SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER:
ELIGIBLE
DI ERA MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)
Nur Hamidi
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
$EVWUDFW
+XPDQ UHVRXUFHV LV WKH DELOLW\ RI LQGLYLGXDOV ERWK PLQG DQG SK\VLFDO SRZHU RI D SHUVRQ LQ DFKLHYLQJ WKH JRDOV HIIHFWLYHO\ DQG HIÀFLHQWO\ +XPDQ UHVRXUFHV LQ RQH FRXQWU\ LV GLIIHUHQW ZLWK RWKHU FRXQWULHV +X
-PDQ UHVRXUFHV LV WKH RQH XVHG E\ FRXQWULHV WR GHYHORS WKHLU UHVSHFWLYH FRXQWULHV LQWR D EHWWHU FRXQWU\ LQ DOO ÀHOGV ,Q WKH HUD RI WKH $6($1 HFRQRPLF FRPPXQLW\ HOLJLEOH KXPDQ UHVRXUFHV XUJHQWO\ QHHGHG E\ D FRXQWU\ VR WKDW WKH FRXQWU\ FDQ LQWHJUDWH ZLWK RWKHU FRXQWULHV 'HYHORSHG FRXQWULHV ZLOO HDVLO\ DGDSW WR WKH HUD RI WKH $6($1 HFRQRPLF FRPPXQLW\ EXW LQ FRQWUDU\ FRXQWULHV WKDW GR QRW KDYH KLJK KXPDQ UHVRXUFHV KDYH WR SUHSDUH WKH KXPDQ UHVRXUFHV WR EH DYDLODEOH LQ WKH HUD RI WKH $6($1 HFRQRPLF FRP
-PXQLW\ LQ WKH ODWH ·V 7KH IROORZLQJ VWUDWHJLHV FDQ EH XVHG WR SUHSDUH HOLJLEOH KXPDQ UHVRXUFHV LQ DQ $6($1 (FRQRPLF &RPPXQLW\ HUD 7KH\ DUH 3URYLGH VSHFLDO VNLOOV SRVVHVVHG E\ D FHUWDLQ UHJLRQ WKDW LV GLIIHUHQW IURP RWKHU UHJLRQV (PEHGGLQJ VWURQJ DQG YLVLRQDU\ VRXOV LQ FRPSHWLQJ ZLWK RWKHU FRXQWULHV +DYLQJ KLJK DWWLWXGH WRZDUGV VHUYLQJ FXVWRPHUV 7KLV FDQ EH HYLGHQFHG E\ ODQJXDJH DQG WRROV WHFKQRORJ\ PDVWHU\ DFFRUGLQJ WR WKH VSHFLÀFDWLRQV RI WKH LQGLYLGXDO
.H\ ZRUGV &KDUDFWHU 0($ (OLJLEOH KXPDQ UHVRXUFHV
$EVWUDN
6XPEHU GD\D PDQXVLD PHUXSDNDQ NHPDPSXDQ LQGLYLGX EDLN GD\D SLNLU PDXSXQ GD\D ÀVLN \DQJ GLPL
-OLNL VHVHRUDQJ GDODP PHQFDSDL WXMXDQ PDVLQJ PDVLQJ VHFDUD HIHNWLI GDQ HÀVLHQ 6XPEHU GD\D PDQXVLD QHJDUD \DQJ VDWX GHQJDQ QHJDUD \DQJ ODLQQ\D SDVWL EHUEHGD QDPXQ VXPEHU GD\D PDQXVLD LQLODK \DQJ GLJXQDNDQ ROHK VXDWX QHJDUD XQWXN PHQJHPEDQJNDQ QHJDUDQ\D PDVLQJ PDVLQJ PHQMDGL QHJDUD \DQJ OHELK EDLN GL VHJDOD ELGDQJ 'L HUD PDV\DUDNDW HNRQRPL $6($1 VXPEHU GD\D PDQXVLD \DQJ HOLJLEOH VDQJDW GLSHUOXNDQ ROHK VXDWX QHJDUD DJDU QHJDUD WHUVHEXW GDSDW EHLQWHJUDVL GHQJDQ QHJDUD ODLQ 1HJD
-UD PDMX DNDQ GHQJDQ PXGDK PHQ\HVXDLNDQ GHQJDQ H-UD PDV\D-UDNDW HNRQRPL $6($1 QDPXQ EHUEHGD GHQJDQ QHJDUD \DQJ EHOXP PHPLOLNL VXPEHU GD\D PDQXVLD WDQJ WLQJJL PDMX PHUDND KDUXV PHQ\LDS
