Rencana Kerja Pemerintah
Rencana Kerja Pemerintah
Tahun 2006
Tahun 2006
Disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII – DPR RI Jakarta, 23 November 2005
PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA
PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA
AGENDA PEMBANGUNAN
AGENDA PEMBANGUNAN
2005
2005
-
-
2009
2009
Mewujudkan Indonesia am an dan damai Meningkatkan kesejahteraan ra kyatMewujudkan Indonesia adil dan demo
kratis
KERANGKA PENYUSUNAN RKP
KERANGKA PENYUSUNAN RKP
TEMA PEMBANGUNAN
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
PRIORITAS 1 PRIORITAS 2 PRIORITAS 3 PRIORITAS 4 PRIORITAS 5 PRIORTAS 6 PRIORITAS 7
Pengarusutamaan partisipasi
Pengarusutamaan gender
Pengarusutamaan pelestarian lingkungan hidup dan SDA
Stabilitas ekonomi, sosial dan politik
Pengarusutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance)
Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai
Tema Pembangunan 2006-2009 Prioritas-Prioritas Pembangunan • Sasaran • Arah Kebijakan • Kegiatan-kegiatan
Pokok dalam program Pembangunan
Alokasi APBN
KONDISI UMUM
• Pencapaian Pembangunan • Masalah dan Tantangan
Visi Misi Presiden yang telah dituangkan dalam
RPJMN 2004-2009
ALUR PENYUSUNAN RKP
MASALAH
Kemiskinan tinggi : 16,7% tahun 2004
Pengangguranterbuka tinggi : 9,9% tahun 2004
Akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan masih rendah
Iklim investasi tidak kondusif dan daya saing ekspor melemah
Struktur industri lemah, produktivitas pertanian rendah
Jumlah dan mutu infrastruktur belum memadai
Potensi berbagai gangguan keamanan masih tinggi
Kepastian dan penegakan hukum rendah, kinerja birokrasi lemah dan korupsi
Bencana Tsunami di Aceh dan Nias
TANTANGAN Globalisasi semakin pesat Desentralisasi belum berjalan sesuai harapan
Sumber dana terbatas, SDA menurun RKP 2006 Tema : Menyelesaikan Reformasi Menyeluruh untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Prioritas Pembangunan Nasional 2006
• Penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan • Peningkatan kesempatan kerja, investasi, dan
ekspor
• Revitalisasi pertanian dan perdesaan • Peningkatan aksesibilitas dan kualitas
pendidikan dan kesehatan
RPJMN 2004 – 2009 • Indonesia aman dan damai • Indonesia adil dan demokratis • Meningkatkan kesejahteraan rakyat
• Penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan reformasi birokrasi
• Penguatan kemampuan pertahanan,
pemantapan keamanan dan ketertiban serta penyelesaian konflik
• Rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2006 Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2006
merupakan pelaksanaan tahun ke dua dari RPJMN
merupakan pelaksanaan tahun ke dua dari RPJMN
2004
2004––2009 2009
Ditentukan berdasarkan tema pembangunan dan Ditentukan berdasarkan tema pembangunan dan
ditetapkan prioritas pembangunan nasional tahunan
ditetapkan prioritas pembangunan nasional tahunan
Prioritas disusun berdasarkan pada:Prioritas disusun berdasarkan pada:
•
• Pencapaian sasaranPencapaian sasaran--sasaransasaran •
• Penting dan mendesak dilaksanakanPenting dan mendesak dilaksanakan •
• Merupakan tugas pemerintahMerupakan tugas pemerintah •
• Realistis untuk dilaksanakanRealistis untuk dilaksanakan
RKP 2006
RKP 2006
Fungsi RKP
Fungsi RKP
Menjadi acuan bagi seluruh komponen bangsa, karena Menjadi acuan bagi seluruh komponen bangsa, karena
memuat seluruh kebijakan publik;
memuat seluruh kebijakan publik;
Menjadi pedoman dalam menyusun APBN, karena Menjadi pedoman dalam menyusun APBN, karena
memuat arah kebijakan pembangunan nasional satu
memuat arah kebijakan pembangunan nasional satu
tahun;
tahun;
Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan
komitmen Pemerintah
Prioritas
Prioritas
-
-
Prioritas Pembangunan 2006
Prioritas Pembangunan 2006
PPenanggulangan kemiskinan dan kesenjanganenanggulangan kemiskinan dan kesenjangan
PPeningkatan kesempatan kerja, investasi dan eksporeningkatan kesempatan kerja, investasi dan ekspor
RRevitalisasi pertanian dan perdesaanevitalisasi pertanian dan perdesaan
Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan
dan Kesehatan
dan Kesehatan
Penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan reformasi Penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan reformasi
birokrasi
birokrasi
Pemantapan keamanan dan ketertiban serta Pemantapan keamanan dan ketertiban serta
penyelesaian konflik
penyelesaian konflik
RRehabilitasi dan rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam ehabilitasi dan rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam
dan Nias (Sum
Peningkatan Akses Masyarakat
Peningkatan Akses Masyarakat
terhadap Layanan Kesehatan
terhadap Layanan Kesehatan
yang
yang
Lebih Berkualitas
Lebih Berkualitas
Kondisi Umum
Kondisi Umum
Pembangunan Kesehatan:
Pembangunan Kesehatan:
•
•
M
M
emenuhi salah satu hak dasar rakyat
emenuhi salah satu hak dasar rakyat
•
•
I
I
nvestasi untuk peningkatan kualitas
nvestasi untuk peningkatan kualitas
sumber daya manusia
sumber daya manusia
•
•
M
M
endukung pembangunan ekonomi
endukung pembangunan ekonomi
•
Meningkatnya derajat kesehatan yg ditandai dengan:
Angka Kematian Bayi menjadi 35/1.000 dan Balita
menjadi 46/1000
Angka Kematian Ibu Melahirkan menjadi
307/100.000
Angka Harapan Hidup menjadi 66,2 tahun
• Kematian bayi menurun dengan cepat.
• Tahun-tahun mendatang kecepatan ini diperkirakan akan berkurang, karena tingkat kematian yang rendah sulit diturunkan secara drastis
Kecenderungan Angka Kematian Bayi (AKB)
68 57 46 35 0 20 40 60 80 1989 1994 1999 2004 2009 2014 Sumber: SDKI 1991, 1994, 1997, 2002-3 p e r 1000 kel ah ir an h id u p
Kencenderungan Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup Tahun 1989-2002
Kematian Ibu mengalami penurunan. Tapi dengan
kecenderungan seperti ini, akan sulit mencapai target MDG tanpa upaya ekstra
Kecenderungan Angka Kematian Ibu (AKI)
390 334 307 0 100 200 300 400 500 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 1900 Sumber: SDKI 1994, IDHS 1997, IDHS 2002-3
p e r 100. 000 kel ah ir an hidup
Kecenderungan Angka Kematian Ibu (AKI), Tahun 1992-2000
Terjadi penurunan prevalensi kurang gizi hingga tahun
Terjadi penurunan prevalensi kurang gizi hingga tahun
2000, tapi kemudian prevalensi meningkat lagi
2000, tapi kemudian prevalensi meningkat lagi
6,3 7,2 11,6 10,5 8,1 7,5 6,3 8,0 8,3 31,2 28,3 20,0 19,0 18,3 17,1 19,8 19,3 19,2 37,5 35,6 31,6 29,5 26,4 24,7 26,1 27,3 27,5 0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 1989 1992 1995 1998 1999 2000 2001 2002 2003 P e rsen
Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Buruk+Gizi Kurang
Sumber: Susenas
Permasalahan
Permasalahan
Status kesehatan masyarakat, terutama penduduk miskin masih rendah
Disparitas status kesehatan juga masih tinggi.
Beban ganda: penyakit infeksi menular dan peningkatan penyakit tidak menular.
Kapasitas pelayanan kesehatan masih rendah Tenaga kesehatan masih terbatas.
Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat;
Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan;
Diparitas status kesehatan antara golongan kaya dan miskin: Kematian Bayi dan Balita golongan miskin 4 kali lebih tinggi dari golongan kaya.109
109
78.1
78.1
Strata 1 (
Strata 1 (TermiskinTermiskin))
29.2
29.2
23.3
23.3
Strata 5 (
Strata 5 (TerkayaTerkaya))
51.6 51.6 39.4 39.4 Strata 4 Strata 4 69.5 69.5 51.4 51.4 Strata 3 Strata 3 76.5 76.5 57.3 57.3 Strata 2 Strata 2 AKBA AKBA AKB AKB Strata
Strata EkonomiEkonomi
Sumber, Gwatkin, 2000
Semakin miskin,
Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan juga masih rendah:
kesehatan juga masih rendah:
•
• RataRata--rata setiap 100.000 penduduk baru dapat rata setiap 100.000 penduduk baru dapat dilayani oleh 3,5 puskesmas;
dilayani oleh 3,5 puskesmas;
•
• Selain jumlahnya yang kurang, kualitas, Selain jumlahnya yang kurang, kualitas,
pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan di puskesmas masih menjadi kendala;
kesehatan di puskesmas masih menjadi kendala;
dan
dan
•
• Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, namun kualitas pelayanan
kabupaten/kota, namun kualitas pelayanan
sebagian besar RS pada umumnya masih di
sebagian besar RS pada umumnya masih di
bawah standar.
Kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan Kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan
yang diperlukan, diperkirakan per 100.000 penduduk
yang diperlukan, diperkirakan per 100.000 penduduk
baru dapat dilayani oleh 7,7 dokter umum, 2,7 dokter
baru dapat dilayani oleh 7,7 dokter umum, 2,7 dokter
gigi, 3,0 dokter spesialis, dan 8,0 bidan.
gigi, 3,0 dokter spesialis, dan 8,0 bidan.
Jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan masyarakat Jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan masyarakat
masih belum memadai:
masih belum memadai:
•
• lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada di lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada di Jawa dan Bali.
Jawa dan Bali.
•
• Disparitas rasio dokter umum per 100.000 penduduk Disparitas rasio dokter umum per 100.000 penduduk antar wilayah juga masih tinggi dan berkisar dari 2,3
antar wilayah juga masih tinggi dan berkisar dari 2,3
di Lampung hingga 28,0 di DI Yogyakarta.
SASARAN PEMBANGUNAN
SASARAN PEMBANGUNAN
TAHUN 2006
TAHUN 2006
Sasaran UmumSasaran Umum
¾
¾ Mendukung peningkatan derajat kesehatan Mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses
masyarakat melalui peningkatan akses
masyarakat, terutama penduduk miskin, terhadap
masyarakat, terutama penduduk miskin, terhadap
pelayanan kesehatan
pelayanan kesehatan
Sasaran KhususSasaran Khusus
1.
1. Meningkatnya proporsi keluarga yang berperilaku Meningkatnya proporsi keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat;
hidup bersih dan sehat;
2.
2. Meningkatnya proporsi keluarga yang memiliki Meningkatnya proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih;
akses terhadap sanitasi dan air bersih;
3.
3. Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih;
Lanjutan Sasaran
Lanjutan Sasaran
………
………
.
.
4.
4. Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal, Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal, postnatal dan neonatal;
postnatal dan neonatal;
5.
5. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke Puskesmas;
penduduk miskin ke Puskesmas;
6.
6. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke rumah sakit;
penduduk miskin ke rumah sakit;
7.
7. Meningkatnya cakupan imunisasiMeningkatnya cakupan imunisasi 8.
8. Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD),
penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD),
tuberkulosis paru, diare, dan HIV/AIDS;
tuberkulosis paru, diare, dan HIV/AIDS;
9.
9. Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita; Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita; 10.
10. Meningkatnya pemerataan tenaga kesehatan;Meningkatnya pemerataan tenaga kesehatan; 11.
12.
12.
Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana
Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana
produksi dan disitribusi produk terapetik/obat, obat
produksi dan disitribusi produk terapetik/obat, obat
tradisional, kosmetik, perbekalan kesehatan rumah
tradisional, kosmetik, perbekalan kesehatan rumah
tangga, produk komplemen dan produk pangan;
tangga, produk komplemen dan produk pangan;
13.
13.
Meningkatnya penelitian dan pengembangan
Meningkatnya penelitian dan pengembangan
tanaman obat asli Indonesia;
tanaman obat asli Indonesia;
14.
14.
Meningkatnya jumlah peraturan dan perundang
Meningkatnya jumlah peraturan dan perundang
-
-undangan di bidang pembangunan kesehatan yang
undangan di bidang pembangunan kesehatan yang
ditetapkan; dan
ditetapkan; dan
15.
15.
Meningkatnya jumlah penelitian dan
Meningkatnya jumlah penelitian dan
pengembangan di bidang pembangunan kesehatan.
pengembangan di bidang pembangunan kesehatan.
Lanjutan Sasaran
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
TAHUN 2006
TAHUN 2006
1.
