10
LANDASAN TEORI
Landasan teori diperlukan dalam menganalisa dan merancang sistem, sebelum memahami sistem, tentu harus mengetahui konsep-konsep yang terlihat didalam suatu sistem tersebut. Tanpa konsep yang jelas dari suatu pengertian sudah pasti penulis akan menemukan kesulitan dalam memahami sistem yang sedang berjalan.
Perancangan atau pembangunan sistem pendukung keputusan yang akan dilaksanakan adalah mengenai sistem pendukung keputusan dalam penempatan jabatan. Untuk lebih jelasnya, secara teori tentang sistem informasi sebagai berikut :
2.1 Definisi Sistem, Sistem Pendukung Keputusan, Metode Analytic
Hierarchy Process (AHP)
Untuk lebih memahami mengenai sistem yang akan dirancang, maka penulis perlu mengetahui beberapa komponen-komponen dasar yang membentuk sebuah sistem, diantaranya :
2.1.1 Sistem
Didalam definisi sistem terdapat dua kelompok yang mendefiniskannya yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemen.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur (abstrak) dalam buku “Analisis dan Desain” menurut Jerry Fitz Gerarld adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur.
“ Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan sesuatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu” 1
Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen elemennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
2. Pendekatan sistem yang menekankan elemen atau komponen. “Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”2
Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan pada urutan – urutan operasi dalam sistem. Sedangkan pendekatan sistem yang menekankan pada komponen atau elemen akan lebih mudah didalam mempelajari suatu sistem untuk tujuan analisis dan perancangan suatu sistem. Kedua definisi diatas benar dan tidak bertentangan, dan yang berbeda adalah cara pendekatannya.
Syarat-syarat sistem adalah :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. 3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
1 Jogiyanto,HM,1989,hal.1 2
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen klasifikasi sistem.
Selain itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.
Karakteristik sistem terdiri dari : 1. Komponen Sistem (Components) 2. Batas Sistem (Boundary)
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment) 4. Penghubung Sistem (Interface)
5. Masukan Sistem (Input) 6. Keluaran Sistem (Output) 7. Pengolah Sistem (Proses) 8. Sasaran sistem (Objective)
Uraian mengenai kutipan dari karakterisrik sistem diatas adalah sebagai berikut :
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yaitu saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi suatu proses sistem secara keseluruhan.
2. Batas Sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung.
5. Masukan Sistem (Input)
Masukan Sistem adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi, dan masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk didapatkan keluaran atau informasi.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran Sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain.
7. Pengolah Sistem (Proccess)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran sistem (Objective)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem
2.1.2 Sistem Pendukung Keputusan
Definisi umum untuk Sistem Pendukung Keputusan menurut para ahli yaitu :
1. Dermawan Wibisono
”Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang membantu para pengambil keputusan mengatasi berbagai masalah melalui interaksi langsung dengan sejumlah database dan perangkat lunak analitik.”3
2. Sukendra Martha
”Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem yang diperlukan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan.”4
Untuk menghasilkan keputusan yang tepat didalam sebuah sistem pendukung keputusan, perlu didukung beberapa
3 WibisonoDermawan,2002,hal.129 4 MarthaSukendra,2002,hal.330
komponen berupa informasi dan fakta-fakta yang berkualitas diantaranya adalah:
a. Aksebilitas
Atribut ini berkaitan dengan kemudahan mendapatkan informasi, informasi akan lebih berarti bagi si pemakai kalau informasi tersebut mudah didapat, karena akan berkaitan dengan aktifitas dari nilai informasinya.
b. Kelengkapan
Atribut ini berkaitan dengan kelengkapan isi informasi, dalam hal ini isi tidak menyangkut hanya volume tetapi juga kesesuaian dengan harapan si pemakai sehingga sering kali kelengkapan ini sulit diukur secara kuantitatif.
c. Ketelitian
Atribut ini berkaitan dengan tingkat kesalahan yang mungkin di dalam pelaksanaan pengolahan data dalam jumlah (volume) besar. Dua tipe kesalahan yang sering terjadi yaitu berkaitan dengan perhitungan.