-NDQ VXPEHU GD\D PDQXVLD \DQJ DGD XQWXN GDSDW PHQJKDGDSL HUD PDV\DUDNDW HNRQRPL $6($1 GL DNKLU WDKXQ LQL %HULNXW VWUDWHJL \DQJ GDSDW GLJXQDNDQ XQWXN PHPSHUVLDSNDQ VXPEHU GD\D PDQXVLD \DQJ EHUNDUDNWHU \DQJ HOLJEOH GL HUD 0DV\DUDNDW HNRQRPL $6($1 DQWDUD ODLQ \DLWX GHQJDQ 0HP
-EHULNDQ NHWUDPSLODQ NKXVXV \DQJ GLPLOLNL ROHK VXDWX ZLOD\DK WHUWHQWX \DQJ EHUEHGD GHQJDQ ZLOD\DK ODLQ 0HQDQDPNDQ MLZD MLZD \DQJ WDQJJXK GDQ YLVLRQHU GDODP EHUVDLQJ GHQJDQ QHJDUD ODLQ 0HPLOLNL VLNDS PHOD\DQL \DQJ WLQJJL WHUKDGDS SHODQJJDQ +DO LQL GDSDW GLEXNWLNDQ GHQJDQ SHQJDVDDQ EDKDVD GDQ DODW WHNQRORJL VHVXDL GHQJDQ VSHVLÀNDVL \DQJ GLPLOLNL LQGLYLGX
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Kar-ena letak wilayah tersebut, Indonesia masuk dalam organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (dulu memang begitu namanya, dan dising-kat dengan PERBARA) yang disebut $VVRVLDWLRQ RI 6RXWK (DVW $VLDQ 1DWLRQV (ASEAN). Selain Indonesia, negara-negara yang menjadi anggota ASEAN adalah: Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Sin-gapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste. Negara-negara di kawasan ASE-AN ini telah mencanangkan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (selanjut-nya disebut MEA) sebagai wujud inte-grasi dari ekonomi negara-negara yang berada di ASEAN. Dengan adanya MEA, masyarakat akan bebas melakukan jual beli baik barang maupun jasa dengan berbagai negara tetangga. Dari negara-negara anggota ASEAN tersebut, Indo-nesia merupakan negara berkembang, sementara anggota yang lain seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darus-salam sudah termasuk negara-negara yang sudah maju. Hal tersebut berarti bahwa Indonesia harus dapat berjalan bersama dan berintegrasi dengan nega-ra-negara maju tersebut dalam berbagai sektor.
Tidak hanya dalam sektor perda-gangan barang, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, guru, pengacara, akuntan, dan lainnya serta membuka peluang tenaga kerja asing lainnya untuk dengan mudah bekerja di Indonesia. Hal tersebut menjadikan daya saing yang lebih tinggi dalam memperoleh pekerjaan. Para dokter dari
negara lain seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan negara lain da-pat dengan mudah mendirikan rumah sakit di Indonesia dengan tenaga kerja medis seperti dokter, perawat, apoteker dari negara tersebut untuk bekerja di Indonesia merawat orang-orang sakit dan merawat kesehatan masyarakat In-donesia.
