MAK : 1800.951.012.059
PROPOSAL MANAJEMEN
PENGENDALIAN INTERNAL, MONITORING, DAN
EVALUASI
Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., M.Sc
BALAI PENELITIAN TANAH
BALAI BESAR LITBANG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
2018
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul RKTM : Pengendalian Internal, Monitoring, dan Evaluasi 2. Unit Kerja : Balai Penelitian Tanah
3. Alamat Unit Kerja : Jl. Tentara Pelajar 12, Komplek Penelitian Pertanian, Cimanggu, Bogor 16123
E-mail: [email protected], website : http://balittanah.litbang.deptan.go.id 4. Sumber dana : DIPA/RKAKL Satker Balai Penelitian Tanah 5. Status RKTM : Rutin 6. Penanggungjawab RKTM a. Nama b. Pangkat/Golongan c. Jabatan c.1. Fungsional c.2. Strutural : : : :
Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., M.Sc Penata /III-b
Peneliti muda
Kepala Seksi Pelayanan Teknik 7. Lokasi Kegiatan : Jawa dan luar Jawa
8. Tahun Mulai : Januari 2018 9. Tahun Selesai : Desember 2018
10. Output Tahunan : Rekomendasi hasil Pengendalian Internal (PI) dan hasil Monev kegiatan 20188
11. Output Akhir : Tata kelola pemerintahan yang baik, penggunaan anggaran yang efektif dan akuntable, pelaksanaan fisik kegiatan penelitian dan manajemen sesuai dengan proposal kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen untuk mencapai output yang telah ditetapkan
12. Biaya Kegiatan : Rp.142.500.000,- (Seratus empat puluh dua juta lima ratus ribu rupiah)
Koordinator Program Penanggung Jawab RKTM,
Dr. Neneng L. Nurida NIP. 19631229 199003 2 001
Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., M.Sc NIP. 19740305 200501 1 002
Mengetahui,
Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian
Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. NIP. 19640623 198903 1 002
Kepala Balai Penelitian Tanah
Dr. Husnain, MP., M.Sc NIP. 19630702 198903 1 002
i
RINGKASAN USULAN KEGIATAN
1. Judul RKTM : Pengendalian Internal, Monitoring, dan Evaluasi 2. Nama dan Alamat Unit
Kerja
: Jl. Tentara Pelajar 12, Komplek Penelitian Pertanian, Cimanggu, Bogor 16123
E-mail: [email protected], website : http://balittanah.litbang.deptan.go.id
3. Sifat Usulan Kegiatan : Rutin
4. Penanggung Jawab : Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., M.Sc
5. Justifikasi : Dalam rangka reformasi birokrasi perlu penyempurnaan dan peningkatan kinerja penelitian dan manajemen Balittanah. Salah satu sisi untuk meningkatkan kinerja adalah dilaksanakannya upaya Pengendalian Internal (PI) yang handal menuju terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan mencegah secara dini bila terjadinya penyimpangan. Pendendalian Internal (PI) dilaksanakan berdasarkan PP 60/ 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, yang dijabarkan dalam Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Departemen Pertanian (Permentan 23/ Permentan/OT.140/5/2009). Monitoring/pemantauan suatu kegiatan dilakukan untuk menganalisis kualitas, relevansi dan ketepatan pelaksanaan terhadap rencana kegiatan, sedangkan kegiatan evaluasi perlu dilaksanakan untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan dalam pelaksanaan dan perencanaan berikutnya.
