• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : MENGGAMBAR ETNIS

Semester : I

Kode :

-SKS : 4

Jurusan : Desain Komunikasi Visual

Dosen : Anton Rosanto, Asmoro Nurhadi Panindias

Kompetensi : Mahasiswa mampu membuat karya realis, stirilisasi, dua dimensi, hitam-putih diatas kertas gambar menggunakan pensil berdasarkan kekayaan ornamen/ragam hias Etnis Nusantara menjadi bentuk yang kreatif dengan

materi motif geometris, tumbuhan, binatang, alam, benda, manusia dan kombinasinya untuk mendapatkan pemahaman dan ketrampilan dasar menggambar yang sangat diperlukan untuk terapan desain komunikasi visual. Evaluasi : Asesmen Portofolio

(1) MINGGU KE

(2)

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (3)BAHAN KAJIAN (MATERI AJAR) (4) BENTUK PEMBELAJARAN (5) KRITERIA PENILAIAN (INDIKATOR) (6) BOBOT NILAI

I Mahasiswa dapat memahami tugas-tugas MK Menggambar Etnis dalam 1 semester dan dapat menjelaskan pengetahuan tentang makna menggambar etnis disertai dengan contoh dan manfaat dari

menggambar etnis.

1. RPP

2. Kontrak Kuliah:

Manfaat, Deskripsi Perkuliahan, Tujuan

Instruksional, dan Tugas-tugas MK Menggambar Etnis

selama 1 semester (1 Kliping dan 12 Karya gambar) 3. Pengertian Menggambar 4. Alat dan Bahan Menggambar 5. Teknik Finishing a. Arsiran Ceramah, Contoh Tanya-Jawab dan Diskusi 1. Kehadiran 2. Keaktifan 6

(2)

b. Pointilism c. Sungging d. Plakat e. Gradasi f. Gelap Terang 6. Pengertian Etnis

7. Manfaat Menggambar Etnis 8. Contoh-contoh Gambar Etnis II Mampu menjelaskan karakter berbagai

Ornamen/Ragam Hias di Nusantara.

Tugas I (Pembuatan Kliping Gambar Etnis

Nusantara)

Ornamen/Ragam Hias

1. Definisi Ornamen/Ragam Hias 2. Fungsi Ornamen a. Estetis b. Simbolis 3. Perkembangan Ornamen a. Primitif b. Tradisional c. Klasik d. Modern. 4. Jenis Ornamen a. Geometris b. Naturalis c. Ornamentis 5. Ragam Motif a. Meander b. Tumpal c. Kawung d. Swastika e. Pilin f. Tempel g. Pohon Hayat/Flora Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Diskusi

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Kebersihan 4. Kerapian 5. Kreatifitas 10

(3)

h. Binatang i. Manusia III Mampu membuat rancangan ornamen

geometris berdasarkan acuan ornamen geometris Nusantara

Tugas II (Menggambar Ornamen

Geometris)

Ornamen Geometris

1. Jenis Ornamen Geometris 2. Garis lurus, garis lengkung,

lingkaran, segi tiga, segi empat dsb

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

IV Mampu membuat rancangan ornamen naturalis berdasarkan acuan ornamen naturalis Tumbuhan Nusantara

Tugas III (Menggambar Ornamen

Tumbuhan)

Ornamen Naturalis

1. Jenis Ornamen Tumbuhan 2. Tanaman Bunga Daun

Suluran, Tanaman Perdu, Tanaman Air

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Diskusi

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

V Mampu membuat rancangan ornamen naturalis berdasarkan acuan ornamen naturalis hewan nusantara

Tugas IV (Menggambar Ornamen

Tumbuhan)

Ornamen Naturalis

3. Jenis Ornamen Hewan 4. Binatang Bersayap,

Serangga, Binatang Melata, Binatang Darat, Binatang Air

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

VI Mampu membuat rancangan ornamen naturalis berdasarkan acuan ornamen naturalis fenomena alam nusantara

Tugas V (Menggambar Ornamen Awan,

Api, Angin, Air, Gunung, Batu)

Ornamen Naturalis

5. Jenis Ornamen Fenomena Alam

6. Awan, Api, Angin, Air, Gunung, Batu

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

(4)

VII Mampu membuat rancangan ornamen dekoratif berdasarkan acuan ornamen dekoratif nusantara

Tugas VI (Menggambar Ornamen

penggabungan Alam, binatang dan fenomena alam)

Ornamen Dekoratif

1. Jenis Ornamen Fenomena Alam

2. Merupakan bentuk yang berasal dari bentuk naturalis dan bentuk geometris yang sudah distilasi

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

VIII Mampu menggambar Perhiasan

berdasarkan acuan perhiasan nusantara

Tugas VII (Menggambar Ornamen

Kerajinan/Perhiasan)

Ornamen Dekoratif

3. Jenis Ornamen Benda Kerajinan/Perhiasan Nusantara

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

IX Mampu menggambar senjata tradisional berdasarkan acuan senjata tradisional nusantara

Tugas VIII (Menggambar Ornamen Senjata

Tradisional)

Ornamen Dekoratif

4. Jenis Ornamen Benda Senjata Tradisional Nusantara

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

X Mampu membuat rancangan gambar topeng atau totem berdasarkan acuan topeng atau totem tradisional nusantara

Tugas IX (Menggambar Ornamen

Topeng/Totem Etnis Nusantara)

Ornamen Dekoratif 5. Jenis Ornamen Topeng/Totem Etnis Nusantara Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

(5)