Begitu juga dengan jasa-jasa lainnya seperti pendidikan yang sedang marak di Indonesia, negara asing dengan mu-dah dapat mendirikan sekolah-sekolah Internasional dengan guru-guru yang didatangkan dari luar negeri serta diba-yar dengan biaya/badiba-yaran yang sa-ngat tinggi untuk mengajar anak-anak bangsa Indonesia. Sedangkan sekolah-sekolah Indonesia, baik Negeri maupun Swasta, yang asli dikelola oleh orang-orang Indonesia, meskipun penyeleng-garaannya secara gratis dengan biaya Pemerintah (BOS) sepi akan peserta didik karena para wali murid merasa lebih mempercayakan sekolah Interna-sional untuk mendidik anak-anaknya. Padahal tidak selamanya pendidikan di dan oleh sekolah-sekolah Internasional tersebut dapat menciptakan karakter peserta didik yang lebih baik sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Fenomena di atas merupakan con-toh nyata persaingan pasar bebas yang berdampak di bidang pendidikan pada umumnya dan pada karakter anak bangsa pada khususnya, sehingga sum-ber daya manusia yang HOLJLEOH di sini sangatlah dibutuhkan dalam menyong-song MEA agar karakter yang ada pada suatu negara tidak tergerus oleh arus globalisasi yang ada. (OLJLEOHdisini mer-upakan SDM yang pantas dipilih atau
dapat dikatakan SDM yang berkualitas yaitu SDM yang memiliki karakter ses-uai dengan karakteristik masing-masing serta dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang dihadapi dan ditekun-inya. Karakter merupakan indikator yang harus diperhatikan oleh seseorang dalam melakukan segala sesuatu. Dari karakter inilah seseorang dapat dinilai “baik” atau “tidak baik”.
Sumber Daya Manusia tiap Negara satu dengan Negara lain pasti berbeda dan memiliki karakteristik sendiri-send-iri. Setiap orang yang bekerja di suatu Negara, harus menyesuaikan kualitas Sumber Daya Manusia di Negara terse-but dan harus dapat menyesuaikan pula dengan karakter Negara tersebut. Misalkan orang Indonesia yang akan bekerja di Singapura, dia harus memi-liki sumber daya manusia yang tinggi sesuai dengan sumber daya manu-sia yang ada di Singapura yang sudah menggunakan KLJK WHFKQRORJ\ dalam segala bidang. Dalam bidang teknologi misalnya, orang yang hanya bisa be-kerja seperti mesin, dia tidak akan dapat bekerja di negara tersebut karena tenag-anya memang sudah tidak akan digu-nakan, mereka memilih menggunakan alat atau mesin untuk bekerja daripada mempekerjakan orang. Dia juga harus dapat bekerja denga cepat seperti war-ga newar-gara Sinwar-gapura pada umumnya yang dapat bekerja dengan cepat sesuai dengan kemampuan dan tuntutan yang ada. Jika orang tersebut tidak dapat me-nyesuaikan dengan sumber daya manu-sia yang ada pada negara tersebut maka orang tersebut tidak akan dapat VXUYLYH di negara dimana dia berada terlebih di negaranya sendiri.
Sumber Daya Manusia yang Berkarakter
Sumber Daya Manusia merupakan rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara
efek-WLI GDQ HÀVLHQ JXQD PHQFDSDL WXMXDQ
organisasi (Mathis dan Jackson. 2006:3). Sumber Daya Manusia juga dapat diar-tikan sebagai kemampuan terpadu dari
GD\D SLNLU GDQ GD\D ÀVLN \DQJ GLPLOLNL
individu. Pelaku dan sifatnya dilaku-kan oleh keturunan dan lingkungan-nya, sedangkan prestasi kerjanya dimo-tivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. (Hasibuan, 2003: 244)
'HÀQLVL GL DWDV PHQHNDQNDQ EDK -wa sumber daya manusia merupakan kemampuan baik daya pikir maupun
GD\D ÀVLN \DQJ GLPLOLNL VHVHRUDQJ GD -lam mencapai tujuan masing-masing
LQGLYLGX VHFDUD HIHNWLI GDQ HÀVLHQ 6H -dangkan karakter merupakan jati diri (daya kalbu) yang merupakan saripati kualitas batiniah/rohaniah manusia yang penampakannya berupa budi pekerti yaitu sikap dan perbuatan lahi-riah (Maksudin, 2013: 1).
