• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci: kekerasan seksual, CSA, tingkat pengetahuan, orang tua, media massa, sekolah dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata kunci: kekerasan seksual, CSA, tingkat pengetahuan, orang tua, media massa, sekolah dasar"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 Abstrak

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA MASSA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK-ANAK DI SDK 1 SANTO YOSEPH DENPASAR

BALI

Child sexual abuse (CSA) atau kekerasan seksual pada anak mengacu pada kegiatan melibatkan anak dalam kegiatan seksual, sementara anak tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan. Media massa berperan dalam penyebaran informasi sehingga dapat meningkatkan inisiatif orang tua untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai CSA.

Rancangan penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah orang tua dari anak-anak yang bersekolah di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah non-random sampling, yaitu dengan membagikan kuesioner kepada anak-anak sehingga dapat diteruskan ke orang tua.

Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Kendall’s tau pada media massa cetak seperti koran/majalah/ buku didapatkan nilai τ sebesar -0.242 dengan taraf signifikansi 0.043 atau kurang dari 0.05. Pada media radio/tv didapatkan nilai τ sebesar -0.078 dengan taraf signifikansi 0.514. Pada media internet, nilai τ yang dihasilkan ialah sebesar 0.132 dengan taraf signifikansi sebesar 0.271.

Dapat disimpulkan, ada hubungan terbalik yang signifikan antara Koran/majalah/buku dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang CSA. Serta tidak ada hubungan yang signifikan antara media radio/tv dan internet dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang CSA.

Kata kunci: kekerasan seksual, CSA, tingkat pengetahuan, orang tua, media massa, sekolah dasar

(2)

2 Abstract

RELATION OF USAGE OF MASS MEDIA WITH PARENT'S KNOWLEDGE LEVEL ABOUT CHILD SEXUAL ABUSE IN SANTO

YOSEPH 1 ELEMENTARY SCHOOL DENPASAR BALI

Child sexual abuse (CSA) is refered to an action involving child in sexual activity, while the child does not understand or unable to give disapproval. Mass media is playing a role in spreading information so that can increase parent's initiative in obtaining information about CSA.

The study design is cross-sectional analytic approach. The research subjects are parents from Santo Yoseph 1 Elementary School Denpasar students. The sampling technique in this research is a non-random sampling, which is spreading questionnaires to the students so that can be given to their parent.

The statistical result with Kendall's Tau analysis in mass media such as newspapers/magazines/books is gaining τ score about -0.242 with significant score 0.043 or less than 0.05. In mass media such as radio/TV is gaining τ score about -0.078 with significant score 0.514. In internet, the τ score is 0.132 with significant score 0.271.

For conclusion, there is a significant reversed relation between newspapers/magazin/books with parent's knowledge level about CSA. Also there is no significant relation between radio/TV and internet with parent's knowledge level about CSA.

keywords: sexual abuse, CSA, knowledge level, parent, mass media, elementary school.

(3)

3 DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM….. ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... iv

KATA PENGANTAR ... v ABSTRAK ... vi ABSTRACT ... vii RINGKASAN ... viii SUMMARY ... ix DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kekerasan ... 5

2.1.1 Pengertian Kekerasan ... 5

2.1.2 Bentuk-Bentuk Kekerasan terhadap Anak ... 5

2.2 Pengetahuan Orang Tua ... 9

2.3 Media Massa ... 10

2.4 Tanda-Tanda Psikologis ... 11

(4)

4

2.4.2 Traumatic Sexualization (Trauma secara Seksual) ... 11

2.4.3 Powerlessness (Merasa Tidak Berdaya) ... 11

2.4.4 Stigmatization ... 12

2.5 Tanda-Tanda Fisik ... 12

2.5.1 Temuan pada Anogenital ... 12

2.5.2 Temuan pada Organ Genital Perempuan ... 13

2.5.3 Temuan pada Organ Genital Laki-Laki ... 13

2.5.4 Temuan pada Anus ... 14

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS 3.1 Kerangka Berpikir ... 15

3.2 Kerangka Konsep ... 16

3.3 Hipotesis Nol ... 16

3.4 Hipotesis Alternatif ... 16

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Jenis Rancangan Penelitian ... 17

4.2 Subjek dan Sampel Penelitian ... 17

4.2.1 Besar Sampel... ... 17

4.2.2 Teknik Pengambilan Sampel ... 18

4.3 Variabel Penelitian ... 18

4.3.1 Klasifikasi Variabel... 18

4.3.2 Definisi Operasional Variabel ... 19

4.4 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 21

4.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 21

4.6 Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data ... 21

4.7 Cara Pengolahan dan Analisis Data ... 22

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Univariat………. 23

5.1.1 Gambaran Karakteristik Responden ... 23

(5)

5

5.1.3 Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden ... 29 5.1.4 Gambaran Akses Media Massa Responden ... 31 5.2 Analisis Bivariat ... 32

5.2.1 Hubungan Akses Media Massa dengan Tingkat

Pengetahuan Responden ... 32 5.2.2 Hubungan Akses Media Massa dengan Tingkat Pengetahuan

Responden Berdasarkan Jenis Pengetahuan……….…... 34 5.2.3 Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan

Responden ... 35 5.2.4 Hubungan Frekuensi Akses Media Massa dengan Tingkat

Pengetahuan Responden.………. 36 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan... 38 6.2 Saran... 39

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(6)

6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kekerasan pada anak saat ini sedang menjadi perhatian publik, begitu banyak berita yang melaporkan anak-anak yang mengalami kekerasan. Satu dari 4 orang anak di dunia pernah mendapatkan pengalaman kekerasan fisik yang berat dan berkelanjutan menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF), kekerasan ini merupakan perlakuan yang salah dan dapat menyebabkan konsekuensi fatal pada masa anak-anak, remaja juga pada masa dewasa.

Dilaporkan oleh Solihin (2004) melalui Center for Tourism Research and Development Universitas Gadjah Mada dalam penelitiannya dengan Yayasan

Kesejahteraan Anak Indonesia menyatakan bahwa child abuse atau kekerasan anak yang terjadi dari tahun 1999-2002 di 7 kota besar di Indonesia ditemukan berjumlah 3.969 kasus. Kemudian jumlah itu juga dirincikan menurut jenis kekerasannya, yaitu sexsual abuse 65,8%, physical abuse 19,6%, emotional abuse 6,3%, dan child neglect 8,3%.

Child sexual abuse (CSA) atau kekerasan seksual pada anak merupakan

kegiatan yang melibatkan anak dalam kegiatan seksual, sementara anak tidak memahami penuh maksud kegiatan tersebut. Kegiatan seksual antara anak dengan orang dewasa atau anak lain yang bertujuan untuk mencapai kepuasan bagi pelakunya. Kegiatan ini termasuk prostitusi atau pornografi, pemaksaan menonton kegiatan seksual, memperlihatkan kemaluan untuk tujuan kepuasan dan stimulasi seksual, perabaan, dan pemaksaan terhadap anak (IDAI, 2014).

(7)

7

Pada awal tahun 1970-an, CSA masih dianggap langka dan lebih banyak terjadi pada orang-orang miskin. Angka kejadian CSA pada saat itu tidak dapat diketahui secara pasti, hal ini dapat dikarenakan oleh sumber informasi atau media massa yang belum memadai, rasa tabu untuk membicarakan masalah seksual dan ketakutan anak untuk melaporkan kepada orang tuanya. Keadaan ini dikenal dengan istilah iceberg phenomena. Namun, kemajuan teknologi mempermudah masyarakat mendapatkan segala informasi, termasuk informasi mengenai CSA melalui media massa. CSA kini menjadi berita yang paling panas dibandingkan dengan kategori kekerasan maupun pelecehan pada anak-anak lainnya, terhitung dari tahun 1970 hingga 1990 (Putnam, 2003). Sampai saat ini, kekerasan seksual terhadap anak-anak masih menjadi permasalahan serius yang terus dilaporkan di media massa.

Dilansir dari Media Hukum Wiraswasta Indonesia (2015), dalam rangka penyebarluasan informasi hukum kepada masyarakat, baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak berusia 8 tahun bernama Angeline yang tinggal bersama dengan orang tua angkatnya, ibu Margriet Megawa di Denpasar, Bali. Pelaku dicurigai adalah satpam yang berada di rumahnya. Namun seiring berjalannya persidangan yang terus berlanjut, dicurigai pula ibu angkatnya sebagai pelaku karena terdapat bukti bahwa Angeline tidak diperlakukan dengan baik di rumahnya. Ini merupakan salah satu bukti bahwa media massa berperan dalam penyebaran informasi sehingga dapat meningkatkan inisiatif orang tua untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai CSA.

(8)

8

Berdasarkan data yang telah disebutkan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Akses Media Massa dengan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Kekerasan Seksual pada Anak-Anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali”.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah terdapat hubungan antara akses media massa dengan tingkat pengetahuan orang tua terhadap kekerasan seksual pada anak-anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum Penelitian

Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan akses media massa cetak (koran/majalah/buku pengetahuan), media massa elektronik (radio/TV) dan internet dengan tingkat pengetahuan orang tua terhadap kekerasan seksual pada anak-anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali.

1.3.2 Tujuan Khusus Penelitian

1. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual pada anak-anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali.

2. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan akses media massa massa cetak (koran/majalah/buku), media massa elektronik (radio/TV) dan internet dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual pada anak-anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali berdasarkan jenis pengetahuan.

(9)

9

1.4.1 Bagi Masyarakat

Masyarakat mengetahui apakah terdapat hubungan antara akses media massa dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual pada anak-anak sehingga dapat memanfaatkan media massa sebagai media pembelajaran sebaik mungkin.

1.4.2 Bagi Pengelola Media Massa

Pengelola media massa dapat memberikan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak-anak dengan efektif baik dari segi berita maupun pengetahuan sehingga orang tua dapat menggali informasi dan mendapat pengetahuan tentang kekerasan seksual dengan mudah.

1.4.3 Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini dapat menjadi bahan acuan studi klinis dan lapangan selanjutnya

1.4.3 Bagi Penulis

Penulis dapat menuntaskan tugas semester VII, Blok Elective Study, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

(10)

10

Referensi

Dokumen terkait

perilaku khalayak dalam menggunakan media massa (Media Lain; cetak dan elektronik), seperti : membaca surat kabar, majalah atau buku, menonton televisi, mendengarkan radio dan

Media massa dapat dibagi atas tiga jenis yang selama ini sudah tidak asing lagi di mata masyarakat, yaitu media elektronik seperti televisi dan radio, media cetak yaitu koran

Di antara media dakwah yang masih banyak digunakan oleh para Da’i saat ini adalah: TV, Radio, Surat Kabar, Majalah, Buku, Internet, Handphone, Bulletin.Maka dari itu

perilaku khalayak dalam menggunakan media massa (Media Lain; cetak dan elektronik), seperti : membaca surat kabar, majalah atau buku, menonton televisi, mendengarkan radio dan