Pengendalian internal dan monev mencakup semua aspek pelaksanaan kegiatan manajemen, diseminasi dan penelitian sejak perencanaan, pelaksanaan, dan akhir kegiatan (pelaporan). 6. Tujuan :
ii a. Jangka Pendek :
:
1. Melaksanakan pengendalian internal (PI) terhadap kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen
2. Monitoring dan Evaluasi terhadap kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen
3. Melaporkan perkembangan basisdata evaluasi kegiatan dengan menggunakan aplikasi I-Monev,
4. Menyusun Laporan akuntabilitas kinerja (LAKIN)
b. Jangka Panjang - Mengukur kualitas kinerja dan keberhasilan penyelesaian kegiatan serta menganalisis ketepatsesuaian perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
7. Luaran Yang diharapkan
a. Jangka Pendek : 1. Laporan dan rekomendasi pengendalian internal
2. Terinventarisasinya laporan monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian, diseminasi, dan manajemen (bulanan, triwulanan, tengah tahun dan akhir tahun),
3. Basisdata evaluasi kegiatan dengan menggunakan aplikasi I-Monev,
4. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) 2018
b. Jangka Panjang : Terukurnya kualitas kinerja dan keberhasilan penyelesaian kegiatan serta menganalisis ketepatsesuaian perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
8. Outcome : Terjadi peningkatan kinerja Balittanah karena lebih tertib administrasi, lebih terkendali dan termonitor. dalam hal pelaksanaan tugas dan fungsi Yantek serta pelaksanaan perkantoran di Balittanah secara umum
9. Sasaran Akhir : Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Balittanah
10. Lokasi Kegiatan : Jawa dan Luar Jawa 11. Jangka Waktu : Januari - Desember 2018
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Balai Penelitian Tanah tahun anggaran 2018 menetapkan 8 (delapan) Proposal Penelitian, dua Proposal Diseminasi dan sembilan Proposal Manajemen. Kedelapan Proposal Penelitian tersebut adalah (1) Penelitian Penyusunan Informasi Geospasial dan System Pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian Mendukung Produksi Berkelanjutan, (2) Penelitian efektivitas Teknologi Isotop untuk Perbaikan Teknologi Pengelolaan Lahan pada komoditas padi, jagung dan kedelai, (3) Penelitian optimalisasi sumberdaya hayati tanah untuk mendukung peningkatan produktivitas padi, jagung, kedelai dan bawang merah adaptif terhadap perubahan iklim, (4) Penelitian Pengelolaan Lahan Suboptimal dan Lahan terdegradasi untuk Mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan dan sayuran, (5) Penelitian pengelolaan lahan sawah mendukung peningkatan produktivitas Padi, Jagung dan Kedelai, (6) Penelitian keseimbangan hara di lahan kering untuk meningkatkan rendemen tebu (7) Penelitian formulasi dan teknik produksi pupuk dan pembenah tanah mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, dan (8) Perakitan dan pengembangan test kits dan perangkat lunak pengelolaan lahan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Adapun dua kegiatan diseminasi adalah (1) Diseminasi teknologi penelitian tanah mendukung program Kementan, (2) Peragaan teknik budidaya adaptif untuk lahan kering masam di Kebun Percobaan Taman Bogo.
Untuk mendukung kegiatan utama Balittanah yaitu penelitian dan diseminasi, telah ditetapkan 11 (sebelas) output pendukung, yaitu: Dukungan Manajemen Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian terdiri atas: (1) Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. (2) Pelaksanaan Koordinasi dan Pendampingan UPSUS PAJALE Litbang Sumberdaya Lahan, (3) Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium serta Kebun Percobaan, (4) Pengelolaan Kepegawaian dan Rumah Tangga Litbang Sumberdaya Lahan, (5) Perencanaan Program Dan Anggaran Litbang Sumberdaya Lahan, (6) Monitoring,Evaluasi dan SPI Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, (7) Pembayaran Gaji dan Tunjangan, (8) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, (9) Kendaraan bermotor, (10) Peralatan dan fasilitas perkantoran, dan (11) Gedung/bangunan.
Dalam rangka pencapaian output yang telah ditetapkan, diperlukan upaya pengendalian internal (PI), pemantauan/monitoring serta evaluasi pelaksanaan kegiatan. Pengendalian internal dan monev dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan akhir kegiatan. PI dan Monev merupakan alat manajemen yang dapat digunakan untuk mengetahui peluang dan tingkat keberhasilan suatu kegiatan. Pemantauan merupakan kegiatan yang teratur dan berkesinambungan dan dilakukan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Data hasil pemantauan dapat dijadikan sebagai bahan dalam evaluasi berkelanjutan dan perbaikan dimasa yang akan datang.
Monev lebih ditekankan pada suatu periode tertentu dalam suatu kurun waktu kegiatan, dan diatur sesuai dengan kebutuhan. Dalam kegiatan penelitian, monev digunakan untuk mengukur keragaan dan kualitas kemajuan penelitian, serta keberhasilan penyelesaian kegiatan. Monev dilakukan secara mendalam, menganalisis tentang kualitas dan relevansinya serta ketepatan terhadap rencana. Evaluasi
2 menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan dalam pelaksanaan dan atau perencanaan berikutnya (Balai Penelitian Tanah, 2011).
