• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasmawati*Bakaruddin**Rika Despica** ABSTRACT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kasmawati*Bakaruddin**Rika Despica** ABSTRACT"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1

THE PROFILEOFPADANG-PARIAMANRAIL TRANSPORT SERVICE By:

Kasmawati*Bakaruddin**Rika Despica**

Geography Education College Student of STKIP PGRI Western Sumatera* Geography Education Lecturers of STKIP PGRI Western Sumatera**

ABSTRACT

This study aims to get the data, process and analyze in deeply about describing or profile rail transport service Padang-Pariaman that was seen from: 1) Service, 2) Pleasantness, 3) and Tariff. Nowadays, this track currently is served by PT. KeretaApi (Persero) Regional Division II West Sumatra with the operation of the railwaybySibinuang Economy Class AC.

The design of this research is a qualitative andtechnique of data collection of informants was conducted by purposive sampling with the key of informants were Chief of Station Class I Padang, Pariaman Station Chief and Officer Class 2 trains Care Division II West Sumatra. While the supporter of informant was passengers train Padang-Pariaman that was conducted by Sampling Incidental. The data were collected through observation, interview and documentation. Then, the data were totally summarizedand analyzed by using data reduction technique, display data and drawing of conclusion.

The results showed: 1)the train service of Padang-Pariaman was seen from the number of trains that existed cannot meet the needs of passengers. Especially in the holidays Saturday-Sunday and national holidays because the amount is limited 2) the pleasantness of train Padang-Pariaman is depended on the situation and condition in the rail. It can be said to be pleasantness if a passenger seated suitable to her seat, and the passenger is not too intense or full, no buskers and traders who sell on the train, cleanliness and safety are maintained. These can be said to be unpleasantnessifPassengersintense or full as well as its lack of cool with AC inside the train. 3) The tariff of railway Padang-Pariaman PSO is aid subsidy from the governments where the tariff is still categorized economical and reach for the public. Although it does not much realize to increase from the previously tariff, the passenger did not feel unwillingness and assume it is very reasonable if they compare to use other transportation.

(3)

2

PROFIL JASA TRANSPORTASI KERETA API PADANG-PARIAMAN

Oleh:

Kasmawati*Bakaruddin**Rika Despica**

Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*

Staf Pengajar Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat**

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah dan menganalisis secara mendalam tentang gambaran atau profil jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman yang dilihat dari: 1) Pelayanan, 2) Kenyamanan, 3) Tarif. Saat ini jalur tesrsebut dilayani oleh PT. Kereta Api (persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dengan pengoperasian KA Sibinuang Kelas Ekonomi AC.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dan teknik pengambilan informannya dilakukan secara Purposive Sampling dengan informan kunci Kepala Stasiun Kelas I Padang, Kepala Stasiun Kelas 2 Pariaman dan Officer Pelayanan kereta api Divre II Sumbar. Sedangkan informan pendukungnya adalah penumpang kereta api Padang-Pariaman yang dilakukan secara Sampling Insidental. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dirangkum secara keseluruhan dan di analisisi dengan menggunakan teknik reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pelayanan kereta api Padang-Pariaman dilihat dari jumlah kereta api yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan bagi penumpang terutama di hari libur sabtu-minggu dan libur nasional karena jumlahnya yang terbatas 2) Kenyamanan kereta api Padang-Pariaman tergantung pada situasi dan kondisi di dalam kereta api, dapat dikatakan nyaman, apabila penumpang duduk sesuai dengan tempat duduknya, dan penumpang tidak terlalu padat atau penuh, tidak adanya pengamen dan pedagang yang berjualan di atas kereta api, kebersihan dan keamanan terjaga dan dapat dikatakan tidak nyaman apabila Penumpang padat atau penuh serta AC nya yang kurang terasa sejuk di dalam kereta api. 3) Tarif kereta api Padang-Pariaman PSO yaitu subsidi bantuan dari pamerintah, yang mana tarifnya masih tergolong ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat, walaupun sedikit mengalami kenaikan dari tarif sebelumnya, penumpang tidak merasa keberatan dan mengganggap hal tersebut sangat wajar jika mereka bandingkan menggunakan transportasi lain.

Kata Kunci: profiltransportasikeretaapi, Pelayanan, Kenyamanan, tarif.

PENDAHULUAN

Transportasi merupakan salah satu komponen yang mutlak bagi pencapaian tujuan nasional masa kini dan mendatang. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil dalam mencapai tujuan pembangunan adalah negara-negara yang memiliki sistem transportasi yang memadai dalam memenuhi kebutuhan dinamis penduduknya.