d. Ketepatan
Atribut ini berkaitan dengan kesesuaian antara informasi yang dihasilkan dengan kebutuhan pemakai. Sama halnya dengan kelengkapan, ketepatan pun sangat sulit diukur secara kuantitatif.
e. Ketepatan Waktu
Kualitas informasi juga sangat ditentukan oleh ketepatan waktu penyampaian dan aktualisasinya. Misalnya informasi yang berkaitan dengan perencanaan harian akan sangat berguna kalau disampaikan setiap dua hari sekali.
f. Kejelasan
Atribut ini berkaitan dengan bentuk atau format penyampaian informasi. Bagi seorang pimpinan, informasi yang disajikan dalam bentuk grafik, histogram, atau gambar biasanya akan lebih berarti dibandingkan dengan informasi dalam bentuk kata-kata yang panjang.
g. Fleksibilitas
Atribut ini berkaitan dengan tingkat adaptasi dari informasi yang dihasilkan terhadap kebutuhan berbagai keputusan yang akan diambil dan terhadap sekelompok pengambil keputusan yang berbeda.
Sedangkan untuk menghasilkan keputusan yang baik ada beberapa tahapan proses yang harus dilalui dalam pengambilan keputusan, antara lain :
a. Tahap Penelusuran (intelligence)
Tahap ini pengambil keputusan mempelajari kenyataan yang terjadi, sehingga penulis bisa mengidentifikasi masalah yang terjadi biasanya dilakukan analisis dari sistem ke subsistem
pembentuknya sehingga didapatkan keluaran berupa dokumen pernyataan masalah.
b. Tahap Desain
Dalam tahap ini pengambil keputusan menemukan, mengambangkan dan menganalisis semua pemecahan yang mungkin yaitu melalui pembuatan model yang bisa mewakili kondisi nyata masalah. Dari tahapan ini didapatkan keluaran berupa dokumen alternatif solusi.
c. Tahap Choice
Dalam tahap ini pengambil keputusan memilih salah satu alternatif pemecahan yang dibuat pada tahap desain yang dipandang sebagai aksi yang paling tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Dari tahap ini didapatkan dokumen solusi dan rencana implementasinya.
d. Tahap Implementasi
Pengambil keputusan menjalankan rangkaian aksi pemecahan yang dipilih ditahap choice. Implementasi yang sukses ditandai dengan terjawabnya masalah yang dihadapi, sementara kegagalan ditandai masih adanya masalah yang sedang dicoba untuk diatasi. Dari tahap ini didapatkan laporan pelaksanaan solusi dan hasilnya.
2.1.3 Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
AHP merupakan pendekatan dasar untuk pengambilan keputusan. Dalam proses ini pembuat keputusan menggunakan Pairwise Comparison yang digunakan untuk membentuk seluruh prioritas untuk mengetahui rangking dari alternatif.
Metode ini dikembangkan oleh Thomas L., Saaty ahli matematika yang dipublikasikan pertama kali dalam bukunya The Analytic Hierarchy Process tahun 1980. AHP merupakan alat pengambil keputusan yang menguraikan suatu permasalahan kompleks dalam struktur hirarki dengan banyak tingkatan yang terdiri dari tujuan, kriteria, dan alternatif.
Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan persepsi manusia sebagai input utamanya. Aksioma-aksioma pada model AHP :
1. Reciprocal Comparison, artinya pengambil keputusan harus dapat membuat perbandingan dan menyatakan preferensinya. Preferensi tersebut harus memenuhi syarat reciprocal yaitu kalau A lebih disukai daripada B dengan skala x, maka B lebih disukai daripada A dengan skala 1/x.
2. Homogenity, artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala terbatas atau dengan kata lain elemen-elemennya dapat dibandingkan satu sama lain. Kalau aksioma ini tidak terpenuhi maka elemen-elemen yang dibandingkan tersebut tidak
homogeneity dan harus dibentuk suatu cluster (kelompok elemen-elemen) yang baru.