Tata pemerintah saat ini berkembang dengan sangat baik dalam pencapaian output. Dimulai dari pengawasan melekat (waskat), monev, dan yang terakhir adalah Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP). SPIP adalah suatu sistem yang dapat memberi keyakinan memadai agar penyelenggaraan kegiatan pada suatu instansi pemerintah dapat (a) mencapai tujuan secara efektif dan efisien, (b) melaporkan pengelolaan keuangan negara secara handal, (c) mengamankan asset negara, (d) mendorong ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Dalam pelaksanaannya SPIP menggunakan 5 unsur pengendalian, yaitu (a) lingkungan pengendalian, (b) penilaian risiko, (c) kegiatan pengendalian, (d) informasi dan komunikasi, dan (e) pemantauan pengendalian intern. SPIP dapat membantu para pelaksana dan pengelola kegiatan dalam memantau dan mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang dikelolanya. Sebagai dasar pelaksanaan SPI ini adalah PP 60/ 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, dimana untuk lingkup Kementan dijabarkan dalam Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Departemen Pertanian (Permentan 23/Permentan/OT.140/5/2009). Dalam pelaksanaannya SPI setiap satker dilakukan oleh satuan kerja pelaksana Pengendalian Internal (Satlak PI) yang ditetapkan oleh Kepala Balai/Penanggungjawab Satker.
Satlak PI mempunyai tugas pokok yaitu membantu pimpinan untuk melaksanakan pengendalian intern lingkup unit kerjanya dan fungsi meliputi : (1) Menilai, menguji, mengevaluasi, mereview, memantau, merekomendasikan, dan pembinaan serta penyusunan laporan atas pelaksanaan SPI; (2) Menyusun rencana kerja anggaran pengendalian intern; (3) Melaksanakan pendampingan proses pameriksaan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP); (4) Pemantauan dan evaluasi penyelesaian tindak-lanjut hasil audit dari APIP; (5) Melaksanakan penilaian dan pengujian kinerja lingkup intern satker; (6) Melaksanakan penilaian dan menguji pengelolaan kegiatan, keuangan, pengadaan barang dan jasa, serta SAI (SAK dan SIMAK-BMN); (7) Pelaksanaan penilaian dan pengujian atas penyusunan LAKIP pada satker intern; (8) Panyusunan laporan hasil penilaian/pengujian atas pelaksanaan tugas yang ditujukan kepada atasan langsung/kepala satker; (9) Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan pengendalian intern kepada pimpinan unit kerja, serta memberikan saran penerapan penghargaan terhadap prestasi kerja serta sanksi terhadap penyimpangan yang terjadi.
1.2. Justifikasi/Dasar Pertimbangan
Balittanah pada tahun anggaran (TA) 2018 telah menetapkan kegiatan utama yaitu 7 RPTP dan 2 kegiatan RDHP. Selain itu juga telah ditetapkan 11 kegiatan pendukung untuk pencapaian output kegiatan utama tersebut. Untuk mengawal dan mengendalikan secara internal pencapaian output utama dan pendukung, maka perlu dilaksanakan pengendalian internal (PI) dan monev dari sejak perencanaan, pelaksanaan dan akhir kegiatan. Maksud pelaksanaan PI dan monev adalah untuk (a) mencapai tujuan secara efektif dan efisien, (b) Melaporkan pengelolaan keuangan negara secara handal, (c) mengamankan asset negara, (d) mendorong ketaatan terhadap peraturan peraturan perundang-undangan.
3 Monitoring dan evaluasi (Monev) dapat digunakan untuk mengetahui peluang dan tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang sedang berjalan, secara teratur dan berkesinambungan. Data hasil pemantauan dapat dijadikan sebagai bahan dalam evaluasi kinerja kegiatan. Evaluasi dilakukan secara mendalam, menganalisis tentang kualitas dan relevansinya serta ketepatan terhadap rencana. .