Perkembangan zaman yang pesat membuat permasalahan transportasi makin kompleks seperti macet, lahan parkir yang kurang dan lain-lain. Disinilah peran

pemerintah dalam mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan cara menyediakan transportasi massal yang memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan kenyamanan.

Perkeretaapian sebagai salah satu bentuk dari transportasi tersebut.Sebagai lembaga penyedia jasa yang memiliki misi “Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama :

(4)

3

keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan”, maka salah satu yang harus diperhatikan adalah kualitas pelayanan. Pelayanan adalah hal yang sangat menentukan kenyamanan masyarakat, yang akan memepengaruhi minat masyarakat untuk memilih alat transportasi umum yang akan digunakan.

Begitu pula dengan tarif atau harga sangat menentukan kepuasan penumpang dalam penggunaan jasa, karena besarnya tarif yang ditetapkan berkaitan dengan tingkat pendapatan yang dimiliki oleh penumpang. Semakin tingginya tarif akan mengakibatkan penumpang harus berpikir dua kali dalam penggunaan jasa angkutan, demikian sebaliknya apabila tarif semakin rendah maka penumpang cenderung memanfaatkan sarana transportasi tanpa melakukan pertimbangan lebih banyak. Hal ini sesuai pernyataan Lupiyoadi dalam Widyaningtyas (2010:39) bahwa harga merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen.

PT.KAI adalah perusahan satu-satunya milik pemerintah yang menyediakan jasa transportasi kereta api. Sebagai penyedia jasa perkeretaapian di Indonesia sudah seharusnya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mendukung pelayanan, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasanya. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero)Divisi Regional II Sumbar jalur Padang-Pariaman, merupakan salah satu wilayah operasional yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Sebagai salah satu unit pelayanan publik memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Berdasarkan observasi awal di lapangan, ditinjau dari segi pelayanan kereta api Padang-Pariaman, belum memberikan pelayanan yang memuaskan bagi penumpang. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kereta api yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan penumpang terutama dihari libur, banyak penumpang yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan tiket. Selain itu fasilitas pendukung pelayanan seperti tempat duduk atau ruang tunggu untuk calon penumpang yang terbatas terutama di shelter yang baru, sehingga penumpang terpaksa berdiri saat menunggu kereta api.

Selain Pelayanan, kenyamanan juga sangat dibutuhkan oleh para pengguna jasa transportasi. Untuk membuat kenyamanan penumpang kereta api Padang-Pariaman disetiap gerbong disediakan pengharum ruangan, AC, toilet, free charge, dan tempat sampah. Selain itu juga pihak kereta api tidak memperbolehkan pengamen dan pedangang asongan untuk berjualan di kereta api demi untuk kenyamanan penumpang. Dengan kelebihan tersebut penulis melihat kenyamanannya masih kurang, saat hari libur hal ini sering terlihat penumpang kereta api yang berdiri karena tidak kebagian tiket tempat duduk, kadang seringkali melebihi batas maksimal yang dapat ditampung gerbong kereta api, akibatnya penumpang penuh sesakdan panas walaupun di dalam kereta api sudah disediakan AC. Sedangkan dari keamanan kereta api Padang-Pariaman, mereka menempatkan beberapa personil POLSUSKA (Polisi Khusus Kereta Api) untuk menjaga barang bawaan penumpang.

Dilihat dari segi tarif kereta api relatif ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat dibandingkan transportasi lain, dengan adanya pamerintah memberikan subsidi PSO (Public Service Obligation) terhadap penumpang kereta api kelas ekonomi. Untuk tarif kereta api Padang-Pariaman tersebut mengalami kenaikan 60% dari tarif sebelumnya Rp. 2500 sekarang menjadi Rp. 4000 Ekonomi AC dengan 4 kali jadwal keberangkatan setiap hari. Sebelum perubahan 01 April 2015, kereta api yang beroperasi jalur Padang-Pariaman yaitu kereta api Sibinuang (reguler) dan kereta api Wisata Dang Tuanku, dengan 2 kali jadwal keberangkatan setiap harinya. Untuk kereta api sibinuang beroperasi setiap hari, dengan tarif Rp.2500 kelas Ekonomi sedangkan kereta api Wisata Dang Tuanku beroperasi hari sabtu dan minggu dengan tarif Rp.20.000 kelas Ekonomi AC dan Rp. 25.000 kelas Eksekutif.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Profil Jasa Transportasi Kereta Api Padang-Pariaman”.

Tujuan penelitian ini adalah:

Untuk mengungkapkan serta menganalisa tentang profil jasa transportasi kereta api

(5)

4

Padang-Pariaman yang dilihat dari segi pelayanan, kenyamanan, dan tarif.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti, menurut Haris (2012:9).

Dalam penelitian ini metode yang dimanfaatkan ialah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan kunci yaitu Kepala Stasiun Kereta Api Kelas 1 Padang, Kepala Stasiun Kelas 2 Pariaman, dan Officer Pelayanan. Teknik pengambilan informannya dilakukan secara Purposive Samplingyaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yang di pandang dapat memberi data secara maksimal. Sedang informan pendukungnya adalah penumpang kereta api yang dilakukan secara sampling incidental.

Menurut Sugiyono (2013:85), teknik sampling insidental teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu kepada siapa saja secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sampel, bila di pandang orang yang kebetulan di temui itu cocok sebagai sumber data.

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Daerah Penelitian (Letak, Batas, dan Luas)

1. Kota Padang

Secara astronomis terletak antara 0º44’00”LS-1º08’35”LSdan100º05’05”BT-100º34’09”BT, dengan luas wilayah Kota Padang 694.96 km2 atau setara dengan 1,65 persendari luas propinsi Sumatera Barat.

Batas-batas wilayah Kota Padang: a. Sebelah utara berbatasan dengan

Kabupaten Padang Pariaman.

b. Sebelah Selatan berbatasan Kabupaten Pesisir Selatan.

c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Samudra Indonesia. d. Sebelah Timur berbatasan dengan

Kabapaten Solok. 2. Kota Pariaman

Posisi astronomis Kota Pariaman terletak antara 00º33’00”-00º40’43”LS dan100º04’46”-100º10’55”BT, memiliki luas wilayah sekitar 73.36 km2, dengan batas wilayah Kota Pariamanpadasisiutara, selatan, timurberbatasanlangsungdenganKabupatenP adang Pariamandansebelahbaratberbatasanlangsun gdengansamudraHindia. PEMBAHASAN

Pada pembahasan ini dibahas hasil penelitian tentang profil jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman.

Pertama, dilihat dari pelayanan jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman bahwa bentuk pelayanan yang diberikan kepada penumpang, seperti Pelayanan dalam pembelian tiket, Pengecekan tiket, tempat duduk, naik dan turun penumpang serta disediakan pula fasilitas pendukung pelayanan seperti ruang tunggu, toilet, musholla, charger hp untuk di stasiun. Sedangkan di gerbong kereta api ruangan full AC, toilet, charger hp. Namun jika dilihat dari jumlah kereta api yang ada, belum dapat memenuhi kebutuhan bagi penumpang karena jumlahnya terbatas sementara untuk hari libur sabtu-minggu dan libur nasional jumlah penumpang meningkat. Agar pelayanan lebih memadai lagi perlu adanya penambahan gerbong kereta api dan tempat duduk terutama di shelter yang baru, sedangkan pelayanan oleh petugas sudah cukup ramah hanya saja pelayanan dalam tempat duduk kadang tidak sesuai dengan di tiket akibat kurang tertibnya penumpang.

Menurut Sugiarto dalam Yugo (2012:12) menyatakan bahwa pelayanan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain (konsumen, pelanggan, tamu, klien, pasien, penumpang dan lain-lain) yang tingkat pemuasnya hanya dirasakan oleh orang yang melayani maupun yang dilayani. Jadi, sesuai dengan teori diatas untuk pelayanan kereta api Padang-Pariaman belum memenuhi kebutuhan penumpang karena masih terbatasnya jumlah kereta api yang ada terutama untuk hari libur akibatnya banyak penumpang kecewa karena tidak mendapatkan tiket.

Kedua, dilihat dari kenyamanan jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman

(6)

5

tergantung pada situasi dan kondisi di dalam kereta api. Dapat dikatakan nyaman, apabila penumpang duduk sesuai dengan tempat duduknya, dan penumpang tidak terlalu padat atau penuh seperti haribiasa, tidak adanya pengamen dan pedagang yang berjualan di kereta api, kebersihan dan keamanan terjaga dan dapat dikatakan tidak nyaman apabila Penumpang padat atau penuh, dimana di hari-hari tertentu seperti hari libur jumlah penumpang meningkat sehingga banyak penumpang yang berdiri tidak kebagian tiket tempat duduk serta AC nya kurang terasa sejuk di dalam kereta api.

Menurut Sanders dan Mc Cormick dalam Eva (2014) menggambarkan bahwa kenyamanan merupakan suatu kondisi perasaan dan sangat tergantung pada orang yang mengalami situasi tersebut. Sesuai dengan teori di atas untuk kenyamanan kereta api padang-pariaman tergantung pada situasi yang dirasakan penumpang saat berada di dalam kereta api.