3. Independence, artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif-alternatif yang ada melainkan oleh obyektif keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan dalam AHP adalah searah keatas, artinya perbandingan antara elemen-elemen pada tingkat diatasnya.
4. Expectation, artinya untuk tujuan pengambilan keputusan, struktur hirarki diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka pengambil keputusan, memutuskan tidak memakai seluruh kriteria dan atau obyektif yang tersedia atau diperlukan sehingga keputusan yang diambil dianggap tidak lengkap.
Prosedur atau langkah-langkah dalam metode AHP meliputi : 1. Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi.
Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu tujuan, kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hirarki.
2. Penilaian kriteria dan alternatif
Kriteria dan alternatif dinilai melalui perbandingan berpasangan. Untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty.
Tabel 2.1 Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intentitas
Pentingnya Definisi Penjelasan
1 Kedua elemen sama pentingya
Dua elemen menyumbangnya sama besar pada kriteria yang
ada
3
Elemen yang satu sedikit lebih penting ketimbang yang lainnya Pengalaman dan pertimbangan sedikit mendukung satu elemen
atas yang lainnya
5
Elemen yang satu esensial atau sangat penting
ketimbang elemen yang lainnya
Pengalaman dan pertimbangan dengan kuat mendukung satu
elemen atas elemen yang lainnya
7
Satu elemen jelas lebih penting dari elemen
yang lainnya
Satu elemen dengan kuat didukung dan didominasinya telah
terlihat dalam praktek
9
Satu elemen mutlak lebih penting
ketimbang elemen yang lainnya
Bukti yang mendukung elemen yang lainnya memiliki tingkat
penegasan yang tertinggi yang mungkin menguatkan 2,4,6,8 Nilai-nilai antara diantara dua pertimbangan yang berdekatan Kompromi diperlukan antara dua pertimbangan
Perbandingan dilakukan berdasarkan kebijakan pembuat keputusan dengan menilai tingkat kepentingan satu elemen terhadap elemen lainnya proses perbandingan berpasangan, dimulai dari level hirarki paling atas yang ditujukan untuk memilih kriteria, misalnya A, kemudian diambil elemen yang akan dibandingkan, misalnya A1, A2, A3, A4, A5. Maka susunan elemen-elemen yang dibandingkan tersebut.
Tabel 2.2 Contoh matriks perbandingan berpasangan
A1 A2 A3 A4 A5 A1 1 A2 1 A3 1 A4 1 A5 1
Untuk menentukan nilai kepentingan relatif antar elemen digunakan skala bilangan dari 1 sampai 9 seperti pada tabel 2.1. Penilaian ini dilakukan oleh seorang pembuat keputusan yang ahli dalam bidang persoalan yang sedang dianalisa dan mempunyai kepentingan terhadapanya. Apabila suatu elemen dibandingkan dengan dirinya sendiri maka diberi nilai 1. Jika elemen i dibandingkan dengan elemen j mendapatkan nilai tertentu, maka elemen j dibandingkan dengan elemen I merupakan kebalikannya.
Dalam AHP ini, penilaian alternatif dapat dilakukan dengan metode langsung (direct), yaitu metode yang digunakan untuk memasukkan data kuantitatif. Biasanya nilai-nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari
masalah keputusan tersebut. Jika si pengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi, maka dia dapat langsung memasukkan pembobotan dari setiap alternatif.
3. Penentuan prioritas
Untuk setiap kriteria dan alternative, perlu dilakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons). Nilai-nilai perbandingan relatif kemudian diolah untuk menentukan peringkat alternatif dari seluruh alternatif.
Baik kriteria kualitatif, maupun kriteria kuantitatif, dapat dibandingkan sesuai dengan penilaian yang telah ditentukan untuk menghasilkan bobot dan prioritas. Bobot atau prioritas dihitungan dengan manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamanaan matematik.
