i
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING
AND COMPOSITION MURID KELAS IV SDN NO 21 UJUNG KEC. PASIMASUNGGU TIMUR KAB. KEPULAUAN SELAYAR
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Prodi Pendidikan Agama
Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
HALMIATI NIM: 105 190 1292 11
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1437 H / 2015 M
iii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Dengan penuh kesadaran penulis/peneliti yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa kripsi ini benar adalah hasil karya penulis/peneliti sendiri jika kemudian hari terbukti bahwah ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat di buat atau di bantu secara langsung orang lain baik keseluruhan maka skripsi dan gelar yang di peroleh karenanya batal demi hukum.
Makassar,
23 Muharram 1437 H
5 November 2015 M
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan petunjukdan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini,dengan cukup baik. walaupun dengan keterbatasan pengetahuan, waktu, tenaga dan sebagainya yang dimiliki penulis.
Salam dan shalawat senantiasa kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan sahabat-sahabatnya. Karena, beliaulah Nabi yang menjadi suri teladan bagi kita semua, Nabi yang membawa ummatnya dari zaman jahiliyyah menuju zaman modern seperti yang kita rasakan sekarang ini.
Penyusunan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan pada program studi S1 Pendidikan Agama Islam di universitas Muhammadiyah Makassar.
Sebagai manusia biasa dengan segala keterbatasan ,penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Sehubungan dengan itu penulis tetap membuka diri unutk menerima masukan-masukan dari berbagai pihak sebagai upaya penyempurnaan skripsi ini.
Penulis menyampaikan banyak terimah kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta salam hormat kepada:
viii
1. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar 2. Drs. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Agama Islam. 3. Amirah Mawardi, S.Ag, M.Si selaku Ketua Prodi Pendidikan Agama
Islam dan Dr. Hj. Maryam, M.Th.I selaku Sekretaris prodi Pendidikan Agama Islam.
4. Dr. Abd. Rahim Razaq, M.Pd dan Ferdinan, S.Pd.I,.M.Pd, selaku pembimbing I dan pembimbing II atas kerelaan meluangkan waktu membimbing dan mengarahkan peneliti.
5. Para dosen, dan staf yang senantiasa memberikan arahan dan bantuannya.
6. Lawantina, S.Pd.SD Kepala Sekolah SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut.
7. Muhammad Sabri Guru Pendididkan Agama Islam di SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar beserta murid kelas IV atas segala bantuan dan kerjasamanya
8. Teman-teman seperjuangan kelas B Angkatan 2011 Pendidikan Agama Islam, yang selalu memberikan bantuan dan dukungannya
Akhir kata, Penulis kembaikan semua kepada Allah, semoga keiklasan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis memperoleh balasan yang
ix
berlipat ganda dari Allah Swt,semoga kita senantiasa mendapat rahmatdan hidayah-Nya, amin. Makassar, Dzulqaidah 1436 H Agustus 2015 M Penulis HALMIATI
vi ABSTRAK
Halmiati. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And
Composition Murid Kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur
Kab. Kepulauan Selayar. Pembimbing I Abd. Rahim Razaq, dan Pembimbing II Ferdinan
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan/observasi; dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas IV SDN Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar sebanyak 16 orang .Teknik analisis data bersifat kualitatif, sedangkan data yang berupa angka atau data kuantitatif dianalisis dengan menghitung persentase pemahaman murid melalui nilai tes kemudian di deskripsikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas secara individual dari 16 murid hanya 7 murid atau 43,75 % yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori sangat rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 65, %. Sedangkan pada siklus II dimana dari 16 murid 15 orang atau 93,75 % telah memenuhi KKM.
Peluang pembelajara Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition yaitu: 1.Tujuan pembelajaran yang sudah jelas, 2.Menggunakan metode bervariasi,3. Lingkungan yang kondusif, 4.Banyaknya referensi pendukung, 5. Dapat memberi tanggapan secara bebas, 6. Bekerjasama dan menghargai pendapat, 7. Murid termotivasi. Sedangkan tantangannya yaitu 1. Kurangnya minat baca murid. 2. Kurangnya kesadaran murid. 3. Terjadi kecenderungan hanya siswa pintar yang aktif. 4. Kurangnya buku-buku pegangan murid.
Cara mengatasi tantangan yang ada yaiu. 1. Mengaktifkan kembali taman baca murid. 2. Mengontrol kegiatan belajar murid. 3. Memberikan motivasi kepada murid bahwa apa yang dipelajari sangat berguna bagi dirinya. 4. Membangkitkan motivasi murid banyak membaca.