1.3. Tujuan
Tujuan Jangka Pendek :
1. Melaksanakan pengendalian internal (PI) terhadap kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen
2. Monitoring dan Evaluasi terhadap kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen 3. Melaporkan perkembangan basisdata evaluasi kegiatan dengan menggunakan
aplikasi SIMONEV dan I-Monev,
4. Menyusun Laporan akuntabilitas kinerja (LAKIN)
Tujuan Jangka panjang:
1. Mengukur kualitas kinerja dan keberhasilan penyelesaian kegiatan serta menganalisis ketepatsesuaian perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
1.4. Luaran yang Diharapkan Jangka pendek:
1. Laporan dan rekomendasi pengendalian internal
2. Terinventarisasinya laporan monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian, diseminasi, dan manajemen (bulanan, triwulanan, tengah tahun dan akhir tahun),
3. Basisdata evaluasi kegiatan dengan menggunakan aplikasi I-Monev, 4. Laporan akuntabilitas kinerja (LAKIN) 2018
Jangka panjang:
Terukurnya kualitas administrasi dan keberhasilan penyelesaian kegiatan serta menganalisis ketepatsesuaian perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
4
II. PROSEDUR PELAKSANAAN 2.1. Pendekatan
Pengendalian intern dan pemantauan dan evaluasi (PI-Monev) merupakan alat manajemen yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan monitoring persiapan, pelaksanaan, akhir kegiatan. Acuan dari semua kegiatan tersebut adalah IKU Balai Penelitian Tanah (2015-2019), DIPA dan RKAKL TA 2018, Proposal RPTP dan manajemen, serta ROPP.
Dalam pelaksanaannya PI didasarkan pada pendekatan persuasif dengan mengedepankan norma kesopanan, santun, ramah, komunikatif, disiplin dan bertanggungjawab dengan menggerakkan lima pilar unsur pengendalian SPI yaitu (a) lingkungan pengendalian, (b) penilaian risiko, (c) kegiatan pengendalian, (d) informasi dan komunikasi, dan (e) pemantauan pengendalian intern.
2.2. Lingkup dan Rencana Kegiatan
Kegiatan ini terdiri atas dua sub kegiatan yaitu: (1) Manajemen Sistem Pengendalian Intern dan (2) Monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dan evaluasi terdiri atas (a) penilaian matrik dan proposal, (b) monitoring pelaksanaan kegiatan penelitian, (c) evaluasi laporan hasil penelitian, (d) basis data monev kegiatan Balittanah, dan (e) Laporan Akuntabilitas (LAKIN) 2018.
2.3. Bahan dan Prosedur Pelaksanaan Kegiatan 2.3.1. Bahan
Bahan yang diperlukan dalam kegiatan Pengendlian Intern, Monitoring dan Evaluasi diantaranya: ATK, bahan komputer, perangkat lunak Simonev, dan I-monev, daftar isian dan bahan penunjang lainnya. Bahan lainnya adalah matrik, proposal, laporan hasil penelitian, dan informasi lain yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan administrasi perkantoran.
2.3.2. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan
2.3.2.1. Manajemen Sistem Pengendalian Interen
Kegiatan Manajemen pengendalian intern dimaksudkan untuk memantau pelaksanaan administrasi kegiatan. Pemantauan dilakukan agar terhidar dari pelanggaran/kesalahan administrasi. Kegiatan pemantauan dilakukan oleh suatu TIM SPI yang dibentuk oleh Kepala Balai Penelitian Tanah. Adapun prosedur pelaksanaannya sebagai berikut :
1. Melakukan Checklist dan teknik wawancara dengan menggunakan form 5 unsur PI
2. Pembuktian dalam teknik wawancara, dengan menunjukkan dokumen. 3. Waktu pelaksanaan 3 bulan sekali selama setahun (pertriwulan). 4. Hasil wawancara dibuat laporan dan rekomendasinya
2.3.2.2. Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan monitoring dan evaluasi terdiri atas (a) penilaian matrik dan proposal, (b) monitoring pelaksanaan kegiatan penelitian, (c) evaluasi laporan hasil penelitian, (d) basis data monev kegiatan Balittanah, dan (e) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2018. Untuk melakukan evaluasi matrik, proposal dan laporan akhir
5 hasil penelitian serta monitoring pelaksanaan penelitian perlu dibentuk Tim Monitoring dan Evaluasi dengan SK. Kepala Balai Penelitian Tanah yang diterbitkan setiap awal tahun anggaran. Tim Monitoring dan Evaluasi memberikan penilaian terhadap obyek yang dinilai. Nilai inilah yang menunjukkan apakah penelitian tersebut dapat diteruskan untuk memperoleh dana atau tidak.
a. Penilaian Matrik dan Proposal
Matrik penelitian disusun oleh tim peneliti mengacu kepada IKU Balittanah 2015-2019. Matrik-matrik yang diusulkan oleh peneliti melalui ketua kelti masing-masing kelompok peneliti dievaluasi oleh koordinator program yang kemudian diusulkan ke eselon II. Matrik yang diusulkan dievaluasi di Lingkup Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) dan Badan Litbang Pertanian, sehingga diharapkan hasil evaluasi memenuhi kualitas dan kuantitas. Penilaian dilakukan terhadap judul, output, justifikasi, dan keterkaitan dengan renstra dengan cara pembobotan.