Pertimbangan-pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan untuk memperoleh keseluruhan prioritas melalui tahapan-tahapan berikut :
a. Kuadratkan matriks hasil perbandingan berpasangan.
b. Hitung jumlah nilai dari setiap baris, kemudian lakukan normalisasi matriks.
4. Konsistensi logis
Semua elemen dikelompokan secara logis dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis. Matriks bobot yang diperoleh dari hasil perbandingan secara berpasangan tersebut harus
mempunyai hubungan kardinal dan ordinal. Hubungan tersebut dapat ditunjukan sebagai berikut :
Hubungan kardinal : aij . ajk = aik
Hubungan ordinal : Ai > Aj, Aj > Ak, maka Ai > Ak
Hubungan diatas dapat dilihat dari dua hal sebagai berikut :
a. Dengan melihat prefrensi multiplikatif, misalnya bila anggur lebih enak empat kali dari mangga dan mangga lebih enak dua kali dari pisang maka anggur lebih enak delapan kali dari pisang. Peristiwa ini merupakan contoh dari hubungan kardinal aij . ajk = aik, dimana aij adalah tingkat kelezatan anggur terhadap
mangga, ajk adalah tingkat kelezatan mangga terhadap pisang
dan aik adalah tingkat kelezatan anggur terhadap pisang
b. Dengan melihat prefrensi transit, misalnya anggur lebih enak dari mangga dan mangga lebih enak dari pisang, maka anggur lebih enak dari pisang. Peristiwa ini merupakan contoh dari hubungan ordinal Ai > Aj, Aj > Ak, maka Ai > Ak, dimana Ai
adalah tingkat kelezatan anggur, Aj adalah tingkat kelezatan
mangga dan Ak adalah tingkat kelezatan pisang
Keterangan :
A : Variabel Tingkat Kelezatan I : Anggur
J : Mangga K : Pisang
Pada keadaan sebenarnya akan terjadi beberapa penyimpangan dari hubungan tersebut, sehingga matriks tersebut tidak konsisten sempurna. Hal ini terjadi karena ketidak konsistenan dalam preferensi seseorang. Perhitungan konsistensi logis dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengalikan matriks dengan prioritas bersesuaian. b. Menjumlahkan hasil perkalian per baris.
c. Hasil penjumlahan tiap baris dibagi prioritas bersangkutan dan hasilnya dijumlahkan.
d. Hasil c dibagi jumlah elemen, akan didapat λ maks. e. Consistency Index (CI) = (λmaks – n) / (n-1)
f. Consistency Ratio = CR / RI, diman RI adalah indeks random consistency. Jika ratio consistency ≤ 0.1, hasil perhitungan dapat dibenarkan.
g. Menghitung nilai lambda (λ) dan Consistency Index (CI) dan Consistency Ratio (CR) dengan rumus :
Dimana ;
λ : nilai rata-rata vector consistency CV : Consistency Vector
N : jumlah faktor yang sedang dibandingkan CI : Consistency Index
RI : Random Index CR : Consistency Ratio
Dalam hal ini RI (Random Index) adalah indeks rerata konsistensi untuk bilangan numerik yang diambil secara acak dari skala 1/9, 1/8, …, 1, 2, …,9. Nilai RI ini dapat dilihat dari tabel 2.3.
Tabel 2.3 Hubungan Antara RI dengan Urutan Matriks
Ukuran Matriks 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RI 0 0 0,58 0,9 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49
2.2 Konsep Permodelan Sistem
Bagan adalah alat bantu yang berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan pada semua metodologi yang ada. Pada penyusunan laporan skripsi ini penulis menggunakan alat-alat bantu sebagai berikut :
1. Bagan Alir (Flowchart)
Flowchart adalah bagan alir yang menunjukkan dan menjelaskan sistem informasi yang terdapat didalam program atau prosedur secara tepat dan logis berdasarkan logika.
2. Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan gambaran kasar aliran informasi dan data yang akan dilakukan oleh sistem database yang akan dirancang, diagram ini hanya menjelaskan secara umum gambaran aliran kontek dari rancangan sistem yang akan dibuat.
3. Data Flow Diagram (DFD)
DFD (Data Flow Diagram) suatu network yang menggambarkan suatu sistem format atau komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. Keuntungan DFD adalah memungkinkan untuk menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikan menjadi level yang lebih rendah. Kekurangan DFD adalah tidak menunjukkan proses pengulangan, proses keputusan dan proses perhitungan.
Komponen-komponen dalam Data Flow Diagram yaitu sebagai berikut : a. Proses
Aktivitas atau fungsi yang dilakukan untuk alasan bisnis yang spesifik, biasa berupa manual maupun terkomputerisasi.
b. Data Flow
Satu data tunggal atau kumpulan logis suatu data, selalu diawali atau berakhir pada suatu proses.
c. Simpanan data (Data Store)
Kumpulan data yang disimpan dengan cara tertentu. Data yang mengalir disimpan dalam data store. Aliran data di update atau ditambahkan ke data store.
2.3 Konsep Basis Data
Basis data merupakan kumpulan terorganisasi dari data yang berhubungan sehingga mudah disimpan, dimanipulasi, serta di panggil oleh
pengguna. Suatu basis data dibuat dan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada saat penggunaan data.
Permasalahan tersebut antara lain : 1. Redudansi dan konsistensi data. 2. Kesulitan pengaksesan data. 3. Isolasi data untuk standarisasi. 4. Banyak pemakai (multiple user). 5. Masalah keamanan (security). 6. Masalah integrasi (integration).
7. Masalah kebebasan data (independence).
Pelaksanaan penggunaan database memerlukan suatu sistem yang dapat mengatur dan mengelola data, program yang disebut Database Management System (DBMS), yaitu pengelolaan sekumpulan data yang saling berkaitan antara data yang satu dengan data yang lainnya.
2.3.1 Desain Basis Data Sistem
Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Merancang basis data merupakan hal sangat penting dalam perancangan suatu sistem.
Kesulitan utama dalam merancang suatu basis data adalah bagaimana cara merancang suatu basis data yang dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa yang akan datang. Elemen-elemen data dalam suatu basis data harus dapat dipergunakan untuk pembuatan
keluaran (output), sesuai dengan yang diinginkan. Untuk menghasilkan keluaran yang baik, juga diperlukan masukan (input) yang baik. Hasil pemasukan data ini akan disimpan atau direkam dalam basis data.
2.3.2 Model ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD adalah suatu model jaringan/penggambaran himpunan entitas dan himpunan relasi yang dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang ditinjau kemudian disimpan didalam sistem secara abstrak.
Notasi-notasi simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat penulis gunakan adalah :
1. Persegi panjang, menyatakan himpunan entitas.
2. Lingkaran/elips, menyatakan atribut (atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi).
3. Belah ketupat, menyatakan himpunan relasi.
4. Garis, sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya. 5. Kardinalitas relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis
cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu ke satu, 1 dan N untuk relasi satu ke banyak atau N dan N untuk relasi banyak ke banyak).
2.3.3 Teknik Normalisasi
Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entiti dan relasinya. Sebelum
mengenal lebih jauh mengenai normalisasi, ada beberapa konsep yang perlu diketahui yaitu :
a. Attribute Key
Setiap file selalu terdapat kunci dari file atau satu set field yang dapat mewakili record.
b. Candidate Key
Candidate key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik dari entiti dan Candidate key tidak boleh berisi atribut dari tabel yang lain.
c. Primary Key
Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesfik, tetapi dapat juga mewakili setiap kejadian dari entiti.
d. Alternative Key
Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih menjadi primary key, maka atribut-atribut tersebut dinamakan alternative key.
e. Foreign Key
Foreign key merupakan sembarang atribut yang menunjuk kepada primary key pada tabel yang lain. Foreign key akan terjadi pada suatu relasi yang memiliki kardinalitas one to many (satu ke banyak) atau many to many (banyak ke banyak). Foreign key biasanya selalu diletakkan pada tabel atau relasi mengarah ke banyak.