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... ……... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ………..ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI……… ………iii iv PENGESAHAN SKRIPSI………..iv
BERITA ACARA MUNAQASA……….v
ABSTRAK………...vi KATA PENGANTAR……….…vii DAFTAR ISI ………....x DAFTAR TABEL……….…….xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang………1 B. Rumusan Masalah……….4 C. Tujuan Peneitian ………...…5 5 ...3 D. Manfaat Penelitian……….5 ...4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ... 7
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ... 7
2. Tujuan Dan Fungsi Pendidikan Agama Islam ... 8
3. Karakteristik Pendidikan Agama Islam ... 9
B. Belajar ... 10
xi
2. Tujuan Belajar... .12
3. Prinsip-prinsip Belajar ... 12
4. Karakteristik Belajar ... 13
5. Hasil Belajar... 14
C. Model Pembelajaran Cooverative Integrated Reading And Composition ... 15
1. Pengertian Cooverative Integrated Reading And Composition ... 15
2. Prosedur Penerapan Model Pembelajaran Cooverative Integrted Reading And Composition ... 17
BAB III METODE PENELITIAN ... 19
A. Jenis Penelitian ... 19
B. Lokasi dan Obyek Penelitan ... 25
C. Variabel Penelitian ... 25
D. Definisi Operasional Variabel ... 26
E. Populasi Dan Sampel ... 26
F. Instrumen Penelitian ... 28
G. Teknik Pengumpulan Data ... 28
H. Teknik Analisis Data ... 29
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Sekolah………. 31
xii
1. Sejarah Berdirinya Sekolah ... …. 31
2. Visi dan Misi Sekolah ... ….. 31
3. Keadaan Guru ... …. 31
4. Keadaan Siswa ... …. 33
5. Sarana dan Prasarana ... …. 33
B. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition ... …. 35
1. Paparan Data Siklus I ... …. 35
a. Tahap Perencanaan ... …. 35
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan ... …. 35
c. Tahap Observasi ... …. 36
d. Tahap Refleksi ... …. 39
2. Paparan Data Siklus I ... …. 40
a. Tahap Perencanaan ... …. 40
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan ... …. 41
c. Tahap Observasi ... …. 41
d. Tahap Refleksi ... …. 44
C. Peluang dan Tantangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition ... ……. 45
xiii
Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated
Reading And Composition………...……… 45
2. Tantangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading And Composition………..46
D. Cara Mengatasi Hambatan-hambatan
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooverative Integrated Reading
And Composition………...… ... ……..46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... ……. 48 B. Saran ... …. 49
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP
xiv
Tabel Halaman
Tabel 3.1 Keadaan Populasi ... 27
Tabel 3.2 Keadaan Sampel... 28
Tabel. 4.1 Keadaan Guru ... 32
Tabel 4.2 Keadaan siswa ... 33
Tabel 4.3 Keadaan sarana dan prasarana ... 34
Tabel 4.4 Hasil observasi sikap siwa selama Mengikuti Pembelajaran Siklus I ... 37
Tabel. 4.5 Distribusi Frekuensi Dan Fesentase Skor Hasil Belajar Siklus II ... 38
Tabel. 4.6 Data ketuntasan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siklus II ... 39
Tabel. 4.7 Hasil observasi sikap siwa selama Mengikuti Pembelajaran SikluS II ... 42
Tabel. 4.8 Distribusi Frekuensi Dan Fesentase Skor Hasil Belajar Siklus II ... 43
Tabel. 4.9 Data ketuntasan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siklus II ... 44
1 BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu faktor utama yang mempengaruhi kemajuan bangsa, karena itu satiap negara didunia berusaha mengikuti perkembangan kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan agar tidak ketinggalan dari negara-negara lain. Menurut Hasbullah (2009:1) mengatakan bahwa ‘’ Pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadianya sesuai dengan nilai didalam masyarakat dan kebudayaan’’. Sedangkan menurut John Dewey dalam Hasbullah (2009:2) mengatakan bahwa ‘’Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia’’.
Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan tujuan pendidikan diatas, diharapkan peserta didik secara aktif megembangkan segala potensi yang dimiliki melalui proses pembelajaran. Salah satu unsur dalam pendidikan adalah guru, dimana guru memegang peranan utama dalam proses pembelajaran atau inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Peranan guru diantaranya adalah perencanaan pembelajaran. Dalam hal ini, guru harusnya lebih kreatif dan inovatif dalam menentukan suatu
strategi, dan model yang relevan dengan materi yang akan diajarkan sehingga siswa akan semangat dan termotivasi untuk belajar sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang materi yang diajarkan. Oleh karena itu, pemilihan model pengajaran yang baik dan tepat sangat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran
Bedasarkan data yang diperoleh sebagai hasil observasi dan wawancara para guru yang pernah dilakukan peneliti di SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar Kelas IV semester genap tahun ajaran 2013-2014 ditemukan bahwa guru khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam memberikan pelajaran belum sesuai yang diharapkan.
Rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang diperoleh tidak terlepas dari metode mengajar yang diterapkan oleh guru dianggap belum bisa meningkatan aktivitas dan hasil belajar murid. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar belum pernah menerapkan model pembelajaran Cooverative Integrated Reading And Composition (CIRC). Guru hanya menggunakan metode ceramah yang menoton sehingga membuat murid jenuh dengan apa yang disampaikan oleh guru karena hanya menggunakan komunikasi satu arah, murid cenderung bermain-main dan tidak semangat dalam kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang lama maka minat, motivasi, aktivitas dan hasil belajar murid juga akan menurun. Melihat permasalahan diatas, maka perluh upaya guru dalam meningkatkan hasil
3
murid, meningkatkan partisipasi murid dalam proses pembelajaran serta meningkatkan aktivitas murid sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Oleh karana itu, seorang guru perlu menetapkan langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar murid salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Cooverative Integtated
Reading And Composition (CIRC).
Model pembelajaran Cooverative Integrated Reading And Composition
(CIRC) dapat memotivasi seluruh murid, memanfaatkan seluruh energi murid,
saling mengambil tanggung jawab. Model pembelajaran kooperatif ini dapat membantu murid belajar setiap mata pelajaran, mulai dari keterampilan dasar sampai pemecahan masalah yang kompleks. Cooverative Integrated Reading
And Composition (CIRC) temasuk dalam pembelajaran kooperatif. Murid
ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yaitu 4 murid yang secara heterogen. Dalam kelompok ini terdapat siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan sebaiknya murid merasa cocok satu sama lain. Murid-murid tersebut terlibat dalam sebuah rangkaian kegiatan bersama, termasuk saling membacakan wacana yang diberikan oleh guru. Dengan pembelajaran kelompok diharapkan para murid dapat bekerjasama dengan teman
kelompoknya, berfikir kreatif dan saling menghargai pendapat antara satu dengan yang lainnya.
Sebelum membentuk kelompok, murid diajarkan menjadi pendengar yang baik, memberikan penjelasan yang baik, memberikan penjelasan kepada teman sekolompoknya, berdiskusi, mendorong teman untuk bekerja sama, aktif
dalam diskusi menghargai pendapat orang lain, dan sebagainya.
Manfaat yang diperoleh dari model pembelajaran ini adalah diharapkan murid aktif membantu dan mendorong semangat untuk sama-sama berhasil, aktif berperan untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok, saling menghargai pendapat diantara mereka, terjalin komunikasi yang baik antara sesama murid dan memudahkan guru untuk membimbing secara kelompok.