Proposal disusun oleh tim peneliti berdasarkan kepada matrik yang telah lolos dan diajukan untuk dibiayai. Penilaian dilakukan oleh Tim Evaluasi terhadap output, outcome, dan impact, juga terhadap kelayakan SDM, teknologi, sarana, prasarana, waktu dan kelayakan biaya, keterkaitan metodologi dan tujuan penelitian. Penilaian berdasarkan pembobotan untuk masing-masing unsur yang dinilai. Proposal dengan nilai terbaik dapat dinyatakan dapat dibiayai, dibiayai dengan perbaikan, atau ditolak.
b. Pemantauan (monitoring) Kegiatan Penelitian
Monitoring dilakukan secara berkala pada waktu kegiatan sedang berlangsung. Aspek yang dievaluasi meliputi: keragaan kegiatan (sejauh mana kemajuan yang sudah dicapai dibandingkan dengan rencana atau target), efisiensi penggunaan sumberdaya dan dana serta masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan. Pemantauan dilakukan dengan: (a) secara langsung berupa kunjungan lapangan dalam rangka pembinaan dan pengawasan; (b) secara tidak langsung melalui pengamatan terhadap laporan bulanan (teknis dan administratif), triwulanan, laporan tengah tahunan dan laporan akhir penelitian. Penilaian dilakukan oleh Tim Monitoring berdasarkan pada sistem dan prosedur (sisdur) yang telah disusun.
c. Evaluasi Laporan Hasil Penelitian
Evaluasi laporan hasil penelitian yang merupakan laporan akhir RPTP dilakukan pada tingkat Balai untuk diteruskan ke Balai Besar Litbang SDL Pertanian dan Badan Litbang Pertanian. Evaluasi ini bersifat komprehensif yang dilakukan secara mendalam dan diarahkan untuk melihat keragaan dan hasil penelitian yang telah dilakukan apakah sesuai dengan proposal yang telah disetujui atau ada penyimpangan. Evaluasi dilakukan oleh Tim Evaluasi yang dibentuk oleh Balittanah.
d. Basisdata PMK 249 dan I-Monev kegiatan Balittanah
Software yang digunakan pada sub sistem monitoring adalah aplikasi PMK 249 dan I-Monev. Tujuan kegiatan ini adalah melaporkan realisasi fisik dan keuangan kegiatan Satker Balittanah 2018. Komputerisasi data disajikan dalam suatu format yang keluarannya berupa.
6
INPUT
1. Tabel Target Keuangan/Bulan/Jenis Belanja 2. Tabel Perkembangan Keuangan/Lokasi 3. Tabel Kegiatan Satker
OUTPUT
1. Perkembangan Keuangan setiap program 2. Perkembangan Keuangan setiap kegiatan 3. Perkembangan Keuangan setiap sub kegiatan
e. Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIN) 2018
Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIN) Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Tahun 2018 disusun dalam rangka memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang kewajiban bagi setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menyusun Renstra dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP merupakan wujud pertanggungjawaban pengelolaan anggaran K/L dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No.26/Permentan/OT.140/3/2013 pasal 3, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Tanah. LAKIN Balittanah 2018 akan mencerminkan pengukuran capaian sasaran dan disajikan dalam bentuk data atau informasi tentang keberhasilan/kegagalan, permasalahan dan kendala dalam pencapaian kinerja kegiatan.
Indikator Kinerja Utama (IKU) Balai Penelitian Tanah telah disusun berdasarkan agenda utama untuk menjamin keberlanjutan kegiatan penelitian selama periode lima tahun. IKU berisikan sasaran yang akan dicapai dengan indikator yang dapat diukur untuk dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan evaluasi kegiatan
Penyusunan Laporan Akuntabilitas (LAKIN) Balai Penelitian Tanah didasarkan laporan fisik dari masing-masing penanggungjawab kegiatan RPTP dan keuangan dari Bendahara Pengeluaran serta data pendukung lainnya dari Sub, Bagian Tata Usaha. LAKIP berisi kinerja Balai tahun yang telah berjalan.