Wanda Cristiana mengatakan, FKDU
-DFWHU GHWHUPLQHV VRPHRQH·V SULYDWH WKRXJKWV DQG VRPHRQH·V DFWLRQ GRQH *RRG FKDUDF
-WHU LV WKH LQZDUG PRWLYDWLRQ WR GR ZKDW LV ULJKW DFFRUGLQJ WR WKH KLJKHVW VWDQGDUG RI EHKDYLRU LQ HYHU\ VLWXDWLRQ (dalam Zubae-di, 2012: 9). Dalam konteks ini, karakter dapat diartikan sebagai identitas diri seseorang serta motivasi yang muncul dari dalam diri. Sumber daya manusia berkarakter yang dimaksud disini mer-upakan kemampuan yang berkualitas dimiliki seseorang dalam mencapai
tu-jiban dirinya dan orang lain;
Sepuluh nilai-nilai luhur selan-jutnya sebagai berikut: (9) Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih men-dalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihta, dan didengar; (10) Semangat kebangsaan: Cara
ber-ÀNLU EHUWLQGDN GDQ EHUZDZDVDQ \DQJ
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kel-ompoknya; (11) Cinta tanah air: Cara
EHUÀNLU EHUVLNDS GDQ EHUEXDW \DQJ
menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terh-DGDS EDKDVD OLQJNXQJDQ ÀVLN VRVLDO
budaya, ekonomi, dan politik bangsa; (12) Menghargai prestasi: Sikap dan tin-dakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain; (13) Bersahabat/komunikatif: Tinda-kan yang memperlihatTinda-kan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain; (14) Cinta Damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya; (15) Gemar membaca: Kebiasaan menyedia-kan waktu untuk membaca berbagai ba-caan yang memberikan kebajikan bagi dirinya; (16) Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembang-kan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi; (17) Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang mem-butuhkan; (18) Tanggung jawab: Sikap
MXDQ VHFDUD HIHNWLI GDQ HÀVLHQ .DUDNWHU
bangsa dalam antropologi dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyaki-nan yang mengejawantah dalam kebu-dayaan suatu masyarakat dan meman-carkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyarakat tersebut (Ar-mando, 2008: 6)
Menurut Kemendiknas (2010:9-10), nilai-nilai luhur sebagai pondasi karakter bangsa yang dimiliki oleh tiap suku di Indonesia di antaranya se-bagai berikut: (1) Religius: Sikap dan perilaku yang patuh melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain; (2) Jujur: Perilaku yang di-dasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan perbuatan; (3) Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya; (4) Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan; (5) Kerja keras: perilaku yang menun-jukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya; (6) Kreatif: Ber-pikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki; (7) Mandiri: Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam me-nyelesaikan tugas-tugas; (8)
Demokra-WLV &DUD EHUÀNLU EHUVLNDS GDQ EHUWLQ -dak yang menilai sama hak dan
kewa-dan perilaku seseorang untuk melak-sanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Ciri Khas MEA
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN (FRQRPLF &RPPX
-QLW\ (AEC) merupakan realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konver-gensi kepentingan negara-negara ang-gota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan ba-tas waktu yang jelas. Dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksa-naan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan. (Rahayu: 2014)
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk kawasan ASE-AN sebagai pasar dan basis produksi tunggal mereka, yang kemudian di-harapkan dapat membuat kawasan ASEAN itu lebih dinamis dan kom-petitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksa-naan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sek-tor-sektor prioritas; memfasilitasi perge-rakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN.