Berdasarkan latar belakang sebelumnya, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooverative Integrated Reading And
Composition
(CIRC) murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab.
Kepulauan Selayar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar?
2. Apa peluang dan tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And
Composition (CIRC) murid kelas IV di SDN No. 21 Ujung Kec.
Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar?
5
Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran Cooverative
Integrated Reading And Composition (CIRC) murid kelas IV SDN No. 21
Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikembangkan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui penerapan pembelajaran Pendidikan Agama
Islam melalui model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar.
2. Untuk mengetahui peluang dan tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran Cooperative Integrated
Reading And Composition (CIRC) murid kelas IV SDN No. 21 Ujung
Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar.
3. Untuk mengetahui cara mengatasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran
Cooverative Integrated Reading And Composition (CIRC) murid kelas IV
SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teori pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai upaya meningkatkan hasil
belajar di SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar melalui model pembelajaran Cooverative Integrated Reading And
Composition.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi murid, dapat meningkatkan hasil belajar murid.
b. Bagi guru, sebagai bahan masukan bagi guru dan pengolahan
pendidikan sehubungan dengan upaya peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam.
c. Bagi sekolah, penelitian ini bermanfaat dalam rangka inovasi pembelajaran
d. Bagi orang tua, diarapkan dapat memberikan dorongan atau motivasi belajar pada anak seingga upaya pendidikan dapat berkembang menjadi lebi baik.
e. Bagi peneliti, dapat menjadi bahan perbandingan dan pertimbangan untuk mengembangkan basis penelitian pada waktu lain.
7 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Menurut Zakiyah Darajat dalam Abdul Majid dan Dian Andayani, (2004: 130) menyatakan bahwa ‘’Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara keseluruhan’’. Adapun menurut Tayar Yusuf dalam Abdul Majid dan Dian Andayani, (2004: 130) mengemukakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah’’ sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi mudah agar kelak menjadi manusia bertakwa kepada Allah Swt. Selanjutnya menurut Abdul Majid dan Dian Andayani, (2004: 130) mengatakan bahwa ‘’Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran Agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut Agama lainnya dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa’’.
Sedangkan menurut A. Tafsir dalam Abdul Majid dan Dian Andayani, (2004:130) mengatakan bahwa ‘’Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam’’.
Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan anak
didik agar senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah Swt secara maksimal.
2. Tujuan dan Fungsi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Menurut Abdul Majid dan Dian Andayani, (2004: 135) menyatakan bahwa:
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya bangsa dan begara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Menurut Ramayulis (2001: 104) menyatakan bahwa:
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik tentang ajaran Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, serta berahlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulakan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, serta tertanam dalam diri pribadi ahlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.
Ramayulis (2001: 103) mengemukakan fungsi Pendidikan Agama Islam di sekolah yaitu sebagai berikut:
a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan
peserta didik kepada Allah Swt, yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.
b. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus dibidang Agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.
c. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
9
d. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dalam menghambat perkembanaganya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
e. Penyesuaian, yaitu penyesuaian diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
f. Sumber nilai, yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Muhaimin (2012: 40) mengemukakan 7 fungsi Pendidikan Agama Islam disekolah adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Serta ahlak mulia peserta didik seoptimal mungkin.
b. Penanaman nilai ajaran islam sebagai pedoman mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.
c. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial. d. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik
dalam keyakinan, pengalaman ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.
e. Pencegahan dari hal-hal negatif budaya asing yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.
f. Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsionalnya.
g. Penyaluran untuk mendalami pendidikan agama kelembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan pendapat diatas maka fungsi Pendidikan Agama Islam adalah sebagai pengajaran tentang ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau budaya lain yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.
3. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Muhaimin (2014:123) mengemukakan 8 karakteristik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan Agama Islam berusaha untuk menjaga akidah peserta didik agar tetap kokoh dalam situasi dan kondisi apapun.
b. Pendidikan Agama Islam berusaha menjaga dan memelihara ajaran dan nilai-nilai yang tertuang dan yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis
serta otentisitas keduanya sebagai sumber ajaran utama Agama Islam. c. Pendidikan Agama Islam menonjolkan kesatuan iman, ilmu dan amal
dalam kehidupan keseharian.
d. Pendidikan Agama Islam berusaha membentuk dan mengembangkan kesalehan individu dan sekaligus kesalehan sosial.
e. Pendidikan Agama Islam menjadi landasan moral dan etika dalam pengembanagan iptek dan budaya serta aspek-aspek kehidupan lainnya.
f. Subtansi Pendidikan Agama Islam mengandung entitas-entitas yang bersifat rasional dan supra rasional.
g. Pendidikan Agama Islam berusaha menggali, mengembangkan dan mengambil ibrah dari sejarah dan kebudayaan (peradaban) islam.
h. Dalam beberapa hal, Pendidkan Agama Islam mengandung pemahaman dan penafsiran yang beragam, sehingga memerlukan sikap terbuka dan toleran atau semagat islamiyah.
Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik Pendidikan Agama Islam adalah Pendidikan Agama Islam itu senantiasa berusaha menjaga akidah peserta didik, memelihara ajaran dan nilai-nilai yang tertuang dan terkandung dalam Alquran dan hadist sebagai sumber ajaran utama Agama Islam serta Pendidikan Agama Islam mengandung pemahaman dan penafsiran.
B. Belajar
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan jendela dunia. Dengan belajar seseorang bisa mengetahui banyak hal, oleh sebab itu Islam amat menekankan masalah belajar dalam hal menuntut ilmu. Dimana wahyu yang pertama kali diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw pun berkenaan dengan perintah belajar. Allah Swt berfirman dalam (Qs. Al-Alaq [96] : 1-5)
Terjemahnya:
11
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Adapun pengertian belajar menurut para ahli pendidikan itu diantaranya. Menurut Slameto dalam Haling, (2007:2) ‘’Belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya’’. Menurut M. Sobry Sutikno (2010: 5) mengatakan bahwa ‘’Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya’’. Selanjutnya menurut Abdillah dalam Aunurrahman, (2002:35) mengemukakan bahwa ‘’Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu’’. Sedangkan menurut Morgan dalam Agus Suprijono, (2014: 3) ‘’ Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman’’. Serta adapun menurut Suyono dan Hariyanro (2012: 9) menyatakan bahwa ‘’Belajar adalah semua aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian’’. Serta belajar adalah upaya mencari dan menemukan makna dan pengertian.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi didalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu. Belajar harus diperoleh
dengan usaha sendiri, adapun orang lain itu hanya perantara atau penunjang dalam kegiatan belajar agar belajar itu dapat berhasil dengan baik.