XI Mampu membuat rancangan gambar fantasi berdasarkan acuan gambar fantasi tradisional nusantara

Tugas X (Menggambar Ornamen Fantasi

Nusantara) Ornamen Dekoratif 6. Jenis Ornamen Kosmos/Fantasi/Kreasi Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

XII Mampu membuat rancangan gambar wayang berdasarkan acuan gambar wayang tradisional nusantara

Tugas XI (Menggambar Tokoh Wayang)

Menggambar Wayang Nusantara 1. Rupa 2. Karakter Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

XIII Mampu membuat rancangan gambar wajah manusia sesuai proporsi usia, jenis kelamin dan karakternya

Tugas XII (Menggambar Wajah Manusia)

Menggambar Manusia

1. Karakter wajah manusia a. Anak-Dewasa

b. Pria-wanita c. Emosi

Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

XIV Mampu membuat rancangan gambar manusia sesuai proporsi usia, jenis kelamin, gerakan, Interaksi dan karakternya

Tugas XIII (Menggambar Manusia)

Menggambar Manusia

2. Karakter tubuh manusia a. Proporsi tubuh b. Gender c. Usia d. Gerakan e. Interaksi Ceramah, Contoh, Demonstrasi, Tanya-Jawab dan Praktik

1. Kehadiran 2. Keaktifan 3. Keluwesan 4. Ketepatan 5. Kebersihan 6. Kerapian 7. Kreatifitas 7

(6)

Tata aturan dalam penyusunan karya

1. Membuat rancangan/sket karya diatas kertas gambar A4 untuk dikonsultasikan dengan dosen pengampu untuk mendapatkan Acc. 2. Rancangan terpilih di kerjakan diatas kertas gambar A3 dengan pensil untuk dikonsultasikan dengan dosen pengampu untuk mendapatkan tanda Acc.

4. Kliping dan Seluruh karya harian di kumpulkan pada akhir semester dalam bentuk jilid spiral, dengan identitas diri (Nama/NIM/Prodi/Jurusan/Fakultas) pada cover halaman luar.

Tata aturan proses pembelajaran

1. Berpakaian rapi dan sopan.

2. Presensi mahasiswa dilakukan oleh dosen pada awal pertemuan.

3. Bagi mahasiswa yang terlambat presensi diperbolehkan masuk, namun tidak mendapat tanda tangan kehadiran. 4. Ujian TengahSemester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) dilakukan secara praktik studio.

5. Bagi mahasiswa yang jumlah presensinya kurang dari 75% tidak diperkenankan mengikuti UAS.

6. Praktik pembuatan karya dilakukan pada saat kuliah di dalam studio untuk diperiksa dan disetujui dosen pengampu pada akhir pertemuan.

7. Bagi mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan, akan diberi kesempatan mengerjakan secara mandiri di rumah dan tetap ditunjukkan pada pertemuan berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Aryo Sunaryo. 2009. Ornamen Nusantara, Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia, Dahara Prize, Semarang. 2. Apriyatno, Veri. Tanpa Tahun. Cara Mudah Menggambar dengan Pensil. Jakarta: Kawan Pustaka.

3. Effi Indratmo dan Subandi. 2001. “Bahan Ajar Matakuliah Ornamen Kriya II”, Surakarta: Proyek “DUE-like” STSI Surakarta. 4. Bammes Gottfried, 1994, The Artist`sGuide To Animal Anatomy, Spain;Chartwell Book, Inc

5. Franks, Gene. 1985. The Art of : Pencil Drawing.Walter Foster Publishing.

6. Friend, Trudy. 2007. Drawing and Painting Flowers Problems and Solutions. Cina: D & C.

7. Heru S. Sujarwo. 2010. Rupa dan Karakter Wayang Purwa, Kakilangit Kencana, Prenada Media Group. 8. Ian Wongkar dan Patricia Linkan. Tanpa Tahun. Melukis dengan Pensil. Jakarta: PT Gramedia.

9. Indahan, Zeli. 2010. Menggambar dengan Pensil itu Mudah Panduan Belajar Menggambar untuk Pemula. Yogyakarta: One Books. 10. Soepratno, B.A., 1983, Ornamen Ukir Kayu Tradisional Jawa, Semarang; PT.Effhar Semarang

Referensi

Dokumen terkait

– Service Inputs adalah aspek sistem transportasi yang menunjukan banyak dan jenis sumber daya yang diperlukan bagi terciptanya sistem transportasi. Contoh parameter dari aspek

Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian yang berjudul, “HUBUNGAN ANTARA AKTIVASI HEMOSTASIS DAN KADAR ASAM URAT DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA

Hari & Tanggal : Kamis, 26 Mei 2016 Waktu : 11.00 s/d 13.00 Wib Tempat : Gedung DPP

Dengan ini, Kelompok Kerja I ULP Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2017 pekerjaan tersebut diatas, mengundang penyedia barang/jasa untuk melaksanakan rapat

Melaksanakan input kinerja dan/atau validasi kinerja pegawai yang berada di bawah pengawasan saya dengan sebenar-benarnya pada sistem e-kinerja sesuai dengan yang

Perlu ditegaskan lagi bahwa meskipun bentuk-bentuk tulisan karya sastra tersebut sama-sama berasal dari model karya sastra Eropa dengan tema masing- masing yang

Alternatively, it can be defined as the unique quadrature formula on n points that is exact for polynomials of degree < 2 n.. Gegenbauer polynomials are the same as

Remark 4.4 Using the asymptotic development of the Γ-function instead of (47) one can improve the assertion of theorem 4.3. Sometimes the process of zeta regularization helps.