#BersihBudayaKita
#NewWaysofWorking
Rekan-rekan Super Indo,
Saat ini kita sedang menjalani sisa tahun 2021, dengan mengikuti perkembangan kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia yang cukup progresif, kita memiliki harapan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, kita dapat kembali menjalankan hal-hal yang selalu kita rindukan di Super Indo.
Sudah menjadi komitmen kami untuk terus menginformasikan perkembangan COVID-19, dan pada kesempatan ini saya ingin juga menyampaikan informasi terkait distribusi vaksin.
Pengumuman resmi dari Pemerintah tentang tahapan vaksinasi terus diperbarui seiring dengan
perkembangan situasi. Peluang vaksinasi secara bertahap dibuka, dan saat ini pendistribusian vaksin memasuki tahap-2 yang ditujukan kepada kelompok lansia dan pekerja layanan publik termasuk pekerja di pasar tradisional, pasar modern dan mal yang terlibat langsung dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sebelumnya pemerintah telah berhasil melakukan vaksinasi tahap-1 yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.
Pada tahap-2 ini, Manajemen bekerja sama dengan instansi Pemerintah/Asosiasi bisnis untuk mendaftarkan karyawan Super Indo, diutamakan bagi mereka yang bekerja di garda terdepan, untuk mendapatkan program vaksinasi tersebut. Seperti yang Anda ketahui, beberapa kota telah melakukan vaksinasi untuk rekan-rekan kita sejak beberapa hari yang lalu, dan kami akan terus memantau perkembangannya.
Kegiatan vaksinasi ini mengikuti protokol yang telah diatur secara ketat oleh Pemerintah yang tujuannya untuk memastikan keamanan dalam proses vaksinasi. Pemerintah Pusat dan Daerah merupakan pihak yang berwenang dalam menentukan semua kebijakan dan prosedur vaksinasi Covid-19; Super Indo berada pada posisi untuk mendukung program vaksinasi Pemerintah dan melayaninya dengan integritas.
Mohon untuk selalu menjaga kesehatan, meskipun vaksin sedang didistribusikan di lingkungan kita, tetap penting bagi setiap orang untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ini adalah waktu untuk perubahan, waktu untuk berharap dan tetap bersabar.
Salam sehat,
Johan Boeijenga President Director
3T
M
5
Testing
(Pemeriksaan)
Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mengetahui lebih cepat, kita bisa
menghindari potensi penularan ke orang lain.
Tracing
(Pelacakan)
Pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif COVID-19.
Treatment
(Perawatan)
Perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif COVID-19.
Membatasi mobilitas.
Menjauhi kerumunan.
Menjaga jarak.
Mencuci tangan pakai sabun dan air
mengalir.
Memakai masker.
Referensi:
https://covid19.go.id/p/berita/3m-dan-3t-untuk-putus-penularan-covid-19
Proses yang membuat tubuh manusia terlindungi dari suatu penyakit melalui proses vaksinasi.
Produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan (imun) tubuh manusia atau imunitas.
Prosedur untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh, untuk menstimulasi sistem imun tubuh dan akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit.
Kemampuan kekebalan tubuh melawan suatu penyakit. Dengan imunisasi akan terbentuk imunitas dan akhirnya masyarakat bisa
terlindungi dari penyakit menular.
Referensi:
Menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19.
Mencapai kekebalan
kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan
melindungi kesehatan masyarakat. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Menjaga produktivitas dan meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi.
Vaksin bukanlah obat.
Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular
ataupun kemungkinan sakit berat.
≠
Testing Tracing Treatment5M
3T
Vaksinasi
Memakai Masker Menjaga Jarak Mencuci Tangan Menghindari kerumunan Membatasi mobilitas+
+
Kasus terusmeningkat meningkatKematian
Ada reinfeksi Mutasi virus
Referensi:
• Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael
• https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/apakah-vaksin-covid-19-adalah-obat-1
Dasar Penetapan
Terdapat 3 proses dalam
menyatakan kehalalan suatu
produk:
• Penelusuran bahan dan
proses produksi.
• Sistem jaminan halal.
• Uji laboratorium.
Kemenkes bekerja sama
dengan BPOM dan MUI
untuk mengidentifikasi
keamanan dan kehalalan
calon vaksin yang masuk ke
Indonesia.
Referensi:
• https://www.instagram.com/p/CMTySbohMSD/
Efektivitas vaksin berbeda-beda antar manusia.