2. Tujuan Belajar
Pada dasarnya belajar pada diri manusia, merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan serta sasaran. Menurut Al- Abrasyi dalam Tohirin, (2011: 58) mengatakan bahwa ‘’ Tujuan belajar dalam Islam bukanlah mencari rezeki di dunia ini semata, tetap sampai pada hakikat, memperkuat ahlak artinya mencapai ilmu yang sebenarnya dan ahlak yang
sebenarnya’’. Menurut Sardiman dalam Haling (2007: 3) Mengemukakan bahwa tujuan
belajar yaitu sebagai berikut:
a. Untuk mendapat pengetahuan, yaitu suatu cara untuk mengembangkan kemampuan berfikir bagi anak untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan berfikir.
b. Untuk menanamkan konsep dan keterampilan, yaitu suatu cara belajar menghadapi dan menangani objek- objek secara fisik dan psikshis.
c. Untuk pembentukan sikap, yaitu suatu kegiatan untuk menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak.
Dari pendapat tersebut maka disimpulkan bahwa tujuan belajar adalah untuk mendapat pengetahuan, keterampilan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan-tantangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta dapat mencapai ilmu yang dibutuhkan didunia maupun diakhirat dan membentuk sikap agar tertanam ahlak yang mulia pada perilaku dan pribadi. 3. Prinsip-prinsip Belajar
Haling (2007: 5) mengemukakan prinsip-prinsip belajar sebagai berikut: a. Belajar suatu proses aktif dimana terjadi hubungan saling
mempengaruhi secara dinamis antara pebelajar dengan lingkungannya. b. Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan jelas bagi pebelajaran,
13
c. Senantiasa ada rintangan dan hambatan dalam belajar, karena itu pebelajar harus sanggup mengatasinya secara tepat.
d. Belajar itu memerlukan bimbingan. Bimbingan itu baik dari pembelajar atau tuntunan dari buku pelajaran sendiri.
e. Jenis belajar yang paling utama ialah belajar untuk berfikir kritis, lebih baik dari pada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
f. Cara belajar yang paling efektif adalah dalam bentuk pemecahan masalah melalui kerja kelompok asalkan masalah-masalah tesebut telah disadari bersama dalam suatu kelompok tertentu.
g. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
h. Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah dipelajari dapat dikuasai.
i. Belajar harus disertai kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan atau hasil.
j. Belajar dianggap berhasil bila dapat dipraktikkan.
Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip belajar adalah suatu proses dimana pesertadidik memiliki kemauan untuk mencapai tujuan tertentu dibawah bimbingan dari guru serta perluh adanya latihan-latihan agar apa yang telah dipelajari dapat dikuasai dan dapar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Karakteristik Belajar
Menurut Surya dalam Rusman, (2012:87) cirri-ciri perubahan tingkahlaku dalam pengertian belajar yang menjadi karakteristik belajar adalah sebagai berikut:
a. Perubahan yang disadari dan disengaja ( Internasional) b. Perubahan yang berksesinambungan ( Kontinyu)
c. Perubahan yang fungsional d. Perubahan yang bersifat positif e. Perubahan yang bersifat aktif f. Perubahan yang bersifat permanen g. Peubahan yang bertujuan dan terarah h. Perubahan perilaku secara keseluruhan.
Menurut Slameto dalam Haling, (2007:3) adapun ciri-ciri perubahan Tingkahlaku dalam pengertian belajar yang menjadi karakteristik belajar adalah
sebagai berikut:
a. Perubahan yang terjadi secara sadar.
b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
d. Perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara. e. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. f. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkahlaku.
Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik belajar adalah adanya suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang mencakup seluruh aspek tingkah laku dan perubahan terjadi secara sadar danbertujuan.
5. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha tertentu, hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan mengajar. Dalam hal ini hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil belajar yang dicapai murid dalam bidang studi tertentu setelah mengikuti proses belajar mengajar. Menurut Blom dalam Agus Suprijono, (2014: 6) hasil belajar mencakup’’ kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik’’.
Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, dan apresiasi dan keterampilan. Merujuk pemikiran Gagne dalam Agus Suprijono, (2004:5) hasil belajar yang dimaksud berupa:
a. Informasi Verbal yaitu kapasitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis.
b. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analisis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
c. Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.
15
d. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dan urusan koordinasi, sehingga terwujud atomatisme gerak jasmani.
e. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian objek tersebut.
Adapun menurut Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2010:103) menyatakan bahwa Belajar dikatakan berhasil apabila diikuti
ciri-ciri sebagai berikut:
a. Daya serap terhadap materi pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok.
b. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran khusus (TPK) telah dicapai oleh siswa baik secara individu maupun kelompok.
c. Terjadinya proses penguasaan materi pelajaran yang secara sekuersial (seguential) mengantar materi tahap beriktnya.
Berdasarkan pendapat para ahli tesebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar itu adalah hasil dari suatu interaksi yang dicapai seseorang setelah melakukan suatu usaha tertentu, serta hasil belajar itu bukanlah semata-mata kebehasilan dari segi kognitif, tetapi mesti mencakup aspek-aspek lain, seperti aspek-aspek afektif dan psikomotorik.
