• Tidak ada hasil yang ditemukan

#BersihBudayaKita #NewWaysofWorking

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "#BersihBudayaKita #NewWaysofWorking"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

#BersihBudayaKita

#NewWaysofWorking

(2)

Rekan-rekan Super Indo,

Saat ini kita sedang menjalani sisa tahun 2021, dengan mengikuti perkembangan kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia yang cukup progresif, kita memiliki harapan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, kita dapat kembali menjalankan hal-hal yang selalu kita rindukan di Super Indo.

Sudah menjadi komitmen kami untuk terus menginformasikan perkembangan COVID-19, dan pada kesempatan ini saya ingin juga menyampaikan informasi terkait distribusi vaksin.

Pengumuman resmi dari Pemerintah tentang tahapan vaksinasi terus diperbarui seiring dengan

perkembangan situasi. Peluang vaksinasi secara bertahap dibuka, dan saat ini pendistribusian vaksin memasuki tahap-2 yang ditujukan kepada kelompok lansia dan pekerja layanan publik termasuk pekerja di pasar tradisional, pasar modern dan mal yang terlibat langsung dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sebelumnya pemerintah telah berhasil melakukan vaksinasi tahap-1 yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Pada tahap-2 ini, Manajemen bekerja sama dengan instansi Pemerintah/Asosiasi bisnis untuk mendaftarkan karyawan Super Indo, diutamakan bagi mereka yang bekerja di garda terdepan, untuk mendapatkan program vaksinasi tersebut. Seperti yang Anda ketahui, beberapa kota telah melakukan vaksinasi untuk rekan-rekan kita sejak beberapa hari yang lalu, dan kami akan terus memantau perkembangannya.

Kegiatan vaksinasi ini mengikuti protokol yang telah diatur secara ketat oleh Pemerintah yang tujuannya untuk memastikan keamanan dalam proses vaksinasi. Pemerintah Pusat dan Daerah merupakan pihak yang berwenang dalam menentukan semua kebijakan dan prosedur vaksinasi Covid-19; Super Indo berada pada posisi untuk mendukung program vaksinasi Pemerintah dan melayaninya dengan integritas.

Mohon untuk selalu menjaga kesehatan, meskipun vaksin sedang didistribusikan di lingkungan kita, tetap penting bagi setiap orang untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ini adalah waktu untuk perubahan, waktu untuk berharap dan tetap bersabar.

Salam sehat,

Johan Boeijenga President Director

(3)

3T

M

5

Testing

(Pemeriksaan)

Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mengetahui lebih cepat, kita bisa

menghindari potensi penularan ke orang lain.

Tracing

(Pelacakan)

Pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif COVID-19.

Treatment

(Perawatan)

Perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif COVID-19.

Membatasi mobilitas.

Menjauhi kerumunan.

Menjaga jarak.

Mencuci tangan pakai sabun dan air

mengalir.

Memakai masker.

Referensi:

https://covid19.go.id/p/berita/3m-dan-3t-untuk-putus-penularan-covid-19

(4)

Proses yang membuat tubuh manusia terlindungi dari suatu penyakit melalui proses vaksinasi.

Produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan (imun) tubuh manusia atau imunitas.

Prosedur untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh, untuk menstimulasi sistem imun tubuh dan akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit.

Kemampuan kekebalan tubuh melawan suatu penyakit. Dengan imunisasi akan terbentuk imunitas dan akhirnya masyarakat bisa

terlindungi dari penyakit menular.

Referensi:

(5)

Menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

Mencapai kekebalan

kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan

melindungi kesehatan masyarakat. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Menjaga produktivitas dan meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi.

Vaksin bukanlah obat.

Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular

ataupun kemungkinan sakit berat.

Testing Tracing Treatment

5M

3T

Vaksinasi

Memakai Masker Menjaga Jarak Mencuci Tangan Menghindari kerumunan Membatasi mobilitas

+

+

Kasus terus

meningkat meningkatKematian

Ada reinfeksi Mutasi virus

Referensi:

• Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael

• https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/apakah-vaksin-covid-19-adalah-obat-1

(6)

Dasar Penetapan

Terdapat 3 proses dalam

menyatakan kehalalan suatu

produk:

• Penelusuran bahan dan

proses produksi.

• Sistem jaminan halal.

• Uji laboratorium.

Kemenkes bekerja sama

dengan BPOM dan MUI

untuk mengidentifikasi

keamanan dan kehalalan

calon vaksin yang masuk ke

Indonesia.

Referensi:

• https://www.instagram.com/p/CMTySbohMSD/

(7)

Efektivitas vaksin berbeda-beda antar manusia.

Hal tersebut diakibatkan dari: - Genetik

- Karakteristik uji klinis (usia, tenaga kesehatan, komorbid, dll)

Saat vaksin masuk ke tubuh seseorang, tubuh akan

mendeteksinya sebagai ancaman infeksi.

Tubuh seseorang akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau disebut antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut

Tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai.

Jika kemudian hari ada virus, bakteri, atau kuman penyebab penyakit yang masuk, tubuh akan dapat melawan.

(8)

Orang dewasa usia 18 – 59 tahun dalam keadaaan sehat,

atau >60 tahun tanpa penyakit kronis berat.

1. Kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

2. Kontak dengan pasien yang menunjukkan demam atau gejala sakit saluran pernapasan lainnya.

3. Hasil positif pada pemeriksaan RT-PCR swab tenggorokan. 4. Hasil reaktif pada pemeriksaan antibodi IgM dan IgG

SARS-CoV-2.

5. Hamil/berencana hamil dalam 2 bulan ke depan.

6. Asma, alergi terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin, dan reaksi alergi terhadap vaksin yang parah.

7. Penyakit pembekuan darah tidak terkontrol.

8. Kelainan atau penyakit kronis (gangguan jantung berat,

hipertensi tidak terkontrol, diabetes mellitus, penyakit ginjal, penyakit hati, tumor, dll).

9. Gangguan sistem imun/mendapat terapi yang mengganggu sistem imun dalam 4 minggu terakhir.

10. Epilepsi/penyakit gangguan saraf (penurunan fungsi saraf).

Tidak memiliki riwayat :

KRITERIA LANSIA YANG DAPAT DIVAKSIN :

1. Sehat.

2. Jika ada penyakit berat/bawaan (komorbid): • Terkontrol.

• Hipertensi dibawah 140/90.

• Diabetes dalam keadaan terkendali. • TBC dengan 2 minggu pengobatan rutin.

• Ada rekomendasi dokter yang merawat untuk penyakit kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah. • Hasil skrining kerentanan dibawah 3 (tiga).

Referensi:

• https://www.instagram.com/p/CMgLA_ZD71F/ • Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael

(9)

Individu dengan reaksi alergi berat akibat vaksin COVID-19 ataupun akibat dari komponen yang sama

yang terkandung pada vaksin COVID-19.

Penderita penyakit autoimun sistemik, seperti Systemic Lupus

Erythematosus (SLE), Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Vaskulitis.

Khusus untuk tiroid autoimun, penyakit autoimun hematologic dan Inflammatory Bowel Disease

(lBD) layak vaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsulkan dengan dokter di bidang terkait.

Penderita kanker darah, kanker tumor padat, dan kelainan darah

(seperti talasemiam

imunohematologi, hemofilia, dan gangguan koagulasi).

Konsultasikan dengan dokter ahli, sebelum pemberian vaksin

COVID - 19.

lndividu yang menggunakan obat imunosupresan, sitostatika dan

radioterapi.

Penderita penyakit kronik (seperti penyakit paru obstruksi kronik dan

asma, penyakit jantung, penyakit metabolik, hipertensi, gangguan ginjal) yang sedang dalam kondisi

akut atau yang belum terkendali.

lndividu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah

teratasi maka dapat dilakukan vaksinasi COVID-19. Pada infeksi

tuberkulosis, pengobatan anti tuberkulosis perlu minimal 2 minggu untuk layak vaksinasi.

(10)

Suhu tubuh sedang demam ≥ 37,5°C.

Pemberian vaksin harus ditunda hingga benar-benar sembuh.

Pernah mengidap COVID-19.

Vaksinasi bisa dilakukan 3 bulan setelah sembuh.

Tekanan darah ≥ 180/110 mmHg.

Pengukuran bisa diulang 5-10 menit kemudian, jika masih tinggi vaksinasi harus ditunda hingga tekanan darah

kembali terkontrol.

Kontak erat dengan pasien COVID-19

dalam rentang waktu 14 hari terakhir

dan memiliki gejala demam, batuk, pilek atau sesak napas dalam 7 hari.

Vaksinasi ditunda hingga 14 hari setelah gejala muncul.

Penderita penyakit paru yang sedang dalam serangan (kambuh).

Vaksinasi ditunda hingga kondisi terkontrol dengan baik.

Mendapatkan vaksinasi lain < 1 bulan.

Vaksinasi COVID-19 perlu ditunda setidaknya selama 1 bulan.

Sumber:

Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael

https://www.halodoc.com/artikel/pengidap-hipertensi-dapat-menerima-vaksin-corona-perhatikan-hal-ini

(11)

Sebelum dilakukan vaksinasi COVID-19, lansia perlu

menjawab beberapa pertanyaan khusus sebagai berikut.

Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?

Apakah sering merasa kelelahan?

Apakah memiliki paling sedikit 5 dari penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)?

Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter?

Apakah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir?

Jika terdapat

tiga atau lebih jawaban YA untuk pertanyaan tersebut, maka

vaksin tidak dapat diberikan. Referensi:

(12)

Tidak stres / cemas.

Tidur minimal 7 jam sebelum vaksinasi.

Sarapan atau makan sebelum ke lokasi vaksinasi.

Tetap minum obat rutin pribadi.

Sebaiknya ke tempat vaksinasi tidak seorang diri.