1. Meningkatkan Meningkatkan pemerataan dan keterjangkauanpemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan melalui peningkatan jumlah,
pelayanan kesehatan melalui peningkatan jumlah,
jaringan dan kualitas puskesmas; dan pengembangan
jaringan dan kualitas puskesmas; dan pengembangan
jaminan kesehatan bagi penduduk miskin dengan
jaminan kesehatan bagi penduduk miskin dengan
melanjutkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas
melanjutkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas
dan kelas III rumah sakit;
dan kelas III rumah sakit;
2.
2. Meningkatkan Meningkatkan kualitas pelayanankualitas pelayanan kesehatan melalui kesehatan melalui peningkatan kualitas dan pemerataan fasilitas
peningkatan kualitas dan pemerataan fasilitas
kesehatan dasar; dan peningkatan kualitas dan
kesehatan dasar; dan peningkatan kualitas dan
kuantitas tenaga kesehatan; dan
kuantitas tenaga kesehatan; dan
3.
3. Meningkatkan Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehatperilaku hidup bersih dan sehat
melalui peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan
melalui peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan
dan pola hidup sehat; dan peningkatan pendidikan
dan pola hidup sehat; dan peningkatan pendidikan
kesehatan pada masyarakat sejak usia dini.
PROGRAM PEMBANGUNAN
TAHUN 2006
1. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 2. Lingkungan Sehat
3. Upaya Kesehatan Masyarakat 4. Upaya Kesehatan Perorangan
5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit 6. Perbaikan Gizi Masyarakat
7.
7. Sumber Daya KesehatanSumber Daya Kesehatan 8.
8. Obat dan Perbekalan KesehatanObat dan Perbekalan Kesehatan 9.
9. Pengawasan Obat dan MakananPengawasan Obat dan Makanan 10.
10. Pengembangan Obat Asli IndonesiaPengembangan Obat Asli Indonesia 11.
11. Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 12.
1. Tingkat kunjungan (visit rate) gakin miskin ke Puskesmas;
2. Pembangunan, perbaikan dan peningkatan Puskesmas dan jaringannya;
3. Pengadaan peralatan medis dan nonmedis Puskesmas dan jaringannya;
4. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih; dan
5. Cakupan pelayanan antenatal, postnatal dan neonatal.
Upaya
Kesehatan Masyarakat
3
3
1. Proporsi keluarga yang memiliki akses thd sanitasi dasar;
2. Proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih;
3. Faktor resiko lingkungan penyebab penyakit dan gangguan kesehatan; dan
4. Jumlah kawasan/wilayah sehat.
Lingkungan Sehat
2
2
1. Proporsi keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat;
2. Upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat dan gerakan generasi muda
3. Kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan.
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 1 Sasaran Tahunan Sasaran Tahunan Program Program No No
1. Proporsi puskesmas yang memiliki tenaga dokter;
2. Proporsi RS kab/kota memiliki dokter spesialis dasar;
3. Pemerataan tenaga kesehatan;
4. Mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan;
5. Standar profesi tenaga kesehatan.
Sumber Daya Sumber Daya Kesehatan Kesehatan 7 7
1. Prevalensi kurang gizi pada balita;
2. Penanggulangan KEP, AGB, GAKY, KVA, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; dan
3. Jumlah keluarga sadar gizi.
Perbaikan Gizi Perbaikan Gizi Masyarakat Masyarakat 6 6 1. Cakupan imunisasi;
2. Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria, DBD, TB paru, diare, dan HIV/AIDS;
3. Surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah.
Pencegahan Pencegahan dan dan Pemberantasan Pemberantasan Penyakit Penyakit 5 5
1. Tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke RS
2. Pembangunan dan perbaikan rumah sakit;
3. Pengadaan peralatan medis dan nonmedis RS
4. Uji coba pelayanan dokter keluarga.
Upaya Upaya Kesehatan Kesehatan Perorangan Perorangan 4 4 Sasaran Tahunan Sasaran Tahunan Program Program No No
1. Litbang tanaman obat asli Indonesia;
2. Promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia; dan
3. Standardisasi tanaman obat bahan alam Indonesia.
Pengembanga n Obat Asli Indonesia
10
1. Pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
2. Cakupan pemeriksaan sarana produksi dan disitribusi produk terapetik/obat, obat tradisional, kosmetik,
perbekalan kesehatan rumah tangga, produk komplemen dan produk pangan;