Hasil belajar yang dimaksud disini adalah tingkat keberhasilan murid menguasai bahan pelajaran setelah memperoleh pengalaman belajar Pendi.ikan Agama Islam dalam suatu kurun waktu tertentu. Salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan murid dalam suatu usaha belajarnya adalah dengan menggunakan alat ukur. Alat ukur yang digunakan adalah tes. Hasil pengukuran dengan memakai tes merupakan salah satu indikator keberhasilan murid yang dicapai dalam belajarnya.
Hasil belajar yang dicapai murid dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari dalam diri murid dan faktor dari luar diri murid atau lingkungan. Faktor yang datang dari dalam diri murid yakni kemampuan yang dimilikinya,
faktor ini besar pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapainya. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki murid, juga ada faktor lain seperti motivasi belajar, minat dan perhatian.
C. Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)
1. Pengertian Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)
Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), termasuk
salah satu model Cooperative learning. Merupakan sebuah program yang komprehensif untuk mengajari pelajaran membaca dan menulis pada kelas yang lebih tinggi disekolah dasar. Menurut Kokom Komalasari (2013:68) menyatakan bahwa ‘’Cooperative Integrated Reading And Composition adalah model pembelajaran untuk melatih murid secara terpadu antara membaca dan menemukan ide pokok suatu wacana tertentu dan memberikan tangggapan terhadap wacana secara tertulis’’. Dalam model pembelajaran Cooperative
Integtated Reading And Composition, murid ditempatkan dalam
kelompok-kelompok kecil yaitu 4 murid yang secara heterogen. Dalam kelompok-kelompok ini terdapat siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan sebaiknya murid merasa cocok satu sama lain. Murid-murid tersebut terlibat dalam sebuah rangkaian kegiatan bersama, termasuk saling membacakan wacana yang diberikan oleh guru. Dengan pembelajaran kelompok diharapkan para murid dapat bekerja sama dengan teman kelompoknya, berfikir kreatif dan saling menghargai pendapat antara satu dengan yang lainnya.
17
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/ tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).
Menurut Sanjaya (2013:249) ada beberapa keunggulan dari pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:
a. Melalui pembelajaran kooperatif murid tidak terlalu menggantungkan kepada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan, kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
b. Pembelajaran kooperatif dapat mngembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkan dengan ide-ide orang lain.
c. Pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasan serta menerima segala perbedaan.
d. Pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap murid untuk bertanggung jawab dalam belajar.
e. Pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri.
f. Melalui pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan murid untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik.
g. Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan murid menggunakan informasi dan kemampuan abstrak menjadi nyata (riil). h. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi
dan memberikan rangsangan untuk berfikir.
Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan kooperatif adalah dapat mengembangkan kemampuan murid, memperluas cakrawala berfikir anak, saling membantu, saling menghargai pendapat orang lain serta meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir.
Sebelum dibentuk kelompok, murid diajarkan bagaimana bekerja sama dalam satu kelompok, murid diajarkan menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan sebagainya. Masing-masing anggota
kelompok memiliki tugas yang setara karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan dan keberhasilan setiap individu pada dasarnya juga dilihat dari keberhasilan kelompok sehingga setiap kelompok termotivasi untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya.
2. Prosedur penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)
Dengan mengdopsi model pembelajaran Cooperative Integrated
Reading And Composition pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Maka seorang guru mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat menempuh langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
b. Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran.
c. Murid bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana dan ditulis pada lembar kertas. d. Guru menutup kesimpulan bersama.
19 BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach). Menurut Suharsimi (2012: 58) menjelaskan PTK melalui paparan gabungan dari defenisi dari tiga kata. Penelitian, Tindakan dan Kelas sebagai berikut:
1. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. 3. Kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima
pelajaran yang sama dengan seorang guru.
Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan masalah nyata yang terjadi di dalam kelas. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembagan profesionalnya. Adapun Prodedur penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yang harus dijalani, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3.1 Umum siklus Suharsimi Arikunto (2012:16)
Penjelasan mengenai alur pelaksanaan penelitian tindakan kelas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Siklus pertama
1. Tahap perencanaan
a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And
Composition.
b. Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok, tiap kelompok 4 murid.
c. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar Perencanaan
Berhasil
Pengamatan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
Perencanaan Pengamatan
21
mengajar di kelas, ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). d. Menyiapkan lembar kerja murid dan kunci jawaban
e. Menyiapkan alat bantu yang susuai dengan materi kegiatan proses belajar mengajar melalui Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
2. Tahap pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah drencanakan yang berisi tentang tindakan yang diterapkan. Sebagai contoh skenario pembelajaran yang akan diterapkan sebagai berikut:
1. Guru memberikan motivasi belajar kepada murid.
2. Guru mengabsen murid sebelum memulai pembelajaran.
3. Guru menjelaskan kepada murid tentang pola kerja sama antara murid dalam suatu kelompok.
4. Membagi siswa dalam beberapa kelompok yang heterogen (berbeda jenis kelamin, kemampuan akademik) yang beranggotakan 4 orang.
5. Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran.
6. Meminta murid bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan wacana dan ditulis pada lembar kertas. 7. Meminta murid mempresentasikan/membaca hasil kelompok.
9. Guru memberikan tes akhir siklus I sebagai bahan evaluasi pembelajaran. 3. Tahap observasi dan evaluasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Data dari hasil observasi dicatat dalam lembar observasi meliputi kehadiran siswa, keaktifan siswa baik dalam hal bertanya, mengerjakan tugas dan memberikan tanggapan, selanjutnya melaksanakan evaluasi pada akhir siklus I dengan menggunakan tes tertulis.Hal ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang telah diperoleh selama siklus I berlangsung.
4. Tahap refleksi
Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja murid. Analisis dalakukan untuk mengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I. Hasil analisis siklus I inilah yang dijadikan acuan untuk merencanakan siklus II, sehingga yang dicapai pada siklus II pelaksanaan penelitian sesuai dengan yang diharapkan.
Siklus kedua
Langkah yang dilakukan pada siklus II pada umumnya sama dengan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I yaitu sebagai berikut.
a. Tahap perencanaan
1. Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I
23
langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And
Composition (CIRC).