Ketiga,dilihat dari tarif jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman tarifnya PSO Subsidi bantuan dari pamerintah yang bekerjasama dengan Dirjen perkeretaapian dengan kontrak yang di sepakati selama 1 tahun. tarif tersebut masih tergolong ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat walaupun sedikit mengalami kenaikan dari tarif sebelumnya penumpang tidak merasa keberatan dan menganggap hal tersebut sangat wajar jika mereka bandingkan menggunakan transportasi lain seperti bus.

Menurut Fidel (2011:129) secara sederhana tarif (harga) jasa transportasi merupakan nilai (harga) pelayanan pindah tempat dari tempat asal ke tepat tujuan tertentu yang diberikan oleh pihak penyedia jasa sistem transportasi yang berupa moda tertentu kepada pelaku perjalanan. Biasanya tinggi rendahnya tarif (harga) transportasi akan menentukan moda transportasi yang digunakan oleh pemakai jasa. Begitu pula dengan tarif jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman masyarakat lebih memilih menggunakan kereta api kerena tarifnya lebih murah dibandingkan trasportasi lain. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang profil jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelayanan jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman, dilihat dari jumlah kereta api yang ada, belum dapat memenuhi kebutuhan bagi penumpang karena jumlahnya. Hal tersebut perlu adanya penambahan gerbong kereta api dan tempat duduk terutama di shelter yang baru.

2. Kenyamanan jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman tergantung pada situasi dan kondisi di dalam kereta api, dapat dikatakan nyaman apabila penumpang duduk sesuai dengan tempat duduknya, dan penumpang tidak terlalu padat atau penuh, tidak adanya pengamen dan pedagang yang berjualan di atas kereta api, kebersihan dan keamanan terjaga dan dapat dikatakan tidak nyaman apabila Penumpang padat atau penuh, serta AC nya yang kurang terasa sejuk di dalam kereta api.

3. Tarif jasa transportasi kereta api Padang-Pariaman tarifnya PSO (public service obligation) yaitu subsidi bantuan dari pamerintah, untuk tarif masih tergolong ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat walaupun sedikit mengalami kenaikan dari tarif sebelumnya, penumpang tidak merasa keberatan dan menganggap hal tersebut sangat wajar jika mereka bandingkan menggunakan transportasi lain.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan sebagai berikut:

1. Diharapkan kepada masyarakat (penumpang) untuk tertib dan teratur di dalam kereta api seperti dalam hal penempatan tempat duduk harus sesuai dengan tiket.

2. Diharapkan Kepada Masyarakat (Penumpang) untuk mematuhi aturan yang ada pada kereta api Padang-Pariaman.

3. Diharapkan kepada pamerintah dan pihak terkait untuk menambah jumlah gerbong kereta api serta fasilitas pendukung pelayanan agar lebih baik lagi.

(7)

6

Bangun, Eva Violesa. 2014. Pengaruh

Warna Ruang Kerja Terhadap Kenyamanan Dosen Departemen Psikologi Industri Dan Organisasi Fakultas Psikologi USU. Junal. Universitas Sumatera Utara. Herdiansyah, Haris. 2012. Metodologi

Penelitian Kualitatif Untuk Imu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Miro, Fidel. 2012. Pengantar Sistem Transportasi. Jakarta: Erlangga. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian

Kuantitatif dan Kualitatif R&K. Bandung: Alfabeta.

Widyanigtyas, Richa. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas

Serta Dampaknya Pada Kepuasan Konsumen Dalam Menggunakan Jasatransportasikeretaapiharina. Jurnal.UniversitasDiponogoro Semarang.

Referensi

Dokumen terkait

 Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan pengamatan, wawancara tentang perilaku Tri Mala di masyarakat, kemudian membuat 24 JP  Buku teks pelajaran

prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Karangampel Kabupaten Indramayu. Wilayah penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah

This project will create an algorithm that capable to give an indicator or signal to the driver by using sensor to detect the distance between object and vehicle at the blind spot

[r]

TRADING SELL : Posisi jual untuk jangka pendek , yang menitikberatkan pada analisa teknikal dan isu- isu yang beredar.. Sementara indikator RSI berada di area

Tahapan Penelitian pada Gambar 2, dapat dijelaskan sebagai berikut, Tahap Identifikasi Masalah : Pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap permasalahan yang

mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan

yang mayoritas juga beragama muslim membuat beberapa warga etnis.. Rohingya berani menggantungkan harapan untuk bisa diterima