Sebagai langkah awal untuk
mewu-judkan Masyarakat Ekonomi ASEAN, pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan meng-atasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam melalui ,QLWLDWLYH IRU $6($1 ,QWHJUD
-WLRQ dan inisiatif regional lainnya. Ben-tuk Kerjasamanya adalah (www.asean. org):
Pengembangan sumber daya ma-1.
nusia dan peningkatan kapasitas;
3HQJDNXDQ NXDOLÀNDVL SURIHVLRQ -2.
al;
Konsultasi lebih dekat pada kebi-3.
jakan makro ekonomi dan keuan-gan; Langkah-langkah pembiayaan 4. perdagangan; Meningkatkan infrastruktur 5.
Pengembangan transaksi elek-6.
tronik melalui e-ASEAN;
Mengintegrasikan industri di se-7.
luruh wilayah untuk mempromo-sikan sumber daerah;\
Meningkatkan keterlibatan sek-8.
tor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pentingnya perdagangan ekster-nal terhadap ASEAN dan kebutuhan untuk Komunitas ASEAN secara kese-luruhan untuk tetap melihat ke depan, karakteristik utama Masyarakat Ekono-mi ASEAN (www.asean.org) :
Pasar dan basis produksi tunggal 1.
Kawasan ekonomi yang kom-2.
petitif;
Wilayah pembangunan ekonomi 3.
yang merata;
Daerah terintegrasi penuh dalam 4.
ekonomi global.
sipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya; (d) memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain (Santoso, 2012).
.HGXD, menanamkan jiwa-jiwa yang tangguh dan visioner dalam bersaing dengan negara lain. Jiwa tangguh dalam
NDLWDQQ\D GHQJDQ SHUVDLQJDQ GL ]DPDQ
globalisasi sangatlah diperlukan, hal ini penting karena dengan jiwa tang-guh seseorang akan pantang menyerah jika bersaing dengan kelompok lain, dia juga cenderung percaya diri dan bangga dengan karaktersitik yang ia miliki. Se-lain itu, disamping jiwa yang tangguh, jiwa yang visioner juga sangat penting untuk dipupuk agar dapat memperolah suatu gagasan-gagasan baru yang ino-vatif futuristik, menatap dan merancang masa depan yang tentu saja kondisi dan situasinya akan sangat jauh berbeda dengan yang lampau dan masa kini.
.HWLJD memiliki sikap melayani yang tinggi terhadap pelanggan. Ba-hasa manajemennya adalah pelayanan prima. Hal ini dapat dibuktikan dengan penguasaan bahasa dan alat/teknologi
VHVXDL GHQJDQ VSHVLÀNDVL \DQJ GLPLOLNL
oleh individu. Penguasaan bahasa inter-nasional sangat penting dalam kaitan-nya dengan komunikasi di kancah globalisasi. Dengan bahasa, kita dapat mengerti segala sesuatu yang dibutuh-kan oleh si pelanggan. Dengan bahasa kita dapat memahami orang lain, seba-liknya juga dapat dipahami oleh orang lain. Dengan bahasa pula kita dapat ber-tutur sapa dengan santun dengan orang yang kita ajak berkomunikasi. Tanpa bahasa, kita tidak dapat berkomunika-kuat. Dengan memasukkan
unsur-unsur yang dibutuhkan dari masing-masing karakteristik dan harus me-mastikan konsistensi dan keterpaduan dari unsur-unsur serta pelaksanaannya yang tepat dan saling mengkoordinasi di antara para pemangku kepentingan yang relevan.
Strategi Membangun SDM Berkarakter
Berbagai strategi dalam mem-bangun Sumber Daya Manusia yang berkarakter yang HOLJLEOH di era MEA antara lain yaitu; SHUWDPD dengan mem-berikan keterampilan khusus yang dimiliki oleh suatu wilayah tertentu yang berbeda dengan wilayah lain agar tercipta tenaga pekerja yang profesional sesuai dengan pekerjaannya. Keter-ampilan inilah yang nantinya menjadi ciri khas seseorang yang membedakan antara keterampilan orang yang satu dengan yang lain, keterampilan profesi yang satu dengan yang lainnya, dan lain sebagainya.