2.3.4 Teori Bahasa Basis Data (SQL)
SQL adalah suatu bahasa komputer yang mengikuti standard ANSI (American National Standard Institute), yaitu sebuah bahasa standard yang digunakan untuk mengakses dan melakukan manipulasi suatu sistem database. Statement dalam SQL dapat digunakan untuk mengakses data atau mengupdate data pada suatu database. SQL utamanya berfungsi dalam suatu relational database seperti misalnya Oracle, SQL Server, DB2, Informix, Sybase, MS Access, MySQL, Firebird dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dengan adanya berbagai perusahaan/vendor yang membuat berbagai produk SQL maka efeknya adalah timbul berbagai macam perbedaan dalam bahasa SQL yangdikembanglan oleh tiap-tiap perusahaan tersebut. Contohnya saja, bahasa SQL yang dimiliki oleh Microsoft (yang bernama T-SQL) akan berbeda dengan bahasa SQL yang dikembangkan oleh Oracle (yang bernama PL/SQL). Namun demikian semua vendor diwajibkan untuk mendukung bahasa standard yang ditentukan oleh ANSI, misalnya semua pengembang bahasa SQL wajib dalam mengimplementasikan kata kunci atau statemen standard SQL seperti SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE dan lain sebagainya. Perbedaan bahasa SQL yang dikembangkan oleh setiap vendor itu dinamakan extension atau juga disebut dengan dialek.
2.4 Perangkat Lunak yang Digunakan
Pada bagian ini akan dibahas tentang perangkat lunak yang digunakan pada saat pembuatan sistem.
2.4.1 Visual Studio 2010
Microsoft Visual Studio merupakan sebuah perangkat lunak lengkap (suite) yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi bisnis, aplikasi personal, ataupun komponen aplikasinya, dalam bentuk aplikasi console, aplikasi Windows, ataupun aplikasi Web. Visual Studio mencakup kompiler, SDK, Integrated Development Environment (IDE), dan dokumentasi (umumnya berupa MSDN Library). Kompiler yang dimasukkan ke dalam paket Visual Studio antara lain Visual C++, Visual C#, Visual Basic, Visual Basic .NET, Visual InterDev, Visual J++, Visual J#, Visual FoxPro, dan Visual SourceSafe.
Microsoft Visual Studio dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dalam nativecode (dalam bentuk bahasa mesin yang berjalan di atas Windows) ataupun managedcode (dalam bentuk Microsoft Intermediate Language di atas .NET Framework). Selain itu, Visual Studio juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi Silverlight, aplikasi Windows Mobile (yang berjalan di atas .NET Compact Framework).
Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate adalah generasi baru dari development tools Microsoft. VS 2010 Ultimate menyediakan sejumlah
tools yang ideal bagi seluruh anggota development yang terlibat dalam project seperti architect, designer, developer, database expert, dan tester.
Gambar 2.1 Screenshot Visual Studio 2010 2.4.2 SQL Server Express
SQL Server Express adalah sebuah freeware, ringan, dan edisi distribusi Microsoft SQL Server. Ini memberikan solusi penyimpanan data yang terintegrasi untuk pengembang ketika menulis aplikasi Windows dan situs Web yang memiliki dasar kebutuhan penyimpanan data .SQL Server Express menggantikan MSDE 2000 dan secara signifikan memperluas pada set fitur.
SQL Server Management Studio Express juga dapat download untuk menyediakan antarmuka pengguna grafis untuk melaksanakan SQL Server Express.
SQL Server Express Edition memiliki keterbatasan berikut : a. Terbatas untuk satu CPU fisik
c. Satu GB batas memori untuk bufferpool d. Database memiliki ukuran maksimum 4 GB
e. Tidak ada Data mirroring dan / atau pengelompokan f. Tidak ada alat profiler
g. Tidak ada workload throttle
h. Tidak UI untuk impor / ekspor data ke tabel i. Tidak ada proses latar belakang Agen Server
Gambar 2.2 Screenshot SQL Server Express
2.4.3 Windows 7
Windows 7 adalah rilis Microsoft Windows yang menggantikan Windows Vista. Windows 7 dirilis untuk pabrikan komputer pada 22 Juli 2009 dan dirilis untuk publik pada 22 Oktober 2009.