3. Merancang kembali pembelajaran dengan membentuk kelompok, tiap kelompok 4 murid.
4. Merancang kembali lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas, ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC).
5. Merancang kembali lembar kerja murid dan kunci jawaban
6. Merancang kembali alat bantu yang susuai dengan materi kegiatan proses belajar mengajar melalui Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
Kegiatan dilaksanakan dalam tahap ini adalah dengan dilaksanakan skenario pembelajaran yang telah drencanakan yang berisi tentang tindakan yang diterapkan. Sebagai contoh skenario pembelajaran yang akan diterapkan sebagai berikut:
1. Guru memberikan kembali motivasi belajar kepada murid.
2. Guru mengabsen kembali murid sebelum memulai pembelajaran.
3. Guru menjelaskan kepada murid tentang pola kerja sama antara murid dalam suatu kelompok.
kelamin, kemampuan akademik) yang beranggotakan 4 orang. 5. Memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran.
6. Meminta murid bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan member tanggapan wacana dan ditulis pada lembar kertas. 7. Meminta murid mempresentasikan/membaca hasil kelompok.
8. Membuat kesimpulan bersama.
9. Guru memberikan tes akhir sebagai bahan perbandingan hasil tes siklus I. c. Tahap observasi dan evaluasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Data dari hasil observasi dicatat dalam lembar observasi meliputi kehadiran siswa, keaktifan siswa baik dalam hal bertanya, mengerjakan tugas dan memberikan tanggapan, selanjutnya melaksanakan evaluasi pada akhir siklus II dengan menggunakan tes tertulis. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan murid terhadap materi yang telah diperoleh selama siklus II berlangsung.
Langkah yang dilakukan pada siklus II pada umumnya sama dengan yang telah dilakukan pada siklus I dengan melakukan beberapa perbaikan seperti: mengamati murid lebih tegas dan memberi teguran bagi murid yang kurang disiplin, untuk murid yang hasil belajarnya rendah dan mengalami kesulitan menyelesaikan soal diberikan bimbingan khusus di kelas dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis, memberikan motivasi
25
agar murid dapat lebih bergairah dan senang belajar Pendidikan Agama Islam. Hasil yang diperoleh dari siklus ini diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya, selanjutnya akan diadakan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC).
d. Tahap refleksi
Menganalisis kembali untuk mendapatkan simpulan mengenai hasil tindakan yang dilakukan. Diharapkan pada siklus II ini, hasil belajar murid meningkat.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN No.21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab.Kepulauan Selayar. Objek penelitian ini adalah murid kelas IV SDN No.21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar. Dengan jumlah murid 16 yang terdiri dari 10 laki-laki dan 6 perempuan.
C. Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu objek yang ingin di teliti. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel independen dan variabel dependen.Yang menjadi variabel independen adalah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And
Composition karena tidak terikat tapi dapat mempengaruhi variabel yang lain. dan
yang menjadi variabel dependen adalah hasil belajar karena terikat serta di pengaruhi oleh variabel yang lain.
D. Defenisi Operasional Penelitian
Untuk memudahkan pemahaman kita menghindari kesalah pahaman dalam membahas proposal ini, maka perlu dikemukakan beberapa defenisi variabel judul, sebagai berikut:
1. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kami maksud dalam penelitian adalah model pembelajaran Cooperative Integtated Reading And
Composition dimana murid ditempatkan dalam kelompok- kelompok kecil yaitu
4 murid yang secara heterogen. Dalam kelompok ini terdapat siswa yang pandai, sedang atau lemah.
2. Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan murid menguasai bahan pelajaran setelah mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kurung waktu tertentu dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated
Reading And Composition (CIRC). Salah satu cara untuk mengetahui sejauh
mana tingkat keberhasialan murid dalam usaha belajarnya adalah dengan menggunakan alat ukur berupa tes.
E. Populasi Dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu atau kelompok yang menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah yang ada disekolah SDN Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar 179 dengan jumlah murid
27
sebanyak 163 dan guru sebanyak 16 orang. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut.
Tabel 3.1 Keadaan Populasi di SDN Ujung Kab. Kepulau Selayar
NO Kategori Populasi Jenis Kelamin Populasi L P 1. Kelas I 10 12 22 2. Kelas II 19 23 42 3. Kelas III 8 13 21 4. Kelas IV 10 6 16 5. Kelas V 15 18 33 6. Kelas VI 12 17 29 7. Guru 3 13 16 Total 74 102 179
Sumber Data: SDN Ujung Kec. Pasimasunggu Timur. Kab. Kepulauan selayar. 2014.
2. Sampel
Pada dasarnya penentuan sampel pada penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau keterangan-keterangan mengenai hal yang diteliti dengan cara meneliti sebagian populasi yang telah dipilih dan dianggap dapat mewakili semua populasi yang ada. Menurut Sugiyono (2013 : 118) mengatakan bahwa ‘’Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut’’. Penarikan sampel yang dilakukan peneliti dengan menggunakan teknik purposive, tidak dilakukan pada semua tingkat kelas, tetapi mengambil perwakilan kelas sebagai sampel penelitian. Adapun sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah murid kelas 1V SDN No.21 Ujung Kec.
Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar. Untuk lebih jelasnya keadaan sampel adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Keadaan Sampel SDN Ujung Kab. Kepulauan Selayar
NO Kategori Sampel Jenis Kelamin Sampel L P 1. Kelas IV 10 6 16 Jumlah 10 6 16 F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat bantu yang dipakai dalam melaksanakan penelitian sehingga dapat berjalan secara sistematis. Untuk memudahkan peneliti dalam pengumpulan data, maka penulis menggunakan beberapa instrumen pengumpulan data yang terdiri dari:
1. Pedoman observasi yang akan digunakan peneliti dalam hal ini adalah catatan observasi.
2. Pedoman Tes yaitu alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
3. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data berdasarkan dokumen, yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dijadikan sebagai bahan
G. Teknik Pengumpulan Data
29
adalah sebagai berikut: 1. Observasi
Observasi adalah cara mengumpulkan data dengan mengadakan pengamatan terhadap aktivitas guru dan murid yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu dengan menggunakan lembar observasi.