Terdapat 4 (empat) kriteria keberhasilan untuk mengukur kinerja K/L. Keempat kategori keberhasilan tersebut, adalah (1) sangat berhasil : > 100 persen; (2) berhasil : 80 – 100 persen; (3) cukup berhasil : 60 – 79 persen; dan tidak berhasil : 0 – 59 persen.
7
III. ANALISIS RESIKO 3.1. Daftar Risiko
No Risiko Penyebab Dampak 1 Pelaksanaan kegiatan
penelitian, diseminasi, dan manajemen tidak sesuai dengan proposal dan ROPP
Perencanaan kurang tepat Penentuan lokasi kurang tepat Perubahan iklim Pencairan anggaran terlambat Output kegiatan tidak tercapai 2 Penyelesaian laporan
(bulanan, triwulanan, tengah tahun, akhir) tidak tepat waktu
PJ terlambat membuat dan menyerahkan laporan
Pelaksanaan kegiatan mundur dari rencana
Hasil analisis tanah dan tanaman terlambat diterima PJ Pencairan anggaran terlambat Penyusunan LAKIP terlambat, sehingga kinerja Balai Belum bisa diukur.
3 Basis data evaluasi kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen tidak
berkembang
Perangkat lunak Simonev dan E-Monev tidak berfungsi
Penyampaian
hasil/output terlambat
Basisdata monev tidak bisa diupdate
4 LAKIP Balittanah tidak handal
Penyelesaian laporan terlambat
Kinerja satker menurun
8
3.2. Daftar Penanganan Risiko
No Risiko Penyebab Penanganan Risiko 1 Pelaksanaan kegiatan
penelitian, diseminasi, dan manajemen tidak sesuai dengan proposal dan ROPP Perencanaan kurang tepat Penentuan lokasi kurang tepat Perubahan iklim Pencairan anggaran terlambat Perencanaan lebih matang 2 Penyesaian laporan (bulanan, triwulanan, tengah tahun, akhir) tidak tepat waktu
PJ terlambat membuat dan
menyerahkan laporan
Pelaksanaan kegiatan mundur dari rencana
Hasil analisis tanah dan tanaman terlambat diterima PJ Pencairan anggaran terlambat Hasil analisis laboratorium lambat disampaikan Dipersiapkan lebih baik
3 Basis data evaluasi kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen tidak berkembang Perangkat lunak Simonev dan E-Monev tidak berfungsi Penyampaian hasil/output terlambat Simonev diupdate setiap triwulan
4 LAKIP Balittanah tidak handal
Penyelesaian laporan terlambat
Semua
komponen/staf/Peneliti harus punya komitmen kuat untuk
mewujudkan visi dan misi Balittanah
9
IV. TENAGA DAN ORGANISASI PELAKSANA 4.1. Tenaga yang terlibat dalam kegiatan
Nama lengkap, Gelar dan NIP Jabatan Kedudukan
dalam RKTM Alokasi waktu (OB) Struktural Fungsional Dr. Husnain, SP., MP NIP.
Kepala Balittanah Peneliti Madya Nara Sumber 1 Dr. Ir. Ladiyani Retno W, M.Sc
NIP. 19690303 199403 2 001
Ka. Seksi Yantek Peneliti Madya PJ Kegiatan 4 Dr. Neneng L. Nurida
NIP.
Koord. Program Peneliti Madya Anggota 2
Mufti Wirahadinata, A.Md Staf Seksi Yantek Anggota 4
Didi Supardi
NIP. 19691230 199803 1 002
Staf Seksi Yantek Anggota 4
Komarudin NIP.
Staf Seksi Yantek PUMK Anggota 4
Indah Roch Handayani NIP.
Staf Seksi Yantek Anggota 4
Tim SATLAK PI*) Anggota 1
Tim Monev*) Anggota 1
Catatan
*) akan diterbitkan SK Kepala Balai Penelitian Tanah
4.2. Jadwal Palang
Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Persiapan xx xx
2. Penilaian Matrik dan Proposal 2018 xx xx xx xx xx 3. Pemantauan (monitoring) Kegiatan Penelitian a. Laporan bulanan xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx b. Monev lapang xx xx xx xx
c. Laporan tengah tahun xx
d. Laporan akhir xx xx
4. Evaluasi Laporan Hasil Penelitian
xx 5.Basis data monev kegiatan
Balittanah xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 4. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIN) 2018 xx xx
10
4.3. Pembiayaan
(Rp. x 000) Pengeluaran Triwulan Total (Rp.)