Saat ke tempat vaksinasi :

• Pakai masker medis dan faceshield.

• Pakai baju lengan pendek (dan jaket) serta celana panjang. • Ikat rambut untuk mereka yang berambut panjang.

• Bawa pena sendiri untuk mengisi data.

• Bawa hand sanitizer, tisu basah, tisu kering atau handuk kecil. • Bawa air minum di botol dengan sedotannya.

• Jawab semua pertanyaan Dokter/Vaksinator dengan jujur, terutama mengenai penyakit dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

• Jangan pernah membuka masker selama di lokasi vaksinasi.

• Selama menunggu, tidak mengobrol, tetap jaga jarak minimal 2 meter.

Setelah selesai vaksinasi :

Tunggu 30 MENIT untuk evaluasi setelah vaksinasi, tidak langsung pulang.

Saat pulang ke rumah setelah vaksinasi :

• Langsung pulang ke rumah.

• Lepaskan sepatu/sandal di depan pintu.

• Sterilisasi semua barang dengan alkohol 70% sebelum masuk ke rumah. • Langsung mandi dan keramas.

• Cuci semua baju dengan detergen.

• Ganti baju bersih dan tetap tinggal di rumah untuk melanjutkan evaluasi pribadi.

• Makan, minum dan beristirahat.

Perhatikan arahan dari Dokter/Vaksinator terkait aktivitas

setelah vaksinasi

Referensi:

(13)

Beberapa KIPI :

Reaksi Lokal

Nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

Reaksi Sistemik

Demam, nyeri otot seluruh badan, nyeri sendi, badan lemah/letih, mengantuk, sakit kepala.

Reaksi Lain

Reaksi alergi, seperti urtikaria (biduren), oedem (bengkak), reaksi anafilaksis (shock), pingsan.

Sejauh ini pelaksanaan vaksinasi bagi lansia belum ada

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat, namun

gejala ringan yang biasanya berupa gatal-gatal ringan.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI adalah semua kejadian medis yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Berdasarkan laporan yang masuk, sebagian besar klasifikasi KIPI adalah koinsiden

(kejadian kebetulan, tidak berhubungan dengan produk vaksin maupun prosedur vaksinasi).

Referensi:

(14)

Saran Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

agar antibodi terbentuk optimal

setelah vaksinasi.

Menjaga badan agar fit dan

bugar.

Pastikan tidak ada riwayat

penyakit yang menjadi

kontra indikasi vaksinasi.

Misalnya: alergi parah atau yang mengalami kondisi penurunan imun seperti setelah menjalani kemoterapi dan tranplantasi organ.

Patuhi protokol kesehatan

selama pandemi COVID-19

belum berakhir.

Asupan gizi dan metabolisme yang baik akan membantu proses

pembentukan antibodi dalam tubuh.

Referensi:

(15)

Mengisi GForm Monitoring

Kesehatan terkait dengan

pendataan vaksinasi.

Melaporkan ke atasan langsung

dan HRBP jika muncul KIPI atau

gejala setelah vaksinasi.

1

2

3

Isilah data dengan

tepat dan benar!

Mengisi bit.ly/lsivaksin

yang terdapat di dalam GForm

dengan cara mengunggah foto/

scan kartu atau sertifikat vaksinasi.

(16)

Setelah vaksinasi tetap

harus melaksanakan

Protokol Kesehatan.

5M

Memakai masker

Menjaga jarak

Mencuci tangan pakai

sabun & air mengalir

Menjauhi kerumunan

Membatasi mobilisasi

& interaksi

Kita harus tetap

menjalankan

(17)

0815-1935-3704

0815-1488-1398

Ibu Monica Fei Fei Enhudjiana

(Vice President of HRGS)

0856-1332-163

Ibu Chairunnisa

(HRBP & Industrial Relation Manager)

119

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan estimasi ARCH-M tingkat inflasi memiliki koefisien negatif, yang berarti pertumbuhan tingkat inflasi berbanding terbalik dengan perubahan kurs atau dapat

[r]

Model penemuan terbimbing dan model cooperative learning dapat memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model konvensional, sedangkan hasil

Beritahu peserta didik bahwa kita akan membahas tentang kehidupan beberapa anak perempuan yang mereka lihat dalam film - tentang perjuangan mereka dan kemenangan mereka.. TRANSISI

Untuk reaktor dengan ukuran kecil dan menengah, dan khususnya untuk reaktor kecil dan sangat kecil, pembagian panas proses yang dihasilkan oleh pembangkit akan lebih besar, dan

students’ problems. The method of this research was classroom action res earch in three cycles. Through Observation checklist, field note and writing assessment the

Program kreatvitas mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat multimedia interaktif sebagai media menuju Indonesia melek aksara 2015 melalui pelatihan berkelanjutan kepada

matriks koefisien tersederhana (: :I, dengan himpunan limit-omega dari semua orbit positif adalah titik kesetimbangan. Satu nilai eigen positif dan satu nilai eigen