Hal tersebut diakibatkan dari: - Genetik
- Karakteristik uji klinis (usia, tenaga kesehatan, komorbid, dll)
Saat vaksin masuk ke tubuh seseorang, tubuh akan
mendeteksinya sebagai ancaman infeksi.
Tubuh seseorang akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau disebut antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut
Tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai.
Jika kemudian hari ada virus, bakteri, atau kuman penyebab penyakit yang masuk, tubuh akan dapat melawan.
Orang dewasa usia 18 – 59 tahun dalam keadaaan sehat,
atau >60 tahun tanpa penyakit kronis berat.
1. Kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.
2. Kontak dengan pasien yang menunjukkan demam atau gejala sakit saluran pernapasan lainnya.
3. Hasil positif pada pemeriksaan RT-PCR swab tenggorokan. 4. Hasil reaktif pada pemeriksaan antibodi IgM dan IgG
SARS-CoV-2.
5. Hamil/berencana hamil dalam 2 bulan ke depan.
6. Asma, alergi terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin, dan reaksi alergi terhadap vaksin yang parah.
7. Penyakit pembekuan darah tidak terkontrol.
8. Kelainan atau penyakit kronis (gangguan jantung berat,
hipertensi tidak terkontrol, diabetes mellitus, penyakit ginjal, penyakit hati, tumor, dll).
9. Gangguan sistem imun/mendapat terapi yang mengganggu sistem imun dalam 4 minggu terakhir.
10. Epilepsi/penyakit gangguan saraf (penurunan fungsi saraf).
Tidak memiliki riwayat :
KRITERIA LANSIA YANG DAPAT DIVAKSIN :
1. Sehat.
2. Jika ada penyakit berat/bawaan (komorbid): • Terkontrol.
• Hipertensi dibawah 140/90.
• Diabetes dalam keadaan terkendali. • TBC dengan 2 minggu pengobatan rutin.
• Ada rekomendasi dokter yang merawat untuk penyakit kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah. • Hasil skrining kerentanan dibawah 3 (tiga).
Referensi:
• https://www.instagram.com/p/CMgLA_ZD71F/ • Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael
Individu dengan reaksi alergi berat akibat vaksin COVID-19 ataupun akibat dari komponen yang sama
yang terkandung pada vaksin COVID-19.
Penderita penyakit autoimun sistemik, seperti Systemic Lupus
Erythematosus (SLE), Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Vaskulitis.
Khusus untuk tiroid autoimun, penyakit autoimun hematologic dan Inflammatory Bowel Disease
(lBD) layak vaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsulkan dengan dokter di bidang terkait.
Penderita kanker darah, kanker tumor padat, dan kelainan darah
(seperti talasemiam
imunohematologi, hemofilia, dan gangguan koagulasi).
Konsultasikan dengan dokter ahli, sebelum pemberian vaksin
COVID - 19.
lndividu yang menggunakan obat imunosupresan, sitostatika dan
radioterapi.
Penderita penyakit kronik (seperti penyakit paru obstruksi kronik dan
asma, penyakit jantung, penyakit metabolik, hipertensi, gangguan ginjal) yang sedang dalam kondisi
akut atau yang belum terkendali.
lndividu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah
teratasi maka dapat dilakukan vaksinasi COVID-19. Pada infeksi
tuberkulosis, pengobatan anti tuberkulosis perlu minimal 2 minggu untuk layak vaksinasi.
Suhu tubuh sedang demam ≥ 37,5°C.
Pemberian vaksin harus ditunda hingga benar-benar sembuh.
Pernah mengidap COVID-19.
Vaksinasi bisa dilakukan 3 bulan setelah sembuh.
Tekanan darah ≥ 180/110 mmHg.
Pengukuran bisa diulang 5-10 menit kemudian, jika masih tinggi vaksinasi harus ditunda hingga tekanan darah
kembali terkontrol.
Kontak erat dengan pasien COVID-19
dalam rentang waktu 14 hari terakhir
dan memiliki gejala demam, batuk, pilek atau sesak napas dalam 7 hari.
Vaksinasi ditunda hingga 14 hari setelah gejala muncul.
Penderita penyakit paru yang sedang dalam serangan (kambuh).
Vaksinasi ditunda hingga kondisi terkontrol dengan baik.
Mendapatkan vaksinasi lain < 1 bulan.
Vaksinasi COVID-19 perlu ditunda setidaknya selama 1 bulan.