2. Tes
Tes adalah serangakaian pertanyaan ( soal ) atau latihan yang digunakan untuk mengukur hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar. Bentuk soal ini berupa essay pada siklus I dan II.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan bukti-bukti dan keterangan-keterangan, seperti keterangan sekolah maupun bukti-bukti atau gambar pada saat berlangsungya penelitian untuk menunjang hasil penelitian.
H. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik kuantitatif dan kualitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskipsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. yang meliputi: rata-rata dan skor presentase, frekuensi, presentase
nilai terendah dan nilai tertingggi yang dicapai siswa setiap siklus. Ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa apakah telah mencapai ketuntasan belajar minimum (KKM) secara individu. Murid yang memperoleh skor minimal 65 dari skor ideal maka kelas sudah dianggap kompeten. Dan analisis kualitatif dilakukan untuk merefleksi tindakan yang diberikan pada setiap siklus.
Rumus yang digunakan dalam analisis statistik deskriptif adalah sebagai berikut : Persentase : P = x100% N f Keterangan : P = Angka persentase.
f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya. N = Jumlah siswa.
31 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Sekolah SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar.
1. Sejarah Berdirinya Sekolah
SDN No. 21 Ujung ini merupakan sekolah pertama yang ada di Kepulauan Selayar Jampea yang terletak di Jalan Ibu Kota Ujung Kec. Pasimasunggu Timur. Sekolah ini didirikan pada tahun 1935 dengan luas tanah 1600 m² yang mulanya dinamakan Sekolah Rakyat ( SR ) yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat.
Selama perkembangannya sekolah ini mengalami beberapa pergantian
pimpinan yakni antara lain: Abd. Latif (1962-1975), Abd. Razak (1975-1988), Patta Senga ( 1988-1995), Laomang (1995-1997), Abd. Syahid (1997-2001), Tajuddin (1997-2001), H. Muhammad kasim Djuma ( 2001-2006)
Rustan ( 2006-2007), dan Lawatina 2007 Sampai sekarang. 2. Visi dan Misi
Adapun Visi dan Misi Sekolah SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar yaitu:
Visi : Tercapaiya siswa yang bermoral baik dan berprestasi.
Misi : Memperlancar proses belajar mengajar, meningkatkan mutu pendidikan terhadap nilai-nilai agama dan budu pekerti.
3. Keadaan Guru
orang. Untuk lebih jelasnya keadaan guru SDN No. 21 Ujung dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.1 Keadaan Guru dan pegawai SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar Tahun Ajara 2015/2016
No NAMA Guru kelas Status / jabatan
1 LAWANTINA S. Pd. SD -
Kepsek
2 SITTI ROSMINI S. Pd Guru Agama PNS
3 ROSMA INTANG, A.Ma Guru kelas I PNS
4 SURIANI, A. Ma Guru kelas V PNS
5 RINI APRELIA Guru kelas VI PNS
6 SUHARTO - PNS
7 ANDI ARDAS S.Pd Guru olahraga Non PNS
8 MARLIATI, Sd.SD Guru kelas II PNS
9 KRIDAWATI, A.Ma Guru kelas III Non PNS
10 NURSIAH, A. Ma Guru kelas IV Non PNS
11 SATRIANA, A. Ma Guru kelas III Non PNS
12 SYAMSIAH, S.Pd. SD - Non PNS
13 NUR LIA Guru MBTA Non PNS
14 GUSNIATI, S.Pd Guru kelas khusus Non PNS
15 MUHAMMAD SABRI,SPd.I Guru Agama Non PNS
16 DEWAN TOMO Satpam POLPP
Sumber data : SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2015
33
4. Keadaan Siswa
Keadaan siswa yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah mengenai banyaknya siswa sebagai informan. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar.
Tabel 4.2 Keadaan siswa di SDN Ujung Kab. Kepulau Selayar
NO Kategori Populasi Jenis Kelamin Populasi L P 1. Kelas I 10 12 22 2. Kelas II 19 23 42 3. Kelas III 8 13 21 4. Kelas IV 10 6 16 5. Kelas V 15 18 33 6. Kelas VI 12 17 29 7. Guru 3 13 16 Total 74 102 179
Sumber Data: SDN Ujung Kec. Pasimasunggu Timur. Kab. Kepulauan Selayar. 2015.
5. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor pendukung proses pembelajaran sehingga dapat berlangsung dengan baik. Karena keberhasilan pengajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa tetapi juga sarana dan prasarana. Keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur dapat dilihat dalambentuk table sebagai berikut:
Tabel 4.3 Keadaan sarana dan prasana SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2015.
No Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan 1 Ruangan kelas belajar 8 buah
Baik
2 Kantor Kepsek 1 buah Baik
3 Ruang Guru 1 buah Baik
4 Perpustakaan 1 buah Baik
5 UKM 1 buah Baik
6 Ruang dapur 1 buah
Baik
7 Toilet 3 buah Baik
8 Tempat Parkir 1 buah
Baik
9 Lapangan Voli / takrow 1 buah Baik
10 Ruangan tenis meja 1 buah Baik
11 Tempat tidur 1 buah Baik
12 Papan Tulis 9 buah Baik
13 Lemari 9 buah Baik
14 Kursi 198 buah Baik
15 Meja 99 Baik
16 Penghapus 9 buah Baik
Sumber data : SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2015
35
B. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Cooverative Integrated Reading And Composition.
1. Paparan Data Siklus I a. Tahap Pererencanaan
1) Peneliti melakukan diskusi awal dengan guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini. 2) Memahami silabus sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.
Dapat dilihat pada lampiran.
3) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and
Composition. Dapat dilihat pada lampiran.
4) Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok, tiap kelompok 4 murid.
5) Membuat lembar observasi untuk melihat bagaiman kondisi belajar mengajar di kelas, ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition.