Tidak seperti pendahulunya yang memperkenalkan banyak fitur baru, Windows 7 lebih fokus pada pengembangan dasar Windows, dengan tujuan agar lebih kompatibel dengan aplikasi-aplikasi dan perangkat
keras komputer yang kompatibel dengan Windows Vista. Presentasi Microsoft tentang Windows 7 pada tahun 2008 lebih fokus pada dukungan multi-touch pada layar, desain ulang taskbar yang sekarang dikenal dengan nama Superbar, sebuah sistem jaringan rumahan bernama HomeGroup, dan peningkatan performa. Beberapa aplikasi standar yang disertakan pada versi sebelumnya dari Microsoft Windows, seperti Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie Maker, dan Windows Photo Gallery, tidak disertakan lagi di Windows 7, kebanyakan ditawarkan oleh Microsoft secara terpisah sebagai bagian dari paket Windows Live Essentials yang gratis.
Gambar 2.3 Screenshot Windows 7 2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Karya Abadi didirikan pada tanggal 16 April 2008 dan beralamat di Jl. Ir. Sutami KM. 4 Tanjungpinang. PT. Karya Abadi bergerak dibidang perkapalan.
Berikut ini adalah struktur organisasi PT. Karya Abadi yang terdiri dari Direktur, Manager, Asisten Manager, Kepala Bagian, Wakil Kepala Bagian dan Supervisor.
Direktur Manager Kepala Bagian Kepala Bagian Kepala Bagian Kepala Bagian Asisten Manager
Wakil Kepala Bagian
Supervisor
Wakil Kepala Bagian
Supervisor
Wakil Kepala Bagian
Supervisor
Wakil Kepala Bagian
Supervisor Marketing Operasional
Keuangan Administrasi
Gambar 2.4 Struktur Organisasi PT. Karya Abadi 1. Direktur
Bertanggung jawab atas penetapan visi dan misi perusahaan, menjaga agar perusahaan berjalan kearah visi dan misi yang sudah ditetapkan serta menetapkan peraturan-peraturan yang berlaku di perusahaan dan juga mengatur semua jabatan.
2. Manager
Bertanggung jawab atas pengawasan terhadap setiap bagian yang ada di perusahaan serta memberikan laporan bulanan kepada direktur atas perkembangan yang terjadi di perusahaan.
3. Asisten Manager
Bertugas membantu Manager 4. Kepala Bagian
Bertanggung jawab atas kinerja dari bagian masing-masing. 5. Wakil Kepala Bagian
6. Supervisor
Bertanggung jawab mengawasi kinerja karyawan dari setiap bagian.
2.2 Studi Kasus Manual
Perusahaan Karya Abadi akan melakukan penempatan jabatan secara berkala untuk memacu semangat karyawan. Jabatan yang tersedia adalah Manager, Asisten Manager, Kepala Bagian, Wakil Kepala Bagian dan Supervisor. Dinilai berdasarkan 5 kriteria diantaranya Karakter, Kepemimpinan, Penampilan, Pendidikan dan Pengalaman. Jabatan yang paling cocok untuk seorang karyawan akan diprediksi oleh direktur secara manual yaitu dengan cara: a. Perkiraan bobot
Direktur memberikan tingkat kepentingan bobot tertentu pada setiap jabatan secara perkiraan, contohnya: kurang penting, penting dan sangat penting.
b. Perkiraan nilai
Direktur memberikan penilaian pada karyawan yang akan pindah jabatan secara perkiraan, contohnya penilaian dari 0 sampai 100
c. Memprediksi jabatan yang paling cocok untuk karyawan
Berdasarkan perkiraan bobot dan nilai maka Direktur akan memprediksi jabatan yang paling cocok untuk karyawan secara manual tanpa menggunakan metode tertentu.