebih rendah (Q1 ≤ Q ≤ Q2) adalah ±3% tidak tergantung suhu air. b. BKD Meter air kelas akurasi 2

BKD untuk daerah laju alir yang lebih besar (Q2 ≤ Q ≤ Q4) adalah ±2%, untuk suhu dari 0,1oC sampai 30oC, dan ±3% untuk suhu lebih

besar dari 30oC. BKD untuk daerah laju alir yang lebih rendah (Q1 ≤

(23)

23

c. BKD untuk tera ulang adalah dua kali BKD pada huruf a dan huruf b. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2018 tentang Tera dan Tera Ulang alat-alat ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya.

Pasal 1

1. Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya yang selanjutnya disingkat UTTP adalah alat-alat yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

2. Tera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas UTTP yang belum dipakai.

3. Tera ulang adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas UTTP yang telah ditera.

4. Penera adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejawabat yang berwewenang untuk melakukan peneraan.

5. Pemeriksaan dalam rangka tera dan tera ulang yang selanjutnya disebut pemeriksaan adalah serangkaian tindakan sebelum dilakukan pengujian pada kegiatan tera atau tera ulang UTTP yang dilakukan oleh penera dengan cara mencocokkan atau menilai jenis dan tipe UTTP sesuai dengan syarat teknis UTTP.

(24)

24

6. Pengujian dalam rangka tera dan tera ulang yang selanjutnya disebut pengujian adalah keseluruhan tindakan yang dilakukan oleh penera untuk membandingkan nilai penunjukan pada UTTP dengan standar ukuran guna menetapkan sifat kemetrologian sesuai syarat teknis UTTP.

7. Batas kesalahan yang diizinkan yang selanjutnya disingkat BKD adalah perbedaan maksimum (positif atau negatif) yang diizinkan antara penunjukkan UTTP dan nilai sebenarnya.

8. Penjustiran adalah mencocokan atau melakukan perbaikan ringan dengan tujuan agar alat yang dicocokan atau diperbaiki itu memenuhi persyaratan tera atau tera ulang.

9. Uji sampel adalah pengujian terhadap sampel UTTP mewakili populasi UTTP dengan jumlah sampel sesuai ketentuan uji sampel.

10. Populasi adalah sekelompok UTTP yang mempunyai kesamaan tertentu dan memenuhi syarat sebagai sumber pengambilan sampel.

11. UTTP terpasang tetap adalah UTTP yang tidak mudah dipindahkan dan/atau mempunyai kekhususan dari segi konstruksi, ukuran, bobot, dan instalasi. 12. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah unsur

pelaksana tugas teknis dibidang metrologi legal yang berada di bawah direktorat metrologi.

13. Unit metrologi legal yang selanjutnya disingkat UML adalah satuan kerja pada Dinas Provinsi DKI Jakarta atau Dinas kabupaten/kota yang menyelenggarakan kegiatan tera dan tera ulang UTTP dan pengawasan di bidang metrologi legal.

14. Sidang tera ulang adalah pelaksanaan tera ulang terhadap UTTP yang dikumpulkan di suatu tempat tertentu.

15. Pihak ketiga adalah perorangan atau badan usaha termasuk institusi lain yang bertindak untuk dan atas nama pemilik UTTP mengajukan permintaan tera

(25)

25

atau tera ulang UTTP berdasarkan surat penunjukan atau perjanjian kerja sama.

Pasal 2 1. Kegiatan tera dan tera ulang meliputi:

a. Pemeriksaan; b. Pengujian; dan

c. Pembubuhan tanda tera,

2. Pemeriksaan dan pengujian dilakukan terhadap UTTP sebelum dibubuhi tanda tera.

3. Pengujian terhadap UTTP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan menggunakan standar ukuran yang telah ditelusur.

4. Pemeriksaan, pengujian dan pembubuhan tanda tera dilakukan berdasarkan syarat teknis alat ukur, alat takar, atau alat timbang.

Pasal 3 1. Tera dan tera ulang dilakukan terhadap:

a. UTTP produksi dalam negeri; dan b. UTTP asal impor

2. Tera wajib dilakukan terhadap UTTP produksi dalam negeri dan asal impor sebelum ditawarkan, dijual, disewakan, diserahkan atau diadakan sebagai persediaan.

3. Tera ulang wajib dilakukan terhadap UTTP yang: a. Habis masa berlaku tanda sahnya;

b. Tanda tera rusak dan/atau kawat segelnya putus;

c. Dilakukan perbaikan atau perubahan yang dapat mempengaruhi penunjukan; dan

d. Penunjukannya menyimpang dari syarat teknis Alat Ukur, Alat Takar, atau Alat Timbang.

(26)

26

a. Meter kWh Elektromekanik/dinamis, 15 tahun. b. Meter kWh Elektronik/statis, 10 tahun

c. Tangki ukur tetap silinder tegak bahan bakar minyak, 10 tahun d. Meter gas Diafragma, 10 tahun

e. Ultrasonic gas flow meter. 7 tahun

f. Tangki ukur tongkang dan tangki ukur kapal, 6 tahun g. Meter air

- Diameter Nominal (DN) ≤ 50 mm, 5 tahun - Diameter Nominal (DN) ≤ 254 mm, 3 tahun

h. Custody Transfer Measuring System (CTMS) / sistem tangki ukur terapung, 3 tahun

i. Tangki ukur mobil bahan bakar minyak, 2 tahun j. Automatic Level Gauge, 2 tahun.

(27)

27

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pengumpulan data dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. 28 Januari sampai dengan bulan 28 April 2019, bertempat di PT. PELINDO IV Cabang Parepare Provinsi Sulawesi Selatan.

3.2 Alat dan Bahan

Selama melaksanakan kegiatan tugas akhir, penulis menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:

 Meteran air tipe Woltman Horizontal merek LINFLOW  Alat tulis-menulis

 Mobil PDAM 5m3 (5000 Liter)

 Pipa Sambungan  Baut  Stopwatch HP  Kamera HP  Kalkulator HP 3.3 Metode Pelaksanaan

Data yang diambil, terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber dan wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuisioner terlampir. Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari berbagai dokumen-dokumen atau terbitan literatur yang dapat mendukung kelengkapan data primer. Cara yang digunakan dalam pengambilan data adalah:

(28)

28

1) Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung pada objek penulisan laporan.

2) Interview yaitu mengadakan wawancara dan tanya jawab dengan pembimbing

lapangan.

3) Dokumentasi yaitu foto-foto dan tulisan yang berhubungan dengan materi kajian serta mencatat bagian-bagian yang dianggap penting yang terdapat dilokasi pengujian.

Gambar

Gambar 2.1 Komponen dasar meter air  Sumber: https://repository.widyatama.ac.id
Gambar 2.2 Meter Air Tipe Woltman Vertikal  Sumber: http://tirtamubarok.blogspot.com

Referensi

Dokumen terkait