I II III IV
Belanja Bahan (521211) 10.000
Honor Output Kegiatan (521213) 36.000 Belanja barang untuk persediaan
barang konsumsi (521811) 10.000
Belanja perjalanan biasa (524111) 85.000 Belanja perjalanan dinas paket
meeting dalam kota 1.500
11
IV. DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang Pertanian. 2007. Keputusan Kepala Badan Litbang Pertanian No.
31/Kpts/OT.160/J.2/2007. Tentang Rincian Tugas Pekerjaan Eselon IV Balai Penelitian dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Badan Litbang Pertanian. 2012. Ringkasan Sementara. Raker Badan Litbang Pertanian 28-30 Agustus 2012 di Cimanggu Bogor.
Balittanah. 2010. Renstra Balittanah 2010 – 2014. Edisi April 2012
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang kewajiban bagi setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menyusun Renstra dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
PP Nomor 60, 2008. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Kementan. 2009. Permentan 23/ Permentan/OT.140/5/2009. Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Departemen Pertanian.
Kementan. 2011. Permentan 44/Permentan/OT.140/8/2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan Penelitian dan pengembangan Pertanian.
Kementan. 2013. Permentan 26/Permentan/OT.140/3/2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Tanah
12
Lampiran. 1. Contoh Lima Unsur SPI A. Lingkungan Pengendalian
Aspek Uraian Ada/
Ya
Tidak Ada/ Tidak
Organisasi 1. SK. Pengelola Keuangan KPA, PPK, Bendahara, dst 2. SK. Panitia Pengadaan Barang
3. SK. Panitia Pemeriksa Pengadaan Barang
4. Permentan terkait Struktur Organisasi Unit kerja 5. Bukti Sosialisasi Juknis (Perbanyakan/Pendistribusian) Kebijakan 6. Juknis/Juklak 2 kegiatan Strategis
7. Bukti sosialisasi juknis (perbanyakan/pendistribusian) 8. Laporan semester I atau II dari 3 kegiatan strategis SDM 9. Himbauan/memo pimpinan terkait penegakan
kedisiplinan
10. Pemberian sanksi/tindakan korektif bentuk lain terkait pelanggaran kedisiplinan
11. SK. penetapan pejabat struktural eselon tertinggi hingga eseion IV di unit kerja
12. DIPA sudah memuat alokasi kegiatan diklat bagi peningkatan kapabilitas pegawai
13. Penetapan SK terkait rumpun jabatan fungsional di unit kerja (peneliti, widyaiswara dll)
Prosedur 14. SOP kegiatan di setiap tingkatan pejabat telah dibuat 15. SOP perjalanan dinas
16. SOP pemanfaatan aset
17. SOP pengajuan anggaran pengambilan uang muka kerja
18. SOP tersebut di atas telah dimiliki oleh bagian yang berwenang menanganinya
Total
13
B. Penilaian Risiko
Aspek Uraian Ada/
Ya Tidak Ada/ Tidak Penilaian Risiko
1. TOR 3 kegiatan strategis
2. Setiap TOR memuat tahapan kegiatan, tujuan, target dan Jadwal pelaksanaan
3. Tujuan pada setiap TOR dari 3 (tiga) kegiatan strategis RKT dan Renstra
4. TOR 3 (tiga) kegiatan strategis telah mendeskripsikan risiko
Penanganan Risiko
5. Pimpinan telah menyusun dan menetapkan kriteria untuk mengantisipasi terjadinya risiko 6. Absensi rapat/notulen rapat yang membahas
penanganan risiko
7. Laporan monev berisi tindak lanjut pertemuan penanganan risiko
8. Pimpinan pernah berkonsultasi kepada
Inspektorat Jenderal terkait penanganan risiko Pemantauan
& Evaluasi Risiko
9. SOP pemantauan dan/atau evaluasi risiko 10. Jadwal pemantauan dan evaluasi risiko telah
disusun
11. Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi risiko dilengkapi dengan saran dan rekomendasi 12. Bukti dokumen yang menjelaskan bahwa saran
dan rekomendasi telah dilaksanakan Total
14
C. Kegiatan Pengendalian
Aspek Uraian Ada/
Ya Tidak Ada/ Tidak Kegiatan Pengendalian
1. Dokumen penetapan visi, misi organisasi unit kerja 2. Visi, misi mengacu pada tupoksi dari unit