Sumber:
Materi Health Talk with dr. Maureen B. Sekewael
https://www.halodoc.com/artikel/pengidap-hipertensi-dapat-menerima-vaksin-corona-perhatikan-hal-ini
Sebelum dilakukan vaksinasi COVID-19, lansia perlu
menjawab beberapa pertanyaan khusus sebagai berikut.
Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?
Apakah sering merasa kelelahan?
Apakah memiliki paling sedikit 5 dari penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)?
Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter?
Apakah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir?
Jika terdapat
tiga atau lebih jawaban YA untuk pertanyaan tersebut, maka
vaksin tidak dapat diberikan. Referensi:
Tidak stres / cemas.
Tidur minimal 7 jam sebelum vaksinasi.
Sarapan atau makan sebelum ke lokasi vaksinasi.
Tetap minum obat rutin pribadi.
Sebaiknya ke tempat vaksinasi tidak seorang diri.
Saat ke tempat vaksinasi :
• Pakai masker medis dan faceshield.
• Pakai baju lengan pendek (dan jaket) serta celana panjang. • Ikat rambut untuk mereka yang berambut panjang.
• Bawa pena sendiri untuk mengisi data.
• Bawa hand sanitizer, tisu basah, tisu kering atau handuk kecil. • Bawa air minum di botol dengan sedotannya.
• Jawab semua pertanyaan Dokter/Vaksinator dengan jujur, terutama mengenai penyakit dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
• Jangan pernah membuka masker selama di lokasi vaksinasi.
• Selama menunggu, tidak mengobrol, tetap jaga jarak minimal 2 meter.
Setelah selesai vaksinasi :
Tunggu 30 MENIT untuk evaluasi setelah vaksinasi, tidak langsung pulang.
Saat pulang ke rumah setelah vaksinasi :
• Langsung pulang ke rumah.
• Lepaskan sepatu/sandal di depan pintu.
• Sterilisasi semua barang dengan alkohol 70% sebelum masuk ke rumah. • Langsung mandi dan keramas.
• Cuci semua baju dengan detergen.
• Ganti baju bersih dan tetap tinggal di rumah untuk melanjutkan evaluasi pribadi.
• Makan, minum dan beristirahat.
Perhatikan arahan dari Dokter/Vaksinator terkait aktivitas
setelah vaksinasi
Referensi:
Beberapa KIPI :
Reaksi Lokal
Nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.
Reaksi Sistemik
Demam, nyeri otot seluruh badan, nyeri sendi, badan lemah/letih, mengantuk, sakit kepala.
Reaksi Lain
Reaksi alergi, seperti urtikaria (biduren), oedem (bengkak), reaksi anafilaksis (shock), pingsan.
Sejauh ini pelaksanaan vaksinasi bagi lansia belum ada
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat, namun
gejala ringan yang biasanya berupa gatal-gatal ringan.
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI adalah semua kejadian medis yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Berdasarkan laporan yang masuk, sebagian besar klasifikasi KIPI adalah koinsiden
(kejadian kebetulan, tidak berhubungan dengan produk vaksin maupun prosedur vaksinasi).
Referensi:
Saran Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
agar antibodi terbentuk optimal
setelah vaksinasi.
Menjaga badan agar fit dan
bugar.
Pastikan tidak ada riwayat
penyakit yang menjadi
kontra indikasi vaksinasi.
Misalnya: alergi parah atau yang mengalami kondisi penurunan imun seperti setelah menjalani kemoterapi dan tranplantasi organ.
Patuhi protokol kesehatan
selama pandemi COVID-19
belum berakhir.
Asupan gizi dan metabolisme yang baik akan membantu proses
pembentukan antibodi dalam tubuh.
Referensi:
Mengisi GForm Monitoring
Kesehatan terkait dengan
pendataan vaksinasi.
Melaporkan ke atasan langsung
dan HRBP jika muncul KIPI atau
gejala setelah vaksinasi.
1
2
3
Isilah data dengan
tepat dan benar!
Mengisi bit.ly/lsivaksin
yang terdapat di dalam GForm
dengan cara mengunggah foto/
scan kartu atau sertifikat vaksinasi.
Setelah vaksinasi tetap
harus melaksanakan
Protokol Kesehatan.
5M
Memakai masker
Menjaga jarak
Mencuci tangan pakai
sabun & air mengalir
Menjauhi kerumunan
Membatasi mobilisasi
& interaksi
Kita harus tetap
menjalankan
0815-1935-3704
0815-1488-1398
Ibu Monica Fei Fei Enhudjiana
(Vice President of HRGS)
0856-1332-163
Ibu Chairunnisa
(HRBP & Industrial Relation Manager)