Berikut merupakan ciri-ciri suatu pekerjaan dapat dikatakan profesional: (a) memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tu-gas yang bersangkutan dengan bidang yang dikuasainya; (b) memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan; (c) memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan
menganti-si dengan orang lain secara efektif dan
HÀVLHQ %HJLWX MXJD GHQJDQ SHQJXDVDDQ
teknologi, tekonologi canggih jika kita dapat menggunakannya dengan baik dan sesuai prosedur, maka akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan tepat guna. Namun jika kita tidak dapat menguasai teknologi, kita sendirilah yang akan di-kuasai dan dipermainkan oleh teknolo-gi, dan tentu saja akan tertinggal jauh
ROHK ]DPDQ
Paper ini menyusun formulasi ten-tang SDM MEA yang berkarakter seba-gai berikut:
Memiliki keterampilan sesuai dengan bidangnya, mampu beradaptasi dengan budaya lokasi tempat bekerja, mengua-sai bahasa orang yang dilayani dan menguasai updated IT serta bermoral.
Penutup
Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia yang berkarakter yang HOLJLEOH di era MEA dapat dipersiapkan de-ngan strategi: (1) dede-ngan memberikan ketrampilan khusus yang dimiliki oleh suatu wilayah tertentu yang berbeda dengan wilayah lain. Ini merupakan ciri khas seseorang. (2) menanamkan jiwa-jiwa yang tangguh dan visioner dalam bersaing dengan negara lain. (3) memiliki sikap melayani yang tinggi terha-dap pelanggan. Hal ini dapat dibuktikan dengan penguasaan bahasa dan alat/teknologi sesuai dengan
VSHVLÀNDVL \DQJ GLPLOLNL LQGLYLGX
Semangat bekerja keras dan motivasi untuk menjadi insan yang berkemajuan harus tetap ada.
_____
DAFTAR PUSTAKA
Ade Armando, dkk. (2008). 5HÁHNVL .DUD
-NWHU %DQJVD. Jakarta: Forum Kajian Antropologi Indonesia.
Assosiation of Southeast Asian Nation. (2014). $6($1 (FRQRPLF &RPPXQL -ty. Dikuti dari http://www.asean. org/communities/asean-econom-ic-community pada tanggal 19 Maret 2015.
Budi Santoso. (2012). 'HÀQLVL 3URIHVLRQDO dikutip dari https://inisantoso. wordpress.com/2012/09/25/
GHÀQLVL SURIHVLRQDO SDGD WDQJJDO
18 Maret 2015.
Kementrian Pendidikan Nasional. (2010). 3HQJHPEDQJDQ SHQGLGLNDQ EXGD\D GDQ NDUDNWHU EDQJVD SHGRPDQ
sekolah. Jakarta: Puskur Balitbang Kemendiknas.
Maksudin. (2013). 3HQGLGLNDQ .DUDNWHU 1RQ 'LNRWRPLN Yogyakarta: Fakul-tas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga & Pustaka Pelajar. Malayu S. P Hasibuan. (2003). 0DQDMH
-PHQ 6XPEHU 'D\D 0DQXVLD Edisi Revisi Bumi Aksara. Jakarta: Gras-indo.
Robert L. Mathis & John H. Jackson. (2006). +XPDQ 5HVRXUFHV 0DQDJH
-PHQW. Edisi sepuluh, Jakarta: Sa-lemba Empat.
Srikandi Rahayu. (2014). 3HQJHUWLDQ GDQ .DUDNWHULVWLN 0DV\DUDNDW (NRQRPL
$6($1 Dikutip dari http://
s e p u t a r p e n g e r t i a n . b l o g s p o t . com/2014/08/Pengertian-kara- kteristik-masyarakat-ekonomi-asean.html pada tanggal 20 Maret 2015.
Zubaedi. (2012). 'HVDLQ 3HQGLGLNDQ .DUD
/HPEDJD 3HQGLGLNDQ Cet. II. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.