kerja/satker
3. SK Pengelola Wabsite/database server telah menyebutkan mengenai pengamanan akses 4. SK tersebut diatas telah dilengkapi dengan uraian
tugas
5. Laporan updating data secara berkala
6. Laporan review capaian indikator kinerja terhadap 2 kegiatan strategis
7. SK penunjukan pemantauan indikator/ukuran kinerja untuk 2 (dua) kegiatan strategis 8. Pendokumentasian laporan-laporan SPI secara
lengkap
9. SOP pengamanan asset 10. Unit kerja memiliki brankas
11. Perlihatkan brankas; Penyimpanan uang di brankas tidak melebihi Rp. 10.000.000,00
12. Catatan kas opname setiap 3 bulan 13. Catatan stock opname setiap tahun
14. Print data semester dengan menggunakan aplikasi SAI
15. Print data dengan menggunakan aplikasi SIMAKBMN
16. Catatan/data rekapitulasi kode-kode inventaris barang
17. Unit kerja memiliki alarm & alat pemadaman kebakaran
18. SOP penggunaan asset barang di luar jam kerja 19. SK penanggung jawab pengamanan asset barang Total
15
D. Informasi dan Komunikasi
Aspek Uraian Ada/
Ya
Tidak Ada/ Tidak
Informasi 1. Pimpinan menetapkan mekanisme/prosedur mengenai pencatatan, penyusunan dan penyampaian data/ dokumen
2. Pengelolaan Informasi telah mengasilkan keluaran berupa laporan
3. Laporan hasil kegiatan telah menyajikan kondisi lapangan, kendala dan rekomendasi untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi pada ketiga kegiatan strategis
4. Laporan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan, pemberi tugas dengan tepat waktu 5. Laporan perjalanan dinas
Komunikasi 6. SOP terkait pelaksanaan komunikasi di unit kerja 7. Laporan kegiatan terkait informasi/komunikasi 8. Laporan meliputi penilaian keberhasilan dan
kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran program/kegiatan
9. Laporan mendeskripsikan langkah antisipasi/ pengelolaan/mengatasi permasalahan yang dihadapi
Bentuk & Sarana Komunikasi
10. SOP terkait pengembangan sistem informasi dan komunikasi
11. SK pemantau pengembangan sistem informasi dan komunikasi
12. Instruksi/memo pimpinan unit kerja untuk melakukan tindakan korektif
13. Laporan tindak lanjut atas rekomendasi tim pengelolaan sistem informasi/komunikasi Total
16
E. Pemantauan
Aspek Uraian Ada/
Ya Tidak Ada/ Tidak Pemantauan berkelanjutan
1. SOP pemantauan berkelanjutan/berkala 2. Laporan monev
3. Laporan monev menyajikan kondisi lapangan, kendala dan rekomendasi untuk mengatasi masalah yang dihadapi
4. Laporan monev disampaikan tepat waktu kepada pimpinan unit kerja
Evaluasi Terpisah
5. SOP evaluasi terpisah
6. Laporan evaluasi terpisah yang menyajikan kondisi riil yang dibandingkan dengan kriteria, kendala dan rekomendasi
7. Laporan evaluasi terpisah dilakukan tepat waktu kepada pimpinan unit kerja
8. Dokumentasi laporan-laporan hasil evaluasi diarsipkan dengan lengkap
Pemantauan TLHP
9. SK pegawai yang bertugas menyelesaikan TLHP 10. SOP penyelesaian TLHP
11. Laporan TLHP kepada pimpinan unit kerja
12. Dokumentasi pengiriman data/laporan penanganan TLHP kepada instansi induk pusat dan ltjen
Total
17 Lampiran 2. Form Monev Penelitian dan Manajemen
FORMAT LAPORAN MONITORING PELAKSANAAN PENELITIAN BALAI PENELITIAN TANAH T.A. 2018
Judul RPTP/RKTM/RDHP : Judul Kegiatan : Penanggungjawab : Lokasi Kegiatan :
Jadual Kegiatan Berdasarkan Proposal/Juklak
Kegiatan TA. 2018 Bulan J F M A M J J A S O N D
Status saat monitoring (sertakan foto) :
Catatan Tim Monitoring
1. Kesesuaian dengan Proposal dan ROPP
a. Jadwal : b. Lokasi kegiatan : c. Metodologi :
2. Kendala – kendala yang dihadapi
a. Kendala Jadual : b. Kendala Lokasi : c. Kendala Metodologi : 5. Analisis resiko : 6. Saran perbaikan :