6) Menyiapkan lembar kerja murid dan kunci jawaban. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus I model pembelajaran Cooperative Integrated Reading
And Composition pada murid kelas IV SDN No. 21 Ujung,untuk tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan yaitu tiga kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk tes hasil belajar, masing-masing dengan alokasi waktu 3x 35 menit.
Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis 23 Juli 2015 pukul 7.30-09.10, pertemuan II pada hari sabtu 25 juli 2015 pukul 7.30-09.10, pertemuan III pada hari senin 27 juli 2015 pukul 7.30-09.10 dengan materi Iman Kepada Malaikat..
c. Tahap Observasi Pembelajaran
Kegiatan observasi dilakukan secara kontinyu setiap kali pembelajan berlangsung dalam pelaksanaan tindakan dengan mengamati sikap atau perilaku siswa dalam proses pembelajaran selama berlangsungnya proses
Cooperative Integrated Reading And Composition dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam sesuai dengan indikator penilaian yang sudah ditetapkan dengan menggunakan analisis kualitatif.
Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah melakukan pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa dan mencatatnya dalam lembar observasi. Lembar observasi tersebut digunakan untuk mengetahui perubahan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.
Deskriptif tentang sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran pada siklus I yaitu murid yang hadir dalam proses belajar mengajar, kemampuan menyatakan pendapat, murid yang aktif dalam proses pembelajaran, kemampuan murid membaca, kemampuan murid menulis, tanggan jawab dan ketertarikan, murid yang melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran, kerja sama dalam kelompok. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel observasi sikap murud kelas IV selama menikuti proses pembelajaran berikut ini.
37
Tabel 4.4 Hasil Observasi Sikap Siswa Selama Mengikuti Proses Pembelajaran Siklus I
No Aspek yang diamati
Pertemuan
Rata-rata Persen 1 2 3 4
1. Murid yang hadir dalam proses belajar mengajar
16 15 16 T E S S I K L U S I 15,6 97,5 2. Kemampuan menyatakan pendapat. 5 8 10 7,6 47,9
3. Murid yang aktif dalam proses pembelajaran. 12 13 15 13,3 83,3 4. Kemampuan murid membaca. 14 14 15 14,3 89,5 5. Kemampuan murid menulis 14 14 15 14,3 89,5
6. Tanggung jawab dan ketertarikan
13 15 15 14,3 89,5
7. Murid yang melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran (main-main, ribut, dll).
6 3 2 3,6 22,9
8. Kerja sama dalam kelompok
5 8 10 7,6 47,9
Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh data bahwa siklus I dari 16 murid. Murid yang hadir pada saat proes pembelajaran sebanyak 97,5 persen, kemampuan menyatakan pendapat 47,9 persen, Murid yang aktif dalam proses pembelajaran 83,3 persen,kemampuan murid membaca 89,5 persen, kemampuan murid menulis 89,5 persen, Tanggun jawab dan ketertarikan 89,5 persen murid yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran (main-main, ribut, dll) 22,9 persen, serta kerja sama dalam kelompok 47,9 persen.
dalam lima kategori , maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti yang disajikan pada table berikut.
Tabel 4.5 Data distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Siklus I
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase
0 – 34 Sangat Rendah 0 0 35 – 54 Rendah 3 18,75 55 – 64 Sedang 6 37,5 65– 84 Tinggi 6 37,5 85 – 100 Sangat Tinggi 1 6,25 Jumlah 16 100
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 16 murid kelas IV SDN No. 21 Ujung tak seorang pun yang nilai hasil belajarnya berada pada kategori sangat rendah, 3 orang atau 18,75% nilainya berada pada kategori rendah, 6 orang atau 37,5% nilainya berada pada kategori sedang, 6 orang atau 37,5 nilainya berada pada kategori tinggi, dan 1 orang atau 6,25% nilainya berada pada kategori sangat tinggi.
Untuk melihat persentase ketuntasan belajar Pendidikan Agama Islam murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar setelah diterapkan model pembelajaran Cooverative Integrated Reading
39
Tabel 4.6 Data ketuntasan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada siklus I
Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya berada pada kategori tidak tuntas sekitar 56,25% sedang murid yang hasil belajarnya berada pada kategori tuntas sekitar 43,75%.
d. Tahap Refleksi
Pada akhir pertemuan siklus I diadakan tes siklus berupa tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang terdiri dari 5 butir soal essai. Keberhasilan siswa dilihat pada perolehan nilai yang mencapai KKM Pendidikan Agama Islam. Adapun KKM Pendidikan Agama Islam adalah 65. Setelah dianalisis ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi indikator keberhasilan, siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM hanya 7 orang sisiwa dengan presentase 43,75 %. Presentase tersebut belum memenuhi indicator kinerja yang harus dicapai yakni 85 % siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM sehingga penelitian ini dilanjutkan
ke siklus II. Hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaan tindakan terdapat beberapa kekurangan. Adapun kekurangan-kekurangan tersebut adalah sebagai berikut:
Skor Kategori Frekuensi Persentase
0 – 64 Tidak tuntas 9 56,25
65 – 100 Tuntas 7 43,75
1. Masih ada siswa yang melakukan aktivitas lain pada saat pembelajaran berlangsung.
2. Keberanian murid untuk menyatakan pendapat masih sangat kurang. 3. Kekompokan dalam kelompok belum terlihat.
Dengan demikian maka penelitian dilanjutkan kesiklus II dengan melakukan berbagai perbaiakan sebagai berikut:
1. Diberikan sanksi terhadap siswa yang melakukan aktivitas lain seperti rebut dan main-main.
2. Menumbuhkan rasa percaya diri dengan memberikan motivasi kepada murid dengan imbalan dalam bentuk penilaian.
3. Murid dituntun bagaimana pola kerja sama yang baik dalam kelompoknya.
Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkan pelaksanaan kegiatan ke siklus II dengan mengupayakan hasil belajar yang lebih maksimal. 2. Paparan Data Siklus II
a. Tahap Perencanaan
1) Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I
2) Memahami silabus sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Terlampir. 3) Menyusun kembali rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai
dengan langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Integrated