3. Pengawasan penyalahgunaan NAPZA;
4. Kapasistas laboratorium POM.
Pengawasan Obat dan Makanan
9
1. Ketersediaan dan pemerataan obat esensial nasional;
2. Penggunaan obat generik;
3. Pelayanan kefarmasian yang bermutu di farmasi komunitas dan rumah sakit; dan
4. Kebijakan harga obat yang dapat terjangkau
Obat dan Perbekalan Kesehatan 8 Sasaran Tahunan Program No
1. Meningkatnya jumlah litbang di bidang pembangunan kesehatan;
2. Meningkatnya jumlah dan mutu SDM litbangkes di pusat dan daerah;
3. Terlaksananya publikasi hasil litbang kesehatan; dan
4. Meningkatnya sarana dan prasarana litbang kesehatan.
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
12
1. Sistem perencanaan dan penganggaran;
2. Pengawasan, pelaporan dan penyempurnaan administrasi keuangan;
3. Jumlah peraturan dan perundang-undangan di bidang pembangunan kesehatan;
4. Pengembangan sistem informasi kesehatan;
5. Sistem kesehatan daerah; dan
6. Kebijakan jaminan kesehatan u/ masyarakat miskin.
Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 11 Sasaran Tahunan Program No
KEGIATAN POKOK
KEGIATAN POKOK
PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006
PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006
1.
1.
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat
Masyarakat
a.
a. Pengembangan media promosi kesehatan dan Pengembangan media promosi kesehatan dan
teknologi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE);
teknologi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE);
b.
b. Pengembangan upaya kesehatan bersumber Pengembangan upaya kesehatan bersumber
masyarakat, (seperti pos pelayanan terpadu, pondok
masyarakat, (seperti pos pelayanan terpadu, pondok
bersalin desa, dan usaha kesehatan sekolah) dan
bersalin desa, dan usaha kesehatan sekolah) dan
generasi muda; dan
generasi muda; dan
c.
c. Peningkatan pendidikan kesehatan kepada Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
2. Lingkungan Sehat
a. Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin;
b. Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan;
c. Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan; dan d. Pengembangan wilayah sehat.
3. Upaya Kesehatan Masyarakat
a. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya;
b. Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya;
c. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial;
d. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurang-kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan
lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar; dan
4.
4.
Upaya Kesehatan Perorangan
Upaya Kesehatan Perorangan
a. Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III rumah sakit;
b. Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di daerah bencana dan tertinggal secara selektif;
c. Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit; d. Pengadaan obat dan perbekalan rumah sakit; e. Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; f. Pengembangan pelayanan dokter keluarga;
g. Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan; dan h. Peningkatan peran serta sektor swasta dalam upaya
5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
a. Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko; b. Peningkatan imunisasi;c. Penemuan dan tatalaksana penderita;
d. Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan wabah; dan
e. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.
6. Perbaikan Gizi Masyarakat
a. Peningkatan pendidikan gizi;b. Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang
vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; c. Penanggulangan gizi-lebih;
d. Peningkatan surveilens gizi; dan
e. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
7. Sumber Daya Kesehatan
a. Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan;
b. Peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui diklat tenaga kesehatan;
c. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, serta rumah sakit kabupaten/kota terutama di daerah terpencil dan bencana;
d. Pembinaan tenaga kesehatan; dan
e. Penyusunan standar kompetensi dan regulasi profesi kesehatan.
8. Obat dan Perbekalan Kesehatan
a. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan; b. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan; c. Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan
kesehatan;
d. Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk penduduk miskin; dan
9. Pengawasan Obat dan Makanan
a. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
b. Peningkatan pengawasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA);
c. Peningkatan pengawasan mutu, khasiat dan keamanan produk terapetik/obat, perbekalan kesehatan rumah
tangga, obat tradisional, suplemen makanan dan produk kosmetika; dan
d. Penguatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan.
10. Pengembangan Obat Asli Indonesia
a. Pengembangan dan penelitian tanaman obat;
b. Peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia; dan
c. Pengembangan standardisasi tanaman obat bahan alam Indonesia
11.Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan;
b. Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian, pengawasan dan
penyempurnaan administrasi keuangan, serta hukum kesehatan;
c. Pengembangan sistem informasi kesehatan; d. Pengembangan sistem kesehatan daerah; dan
e. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat secara kapitasi dan pra upaya terutama bagi penduduk miskin yang berkelanjutan.
12.Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
a. Penelitian dan pengembangan;
b. Pengembangan tenaga peneliti, sarana dan prasarana penelitian; dan
c. Penyebarluasan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan