PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Kalakota dalam Hardiyanto (2010) definisi manajemen rantai suplai (supply chain management) adalah sebuah proses payung di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada user dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada user. Supply Chain Management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional di perusahaan, berlanjut ke distribusi sampai kepada user. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah focus pada pengurangan kesia-siaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. Kemajuan dalam kegiatan supply chain di industri perminyakan pada beberapa aspek memerlukan manajemen atau pengelolaan yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, keekonomisan, keterpaduan, kecepatan, ketepatan, ketelitian serta keamanan yang tinggi dalam rangka memperoleh hasil akhir yang sesuai harapan. Salah satunya dengan manajemen persediaan yang mengatur material agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan stock.
PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ merupakan salah satu anak perusahaan PT. Pertamina Hulu Energi dibawah PT. Pertamina yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas
operasional yang bertaraf internasional, beroperasi dengan didasari komitmen terhadap perkembangan produksi dan kontinuitas bisnis yang akan memperkuat pilar-pilar perekonomian nasional. PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ memiliki bagian yang mengatur manajemen persediaan yaitu departemen supply chain management dengan dibantu oleh divisi logistik.
Divisi logistik dalam menjalankan tugasnya yaitu untuk mengelola items/material, menerima moving order dan purchasing order melalui 1 pintu yaitu logistik. Selain itu juga bertugas untuk mengatur persediaan material yang dibutuhkan oleh user, memprosesnya sampai dengan material sampai ke tangan user, dan menjamin tidak adanya kekurangan dan kelebihan stock. PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ menggunakan metode min-max untuk pengaturan persediaan material yang ada di dalam gudang. Dari berbagai macam tipe material yang dimiliki, terdapat satu tipe material yang perlu dilakukan manajemen persediaan karena pergerakan materialnya yang cepat yaitu material fast moving. Setelah dilakukan pengamatan tentang manajemen persediaan yang terdapat di PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ, bahwa dengan metode min-max masih memiliki kekurangan sehingga diperlukan metode lain untuk mengatur persediaan material tersebut.
Melihat pentingnya peranan manajemen persediaan terhadap efisiensi dan efektivitas perusahaan, maka melalui Kerja Praktek ini dapat mempelajari tentang penerapan manajemen persediaan material fast moving dengan metode min-max di PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ.
1.2 Tujuan Kerja Praktek
Tujuan dari kerja praktek ini antara lain:
1. Untuk mengetahui business process yang berjalan pada PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ terutama pada Departemen Supply Chain Management Divisi Logistik.
2. Untuk mengetahui manajemen persediaan material fast moving yang terdapat di PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ terutama pada Departemen Supply Chain Management Divisi Logistik.
1.3 Metode Kerja Praktek
Metode yang digunakan dalam kerja praktek ini adalah metode gabungan, yang menyatukan antara studi pustaka dengan data yang diperoleh dari lokasi kerja praktek.
a. Identifikasi Permasalahan
Melakukan studi observasi pada data minimum dan maksimum perusahaan untuk mengetahui metode manajemen persediaan yang digunakan oleh perusahaan. Mengidentifikasi masalah yang ada dengan melakukan studi observasi pada data permintaan, data biaya pesan dan harga material fast moving.
b. Menetapkan Tujuan Kerja Praktek
Tujuan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui business process yang berjalan pada PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ terutama Departemen Supply Chain Management Divisi Logistik dan untuk mengetahui manajemen persediaan material fast moving yang terdapat di PT. Pertamina
Hulu Energi ONWJ terutama Departemen Supply Chain Management Divisi Logistik.
c. Studi Pustaka
Studi pustaka yang digunakan untuk memberi acuan bagi penyelesaian permasalahan yang ada. Pada tahap ini dilakukan pencarian, pengumpulan literatur yang berkaitan dengan tujuan kerja praktek yang akan dipelajari dan digunakan sebagai acuan dan kerangka berpikir bagi perencanaan dan pengembangan kerja praktek. Riset atau studi kepustakaan didapat dari gabungan data perusahaan dan sumber-sumber terpercaya seperti jurnal ilmiah, buku dan penelitian terdahulu.
d. Mengidentifikasi variabel-variabel penelitian e. Melakukan observasi langsung di lokasi penelitian
Hal ini dilakukan untuk dapat mengidentifikasi data-data yang diperlukan dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan untuk menyusun laporan kerja praktek.
f. Mengidentifikasi data-data yang diperlukan
Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan melakukan pengumpulan data-data sebagai pelengkap penyusunan laporan kerja praktek. Data yang diidentifikasi berkaitan dengan manajemen persediaan material fast moving. g. Melakukan pengolahan data terhadap data-data yang diperoleh
Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode yang ada. Diolah sesuai dengn metode yang ada pada perusahaan.
Setelah dilakukan pengolahan terhadap data yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.
Mulai
Identifikasi
Tujuan Penelitian
Metodologi Penelitian
Studi Kepustakaan
Definisi Manajemen Persedian Manajemen Persediaan dengan
Metode Min-Max
Manajemen Persediaan dengan Metode EOQ
Observasi Lapangan
Profil Perusahaan dan Kondisi Perusahaan
Manajemen Persediaan Perusahaan Dengan Metode Min-Max
Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pengumpulan Data
Data Material Fast Moving
Data Min-Max Perusahaan Periode 2016 Jumlah Permintaan Material Fast Moving Biaya Pesan Dan Harga Material Fast Moving Data Quantity On Hand Material Fast Moving
Pengolahan Data
Data Yang Didapat Diolah Menggunakan Metode Perusahaan.
Data Yang Didapat Diolah Dengan Metode EOQ.
Perbandingan Metode Perusahaan Dengan Metode EOQ.
1.4 Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan kerja praktek telah disusun dan direncanakan sedemikian rupa, sehingga dapat ditentukan kapan waktu yang tepat untuk pengumpulan data, pelaksanaan kerja praktek dan penyusunan laporan kerja praktek. Berikut jadwal pelaksanaan kerja praktek yang dimulai dari tanggal 09 Januari 2017 sampai dengan 08 Februari 2017.
Berikut adalah tabel kegiatan selama penyusunan proposal kerja praktek, kegiatan kerja praktek dan penyusunan laporan kerja praktek hingga pelaksanaan sidang kerja praktek.
Tabel 1.1 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek
1.5 Lokasi Perusahaan
Lokasi yang dijadikan objek kerja praktek dalam pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ Departemen : Supply Chain Management
Divisi : Logistik
Alamat : Jalan TB. Simatupang Kav. 99, Jakarta Selatan. Kegiatan
Desember Januari Februari Maret 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Persiapan Kerja Praktek
2. Studi Pendahuluan 3. Pengumpulan Data 4. Pengolahan Data
5. Penyusunan Laporan Akhir 6. Ujian Kerja Praktek
1.6 Sistematika Penulisan
Dalam laporan penulisan kerja praktek ini, untuk mendapatkan hasil yang teratur, terarah dan mudah dipahami, maka penulisan disusun dengan menggunakan sistematika sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan secara garis besar tentang latar belakang masalah, tujuan kerja praktek, metode kerja praktek, jadwal pelaksanaan, lokasi perusahaan dan sistematika penulisan laporan.
BAB II Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini menjelaskan gambaran umum perusahaan tentang profil perusahaan, produk perusahaan dan berbagai hal yang berkaitan dengan perusahaan yang akan menjadi tempat kerja praktek. BAB III Tinjauan Pustaka
Bab ini menerangkan secara singkat tentang teori yang berhubungan dan berkaitan erat dengan masalah yang akan dibahas serta merupakan tinjauan kepustakaan yang menjadi kerangka dan landasan berfikir.
BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data
Hasil dari kerja praktek berisikan pengumpulan data yaitu data umum perusahaan. Pengolahan data dilakukan berdasarkan data- data yang tersedia dari perusahaan.
BAB V Kesimpulan dan Saran